Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Makhluk hidup di bumi sangat beraneka ragam. Hal itu disebabkan oleh dua

hal, yaitu spesies berevolusi melalui proses adaptasi terhadap lingkungan yang dikenal dengan seleksi alam dan perbedaan organisme dikendalikan oleh faktor genetis yang diturunkan dari tertuanya. Pembentukan spesies baru (spesiasi) adalah proses bertahap, mulai dari perbedaan-perbedaan antara individu dalam suatu populasi, berlanjut dengan penumpukkan perbedaan konsisten yang terdapat pada tingkatan subspesies, dan berakhir dengan perbedaan tetap yang berhubungan dengan pembentukan spesies yang terjadi lebih cepat. Hal ini timbul dari aberasi kromosom poliploidi (Kimball, 1996). Proses evolusi berlangsung secara gradual, sehingga dapat terjadi pembentukan spesies baru (proses spesiasi) yang paling cocok dengan kondisi lingkungan tempat hidupnya. Proses spesiasi ini dapat terjadi secara alopatrik. Alopatrik (allopatric = berbeda tempat), yaitu suatu spesies yang sama kemudian dipisahkan tempat hidupnya. Atau secara simpatrik (sympatric = sama tempat), yaitu suatu spesies yang sama di daerah yang sama karena sesuatu hal terjadi reproduksi yang terpisah, misalnya terjadinya poliploidi pada tanaman yang menghasilkan individu dengan jumlah kromosom lebih besar dari 24 (diploid) (Kimball, 1996). Dengan terus bertambahnya jumlah spesies dari masa ke masa, maka untuk lebih mudahnya dalam mempelajari dilakukan penggolongan/ pengelompokan organisme. Untuk mencapai tujuan itu diperlukan suatu sistem klasifikasi dengan dasar yang sama untuk setiap penggolongan (Irshadi, 2008). Pada tahun 1969, R.H. Whittaker membagi makhluk hidup menjadi 5 kingdom. Pembagian organisme itu : 1. Monera 2. Protista 3. Fungi 4. Plantae (tumbuhan) 5. Animalia (hewan)

Kelima golongan organisme tersebut yang akan diteliti adalah golongan Plantae (tumbuhan) yaitu tumbuhan lumut dan tumbuhan paku. Tumbuhan lumut termasuk filum Bryophyta dan tumbuhan paku-pakuan termasuk filum Pterydophyta (Irshadi, 2008). Golongan tumbuhan berbiji tertutup terbagi menjadi dua subkelas yaitu dikotil dan monokotil. Dikotil mempunyai dua kotiledon dalam bijinya sedangkan monokotil hanya mempunyai satu kotiledon saja. Ciri-ciri pokok tumbuhan biji terbuka dan biji tertutup ini dapat diketahui dengan melakukan praktikum ini. Banyak persamaan dan perbedaan yang dapat kita ambil dari kedua tumbuhan tersebut (Ajengsri, 2009). Hewan adalah organisme yang tidak mempunyai klorofil, mampu bergerak atau setidak-tidaknya menggerakkan tubuh dengan cara mengerutkan serabutserabut dan multi selular. Beberapa organisme tidak memenuhi kriteria tetapi memperlihatkan persamaan dengan sifat tersebut, sehingga kita mengenalnya sebagai hewan. Dunia hewan, digunakan dasar tempat hidupnya yaitu hewan udara, hewan tanah dan hewan air/laut. Hewan-hewan yang akan kita perhatikan adalah lintah, cacing tanah, bekicot dan kecoa. Semua hewan tersebut termasuk ke dalam hewan invertebrata (tidak bertulang belakang). Dunia hewan (animalia) umumnya dibagi menjadi kurang lebih 25-30 filum yang berbeda. Filum yang umum dikenal adalah filum invertebrata dan filum vertebrata. Filum vertebrata tergolong filum yang maju karena sudah mempunyai tulang belakang (Pratiwi, 2000). 2.1 Tujuan Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengenal ciri-ciri pokok tumbuhan lumut (Bryophyta) dan tumbuhan paku-pakuan (Pterydophyta); untuk mengenal ciri-ciri pokok tumbuhan biji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan biji tertutup (Angiospermae), untuk mengetahui persamaan dan perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil; untuk mengenal ciri-ciri pokok beberapa spesies hewan Invertebrata; untuk mengenal ciri-ciri pokok beberapa spesies hewan vertebrata.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Proses evolusi berlangsung secara gradual, sehingga dapat terjadi pembentukan spesies (proses spesiasi) yang paling cocok dengan kondisi lingkungan dimana mereka hidup. Proses spesiasi ini dapat terjadi secara alopatrik, yaitu suatu spesies yang sama kemudian dipisahkan tempat hidupnya dan yang kedua terjadi secara simpatrik, yaitu suatu spesies yang sama didaerah yang sama karena suatu hal terjadi reproduksi yang terpisah (Noorhidayati, 2000). Tumbuhan berbiji terbuka (gymnospermae) merupakan tumbuhan bekutub dua, dimana kutub yang satu akan menjadi akar sedangkan kutub yang lain akan tumbuh menjadi batang dan daun. Tumbuhan kormopita berbiji ini terjadi dalam atau dengan alat perkembangbiakan biji, biji merupakan hasil reproduksi generatif. Berbeda dengan tumbuhan biji terbuka yang hanya terdiri atas tumbuhan berkayu saja (Mustahib, 2010). Tumbuhan berbiji tertutup (angiospermae) selain terdiri atas tumbuhan berkayu juga terdiri atas tumbuhan yang berbatang basah. Vertebrata sebagai suatu sub filum terdiri dari beberapa kelas, masing-masing kelas terdiri dari beberapa genus dan seterusnya. Vertebrata dalam klasifikasi ditempatkan dalam sub filum chordata, karena dalam perkembangan hidupnya hewan vertebrata pernah mempunyai kerangka sumbu primer yang disebut chordata dorsalis. Pada ikan sampai dengan mamalia chordata dorsalis hanya terdapat pada masa tingkat embrio. Pada perkembangan berikutnya chordata dorsalis ini berangsur-angsur diganti dengan unsur-unsur jaringan tulang sehingga pada saat dewasa bagian ini membentuk tulang belakang yang dapat dilihat pada ikan dan mamalia (Ajengsri, 2009). Vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang. Yang dimaksud dengan tulang belakang adalah sederetan ruas tulang mulai dari belakang kepala ekor belakang dari punggung. Hewan bertulang belakang ini mempunyai susunan saraf terentang sepanjang tubuhnya dan terdapat di atas saluran pencernaan. Hewan yang tergolong vertebrata dapat dikenal melalui ciri-ciri tubuhnya. Semua hewan yang tergolong vertebrata telah mempunyai otak yang terlindung dalam tulang-

