Anda di halaman 1dari 0

http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.

com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN REMAJA PUTRI USIA
10-19 TAHUN TENTANG KEBERSIHAN ALAT KELAMIN PADA
SAAT MENSTRUASI DI DUSUN ............. KECAMATAN .........
KABUPATEN ........
KARYA TULIS ILMIAH / SKRIPSI
Oleh:
................
NIM. ...............
DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
POLITEKNIK KESEHATAN DEPKES ........
JURUSAN ........
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
2
PROGRAM STUDI ................
TAHUN 2011
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Para remaja dewasa ini generasi terbesar dalam usia 10-19 tahun dan beranjak
dewasa di dunia yang sangat berbeda daripada dunia di waktu para orang tua mereka
beranjak dewasa. Masa remaja adalah suatu tahap antara masa kanak-kanak dengan
masa dewasa. Istilah ini menunjuk masa dari awal pubertas sampai tercapainya
kematangan; biasanya mulai dari usia 14 pada pria dan usia 12 pada wanita. Transisi
ke masa dewasa bervariasi dari satu budaya kebudayaan lain, namun secara umum
didefinisikan sebagai waktu dimana individu mulai bertindak terlepas dari orang tua
mereka (www.situs.kesrepro.info/krr/materi/remaja.htm, 2006)
Peristiwa terpenting yang terjadi pada remaja putri adalah datang haid yang
pertama kali, biasanya umur 10-16 tahun. Saat haid yang pertama ini datang
dinamakan menarche. Di desa-desa kecil, menarche dianggap sebagai tanda
kedewasaan, dan remaja yang mengalami menarche dianggap sudah masanya
melakukan tugas-tugas sebagai seorang wanita. Sikap semacam itu hingga kini masih
dipertahankan di beberapa daerah. Oleh sebab-sebab tertentu yang dikaitkan dengan
keadaan gizi yang lebih baik, haid pertama menjadi lebih awal. Di Inggris, rata-rata
haid pertama datang pada usia 13 tahun. Dibandingkan dengan keadaan di abad yang
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
3
lalu, dimana haid pertama pada umumnya datang pada umur 15 tahun. Nampaknya
anak-anak remaja putri yang dari orang tua yang lebih berada, mengalami menarche
lebih cepat daripada mereka yang mempunyai orang tua kurang berada. Tetapi rata-
rata perbedaan itu tidak lebih dari 6 sampai 9 bulan. Anggapan remaja di daerah
tropis mengalami menarche lebih awal dari remaja daerah dingin tidak terbukti.
Kedatangan haid yang pertama lebih tergantung pada tingkat sosial ekonomi daripada
iklim tempat tinggal (Llewelln-Jones, 1997).
Haid pertama bisa menjadi saat yang menyusahkan bagi anak perempuan,
seringkali dibarengi perasaan yang campur aduk, takut dan cemas serta
membingungkan hal ini umumnya disebabkan karena kurang atau salahnya informasi
mengenai haid. Bagi anak perempuan yang telah dipersiapkan, biasanya tidak
bingung lagi menghadapi haid pertamanya. Umumnya orang takut melihat darah,
apalagi anak-anak. Ketidaktahuannya dapat menyebabkannya secara keliru,
mengaitkan haid dengan penyakit atau luka bahkan memandangnya sebagai sesuatu
yang memalukan, karena tidak mendapatkan penjelasan yang benar. Menurut
penelitian hasil dari partisipan dari 23 negara sepertiga responden
mengatakan mereka tidak diberitahu tentang haid sebelumnya, sehingga tidak siap
dan tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Dari survei tersebut, mereka yang tidak
pernah tahu masalah haid, para wanita itu mengatakan hal ini merupakan pengalaman
yang sangat buruk dan haid pertama membuat panik, trumatis, malu, dan takut
(www.dwp.or.id, 2006)
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
4
Dalam masyarakat kita sering menemukan berbagai pandangan, pendapat,
persepsi, dan kepercayaan tentang suatu hal yang dipercaya oleh masyarakat karena
dianggap benar, padahal belum tentu benar. Pandangan yang sering muncul dan
berkembang dalam masyarakat karena beberapa hal, yaitu penyampaian informasi
yang kurang tepat atau kurang lengkap, penyampaian informasi terlalu berlebihan
sehingga menimbulkan sikap diskriminasi dikalangan remaja atau masyarakat
terhadap berbagai masalah, salah satu diantaranya mengenai masalah menstruasi.
Sangat banyak sekali cerita yang berkembang dikalangan masyarakat sehubungan
dengan menstruasi sedangkan kebenarannya belum dapat dibuktikan secara ilmiah.
Salah satu mitos yang sering terdengar diantaranya adalah bahwa remaja yang sedang
mens dianggap kotor dan sakit. Sebenarnya, menstrusi tidak membuat remaja
perempuan menjadi kotor dan sakit. Namun memang benar jika sedang haid remaja
putri harus menjaga kebersihan, seperti mengganti pembalut.
Kebiasaan menjaga kebersihan, termasuk kebersihan organ-organ seksual atau
reproduksi, merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan. Pada saat menstruasi,
pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi. Oleh karena itu
kebersihan daerah genitalia harus lebih dijaga karena kuman mudah sekali masuk dan
dapat menimbulkan penyakit pada saluran reproduksi. Salah satu keluhan yang
dirasakan pada saat menstruasi adalah rasa gatal yang disebabkan oleh jamur kandida
yang akan subur tumbuhnya pada saat haid.
Perawatan kesehatan dan kebersihan adalah hal yang banyak dibicarakan dalam
masyarakat. Biasanya hal ini diajarkan oleh orangtua kita sejak kita masih kecil.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
5
Tetapi, karena orangtua sering kali tidak merasa nyaman membicarakan masalah
seksual, biasanya masalah kesehatan dan kebersihan yang dibicarakan hanya
menyangkut hal yang umum saja, sedangkan urusan kesehatan organ seksual jarang
kita dapatkan dari mereka (Sarwono cit www.gizi.net, 2006)
Dari hasil pra survei yang dilakukan dengan melakukan wawancara langsung
kepada remaja putri di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung Selatan
didapatkan bahwa dari 10 responden 7 orang mengatakan belum mengerti tentang
bagaimana menjaga kebersihan alat kelamin saat menstruasi seperti berapa kali harus
mengganti pembalut dalam sehari serta bagaimana cara memasang pembalut yang
benar. Adapun jumlah penduduk berdasarkan umur di dusun Serbajadi Kecamatan
Natar Lampung Selatan tahun 2005 dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 1.1 Jumlah penduduk dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung Selatan
Tahun 2005.
No Umur
Jenis Kelamin
Jumlah
L P
1 0-4 tahun 134 294 428
2 5-9 tahun 196 256 452
3 10-14 tahun 115 123 238
4 15-19 tahun 101 156 257
5 20-24 tahun 391 487 878
6 25-29 tahun 192 286 478
7 30-34 tahun 387 389 776
8 35-39 tahun 265 269 534
9 40-44 tahun 292 295 587
10 45-49 tahun 288 301 589
11 50-54 tahun 197 199 396
12 55-59 tahun 129 131 260
13 >60 tahun 116 383 499
Sumber: Register Pendataan Keluarga (RPK) dusun Serbajadi 2005
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
6
1.2 Identifikasi Masalah
Dari latar belakang di atas, maka penulis mengidentifikasi masalah yang ada
yaitu:
1.2.1 Pada hasil penelitian dari partisipasi 23 negara sepertiga responden
mengatakan mereka tidak diberitahu tentang haid sebelumnya, sehingga tidak
siap dan tidak tahu apa yang harus dilakukan
1.2.2 Salah satu keluhan yang dirasakan saat menstruasi adalah rasa gatal yang
disebabkan oleh jamur kandida yang timbul akibat kurangnya kebersihan alat
kelamin pada saat menstruasi.
