Anda di halaman 1dari 23

MAKALAH

JERAWAT

KELOMPOK 6
Gissa Amellia Upik Rohaya SM Polawan Atiyah Suci Budiarti Ceria Arun Venagaya Devy Ayu Prabaningsih Pramita Putri Sri Indriawati Triana Riandini Moh. Yusuf Islami G701 10 018 G 701 10 059 G 701 11003 G701 11 012 G701 11 021 G701 11 027 G701 11 056 G701 11 076 G701 11 089 G701 11 101

PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS TADULAKO PALU 2013

DAFTAR ISI
A. Gambaran Umum :.1 :.2 :.3

B. Patofisiologi

C. Pengenalan Gejala

D. Pengobatan Dengan OTC Dan OWA :.4 :.5 :.6

E. Pemilihan Obat Yang Rasional

F. Info Yang Tepat

BAB I PENDAHULUAN Istilah swamedikasi sendiri berarti mengobati segala keluhan pada diri sendiri dengan obat-obat yang dibeli bebas di apotek atas inisiatif sendiri tanpa nasehat dokter. Tujuan pengobatan sendiri adalah untuk menanggulangi secara cepat dan efektif keluhan yang tidak memerlukan konsultasi medis, mengurangi beban pelayanan kesehatan pada keterbatasan sumber daya dan tenaga, serta meningkatkan keterjangkauan masyarakat yang jauh dari pelayanan kesehatan. Alasan pengobatan sendiri adalah kepraktisan waktu, kepercayaan pada obat tradisional, masalah privasi, biaya, jarak, dan kepuasaan terhadap pelayanan kesehatan. Salah satu penyakit kulit yang merisaukan remaja dan dewasa adalah jerawat, karena dapat mengurangi kepercayaaan diri seseorang (1). Jerawat adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun kelenjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksi. Jerawat merupakan kelainan kulit yang bersifat umum, menyerang hampir pada semua remaja yang berusia16-19 tahun, bahkan dapat berlanjut hingga usia 30 tahun (2). Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas, tubuh mengalami perubahan hormonal disertai peningkatan jumlah kelenjar minyak. Peningkatan produksi minyak mengakibatkan muara kelenjar tersumbat dan timbul bintil-bintil kasar pada kulit (komedo). Penyumbatan dapat pula akibat sisa kulit mati, sisa kosmetik atau kotoran pada kulit yang disebabkan oleh peningkatan hormon. Kadar hormon androgen yang disebut sebagai penyebab jerawat, sepanjang masa kehidupan perempuan, kadarnya relatif tidak turun secara drastis. Ini memungkinkan jerawat muncul dalam masa kehidupan perempuan. Hormon androgen ini berasal dari suatu mekanisme perubahan lemak, khususnya kolesterol.

BAB II PEMBAHASAN
A. GAMBARAN UMUM PENYAKIT

A.1. Jerawat Jerawat adalah penyakit kulit yang terjadi akibat peradangan menahun kelenjar polisebasea yang ditandai dengan adanya komedo, papul, pustul, nodus, dan kista pada tempat predileksi. Jerawat merupakan kelainan kulit yang bersifat umum, menyerang hampir pada semua remaja yang berusia16-19 tahun, bahkan dapat berlanjut hingga usia 30 tahun. Jerawat adalah peradangan kulit, karena penyumbatan pori-pori kulit. Penyumbatan terjadi karena adanya sekresi berlebihan dari kelenjar minyak kulit dan akumulasi sel-sel kulit mati. kombinasi ini mendorong bakteri Propionibacterium kulit lebih banyak dan menyebabkan peningkatan peradangan kulit. Jerawat berasal dari kata Yunani, atau Acme, berarti erupsi kulit. Atau kata lainnya jerawat adalah acne vulgaris. Akne vulgaris didefinisikan sebagai peradangan kronik dari folikel polisebasea yang disebabkan oleh beberapa faktor dengan gambaran klinis yang khas. Ia merupakan reaksi peradangan dalam folikel sebasea yang pada umumnya dan biasanya disertai dengan pembentukan papula, pustula, dan abses terutama di daerah yang banyak mengandung kelenjar sebasea. Daerahdaerah predileksinya terdapat di muka, bahu, bagian atas dari ekstremitas superior, dada, dan punggung Jerawat terlihat seperti benjolan kemerahan, membengka atau benjolan berisi nanah. Kadang-kadang jerawat terjadi sendiri-sendiri, tanpa kista tambahan. Gangguan hormonal selama masa remaja merupakan penyebab utama dari jerawat. jerawat biasanya hilang setelah mencapai usia dua puluhan. Bagi beberapa orang, penderitaan terus melampaui tahun-tahun

