Anda di halaman 1dari 9

RESUME BUKU MANHAJ HARAKI

Dakwah secara Rahasia Berkata al-muqrizi di dalam kitabnya Imtaul Asma,setelah jibril datang kepada Rosullullah di gua hira dan membacakan kepadanya : Iqra bismi Rabbikal ladzi khalaq, Rosulullah saw. Pulang kerumah Khadijah . beliau tinggal diam selama masa yang dikehendaki Allah tanpa memperoleh sesuatupun. Wahyu terhenti, Rosulullah saw. Bersedih karenanya. Dikatakan bahwa terhentinya wahyu tersebut selama hampir dua tahun. Setelah malaikat tersebut, Rosulullah saw. Merasa takut dan pergi menemui khadijah ra. Ia berkata ,Selimutilah aku, selimutilah aku, kemudian Allah menurukan firman-Nya, Hai orang yang berkemul(berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan ! dan Rabbmu agungkanlah, dan pakainmu berseihkanlah (Q.S. Al-Muddatsir (74):1-4) Jadi, peristiwa pertama di Gua Hira adalah peristiwa kenabian dan pewahyuan, kemudian Allah memerintahkannya didalam ayat ini agar bangkit memberi peringatan kepada kaumnyadan mengajak mereka kepada Allah. Kesimpulan dapat dikatakan bahwa karakteristik pertama bagi fase ini adalah bahwa rentang waktu periode ini selama tiga tahun, tahapan siriyah untuk menjadikan pengokohan basis pendudkung dakwah hasil operasional dakwah untuk menghadapi masyarakat. Setelah kuat melalui pendukung, tokoh-tokoh dikuatkan oleh ayat berikut: Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik (Al-hjir(15): 94) Jadi penyampaian dakwah secara-secara terang-terangan dilakukan setelah adanya jaminan perlindungan Allah kepada Rasul-Nya dari gangguan orang-orang yang memperolok-olokkan. Pelaksanaan Dakwah secara dasar pilihan Pada periode ini dakwahnya tidak dilakukan secara terbuka di majelis-majelis umum , tetapi dilakukan bedasarkan pribadi-pribadi dai atw dakwah fardiyah tetang karakteristik madu orang yang didakwahi. Kita dapati bahwa fondasi pertama bagi dakwah ini adalah khadijah ra, Wanita yang pertama kali beriman dan istri Rosullullah saw., Abu Bakar ra, teman akrab Rosulullah , Ali bin Abu Thalib anak pamannya yang telah dibina sejak kecil, dan Zaid bin Haritsah , mantan budak beliau. Ketika Abu Bakar memulai berdakwah, ia memilih madu sendiri. Abu bakar seorang lelaki yang akrab dengan kaumnya, dicintai dan disayangi, ia orang Quraisy yang paling mengerti nasab bangsa Quraisy serta masalah kebaikan atw keburukan yang ada pada suku ini, ia dikenal seoarng pedagang yang memiliki akhlak mulia, ia sering didatangi datangi oleh tokoh-tokoh kaumnya terkait pendapatnya karena ilmu, perdagangan dan kebaikan pergaulannya, kemudian ia mulai mengajak kepada Allah dan Islam, melalui dakwah nya maka Ustman bin Affan , Zubair bin Awwam , Abdul Rahman bin auf , Saad bin Abi Waqqash, dan Thalhah bin Ubaidillah masuk islam.kedelapan oarang itu masuk islam kemudian shalat dan membenarkannya. Dakwah tersebut dilakukan dengan mengandalkan tsiqoh kepercayaan kendati faktor-faktor yang membuat dakwah Abu Bakar diterima itu banyak. Berdakwah melalui intelektualitas dan Dai dan status Sosialnya Ini merupakan penjelasan lebih lanjut terhadap sifat-sifat pribadi Abu Bakar yang disebutkan di atas mengingat dia merupakan dai yang berpengaruh pada waktu itu. Kita dapat mengenal sifatsifat pribadi melalui unsur-unsur berikut : a. Akhlak. Abu Bakar adalah seorang lelaki yang yang akrab dengan kaumnya, dicintai dan disayangi