1.2.3 Dari hasil prasurvei yang dilakukan dengan melakukan wawancara langsung
kepada remaja putri di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung Selatan
didapatkan bahwa dari 10 responden 7 orang mengatakan belum mengerti
tentang bagaimana menjaga kebersihan saat menstruasi seperti: berapa kali
harus mengganti pembalut dan tampon dalam sehari serta bagaimana cara
memasang pembalut yang benar.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, maka rumusan
masalah pada karya tulis ilmiah ini yaitu bagaimana gambaran tingkat pengetahuan
remaja putri usia 10-19 tahun tentang kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi di
dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2006?
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
7
1.4 Pertanyaan Penelitian
Adapun pertanyaan dalam penelitian ini adalah :
1. Bagaimanakah gambaran tingkat pendidikan remaja putri di dusun Serbajadi
Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2006?
2. Bagaimanakah gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang kebersihan
alat kelamin pada saat menstruasi di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung
Selatan tahun 2006?
1.5 Tujuan Penelitian
1.5.1 Tujuan umum
Untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang
kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi di dusun Serbajadi Kecamatan Natar
Lampung Selatan tahun 2006.
1.5.2 Tujuan khusus
1. Untuk dapat mengidentifikasikan tingkat pendidikan remaja putri di dusun
Serbajadi Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2006.
2. Untuk dapat mengidentifikasikan tingkat pengetahuan remaja putri tentang
kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi di dusun Serbajadi Kecamatan Natar
Lampung Selatan tahun 2006.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
8
1.6 Manfaat Penelitian
1.6.1 Bagi remaja putri
Untuk memberikan informasi tentang menstruasi khususnya bagaimana menjaga
kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi kepada remaja putri.
1.6.2 Bagi masyarakat
Manfaat penelitian bagi masyarakat, yaitu untuk memberikan informasi tentang
bagaimana menjaga kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi, sehingga
masyarakat khususnya orang tua yang memiliki remaja putri bisa memberikan
masukan mengenai kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi.
1.6.3 Bagi Pihak Institusi Pendidikan
Sebagai sumber bacaan di perpustakaan AKBID Wira Buana Metro
1.6.4 Bagi peneliti
Sebagai penerapan mata kuliah metodologi penelitian dan menambah
pengalaman dalam penulisan karya tulis ilmiah, serta sebagai masukan pengetahuan
tentang kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi.
1.6.5 Bagi peneliti lainnya
Dapat menjadi bahan pertimbangan untuk melakukan penelitian-penelitian
lebih lanjut dengan variabel yang belum diteliti.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
9
1.7 Ruang Lingkup Penelitian
Jenis Penelitian : deskriptif
Subjek : remaja putri dengan usia 10-19 tahun
Objek : pengetahuan remaja putri tentang kebersihan alat
kelamin pada saat menstruasi
Lokasi penelitian : dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung Selatan
Waktu : Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 s.d 29 Juni
tahun 2006
Alasan : di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung
Selatan banyak terdapat remaja putri yang berusia 10-
19 tahun, sedangkan dari hasil pra survei didapatkan
bahwa dari 10 responden 7 orang mengatakan belum
mengerti tentang bagaimana menjaga kebersihan alat
kelamin pada saat menstruasi seperti berapa kali
harus mengganti pembalut dalam sehari serta
bagaimana cara memasang pembalut yang benar.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
10
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Remaja
Dalam kamus Pintar Bahasa Indonesia Ahmad & Santoso (1996) remaja
merupakan usia muda atau mulai dewasa. Sedangkan dalam situs www.bkkbn.go.id
(2005) dijelaskan bahwa remaja didefinisikan sebagai masa peralihan dari masa kanak-
kanak ke masa dewasa. Batasan usia remaja berbeda-beda sesuai dengan sosial budaya
setempat. Menurut WHO (badan PBB untuk kesehatan dunia) batasan usia remaja adalah
12 sampai 24 tahun. Sedangkan dari segi program pelayanan, definisi remaja yang
digunakan oleh Departemen Kesehatan adalah mereka yang berusia 10 sampai 19 tahun
dan belum kawin. Sementara itu, menurut BKKBN (Direktorat Remaja dan Perlindungan
Hak Reproduksi) batasan usia remaja adalah 10 sampai 21 tahun (www.bkkbn.go.id.2005)
Ciri remaja pada anak wanita biasanya ditandai dengan tubuh mengalami
perubahan dari waktu ke waktu sejak lahir. Perubahan yang cukup menyolok terjadi
ketika remaja baik perempuan dan laki-laki memasuki usia antara 9 sampai 15 tahun,
pada saat itu mereka tidak hanya tubuh menjadi lebih tinggi dan lebih besar saja,
tetapi terjadi juga perubahan-perubahan di dalam tubuh yang memungkinkan untuk
bereproduksi atau berketurunan. Perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa
dewasa atau sering dikenal dengan istilah masa pubertas ditandai dengan datangnya
menstruasi (pada perempuan) atau mimpi basah (pada laki-laki). Datangnya
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
11
menstruasi dan mimpi basah pertama tidak sama pada setiap orang. Banyak faktor
yang menyebabkan perbedaan tersebut, salah satunya adalah karena gizi. Saat ini ada
seorang anak perempuan yang mendapatkan menstrusi pertama ( menarche) di usia 8-
9 tahun. Namun pada umumnya adalah sekitar 12 tahun. Pada remaja juga terjadi
perubahan-perubahan emosi, pikiran, lingkungan pergaulan dan tanggung jawab yang
dihadapi. Pada masa ini remaja akan mulai tertarik pada lawan jenis. Remaja
perempuan akan berusaha untuk kelihatan atraktif dan remaja laki-laki ingin terlihat
sifat kelaki-lakiannya. Beberapa perubahan mental lain yang juga terjadi adalah
berkurangnya kepercayaan diri (malu, sedih, khawatir dan bingung). Remaja juga
merasa canggung terhadap lawan jenis. Remaja akan lebih senang pergi bersama-
sama dengan temannya daripada tinggal di rumah dan cenderung tidak menurut pada
orang tua, cari perhatian dan bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu. Hal ini akan
membuat mereka lebih mudah terpengaruh oleh temannya. Remaja perempuan,
sebelum menstrusai akan menjadi sangat sensitif, emosional, dan khawatir tanpa
alasan yang jelas (www.bkkbn.go.id.2005).
2.2 Menstruasi
2.2.2 Pengertian menstruasi
Haid atau menstruasi adalah perdarahan secara periodik dan siklik dari uterus,
disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (Wiknjosastro, dkk. 1999). Ada juga
yang mengemukakan bahwa Menarche (haid) merupakan puncak dari serangkaian
perubahan yang terjadi pada seorang gadis sedang menginjak dewasa. Perubahan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
12
timbul karena serangkaian interaksi antara beberapa kelenjar di dalam tubuh. Pusat
pengendali yang utama adalah bagian otak, disebut hypothalamus, yang bekerjasama
dengan kelenjar bawah otak mengendalikan urutan-urutan rangkaian perubahan itu
(Llewellyn-jones 1997).
