Anda di halaman 1dari 33

Proposal Kewirausahaan (PKM) Pengembangan usaha telur asin aneka aroma

Posted on 8 Juni 2011 USULAN PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA KEWIRAUSAHAAN (PKMK) A. Judul Program Usaha Telur Asin dengan Aneka Aroma 920, Alamat : Gesing RT01/RW02, Gesing, Kismantoro, wonogiri. B. Latar Belakang Masalah Dewasa ini begitu banyak pengangguran yang melanda di Negara kita Indonesia. Adanya pengangguran ini disebabkan karena kurangnya lapangan pekerjaan yang telah tersedia yang seharusnya mempu menampuung jasa mereka dan juga karena adanya keterbatasan ekonomi pada rakyat kecil untuk bersekolah hingga ke jenjang pendidikan perguruan tinggi yang mana mampu menjamin masa depan mereka memperoleh pekerjaan dan kehidupan yang layak. Walaupun begitu, pada kenyataannya tidak semua lulusan perguruan tinggi mendapat pekerjaan dan tidak semua rakyat kecil mengalami pengangguran. Hal ini tergantunng oleh kepiawaian, kerja keras, dan kegigihan individu dalam memunculkan ide peluang usaha baru, menciptakan kreatifitas baru serta mampu melaksanakannya hingga terbentuk suatu jenis lapangan pekerjaan yang baru yang mampu memmbantu mengurangi sedikit demi sedikit pengangguran di daerah sekitarnya. Oleh karena itu kita sebagai generasi muda harus mampu membaca dan menciptakan peluang usaha sendiri dan tidak terpaku pada satu jenis pekerjaan saja. Suatu usaha baru tidaklah harus memerlukan modal yang besar, yang diperlukan adalah keuletan, kreatifitas, SDM sebagai pelaksananya serta mampu melihat dan memanfaatkan suatu komoditas yang ada di lingkungan sekitarnya. Maka dari itu saya mengajukan proposal tentang usaha pembuatan Telur Asin dengan Aneka Aroma 920. Hal ini dikarenakan di Kismantoro, Wonogiri masih sangat jarang ditemui produsen telur asin, apalagi yang menggunakan aneka aroma seperti aroma jahe, bawang, buahbuahan, dan lain-lain. Untuk mencukupi kebutuhan telur asin biasa tanpa aroma di wonogiri-pun harus mendatangkan dari daerah lain yakni dari Ponorogo dan Sukoharjo dan daerah lainya karena keterbatasan produksi di daerah wonogiri..Cara pembuatannya yang relatif mudah, peralatan yang digunakan cukup simpel dan hasil produksi tidak begitu mahal serta potensi usahanya yang sangat tinggi mendorong saya untuk menekuni usaha ini. Diharapkan dapat diterima konsumen di wonogiri pada khususnya sehingga dapat memberikan hasil yang maksimal. C. Rumusan Masalah Dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas dapat diambil rumusan masalah sebagai berikut : 1. Apakah hasil produksi Telur Asin dengan aneka aroma diminati oleh masyarakat? 2. Bagaimana rasa dan kualitas dari hasil produksi Telur Asin aneka aroma 920 tersebut? 3. Bagaimana cara pemasaran produksinya? 4. Apakah dengan usaha tersebut dapat membantu perekonomian keluarga?

D. Tujuan Program Melatih mahasiswa untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan sehingga diharapkan mampu berkreasi dan mengamalkan bentuk kreasi di kehidupan sosial. Membantu membuka jenis lapangan pekerjaan baru yang diharapkan mampu meningkatkan taraf perekonomian individu yang terkait. E. Luaran yang Diharapkan Adapun luaran yang diharapkan dari adanya program ini yaitu selain meningkatkan perekonomian/penghasilan bagi diri sendiri dan keluarga juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan cara mengurangi pengangguran, diharapkan pula usaha ini berkembang secara maksimal sehingga dapat menghasilkan laba/keuntungan yang maksimal pula. F. Kegunaan Program Usaha pembuatan produk Telur Asin dengan aneka aroma ini mempunyai manfaat untuk menciptakan lapangan kerja baru bagi individu-individu di wilayah tersebut sehingga mengurangi jumlah angka pengangguran. Selain itu dapat meningkatkan jumlah pendapatan di masyarakat. Usaha ini juga mampu mengurangi angka kemiskinan serta dapat mengoptimalkan produk (telur) yang semula hanya diolah secara tradional bisa lebih bermanfaat dan berdaya guna. GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA Telur merupakan salah satu sumber protein hewani yang memilik rasa yang lezat, mudah dicerna, dan bergizi tinggi. Selain itu telur mudah diperoleh dan harganya pun relatif murah. Telur dapat dimanfaatkan sebagai lauk, bahan pencampur berbagai makanan, tepung telur, obat, dan lain sebagainya. Telur terdiri dari protein 13 %, lemak 12 %, serta vitamin, dan mineral. Nilai tertinggi telur terdapat pada bagian kuningnya. Bagian ini mengandung asam amino esensial yang dibutuhkan serta mineral seperti: besi, fosfor, kalsium, dan vitamin B kompleks. Sebagian protein (50%) dan semua lemak terdapat pada kuning telur. Adapun putih telur yang jumlahnya sekitar (60 %) dari seluruh bulatan telur hanya mengandung 5 jenis protein dan sedikit karbohidrat. Telur mempunyai kelemahan yaitu memiliki sifat mudah rusak, baik kerusakan alami, kimiawi maupun kerusakan akibat serangan mikroorganisme melalui pori-pori telur. Oleh sebab itu usaha pengawetan sangat penting untuk mempertahankan kualitas telur. Telur akan lebih bermanfaat bila direbus setengah matang dari pada direbus matang atau dimakan mentah. Telur yang digoreng kering juga kurang baik, karena protein telur mengalami denaturasi/rusak, berarti mutu protein akan menurun. Kualitas telur itu sendiri ditentukan oleh : 1) kualitas bagian dalam (kekentalan putih dan kuning telur, posisi kuning telur, dan ada tidaknya noda atau bintik darah pada putih atau kuning telur). 2) kualitas bagian luar (bentuk dan warna kulit, permukaan telur, keutuhan, dan kebersihan kulit telur). Umumnya telur akan mengalami kerusakan setelah disimpan lebih dari 2 minggu di ruang terbuka. Kerusakkan tersebut meliputi kerusakan yang nampak dari luar dan kerusakan yang baru dapat diketahui setelah telur itu pecah. Kerusakan pertama berupa kerusakan alami (pecah, retak). Kerusakan lain adalah akibat udara dalam isi telur keluar sehingga derajat keasaman naik. Sebab lain adalah karena keluarnya uap air dari dalam telur yang membuat berat telur turun serta putih telur encer sehingga kesegaran telur merosot. Kerusakan telur dapat pula disebabkan oleh masuknya mikroba ke dalam telur, yang terjadi ketika telur masih berada dalam tubuh induknya. Kerusakan telur terutama

disebabkan oleh kotoran yang menempel pada kulit telur. Cara mengatasi dengan pencucian telur sebenarnya hanya akan mempercepat kerusakan. Jadi pada umumnya telur yang kotor akan lebih awet daripada yang telah dicuci. Penurunan mutu telur sangat dipengaruhi oleh suhu penyimpanan dan kelembaban ruangpenyimpanan. Prinsip pengawetan telur adalah untuk Mencegah masuknya bakteri pembusuk ke dalam telur dan juga untuk mencegah keluarnya air dari dalam telur. Beberapa proses pengawetan telur utuh yang diawetkan bersama kulitnya antara lain : 1) proses pendinginan; 2) proses pembungkusan kering; 3) proses pelapisan dengan minyak; 4) proses pencelupan dalam berbagai cairan. Untuk menjaga kesegaran dan mutu isi telur, diperlukan teknik penanganan yang tepat, agar nilai gizi telur tetap baik serta tidak berubah rasa, bau, warna, dan isinya. Telur asin adalah telur utuh yang diawetkan dengan adonan yang dibubuhi garam. Ada 3 cara pembuatan telur asin yaitu : 1) Telur asin dengan adonan garam berbentuk padat atau kering; 2) Telur asin dengan adonan garam ditambah ekstrak daun teh; 3) Telur asin dengan adonan garam, dan kemudian direndam dalam ekstrak atau cairan teh. Keuntungan dari telur yang diasinkan adalah telur yang diasinkan bersifat stabil, dapat disimpan tanpa mengalami proses perusakan dan dengan pengasinan rasa amis telur akan berkurang tidak berbau busuk, serta rasanya lebih enak. Cara Menyimpan Telur Asin Secara umum, telur asin (baik yang masih mentah maupun yang sudah direbus) mempunyai daya awet yang tinggi, sehingga dapat disimpan dalam suhu kamar. Walaupun demikian, akan lebih baik jika penyimpanan telur asin dilakukan pada suhu 12-15 derajat C dan kelembaban udara 7080%. Telur dapat disimpan di dalam lemari es. Untuk mencegah kerusakan, memperlambat hilangnya kelembaban, dan mencegah terserapnya bau tajam dari makanan, saat menyimpan di lemari es sebaiknya telur asin dibungkus dengan wadah karton. Lalu hadapkan bagian tumpul ke atas. PROSES PRODUKSI Adapun tahap-tahap pengolahan telur asin beraroma adalah sebagai berikut : 1) Syarat telur itik yang baik untuk di buat menjadi telur asin. - Telur itik tidak cacat atau retak - Telur masih segar (1-4 hari) - Bentuk telur oval - Besar telur rata - Warna kulit hijau muda - Telur itik umbaran (bukan kletekan atau yang diternakkan di kandang) 2) Bahan-bahan (untuk sekali proses produksi) - Telur itik 300 butir - Garam yodium 3 kg - Serbuk batu bata 3kg ( 15 keping batu bata ) - Abu sekam 3kg