b. Pengetahuan. Abu Bakar adalah seorang Quraisy yang paling mengerti dan tahu tentag nasab suku Quraisy serta masalah kebaikan dan keburukan yang pada suku ini. c. Pekerjaan dan status sosial . Abu Bakar dikenal sebagai pedagang yang dimiliki akhlak mulia. Sering didatangi oleh tokohy-tokoh kaumnya untuk dimintai pendapat mengenai banyak hal. Dakwah secara Umum Dakwah kepada orang-orang tertentu bukan berarti membatasi dakwah pada kelompok tertentu ataw tingkatan tertentu dikalangan masyarakat, Dakawh harus menjangkau semua lapisan yang ada didalam masyarakat, tetapi penjangkauan ini harus dilakukan melalui orangoarng tertentu terlebih dahulu. Dapat kita lihat bahwa tahapan siriyah bagi masyarakat muslim ini telah berhasil merekrut semua lapisan pada saat itu. Kita lihat daftar para sahabat menurut kabilah mereka yang dikenal, maka kita dapati : pertama Bani Hasyim seperti Ali Bi Abu Thalib kedua Bani Umaiyah seperti Ustman Bin Affan , ketiga Bani Makhzum seperti Yasir bin Amir, keempat Bani Taim seperti Abu Bakar ash shidiq, kelima Bani Adi seperti Said bin Zaid, keenam Bani Zuhrah seperti Saad bin Abi Waqqash, ketujuh Bani Sahm seperti hafshah binti umar, kedelapan Bani Jameh Khaththab bin al-Harits, Kesempilan Bani Asad seperti Zubair binAwwam, kesepuluh Bani Amir Abu Ubaidillah bin al Jarrah, kabilah-kabilah yang lain. Peranan Wanita pada Periode Sirriyah Seperempat dari masyarakat Islam periode ini terdiri dari kaum wanita, sebagian besar para pemuda yang sudah berkeluarga istri-istri mereka juga masuk islam bersamaannya. Kaum wanita ini hidup diperiode sirriyah tanpa diketahui oleh seorang pun keislaman mereka. Kita harus memberiakn perhatian kepada peranan kaum wanita dalam perjalanan dakwah ini sebagaimana mestinya, bahkan dalam riwayat bahwa menyebutkan Asma ra. Adalah seorang prajurit periode ini. Shalat Menurut riwayat yang paling kuat, tidak ada satu pun periode dakwah kaum muslimin yang sunyi dari pelaksanaan shalat. Berikut ini Ibnu Ishaq, Sebagian ahli ilmu menceritakan kepadaku bahwa sewaktu shalat diwajibkan atas Rosulullah saw. Jibril datang kepada nya sedang beliau berada diatas bukit mekah. Kemudian mengisyaratkan kepada nya kerah lembah . maka terbelahlag sebuah mata air darinya. Kemudian jibril mengajarka cara berwudhu kepada Rosulullah, lalu Rosul pun ikut berwudhu sebagaimana jibril. Kemudian jibril berdiri dan Shalat mengimami Rosulullah saw. Rosul pun mengikutinya Shalatnya, lalu jibril meninggalkannya, lalu Rosul mengajarkan khadijiah memperagakan wudhu untuk shalat sebagimana diperlihatkan jibril Kepadanya. Maka khadijah berwudhu kemudian Rosul mengimaminya sebagimana jibril telah mengimaminya. Pengetahuan Orang Quraisy tentang Dakwah Quraisy belum memberikan perhatian khusus terhadap dakwah ini karena fenomena kehanifan sudah sejak lama dimasyarakat mekkah. Seperti yang tercermin pada Zaid bin Amer bin Naufal, Waraqah bin Naufal , dan Umaiyah Bin Abu Shalt. Quraisy mengira bahwa islam tidak berbeda dengan orang-orang hanif yang menghindarkan diri dari menyembah berhala. Bahkan boleh dikatakan , pada periode sirriyah ini Quraisy lebih banyak memperhatika oarngorang hanif daripada kaum muslimin. Disebutkan bahwa dia (Abu Thalib) berkata kepada Ali , wahai Ananda , agama apakah yang kamu anut ini ? Ali menjawab , Aku beriman kepada Rosul Allah , aku membenarkan segala yang dibawanya, aku shalat karena Allah bersamanya