remaja, dibentuk bekas luka. Jerawat juga dapat terjadi karena genetic dan make-up.

A.2 Klasifikasi Jerawat Jerawat terbagi menjadi menjadi empat tingkatan yaitu ringan, sedang, agak berat dan berat. Tingkatan tersebut ditentukan berdasarkan jumlah jerawat yang ada pada wajah, dada dan punggung, serta ukuran besar kecil jerawat atau kondisi peradangan jerawat. Selain itu, di bawah ini juga termasuk dalam perbedaan jenis jerawat: 1. Jerawat pada bayi yang baru lahir (newborn acne): Jerawat jenis ini menyerang sekitar 20 persen bayi yang baru lahir dan tergolong jerawat ringan. 2. Jerawat pada bayi (infantile acne): Bayi berumur 36 bulan juga ditumbuhi jerawat, dan akan tumbuh kembali pada saat ia beranjak remaja. 3. Jerawat vulgaris (Acne vulgaris): Jerawat jenis ini adalah yang paling umum terjadi pada remaja dan kaum muda yang beranjak dewasa, sekitar 12 24 tahun. 4. Jerawat konglobata (cystic acne): Jerawat jenis ini terjadi pada kaum pria muda, tergolong serius namun jarang terjadi.

B. Patofisiologi Jerawat

Seorang remaja putri yang sudah memasuki masa puber biasanya akan sering mengalami proses hormonal, seperti menstruasi, keputihan, atau bahkan stres yang bisa mempengaruhi kegiatan sehari-hari. Timbulnya jerawat seringkali dianggap sebagai bagian dasar reaksi hormonal juga, akibat turunnya hormon seks wanita pada saat menstruasi. Pada wanita acne meningkat sebelum atau selama periode haid sewaktu kadar estrogen terendah. Komplikasi yang terjadi pada jaringan parut dapat terbentuk pada kasus yang prah. Rasa tidak percaya diri dapat terganggu meski kondisi tidak terlalu buruk. Terdapat dua jenis acne : meradang dan tidak meradang. Kedua jenis acne tersebut ditsiswii oleh pembentukan sebum yang berlebihan. Sebum yang berlebihan tersebut tertimbun di folikel sehingga folikel membengkak. Pada acne yang meradang, folikel tersumbat oleh sebum dan bakteri yang berproliferasi di kanal yang disebut propionibacterium acnes. Akhirnya, folikel mengalami ruptur dan sebum serta bakteri keluar ke dermis dan menyebabkan peradangan jaringan dermis. Pada acne nonradang, folikel tidak pecah tetapi berdilatasi. Sebum mengalir ke permukaan kulit (blackhead, komedo terbuka) atau kanalis tetap tersumbat (whitehead, komedo tertutup). Faktor makanan yang bisa menjadi faktor penyebab munculnya jerawat : 1. Gula Gula menjadi faktor bagi jerawat jika sudah berubah kebentuk yang lebih sederhana,melalui proses pengolahan.Gula pasir adalah bentuk gula sederhana yang dapat memicu jerawat dan banyak digunakan dalam permen dan berbagai jenis kue.

