Anda di halaman 1dari 1

Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 8, No 2, September 2013 E-Commerce dalam perspektif....

(Mulida Hayati) 13-22

E-COMMERCE DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

Oleh: Mulida Hayati, S.H, M.H


Dosen Fakultas Hukum Universitas Palangka Raya
e-mail : mulidatency@gmail.com

Abstrak: Interaksi yang sering terjadi antara manusia dengan mausia yang lain dalam
kehidupan sehari-hari adalah jual beli. Seiring dengan perkembangan jaman, jual beli
dapat dilakukan melalui media elektronik yang sering disebut E-Commerce.Islam
mengatur permasalahan ini dengan rinci dan seksama, sehingga ketika mengadakan
transaksi jual beli manusia mampu berinteraksi dalam koridor syariat dan terhindar dari
tindakan-tindakan aniaya terhadap sesama manusia. Hal ini menunjukkan bahwa Islam
merupakan ajaran yang bersifat universal dan komprehensif. Hukum Islam juga bersifat
elastis, memperhatikan berbagai segi kehidupan dan tidak memiliki dogma yang kaku,
keras dan memaksa. E-Commerce dalam pandangan Islam diperbolehkan apabila
terpenuhinya rukun jual beli, yaitu : pertama orang yang bertransaksi (penjual dan
pembeli), dengan syarat berakal dan dapat membedakan. Kedua, sighat (ijab dan qabul),
ijab menunjukkan keinginan melakukan transaksi dan qabul menunjukkan atas
kerelaannya menerima ijab. Dan ketiga barang sebagai obyek transaksi, dengan syarat
bersih barangnya, dapat dimanfaatkan, milik orang yang melakukan akad, mampu
menyerahkannya, mengetahui, dan barang yang diakadkan ada di tangan.Ada
pengecualian untuk transaksi as-salam (memesan barang dengan pembayaran di awal
dan kepastian barang ada di masa yang ditentukan). Sedangkan larangan Islam dalam
perdagangan secara garis besar dibagi atas tiga kategori yaitu pertama melingkupi zat
atau barang yang terlarang untuk diperdagangkan.Kedua, melingkupi semua usaha atau
obyek dagang yang terlarang. Dan ketiga meliputi cara-cara dagang atau jual beli yang
terlarang.

Kata Kunci: E-Commerce; Hukum Islam

LATAR BELAKANG MASALAH konsumen.1Salah satu praktek yang


merupakan hasil interaksi sesama manusia
Manusia adalah makhluk sosial yang adalah terjadinya jual beli untuk men-
membutuhkan interaksi. Dengan ber- dapatkan kebutuhan yang mereka
interaksi mereka dapat mengambil dan inginkan. Jual beli tidak hanya dilakukan
memberikan manfaat.Seringkali tidak di pasar atau pusat perbelanjaan saja, tetapi
disadari bahwa dalam kehidupan ini dengan perkembangan jaman jual beli
sebenarnya setiap manusia pada
1
hakekatnya bertindak sebagai AAG.Peters, dkk.Hukum dan Perkembangan
Sosial: Buku Teks Sosiologi Hukum. Buku III. Sinar
Agape Perss, Jakarta, 1990. Hal 142-157.

ISSN : 2085-4757 13