Anda di halaman 1dari 19

Soal Spektrofotometri NMR A. Pilihan Ganda 1. Pada dasarnya, spektrofotometri NMR merupakan a. spektrofotometri inframerah d. spektrofotometri absorbsi b.

spektrofotometri ultraviolet e. spektrofotometri serapan c. spektrofotometri visible 2. Di bawah ini merupakan komponen pada spektrofotometer NMR, kecuali a. magnet d. monokromator b. rekorder e. readout c. generator medan magnet penyapu 3. Berapa besar range sapuan generator medan magnet penyapu untuk alat dengan frekuensi 60 MHz a. 234 x 10-4 gauss d. 234 x 10-3 gauss b. 235 x 10-4 gauss e. 233 x 10-4 gauss -3 c. 235 x 10 gauss 4. Besar frekuensi oskilator yang tetap pada NMR beresolusi tinggi adalah a. 30, 60, 90 Hz d. 30, 60, 100 MHz b. 30, 60, 90 MHz e. 30, 90, 100 Hz c. 60, 90, 100 MHz 5. Untuk F19 dan C13, generator medan magnet penyapu memerlukan sapuan frekuensi sebesar a. 10 Hz d. 10000 Hz b. 100 Hz e. 10 MHz c. 1000 Hz 6. Berikut merupakan karakteristik inti yang dapat diukur dengan NMR, yaitu a. jumlah proton dan neutron genap d. bilangan kuantum spin= -1/2 b. jumlah proton dan neutron ganjil e. jumlah proton genap dan neutron c. bentuk abstrak ganjil 7. Tempat sampel merupakan tabung gelas berdiameter dan dapat diisi cairan sampai a. 4 mm ; 0,4 ml d. 5 mm ; 0,5 ml b. 5 mm ; 0,4 ml e. 5 mm ; 0,6 ml c. 4 mm ; 0,5 ml 8. Yang dimaksud dengan kondisi resonansi adalah a. perubahan proton dari satu arah ke arah lain oleh gelombang radio b. perubahan elektron dari satu arah ke arah lain oleh gelombang radio c. perubahan neutron dari satu arah ke arah lain oleh gelombang radio

d. tidak perubahan dari satu arah ke arah lain oleh gelombang radio e. perubahan gelombang radio 9. Luas puncak pada spectrum NMR digunakan untuk menentukan a. jumlah relatif molekul yang mengabsorpsi b. jumlah relatif inti yang diabsorpsi c. jumlah relatif molekul yang diabsorpsi d. jumlah relatif inti yang mengabsorpsi e. jumlah relatif molekul dan inti yang diabsorpsi 10. Berikut merupakan contoh pengaplikasian spektrofotometer NMR pada bidang kedokteran kecuali a. NMR menjadi sebuah teknik alternatif selain kristalografi X-Ray b. untuk studi interaksi molekuler dari makromolekul biologi pada kondisi larutan secara fisiologis c. untuk mengetahui struktur molekuler dan perubahan yang terjadi ketika mendapat gangguan dari luar (rangsangan, penyakit, dan lain-lain) d. untuk memperoleh informasi struktur dan resolusi dinamik atomic e. untuk memperoleh informasi struktur molekuler dalam tubuh

B. Essay 1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan spektrofotometri NMR! 2. Sebutkan komponen-komponen dari spektrofotometer NMR! 3. Apa saja kegunaan dari spektrofotometri NMR? 4. Bagaimana prinsip kerja dari spektrofotometer NMR? 5. Sebutkan pengaplikasian spektrofotometer NMR dalam bidang biologi molekuler! Kunci jawaban I. Spektrofotometri NMR A. Essay 1. Spektrofotometri NMR adalah salah satu teknik utama yang digunakan untuk mendapatkan informasi fisik, kimia, elektronik dan tentang struktur molekul. Resonansi magnetik nuklir (NMR) adalah sebuah fenomena fisik di mana inti magnetik dalam medan magnet menyerap dan memancarkan kembaliradiasi elektromagnetik. 2. Magnet, Generator medan magnet penyapu, Sumber frekuensi radio, Detektor sinyal, Perekaman (Rekorder), Tempat sampel dan kelengkapannya (Tempat sampel dan probe). 3. untuk mengidentifikasi struktur senyawa atau rumus bangun molekul senyawa organic, untuk mempelajari campuran analisis, untuk memahami efek dinamis seperti perubahan pada suhu dan mekanisme reaksi, dan merupakan instrumen tak ternilai untuk memahami struktur dan fungsi asam nukleat dan protein. Teknik ini dapat digunakan untuk berbagai variasi sampel, dalam bentuk padat atau pun larutan.