tulang tengkorak sehingga vertebrata sering pula dikenal dengan kraniata. Hewan vertebrata kerangka sumbu sudah berupa susunan ruas tulang belakang. Menurut panjangnya, tubuh vertebrata dapat dibagi menjadi kepala, leher, badan dan ekor. Adanya leher dan ekor tidak mutlak bagi vertebrata. Tubuhnya simetris bilateral dan sistem alat tubuh tampak bersegmen (Afandi, 2009). Hewan-hewan invertebrata tersebut masing-masing memiliki ciri-ciri tertentu yang dapat diperhatikan dari morfologi hewan tersebut. Walaupun dalam satu kelompok hewan invertebrata, pasti setiap hewan memiliki ciri yang membedakan dengan hewan lain.Dunia hewan (animalia) umumnya dibagi menjadi kurang lebih 25-30 filum yang berbeda. Filum yang umum dikenal adalah filum invertebrata dan filum vertebrata. Filum vertebrata tergolong filum yang maju karena sudah mempunyai tulang belakang (Saktiyono, 1999). Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompokkelompok kecil. Kelompok-kelompok kecil ini kemudian dibagi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil lagi sehingga pada akhirnya terbentuk kelompokkelompok kecil yang beranggotakan hanya satu jenis makhluk hidup. Tingkatantingkatan pengelompokan ini disebut takson. Ambigu (takson) telah distandarisasi di seluruh dunia berdasarkan International Code of Botanical Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclature Urutan takson antara lain: 1. Kingdom. Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk

hidup. Kebanyakan anggota Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969). Kelima kingdom tersebut antara lain: Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. 2. Filum / Divisio. Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan nama divisi digunakan pada tumbuhan.Filum atau divisi terdiri atas organismeorganisme yang memiliki satu atau dua persamaan fitur. Nama filum tidak memiliki akhiran yang khusus sedangkan nama division umumnya memiliki akhiran khusus, antara lain phyta dan mycota. 3. Kelas (Classis). Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau divisio

4. Ordo (Bangsa) . Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan, nama ordo umumnya diberi akhiran Ales. 5. Famili . Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama family tumbuhan biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama ide. 6. Genus (Marga) . Genus adalah takson yang lebih rendah dariada family. Nama genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf capital, dan seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari huruf lainnya. 7. Species (Jenis) . Species adalah suatu kelompok organisme yang dapat melakukan perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertile (subur) (Ochan, 2009). Beberapa contoh vertebrata adalah Ikan Mas, dan Katak. Ikan mas mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut tubuh terdiri dari kepala, badan dan ekor, memiliki sepasang mata, sepasang cekung hidung, sepasang ingsang, alat pendengar dan keseimbangan yang tidak tampak dari luar, memiliki kulit luar yang berlendir, gurat sisik, dan tiga lubang tubuh ditutupi oleh sisik (Afandi, 2009). Sedangkan katak mempunyai ciri-ciri umum sebagai berikut susunan tubuh sesuai untuk beradaptasi di darat dan di air tubuh terlindung oleh kulit tipis yang berfungsi untuk pelindung, pengatur suhu tubuh dan untuk membantu pernapasan, tidak memiliki ekor, mata mempunyai pelupuk atas dan pelupuk bawah. Pada kepala terdapat selaput pendengaran dan lubang hidung, badan selalu licin, karena kelenjar lendir yang menyebabkan kulit katak tetap basah, badan mempunyai dua pasang anggota gerak bebas depan dan belakang yang mempunyai empat jari, pada akhir badan terdapat kloaka (Afandi, 2009).