- Bawang putih 3 rumpun ( kg untuk aroma bawang) - Jahe 1ons (untuk yang aroma jahe) -Cabe Kg (untuk aroma cabe) - Sunlight 1 bungkus - Ampelas halus 1 lembar - Kayu bakar 1 pikul - Air secukupnya 3) Alat-alat yang diperlukan - Ember plastik 2 buah - Panci atau kuali tanah - Pisau - Pawon batu - Blender - Stempel+tinta untuk merek 4) Proses Pembuatan a. Telur itik direndam di air selama 5 menit, kemudian digosok dengan ampelas halus secara perlahan gunanya agar permukaan telur pori-porinya terbuka. Setelah itu cuci dengan air sabun, kemudian dicuci kembali baru ditiriskan. b. Buat adonannya terlebih dahulu. Cara-caranya: 1. Bahan adonan (serbuk batu bata) dicampur dengan garam sesuai takaran yang telah ditentukan. Takaran ini bisa disesuaikan dengan selera si pembuat atau juga bisa sesuai denan pengalaman yang sudah pernah dilakukan sebelumnya. 2. Untuk yang beraneka aroma, semua bahan (jahe/cabe/bawang) diblender hingga halus, lalu ditambahkan ke campuran adonan tadi. 3. Aduk semua bahan hingga menjadi adonan yang tercampur merata. 4. Kemudian tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diaduk menjadi adonan yang kental agar dapat melekat pada kulit telur. Untuk mendapatkan tingkat kekentalan yang tepat, adonan dapat dicoba untuk ditempelkan pada kulit telur. Apabila adonan tersebut dapat melekat dengan baik dan mudah, bararti tingkat kekentalannya telah tepat. Dalam pembuatan setiap adonan, kadar air yang dibutuhkan disesuaikan dengan tingkat kekeringan media. Makin tinggi tingkat kekeringannya, maka makin banyak pula air yang diperlukan. Kebutuhan air dinyatakan cukup apabila adonan sudah dapat menempel pada kulit telur. Adonan yang mendapat air dalam jumlah yang kurang ataupun berlebihan, akan mengakibatkan adonan tidak dapat menempel pada kulit telur. c. Tempel-tempelkan adonan ke telur, Setelah adonan menempel pada kulit telur, gulinggulingkan telur pada abu sekam. Ini bertujuan supaya adonan semakin menempel pada kulit telur. d. Peram dalam wadah selama 10-15 hari (setelah 15 hari telur akan mengandung minyak). Semakin lama disimpan kadar garam dalam telur akan semakin tinggi sehingga telur akan semakin awet tetapi rasanya akan semakin asin. Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka. Dengan cara pemeraman ini, sebagian sebagian kecil (5%-10%) dari garam akan terserap kedalam telur. Oleh karena itu, bila adonan pembalut akan

dipergunakan lagi, maka perlu ditambahkan garam pada adonan tersebut sebanyak 5%-10% dari total berat garam semua. e. Setelah diras pemeraman cukup waktunya (+/- 10-15 hari ). segera bongkar adonan pembalut pada telur. Agar tidak merusak telur pada saat pengbongkaran, adonan pembalut sebaiknya tambahkan sedikit air hingga adonan yang kering menjadi sedikit basah dan gembur. Dengan demikian, adonan dapat dibongkar dengan lebih mudah dan aman. Setelah itu, pisahkan telur yang baik dan telur yang kurang baik atau kulitnya retak atau memperlihatkan tanda-tanda kebusukan. f. Telur yang telah diperam selama 15 hari dicuci bersih dengan air sabun, kemudian ditiriskan sebentar, lalu di masak dalam panci dengan kadar air dalam panci secukupnya/ukuran telunjuk ke telur yang paling atas. Telur dalam panci direbus dengan api kecil dan jangan ditutup, jika airnya telah panas maka api sedikit demi sedikit dibesarkan hingga mendidih. Lama rebusan kurang lebih 45menit agar telur asin tahan hinnga 10 hari (tidak bau). Telur yang sudah masak kemudian ditiriskan kembali. g. setelah semua proses berakhir, telur asin siap untuk dikonsumsi atau dijual kepada konsumen. Catatan: 1) Proses penambahan jahe, bawang , cabe, atau bahan-bahan lain hanya untuk menambah aroma telur asin saat dimakan saja, sedangkan rasa masih tetap sama dengan yang tidak dikasih tambahan bahan ini. 2) Asin tidaknya telur asin dan keawetannya, sangat tergantung pada kadar garam yang diberikan. Semakin tinggi kadar garam, akan semakin awet telur yang diasinkan, tetapi rasanya akan semakin asin. 3) Telur asin yang baik, akan terlihat jika sudah dibelah. Tandanya, kuningnya berada di tengah, minyaknya hanya di bagian pinggir atau masir, rasa dan aromanya enak. 4) Telur asin matang tahan selama 2-3 minggu, sedangkan pembubuhan larutan teh dalam adonan pengasin dapat meningkatkan ketahanan telur asin sampai 6 minggu. Aspek pasar dan persaingan Tingginya minat masyarakat terhadap produk telur asin terbukti dengan meningkatnya konsumsi telur asin belakangan ini. Hal ini dikarenakan masyarakat yang merupakan calon konsumen menyukai lauk-pauk yang gurih, murah, dan bergizi. Telur asin telah ada sejak lama, namun dikembangkan kembali dengan variasi produk dengan menambahkan aneka aroma, menjadikan prospek usaha ini tergolong cerah. Bentuk pasar yang dipilih adalah pasar persaingan sempurna yang langsung kepada konsumen dari berbagai dari berbagai daerah dan tingkat ekonomi. Segmentasi dan target pemasaran Target utama dari pemasaran produk ini adalah rumah/warung makan serta konsumen lain yang berasal dari berbagai tingkat ekonomi. Dengan kebijakan harga yang tidak terlalu mahal diharapkan produk ini mampu menarik perhatian konsumen dari berbagai kalangan. Manajemen Pemasaran Analisis yang digunakan dalam manajemen pemasaran produk ini, mengacu pada bauran pemasaran (marketing mix) atau 4P agar target pemasaran yang di inginkan dapat tercapai, yaitu: 1. Kebijakan produk (product) a. Mutu Telur asin aneka aroma 920 dibuat dengan cara alami namun bermutu tinggi, lebih tahan lama,

dan rasa lebih nikmat karena sudah ditambahkan berbagai bahan beraroma tajam didalamnya. Pengendalian terhadap kualitas mutu dilakukan setiap melakukan kegiatan produksi yakni dengan memperhatikan bahan baku adonan sebelum proses produksi supaya mutunya lebih terjaga lagi. b. Merek Pemberian nama merek dilakukan agar konsumen mudah mengingat produk yang dihasilkan. Merek 920 ini dibuat secara tidak sengaja, dan hanya asal sebut saja karena keceplosan dalam bicara. Walaupun pemberian namanya hanya asal, tetapi nilai jual dari merek tersebut lumayan bagus, karena simpel dan mudah diingat oleh konsumen. c. Tampilan Tampilan telur yang besarnya sama rata dan juga bersih bila dilihat bisa menarik pembeli akan bentuk tersebut.yang menganalogikan kesan higienis dari produk itu hingga bisa lebih meyakinkan konsumen untuk membeli. 2. Kebijakan harga (price) Kebijakan harga dari produk keripik 920 ini adalah sebesar Rp. 2.500 tiap butir. Hal ini sudah mempertimbangkan biaya produksi dan laba yang diinginkan. 3. Pemasaran Pemasaran produk ini akan dilakukan di daerah Wonogiri dan sekitarnya. Pendistribusian produk ini akan dilakukan dengan 3 jalur yaitu: dijual langsung kepada konsumen, melalui pengecer, dan distributor. 4. Promosi Promosi telur asin beraroma 920 akan dilakukan dengan beberapa media, antara lain; a. Leaflet Leaflet dibagikan kepada calon yang berada di sekitar tempat produksi. Isi leaflet akan menjelaskan keunggulan dari telur asin beraroma 920 sehingga diharapkan calon konsumen akan tertarik. b. Kemasan/stempel pada kuit telur Stempel akan dibuat semenarik mungkin dan berisi kalimat iklan yang menarik sehingga dapat pula berfungsi sebagai media promosi. c. Manusia Manusia merupakan media yang efektif untuk mengenalkan suatu produk. Dengan perantara orang baik melalui cerita ataupun ajakan, diharapkan konsumen akan lebih tertarik dan membeli telur asin beraroma 920. Analisis / Estimasi Biaya 1 Pengadaan bahan baku untuk sekali proses produksi a. Telur itik 300 butir b. Garam yodium 3 kg c. Serbuk batu bata 3kg ( 15 keping bata) d. Abu sekam 3kg e. Bawang putih 3 rumpun ( kg untuk aroma bawang) f. Jahe 1ons (untuk yang aroma jahe) g. Cabe Kg (untuk aroma cabe) h. Sunlight 1 bungkus i. Ampelas halus 1 lembar j. Kayu bakar 1 pikul

k. Tenaga kerja 300butir@ Rp 1.350 3kg @ Rp 1.400 15 keping @ Rp 650 3 kg @ Rp 1500 kg @ Rp 18.000 0,1 kg @ Rp 20.000 kg @ Rp 15.000 1 buah @ Rp 1.000 1 buah @ Rp 8.000 1 pikul @ Rp 17.500 2 Orang @ Rp 27.500 Rp 405.000 Rp 4.200 Rp 9.750 Rp 4.500 Rp. 4.500 Rp 2.000 Rp 7.500 Rp 1.000 Rp 8.000 Rp 17.500 Rp 55.000 Jumlah Rp 518.950 2 Peralatan penunjang (sebagai modal awal) a. Ember plastik 2 buah b. Panci besar c. Pisau d. Tungku dari batu e. Blender f. Stempel untuk merek+tinta 2 buah @ Rp 10.000 1 buah @ Rp 150.000 1 buah @ Rp 10.000 1 buah @ Rp 75.000 1 buah @ Rp 215.000 1 buah @ Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 150.000 Rp 10.000 Rp 75.000 Rp 125.000 Rp 20.000 Jumlah Rp 490.000