4. Metode spektroskopi NMR ini didasarkan pada penyerapan energi oleh partikel yang sedang berputar di dalam medan magnet yang kuat. Energi yang dipakai dalam pengukuran dengan metode ini berada pada daerah gelombang radio 75-0,5 m atau pada frekuensi 4-600 MHz, yang bergantung pada jenis inti yang diukur. 5. Pada bidang biologi molekuler, dengan spektrofotometer NMR dapat diketahui struktur molekulernya dan perubahan yang terjadi ketika mendapat ganguan dari luar (rangsangan, penyakit atau penambahan zat lain).

Soal Spektrofotometri Infra Merah A. Pilihan Ganda 1. Panjang gelombang daerah infra merah pertengahan adalah a. 7,5 25 m d. 250 500 nm b. 75 250 nm e. 25 75 m c. 2,5 50 m 2. Yang dimaksud dengan regangan simetri adalah a. unit struktur bergerak mengayun simetri tetapi masih dalam bidang datar b. unit struktur bergerak mengayun simetri dan keluar dari bidang datar c. unit struktur bergerak bersamaan dan searah dalam satu bidang datar d. unit struktur bergerak bersamaan dan tidak searah dalam satu bidang datar e. unit struktur bergerak mengayun dan tidak searah dalam satu bidang datar 3. Berikut merupakan pembagian vibrasi bengkokan, kecuali a. vibrasi goyangan d. vibrasi potongan b. vibrasi pelintiran c. vibrasi guntingan 4. Yang bukan termasuk komponen dari spektrofotometer inframerah adalah a. monokromator d. readout b. detektor c. kisi difraksi 5. Rentang radiasi yang dipancarkan oleh pemijar globar berada pada daerah a. 1 40 m d. 0,4 20 nm b. 1 40 nm e. 0,1 0,4 nm c. 0,4 20 m 6. Yang digunakan untuk menjalankan baji optik adalah a. arus searah d. amplifier b. arus bolak-balik e. monokromator c. detektor 7. Vibrasi yang digunakan untuk identifikasi adalah vibrasi bengkokan, khususnya a. wagging d. scissoring b. twisting e. mixing c. rocking 8. Rentang panjang gelombang yang digunakan pada spektrofotometri inframerah adalah a. 0,75 1000 m d. 750 10.000 nm b. 0,75 1000 nm e. 750 1000 m

c. 750 1000 m 9. Yang pertama kali mengemukakan radiasi elektromagnetik adalah a. Alan Walsh d. Felix Bloch b. James Clark e. Edward Cullen c. Edward Purcell 10. Cahaya secara fisis ,merupakan gelombang elektromagnetik yang berarti a. mempunyai vektor listrik dan vektor magnetik yang saling sejajar dengan arah rambatan b. mempunyai vektor listrik dan vektor magnetik yang saling berbanding terbalik dengan arah rambatan c. mempunyai vektor listrik dan vektor magnetik yang saling tegak lurus dengan arah rambatan d. mempunyai vektor listrik dan vektor magnetik yang saling parallel dengan arah rambatan e. mempunyai vektor listrik dan vektor magnetik yang tidak berhubungan dengan arah rambatan

B. Essay 1. Apa yang dimaksud dengan persen transmitansi 5%? 2. Jelaskan macam-macam regangan pada vibrasi regangan! 3. Sebutkan instrumentasi pada spektrofotometer inframerah! 4. Jelaskan prinsip dari spektrofotometer inframerah! 5. Sebutkan keunggulan spektrofotometri inframerah! II. Spektrofotometri IR A. Essay 1. Transmitasi sebesar 5% mempunyai arti bahwa hampir semua frekuensi tersebut diserap oleh senyawa itu 2. Vibrasi regangan antara lain: a. Regangan Simetri, unit struktur bergerak bersamaan dan searah dalam satu bidang datar. b. Regangan Asimetri, unit struktur bergerak bersamaan dan tidak searah tetapi masih dalam satu bidang datar. 3. Sumber radiasi, monokromator, detektor dan daerah cuplikan. 4. Prinsip kerja spektrofotometer inframerah merupakan penyerapan cahaya pada panjang gelombang 0,75 1000 m oleh suatu molekul. 5. Keunggulan spektrofotometri inframerah antara lain: a. Dapat digunakan pada semua frekuensi dari sumber cahaya secara simultan sehingga analisis dapat dilakukan lebih cepat daripada menggunakan cara sekuensial atau scanning.

b. Sensitifitas dari metode Spektrofotometri Inframerah lebih besar daripada cara dispersi, sebab radiasi yang masuk ke sistim detektor lebih banyak karena tanpa harus melalui celah (slitless).