Menstruasi atau haid mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan
sel-sel tubuh dari alat kelamin yang berasal dari dinding rahim wanita. Menstruasi
dimulai saat pubertas dan menandai kemampuan seorang wanita untuk mengandung
anak, walaupun mungkin faktor-faktor kesehatan lain dapat membatasi kapasitas ini
Menstruasi merupakan bagian dari proses reguler yang mempersiapkan tubuh
wanita setiap bulannya untuk kehamilan. Daur ini melibatkan beberapa tahap yang
dikendalikan oleh interaksi hormon yang dikeluarkan oleh hipotalamus, kelenjar di
bawah otak depan, dan indung telur. Pada permulaan daur, lapisan sel rahim mulai
berkembang dan menebal. Lapisan ini berperan sebagai penyokong bagi janin yang
sedang tumbuh bila wanita tersebut hamil. Hormon memberi sinyal pada telur di
dalam indung telur untuk mulai berkembang. Tak lama kemudian, sebuah telur
dilepaskan dari indung telur wanita dan mulai bergerak menuju tuba Falopii terus ke
rahim. Bila telur tidak dibuahi oleh sperma pada saat berhubungan intim (atau saat
inseminasi buatan), lapisan rahim akan berpisah dari dinding uterus dan mulai luruh
serta akan dikeluarkan melalui alat kelamin. Periode pengeluaran darah, dikenal
sebagai periode menstruasi, berlangsung selama tiga hingga tujuh hari. Bila seorang
wanita menjadi hamil, menstruasi bulanannya akan berhenti. Oleh karena itu,
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
13
menghilangnya menstruasi bulanan merupakan tanda (walaupun tidak selalu) bahwa
seorang wanita sedang hamil. (www.situs.kesrepro.info/krr/materi/menstruasi, 2006).
2.2.3 Siklus menstruasi
Panjang siklus menstruasi adalah jarak antara tanggal mulainya haid yang lalu
dan mulainya haid berikutnya hari dimulainya perdarahan dinamakan hari pertama
siklus. Karena jam mulainya haid tidak diperhitungkan dan tepatnya waktu keluar
haid dari ostium uteri eksternum tidak dapat diketahui, maka panjang siklus
mengandung kesalahan 1 hari. Panjang sikluas haid yang normal atau atau dianggap
sebagai siklus haid yang klasik ialah 28 hari, tetapi variasinya cukup luas, bukan saja
antara beberapa wanita tetapi juga pada wanita yang sama. Juga pada kakak beradik
bahkan saudara kembar, siklusnya tidak terlalu sama. Panjang siklus haid dipengaruhi
oleh usia seseorang. Rata-rata panjang siklus haid pada gadis usia 12 tahun ialah 25,1
hari, pada wanita usia 43 tahun 27,1 hari dan pada wanita usia 55 tahun 51,9 hari
(Wiknjosastro, 1999).
Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung pada
berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif
terhadap tinggi tubuh. Menstruasi berlangsung kira-kira sekali sebulan sampai wanita
mencapai usia 45 - 50 tahun, sekali lagi tergantung pada kesehatan dan pengaruh-
pengaruh lainnya. Akhir dari kemampuan wanita untuk bermenstruasi disebut
menopause dan menandai akhir dari masa-masa kehamilan seorang wanita. Panjang
rata-rata daur menstruasi adalah 28 hari, namun berkisar antara 21 hingga 40 hari.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
14
Panjang daur dapat bervariasi pada satu wanita selama saat-saat yang berbeda dalam
hidupnya, dan bahkan dari bulan ke bulan tergantung pada berbagai hal, termasuk
kesehatan fisik, emosi, dan nutrisi wanita tersebut (www.situs.kesrepro.info/krr
/materi/menstruasi.htm, 2006).
Gambar 2.1. Ilustrasikan fase luteal dari siklus, di mana sejak hari ke-4 sesudah
Puncak (hari terakhir rasa licin pada vulva) cervix tertutup dengan
gumpalan lendir kental yang mencegah sel-sel sperma untuk
memasuki rongga rahim.
Umumnya siklus menstruasi terjadi secara periodik setiap 28 hari (ada pula
setiap 21 hari dan 30 hari) yaitu sebagai berikut: Pada hari 1 sampai hari ke-14 terjadi
pertumbuhan dan perkembangan folikel primer yang dirangsang oleh hormon follicle
stimulating hormone (FSH). Pada seat tersebut sel oosit primer akan membelah dan
menghasilkan ovum yang haploid. Saat folikel berkembang menjadi folikel Graaf
yang masak, folikel ini juga menghasilkan hormon estrogen yang merangsang
keluarnya luteinizing hormone (LH) dari hipofisis. Estrogen yang keluar berfungsi
merangsang perbaikan dinding uterus yaitu endometrium yang habis terkelupas
waktu menstruasi, selain itu estrogen menghambat pembentukan FSH (follicle
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
15
stimulating hormone) dan memerintahkan hipofisis menghasilkan LH (luteinizing
hormone) yang berfungsi merangsang folikel Graaf yang masak untuk mengadakan
ovulasi yang terjadi pada hari ke-14, waktu di sekitar terjadinya ovulasi disebut fase estrus.
Selain itu, LH (luteinizing hormone) merangsang folikel yang telah kosong untuk
berubah menjadi badan kuning (Corpus Luteum). Badan kuning menghasilkan hormon
progesteron yang berfungsi mempertebal lapisan endometrium yang kaya dengan
pembuluh darah untuk mempersiapkan datangnya embrio. Periode ini disebut fase
luteal, selain itu progesteron juga berfungsi menghambat pembentukan FSH (follicle
stimulating hormone) dan LH (luteinizing hormone), akibatnya korpus luteum
mengecil dan menghilang, pembentukan progesteron berhenti sehingga pemberian
nutrisi kepada endometrium terhenti, endometrium menjadi mengering dan selanjutnya
akan terkelupas dan terjadilah perdarahan (menstruasi) pada hari ke-28. Fase ini disebut
fase perdarahan atau fase menstruasi. Oleh karena tidak ada progesteron, maka FSH
(follicle stimulating hormone) mulai terbentuk lagi dan terjadilan proses oogenesis kembali.
Gambar 2.2 Siklus Haid
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
16
Siklus dan lamanya menstruasi bisa diketahui dengan membuat catatan pada
kalender, yaitu dengan memberi tanda pada siklus setiap bulannya. Setelah beberapa
bulan, bisa diketahui pola siklus dan hal ini akan membantu dalam memperkirakan
siklus yang akan datang. (www.medicastore.com/fertitest/isi.php?isi=faq, 2006)
2.2.4 Gangguan Menstruasi
Dalam kondisi normal, menstruasi tidak menyebabkan gangguan yang cukup
berarti. Namun pada sebagian wanita, menstruasi terkadang dapat mengganggu
aktivitas sehari-hari, bahkan menjadi sangat menyiksa karena rasa sakit yang luar
biasa (dymenorrhoea). Terlambat haid atau menstruasi yang tidak teratur juga patut
diwaspadai karena itu berarti telah terjadi abnormalitas pada siklus menstruasi.