dan aku mengikutinya Sesungguhnya dia (Rosulullah saw) tidak akan mengajakmu kecuali kepada kebaikan , maka ikutilah dia dengan baik Jadi pengetahuan Quraisy tentang sebagian fenomena aneh ini tidak menimbulkan kemarahan selama orang-orag tersebut mencukupkan diri sendiri dari kalangan sendiri. Dari sini kita pun dapat memahami sikap damai yang terkadang kadang ditunjukkan pemerintahan jahiliyah terhadap kaum muslimin yang menjadikan islam sebagai aqidah (keyakinan) dihati dan ibadah. Hidup Berdampingan antara kaum muslimin dan orang lain Pada periode ini kita tidak pernah mendengar adanya perbenturan antara masyarakat islam yang sedang tumbuh dengan masyarakat islam yang tumbuh dengan masyarakat jahiliyah. Dakwah terbuka buka merupakan sasaran periode ini. Sehingga, kaum muslimin belum boleh mencampuri urusan orang lain dengan mengkritik ,berkonfrontasi atau menantang secara terangterangan. Prinsip yang harus dianut para perode ini ialah tidak boleh menampakkan ketidaksetujuan, kecuali bila dalam keadaan terpaksa sekali Tanzhim dan Fikrah masih harus dirahasiakan sepeuhnya. Memfokuskan pada pembinaan Aqidah Ideologi kaum kafir dan Taghut telah mendominasi kehidupan manusia karena itu perbaikan dan pembinaan aqidah yang benar harus dilakukuan secara tenang. Hanya aqidah yang benar yang mampu memacarkan ibadah dan perilaku yang benar. Pada saat yang sama, aqidahlah yang akan memberika keteguhan jiwa diatas kebenaran dan pengorbanan dijalannya. Segala bentuk keraguan, ketidakpastian , nifaq dan penyimpangan dari jalan yang benar , terjadi karena lemahnya aqidah didalam hati setiap muslim. Karena sesuatu hal, islam memilih kata iman untuk menunjukkan aqidah. Sebab imn menyentuh akal dan hati sekaligus , sera memadukan antara pikir dan aspek kejiwaan. Berdakwah Secara Terang-terangan setelah terbentuk kader-Kader Inti Yang Kuat Bukti dari bentuk dakwah ini ialah tidak adanya seorang pun di antara para sahabat yang murtad pada waktu terjadi tribulasi dan dimulai konfrontasi. Bahkan , mereka yang telah hidup diperiode awal dakwah ii dikemudian hari menjadi generasi islam terbaik di segi kualitas keimanan, perilaku, jihad, dan pengorbanan. Bahkan , kalau kita perhatikan tingkatan teratas didalam umat islam , yaitu tingkatan sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga adalah dari kelompok mereka. Kecuali Umar Ibnul Khaththab ra. Kelompokn ini lah yang membentuk generasi pemimpin (jiil al-qiyadah ) bagi masyarakat yang terbina. Khalifah yang terpilihy dan telah disetujui oleh Rosul saw pun dari kelompok ini. Inilah kader-kader i (nuwat) yang kemudian hari memikul beban dakwah islam dimuka bumi. Enam pulh sahabat inilah yang tiddak dapat dimusnahkan setelah periode ini berakhir dan dimulai periode konfrontasi. Periode ini tidak akan terulang kembali ,dengan kata lain , kita tidak dapat menggambarkan gerkan islam dalam suatu peran sirriyatu ad-dakwah dan sirritayu at-tadzhim.