Soal Spektrofotometri Serapan Atom (AAS) A. Pilihan Ganda 1. Sampel yang akan dianalisis oleh AAS berupa a. senyawa non logam b. senyawa logam c. halogen

d. alkali e. alkali tanah

2. Yang membedakan SSA dengan spektrofotometri UV adalah.. a. monokromasi d. atomisasi b. persamaan lambert beer e. hidrolisis c. absorbs 3. Spektrofotometri serapan atom memiliki range ukur pada panjang gelombang a. 200 400 nm d. 800 900 nm b. 400 800 nm e. 200 500 nm c. 200 300 nm 4. Dua proses spesifik pada SSA adalah a. emisi dan absorbsi b. oksidasi dan hidrolisis c. emisi dan oksidasi

d. hidrolisis dan absorbsi e. destruksi dan oksidasi

5. Yang tidak termasuk dalam instrumentasi AAS yaitu a. sumber sinar d. detektor b. tempat sampel e. area magnetik c. monokromator 6. Yang termasuk metode analisis AAS yaitu a. metode reaktivitas b. metode kurva kalibrasi c. metode adisi standar 7. Sistem pembakaran pada AAS terdiri dari unit a. pembanding dan pengabut b. pengabut dan pelarut c. pembakar dan pembanding 8. Dua cara destruksi pada AAS yaitu a. kering dan lanjutan b. basah dan kering c. standar dan basah 9. Sumber sinar pada AAS berupa

d. a dan b benar e. b dan c benar

d. pelarut dan pembanding e. pengabut dan pembakar

d. standar dan kering e. lanjutan dan standar

a. sinar bias b. lampu katode c. radioaktif 10. Atom-atom dari katode akan mengalami a. halogenasi b. alkilasi c. adisi

d. lampu anode e. sinar inframerah

d. elusidasi e. standarisasi

B. Essay 1. Jelaskan mekanisme penyerapan sinar oleh sampel pada AAS! 2. Jelaskan perbedaaan sistem nyala dan tanpa nyala pada AAS! 3. Apa tujuan dari atomisasi? Jelaskan! 4. Sebutkan hal-hal yang harus diperhatikan sebelum analisis AAS! 5. Jelaskan prinsip dari AAS! III. Spektrofotometri AAS A. Essay 1. Atom atom dari katode akan mengalami eksitasi ke tingkat energi elektron yang lebih tinggi dan akan memancarkan spektrum pancaran dari unsur yang sama dengan unsur yang akan dianalisis. Kemudian atom atom tersebut cenderung berbalik pada keadaan semula, sehingga mengalami deeksitasi ke tingkat energy dasar. Proses ini akan menyebabkan absorbsi pancaran, penyerapan ini lah yang akan di deteksi oleh detektor 2. Emisi menggunakan nyala dapat dengan cara langsung, yaitu sampel dihembuskan secara langsung kedalam nyala dan semua sampel akan dikonsumsi pada pembakar, dan cara tidak langsung, yaitu larutan sampel dicampur terlebih dahulu dengan bahan pembakar dan bahan pengoksidasi dalam suatu kamar pencampur sebelum dibakar. Sedangkan emisi tanpa nyala melalui 3 tahap yaitu : pengeringan (drying) yang membutuhkan suhu yang relatif rendah, pengabuan (ashing) yang membutuhkan suhu yang lebih tinggi karena untuk menghilangkan matriks kimia dengan mekanisme volatilasi atau pirolisis; dan pengatoman (atomising). 3. Atomisasi pada SSA berfungsi untuk mengubah fasa sampel menjadi gas, sehingga terbentuk atom-atom bebas yang bersifat netral. Atom-atom ini kemudian dapat mengabsorbsi sinar dari Hollow Cathode Lamp. Metode-metode atomisasi antara lain atomisasi dengan nyala, atomisasi dengan metode penguapan, atomisasi dengan generasi hidrida, atomisasi dengan sistem pengabut (nebulizer, burner). 4. Hal-hal yang harus diperhatikan: a. Larutan sampel diusahakan seencer mungkin (konsentrasi ppm atau ppb b. Kadar unsur yang dianalisis tidak lebih dari 5% dalampelarut yang sesuai c. Hindari pemakaian pelarut aromatik atau halogenida. Pelarut organik yang umum digunakan adalah keton, ester dan etil asetat d. Pelarut yang digunakan adalah pelarut untuk analisis (p.a)