Rasa nyeri yang timbul selama menstruasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor di
antaranya faktor ketidakseimbangan hormon, yaitu terjadinya peningkatan sekresi
hormon prostaglandin yang dapat menyebabkan kontraksi uterus yang berlebihan.
Menstruasi yang tidak teratur dapat disebabkan karena adanya gangguan hormon
ataupun faktor psikis, seperti stress, depresi, dan lain-lain yang dapat mempengaruhi
kerja hormon.
Gejala-gejala dari gangguan menstruasi dapat berupa payudara yang melunak,
puting susu yang nyeri, bengkak, dan mudah tersinggung. Beberapa wanita
mengalami gangguan yang cukup berat seperti keram yang disebabkan oleh kontraksi
otot-otot halus rahim, sakit kepala, sakit pada bagian tengah perut, gelisah, letih,
hidung tersumbat, dan ingin menangis. Dalam bentuk yang paling berat, sering
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
17
melibatkan depresi dan kemarahan, kondisi ini dikenal sebagai gejala datang bulan
atau pramenstruasi, dan mungkin membutuhkan penanganan medis (http://situs.
kesrepro.info/krr/materi/menstruasi.htm)
Gangguan dan kelainan menstruasi sendiri ada bermacam- macam. Antara lain:
1. Nyeri haid (dismenerrohoe)
Pada saat menstruasi, cewek kadang mengalami nyeri. Sifat dan derajat rasa nyeri
ini bervariasi. Mulai dari yang ringan sampai yang berat. Untuk yang berat, lazim
disebut dismenorrhoe. Keadaan nyeri yang hebat itu dapat mengganggu aktivitas
sehari-hari.
Nyeri haid ada dua macam:
a. Nyeri haid primer, timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan
berjalannya waktu. Tepatnya saat lebih stabilnya hormon tubuh atau
perubahan posisi rahim setelah menikah dan melahirkan. Nyeri haid ini
normal, namun dapat berlebihan bila dipengaruhi oleh faktor psikis dan fisik,
seperti stress, shock, penyempitan pembuluh darah, penyakit yang menahun,
kurang darah, dan kondisi tubuh yang menurun. Gejala ini tidak
membahayakan kesehatan.
b. Nyeri haid sekunder, biasanya baru muncul kemudian, yaitu jika ada penyakit
atau kelainan yang menetap seperti infeksi rahim, kista/polip, tumor sekitar
kandungan, kelainan kedudukan rahim yang dapat mengganggu organ dan
jaringan di sekitarnya.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
18
2. Amenorrhoe atau tidak mendapatkan haid
Ada beberapa hal yang dapat menjadi penyebabnya:
a. Hymen imperforata, yaitu selaput dara tidak berlubang. Sehingga darah
menstruasi terhambat untuk keluar. Biasanya keadaan ini diketahui bila
wanita sudah waktunya menstruasi tetapi belum mendapatkannya. Dia
mengeluh sakit perut setiap bulan. Untuk mengatasi hal ini biasanya dioperasi
untuk melubangi selaput daranya.
b. Menstruasi anovulatoire, yaitu rangsangan hormon-hormon yang tidak
mencukupi untuk membentuk lapisan dinding rahim, hingga tidak terjadi haid
atau hanya sedikit. Kurangnya rangsangan hormon ini menyebabkan
endometrium tidak terbentuk dan keadaan ini menyebabkan wanita tidak
mengalami masa subur karena sel telur tidak terbentuk. Pengobatannya
dengan terapi hormon.
c. Amenorrhoea sekunder, biasanya penderita sudah pernah menstruasi
sebelumnya. Hal ini diakibatkan oleh berbagai keadaan seperti hipotensi,
anemia, infeksi, kelemahan kondisi tubuh secara umum. Selain itu, bisa juga
disebabkan oleh stress psikologis. Apabila terjadi kondisi ini sebaiknya
memeriksakan diri ke dokter.
2.3 Kebersihan Vagina (Alat kelamin wanita)
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995) disebutkan bahwa bersih berarti
bebas dari kotoran. Sedangkan kata kebersihan yaitu keadaan yang menurut
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
19
kepercayaan, keyakinan, akal atau pengetahuan manusia dianggap tidak mengandung
noda atau kotoran.
Kebiasaan menjaga kebersihan, termasuk kebersihan organ-organ seksual atau
reproduksi, merupakan awal dari usaha menjaga kesehatan kita. Adapun caranya
adalah sebagai berikut: setiap kali mandi dan sehabis buang air kecil atau besar,
bersihkan alat kelamin dengan membasuh bagian luarnya secara hati-hati dengan air
bersih dan sabun yang lembut. Jika kita alergi dengan sabun yang lembut, bisa juga
cukup basuh dengan air hangat. Cara membasuh yang benar adalah dari arah depan
ke belakang, jangan sebaliknya. Hal ini akan mencegah masuknya kuman-kuman
penyakit.
- Gunakan air bersih, lebih baik lagi air hangat. Setelah itu keringkan dengan baik.
- Rajin-rajinlah mengganti pakaian dalam/panty liners (pembalut tipis sekali pakai)
jika sudah terasa lembab yang berlebihan.
- Hati-hati menggunakan deodoran, sabun antiseptik yang keras, atau cairan
pewangi (parfum) untuk menghilangkan bau di daerah alat kelamin karena bisa
berbahaya untuk kesehatan.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
20
Gambar 2.3 Sistem reproduksi wanita
Keterangan gambar:
1. Mons veneris. Sebuah bantalan lemak yang terletak di depan simfisis pubis.
Daerah ini ditutupi bulu pada masa pubertas.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
21
2. Labia mayora (bibir besar). Adalah dua lipatan tebal yang membentuk sisi vulva,
terdiri atas kulit dan lemak. Labia mayora ini panjangnya kira-kira 7,5 cm.
3. Labia minora (bibir kecil). Adalah dua lipatan kecil dari kulit di antara bagian
atas labia mayora. Labia mengandung jaringan erektil. Kedua labia ini
mempunyai pembuluh darah, sehingga dapat menjadi besar saat seks keinginan
bertambah.
4. Klitoris. Sebuah jaringan ikat erektil kecil kira-kira sebesar kacang hijau dimana
dapat mengeras dan tegang yang mengandung urat saraf
5. Vestibulum. Merupakan organ yang berada di antara bibir kecil (labia mayora)
muka belakang dibatasi oleh klitoris dan perineum dalam vetibulum terdapat
muara-muara dari: Liang senggama (introitus alat kelamin), Uretra, Kelenjar
bartholini, Kelenjar skene kiri dan kanan, Himen (selaput dara).
6. Perineum. Terletak di antara vulva dan anus, panjangnya lebih kurang 4 cm.
7. Vagina (liang kemaluan). Vagina merupakan jalan masuk yang berotot, terletak
antara kandung kemih dan dubur.
8. Serviks. Adalah leher atau bagian bawah rahim
9. Ostium. Merupakan lubang kecil lewat leher rahim dan merupakan jalan masuk
ke dalam.
10. Uterus. Merupakan organ berongga, berotot dan berbentuk tombak.
11. Ovarium. Memproduksi sel-sel seks perempuan (sel telur atau ovum) dan juga
hormon seks wanita. Satu kali dalam satu bulan, sel telur dilepas dalam ujung
tuba fallopi yang berbentuk corong.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
22
2.3.2 Kebersihan alat reproduksi (alat kelamin) pada saat menstruasi
Pada saat menstruasi, pembuluh darah dalam rahim sangat mudah terkena
infeksi. Oleh karena itu kebersihan alat reproduksi remaja harus lebih dijaga karena
kuman mudah sekali masuk dan dapat menimbulkan penyakit pada saluran
reproduksi.