BAB III METODE PRAKTIKUM

1.1

Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 24 November 2011 pukul

08.00-10.00 WITA, di Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

1.2

Alat dan Bahan a. Pengenalan Tumbuhan Lumut dan Paku Alat yang digunakan pada praktikum pengenalan tumbuhan lumut dan paku

adalah loupe

cutter dan pinset. Sedangkan bahannya yaitu lumut daun

(Pogonatum sp) dan suplir (Adiantum cuneatum). b. Pengenalan Tumbuhan Biji Terbuka dan Biji Tertutup Alat yang digunakan pada praktikum pengenalan tumbuhan biji terbuka dan biji tertutup adalah loupe,cutter/silet dan pinset. Sedangkan bahan yang diperlukan adalah pakis haji (Cycas rumphii Miq), melinjo (Gnetum gnemon), kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis), kembang merak (Caesalpinia pulcherima L. Swartz )dan bunga tasbih (Canna hibrida). c. Pengenalan Hewan Invertebrata Alat yang digunakan pada praktikum pengenalan hewan invertebrata adalah bak parafin, loupe dan pinset. Bahan yang digunakan adalah cacing tanah (Pheretima sp), bekicot (Achatina fulica) dan kecoa (Periplaneta americana). d. Pengenalan Hewan Vertebrata Alat yang digunakan pada praktikum pengenalan hewan vertebrata adalah bak parafin, loupe, pinset dan set sectio. Bahan yang diperlukan adalah ikan nila (Oreochomis niloticus), katak (Rana sp), cicak (Cosymbotus platyurus).

1.3

Prosedur Kerja

1.3.1 Pengenalan Tumbuhan Lumut dan Paku 1. Nama dan klasifikasi masing-masing spesies dituliskan

2. Bentuk umum digambar dan diberi keterangannya : e. Untuk Lumut Thallus dan percabangannya (gametofit) Sporofit Rhizoid Kapsul spora Letak anteridium dan arkhegonium Perbedaan anteridiofor dan arkhegoniofor Badan eram (gemma cup) b. Untuk paku-pakuan Akar Batang (berupa apakah batangnya) Daun (letak, bentuk dan lainnya dari tropofil dan sporofilnya) Inducium 3. Didiskusikan masalah berikut : Perbedaan antara lumut hati dan lumut daun Persamaan dan perbedaan dari lumut dan paku-pakuan

3.3.2 Pengenalan Tumbuhan Biji Terbuka dan Biji Tertutup 1. Dituliskan digunakan. 2. Digambarkan bentuk umum dan diberi keterangan. a. Cycas rumphii Miq meliputi: Daun buah (karpella) Biji (ovulum); penampang melintang dan membujur Mikrofil Kantong pollen Arkhegonium Nusellus Dinding biji atau kulit; yaitu ekstodermis, mesodermis dan endodermis. b. Gnetum gnemon L., meliputi: nama dan klasifikasi masing-masing spesies yang

Strobilus jantan dan betina Bunga betina Biji dengan penampang membujur meliputi: mikrofil,

perigonium, integenum luar dan dalam, nuselus dan gametofit. c. Hibiscus rosa-sinensis, meliputi: Daun-daun Bunga Kelompok bunga (kaliks) dengan sepala Alat kelamin jantan (stamen/androesium) dengan antera dan filamentum Alat kelamin betina (stigma) Digambarkan diagram bunga dan rumus bunganya d. Caesalpinia pulcherima (L.) swartz, meliputi: Cabang dengan bunga dan buah Satu bunga lengkap: perhatikan satu petal yang ukurannya lebih kecil dan letaknya lebih ke dalam (warnanya) Filamen dan aqnteranya: bagaimana keadaan dan ukuran panjangnya, lepas atau bersatu Satu buah e. Canna hibrida, meliputi: Sebagian dari daun (petiolus dan lamina), perhatikan urat daun yang menyirip tetapi sejajar satu sama lain Sebagian dari perbungaan, braktea dengan bunga-bunga yang ditutupinya Satu bunga jantan dengan bagian-bagiannya Satu bunga betina dengan bagian-bagiannya 3. Didiskusikan masalah berikut : - Ciri-ciri pokok tumbuhan bji terbuka dan biji tertutup - Persamaan dan perbedaan tumbuhan bji terbuka dan biji tertutup - Persamaan dan perbedaan antara tumbuhan monokotil dan dikotil