5. Spektroskopi serapan atom merupakan suatu metode yang berprinsip pada absorpsi cahaya oleh atom. Atom-atom menyerap cahaya tersebut pada panjang gelombang tertentu, tergantung pada sifat unsurnya. Cahaya pada panjang gelombang tersebut mempunyai cukup energi untuk mengubah tingkat elektronik suatu atom. Dengan adanya energi, berarti memperoleh lebih banyak energi, dimana suatu atom pada keadaan dasar akan tereksitasi ke tingkat energi yang lebih tinggi.

Soal Elektrokimia A. Pilihan Ganda 1. Dua jenis sel elektrokimia yaitu a. sel hidrolisis dan sel galvani b. sel hidrolisis dan sel volta c. sel volta dan sel elektrolisis 2. Dalam sel volta terjadi perubahan a. energi kimia menjadi energi listrik b. energi gerak menjadi energi listrik c. energi listrik menjadi energi gerak d. energi listrik menjadi energi kimia e. energi panas menjadi energi listrik 3. Pencegahan korosi dengan cara memperoleh senyawa kimia disebut dengan a. elektroforesis d. elektroanalisis b. elektrokimia e. elektrosintesis c. elektrolisis 4. Dalam sel elektrolisis terjadi perubahan a. energi listrik menjadi energi kimia b. energi gerak menjadi energi listrik c. energi gerak menjadi energi panas d. energi panas menjadi energi kimia e. energi kimia menjadi energi listrik 5. Metode elektrokimia adalah metode yang didasrkan pada reaksi a. adisi d. reduksi b. redoks e. semua benar c. hidrolisis 6. Sel galvani terdiri dari a. anion dan kation b. asam dan basa c. reduksi dan oksidasi

d. sel elektrolisis dan sel hidrolisis e. sel galvani dan sel volta

d. voltmeter dan multimeter e. elektroda dan elektrolit

7. Elektroda yang tidak berperan dalam reaksi sel elektrokimia disebut dengan a. elektroda inert d. elektroda standar b. elektroda pembanding e. elektroda sel c. elektroda indikator 8. Pada katoda dalam system elektrokimia terjadi reaksi a. reduksi oksidasi (redoks) d. elektrolisis

b. oksidasi c. reduksi 9. Contoh sel elektrokimia yaitu a. sel galvani b. sel volta c. sel Daniel

e. hidrolisis

d. baterai e. semua benar

10. Salah satu contoh aplikasi elektrokimia dalam kehidupan adalah untuk a. pengujian kebocoran pipa gad b. pembuatan polimer c. pemurnian logam d. pengendalian korosi e. semua benar B. Essay 1. Apa yang dimaksud dengan elektrokimia? Jelaskan! 2. Jelaskan penulisan notasi struktur suatu sel elektrokimia yang benar! Berikan contohnya! 3. Jelaskan secara singkat prinsip kerja dari sel elektrokimia! 4. Jelaskan tentang potensial sel! 5. Sebutkan beberapa aplikasi elektrokimia dalam kehidupan! IV. Elektrokimia A. Essay 1. Elektrokimia mempelajari semua reaksi kimia yang disebabkan oleh energy listrik serta semua reaksi kimia yang menghasilkan listrik. Namun, sel elektrokimia sering didefinisikan sebagai sel yang menghasilkan energy listrik akibat reaksi kimia dalam seltersebut seperti sel galvani atau sel volta. Sedangkan sel yang menghasilkan reaksi kimia akibat energy listrik disebut dengan sel elektrolisis. 2. Sel elektrokimia dapat didefinisikan sebagai suatu system yang terdiri dari dua sel elektroda yang terpisah minimal oleh satu macam fase elektrolit. Penulisan notasi struktur suatu sel elektrokimia mengikuti beberapa kaidah berikut : a. | : menunjukkan adanya perbedaan fase b. || : menunjukkan adanya jembatan garam c. , : dua komponen yang berada dalam fase yang sama d. Fase teroksidasi dituliskan terlebih dahulu, baru diikuti dengan fase tereduksi dengan notasi elektroda|larutan|larutan |elektroda. Contohnya Zn(s) |Zn2+ (aq), Cl- (aq)|AgCl (s)|Ag(s) 3. Elektrokimia merupakan metode yang didasarkan pada reaksi redoks yang berlangsung dalam reaksi yang sama atau berbeda dalam suatu system elektrokimia. System elektrokimia meliputi sel elektrokimia dan reaksi elektrokimia. Sesuai degna reaksi yang berlangsung elektroda dalam suatu system elektrokimia dibedakan menjadi katoda (elektroda yang mengalami reduksi) dan anoda (reaksi yang mengalami oksidasi).

