Anda di halaman 1dari 4

Can One Size Fit All Ringkasan Kasus Oceanic merupakan perusahaan penyedia layanan perbaikan bagi kapal

yang telah mendapatkan sertifikasi. Saat bergabung dengan Oceaning seorang senior insinyur Larry Stone, menyadari bahwa kebanyakan proyek disetujui hanya berdasarkan perasaaan yang kuat (gut feel), tidak ada standar kriteria. Kemudian mereka berencana mebangun kriteria investasi proyek meskipun tidak ada satu rate yang cocok digunakan untuk semua. Stephanie, asisten Larry, memulai dengan melihat laporan keuangan. Asusmsi-asumsi dibawah ini yang disajikan oleh Stephanie. Asumsi pertama, hutang baru akan sama dengan yield pada hutang jatuh tempo dan akan memiliki rating yang sama. Asumsi kedua, perusahaan akan mampu menghasilkan modal untuk proyek di masa depan dengan menggunakan proporsi target yang sama seperti yang telah ditentukan dari nilai buku hutang (pokok) dan harta. Asumsi ketiga, beta dari harta adalah 1.5 yang akan digunakan sama di semua departemen. Asumsi keempat, tingkat pertumbuhan earning dan dividen akan bertumbuh pada historical rate. Asumsi kelima, tingkat hutang perusahaan akan 34%. Asumsi keenam, flotation cost hutang 5% dari harga saham dikeluarkan dan untuk equity 10% dari harga penjualan. Yield Treasury bill 4% dan tingkat return yang diharapkan 10%. Jawaban 1. Mengapa Larry Stone berfikir untuk memperkirakan hurdle rate ? Apakah tepat untuk menggunakan WACC sebagai biaya modal ? Larry berniat membuat sebuah rate yang dapat dijadikan standar minimum untuk mengukur kelayakan investasi yang akan dilakukan. Dalam hal ini yang dimaksud dengan hurdle rate adalah rate of return minimum, jika proyek diatas rate ini maka diterima begitu juga sebaliknya. WACC dapat digunakan oleh perusahaan dibawah dua kondisi, kondisi pertama jika proyek tersebut memiliki same risk profile, sehingga WACC dapat digunakan sebagai hurdle rate

apabila perusahaan menyesuaikan beta tiap proyek. Kondisi kedua perusahaan masih tetap memiliki proporsi pembiayaan untuk proyek yang sama antara hutang dan ekuitas (same capital mix).

Diagram diatas menunjukan bahwa jika WACC digunakan sebagai hurdle rate maka bisa jadi perusahaan menerima proyek yang terlalu beresiko meskipun secara kriteria WACC dapat diterima. 2. Bagaimana Stephanie menghitung biaya hutang (cost of debt) Terdapa dua cara dalam menghitung cost of debt : a. Untuk perusahaan yang memiliki obligasi di pasar, cost of debt dapat ukur sama dengan yield to maturity dari outstanding debt Cost of Debt Nilai Buku n Price $1000 25 (multiple 2) $915

10% Coupon (semiannual) YTM Tingkat pajak Cost of Debt setelah pajak

$50 11% 34% 7.263%

= (I+((M-VB)/N))/((M+2VB)/3) = (100+((1000-915)/25))/((1000+2(915))/3)) = (100+3.4)/943.33 = 0.1096 =0.11x (1-0.34) = 0.11 = 0.0726 b. Untuk perusahaan yang memiliki obligasi yang tidak dijual di pasar (no publicity) maka cost of debt diukur yield to maturity sama dengan rating obligasi. Contohnya bond dengan ranking AA, sehingga dengan mudah perusahaan menentukan tingkat bunga bond tersebut. 3. Berikan komentar atas asumsi-asumsi yang digunakan Stephanie? Asumsi Stephanie Komentar

Asumsi pertama, hutang baru akan sama Sangat mungkin, jika cost of new debt sama dengan yield pada hutang jatuh tempo dan dengan ytm dari outstanding bond selama akan memiliki rating yang sama perusahaan dapat tetap mempertahankan ranking bond. Asumsi kedua, perusahaan akan mampu Tidak mungkin, meskipun dalam jangka

menghasilkan modal untuk proyek di masa panjang akan sama namun dalam jangka depan dengan menggunakan proporsi target pendek ketika terdaat penerbitan saham baru yang sama seperti yang telah ditentukan dari maka tidak akan sama proporsi debt to equity. nilai buku hutang (pokok) dan harta. Asumsi ketiga, beta dari harta adalah 1.5 yang Tidak mungkin, karena beta tiap proyek dari

akan digunakan sama di semua departemen.

Habitability Installation, Industrial contracting, dan Alteration/Installation Team.

Asumsi

keempat,

tingkat

pertumbuhan Mungkin, hanya saja dengan kemungkinan

earning dan dividen akan bertumbuh pada kecil selama perusahaan belum mengubah historical rate. kebijakannya selama pemerintah belum

Asumsi kelima, tingkat pajak perusahaan akan Mungkin, 34%.

mengganti rate pajaknya

Asumsi keenam, flotation cost hutang 5% dari Mungkin karena asusmsinya perusahaan akan harga saham dikeluarkan dan untuk equity mengeluarkan saham baru untuk sebuah 10% dari harga penjualan. Yield Treasury bill proyek baru, meskipun hal tersebut jarang 4% dan tingkat return yang diharapkan 10%. terjadi, perusahaan akan lebih memilih

menggunakan cash flow internal.