2. Susu Kandungan yang terdapat didalam susu dan produk olahannya sangat tinggi sehingga efeknya terhadap jerawat sama seperti makanan berlemak.Es krim,keju dan sejenisnya termasuk produk olahan susu yang sebaiknya dihindari bagi wajah yang berjerawat.Selain itu,ada beberapa jenis susu yang diperah dari sapi betina yang hamil. Jenis susu mengandung hormon tertentu yang ada didalam tubuh manusia akan diubah menjadi hormon

dihydrotestosterone (DHT) penyebab jerawat. 3. Caffeine Caffeine bisa memperparah jerawat.Kopi,teh,minuman bersoda dan beberapa jenis obat penghilang rasa nyeri merupakan sumber-sumber dari caffeine.Salah satu faktor caffeine adalah merangsang kelenjar

adrenalin,sehingga dapat meningkatkan kadar stress yang merupakan salah satu faktor penyebab jerawat.Caffeine juga dapat menyebabkan gangguan tidur,yang juga bisa menyebabkan jerawat.Selain meningkatkan

stress,kurangnya tidur juga dapat menghambat proses pemulihan kondisi dan mekanisme pembuangan racun yang terjadi didalam tubuh. Secara patofisiologi, terjadinya jerawat dipahami sebagai hasil

keterlibatan empat faktor yaitu: 1. Peran hormon androgen (hormon seksual) yang menstimulasi aktivitas kelenjar sebasea (kelenjar minyak) sehingga produksi minyak/sebum pada kulit meningkat 2. Proses keratinisasi (penumpukan sel-sel kulit mati) yang tidak normal yang menutupi folikel atau saluran dari unit polisebasea merupakan cikal bakal terbentuknya komedo

3. Proliferasi (pertumbuhan) dari bakteri propionibacterium acnes penyebab jerawat 4. Proses inflamsi atau peradangan pada unit pilosebasea. Etiologi (hormonal, stress, genetic, bakteri) > masa puberitas > hormone androgen > menstimulasi kelenjar sebasea > kelenjar sebabse membesar dan mensekresi sebum > sebum merembas naik hingga puncak folikel rambut > mengalir keluar pada permukaan kulit > duktus pilosebaseus tersumbat sebum > lesi obstruktif > di latasi folikel sebasea dampaknya dibagi 2 yaitu: 1. Penipisan dinding folikular (penipisan dinding folikular > pecah > isi folikular keluar dan mengiritasi dermis > lesi baru >infeksi berulang) 2. Resiko Infeksi

C. Pengenalan Gejala Berikut adalah tahap-tahap terbentuknya jerawat yaitu: 1. Penumpukan sel kulit mati 2. Tumpukan sel kulit mati terkena bakteri acne 3. Mulai muncul jerawat 4. Jerawat mulai membesar dan berwarna kemerahan (disebut popules) 5. Bila muncul nanah (pus), jerawat disebut pastules 6. Bila mengandung nanah, lemak, dan cairan-cairan lain, berarti jerawat sudah berada pada kondisi terparah (cyst) 7. Bila cyst tidak terawat, akan muncul bopeng (scar) karena rusaknya jaringan kolagen sampai lapisan dermis. Bopeng tidak dapat diperbaiki secara maksimal. Yang mungkin dapat dilakukan hanyalah mempertebal lapisan kulit sedikit demi sedikit dengan produk yang mengandung asam glikolat (asam buah dari tanaman tebu).