Total Pengeluaran Total pemasukan dari penjualan telur asin beraroma Laba 1x proses produksi Rp 518.950 (Modal untuk 1x proses produksi) Rp 490.000 (Belanja modal awal) Laba dari penjualan telur asin aneka aroma adalah 300 x Rp 2.150 Rp 645.000- Rp 518.950 Rp 1.008.950 Rp 645.000 Rp 126.050 Keterangan: Modal awal bisa tertutupi laba setelah 4x proses produksi. Dalam satu bulan, proses produksi bisa dilakukan 15x (2 hari sekali memproduksi telur asin) atau tergantung juga dari si pemilik usaha pemilik usaha. Laba bersih dalam satu bulan (misal produksi dilakukan 15x dalam satuu bulan) diperkirakan: = 15 kali produksi X laba bersih tiap proses produksi = 15 X Rp 126.050 = Rp 1.897.750,LAMPIRAN: Diagram Alur Pembuatan Telur Asin Perbandingan Komposisi Nilai Gizi Yang Terkandung Dalam Telur. Komposisi Satuan Telur ayam Telur bebek (itik) Telur bebek (asin) Kalori kal 162 189 195 Protein g 12,8 13,1 13,6 Lemak g 11,5 14,3 13,6 Hidrat arang g 0,7 0,8 1,4 Kalsium mg 54 56 120 Fosfor mg 180 175 157 Besi mg 2,7 2,8 1,8 Vitamin A S.I. 900 1230 841 Vitamin B1 Mg 0.10 0,18 0,28 Air g 74 70,8 66,5 Sumber : Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan , Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Gedung II BPP Teknologi Lantai 6 JL.M.H. Thamrin 8 Jakarta 10340 Tel. 021 316 9166~69 , Fax : 021 316 1952 http ://www.warintek.ristek.go.id

I.

PENDAHULUAN I.I Latar Belakang Inovasi berbagai pengolahan pangan merupakan salah satu usaha produsen untuk menarik minat konsumen yang ada di pasar. Bentuk inovasi pangan yang sedang berkembang di masyarakat atau negara Indonesia sekarang ini salah satunya adalah pengolahan hasil dari peternakan itik, berupa telur maupun daging. Hal ini dikarenakan output dari hasil pertenakan seperti daging dan telur itik, tidak dapat bertahan lama setelah dipanen. Telur itik memiliki struktur kulit yang keras dan tidak mudah retak, hal ini menjadi gambaran untuk pengolahan telur itik lebih lanjut menjadi telur asin agar bisa lebih awet pada saat dikonsumsi.Dari sekian banyak telur yang dihasilkan oleh hewan unggas, sebagai salah satunya adalah telur itik yang sering dikonsumsi masyarakat dari segala kalangan, dan belum dioptimalkan potensinya untuk diolah lebih lanjut ke dalam bentuk olahan. Hal ini dikarenakan telur dikonsumsi dalam bentuk masakan langsung, seperti digoreng, dll. Telur asin yang sering dijumpai di pasar tradisional atau supermarket merupakan produk asli masyarakat Indonesia yang dikerjakan secara Home Industry (Industri Rumahan). Rasanya yang khas dan gurih sangat disukai masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang enak dan gurih, telur asin sering digunakan sebagai obat diare atau sakit perut. Inovasi baru pengolahan telur asin aneka rasa akan menjadi sebuah peluang usaha baru. Usaha telur asin aneka rasa ini perlu dibuat, selain untuk menambah variasi baru, telur asin yang beraneka ragam ini juga untuk memenuhi asupan gizi, terutama bagi orang yang tidak menyukai telur dengan rasa asin. Telur asin yang ada di pasaran saat ini terkadang kadar keasinannya tidak tentu, sehingga kadang konsumen merasa enggan untuk membeli telur asin. Usaha produksi telur asin sangat menjanjikan karena peminatnya cukup besar. Produk telur asin masih bisa dikembangkan dalam berbagai rasa dan aroma, seperti rasa bawang, rasa coklat, dan rasa udang. Aneka rasa telur asin bisa menambah keanekaragaman makanan khas yang bisa diproduksi sesuai permintaan pasar. Dari hasil penelitian menyatakan bahwa telur bebek juga mengandung mineral kalsium dan magnesium. Telur memenuhi kriteria sebagai bahan makanan yang bernilai biologi tinggi karena proteinnya mudah dicerna dengan koefisien cerna 96%. Dibandingkan dengan daging sapi, beras, dan jagung, nilai biologi protein telur bebek paling tinggi karena mudah dicerna oleh tubuh, telur sangat cocok dikonsumsi terutama oleh anak balita (membutuhkan protein 15 gram per hari). Sebagai bahan makanan, telur mempunyai beberapa kelebihan. Telur mengandung semua zat gizi yang diperlukan tubuh, rasanya enak, mudah dicerna, menimbulkan rasa segar dan kuat pada tubuh, serta dapat diolah menjadi berbagai macam produk makanan.Dalam telur

itik, protein lebih banyak terdapat pada bagian kuning telur, 17 persen, sedangkan bagian putihnya 11 persen. Protein telur terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur). Protein telur mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh untuk hidup sehat. Pada suatu penelitian dengan menggunakan tikus percobaan, diketahui bahwa telur mempunyai nilai kegunaan protein (net protein utilization) 100 persen, bandingkan dengan daging ayam (80%) dan susu (75%). Berarti jumlah dan komposisi asam aminonya sangat lengkap dan berimbang, sehingga hampir seluruh bagiannya dapat digunakan untuk pertumbuhan maupun penggantian sel-sel yang rusak. Menyikapi permasalahan di atas, maka diperlukan suatu cara untuk mengoptimalkan potensi telur itik, yaitu dengan pengolahan telur itik menjadi Telur Asin Aneka Rasa, dengan berbagai varietas rasa yang bisa dibuat, yaitu telur asin rasa Soto, telur asin rasa Gulai dan telur asin rasa Asap. Hingga saat ini potensi pengolahan telur asin dengan berbagai rasa masih kurang dikenal oleh masyarakat umum. Di sisi lain, sebagian besar masyarakat baru mengenal kalau telur asin itu hanya memiliki satu rasa saja yaitu asin atau sesuai dengan namanya. Kalangan masyarakat sekarang sudah banyak yang berkecimpung menjadi peternak itik, tapi dengan masih minimnya ide untuk mengolah hasil ternak itik tadi berupa telur, yang sebenarnya dapat diolah lebih lanjut. Adanya pengolahan menjadi telur asin aneka rasa tadi, diharapkan dapat menambah nilai jual telur itik serta menjadi daya tarik tersendiri, karena telur asin sangat praktis untuk di konsumsi sebagai lauk makan sekaligus mengandung protein dan bergizi tinggi. Pembuatan telur asin aneka rasa ini sangat sederhana dan memiiki nilai kreatifitas yang tinggi. Bahan (telur itik) lokal sangat mudah di dapat dari para peternak itik dengan harga yang sangat murah, setiap butir/ biji Rp 1.100,00. Sehingga bisnis telur asin aneka rasa ini sangat menjanjikan sebagai usaha wiraswasta yang nilai positifnya adalah dapat menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat/ penduduk sekitar. I.II Perumusan Masalah Telur itik merupakan hasil utama dari beternak itik yang banyak/ sebagian masyarakat sudah mau beternak itik. Bahkan sekarang sudah banyak kelompok peternak itik, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal telur hasil dari itik tersebut, umumnya peternak langsung menjual hasil telur tersebut ke pedagang dan jarang terfikirkan untuk mengolah hasil telur tersebut menjadi olahan yang menarik. Adapun pengolahan lebih lanjut ke dalam bentuk telur asin aneka rasa ini dapat mengoptimalkan potensi telur itik sebagai produk inovasi pangan yang praktis, awet (tahan lebih lama), bergizi tinggi dan mempunyai nilai jual yang tinggi. Dari pernyataan tersebut, dapat dirumuskan suatu permasalahan. Bagaimana cara mewujudkan dan pengembangan telur asin aneka rasa sebagai upaya optimalisasi telur asin menjadi salah satu produk inovasi pangan yang sesuai dengan selera konsumen dan diterima oleh masyarakat luas juga tidak mengurangi dari kearifan lokal kita? I.III Profil Organisasi

Profil pelaksanaan kegiatan Program Kewirausahaan adalah sebagai berikut : Visi Perusahaan Usaha Produksi Telur Asin Aneka Rasa Sebagai Alternatif Wirausaha Bagi Mahasiswa. Misi Perusahaan Pemanfaatan telur itik sebagai bahan utama dalam usaha meminimalkan biaya dan memaksimalkan keuntungan. Biodata unit usaha 1. Nama Perusahaan : ABAD 21 2. Bidang Usaha : PRODUKSI TELUR ASIN 3. Jenis Produk / Jasa : TELUR ASIN ANEKA RASA 4. Alamat Perusahaan : WARAK 06/08 SUMBERADI MLATI SLEMAN 5. Nomor Telepon : 0815 7813 8827 6. Nomor Fax : 7. Alamat E-mail : sakti_12583@yahoo.com 8. Situs Web : 9. Mulai Berdiri : 2011 Biodata usahawan 1. Nama : BIMA SAKTI NOVI TRI NUGRAHA 2. Jabatan : MANAJER 3. Tempat dan Tanggal Lahir : SLEMAN, 21 NOVEMBER 1990 4. Alamat Rumah : WARAK 06/08 SUMBERADI MLATI SLEMAN 5. Nomor Telepon : 0857 4234 5971 6. Nomor Fax : 7. Alamat E-mail : npx_club@yahoo.com I.IV Tujuan Program Tujuan dilaksanakannya program antara lain: 1) Mengoptimalkan potensi telur itik menjadi suatu produk inovasi pangan yang praktis, mempunyai kandungan protein dan gizi yang tinggi. 2) Mengetahui pengolahan telur asin aneka rasa agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di masyarakat. 3) Memperkenalkan produk inovasi pengolahan hasil ternak menjadi telur asin aneka rasa kepada kalangan umum sehingga dapat diterima dan siap dipasarkan. 4) Untuk mengetahui strategi pemasaran yang harus diterapkan pada usaha pengolahan telur asin aneka rasa, dan mengetahui dampak ekonomis yang timbul dengan adanya pengolahan telur asin aneka rasa. 5) Menumbuhkan motivasi berwirausaha dikalangan mahasiswa. 6) Menumbuhkan/ Mengembangkan jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan mahasiswa. 7) Membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya bagi masyarakat umum.