3.3.3 Pengenalan Hewan inertebrata 1. Untuk cacing tanah (Pheretima sp.) a. Hewan ini dicari pada habitat tanah basah, dekat selokan, sawah, di bawah kandang kambing atau lainnya. Cacing disimpan dengan tanahnya pada tempat yang aman (agar tidak keluar). b. Satu ekor cacing diambil, diletakkan di bak parafin, diamati cara gerak dan cara makannya. c. Digambarkan dan diberi keterangannya. 2. Untuk bekicot (Achatina fulica) a. Hewan ini dicari di kebun, sawah, pohon atau di tumpukan batu yang lembap. Biasanya hewan ini aktif pada waktu malam sampai pagi hari (gelap). Hewan ini disimpan di tempat yang sesuai dengan makanannya yang biasanya berupa sampah/serasa. b. Seekor bekicot diambil dan diletakkan pada potongan kaca. Diamati dari bagian bawah kaca, bagaimana gerakan otot-ototnya, arah gerakan dan lainnya. c. Digambarkan seekor bekicot dan dilengkapi dengan keterangannya. 3. Untuk Periplaneta americana a. Hewan ini dicari di tempat-tempat seperti di tumpukan serasah, dapur, lemari, tempat bambu, kamar kecil, tempat lembab atau kotor. b. Seekor kecoa diambil, diletakkan di bak parafin dan ditusuk dengan jarum. Diamati bagian-bagian tubuhnya. c. Digambarkan dan dilengkapi dengan keterangannya. 4. Didiskusikan perbedaan morfologi spesies-spesies tersebut, dihubungkan dengan habitatnya masing-masing. 3.3.4 Pengenalan Hewan Vertebrata 1. Untuk ikan nila (Oreochomis niloticus) a. Digambarkan morfologi ikan tersebut dan dituliskan bagian-bagian tubuhnya: caput/kepala, truncus dan pinnae (sirip). b. Organ-organnya dituliskan: organon visus (penglihatan), rimaoris (celah mulut), fovea nasalis (cekung hidung), insang dan anus.

2. Untuk katak (Rana sp.) a. Digambarkan morfologi hewan tersebut dan disebutkan bagian-bagian tubuhnya: kepala, truncus, kaki depan dan kaki belakang. b. Dituliskan organ-organnya: alat penglihatan, celah mulut, alat pendengaran, lubang hidung dan anus. c. Diperhatikan lubang hidungnya sudah berhubungan dengan rongga mulut. Digambarkan rongga mulutnya. 3. Untuk cicak (Cosymbetus platyurus)yang termasuk klas reptilia: a. Digambarkan morfologi hewan kadal tersebut dan dituliskan bagianbagian tubuhnya: kepala, truncus, kaki depan dan kaki belakang. b. Dituliskan organ-organnya: alat penglihatan, celah mulut, alat pendengaran, lubang hidung dan anus. c. Didiskusikan masalah berikut : - Perbandingan anggota/alat gerak : ikan, katak, dan cicak - Perbedaan morfologi antara semua kelas yang diamati kemudian dihubungkan dengan tingkat kompleksitas organ tubuhnya

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Hasil

4.1.1 Pengenalan Tumbuhan Lumut dan Paku Keterangan : 1. Daun 2. Tangkai

Gambar 1: Lumut Daun (Pogonatum sp.)

Keterangan : 1. Ibu Tangkai Daun 2. Tangkai daun 3. Sporofil 4. Indicium 5. Rhizoid

Gambar 2 : Suplir (Adiantum cuneatum)

4.1.2 Pengenalan Tumbuhan Biji Terbuka dan Biji Tertutup Keterangan : 1. Strobilus jantan 2. Daging buah 3. Karpela 4. Biji 5. Axis

Gambar 3 : Pakis Haji (Cycas rumphii) Keterangan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. Mikrofil Pollen chamber Integumen luar Integumen dalam Nuselus Arkegonium

Gambar 4 : Penampang melintang biji pakis haji (Cycas rumphii) Keterangan : 1. Mikrofil 2. Pollen chamber 3. Integumen luar 4. Integumen dalam 5. Nuselus

Gambar 5 Penampang melintang biji melinjo (Gnetum gnemon)