4. Setiap elektroda dan elektrolit dapat bereaksi membentuk setengah sel. Reaksi elektroda adalah setengah reaksi yang terjadi pada setengah sel. Yang termasuk setengah reaksi adalah reaksi yang memperlihatkan kehilangan electron atau reaksi yang memperlihatkan perolehan electron. Contoh : a. Oksidasi Zn : Zn (s) Zn2+ (aq) + 2e b. Reduksi Cu2+ : Cu2+ + 2e Cu (s) c. Kedua setengah sel bila dihubungkan akan membentuk sel elektrokimia lengkap. Reaksi kimia yang terjadi pada sel galvani atau sel volta berlangsung secara spontan 5. Aplikasi metode elektrokimia untuk lingkungan dan laboratorium diantaranya yaitu pemurnian logam, electroplating, elektroanalitik, elektrokoagulasi, elektrodialisis, dan elektrosintesis.

Soal Spektrofotometri Massa A. Pilihan Ganda 1. Spektrometer massa adalah suatu instrument yang dapat menyeleksi molekul-molekul gas bermuatan berdasarkan a. panjang gelombang maksimum d. reaksi kimia b. struktur molekul e. interaksi atom c. beratnya 2. Instrument spektrofotometer terbagi menjadi 3 bagian yaitu a. Sumber ion, massa analyzer, detector b. Sumber cahaya, monokromator, detector c. Sumber listrik, massa analyzer, monokromator d. Massa analyzer, monokromator, detector e. Massa analyzer, sel sampel, detector 3. Berikut adalah kegunaan spektrofotometri massa, kecuali .. a.Mengetahui komposisi unsur dari bahan yang dianalisa sehingga diketahui berat dan rumus molekulnya, b. Mengetahui unsur senyawa baik senyawa organik maupun anorganik, c. Untuk analisis kualitatif maupun kuantitatif suatu kompleks, d. Untuk penentuan struktur dari komponen permukaan padatan, e. Untuk menentukan perbandingan isobar atom dalam suatu sampel 4.Sinar-sinar ion yang melintas dalam mesin tersebut dideteksi dengan secara elektrik merupakan tahap .. a. Ionisasi d. Pengatoman b. Pendeteksian e. Pembelokan c. Percepatan 5. Memilih ion-ion berdasarkan massanya dengan menggunakan medan elektromagnetik merupakan fungsi dari a. sumber cahaya d. massa analyzer b. sumber ion e. monokromator c. detektor 6. Bagian spektrotometer massa yang berfungsi untuk mengionkan material analitadalah ... a. Sumber cahaya d. massa analyzer b. Sumber ion e. monokromator c. Detektor 7. Menghitung muatan yang terinduksi atau arus yang dihasilkan ketika ion dilewatkan atau mengenai suatu permukaan adalah fungsi dari . a. Sumber cahaya d. massa analyzer b. Sumber ion e. monokromator