Untuk menjaga kebersihan saat menstruasi gantilah pembalut secara teratur 4-5
kali sehari atau setelah buang air kecil dan mandi untuk menghindari pertumbuhan
bakteri. Sebaiknya pilih pembalut yang berbahan lembut, dapat menyerap dengan
baik, tidak mengandung bahan yang membuat alergi (misalnya parfum atau gel), dan
merekat dengan baik pada pakaian dalam.
Pembalut biasanya memiliki 3 ukuran: panty liner, regular dan super. Gunakan
ukuran yang lebih besar jika menstruasi masih banyak atau saat tidur di malam hari.
Pembalut mudah dipakai karena hanya dengan melekatkan pada celana dalam.
Perekat di bawah pembalut akan menjaga pembalut tetap di tempatnya. Beberapa
pembalut memiliki sayap di kedua sisinya untuk mencegah darah merembes ke
celana dalam.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
23
Gambar 2.3 Jenis-jenis pembalut
Selain harus sering ganti pembalut secara teratur, kita juga perlu memilih
pakaian dalam yang baik. Pakaian dalam yang baik adalah yang berbahan alami
(katun) karena dapat menyerap keringat. Bahan sintetis seperti nilon akan membuat
kita kegerahan dan membuat alat kelamin menjadi lembab sehingga bakteri dan jamur
mudah berkembang biak. Ukuran celana dalam juga perlu jadi pertimbangan. Jangan
pilih celana dalam yang terlalu ketat atau terlalu longgar.
2.4 Definisi Pengetahuan
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002) Pengetahuan (knowledge) adalah
merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan pengindraan terhadap
suatu obyek tertentu. Pengindraan terjadi melalui panca indra manusia yakni : indra
penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk
terbentuknya tindakan seseorang (over behavior).
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
24
Suatu perbuatan yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada
perbuatan yang tidak didasari oleh pengetahuan, dan orang yang mengadopsi
perbuatan dalam diri seseorang tersebut akan terjadi proses sebagai berikut :
1) Kesadaran (Awareness) dimana orang tersebut menyadari dalam arti mengetahui
terlebih dahulu terhadap obyek (stimulus).
2) Merasa tertarik (Interest) terhadap stimulus atau obyek tertentu. Disini sikap
subyek sudah mulai timbul.
3) Menimbang-nimbang (evaluation) terhadap baik dan tidaknya terhadap stimulus
tersebut bagi dirinya. Hal ini berarti sikap responden sudah tidak baik lagi.
4) Trial, dimana subyek mulai melakukan sesuatu sesuai dengan apa yang
dikehendaki oleh stimulus.
5) Adopsi (adoption), dimana subyek telah berprilaku baru sesuai dengan
pengetahuan, kesadaran dan sikapnya terhadap stimulus.
2.5 Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat,
yaitu:
2.5.2 Tahu (Know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari
sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali
(recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
25
rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, tahu ini adalah merupakan tingkat
pengetahuan yang paling rendah.
2.5.3 Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar
tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasi materi tersebut secara
benar.
2.5.3.1 Aplikasi (Application)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah
dipelajari pada situasi atau kondisi rill (sebenarnya). Aplikasi di sini dapat diartikan
aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, adanya prinsip terhadap
obyek yang dipelajari.
2.5.3.2 Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau obyek ke
dalam komponen-komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi tersebut,
dan masih ada kaitannya satu sama lainnya.
2.5.3.3 Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjukan kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dalam
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
26
kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari
formulasi-formulasi yang ada.
2.5.3.4 Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan suatu justifikasi atau
penilaian terhadap suatu materi atau objek.
Penilaian-penilaian ini berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau
menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada (Notoatmodjo, 1997)
2.6 Definisi Pendidikan
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2000) disebutkan, pendidikan
merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang
dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Menurut John Dewey (2000) pendidikan adalah suatu proses untuk memperoleh
kemampuan untuk kebiasaan berfikir sebagai suatu kegiatan yang intelligent atau
yang ilmiah dalam memecahkan berbagai masalah di dalam kegiatan.
Pendidikan ilmiah adalah pendidikan formal yang terakhir yang ditamatkan dan
mempunyai ijazah dengan klasifikasi tamat pendidikan dasar (SD dan SMP)
pendidikan Menengah (SMA) dan pendidikan tinggi (D3, S1 dan S2) diukur dengan
cara dikelompokkan dan dipresentasikan dalam masing-masing klasifikasi (Depkes
RI, 1995).
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
27
BAB III
KERANGKA TEORI, KERANGKA KONSEP, DEFINISI OPERASIONAL
3.1. Kerangka Teori
Dalam penelitian ini yang dijadikan kerangka teori adalah teori perilaku
kesehatan menurut Lawrence Green, selanjutnya perilaku kesehatan ditentukan oleh
tiga faktor, yaitu: faktor predisposisi (predisposing factor), terwujud dalam
pengetahuan, sikap, kepercayaan, keyakinan, dan nilai-nilai. Faktor pendukung
(enabling factor) terwujud dalam lingkungan fisik tersedia atau tidaknya fasilitas atau
sarana kesehatan. Faktor pendorong (re-enforcing factor) yang terwujud dalam sikap
dan perilaku kesehatan petugas kesehatan.
Untuk lebih jelas di bawah ini digambarkan bagan kerangka teori sebagai
berikut:
Gambar 3.1 Bagan Kerangka Teori Penelitian
Perilaku kesehatan
Faktor predisposisi:
- Pengetahuan
- Sikap
- Kepercayaan
Faktor pendukung:
- Lingkungan fisik
- Fasilitas kesehatan
- Sarana kesehatan
Faktor pendorong:
- Sikap petugas kesehatan
- Perilaku petugas kesehatan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
28
3.2 Kerangka Konsep
Kerangka konsep penelitian adalah kerangka hubungan antara konsep-konsep
yang ingin diamati atau diukur melalui penelitian-penelitian yang akan dilakukan
(Notoatmodjo, 2002).
Agar konsep dapat diamati dan diukur, maka konsep dijabarkan ke dalam
variabel. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel tunggal, yaitu pengetahuan
remaja putri terhadap kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi.