8) Membangun jaringan sebagai salah satu cara mengembangkan usaha di masa mendatang. I.V Luaran yang Diharapkan Dari pelaksanaan program ini, luaran yang diharapkan antara lain: 1) Produk telur asin aneka rasa yang murah, praktis dan bergizi tinggi, meningkatkan margin keuntungan serta dapat diterima oleh masyarakat luas. 2) Pemasaran produk telur asin aneka rasa di toko-toko kelontong dan untuk ke depannya dapat dipasarkan melalui minimarket dan supermarket besar. 3) Produksi telur asin aneka rasa ini secara massal dan berkelanjutan sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi kalangan masyarakat umum. I.VI Kegunaan Program Manfaat dilakukannya program ini adalah: 1) Menjadikan telur asin aneka rasa ini sebagai produk olahan yang murah, praktis dan bergizi tinggi. 2) Teknologi pengolahan hasil ternak unggas (telur) yang sederhana dan inovatif sehingga membuka peluang berkelanjutan untuk mengolah hasil dari ternak lainnya ke dalam bentuk olahan. 3) Memenuhi kebutuhan gizi masyarakat terutama pemenuhan serat tinggi untuk memperlancar pencernaan. 4) Melatih dan membangun jiwa kewirausahaan mahasiswa, serta mengasah kepekaan dan institusi bisnis sejak dini terhadap peluang yang ada di masyarakat. 5) Menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat umum sebagai pengembangan usaha kecil dan menengah yang berkelanjutan, serta menjadi langkah awal menuju produksi massal 6) Membangun jaringan bisnis seluas-luasnya .

II. GAMBARAN UMUM PELAKSANAAN KEGIATAN II.I Konsep Usaha Visi Perusahaan Usaha Produksi Telur Asin Aneka Rasa Sebagai Alternatif Wirausaha Bagi Mahasiswa. Misi Perusahaan Pemanfaatan telur itik sebagai bahan utama dalam usaha meminimalkan biaya dan memaksimalkan keuntungan. Analisis SWOT dari rumusan Visi dan Misi serta Tujuan a) STRENGHT (KEKUATAN) Semangat yang kuat dan mempunyai jiwa kewirausahaan disetiap anggota tim dan mempunyai latar belakang pendidikan dibidang Teknologi Pertanian.

Tersedia telur itik yang cukup sebagai bahan utama. b) WEAKNESS ( KELEMAHAN) Bagi mahasiswa usaha telur asin aneka rasa ini adalah usaha pertama kalinya. c) OPPORTUNITY (PELUANG) Lokasi usaha telur asin aneka rasa ini merupakan wilayah yang mudah untuk mendapatkan bahan baku serta berada dikawasan Sleman yang notabenenya daerah yang banyak wisatanya dan banyak tempat pusat oleh-olehnya. Produk telur asin aneka rasa ini, masi jarang ditemui ditempat-tempat strategis itu. Belum banyak orang yang bisa memproduksi Telur Asin Aneka Rasa ini. d) THREATS (TANTANGAN) Membantu masalah warga sekitar, agar bisa mendapatkan penghasilan tambahan, dan tercapainya kesejahteraan keluarga. II.II Analisis Pasar dan Persaingan a. Segmentasi Pasar Bila didasarkan pada faktor demografi, segmentasi pasar untuk produk telur asin cenderung pada segmen kelompok ekonomi menengah karena disesuaikan dengan harga dan target pasar yang ada. Selain itu diasumsikan kelompok masyarakat ekonomi menengah merupakan kelompok masyarakat yang peduli akan kesehatan, sehingga produk ini cocok untuk mereka b. Target Pasar Berdasarkan segmentasi pasar yaitu beberapa tempat pasar, toko, warung makan, swalayan, yang akan kita gunakan untuk menyalurkan kepada konsumen, yaitu : No. Nama Tempat Nama Penjual/ Pemilik No. HP 1. Pasar Sleman Ibu Yanti 2. Pasar Cebongan Ibu Sibun 3. Warung Penyetan seturan Bapak Atar 0878 3891 9480 4. Toko Arrozi Bapak Arrozi 0852 2821 2121 5. Warung Makan bu Ninik Ibu Ninik 0813 9214 6795 6. Angkringan Maguwo Ibu Ika 0878 3831 8098 7. Warung makan gandem Mbak Desi 0856 4075 5882 8. Soto Soleh Jl. Magelang Bapak Soleh 9. Devi Catering Ibu Utik 0856 4300 2821 c. Positioning Usaha Produksi Telur Asin Aneka Rasa Sebagai Alternatif Wirausaha Bagi Mahasiswa d. Potensi Pasar di D.I. Yogyakarta Sejauh pengamatan yang telah dilakukan, masih jarang yang menjual produk telur asin yang memiliki berbagai macam rasa di yogyakarta ini. Ini merupakan peluang yang besar bagi kita

untuk mengembangkan usaha ini dan memajukan usaha ini lebih lanjut. Adapun pesaingnya berupa produk telur asin bisa yang hanya memiliki rasa asin saja, atau sesuai dengan namanya. Namun persaingan tersebut dapat kita minimalisir, karena orang / maasyarakat sekarang lebih tertarik dengan sesuatu yang baru, tetapi tidak mengabaikan/ mengubah unsur kearifan lokal dan cita rasa semula dari telur asin tersebut , karena kita hanya memvariasi penambahan telur asin menjadi berbagai rasa. II.III Analisis Operasional a. Desain Produk (Product) Telur asin aneka rasa adalah nama merk (brand) dari telur itik tersebut. Pemilihan nama ini diambil dari hasil olahan produk tersebut menjadi telur asin. Penggunaan nama tersebut diharapkan dapat menjadi daya tarik bagi konsumen. Sedangkan pemilihan kata aneka rasa adalah karena telur asin ini diolah dengan cara penambahan aneka rasa yaitu antara lain: rasa soto, rasa gulai, rasa cokelat dan rasa telur asin asap. Produk ini merupakan salah satu usaha inovasi olahan dari telur itik untuk menambah harga jual dari telur itik itu sendiri. Pembuatannya sangat mudah, yaitu dengan diolah dengan berbagai rasa yang sudah digemari oleh masyarakat luas. Bentuk dari produk ini adalah telur asin dengan aneka rasa (Gambar 1). Adalah Hasil dari olahan yang kemudian dapat dikemas dengan plastik dan ditutup dengan plastic sealer sehingga lebih higienis dan dapat tahan lebih lama. Waktu kadaluarsa untuk produk ini adalah kurang lebih selama 1 - 2 Minggu. Untuk 1 bungkusnya dengan jumlah 4 butir telur, kurang lebih memiliki berat bersih Kg. Untuk mempertahankan kualitasnya, produk ini diberi cap untuk menjamin keaslian produk, serta tidak kita gunakan pengawet buatan. b. Tempat Usaha (Place) Produksi telur asin aneka rasa ini akan dilaksanakan di Yogyakarta dan pada tahap awal akan dilakukan dalam bentuk pengerjaan skala (Home Industry) usaha rumah tangga. Setelah itu pada tahap selanjutnya, dalam pembuatan telur asin aneka rasa akan diikutsertakan ibu-ibu dan remaja putri di Dusun Warak RT 06/ RW 08 Sumberadi Mlati Sleman Yogyakarta 55288. Hal ini dilakukan mengingat warga dusun Warak terutama ibu-ibu aktif dalam kegiatan perkumpulan rutin untuk kegiatan simpan pinjam, jadi dengan adanya bentuk program kewirausahaan ini dapat dimanfaatkan oleh warga sekitar sebagai sarana untuk menambah kegiatan ibu-ibu dan juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Sehingga cangkupan/ tujuan awal dari kewirausahaan ini juga dapat untuk memberdayakan warga sekitar. Pemberdayaan masyarakat ini juga merupakan salah satu usaha kita untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat luas. Area distribusi dari pemasaran telur asin aneka rasa ini akan kita distribusikan diseluruh DI. Yogyakarta yang meliputi 5 Kabupaten, yaitu Yogyakarta, Kulon Progo, Sleman, Gunungkidul, dan Bantul. Sedangkan pada tahap awal, produk ini dijual ke: kantin mahasiswa kampus, pasar, toko kelontong, toko-toko makanan dan oleh-oleh dan untuk tahap perkembangan akan dipasarkan melalui mini market serta supermarket.