c. Detektor 8. Kekurangan Spektrometer Massa bunga api listrik adalah a. Ketidakberaturan dari sumber dan kurang reproduksibel b. Harga analisa yang mahal c. Membutuhkan perawatan yang rumit d. Harus dilakukan dalam suhu dan kelembaban tertentu e. Tidak menggunakan alat-alat pendukung 9. Kekurangan Spektrometer Massa bunga api listrik dapat diatasi dengan memakai sistem a. Deteksi logam d. deteksi ultraviolet b. Deteksi massa e. deteksi fotografi c. Deteksi ion 10. Ukuran kemampuan membeda-badakan dua puncak yang perbedaannya kecil ( m/z ) adalah karakteristik penganalisis a. Speed d. Linear Dinamic Range b. Mass Range e. Mass Accuracy c. Mass Rosolving power B. Essay 1.Jelaskan aspek analisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan spektrofotometri Massa ! 2. Jelaskan prinsip kerja dari spektrofotometri Massa ! 3. Jelaskan prosedur cara kerja spektroskopi massa secara singkat ! 4. Jelaskan urutan tahapan yang terjadi dalam spektrometer massa secara singkat ! 5. Sebutkan faktor faktor yang mempengaruhi pembelokan ion dalam medan magnet ! Spektrofotometri Massa A. Essay 1. Aspek kualitatif Spektroskopi massa memungkinkan kita menidentifikasi suatu senyawa yang tidak diketahui, dengan mengkalibrasi terhadap senyawa yang telah diketahui seperti uap merkuri atau perfloro kerosin. Rumus molekul suatu senyawa dapat diyentukan puncak ion molekul sudah dikenal tetapi untuk hal-hal semacam ini diperlukan spektometri beresolusi tinggi. Aspek kuantitatif Spektrometer massa dapat digunakan untuk analisis kuantitatif suatu campuran senyawa-senyawa yang dekat hubungannya. Analisis ini dapat dipergunakan untuk analisis campuran, baik senyawa organic ataupun anorganik yang bertekanan uap rendah. Karena pola fragmentasi senyawa campuran adalah aditif sifatnya, suatu senyawa campuran dapat dianalisis jika berada dalam kondisi yang sama. Persyaratan dasar analisisnya adalah setiap senyawa harus mempunyai paling tidak 1 puncak yang spesifik, konstribusi puncak harus aditif dan sensitive harus reproduksible serta adanya senyawa referens yang sesuai. Dengan spektometer

V.

2.

3.

4.

5.

massa beresolusi tinggi, senyawa polimer dengan berat molekul tinggi juga dapat dianalisis. Prinsip Spektrofotometri Massa adalah pengionisasian senyawa kimia menghasilkan molekul atau fragmen molekul dan mengukur rasio massa atau muatan. Merupakan suatu instrumen yang menghasilkan berkas ion dari suatu zat uji, memilah ion tersebut menjadi spektum yang sesuai dengan perbandingan massa terhadap muatan dan merekam kelimpahan relatif tiap jenis ion yang ada. Sampel dalam bentuk gas mula-mula ditembaki dengan berkas elektron berenergi tinggi. Pelakuan ini menyebabkan atom atau molekul sampel mengalami ionisasi (melepas elektron sehingga menjadi ion positif). Ion-ion positif ini kemudian dipercepat oleh suatu beda potensial dan diarahkan ke dalam suatu medan magnet melalui suatu celah sempit. Dalam medan magnet, ion-ion tersebut akan mengalami pembelokan yang bergantung pada Tahap pertama :Ionisasi Atom di-ionisasi dengan mengambil satu atau lebih elektron dari atom tersebut supaya terbentuk ion positif.Ini juga berlaku untuk unsur-unsur yang biasanya membentuk ion-ion negatif (sebagai contoh, klor) atau unsur-unsur yang tidak pernah membentuk ion (sebagai contoh, argon). Spektrometer massa ini selalu bekerja hanya dengan ion positif. Tahap kedua : Percepatan Ion-ion tersebut dipercepat supaya semuanya mempunyai energi kinetik yang sama. Tahap ketiga : Pembelokan Ion-ion tersebut dibelokkan dengan menggunakan medan magnet, pembelokan yang terjadi tergantung pada massa ion tersebut. Semakin ringan massanya, akan semakin dibelokan. Besarnya pembelokannya juga tergantung pada besar muatan positif ion tersebut. Dengan kata lain, semakin banyak elektron yang diambil pada tahap 1, semakin besar muatan ion tersebut, pembelokan yang terjadi akan semakin besar. Tahap keempat : Pendeteksian Sinar-sinar ion yang melintas dalam mesin tersebut dideteksi dengan secara elektrik. Faktor faktor yang mempengaruhi pembelokan ion dalam medan magnet: a. Kuat medan listrik yang mempercepat aliran ion. Makin besar potensial listrik yang digunakan, makin besar kecepatan ion dan makin kecil pembelokan. b. Kuat medan magnet. Makin kuat magnet, makin besar pembelokan. c. Massa partikel (ion). Makin besar massa partikel, makin kecil pembelokan. d. Muatan partikel. Makin besar muatan, makin besar pembelokan.