Jika digambarkan dalam kerangka konsep adalah sebagai berikut :
Gambar 3.2 Kerangka Konsep Penelitian
3.3 Devinisi Operasional Variabel
Definisi operasional sangat dibutuhkan untuk membatasi ruang atau pengertian
variabel-variabel penelitian dan akan memudahkan untuk mengukurnya. Definisi
operasional variabel adalah rumusan pengertian variabel-variabel yang diamati,
diteliti dan diberi batasan (Notoatmodjo, 2002 : 70)
Pengetahuan tentang kebersihan
alat kelamin pada saat menstruasi
Remaja Putri
Tingkat pendidikan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
29
Tabel 3.1. Definisi Operasional Variabel
No Variabel Definisi Operasional
Cara
Ukur
Alat Ukur Hasil Ukur Skala
1. -Remaja putri Wanita dengan usia
10-19 tahun
2 Pengetahuan
kebersihan
alat kelamin
pada saat
menstruasi
Memahami dan
aplikasi dalam
melakukan kegiatan
dengan tujuan untuk
memelihara dan
mempertinggi derajat
kesehatan pada saat
pengeluaran darah
secara periodik dan
sel-sel tubuh dari alat
kelamin yang berasal
dari dinding rahim
wanita
Angket Kuesioner Baik
Cukup
Kurang
Tidak
baik
76-100%
56-75%
40-55%
<40%
Ordinal
3 Pendidikan Pendidikan formal
yang terakhir yang
ditamatkan dan
mempunyai ijazah
Angket Kuesioner - SD
- SMP
- SMA
- Perguruan tinggi
Ordinal
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
30
BAB III
KERANGKA BAB IV
METODE PENELITIAN
4.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode
penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau
deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif (Notoatmodjo, 2002: 138). Teknik
penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan presentase, yang mana data
kualitatif yang ada dikuantifikasikan, diangkakan sekedar untuk mempermudah
penggabuangan data variabel, kemudian sesudah terdapat hasil akhir lalu
dikualifikasikan kembali.
4.2 Lokasi Penelitian
Penelitian dilaksanakan di di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung
Selatan tahun 2006.
4.3 Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan pada tanggal 22 sampai dengan 29 Juni
tahun 2006.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
31
4.4 Populasi dan Sampel
4.4.1 Populasi
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto, 2002: 108). Populasi
adalah keseluruhan objek penelitian atau objek yang diteliti (Notoatmodjo, 2002: 79).
Berdasarkan pendapat di atas maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini
adalah remaja putri usia 10-19 tahun di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung
Selatan tahun 2006 yang berjumlah 279 orang.
4.4.2 Sampel
Menurut Arikunto (2002: 109) Sampel adalah sebagian atau wakil
populasi yang diteliti. Selanjutnya Notoatmodjo, (2002 : 79) Sampel adalah
sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili
seluruh populasi.
Apabila subjek penelitian kurang dari seratus, lebih baik sampel diambil semua
sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi dan jika jumlah subjeknya
besar dapat diambil 10-15% atau 20-25% atau lebih, tergantung setidak-tidaknya dari:
a. Kemampuan peneliti (waktu, tenaga, dana).
b. Sempit luasnya wilayah peneliti
c. Besar kecilnya resiko yang ditanggung peneliti.
(Arikunto, 1998 : 20).
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
32
Dari pendapat di atas maka besar sampel yang menjadi subjek dalam penelitian
adalah sebesar 25% dari jumlah populasi yang ada yaitu orang 69 279
100
25
x .
Sedangkan untuk teknik pengambilan sampel digunakan teknik random sampling.
4.5 Instrumen Penelitian
Untuk dapat mengukur variabel penelitian ini, penulis menggunakan instrumen
untuk mengumpulkan data. Hal ini sesuai dengan pendapat Notoatmodjo (2002: 48)
bahwa yang dimaksud dengan instrumen adalah Alat-alat yang digunakan untuk
mengumpulkan data, instrumen ini dapat berupa question (pertanyaan), formulir,
observasi, formulir-formulir lain yang berkaitan dengan penataan data dan lain-lain.
Cara ukur yang digunakan adalah angket yang berisi kuesioner, terdiri dari 15
pertanyaan, masing-masing terdiri dari 4 alternatif jawaban a, b, c dan d. Jika jawaban
benar mendapat nilai 1, jika salah mendapat nilai 0 dan jika jawaban benar semua
mendapat nilai 15.
4.6 Pengolahan Data
Setelah data terkumpul melalui angket atau kuesioner, maka dilakukan
pengolahan data yang melalui berupa tahapan sebagai berikut:
4.6.1 Seleksi data (Editing)
Dimana penulis akan melakukan penelitian terhadap data yang diperoleh dan
diteliti apakah terdapat kekeliruan atau tidak dalam penelitian.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
33
4.6.2 Pemberian kode (Coding)
Setelah dilakukan editing, selanjutnya penulis memberikan kode tertentu pada
tiap-tiap data sehingga memudahkan dalam melakukan analisis data.
4.6.3 Pengelompokkan data (Tabulating)
Pada tahap ini, jawaban-jawaban responden yang sama dikelompokkan dengan
teliti dan teratur lalu dihitung dan dijumlahkan, kemudian dituliskan dalam bentuk
tabel-tabel.
4.7 Analisa Data
Teknik analisa data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah analisa
univariat yaitu untuk mengetahui distribusi frekuensi dari sub variabel yang diteliti
sehingga dapat diketahui gambaran dari setiap sub variabel. Untuk menghitung
sebaran persentase dari frekuensi digunakan rumus sebagai berikut:
% 100 x
N
f
P
Keterangan :
P : Persentase
f : frekuensi
N : Jumlah subjek
100 : Bilangan Tetap (Burhan Bungin, 2001).
Untuk penentuan kategori penelitian dinilai menurut Arikunto (1998 : 246)
sebagai berikut :
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
34
1. 76-100%, jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori
baik.
2. 56-75%, jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori
cukup.
3. 40-55%, jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk kategori
kurang baik
4. Kurang dari 40%, jika pertanyaan yang dijawab benar oleh responden termasuk
kategori tidak baik.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
35
BAB V
HASIL PENELITIAN
5.1 Gambaran Umum Wilayah Penelitian
5.1.1 Keadaan geografis
5.1.1.1 Luas dan batas wilayah
Dusun Serbajadi terletak di Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan
dengan luas wilayah 500 ha. Adapun batas-batas wilayah dusun Serbajadi adalah
sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan kecamatan Natar Lampung Selatan
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan wilayah Haji Mena Bandar Lampung
3. Sebelah Timur berbatasan dengan PTP X Lampung Selatan
4. Sebelah barat berbatasan dengan desa Sukabanjar Lampung Selatan
5.1.1.2 Orbitasi
Jarak dusun Serbajadi ke ibu kota Kecamatan adalah 4 km, jarak ke Ibukota
Kabupaten lebih kurang 80 km, dan ke ibukota Propinsi lebih kurang 15 km.
5.1.2 Keadaan demografi
Jumlah penduduk di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung Selatan
adalah 2.697 jiwa yang terdiri dari 1.281 laki-laki dan 1.416 perempuan dengan 803
KK.
5.1.3 Sarana dan prasarana kesehatan
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
36
Sarana kesehatan yang ada di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung
Selatan meliputi 4 orang dukun terlatih dan 2 orang bidan. Sedangkan prasarana
yang ada yaitu 3 unit gedung Posyandu dan 1 unit motor dinas.
5.2 Hasil Penelitian
5.2.1 Gambaran Tingkat Pendidikan Remaja Putri di dusun Serbajadi
Kecamatan Natar Lampung Selatan
Setelah dilakukan pengumpulan data dari 69 sampel yang ada maka didapatkan
data mengenai tingkat pendidikan remaja putri di dusun Serbajadi Kecamatan Natar
sebagaimana terlihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5.1 Distribusi Frekuensi tingkat pendidikan remaja putri di dusun Serbajadi
Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2006
No Pendidikan Jumlah
Persentase
(%)
1
2
3
4
SD
SMP
SMA/sederajat
Perguruan Tinggi
0
15
50
4
0,00
21,74
72,46
5,80
Jumlah 69 100,00
Tabel di atas menunjukkan bahwa dari 69 responden, tidak ada yang
berpendidikan Sekolah Dasar (SD). Untuk yang berpendidikan Sekolah Menengah
Pertama (SMP) berjumlah 15 orang (21,74%), Sekolah Menengah Atas (SMA) 50
orang (72,46%), sedangkan untuk perguruan tinggi ada 4 orang (5,80%). Hal ini
menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan Sekolah Menengah
Atas (SMA).