RESUME BUKU DARI GERAKAN KE NEGARA


Dalam Siroh Nabawiah, Rosulullah telah mengajarkan bagaimana membentuk sebuah negara dari sebuah gerakan. Dimana pembentukan aqidah dibentuk sedemikian rupa selama 13 tahun sampai tertancap dalam setiap individu. Permodelan manusia dengan karakter aqidah Islam yang kuat. Setelah unsur penting dalam sebuah negara terpenuhi (dalam hal ini manusia) sebagai subyek yang menggerakkan negara telah terbentuk, terjadilah peristiwa hijrah ke madinah sebagai ekspresi penerapan Islam secara menegara. Tiga hal yang diperlukan agar terbentuklah sebuah negara adalah manusia, tanah, dan sistem. Tujuan dari dakwah adalah agar hukum ALLAH atau yang disebut syariat ALLAH tegak di muka bumi ini. Disitulah akan muncul kebudayaan yang sesuai dengan kehendak ALLAH, yang untuk mencapai hal tersebut diperlukan usaha. Seseuai dengan makna QS Ar Arad:11 Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia. Ujung dari dakwah ini adalah bagaimana agar ISLAM menjadi Ustadziatul Alam. Dengan demikian, negara bukanlah tujuan. Negara hanyalah sarana untuk melegalkan kehendak ALLAH. Selanjutnya Islam akan memunculkan kebudayaan, peradaban ! Ketika berbagai paham-paham mulai menunjukkan kerapuhannya sekarang, saatnya ISLAM menunjukkan eksistensinya. Karena memang ISLAM lah sistem yang akan menciptakan kesejahteraan umat, bukan segelintir golongan. Maka itu perlu adanya rekonstruksi bagi kaum muslim, yaitu: 1. Kita harus memperbaiki afiliasinya kepada Islam kembali, berislam atas dasar kepahaman. 2. Membawa mereka ke dalam komunitas Muslim yang besar, di mana menjadi masyarakat yang berperan aktif. 3.Menjamin bahwa setiap orang berpartisipasi dengan optimal. Setiap individu memiliki potensi yang beragam. Dibutuhkan pengorganisasian potensipotensi yang luar biasa agar potensi kaum muslim menjadi kekuatan yang kokoh. Adapun pengikatnya adalah iman. Iman adalah perekat paling kuat seperti yang dicontohkan Rosulullah. Ketika dahulu potensi bangsa arab terpecah karena egoisme ikatan darah sehingga terjadi perang berlarut, maka Rosulullah berhasil mempersatukan mereka dengan ikatan iman sehingga potensi para sahabat melejitkan kekuatan besar mereka Pada awal november tahun 2001 dalam sidang tahunan MPR, tentang mencuatnya tuntutan penerapan Islam terdapat ganjalan-ganjalan. Padahal mayoritas masyarakat kita adalah muslim. hal ini karena tersebarnya mitos-mitos ke masyarakat seperti: 1. Syariat tidak relevan lagi. 2. Syariat tidak manusiawi. 3. Masyarakat tanpa dosa. 4. Keraguan syariat bagi mereka, Maka diperlukan suatu alternatif untuk membahasakan tuntutan kita untuk menerapkan syariat Islam, yaitu: 1. Menunjukan adanya poltical will yang jujur dan kuat.