c. Pengawasan kualitas Sebagaimana diatur dalam UU tentang pengawasan produk makanan, bahwa pengawasan kualitas suatu produk adalah sangat penting. Dalam program kewirausahaan yang diusulkan, pengawasan kualitas dilakukan terhadap bahan baku, proses dan produk jadi. Untuk pengawasan kualitas bahan baku, telur asin di sortir sesuai kualitas yang baik yaitu umur telur dan masa penyimpanan telur. Untuk pengawasan kualitas proses, dilakukan dengan melihat Standarisasi pengolahan telur asin. Sedangkan kualitas hasil produksi ukuran kualitas dilihat dari nilai gizi,keseragaman ukuran, timbangan, kerapian pembungkusan (packing) dan waktu kadaluwarsa. d. Marketing/ Promosi (Promotion) Kegiatan promosi tahap awal akan difokuskan di Kota Yogyakarta lebih spesifik di kabupaten Sleman karena diasumsikan daerah ini merupakan daerah yang strategis dan merupakan sentra wisata dan budaya. Banyak toko oleh-oleh dan toko snack yang ada di daerah ini sehingga akan lebih mudah mempertemukan konsumen dengan penjual produk telur asin aneka rasa ini. Beberapa metode promosi yang akan kami gunakan untuk memperkenalkan produk inovatif ini di Yogyakarta adalah sebagai berikut: -Launching Produk Dilakukan pada kegiatan/event yang diadakan di kota Yogyakarta dalam bentuk stand penjualan. - Pembuatan leaflet dan brosur promosi. - Sistem door to door. - Kerjasama dengan warung, tempat burjo dan tempat makan sederhana. - Penjualan ke toko oleh-oleh khas Jogja, pasar tradisional dan toko snack. - Bekerja sama dengan Kantin Mahasiswa, koperasi, dan swalayan. - Pemberitaan melalui media massa cetak dan elektronik. Metode promosi tersebut dilakukan pada tahap awal produksi. Pada saat tahap pengembangan, akan digunakan media yang lebih berskala nasional sehingga produk telur asin aneka rasa ini sebagai telur asin kaya rasa dan protein, dapat dikenal oleh seluruh Indonesia. e. Analisis Aspek Sumber Daya Manusia Apabila usaha ini sudah masuk tahap berkembang, maka kami memerlukan tenaga kerja. Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk produksi ini terdiri dari 2 orang pegawai untuk urusan administrasi dan marketing, 2 orang bertugas memasok bahan baku, membuat telur asin aneka rasa, kemudian mengemas. Untuk meningkatkan keterampilan karyawan perlu ditambah bekal keterampilan dengan mengikutkan ke pelatihan-pelatihan, misalnya Pelatihan pegolahan telur asin, pelatihan cara

pembungkusan (packing). Sehingga karyawan akan tertata ketika bekerja dan hasil produksinya akan memenuhi standart kualitas. Sejak masuk karyawan sudah menandatangani kontrak perjanjian yang berisi hak dan kewajiban termasuk sanksi pelanggaran. f. Analisis Aspek Ekonomi/ Harga Penjualan Bahan baku berupa telur itik memiliki harga pasaran yang relatif murah yaitu Rp 1.100/butir. Hal ini sangat menguntungkan karena biaya produksinya pun akan lebih murah. Telur asin biasa umumnya memiliki harga kurang lebih di atas Rp 1.400 1.500 untuk setiap butirnya. Hal tersebut dikarenakan, hanya pengolahan telur asin tersebut hanya pengolahan biasa. Sedangkan untuk harga jual Telur asin aneka rasa sendiri adalah Rp 2.500 Rp 3.000 per butir. Bila dilihat dari prospeknya, maka akan sangat menguntungkan jika kita bandingkan dengan telur asin biasa. Untuk mengetahui apakah kewirausahaan ini layak atau tidak layak untuk dijalankan, di bawah ini disajikan Analisis Laba-Rugi dan Bisnis Plan dari program yang akan dijalankan, dengan kapasitas produksi telur asin 1000 butir/bulan . Karena daerah pemasaran untuk permulaan mencakup kota Yogyakarta (dengan target kantin,pasar tradisional, toko, dan pasar swalayan). Kebutuhan modal kerja selama 1 bulan : AKTIVA LANCAR 1. Stok bahan baku (telur itik mentah) 1000 x Rp 1100,- Rp 1.100.000.00 2. Stok bahan pendukung (Bumbu, Garam, Bata Merah, dll) Rp 130.000.00 3. Kemasan Rp 112.500.00 4. Bahan bakar ( LPG ) Rp 15.000.00 5. Biaya Produksi Rp 100.000.00 6. Promosi Rp 61.000.00 7. Piutang dagang Rp Total modal kerja yang diperlukan Rp 1.518.500.00 Analisis Laba-Rugi (kurun waktu 6 bulan): Keterangan Bulan Butir perbulan Harga/Butir (Rp) Jumlah Pengeluaran Penghasilan Pendapatan Hasil penjualan telur 6 1000 2.500 - 15.000.000 Pengeluaran Bahan baku 6 1000 1.100 6.600.000 Bahan pendukung 6 1 130.000 780.000 -

Bahan bakar ( LPG ) 6 1 15.000 90.000 Kemasan 6 1 112.500 675.000 Biaya Produksi 6 1 100.000 600.000 Promosi 1 1 61.000 61.000 Telekomunikasi 6 1 50.000 300.000 total pengeluaran (6 bulan) 6 - - - 9.106.000 total laba (6 bulan) sebelum pajak 6 - - - 5.894.000 pajak 5% 6 - - - 294.700 total laba bersih 6 bulan 6 - - - 5.599.300 BISNIS PLAN ( per 6 bulan / 1 bulan: 1000 butir ) NO. TARGET TH.2012 TH. 2013 TH. 2014 PENJUALAN Jan-Juni Juli-Des Jan-Juni Juli-Des Jan-Juni Juli-Des NAMA PASAR 1 Kantin Kampus 1.000.000 1.040.000 1.080.000 1.120.000 1.160.000 1.200.000 2 Toko Kelontong 1 700.000 740.000 780.000 820.000 860.000 900.000 3 Toko Kelontong 2 800.000 840.000 880.000 920.000 860.000 900.000 4 Pasar Cebongan 1.200.000 1.240.000 1.280.000 1.320.000 1.360.000 1.400.000 5 Pasar Sleman 1.200.000 1.240.000 1.280.000 1.320.000 1.360.000 1.400.000 6 Pasar Denggung 800.000 840.000 880.000 920.000 960.000 1.000.000 7 Pasar Ngino 1.300.000 1.340.000 1.380.000 1.420.000 1.460.000 1.500.000 8 Pasar Godean 1.300.000 1.340.000 1.380.000 1.420.000 1.460.000 1.500.000 9 Warung Masakan Padang 2 1.000.000 1.040.000 1.080.000 1.120.000 1.160.000 1.200.000 10 Warung Makan Sederhana 1 1.000.000 1.040.000 1.080.000 1.120.000 1.160.000 1.200.000 11 Warung Soto 1 700.000 740.000 780.000 820.000 860.000 900.000 12 Warung Soto 2 600.000 640.000 680.000 720.000 760.000 800.000 13 Toko Pusat Oleh-oleh 1 1.400.000 1.440.000 1.480.000 1.520.000 1.560.000 1.600.000 14 Toko Pusat Oleh-oleh 2 1.200.000 1.240.000 1.280.000 1.320.000 1.360.000 1.400.000 15 Outlet 1 800.000 840.000 880.000 920.000 960.000 1.000.000 TOTAL 15.000.000 15.600.000 16.200.000 16.800.000 17.400.000 18.000.000 Laba bersih 5.599.300 11.198.600 16.797.900 22.397.200 27.996.500 33.595.800 II.IV Analisis Resiko dan Peluang Pasar Resiko yang dihadapi dalam tahap awal adalah pada sumber daya manusia yang masih berstatus Mahasiswa sehingga dimungkinkan kurang dipercaya oleh pihak-pihak pemberi modal. Meskipun berstatus mahasiswa, 5 orang pelaksana program memiliki berbagai macam pengalaman baik melalui kegiatan organisasi, pengabdian, penelitian maupun kegiatan wirausaha terdahulu yang memberikan modal awal untuk mengembangkan bisnis ke depan. Sedangkan pada tahap lanjut, personil produksi akan ditingkatkan dengan

melibatkan ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri di Warak RT 06/RW 08 Sumberadi Mlati Sleman Yogyakarta 55288. Adapun resiko lain yang dihadapi adalah modal awal, karena untuk sampai ke tahap perkembangan perlu banyak biaya awal seperti pembelian bahan-bahan tak habis pakai misalnya Kompor Gas, LPG, plastic sealer,dll. Pendaftaran ke badan POM dan DINKES, biaya promosi dan launching, serta riset berkelanjutan untuk mengkaji produk kami dalam rangka meningkatkan jaminan mutu produk yang akan bersaing di tingkat nasional. II.V Keberlanjutan Usaha dan Rencana Jangka Panjang Program ini diharapkan mampu untuk dikembangkan sesuai bisnis plan dengan membuka tempat penjualan baru ratarata dua tempat dalam kurun waktu 6 bulan usaha sehingga dapat meningkatkan omset penjualan diiringi dengan ditambahnya karyawan baru sehingga dapat mengurangi pengangguran dengan semakin meluasnya peluang kerja. Keberlanjutan wirausaha ini juga dapat dilakukan dengan membuat variasi dari teur asin aneka rasa ini dan melihat minat konsumen sehingga dengan inovasi yang dilakukan dapat menjaga keberpihakan konsumen terhadap produk ini. Bila tahap awal sudah berhasil dilalui yaitu kurang lebih 5-6 Bulan untuk mencapai kondisi established, maka tahap pengembangan akan dilakukan di skala lebih luas. Pada tahapan ini, produk telur asin aneka rasa ini akan disebarluaskan ke kota-kota besar yang ada di JAWA. Sedangkan setelah 2 - 3 tahun diharapkan produk telur asin aneka rasa sudah established di skala Luar Provinsi dan dapat bekerja sama dengan pihak- pihak lain sehingga produk ini dapat dipasarkan ke skala Nasional tentu saja dengan perbaikan kualitas dan mutu produk dari telur asin aneka rasa ini. Sedangkan untuk bahan baku utama. Kita akan memulai beternak itik yang lebih luas besar, sehingga ketersediaan bahan baku akan lebih mudah dan terjamin.Untuk daging itik tersebut juga dapat kita kelola ataupun dijual untuk menambah pendapatan. Untuk Rencana lahan akan kita gunakan untuk beternak itik , akan kita tempatkan di Ngino Seyegan Sleman Yogyakarta karena bibit itik dan kebutuhan pakan itik mudah dicari disana. III. METODE PELAKSANAAN PROGRAM III.I Metode Pengumpulan Data Untuk mengetahui minat konsumen, maka akan dilaksanakan survei awal mengenai penampilan dan rasa dari telur asin aneka rasa, memberikan quisioner serta menerima saran dan kritik untuk meningkatkan mutu dan kualitas. Selain itu untuk data komposisi bahan, harga bahan baku, hasil uji sensoris, harga produksi, dan proses produksi dilakukan dengan metode langsung yaitu data diperoleh dari objek program. Sedangkan data untuk kandungan gizi dari telur asin aneka rasa akan dilakukan dengan metode tak langsung yaitu bekerja sama dengan pihak lain, yang dalam hal ini adalah alhi Gizi dan laboratorium dalam