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
37
5.2.2 Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kebersihan Alat
kelamin pada saat Menstruasi
Setelah kuesioner yang terdiri dari 15 item pertanyaan disebarkan kepada
responden yang berjumlah 69 remaja putri dengan usia 10-19 tahun, maka didapatkan
hasil jawaban pada masing-masing item pertanyaan. Seluruh jawaban tersebut
kemudian dikumpulkan dan diolah, sehingga didapat data yang disajikan dalam
bentuk tabel distribusi (lampiran 1) dan frekuensi yang menggambarkan tingkat
pengetahuan remaja putri tentang kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi di
dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2006.
Adapun hasil penelitian dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel 5.2 Distribusi Frekuensi tingkat pengetahuan remaja putri tentang kebersihan
alat kelamin pada saat menstruasi di dusun Serbajadi Kecamatan Natar
Lampung Selatan tahun 2006
No Kategori Jumlah Persentase (%)
1
2
3
4
Baik
Cukup
Kurang
Kurang sekali
36
30
2
1
52,17
43,48
2,90
1,45
Jumlah 69 100
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa dari keseluruhan responden yang
berjumlah 69 orang, yang memiliki pengetahuan baik tentang kebersihan alat kelamin
pada saat menstruasi sebanyak 36 orang (52,17%), cukup sebanyak 30 orang
(43,48%), kurang sebanyak 2 orang (2,90%), dan yang berpengetahuan kurang sekali
1 orang (1,45%). Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
38
pengetahuan dalam kategori baik tentang kebersihan alat kelamin pada saat
menstruasi (tabel skor terdapat pada lampiran 3). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada
diagram di bawah ini:
Gambar 5.1 Diagram distribusi frekuensi gambaran tingkat pengetahuan remaja putri
tentang kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi di dusun Serbajadi
Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2006.
36 (52,17%)
30 (43,48%)
2 (2,90%)
1 (1,45%)
Baik Cukup Kurang Kurang sekali
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
39
BAB VI
PEMBAHASAN
6.1 Gambaran Tingkat Pendidikan Remaja Putri di dusun Serbajadi
Kecamatan Natar Lampung Selatan tahun 2006
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2000) disebutkan, pendidikan
merupakan proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang
dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.
Menurut John Dewey (2000) pendidikan adalah suatu proses untuk memperoleh
kemampuan untuk kebiasaan berfikir sebagai suatu kegiatan yang intelligent atau
yang ilmiah dalam memecahkan berbagai masalah di dalam kegiatan.
Dari hasil pengumpulan data yang dilakukan di dusun Serbajadi Kecamatan
Natar Lampung Selatan tahun 2006 didapatkan bahwa dari 69 responden, tidak ada
yang berpendidikan Sekolah Dasar (SD). Untuk yang berpendidikan Sekolah
Menengah Pertama (SMP) berjumlah 15 orang (21,74%), Sekolah Menengah Atas
(SMA) 50 orang (72,46%), sedangkan untuk perguruan tinggi ada 4 orang (5,80%).
Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar responden berpendidikan Sekolah
Menengah Atas (SMA).
Banyaknya remaja putri yang berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA)
sangat berperan dalam mencapai tingkat pengetahuan yang lebih tinggi mengenai
kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi, karena usia Sekolah Menengah Atas
(SMA) merupakan usia dimana remaja tersebut sebagian besar sudah pernah
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
40
mengalami menstruasi, sehingga secara tidak langsung remaja yang berpendidikan
sekolah menengah atas sudah memiliki pengalaman tentang menstruasi. Hal ini
disebutkan dalam www.bkkbn.go.id.2005 bahwa ciri remaja pada anak wanita
biasanya ditandai dengan tubuh mengalami perubahan dari waktu ke waktu sejak
lahir. Perubahan yang cukup menyolok terjadi ketika remaja baik perempuan dan
laki-laki memasuki usia antara 9 sampai 15 tahun, pada saat itu mereka tidak hanya
tumbuh menjadi lebih tinggi dan lebih besar saja, tetapi terjadi juga perubahan-
perubahan di dalam tubuh yang memungkinkan untuk bereproduksi atau
berketurunan. Perubahan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa atau sering
dikenal dengan istilah masa pubertas ditandai dengan datangnya menstruasi (pada
perempuan). Menstruasi biasanya dimulai antara umur 10 dan 16 tahun, tergantung
pada berbagai faktor, termasuk kesehatan wanita, status nutrisi, dan berat tubuh relatif
terhadap tinggi tubuh.
6.2 Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kebersihan Alat kelamin
Pada Saat Menstruasi di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung
Selatan tahun 2006
Menurut Sukandarrumidi (2004) tingkatan pengetahuan manusia berbeda-beda.
Penguasaan suatu bidang ilmu/IPTEK di samping diperoleh dari pendidikan baik
formal maupun informal juga akan diperkaya dengan pengalaman. Berdasarkan atas
penguasaan ilmu manusia (pengetahuan) di dunia dikelompokkan menjadi 4 (empat):
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
41
1) Orang tahu apa yang diketahui; Jenis orang ini dalam hal suatu penguasaan
bidang ilmu dapat diandalkan, ditambah dengan pengalamannya yang
bersangkutan menjadi dapat dibanggakan.
2) Orang tahu apa yang tidak diketahui; Ciri utamanya adalah ingin belajar tentang
sesuatu, tidak pernah membuat gaduh dalam pembicaraan, bersifat mau menerima
dengan dasar argumentative dan mengedepankan rasio,
3) Orang tidak tahu apa yang diketahui; Ciri orang tersebut yaitu ketika di dalam
diskusi tidak berani memutuskan, tidak yakin dengan apa yang diketahui, selalu
berpendapat ragu-ragu, keyakinan tentang sesuatu akan timbul setelah diarahkan
oleh orang lain.
4) Orang tidak tahu apa yang tidak diketahui. Orang tersebut pura-pura tahu sekedar
untuk menutupi kelemahan dirinya, lebih mengedepankan emosi dan rasio, lebih
berorientasi pada mitos dibandingkan dengan etos kerja, pernyataannya bersifat
non argumentatif.
Dari pendapat di atas jelaslah bahwa tingkat pengetahuan remaja putri tentang
kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi juga berbeda-beda. Menstruasi atau haid
mengacu kepada pengeluaran secara periodik darah dan sel-sel tubuh dari alat
kelamin yang berasal dari dinding rahim wanita. Pada saat menstruasi, pembuluh
darah dalam rahim sangat mudah terkena infeksi yang menimbulkan rasa gatal
disekitar alat kelamin. Oleh karena itu kebersihan alat reproduksi remaja harus lebih
dijaga karena kuman mudah sekali masuk. Dalam www.kompas.com/kompas-
cetak/0307/18/muda/435978.htm disebutkan bahwa untuk menjaga kebersihan saat
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
42
menstruasi harus mengganti pembalut secara teratur 4-5 kali sehari atau setelah buang
air kecil dan mandi untuk menghindari pertumbuhan bakteri. Pembalut sebaiknya
yang berbahan lembut, dapat menyerap dengan baik, tidak mengandung bahan yang
membuat alergi (misalnya parfum atau gel), dan merekat dengan baik pada pakaian
dalam.