2. Memenangkan wacana publik dengan mengkomunikasikan Islam kepada masyarakat secara lebih baik. 3. Menggunakan bahasa kenyataan, dibanding bahasa yang lain. Dalam sejarah telah menorehkan bukti-bukti kegagalan sekulerisasi, yaitu: 1) Hanya bertahan 4 tahun setelah keruntuhan khilafah, 2) Gerakan Islamisasi kampus yang terjadi di seluruh dunia Islam 3) Suksesnya kudeta putih di Sudan 1987 4) Jihad Afganistan selama 14tahun. 5) Proses demokratisasi yang menyertai runtuhnya Uni Soviet telah mengakihiri rezim diktator dan membuka kanal-kanal politik bagi gerakam Islam.

Penyabab kegagalan sekularisme : 1) Kekuatan sekuler di dunia Islamt,tidak bersumber dari dunia Islam, tapi dari barat/timur. 2) Rezim diktator telah menciptakan penderitaan yang panjang. 3) Kegagalan membangun telah menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap janji-janji modernisasi. 4) Gerakan pemikiran Islam yang di bangun sebagai kekuatan pro sekuler di dalam basis-basis pertahanan budaya Islam, baik gerakan pembaharu maupun reinkarnasinya kini bernama Islam liberal, tidak pernah sanggup membawa konsep-konsep pemikiran yang original, komprehensif, landasan metodologi yang kokoh,dan output empiris yang sukses. Sebagai seorang muslim, kita harus yakin terhadap sistem ISLAM, Sistem yang diciptakan ALLAH untuk kebaikan makhlukNYA. Setidaknya kita harus meyakini logika sebagai berikut: 1) Islam adalah sistem kehidupan yang integral dan komprehensif 2) Berkah sistem kehidupan Islam harus dapat dirasakan masyarakat 3) Untuk penerapannya maka perlu ada kekuatan eksekusi dan legalitas. 4) Kekuatan yang besar dan berwibawa. Jika sitem Islam akan ditegakkan, maka setidaknya ada beberapa kesiapan yang harus dimiliki. Diantaranya adalah 1) Adanya komitmen dan kekuatan akidah pada sebagian besar kalangan Muslimin untuk hidup dengan sistem Islam pada seluruh tatanan kehidupannya. 2) Supremasi pemikiran Islam di tengah masyarakat hingga muncul kepercayaan umum bahwa secara konseptual, Islamlah yang paling siap menyelamatkan bangsa dan negara. 3) Sebaran kultural yang luas di mana Islam menjadi faktor pembentuk opini publik dan tersimbolkan dalam tampilan budaya. 4) Ketrampilan akademis yang andal untuk dapat mentransformasikan ajaran Islam ke dalam konstitusi. 5) Kompetensi eksekusi yang kuat (visioner dan mampu mengelola negara secara teknis). 6) Kemandirian material yang memungkinkan bangsa kita tetap survive begitu bangsa kita menghadapi isolasi atau embargo.

7) Kapasitas pertahanan yang tangguh sebab tantangan eksternal yang mungkin kita hadapi tidak terbatas pada gangguan ekonomi, tapi juga pertahanan. 8) Koneksi internasional yang aka memungkinkan kita tetapeksis dalam percaturan Internasional. 9) Tuntutan politik yang ditandai dengan adanya partai-partai politik yang secara konstitusi meminta penerapan syariat islam di tingkat konstitusi. Penerapan ISLAM secara subtantif sangatlah penting, yang pada nantinya negara menjadi institusi yang mewadahi syariat ALLAH.