Di lihat dari gejala-gejalanya jerawat terbagi menjadi beberapa jenis yaitu: 1. Jerawat Juvenil Jerawat jenis ini mucul pada masa puber. Biasanya menyerang remaja pada usia 14-20 tahun. Penyebabnya adalah masalah hormonal yang belum stabil dalam memproduksi sebum. Kulit wajah dengan jerawat juvenil dirawat dengan menggunakan sabun ber-pH seimbang atau sabun bayi transculent. 2. Jerawat Vulgaris Jerawat berbentuk komedo yang banyak terdapat pada kulit berminyak. Perawatan tipe jerawat ini dengan penguapan hingga kulit cukup kenyal dan lembab. Kemudianjerawat diambil dengan sendok una, dan olesi

dengan krim jerawat / acne lotion. Biarkan semalaman baru dibilas dengan air hangat keesokan harinya. 3. Jerawat Rosacea Biasanya terjadi pada wanita berusia 30-50 tahun. Kulit yang terkena jenis jerawat ini perlu pengobatan secara serius pada dokter kulit. Mula-mula jerawat akan tampak kemerahan yang dapat menjadi radang hingga menimbulkan sisik di lipatan hidung. Perawatan kulit yang terkena jenis jerawat ini biasanya dengan penguapan, kompres air panas, atau penyinaran dengan lampu infra merah agar jerawat cepat kering. 4. Jerawat Nitrosica Tipe Jerawat ini termasuk sangat berbahaya karena akan menimbulkan lubang / bopeng. Tahap yang terjadi sudah termasuk tahap akhir yang memerlukan penanganan khusus dari dokter ahli kulit. Berikut adalah gejala-gejalah saat menjelang timbulnya jerawat Timbulnya bintik merah walupun tidak membahayakan namun mengganggu Terkadang bintik merah disertai peradangan yang terasa gatal pada waktu mulai timbul dan terasa sakit bila ditekan Peradangan juga bias disebabkan oleh kuman tertentu yang membentuk kantong kecil (kista) bila pecah mengeluarkan nanah dan darah tetapi tidak berbau. Biasanya timbul dibagian wajah akan tetapi dapat juga timbul dibagian kulit kepala, leher, punggung dan dada bagian atas. Timbulnya bintik putih / hitam yang menonjol dan tidak sakit (komedo).

D. Pengobatan Jerawat Dengan OTC dan OWA


Untuk swamedikasi terhadap jerawat dapat digunakan obat-obat yang mengandung : a. Menggunakan Obat Yang mengandung Sulfur / belerang endap Cara kerja obat :Mempunyai sifat germisida, fungisida, parasitisida, dan juga mempunyai efek keratolitik. Hal yang perlu diperhatikan : Hindarkan kontak dengan mata, mulut dan mukosa. Efek yang tidak diinginkan : Iritasi kulit Contoh Obat OTC : Acne Feldin ( B ) ( ISO INDONESIA, 2007; 275) Komposisi : Sulfur Prespitat 6,6 % Indikasi Dosis : Akne Vulgaris : Oleskan 2 x sehari pada kulit berjerawat yang telah dibersihkan Acnomel ( B ) ( ISO INDONESIA, 2007; 275) Komposisi : Resorsinol 2%, sulfur 8 % Indikasi : Pengobatan Jerawat Bioacne ( B ) Komposisi : Per g Cetrimide 5 mg, resorsinol 5 mg, sulfur 50 mg. Indikasi Dosis : Jerawat : Oleskan 2-3x/hari

b. Menggunakan Obat Yang mengandung Asam Salisilat Cara kerja obat : Mempunyai sifat keratolitik, yang dapat melunakkan kulit sehingga dapat membantu penyerapan obat lain dan fungisida yang lemah. Efek yang tidak diinginkan : Iritasi kulit Contoh Obat OTC :

Verile ( B ) ( ISO INDONESIA, 2007; 307 ) Komposisi : Asam Salisilat 0,5 %,Asam Borak 1 %, Resorsinol 2 %, aloe vera 0,1 %,triklosan 0,1 %, alkohol 25 %. Indikasi : Akne Vulgaris Rosal ( B ) ( ISO INDONESIA, 2007; 306 ) Komposisi : Asam Salisilat 0,2 %, Resorsinol 0,5 % Indikasi : Menghilangkan minyak yang berlebih pada kulit yang berjerawat, mencegah timbulnya jerawat Dosis : Tuangkan pada kapas, oles pada bagian yang berjerawat, digunakan sesudah mandi dan sesudah membersihkan.

c.