Keterangan : 1. Strobilus betina 2. Strobilus jantan 3. Tangkai daun 4. Daun

Gambar 6 Bunga melinjo (Gnetum gnemon) Keterangan : 1. Tangkai daun 2. Ibu Tulang Daun 3. Tulang Daun 4. Mahkota bunga 5. Kelopak bunga 6. Kelopak tambahan 7. Putik 8. Benang Sari 9. Androginofor Gambar 7 Bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Keterangan : 1. Kelopak bunga 2. Mahkota bunga 3. Benang sari 4. Bakal buah

Gambar 8 Diagram bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Keterangan : 1. Ibu Tangkai Daun 2. Tangkai Daun 3. Putik 4. Benang Sari 5. Mahkota

Gambar 9 Kembang merak (Caesalpinia pulcherrima) Keterangan : 1. Stamodia 2. Stamodia Fertil 3. Stamodia Steril 4. Perigonium 5. Bakal Buah 6. Ibu Tangkai Bunga 7. Tangkai Bunga 8. Daun Gambar 11 Bunga tasbih (Canna hibrida) 4.1.3 Pengenalan Hewan Invertebrata Keterangan : 1. Bagian kepala 2. Mulut 3. Klitelium 4. Setae 5. Segmen 6. Anus Gambar 12.Cacing tanah (Pheretima sp.)

Gambar 12.Cacing tanah (Pheretima sp.)

Gambar 13 Bekicot (Achantina fulica) Keterangan : 1. Cangkang 2. Mata 3. Antena 4. Kaki 5. Kepala 6. Vicera 7. Badan

Gambar 14 Kecoa (Periplaneta americana) Keterangan : 1. Antena 2. Mata Majemuk 3. Femur 4. Tibia 5. Tarsus 6. Cakar 7. Dorsal 8. Kepala

9. Anus 10. Toraks 11. Anus 8.1.4 Pengenalan Hewan Vertebrata

Gambar 15 Ikan nila (Oreocharmis nilotica) Keterangan : 1. Mulut 2. Mata 3. Hidung 4. Operkulum 5. Sirip perut 6. Sirip dubur 7. Batang ekor 8. Ekor 9. Sirip punggung 10. Gurat sisik 11. Jari-jari lemah 12. Jari-jari keras

Gambar 16 Cicak (Cosymbotus platyurus) Keterangan : 1. Kepala 2. Badan 3. Cakar 4. Anus 5. Ekor 6. Tungkai depan 7. Tungkai belakang

Gambar 17 Katak (Rana sp.) Keterangan : 1. Mulut 2. Hidung 3. Mata 4. Kaki depan 5. Lore 6. Kaki belakang 7. Selaput 8. Tibia 9. Jari tungkai belakang 10. Jari tungkai depan 11. Vent 8.2 Pembahasan 4.2.1 Pengenalan Tumbuhan Lumut dan Paku Lumut merupakan tumbuhan darat sejati tetapi masih menyukai tempattempat lembab. Pada lumut terjadi pergiliran keturunan antara generasi sporofit dan gametofit. Lumut berkembang biak secara vegetatif dengan spora, yang dihasilkan oleh generasi sporofit, sedangkan gamet dihasilkan oleh generasi gametofit. Lumut berklorofil belum mempunyai akar, daun dan batang sejati.Memiliki spora, sudut membentuk embrio, memiliki gametofit yang dominan dan mempunyai alat perkembangbiakan yang dinamakan multi sel. Selsel perkembangbiakan tersebut membentuk selubung luar yang steril dan di

dalamnya terdapat gamet.Struktur demikian penting untuk melindungi gamet dan mencegah kekeringan.Alat kelamin betina berbentuk seperti botol dan berisi ovum, sedangkan alat kelamin jantan bentuknya lonjong, tangkainya pendek dan mengeluarkan banyak spermatozoid. Lumut sejati mencakup sejumlah besar jenis, yang selain satu atau dua kekecualian yang pattut dicatatat, seperti lumut sfagnum (bog mosses, Sphagnum sp), susunan umumnya sangat mirip satu sama lain, walaupun di dalamnya banyak sekali terdapat variasi-variasi kecil. . Lumut ini belum memiliki bunga.Sporofitnya terangkai pada ujung batang dan cabang.Biasanya tumbuh di tempat lembab, sebagian tubuhnya berupa thalus. Siklus hidupnya yaitu :

Gambar di atas menunjukkan struktur perkembangan : 1. Pada awalnya, sporofit sepenuhnya dilingkupi oleh epigonium, sebuah jaket pelindung yang dipasok oleh gametofit. Saat sporofit tumbuh, ia naik dan tumbuh melebar, lalu memecah calypatra. Sisa-sisa terakhir dari tudung apikal lancip, calypatra, dan kadang sebuah cincin sekitar basis, vaginula. Pada saat yang sama tiga hal terjadi : 2. Kapsul sporofit dalam (sporangium) berkembang dan mengeras 3. Sporofit terangkat pada tabung perluasan panjang, seta. 4. Di dalam sporofit, sel permukaan columela pusat (seperti batang dalam) melakukan pembelahan meiotik untuk menciptakan spora haploid. Ruang kecil dimana ini terjadi disebut loculi.