Pada hasil penelitian yang telah dilakukan di dusun Serbajadi Kecamatan Natar
Lampung Selatan tahun 2006 menunjukkan bahwa dari 69 responden, yang memiliki
pengetahuan dalam kategori baik tentang kebersihan alat kelamin pada saat
menstruasi sebanyak 36 orang (52,17%), cukup 30 orang (43,48%), kurang 2 orang
(2,90%), dan yang berpengetahuan kurang sekali sebanyak 1 orang (1,45%). Hal ini
menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang baik
mengenai kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi.
Pengetahuan responden tentang kebersihan pada saat menstruasi bisa
dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor predisposisi, karena faktor yang
meliputi sikap dan kepercayaan responden ini merupakan suatu hal yang sangat
menentukan dalam memilih sesuatu yang dianggap paling baik. Selain itu, faktor
pendukung seperti lingkungan fisik, fasilitas kesehatan dan sarana kesehatan juga
sangat berperan dalam memberikan masukan. Sikap dan perilaku petugas kesehatan
atau sebagai faktor pendorong juga memiliki peran yang sangat penting dalam
masalah kesehatan.
Ketiga faktor tersebut di atas sangat berperan dalam menentukan tingkat
pengetahuan responden, karena pengetahuan selain didapatkan melalui pendidikan
formal/informal juga bisa dapat melalui pengalaman. Sebagaimana diungkapkan oleh
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
43
Sukandarrumidi (2004) yang menyatakan bahwa tingkatan pengetahuan manusia
berbeda-beda. Penguasaan suatu bidang ilmu/IPTEK di samping diperoleh dari
pendidikan baik formal maupun informal juga akan diperkaya dengan pengalaman.
Dengan demikian jelaslah bahwa sebagian besar remaja putri di dusun Serbajadi telah
banyak memiliki pengetahuan berdasarkan pengalamannya, karena menstruasi
merupakan salah satu tanda bagi seorang wanita yang telah memasuki usia remaja
sebagaimana menurut Llewellyn-jones (1997) yang mengemukakan bahwa Menarche
(haid) merupakan puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi pada seorang
wanita sedang menginjak dewasa.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
44
BAB VII
KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan di atas, serta sesuai
dengan pertanyaan penelitian, maka penulis dapat menyimpulkan bahwa:
1. Tingkat pendidikan remaja putri di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Lampung
Selatan tahun 2006 sebagian besar memiliki jenjang pendidikan Sekolah
Menengah Atas (SMA) yaitu 72,46%.
2. Gambaran tingkat pengetahuan remaja putri tentang kebersihan alat kelamin pada
saat menstruasi di dusun Serbajadi Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan
tahun 2006 sebagian besar termasuk dalam kategori baik (52,17%).
7.2 Saran
7.2.1 Bagi remaja putri
Bagi remaja putri khususnya yang baru pertama kali menstruasi sebaiknya jika
belum mengetahui tentang kebersihan pada saat menstruasi diharapkan melakukan
konsultasi dengan instansi kesehatan yang ada atau bertanya kepada yang lebih
mengerti tentang kebersihan alat kelamin pada saat menstruasi.
7.2.2 Bagi masyarakat
Bagi masyarakat khusus orang yang memiliki remaja putri harus lebih banyak
lagi memberikan pengetahuan mengenai kesehatan pada saat menstruasi.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
45
7.2.3 Bagi pihak institusi pendidikan
Walaupun institusi pendidikan telah banyak memberikan informasi tentang
kesehatan khususnya tentang kesehatan pada saat menstruasi, namun tuntutan zaman
yang terus berkembang menyebabkan kebutuhan masyarakat akan informasi
kesehatan harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu diharapkan pihak institusi untuk
berupaya secara terus menerus memberikan informasi yang terbaik bagi
perkembangan kesehatan.
7.2.4 Bagi Peneliti
Mengingat pentingnya ilmu pengetahuan khusus dibidang kesehatan,
hendaknya peneliti tidak berhenti dalam menuntut ilmu sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan.
7.2.5 Bagi Peneliti Lainnya
Bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian serupa, diharapkan mampu
menyempurnakan penelitian ini.
http://kti-skripsi-kebidanan.blogspot.com
http://kti-skripsi-keperawatan.blogspot.com
http://kti-skripsi-kedokteran.blogspot.com
http://kti-skripsi-kesehatan-masyarakat.blogspot.com
46
DAFTARPUS TAKA
Ali, M (2009), Psikologi Remaja. Jakarta : Bumi Aksara
Anindya, (2009) http://www.rajawana.co./artikel/tentang rc/23 1. menstruasi.html.
Arikunto,S (2006).Prosedur Penlitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta :
Rineka Cipta. Aulia (2009), Kupas Tuntas Menstruasi, Yogyakarta :
Milestone
Baradero, M(2007) Klien Gangguan SistemReproduksi dan seksualitas, Jakarta :
EGC. BPS Propsu, (2007), Badan Statistik Provinsi .....................,
http://sumut.bps.go.id Bobak dkk, (2005). Buku Ajar Keperawatan
Maternitas, Jakarta :EGC
Budiarto (2002).Biostatistika Untuk Kedokteran & Kesehatan Masyarakat .
Jakarta:EGC
(2008). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : EGC
Hidayat,A.A.A. (2007). Metode Penulian Kebidanan Teknik Analisa Data. Jakarta :
Salemba Medika.
Jones DL (2005) Setiap Wanita. Delapratasa Publising. Kissanti, A(2009), Buku
Pintar Wanita, Jakarta : Araska.
Machfoedz, I. (2009), Metodelogi Penelitian Bidang Kesehatan, Keperawatan,
Kebidanan, Kedokteran, Jakarta : Fitramaya
Manuaba, I.B.G(1999), Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita, Jakarta : Arcan
Maulana, H(2009). Promosi Kesehatan, Jakarta : EGC
Mighwar, M. (2006), Psiologi Remaja. Bandung : Pustaka Setia
Muzqayyanah, (2008), Perkembangan Organ Reproduksi, Halal Sehat.com.
Nursalam (2008) Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawa
Jakarta : Salemba Medika
Notoatmodjo, S, (2003), Pendidikan dan Prilaku Kesehatan, Jakarta : Rineka Cipta.
Pinem, (2009). Kesehatan Reproduksi & Kontrasepsi, Jakarta : EGC
Riwidikdo, H(2008). Statistik Kesehatan : Yogyakarta, Mitra Cendikia Press. Ridwan
(2009). Belajar Mudah Penelitian, Jakarta : Alfabeta.
Saryono, (2008), Metodologi Penelitian Kesehatan, Yogyakarta : Mitra Cendikia
Suyanto, (2009). Riset Kebidanan Metodologi dan Aplikasi , Yogyakarta : Mitra
Cendikia Press.
Beri-beri.Com. Gambaran Pengetahuan Remaja Putri Tentang Kebersihan Alat
Kelamin Pada Saat Menstruasi_23 html
Widiyastuty. Y (2009), Kesehatan Reproduksi, Yogyakarta : Fitramaya