Soal Spektrofotometri UV-VIS A. Pilihan Ganda 1. Detektor yang hanya dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengukur sinar tampak, dengan kepekaan maksimum pada kirakira 550 nm, responnya turun sampai tinggal 10% dari respon maksimum pada 250 nm dan 750 nm adalah a. detektor bening b. detektor fotosel c. detekktor foto dioda array d. detektor tabung penggandaan foton e. detektor tabung foton hampa 2. Berikut adalah beberapa kekurangan spektrofotometri UV-VIS, kecuali a. Harga analisa yang mahal b. Membutuhkan perawatan yang rumit c.Harus dilakukan dalam suhu dan kelembaban tertentu d. Tidak menggunakan alat-alat pendukung e. Harga alat yang relative mahal 3. Urutan komponen dasar yang terdapat pada spektrofotometer UV-VIS adalah a. Sumber cahaya, sel sampel, detektor, monokromator, rekorder/readout b. Sel sampel, sumber cahaya, detektor, monokromator, rekorder/readout c. Sumber cahaya, monokromator, sel sampel, detektor, rekorder/readout d. Sumber cahaya, sel sampel, monokromator, detektor, rekorder/readout e. Sel sampel, sumber cahaya, detektor, rekorder/readout, monokromator 4. Kuvet dari gelas, dapat dipakai untuk analisis kuantitatif dan kualitatif pada daerah pengukuran a. 380-1100 nm d. 400-800 nm b. 200-400 nm e. 800-1100 nm c. 190-1100 nm 5. Prisma pada monokromator berfungsi untuk a. terbentuknya radiasi monokromatis dan resolusi panjang gelombang b. memberikan resolusi radiasi yang lebih baik c. tempat keluarnya sinar monokromatis yang selanjutnya akan diteruskan menuju sampel d. menyerap warna komplementer sehingga cahaya yang diteruskan merupakan cahaya berwarna yang sesuai dengan panjang gelombang yang dipilih e. mendispersikan radiasi elektromagnetik sebesar mungkin supaya didapatkan resolusi yang baik dari radiasi polikromatis

6. Sumber cahaya tampak yang dapat digunakan adalah a. lampu hydrogen d. lampu deuterium b. lampu filament tungsten e. lampu minyak c. lampu xenom 7. Syarat detector yang baik adalah a. Harus punya kepekaan yang tinggi terhadap radiasi yang diterima b. Harus memberikan noise yang sangat maksimum, sehingga mampu mendeteksi intensitas sinar yang rendah c. Harus memberi respon terhadap radiasi dalam waktu yang berbeda d.Harus mampu memberi respon terhadap radiasi pada daerah panjang gelombang yang pendek e. Harus memberikan jaminan terhadap respon kualitatif

8. Persamaan Bouger-Lambert-Beer yang benar adalah sebagai berikut


a. B = .b.c b. .= a.b.c c. A = .b.c d. C = .b.c e. A = .b.d

9. Radiasi yang polikromatik harus diubah menjadi radiasi monokromatik menggunakan a. Rekorder/readout d. monokromator b. Lampu hydrogen e. kuvet c. Detector 10.Kuvet yang dapat dipakai untuk analisis kuantitatif dan kualitatif pada daerah pengukuran 1901100 nm adalah kuvet dari a. Kaca d. quartz b. Gelas e. plastik c. Silica B. Essay 1. Jelaskan hubungan antara absorpsi dan konsentrasi dari suatu larutan yang menyerap radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang UV-VIS berdasarkan hukum Bouger Lambert-Beer ! 2. Sebutkan faktor-faktor yang perlu diperhatikn dalam analisis spektrofotometri UV_VIS ! 3. Jelaskan aspek analisis secara kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan spektrofotometri UV-VIS ! 4. Jelaskan prinsip kerja dan cara kerja spektrofotometri UV-VIS secara singkat ! 5. Sebutkan dan jelaskan dua tipe instrumen spektrofotometer UV-VIS

VI.