Berbeda dengan Bryophyta, tumbuhan paku-pakuan yang biasa dilihat adalah generasi sporofitnya.Sporofit terdiri dari daun-daun yang merupakan bagian yang tampak di atas permukaan tanah, berasal dari batang di dalam tanah yang disebut zikom yang merupakan akar-akar tanaman. Tumbuhan paku merupakan tumbuhan yang mempunyai kormus, yaitu tumbuhan yang mempunyai akar, batang dan daun sejati.Akar pada tumbuhan paku adalah akar serabut.Penampang melintang batang dan sporofit dapat terlihat adanya epidermis, korteks dan silinder pusat.Paku-pakuan belum mempunyai bunga tetapi mempunyai ikatan pembuluh konsentris tertutup.Daunnya dibedakan menjadi dua bagian menurut bentuk dan fungsinya, yaitu mikrofil dan makrofil. Mikrofil adalah daun yang kecil dan tidak bertulang daun, sedangkan makrofil daunnya besar, bertulang daun dengan bentuk yang beraneka ragam. Pada praktikum kali ini, tumbuhan paku yang digunakan adalah tanaman suplir. Adapun klasifikasi dari lumut dan tanaman suplir yaitu : Klasifikasi Kingdom Divisi Kelas Ordo Famili Genus Spesies Lumut Daun Plantae Bryophyta Musci Marantiales Dicksoniaceae Cibatum Pogonatum cibatum Suplir Plantae Pteridophyta Pteridopsida Pteridales Pteridaceae (Adiantaceae) Adiantum Adiantum cuneatum

Persamaan antara tumbuhan lumut dan tumbuhan paku adalah terjadinya pergiliran keturunan antara generasi sporofitnya dan generasi gametofitnya, berkembang biak dengan menghasilkan spora, hidup di tempat yang lembab dan memiliki akar, daun dan batang yang jelas. Dengan demikian daur hidup paku mengalami beberapa perbedaan dengan lumut, seperti yang akan dijelaskan pada gambar berikut dibawah ini.

4.2.2 Pengenalan Tumbuhan Biji Terbuka dan Biji Tertutup Tumbuhan biji terbuka semuanya merupakan tumbuhan yang berkayu dan menahun, yang berkisar berupa semak-semak sampai pohon-pohon yang batangnya keras dan berkayu dan mempunyai banyak cabang. Daunnya sempit dan kaku dengan akar berupa akar tunggang yang tidak jelas batas anatar ujung akar dan tudung akar. Ikatan pembuluhnya radial terbuka dan biji tidak terdapat pada bunga tetapi bakal biji terletak pada daun-daun. Tumbuhan yang dijadikan contoh tumbuhan biji terbuka pada percobaan ini adalah melinjo ( Gnetum gnemon) dan bunga tasbih (Canna hibrida). Pada kedua tumbuhan tersebut ditemukan alat perkembangbiakan berupa storbilus, baik bunga banci, bunga jantan maupun bunga betina. Tumbuhan biji terbuka mempunyai daun yang sempit dan kaku.Tumbuhan biji terbuka berakar tunggang, dimana batas antara ujung akar dengan tudung akar tak terlihat jelas.Ikatan pembuluhnya radial terbukaa dan biji tidak terdapat pada bunga tetapi terletak pada daun.Tumbuhan biji terbuka yang digunakan dalam percobaan ini adalah tanaman melinjo dan pakis haji.Demikian beberapa takson nya.

Klasifikasi dari melinjo yaitu : Kingdom Divisio Classis Ordo Familia Genus Species : Plantae : Spermatophyta : Gnetinae : Gnetales : Gnetaceae : Gnetum : Gnetum gnemon

Tanaman melinjo biasanya tumbuh di daerah tropik yang basah, mempunyai daun yang lebar dan bercabang.Biji melinjo terdapat mikrofil, intergumen dalam, intergumen luar, intergumen tengah, nuselus dan polen chamber.Alat reproduksi tumbuhan melinjo berupa strobilus jantan dan strobilus betina. Ciri-ciri dari melinjo adalah: - berupa semak-semak dan menyukai habitat-habitat tropika yang basah; - daunnya lebar; dan - bercabang-cabang. Golongan tumbuhan biji merupakan tumbuhan dengan bunga yang sesungguhnya dan daunnya yang pipih, lebar, dengan susunan tulang-tulang daun yang beraneka ragam. Bakal biji tidak tampak karena terbungkus daun buah, yakni putik sehingga disebut tumbuhan biji tertutup. Selang waktu antara penyerbukan dan pembuahan relatif singkat dan terjadi pembuahan ganda. Bunga merupakan ciri khas tumbuhan angiospermae. Bunga ini mempunyai organ pokok yaitu kelopak, mahkota, benang sari dan putik. Tumbuhan ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu : 1. Tumbuhan Monokotil Ciri-ciri tumbuhan monokotil antara lain: - berakar serabut dan tidak berkambium; - batangnya tidak bercabang; - daunnya sempit dengan tulang-tulang daun yang sejajar/melengkung; - jumlah bagian bunga biasanya 3 atau kelipatannya;