Menggunakan Obat Yang mengandung Resorsinol Cara kerja obat : Mempunyai efek anti fungi, anti bakteri dan keratolitik. Hal yang perlu diperhatikan : Tidak dianjurkan pemakaian jangka lama karena dapat menggangu fungsi tiroid Efek yang tidak diinginkan : Iritasi, reaksi alergi pada kulit Contoh Obat OTC : Acnomel ( B ) Komposisi : Resorsinol 2%, sulfur 8 % Indikasi : Pengobatan Jerawat Rosal ( B ) ( ISO INDONESIA, 2007; 275 ) Komposisi : Asam Salisilat 0,2 %, Resorsinol 0,5 % Indikasi : Menghilangkan minyak yang berlebih pada kulit yang berjerawat, mencegah timbulnya jerawat Dosis : Tuangkan pada kapas, oleskan pada bagian yang berjerawat, digunakan sesudah mandi atau sesudah membersihkan muka (Botol 100 mL) Verile ( B ) ) ( ISO INDONESIA, 2007; 307 )

Komposisi : Asam Salisilat 0,5 %,Asam Borak 1 %, Resorsinol 2 %, aloe vera 0,1 %,triklosan 0,1 %, alkohol 25 %. Indikasi : Akne Vulgaris

d.

Menggunakan Obat Yang mengandung Benzoil Peroksida Cara kerja obat : Benzoil Peroksida secara perlahan-lahan melepaskan oksigen aktif yang memberikan efek bakteriostatik juga mempunyai efek keratolitik dan mengeringkan sehingga dapat menunjang efek pengobatan. Hal yang perlu diperhatikan : Hindari kontak dengan mata, mulut dan mukosa. Efek yang tidak diinginkan : Iritasi kulit. Contoh Obat OTC : Feldixid ( B ) ( ISO INDONESIA, 2007;300 ) Komposisi : Benzoil Peroksida 5 %, Sulfur Presipitat 2% Indikasi Dosis : Akne Vulgaris : Oleskan 2x sehari pada kulit berjerawat yang telah dibersihkan Pimplex ( T ) ( ISO INDONESIA, 2007;304 ) Komposisi : Benzoil Peroksida 2,5 % / Krim Indikasi : Akne Vulgaris Polybenza AQ ( B) ( ISO INDONESIA, 2007;275 ) Komposisi : Benzoyl Peroxide 2,5 % / 20 g Indikasi Dosis : Akne Vulgaris : Oleskan 1 atau 2 x sehari pada area yang terkena

Keputusan Menteri Kesehatan Nomor : 347/ MenKes/SK/VII/1990 tentang OBAT WAJIB APOTIK yaitu obat keras yang dapat diserahkan oleh Apoteker kepada pasien di Apotik tanpa resep dokter. Contoh obat keras untuk mengobati acne, yang dapat diserahkan tanpa resep dokter oleh apoteker di apotik (obat wajib apotik no 2) :
N o.

Nama Generik Clindamicin Dexametason Dexpantheno l Diclofenac

Jumlah Maksimal Tiap Jenis Obat Per Pasien 1 tube 1 tube 1 tube 1 tube

Pembatasan Sebagai obat luar untuk obat acne. Sebagai obat luar untuk obat acne. Sebagai obat luar untuk obat acne. Sebagai obat luar untuk obat acne.

1. 2. 3. 4.