bentuk data analisis kandungan gizi yang terkandung. III.II Survei Bahan Baku Bahan baku utama yang berupa telur itik banyak terdapat di daerah Ngino Seyegan Sleman dan banyak dibudidayakan disana. Untuk produksi jangka panjang, perlu dilakukan survei bahan baku, karena semakin besar kapasitas produksi semakin terjangkau pula harga jual oleh konsumen, sehingga produk telur asin aneka rasa dapat diproduksi secara massal dan menjadi lebih murah. III.III Pembuatan Telur Asin aneka Rasa Bahan Bahan 200 butir telur itik yang sudah dibersihkan 2 Kg Garam Dapur 6 Kg Bata Merah yang dihaluskan 1 Paket Bumbu Soto 1 Paket Bumbu Gulai Air 20 Liter Cara Membuat Telur dicuci dengan air sampai bersih atau digosok dengan kertas ampelas halus. Larutkan tepung batubata + larutan garam (20 liter + 2 Kg garam) sampai adonan seperti odol. Untuk penambahan rasa (Soto, Gulai) campurkan bumbu-bumbu kedalam adonan batubata tadi. Telur dicelupkan dalam adonan batubata. Simpan dalam ember plstik ditempat yang teduh selama 10 15 hari. Setelah itu tinggal direbus/ dikukus hingga matang. Kemas atau packing sesuai dengan masing-masing rasa yang telah dibuat selanjutnya siap untuk dipasarkan. III.IV Kandungan Mikrobia dalam pengolahan telur asin Dalam pengolahan telur asin aneka rasa, terdapat jenis pengawet alami yang digunakan untuk mengawetkan telur asin ini pada proses pengolahan. Jenis pengawet tersebut adalah garam, bawang putih. Agar jenis bumbu-bumbu tersebut tidak mudah terkontaminasi dengan mikrobia yang dapat berkembang dalam perendaman itu, maka bumbu tersebut terlebih dahulu dilakukan penyangraian dengan maksud untuk mengurangi kadar air, sehingga mikrobia tidak dapat tumbuh. Pada salah satu literatur, kami juga menemukan jenis mikrobia yang bisa terkontaminasi dengan telur, apabila cara pengolahan tidak bersih, nama mikrobianya adalah SALMONELLA yang bisa yang bisa menyebabkan gejala diare & demam. Tapi ada solusi untukcara untk mengatasinya yaitu Masaklah telur bebek tersebut sampai benar-benar matang hingga kuningnya padat dan tidak ada yang masih cair. Hal ini agar bakteri salmonella yang menulari isi telur dipastikan mati.

III.V Pengemasan telur asin Pengemasan dilakukan dengan cara memasukkan 4 butir telur asin ke dalam wadah plastik persegi dengan berat kurang lebih Kg. Bagian terbuka dari plastik tersebut kemudian bisa dirapatkan dengan plastic sealer atau bisa juga menggunakan stapless. Setelah itu baru diberi label pada bagian atas dari plastik tersebut sesuai dengan rasa telur asin tersebut. III.VI Sosialisasi Kepada Masyarakat Telur asin aneka rasa yang merupakan produk inovasi baru, ini memerlukan suatu sarana sosialisasi sehingga dapat dikenal oleh masyarakat luas. Bentuk sosialisasi dapat dilakukan dengan pengikutsertaan penjualan telur asin pada kegiatan atau event-event besar yang ada juga dapat melalui pembuatan brosur atau pamflet. III.VII Penjualan/Pemasaran Produk Penjualan produk telur asin aneka rasa akan dilakukan secara door to door untuk tahap awal, dimulai dari lingkungan kampus hingga ke lingkungan luar kampus. Selain itu dapat pula bekerjasama dengan memasok pada kantin mahasiswa. Selain itu, penjualan dapat pula dilakukan pada saat kegiatan-kegiatan mahasiswa seperti training atau seminar. IV. HASIL DAN PEMBAHASAN IV. I HASIL YANG DILAKUKAN DARI SELURUH PROGRAM Hasil yang kita dapatkan pada salah satu penerapan IPTEK pengolahan telur menjadi berbagai macam aneka rasa ini salah satunya memunculkan minat dari banyak konsumen terhadap produk baru yang dihasilkan, serta menjaga mutu dan kualitas adalah sesuatu yang tidak dapat lepas dari proses produksi telur asin ini. Telur asin yang memiliki rasa lezat umumnya memiliki keunggulan pemasaran yang jauh lebih baik dibandingkan dengan telur asin dengan rasa biasa. Faktor rasa bagi pembeli menjadi hal yang sangat penting, oleh karena itu harus mampu memproduksi telur asin dengan rasa yang lezat agar dapat terjaga kualitas dan minat dari konsumen tersebut. Dari banyak data yang kami dapatkan sewaktu melakukan usaha ini adalah jika system pemasaran dapat kita pegang, dalam arti bahwa segmentasi pasar harus diperhatikan ternyata efek dari penjualan itu sangatlah baik dan segala kendala dapat diminimalisir. Berbagai macam teknologi pengolahan akan terus kita lakukan guna memperbaiki dari kualitas rasa ataupun menambah lagi rasa dari produk telur asin ini, sehingga produk telur asin aneka rasa ini dapat terus berkembang dimasyarakat. IV. II JALUR PEMASARAN Pola pemasaran produk telur asin ini terbagi tiga, yaitu : 1. Menjual langsung produk ke pasar-pasar setempat. Daerah pemasaran hanya berkisar pada pasar-pasar yang terdapat pada kabupaten yang sama dengan daerah produsen telur asin yang bersangkutan. 2. Bekerjasama dengan tenaga-tenaga pemasaran. Para tenaga pemasaran tersebut akan

menjual telur asin ke rumah-rumah makan atau konsumen secara langsung. yang menjadi daerah pemasaran utama untuk produksi telur asin dari wilayah ini adalah Kab Sleman dan sekitarnya. 3. Konsumen bisa langsung memesan produk telur asin aneka rasa ini dengan mendatangi rumah produksinya langsung. Dari ketiga jenis pemasaran di atas, untuk pemesanan yang hanya memerlukan angkutan darat semua produk diangkut dengan kendaraan, sedangkan untuk pemesanan pribadi, pemesan bisa langsung mendatangi rumah produksi langsung.

1. PENDAHULUAN Pengasinan telur merupakan salah satu cara penambahan umur simpan telur. Telur asin merupakan salah satu sumber protein yang mudah didapat dan berharga relatif murah. Telur asin sebagai bahan makanan yang telah diawetkan mempunyai daya tahan terhadap kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan telur mentah. Telur umumnya mengandung prot ein 13%, lemak 12%, mineral dan vitamin. Selain lebih awet telur asin juga digemari karena rasanya yang relatif lebih lezat dibandingkan telur tawar biasa. Konsumen terbesar produk telur asin adalah masyarakat menengah ke bawah, karena telur asin dapat dijadikan sumber protein hewani yang murah. Disamping untuk konsumen rumah tangga, konsumen lainnya yang sangat potensial adalah restoran, rumah makan, kapal-kapal laut, rumah sakit, asrama- asrama, perusahaan jasa boga dan sebagainya. Perkembangan industri telur asin akan mendorong perkembangan peternakan itik akan berdampak kepada peningkatan pendapatan para peternak itik yang umumnya merupakan masyarakat pedesaan. Industri telur asin juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber protein mahal seperti daging. 2. LATAR BELAKANG Usaha pembuatan telur asin adalah salah satu jenis indust ri makanan yang umumnya berskala mikro dan kecil. Bahan baku utama yang akan dijadikan telur asin adalah telur itik/bebek, sedangkan jenis telur lainnya tidak lazim dilakukan karena kebiasaan dari masyarakat kita yang menganggap telur asin berasal dari telur itik. Teknologi yang diperlukan untuk memproduksi telur asin secara umum merupakan teknologi yang sederhana. Oleh karena itu perbedaan proses produksi dan kualitas produk telur asin ditentukan berdasarkan cara pengolahannya. 3. PERMODALAN

Pola pembiayaan usaha produksi telur asin ini berasal dari biaya sendiri. 4. PROSES PRODUKSI Telur bebek yang telah dipersiapkan dibersihkan kotorannya jika masih ada yang menempel dipermukaan cangkang. Kemudian permukaan cangkang telur di gosok dengan menggunakan amplas. Caranya dengan menggosokkan amplas pada permukaan cangkang telur sambil memutar telur agar cangkang telur tipis di semua bagian. Setelah benar-benar tipis, telur-telur tersebut ditaruh di baskom. 1. Pembuatan Adonan Pasta Bata Merah Adonan pasta bata merah dibuat dengan cara mencampur bubuk bata merah dan garam ke dalam baskom dan diaduk dengan menambahkan air secukupnya. Adonan pasta ini tidak terlalu encer karena digunakan untuk membungkus telur yang akan dibuat. Garam, air dan bubuk bata merah diaduk hingga benar-benar tercampur rata, dan siap untuk digunakan untuk membungkus telur yang telah diamplas sebelumnya. 2. Pembuatan Telur Asin Telur yang telah diamplas dibungkus dengan adonan pasta bata merah yang telah diberi garam sebelumnya, satusatu secara merata di seluruh permukaan telur, kira-kira setebal 2~5 mm. Simpan telur ke dalam baskom selama 6 hari. Agar telur tidak pecah, telur simpan di tempat yang bersih dan terbuka. Setelah 6 hari telur dibersihkan dari adonan pasta tersebut untuk kemudian telur di rebus dengan cara mengukus telur asin menggunakan sarangan. Tujuan dari pengukusan telur asin ini supaya air yang terserap pada telur saat direbus tidak banyak, sehingga telur asin ini akan lebih awet. Waktu yang dibutuhkan untuk merebus telur asin selama 2 jam. Setelah itu telur asin itu matang kemudian diangkat dan ditaruh di atas kertas koran agar air yang ada di permukaan cangkang cepat kering. Bagan Produksi Telur Asin