RESUME BUKU : GERAKAN KEAGAMAAN


A. Gerakan keagamaan Islam 1). Yang dipengaruhi manhaj Ahlussunnnah Contoh : Hizbut Tahrir, dakwah Salafy, Ikhwanul Muslimin, Jamaah Tabligh dll 2). Yang dipengaruhi selain Ahlussunnah. Contoh : gerakan BahaIyah yang dipengaruhi Syiah di Iraq dan gerakan Syiah Imamiyah di Iran dll B. Gerakan keagamaan yang bukan Islam 1). Gerakan yang dipengaruhi agama Ahli Kitab Contoh : Yudaisme, Mormon dll 2). Gerakan keagamaan yang non Ahli kitab. Contoh : Buddhisme, Panteisme, Taoisme dll C. Gerakan anti agama Contohnya : Komunisme, Darwinisme, Sekulerisme dll. Pada kenyataannya, selalu saja ada percampuran disana-sini dan kemudian menghasilkan sebuah gerakan baru, sebagai contoh klasik adalah bagaimana lahirnya sekularisme dari dunia Kristen yang kemudiaan juga mempengaruhi umat Islam, juga tentang lahirnya gerakan Zionisme yang sekuler. Untuk selanjutnya pembahasan akan difokuskan pada peta pergerakan di Indonesia. D. Garis Besar Peta Pergerakan Di Indonesia Secara garis besar peta pergerakan dapat dibagi sebagai berikut: 1. Pergerakan non Islam masih dapat dibagi menjadi: Pergerakan keagamaan lain Gerakan Sosialis Komunis Pergerakan LSM-LSM 2. Pergerakan Islam atau yang mengatasnamakan Islam yang menganut manhaj Ahlusunnah Waljamaah yang sudah keluar dari manhaj tersebut Jika dilihat dari asalnya, dapat juga dibagi menjadi pergerakan yang berasal dari luar negeri (bersifat internaional/alamiyah). Dan ada juga yang bersifat regional/mahalliyah. Gerakan-gerakan Islam regional yang masih menganut manhaj Ahlus Sunnah adalah: a. Masyumi, yaitu federasi Gerakan Islam Indonesia pada tahun 1950-an . Selanjutnya gerakan ini terurai menjadi banyak sekali fraksi dan masing-masing berdiri sendirisendiri. Sedangkan Masyumi-nya sendiri baru pada pemillu 1999 namanya muncul kembali. b. Nahdatul Ulama yang memisahkan diri dari Masyumi pada pemilu1955 dan sekarang berbasis di pesantern-pesantren khususnya daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. c. Muhammadiyah, yang titik tekannya pada sektor sosial dan pendidikan. a. Al-Irsyad, yang menjadi wadah para keturunan arab yang masih mengaku sebagai keturunan Nabi Muhammad SAW. b. NII (Negara Indonesia atau DI/TII), yang berorientasi politik non kompromi terhadap NKRI dan bersifat militeristik. NII ini dahulu berasal dari organiasasi Syariat Islam

zaman Pra kemerdekaan, kemudian berpisah jalan dengan tokoh-tokoh kemerdekaan lain sejak tahun 1949. c. Gerakan yang berbasis pelajar dan mahasiswa seperti HMI, PII dan gerakan Tarbiyah (begitulah nama yang diberikan oleh sebagian orang terhadap gerakan yang berbasis kelompok-kelompok kecil/halaqoh) telah lama menyemarakan blantika dakwah Islam dan berhadapan langsung dengan gerakan yang bersifat anti agama seperti gerakan independen (marak tahun 70-an akhir dan awal 80-an) yang sekuler dan neo-komunisme (pasca reformasi) d kampus-kampus dan sekolah-sekolah. d. Gerakan atau perkumpulan kecil-kecil yang kadang hilang dan timbul dan bersifat setempat. Disebut kecil atau setempat dilihat dari daya pengaruhnya kepada keseluruhan umat Islam Indonesia yang terbatas pada daerah tertentu atau kalangan tertentu atau karena figure tertentu. Misalnya Jamaah Masjid Salman ITB, Jamaah masjid Asy Syuhada Jogja, Jamaah masjid ARH Salemba, dll atau Daarut Tauhid dengan tokohnya Abdullah Gymnastiar, Hidayatullah (berpusat di Kalimantan dan Surabaya) yang sekarang ini mulai berkibar dengan majalah websitenya , At Tahieriyyah dan Asy Syafiiyah yang berangkat dari komunitas NU Betawi. E. Gerakan-gerakan regional yang sudah menyimpang dari manhaj Ahlus Sunnah WalJamaah adalah : a. Isa Bugis /Inkarrussunnah : yaitu gerakan yang hanya mau menerima Al-Quran sebagai rujukan dan menolak Al-Hadits. Gerakan ini kecil saja namun karena penyimpangannya ia sering dianggap duri dalam daging oleh para tokoh harakah Islam di Indonesia ini. b. Islam Jamaah, yang diduga sebagai gerakan sempalan bikinan Ali Murtopo atas intruksi Soeharto tahun 1970-an. Pengaruhnya juga kecil sekali, terutama setelah tokoh utamanya Nurhassan Ubaidillah meninggal dunia. Juga karena penyimpangannya gerakan ini sama dianggap duri dalam daging ummat terutama karena mengkafirkan yang selain jamaah mereka. c. Gerakan Islam Posmo (Post Modern ) yang dikembangkan oleh murid-murid kumpulan orientalis barat (Yahudi Nasrani). Titik tekan mereka pada percampuran ideologi rasionalisme, sufisme/spiritulisme, pluralisme, humanisme dan sekularisme. Tokoh-tokoh mereka dianggap sebagai cendikiawan muslim, namun nota bene mereka belajar Islam justru dari orientalis Yahudi dan Nasrani di manca negara. Ide-ide atau wacana-wacana mereka seringkali sudah keluar dari garis batas keislaman seseorang, misalnya lontaran untuk menerima semua agama sebagai sama benar.