- bekas pembuluh angkut dalam batang terpencar; dan - biji yang berkecambah tetap utuh dan tidak membelah. Contoh tumbuhan monokotil adalah pisang (Musa x paradicia). Ciri-ciri pisang adalah: - daunnya panjang dengan tulang daun sejajar; - lipih daunnya panjang; dan - batangnya tidak bercabang. 2. Tumbuhan Dikotil Ciri-ciri tumbuhan dikotil antara lain: - berakar tunggang dan terdapat kambium; - batang bercabang dan tidak beruas; - tulang daun menyirip/menjari; - jumlah kelopak bunga biasanya 4-5 atau kelipatannya; - biji yang berkecambah terbelah dua; - ujung akar lembaga tidak diselubungi selaput pelindung; dan - berkas pengangkut teratur.. Tumbuhan biji terbuka sebagai alat reproduksi generatif adalah konus atau dua macam alat kelamin yaitu putik dan benang sari. Benang sari sebagai alat kelamin jantan yang menghasilkan butir serbuk, putik sebagai alat kelamin betina yang menghasilkan sel telur. Kelompok Angiospermae terbagi dua kelompok yaitu dikotil dan monokotil. Perbedaan dikotil dan monokotil : Monokotil Kotiledon tunggal Pertulangan sejajar Bagian bunga kelipatan tiga Ikatan pembuluh tersebar/acak Dikotil Kotiledon ganda Pertulangan menjari Bagian bunga kelipatan empat/lima Ikatan pembuluh teratur

4.2.3 Pengenalan Hewan Vertebrata Vertebrata merupakan kelompok hewan yang memiliki tulang

belakang.Dalam sistem klasifikasi, vertebrata merupakan subfilum dari filum Chordata.Semua hewan yang tergolong vertebrata memiliki rangkaian tulang kecil

(vertebra) yang memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor.Rangkaian vertebra yang disebut tulang punggung ini membentuk sumbu kerangka menggantikan notokord.Tulang punggung berfungsi sebagai penyokong tubuh serta melindungi tali saraf.Selain adanya tulang punggung, kesamaan ciri lain pada vertebrata adalah : Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan, dan ekor pada sebagian vertebrata. Kulit tersusun atas dua bagian yaitu epidermis dan dermis dan menghasilkan rambut, sisik, bulu, kelenjar atau horn Endoskeleton tersusun dari tulang atau tulang rawan Faring bercelah, yang merupakan tempat insang pada ikan namun pada hewan darat hanya terdapat pada tingkat embrio Otot melekat pada endoskeleton untuk bergerak Sistem pencernaan memiliki kelenjar pencernaan, hati, dan pancreas Jantung beruang 2 hingga 4 Darah menandung sel darah putih dan sel darah merah berhemoglobin Rongga tubuh mengandung sistem visceral Ginjal sepasang dengan saluran untuk mengeluarkan zat sisa Gonad sepasang pada betina dan jantan Pada praktikum kali ini, hewan vertebrata yang diamati adalah ikan nila, cicak, dan katak. Adapun klasifikasi dan morfologi dari tiap spesies yaitu : a. Ikan Nila (Oreocharmis nilotica) Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Animalia : Chordata : Ostheichtyes : Perciformers : Cichlidae : Oreocharmis : Oreocharmis nilotica

Ikan peliharaan yang berukuran sedang, panjang total (moncong hingga ujung ekor) mencapai sekitar 30 cm dan kadang ada yang lebih dan ada yang kurang dari itu. Sirip punggung ( pinnae dorsalis) dengan 16-17 duri (tajam) dan

11-15 jari-jari (duri lunak); dan sirip dubur (pinnae analis) dengan 3 duri dan 8-11 jari-jari. Tubuh berwarna kehitaman atau keabuan, dengan beberapa pita gelap melintang (belang) yang makin mengabur pada ikan dewasa.Ekor bergaris-garis tegak, 7-12 buah. Tenggorokan, sirip dada, sirip perut, sirip ekor dan ujung sirip punggung dengan warna merah atau kemerahan (atau kekuningan) ketika musim berbiak.ada garis linea literalis pada bagian truncus fungsinya adalah untuk alat keseimbangan ikan pada saat berenang Ikan nila yang masih kecil belum tampak perbedaan alat kelaminnya.Setelah berat badannya mencapai 50 gram, dapat diketahui perbedaan