E. Penggunaan Obat yang Rasional Pengobatan secara topikal merupakan standar dalam penanggulangan jerawat, tetapi dalam bab ini juga akan membahas bagaimana cara-cara pencegahan agar tidak terkena jerawat ; Rutin membersihkan wajah Minum 8 gelas air sehari Kurangi penggunaan kosmetik yang berlebihan Makan sayur dan buah yang mengandung antioksidan Tidak usil terhadap jerawat sendiri maupun punya orang Cara mengatasi jerawat yang rasional adalah dengan mengetahui penyebabnya, dan memilih obat sesuai penyebabnya. Berikut, beberapa zat berkhasiat yang terkandung dalam obat yang dijual bebas yang dapat digunakan untuk mengatasi jerawat adalah : Benzoil peroksida Asam salisilat Sulfur Kombinasi sulfur dan resorsinol Benzoil Peroksida Benzoil peroksida efektif untuk mengatasi jerawat ringan sampai sedang. Zat ini juga bersifat keratolitik (mengelupaskan lapisan tanduk kulit) karena dapat mengurangi sel kulit mati pada kulit. Selama menggunakan produk yang mengandung Benzoil Peroksida hindari kontak dengan pakaian dan rambut karena dapat menyebabkan pemutihan (bleaching) dan hindari

paparan sinar matahari langsung, disarankan menggunakan tabir surya. Pengunaan Benzoil Peroksida pada wanita hamil harus dengan kehati-hatian. Beberapa efek yang tidak diinginkan dapat muncul setelah penggunaan Benzoil Peroksida diantaranya adalah dapat menyebabkan kulit kemerahan pada awal penggunaan namun akan menghilang setelah penggunaan 12 minggu, selain itu dapat menimbulkan reaksi alergi pada beberapa orang tertentu. Apabila terjadi reaksi alergi berupa kemerahan pada kulit saat produk dioleskan maka hentikan penggunaan dan segera konsultasikan ke dokter. Asam Salisilat Asam salisilat adalah juga bersifat keratolitik yang sering digunakan pada obat jerawat dengan konsentrasi 0,5% sampai 2%. Sulfur Obat jerawat dengan kandungan sulfur 3% sampai 10%, bersifat sebagai keratolitik dan antibakteri sehingga efektif untuk mengatasi komedo. Obat dioleskan pada kulit yang berjerawat 1 - 3 kali sehari sehingga membentuk lapisan tipis. Lapisan tipis ini berwarna kuning dan biasanya membuat pasien kurang nyaman karena baunya. Kombinasi Sulfur Dan Resorsinol Kombinasi sulfur 3-8% dan resorsinol 2-3% sering digunakan pada obat jerawat. Produk ini digunakan sebagai keratolitik, dan mempercepat pertumbuhan sel baru. Selain zat-zat kimia yang dapat menghilangkan jerawat, juga dapat digunakan bahan lain yang berasal dari alam, baik untuk pencegahan maupun pengobatan :

Jeruk nipis (Citrus aurantium), yang dioleskan pada wajah pada malam hari sebelum tidur dan baru dibersihkan pada pagi harinya, ini dapat menjadi solusi untuk mengobati jerawat.

Tumbukan Daun Jambu biji juga berfungsi mengobati jerawat dan menghaluskan kulit wajah. Oleskan di wajah kemudian di diamkan beberapa menit. Sama seperti halnya penggunaan masker.

Pepaya. Alternatif pertama adalah pepaya yang telah matang di lumat dan di campur dengan air sedikit saja hingga menjadi adonan kental bisa anda gunakan sebagai masker untuk mengobati dan membasmi jerawat. Kemudian alternatif kedua adalah gunakan sebagai masker tumbukan daunnya.

Tomat. Buah ini ampuh juga sebagai tips obat jerawat. Pilih buah tomat yang sudah masak dibelah dua atau 3, kemudian langsung dipakai untuk menggosok wajah berjerawat

Lidah buaya, yaitu dengan cara mengoleskan batang lidah buaya pada bagian yang tumbuh jerawat,dan lakukan berulang-ulang setiap pagi dan sore hari.