Spektrofotometri UV-Vis A. Essay 1. Hubungan antara absorbansi dan konsentrasi dari suatu larutan yang menyerap radiasi elektromagnetik pada panjang gelombang ultraviolet dan visible dapat dinyatakan dalam persamaan Bouger-Lambert-Beer sebagai berikut : A = .b.c Dimana A = absorbansi = absorbansivitas molar b = tebal media c = konsentrasi molar maka, dapat diketahui bahwa semakin besar konsentrasi dari suatu larutan maka akan semakin besar pula absorbansinya. Hal ini dapat dilihat berdasarkan persamaan Lambert-Beer yang menunjukkan sifat linieritas. 2. Syarat syarat analisis dengan spektrofotometer UV Vis adalah sebagai berikut : a. Larutan harus berwarna atau mengandung senyawa organic tak jenuh b. Sinar harus monokromatis c. Larutan harus jernih (tidak keruh) d. Pelarut tidak boleh bereaksi secara kimia dengan sampel yang dianalisis. 3. Aspek kualitatif Data spectra UV-Vis secara tersendiri tidak dapat digunakan untuk identifikasi kualitatif obat atau metabolitnya. Akan tetapi, jika digabung dengan cara lain seperti spektroskopi infra merah, resonansi magnet inti, dan spektroskopi massa, maka dapat digunakan untuk maksud identifikasi/analisis kualitatif suatu senyawa tersebut. Data yang diperoleh dari spektroskopi UV dan Vis adalah panjang gelombang maksimal, intensitas, efek pH, dan pelarut; yang kesemuanya itu dapat diperbandingkan dengan data yang sudah dipublikasikan (Published Data). Aspek kuantitatif Dalam aspek kuantitatif, suatu berkas radiasi dikenakan pada cuplikan (larutan sampel) dan intensitas sinar radiasi yang diteruskan diukur besarnya. Radiasi yang diserap oleh cuplikan ditentukan dengan membandingkan intensitas sinar yang diteruskan dengan intensitas sinar yang diserap jika tidak ada spesies penyerap lainnya. Intensitas atau kekuatan radiasi cahaya sebanding dengan jumlah foton yang melalui satu satuan luas penampang per detik. 4. Cara kerja: Cara kerja spektrofotometer secara singkat adalah sebagai berikut. Tempatkan larutan pembanding, misalnya blangko dalam sel pertama sedangkan larutan yang akan dianalisis pada sel kedua. Kemudian pilih foto sel yang cocok 200nm-650nm (650nm1100nm) agar daerah yang diperlukan dapat terliputi. Dengan ruang foto sel dalam

keadaan tertutup nol galvanometer didapat dengan menggunakan tombol dark-current. Pilih h yang diinginkan, buka fotosel dan lewatkan berkas cahaya pada blangko dan nol galvanometer didapat dengan memutar tombol sensitivitas. Dengan menggunakan tombol transmitansi, kemudian atur besarnya pada 100%. Lewatkan berkas cahaya pada larutan sampel yang akan dianalisis. Skala absorbansi menunjukkan absorbansi larutan sampel Prinsip kerja: Penyerapan sinar monokromatis dengan range 200-800 nm oleh sampel. 5. 1. Single-beam instrument Single-beam instrument dapat digunakan untuk kuantitatif dengan mengukur absorbansi pada panjang gelombang tunggal. Single-beam instrument mempunyai beberapa keuntungan yaitu sederhana, harganya murah, dan mengurangi biaya yang ada merupakan keuntungan yang nyata. Beberapa instrumen menghasilkan singlebeam instrument untuk pengukuran sinar ultra violet dan sinar tampak. Panjang gelombang paling rendah adalah 190 sampai 210 nm dan paling tinggi adalah 800 sampai 1000 nm (Skoog, DA, 1996). 2. Double-beam instrument Double-beam dibuat untuk digunakan pada panjang gelombang 190 sampai 750 nm. Double-beam instrument dimana mempunyai dua sinar yang dibentuk oleh potongan cermin yang berbentuk V yang disebut pemecah sinar. Sinar pertama melewati larutan blangko dan sinar kedua secara serentak melewati sampel, mencocokkan foto detektor yang keluar menjelaskan perbandingan yang ditetapkan secara elektronik dan ditunjukkan oleh alat pembaca (Skoog, DA, 1996).