antarajantan dan betina.Perbedaan antara ikan jantan dan betina dapat dilihat pada lubang genitalnya dan juga ciri-ciri kelamin sekundernya.Pada ikan jantan, di samping lubang anus terdapat lubang genital yang berupa tonjolan kecil meruncing sebagai saluran pengeluaran kencing dan sperma.Tubuh ikan jantan juga berwarna lebih gelap, dengan tulang rahang melebar ke belakang yang memberi kesan kokoh.sedangkan yang betina biasanya pada bagian perutnya besar. b. Cicak (Cosymbotus platyurus) Kingdom : Animalia Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies : Chordata : Reptil : Squamata : Gekkonidae : Cocymbotus : Cosymbotus platyurus

Cecak rumah yang berukuran sedang. Panjang total sampai 135 mm, sekitar separuhnya adalah ekor. Fitur yang khas adalah adanya jumbai kulit sempit di sepanjang sisi tubuh, di tepi belakang tangan dan kaki, serta di sisi ekor ; yang membedakannya dari jenis-jenis cecak yang lain. Jumbai di ekor berupa tonjolan lunak serupa duri berderet-deret sampai ke ujung. Jari-jari dengan pelebaran kulit serupa selaput yang nampak jelas.

Sisi dorsal (punggung) tanpa bintil-bintil sisik yang membesar, berwarna abu-abu keputihan (apabila sedang berada di tembok ), atau dengan pola-pola gelap serupa batik atau bunga kehitaman simetris di atas punggungnya (apabila di atas kayu atau di pohon ) Sebuah garis kehitaman tipis berjalan mulai dari depan mata, melewati timpanum, bahu, sisi perut (berbentuk serupa renda ) hingga ke pinggul. Ventral (sisi perut) keputihan atau kuning. Ekor memipih lebar, meruncing di ujung. d. Katak (Rana sp.) Kingdom Phylum Classis Ordo Familia Genus Species : Animalia : Chordata : Amphibi : Anura : Ranidae : Rana : Rana sp

Katak berbeda dengan ikan dalan cara hidupnya, katak tidak hidup di dalam perairan yang dalam, tetapi menggunakan sebagian waktunya didarat. Katak mempunyai kulit yang berguna untuk menutupi tubuhnya dan pernapasan.Sel kelenjar menghasilkan lendir berair, warna kulit dan pola yang

berlainan.Perubahan warna disebabkan karena stimulasi lingkungan.Katak mempunyai sistem peredaran darah terbuka ganda, tidak mempunyai caudal dan batas antara caput dan truncus tidak jelas.Sepasang mata terdiri dari pelupuk mata atas dan bawah.Bagian bawah pelupuk terdapat lanjutan selaput transparan yang dianggap sebagai selaput tidur (membran niktitans) yang berfungsi agar mata tetap aman dari gesekan saat katak berenang.

BAB V PENUTUP

5.1

Kesimpulan Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut: 1. Terjadi keanekaragaman makhluk hidup di dunia ini. 2. Tumbuhan lumut mempunyai rhizoid, kapsul spora, badan eram dan sporofit. 3. Tumbuhan paku-pakuan mempunyai akar serabut, batang berupa rhizoma, daunnya ada yang kecil (mikrofil) dan daun yang besar (makrofil). 4. Tumbuhan biji terbagi atas tumbuhan biji terbuka dan tumbuhan biji tertutup. 5. Pada ikan nila terdapat sirip yang lengkap, yaitu sirip dada, sirip perut, sirip punggung, sirip ekor dan sirip asal.

5.2

Saran Saran saya dalam percobaan kali ini adalah agar kepada praktikan dapat bekerja sama dengan praktikan lain maupun dengan asisten.

DAFTAR PUSTAKA

Afandi. 2009. Keanekaragaman Hayati. http://tedbio.multiply.com/journal/item/3 Diakses pada tanggal 27 November 2011 Ajengsri,Utami.2009. Biologi Pertanian. Rajawali Pers. Jakarta. Irshadi, Joyo.2008. Berbagai Tingkat Keanekaragaman Hayati. http://bebas.ui.ac.id/v12/sponsor/SponsorPendamping/Praweda/Biologi/0001%20Bio%201-1a.html. Kimball, J. W. 1996. Biologi Umum jilid 1.Erlangga. Jakarta Mustahib.2010. Sistematika Hewan Invertebrata dan Vertebrata. Sinar Wijaya. Surabaya. Ochan. 2009. Klasifikasi Makhluk Hidup. http://kamuspengetahuan.blogspot.com/2009/09/klasifikasi-makhlukhidup.html Diakses tanggal 26 November 2011

Pratiwi.2000. 1997. Zoologi. Erlangga: Jakarta


Saktiyono, dkk, 1999. Histologi Umum . Erlangga. Jakarta.