F. Info Yang Tepat Saat jerawat yang anda alami membaik atau hilang, anda dapat melanjutkan pengobatan medis atau perawatan lainnya untuk mencegah timbulnya jerawat baru. Tanyakan pada dokter anda tentang bagaimana anda dapat mencegah timbulnya jerawat yang baru. Anda juga dapat mencegah timbulnya jerawat baru dengan tindakan perawatan diri sendiri seperti membersihkan kulit anda dengan pembersih yang lembut dan hindari menyentuh area yang bermasalah.Tips lain untuk mencegah timbulnya jerawat adalah : Bersihkan area kulit yang memiliki kencenderungan jerawat akan timbul dua kali sehari. Membersihkan kulit akan menghilangkan kelebihan minyak dan sel kulit mati. Akan tetapi jika terlalu banyak dapat membuat kulit iritasi. Bersihkan kulit dengan pembersih yang lembut dan gunakan yang bebas dari kandungan minyak. Gunakanlah produk perawatan kulit yang berbahan dasar air. Gunakan krim atau jel penghilang jerawat untuk membantu kulit tetap kering dari minyak yang berlebih. Gunakan produk yang mengandung benzoyl peroxide atau salicylic acid sebagai bahan aktif. Hindari foundation makeup yang berat. Gunakan kosmetik krim sebagai alas sebelum kosmetik bubuk dipakai. Bersihkan makeup sebelum tidur. Tidur dengan kosmetik yang masih menempel pada kulit dapat menyumbat pori-pori kulit. Pastikan juga untuk tidak menggunakan kosmetik lama bersihkan peralatan kosmetik anda secara berkala dengan air sabun. Hindari pakaian ketat. Pakaian yang ketat dapat menyimpan panas dan uap air dan dapat menyebabkan iritasi pada kulit. Hindari juga tali / karet, tas punggung, helm atau peralatan olahraga yang ketat untuk mencegah tekanan pada kulit.

Mandilah setelah berolah raga atau setelah melakukan pekerjaan yang berat. Minyak dan keringat pada kulit dapat menahan kotoran dan bakteri. Dalam hal ini yang dibahas adalah tentang info untuk pencegahan dan

pengobatannya. Untuk pencegahan Hindari makan makanan yang berlemak karena makanan yang berlemak dapat memicu timbulnya jerawat Membersihka bakteri yang melekat dikulit, misalnya ,karena dapat juga memicu timbulnya jerawat Jangan suka bergadang, karena itu juga salah satu faktor pemicu timbulnya jerawat Untuk pengobatan berdasarkan penyebabnya yaitu Kurangi Sumbatan, Bila terjadi karena adanya penyumbatan kelenjar sebasea disarankan agar mengurangi sumbatan tersebut menggunakan obat jerawat yang bersifat keratolitik. "Obat jerawat ini berfungsi sebagai pengelupasan, untuk mengangkat sumbatan tersebut. Obat jerawat bersifat keratolik bisa berupa obat yang mengandung asam salisilat, sulfu, asam vitamin A, resorcinol, dan benzoil peroxide. Obat jerawat ini bersifat topikal, atau penggunaannya dengan cara dioleskan pada area yang berjerawat. "Untuk aturan penggunaannya, sebaiknya sisa make up

dikonsultasikan ke dokter kulit, karena biasanya disesuaikan dengan kondisi jerawat."

Kurangi Aktivitas Kelenjar Minyak Mengurangi aktivitas kelenjar minyak dilakukan dengan terapi hormonal, melalui pemberian obat secara oral yang mengandung estrogen dan antiandrogen. "Tentunya tindakan ini juga harus dilakukan oleh dokter ahli, termasuk aturan dan dosisnya."