1. 5. ANALISIS KEUANGAN

1. Modal Awal Modal awal yang dibutuhkan dalam pembuatan telur asin sebesar Rp. 5.300.000,00 1. Pembelian peralatan Uraian Spesifikasi Jumlah Harga Satuan Biaya (Rp) produksi/bulan (Rp)

Dandang Amplas Kompor Baskom besar Blender Pisau dapur Stampel Tinta Kemasan Brosur+Famflet Kertas bekas Total

2 5 2 4 1 5 1 1 4 1000 1

4 -

200.000,00 1.500,00 40.000,00 20.000,00 150.000,00 2.000,00 20.000,00 8.000,00 1.000,00 100,00 1000,00

400.000,00 30.000,00 80.000,00 80.000,00 150.000,00 10.000,00 20.000,00 8.000,00 4.000,00 100.000,00 1.000,00 883.000,00

2. Pembelian Bahan dan Upah Kerja Uraian Telur Kunyit Garam Serbuk bata merah Minyak tanah Upah Kerja Total Spesifikasi 1100 butir 9 kg 39 kg 3,5 lt 5 orang Jumlah produksi/bulan 4 4 4 4 4 Harga Satuan (Rp) 800,00 2.000,00 1.000,00 15.000,00 2.500,00 15.000,00 Biaya (Rp) 3.520.000,00 72.000,00 156.000,00 15.000,00 35.000,00 300.000,00 4.098.000,00

3. Pengeluaran Lain-lain Total 1. Total pengeluaran - Total pengeluaran pembelian peralatan - Total pengeluaran lain-lain Rp. Rp. 883.000,00 319.000,00 Transportasi untuk 4 kali produksi Dana tidak terduga Rp. 150.000,00 Rp. 169.000,00 + Rp. 319.000,00

- Total pengeluaran pembelian bahan dan upah kerja RP. 4.098.000,00 + Total Rp. 5.300.000,00 1. Harga Pokok Penjualan

Harga telur asin tanpa bau amis ditetapkan sebesar Rp. 1.300,00 per butir. Harga tersebut disesuaikan dengan harga pasar telur asin biasa. 1. Hasil Penjualan Hasil penjualan telur asin sebanyak 4400 butir adalah: Rp 1.300,00 x 4400 = Rp 5.720.000,00 1. Keuntungan Keuntungan bulan pertama Keuntungan yang dapat diperoleh dari hasil penjualan telur asin tanpa bau amis adalah sebagai berikut: Keuntungan = Hasil penjualan Biaya akhir = Rp 5.720.000,00 Rp 5.300.000,00 = Rp. 420.000,00 Keuntungan jika dihitung dalam persen = Keuntungan Produksi x 100% Biaya produksi = Rp. 420.000,00 Rp. 5.300.000,00 = 7,9 % Catatan : Untuk teknis peralatan diperkirakan 1 Tahun sehingga penyusutan peralatan per bulan adalah Rp. 883.000,00 : 12 = Rp 73.583,00 Dari penyusutan tersebut maka keuntungan yang diperoleh pada bulan berikutnya yaitu = Laba kotor (pembelian bahan dan upah kerja+ transportasi +penyusutan) = Rp. 5.720 000,00 (Rp. 4.098.000,00 + Rp 150.000,00 + Rp. 73.583,00) = Rp. 5.720.000,00 Rp. 4.421.583,00 = Rp. 1.298.417,00 x 100%

Keuntungan jika dihitung dalam persen = Keuntungan Produksi x 100% Biaya produksi = Rp. 1.298.417,00 Rp. 4.248.000,00 = 30,56 % 6. PERSAINGAN DAN PELUANG Upaya yang harus dilakukan adalah menjaga mutu sehingga pelanggan puas dan tidak pindah ke pengusaha lain. Persaingan yang mungkin akan terjadi adalah persaingan untuk mendapatkan bahan baku yang murah, dimana petani itik petelur dapat saja memilih untuk menetaskan telur dibandingkan menjual telur tawar kepada produsen telur asin. Perluasan pasar dilakukan dengan pencarian pelanggan baru. Untuk mencapai tujuan ini akan memperkerjakan beberapa orang agen pemasaran. Telur asin yang memiliki rasa lezat umumnya memiliki keunggulan pemasaran yang jauh lebih baik dibandingkan dengan telur asin dengan rasa biasa. Faktor rasa bagi pembeli menjadi hal yang sangat penting, oleh karena itu harus mampu memproduksi telur asin dengan rasa yang lezat agar dapat melakukan penjualan maksimal. x 100%

Cara Pembuatan Telur Asin Karya tulis ini di tulis oleh Abdul Aziz, beliau adalah Mahasiswa UT pada Pokjar Tapung Hulu, penulisan Karya tulis ini merupakan salah satu tugas kuliah pada mata kuliah Wawasan Kemasyarakatan, tapi tenang aja makalah ini udah di kumpulkan kok, jdi ktimbang mubawir lebih baik diposkan n pengeposan sdah mendapat perse 7 an dri penulis, moga2 bermanfaat bagi pembaca sekalian , wassalam..!

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, atas segala rahmat dan hidayahnya yang telah dilimpahkan kepada kita semua, karena dengan izin-Nya-lah semua usaha dan pekerjaan yang kita lakukan dapat terselesaikan dengan baik dan sempurna. Dan tentunya dengan karunia-Nya jualah penulis dapat menyelesaikan penulisan Makalah ini pada waktunya. Shalawat beriring salam tak puas-puasnya kita kirimkan kepada junjungan alam Nabi Besar Muhammad SAW, karena hanya dengan petunjuknya dan segala usaha upaya beliau, kita dapat rasakan kehidupan yang berbudaya, beraturan dan menjadikan kita makhluk yang lebih mulia dihadapan Tuhan. Dengan ucapan rasa syukur penulis akhirnya dapat menyelesaikan penulisan makalah ini tepat pada waktunya, dimana Makalah yang bertajuk Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan ini penulis beri judul Pelatihan Home Industri Cara Pembuatan Telur

Asin.
Dalam penulisan makalah ini penulis tentunya banyak mendapatkan support dan bantuan, baik yang bersifat sprituil dan juga materil, oleh sebab itu pada kesempatan ini tak lupa penulis ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya terhadap semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada penulis, yaitu antara lain : 1. Kepada kedua Orang tua penulis, yang selama ini telah memberikan banyak perhatian dan support terhadap setiap aktifitas penulis yang bersifat positif dan membangun. 2. Kepada Ibu., selaku tutor pemandu terhadap mata kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan pada Universitas Terbuka Kelompok Belajar Tapung Hulu. 3. Kepada Tim Pengelola Universitas Terbuka Kelompok Belajar Tapung Hulu. 4. Kepada seluruh rekan- rekan sejawat yang telah banyak memberikan masukan terhadap penulis dalam proses pengerjaan pembuatan Makalah ini. 5. Dan yang terakhir tentunya kepada seluruh pihak yang telah menfasilitasi penulis dalam usaha penyelesaian penulisan makalah ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Dan terakhir penulis berharap, mudah- mudahan makalah ini dapat bermanfaat dan berguna sebagai sumber ilmu bagi yang membacanya dan dapat dijadikan bahan referensi sebagai tolak ukur kemampuan penguasaan materi Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan. Tapung Hulu, 16 April 2011 Penulis

ABDUL AZIZ

Nim : 821 520 793 DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................... i DAFTAR ISI................................................................................................ ii

BAB. I Pendahuluan...................................................................................... 1 1. 2. 3. Latar Belakang....................................................................................... 1 Pembatasan Masalah............................................................................. 2 Tujuan...................................................................................................... 2

3.1 Tujuan Khusus.................................................................................. 3 3.2 Tujuan Umum.................................................................................... 3 BAB. II. Cara Pembuatan Telur Asin...................................................... 4 1. Defenisi Telur.......................................................................................... 4 2. Bahan- Bahan.......................................................................................... 5 3. Alat- Alat................................................................................................ 6 4. Cara Pembuatan .................................................................................... 6 BAB. III. Penutup........................................................................................ 9 A. Kesimpulan......................................................................................... 9 B. Saran................................................................................................... 9 Lampiran......................................................................................................... 11

BAB. I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Perkembangan zaman dan teknologi yang semakin canggih, merambat kepada setiap aspek kehidupan, tingkat persaingan yang semakin tinggi memaksa setiap orang lebih jeli dalam membaca setiap peluang dalam usaha mengembangkan keterampilan dan keahliannya untuk menjawab tantangan zaman. Rendahnya tingkat keterampilan dan keahlian yang dimiliki oleh sebagian besar penduduk Indonesia merupakan salah satu alasan kenapa angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Padahal usaha yang dilakukan pemerintah dalam memberantas kemiskinan dan kebodohan sudah menjadi agenda utama dari pemerintah. Salah satu contoh yaitu dengan mencetuskan wajib belajar 9 Tahun dan memberikan pinjaman dengan suku bunga ringan untuk meningkatkan taraf hidup bangsa Indonesia tersebut. Namun semua itu ternyata tidaklah cukup, karena belum didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan berkeahlian yang dapat dimanfaatkan untuk membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja sendiri, atau berkreasi yang menghasilkan tentunya yang dapat berdampak pada penekanan terhadap tingginya angka pengangguran, tingginya angka kemiskinan yang ada di Indonesia tersebut.

1.2.