GRAND DESIGN DAKWAH KAMPUS


Salah satu sifat asholah dakwah adalah tetap konsisten dalam masalah ushul dan bersifat fleksibel dalam menangani dan menghadapi perkembangan zaman. Dakwah dapat diibaratkan seperti air, ia akan menyesuaikan bentuk dengan wadah yang menampungnya tanpa harus mengubah zat aslinya.

KADERISASI

Karakter setiap kader dakwah memang akan cukup berbeda dengan kader di tempat yang lain, Perbedaan ini adalah konsekuensi logis dari perbedaan tantangan dan kesempatan yang terdapat di masing-masing ranah dakwah. Karakter sangat menentukan keberhasilan dari dakwah, karena pada akhirnya keberhasilan dakwah adalah keberhasilan dari para kader dakwah merekayasa dakwah di ranah masing-masing. Sebagai bagian awal yang perlu dipahami oleh kader adalah pemahaman akan dakwah itu sendiri. Tujuan dari pemahaman ini adalah agar para kader dakwah dapat menjalankan roda kepemimpinan dan pergerakan dakwah sesuai dengan koridor dan mimpi besar peradaban Islam. Seorang kader harus memahami apa yang di lakukan dan di niatkan dengan ikhlas lalu dengan sungguh-sungguh sehingga kepuasan ada pada seorang kader.inilah yang di butuhkan seorang kader,karena dalam berdakwah harus memiliki pemahaman yang baik dan melakukan dengan ikhlas. Seorang kader harus memiliki kedekatan yang baik dengan ALLAH SWT.kedekatan akan tampak dari sikap dan prilakunya.kedekatan ini dapat dilakukan dengan kegiatannya seperti tilawah,sholat-sholat sunnah dan amalan lain yang di lakukan Rasulullah SAW. dalam melakukan itu semua kader harus memiliki yaitu kekuatan.kekuatan inilah sebagai awal dalam dakwah,jiwa harus di jaga,fisik juga harus di jaga. Salah satu kendala dari Kader-kader dakwah,kader dakwah biasa bergaul dengan temanteman yang satu fikroh,sehingga pergerakan mereka exclusif hanya dengan orang-orang itu. seandainya kader dakwah bisa memberikan senyuman manis dan berbaur kepada masyarakat kampus maka potret ADK tidak lagi seperti di atas,tp akan bersifat inklusif dengan masyarakat kampus.