Kurangi Jumlah Bakteri Bakteri memang bisa memicu munculnya jerawat. Namun keberadaan bakteri di kulit adalah hal yang wajar, dan ada pada setiap orang. "Hanya saja, jika jumlah bakteri terlalu banyak atau berlebihan, ditambah adanya kotoran atau kondisi lingkungan yang mendukung untuk mempercepat perkembangbiakannya, tentu bisa menimbulkan masalah kulit termasuk jerawat." Nah, untuk mengurangi jerawat, bisa dilakukan dengan mengurangi jumlah bakteri di kulit. Caranya dengan

menggunakan antibiotik topikal maupun oral. Kurangi Peradangan Mengurangi peradangan bisa dilakukan menggunakan obat antiinflamasi seperti kortikosteroid. Cara Penggunaannya dengan jalan injeksi. Hasilnya, jerawat akan cepat kering dan berangsur-angsur hilang. "Namun injeksi antiinflamasi hanya dilakukan pada jerawat yang sudah menjadi pustula atau abses."

Tips Mencegah Timbulnya Jerawat Bersihkan kulit wajah dengan lembut minimal 2 kali sehari menggunakan pembersih khusus yang sesuai dengan jenis kulit dengan air hangat. Penggunaan pembersih yang membuat kulit mengelupas dan kering dapat memperburuk kondisi jerawat. Pengobatan sendiri juga harus menjaga kelembapan kulit. Hindari penyebab yang dapat menimbulkan jerawat Hindari penggunaan kosmetik yang dapat menyumbat pori-pori (kosmetik berbasis minyak). Jaga kebersihan rambut dan hindari model rambut yang menutupi wajah Jangan memencet jerawat karena dapat memperparah jerawat atau menimbulkan perlukaan yang dapat meninggalkan parut.

BAB III PENUTUP

III.1 Kesimpulan Dengan adanya penulisan makalah ini dapat disimpulkan bahwa : Jerawat adalah kondisi kulit yang abnormal dikarenakan gangguan produksi dari kelenjar minyak yang berlebihan. Kelebihan produksi kelenjar minyak ini atau sebaceous gland akan menyebabkan penyumbatan pada saluran folikel rambut dan pada pori-pori kulit. Jerawat dapat timbul di karenakan beberapa faktor penyebab. Seperti : 1. Produksi kelenjar minyak yang berlebih 2. penyumbatan pori-pori pada wajah 3. Infeksi dari bakteri akibat kurangnya perhatian terhadap kebersihan wajah III.2 Saran Bagi mahasiswa/ Remaja yang berjerawat dengan banyak nya Tips Tips cara menghilangkan jerawat, terlebih lagi yang berbahan kimia perlu diwaspadai terkadang dalam produk yang para mahasiswa gunakan untuk penghilang jerawat mengandung merkuri (raksa) dan formalin sangat membahayakan bagi kesehatan kulit tubuh diri kita. Jangan sampai keinginan menghilangkan jerawat di wajah justru dapat merusak wajah. Dan bagi mahasiswa / Remaja yang tidak berjerawat mempercantik wajah adalah hal yang positif. Dengan merawat dan selalu menjaga kebersihan wajah. Pemilihan yang selektif dalam memilih cara yang cocok untuk perawatan wajah dan bahan-bahan yang di gunakan.

DAFTAR PUSTAKA

Amor,

Rich.

Panduan

Lengkap

Jerawat.Authorized

Distributor

Online,

www.richamorindonesiafacebook.com/richamorindonesia. Diakses tanggal 19 september 2013. Anonim, 2012, Info POM; Regulasi tentang Klaim Gizi dan Klaim Kesehatan pada Produk Pangan; Seri Swamedikasi 1 Obat Jerawat, Biro Hukum dan Humas Badan POM RI, Jakarta. Anonim, 2007, ISO Indonesia, Volume 43, PT. Isfi Penerbitan, Jakarta. Mutschler E., Dinamika Obat, Edisi V, diterjemahkan oleh M.B. Widianto & A.S. Ranti, Penerbit ITB, Bandung, 1991.