Pembatasan Masalah Oleh sebab itu, Penulis dengan bimbingan yang diberikan oleh Dosen Pembimbing

Mata Kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan, mencoba membuat suatu terobosan, yaitu dengan memberikan pelatihan dan penyuluhan terhadap kegiatan home industri yang bisa dikelola atau dilakukan oleh ibu- ibu yang tidak bekerja untuk memberikan kontribusi dalam usaha peningkatan income yang diharapkan berdampak posistif yaitu meningkatnya taraf hidup dan kesejahteraannya. Adapun pelatihan dan penyuluhan ini Penulis lakukan diwilayah Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, tepatnya di Desa Kasikan dimana Penulis berdomisili. Dalam kesempatan ini yang dibantu oleh beberapa orang terdekat melakukan

penelitian dan pelatihan terhadap ibu- ibu yang tergabung dalam kelompok wirid RT. 003 RW. 001 Dusun I Desa Kasikan Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar dalam hal

Pelatihan Home Industri Cara Pembuatan Telur Asin.


1.3. Tujuan Minimnya tingkat pendidikan dan keterampilan masyarakat desa menjadi salah satu penghambat dalam usaha peningkatan kesejahteraan yang dimilikinya, oleh sebab itu dengan memperbanyak wadah- wadah pelatihan keterampilan diharapkan dapat tercapainya tujuan-

tujuan dari pada penulisan makalah ini, Penulis memberikan 2 macam tujuan terhadap penelitian ini, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. a. Tujuan Umum Memberikan pelatihan keterampilan yang dapat menghasilkan Memberikan kontribusi terhadap usaha peningkatan taraf hidup masyarakat desa. Ibu- ibu yang mengikuti pelatihan ini diharapkan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari- sehari Dapat menumbuhkan kembangkan kegiatan Home Industri yang ada diwilayah Kecamatan Tapung Hulu Khususnya Desa Kasikan dan berdampak positif terhadap usaha peningkatan penghasilan masyarakat desa Menciptakan peluang kerja terhadap masyarakat Desa b. Tujuan Khusus Meningkatkan wawasan penulis terhadap ragam kehidupan masyarakat Desa yang majemuk Melatih keterampilan Penulis khususnya dalam berkontribusi dengan masyarakat agar dapat berdaya guna bagi kehidupan masyarakat desa Melengkapi tugas yang dibebankan oleh Dosen Pembimbing Mata Kuliah Pendidikan Berwawasan Kemasyarakatan. Melatih kemampuan Mahasiswa dalam usaha penyusunan makalah ilmiah yang dapat bermanfaat guna bagi khalayak ramai.

BAB. II. CARA PEMBUATAN TELUR ASIN Pelatihan keterampilan cara pembuatan telur asin yang penulis lakukan adalah salah satu contoh bagaimana cara memberdayakan masyarakat agar dapat mengembangkan pola pikir tentang kewirausahaan yang penulis harapkan dapat berdampak posistif bagi kehidupan masyarakat sekitar. Lebih lanjut penulis juga mencoba memberikan gambaran atau peluang untuk membuka usaha bagi masyarakat agar dapat meningkatkan taraf hidupnya dan tentunya hal ini akan berdampak positif dengan mampunya masyarakat membuka peluang kerja sendiri untuk mengurangi tingginya angka pengangguran di dalam masyarakat yang rata- rata hanya menamatkan tingkat pendidikan SLTP.

Adapun wilayah dimana penulis tinggal merupakan salah satu desa yang terdapat di wilayah Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar, tepatnya Desa Kasikan dan pelatihan ini penulis berikan kepada perkumpulan wirid yasin Ibu- ibu yang berada dilingkungan RT. 003 RW. 001 Desa Kasikan. 1. Defenisi Telur Telur adalah benda bercangkang yang mengandung zat hidup bakal anak yang dihasilkan oleh hewan dari golongan unggas (ayam, itik, burung, dll) dan hewan amfibi (ular, biawak, buaya, dll). Telur ini biasanya terdiri dari sel kuning telur (embrio ; zat hidup bakal anak) dan semen (cairan putih kental), dan setiap telur memiliki jangka waktu pengeraman yang berbeda untuk proses penetasan (lahirnya spesies baru). Dalam pembuatan telur asin ini, telur yang biasa digunakan adalah telur ayam atau telur itik, dan sebagian besar menggunakan telur itik yang memiliki kualitas tinggi, karena ukurannya yang lebih besar dari pada ukuran telur ayam kampung. Dan telur- telur ini tidak hanya dapat diproses dengan farian rasa asin saja, melainkan dapat dibuat dalam bentuk farian rasa yang lain; contohnya rasa bawang, rasa strawberry dan rasa- rasa yang lainnya. Namun pada pelatihan ini penulis membatasi masalah hanya dalam konteks Cara pembuatan telur asin saja. 2. Bahan- Bahan Pada metode pembuatan telur asin ini terdapat beberapa bahan- bahan yang perlu kita persiapkan, yaitu :

Telur bebek yang bermutu baik 30 butir Abu gosok atau bubuk batu bata merah 1 liter Garam dapur kg Larutan daun teh (bila perlu) 50 gram teh / 3 liter air Air bersih secukupnya

N/B : Setiap bahan harus melalui proses penakaran yang akurat dan mempergunakan pembandingan yang tepat untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkualitas tinggi. 3. Alat- Alat Alat yang dibutuhkan:

Ember plastik Kuali tanah atau panci Kompor atau alat pemanas

Alat pengaduk Stoples atau alat penyimpan telur

4.

Cara Pembuatan Untuk memperoleh hasil yang maksimal, setiap detil proses pembuatan harus benarbenar dimengerti dan dapat diaplikasikan dengan baik pada saat pembuatan, maka untuk itu berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis dan penulis aplikasikan pada proses pelatihan, langkah- langkah pembuatan telur asin itu adalah sebagai berikut :

a. b. c. d.

Pilih telur yang bermutu baik (tidak retak atau busuk) Bersihkan telur dengan jalan mencuci atau dilap dengan air hangat,kemudian keringkan Amplas seluruh permukaan telur agar pori-porinya terbuka Buat adonan pengasin yang terdiri dari campuran abu gosok dan garam,dengan perbandingan sama (1:1). Dapat pula digunakan adonan yang terdiridari campuran bubuk bata merah dengan garam

e. f.

Tambahkan sedikit air ke dalam adonan kemudian aduk sampai adonan berbentuk pasta Bungkus telur dengan adonan satu persatu secara merata sekeliling permukaan telur, kirakira setebal 1~2 mm

g.

Simpan telur dalam kuali tanah atau ember plastik selama 15 ~ 20 hari.Usahakan agar telur tidak pecah, simpan di tempat yang bersih dan terbuka

h.

Setelah selesai bersihkan telur dari adonan kemudian rendam dalam larutan teh selama 8 hari (bila perlu)

i.

Kemudian setelah proses pembungkusan dan perendaman telur selesai, rebuslah telur selama kurang lebih 60 menit untuk memastikan bahwa telur benar- benar masak dan gurih.

Sumber: frutiti.multiply.com
Setelah dilakukan uji coba terhadap konsep pembuatan telur asin ini, ternyata banyak dampak positif yang sangat membangun pengetahuan masyarakat sekitar, dan lebih lagi antusiasme masyarakat yang sebelumnya tidak mengetahui proses pembuatan telur asin ini sangat tinggi, dan dari lima Ibu- ibu yang menjadi anggota tetap pelatihan yang penulis laksanakan ternyata banyak yang berkeinginan mengikutinya, setelah mereka mendengar dan melihat hasil dari proses pelatihan yang penulis laksanakan.

Keadaan ini menjadi suatu semangat tersendiri bagi penulis agar kedepannya dapat melaksanakan pelatihan- pelatihan lainnya yang dapat menumbuhkembangkan wawasan masyarakat terhadap pemanfaatan peluang home industri yang sangat menjajikan ini.

BAB. III. PENUTUP A. Kesimpulan Proses peralihan kebudayaan masyarakat yang homogen menjadi heterogen (majemuk), berdampak sangat signifikan terhadap pola pikir dan pandangan masyarakat dalam menyikapinya. Dengan memberikan modal keterampilan dan keahlian diharapkan masyarakat dapat lebih bersaing secara sehat dalam menyikapi perkembangan zaman ini. Berbagai macam pelatihan- pelatihan atau kursus- kursus yang di sediakan pemerintah belum mampu mencakup secara keseluruhan masyarakat yang ada di tanah air tercinta ini. Maka oleh sebab itu, alangkah baik jika pihak swasta atau para pengusaha memiliki perhatian lebih terhadap peningkatan sumber daya manusia, yaitu dengan menfasilitasi masyarakat dengan pelatihan- pelatihan atau kursus- kursus keterampilan yang dapat dijadikan modal bagi masyarakat dalam usaha menyediakan peluang usaha bagi dirinya sendiri, yang diharapkan nantinya hal ini dapat menekan tingginya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia dan tentunya juga dapat meningkatkan taraf hidupnya untuk menuju Indonesia yang adil dan sejahtera. B. Saran Setelah proses pelatihan keterampilan pembuatan telur asin ini selesai, penulis mengharapkan tentunya hal ini menjadi satu hal yang bermanfaat bagi masyarakat luas umumnya dan para peserta pelatihan khususnya. Kemudian keterampilan dan keahlian yang telah diperoleh dari Pendidikan Berwawasan kemasayarakatan ini dapat berdaya guna bagi peserta pelatihan dan mungkin lebih jelasnya akan timbul pengusaha telur asin yang memiliki pangsa pasar yang luas dan mampu memberikan peluang kerja bagi masyarakat sekitar. Lebih lanjut penulis dengan melengkapkan penulisan makalah hasil pelatihan ini, kiranya dapat menjadi salah satu bahan bacaan yang bermanfaat bagi para pembaca yang haus akan ilmu dan keterampilan, untuk dapat mempersiapkan diri dalam kompetisi persaingan yang sehat dalam hal penciptaan peluang kerja yang produktif. Terakhir penulis mengharapkan kiranya makalah ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, dan tidak lupa penulis juga mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun untuk

lebih menyempurnakan isi daripada makalah ini. Mudah- mudahan Tuhan selalu melimpahkan ridho dan kasih sayang-Nya kepada kita semua. Amin.