Anda di halaman 1dari 11

Manajemen Mutu Pendidikan (Total Quality Management of Education)

Oleh:

Nurul Izzati (100803026)


Program Studi Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sumatera Utara 2013

Total Quality Management adalah perpaduan semua fungsi ke dalam falsafah holistis yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, team work, produktivitas dan pengertian serta kepuasan pelanggan. ~ Nasution (2001) Total Quality Management merupakan suatu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui perbaikan terus menerus atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya. ~ Fandy Tjiptono dan Anastasia Diana (1998) Manajemen mutu terpadu adalah sistem manajemen yang menempatkan mutu sebagai strategi usaha, melibatkan setiap fungsi dan anggota organisasi dalam upaya peningkatan mutu dan berorientasi sepenuhnya pada kepuasan pelanggan dan karyawan. ~ Ishikawa (1992) Manajemen Mutu Terpadu (TQM) adalah proses manajemen komprehensif yang berfokus pada perbaikan yang terus menerus dari aktifitas organisasi untuk menajamkan kualitas dan jasa yang ditawarkan. ~ Malthis dan Jackson (2001)

A. Pendahuluan Dewasa ini pendidikan telah merebak hingga ke pelosok negeri. Pembangunan infrastruktur sekolah yang telah dilakukan oleh pemerintah maupun swasta semakin membantu perkembangan pendidikan, bahkan dikota-kota besar semakin banyak bermunculan sekolah-sekolah baik negeri maupun swasta. Meski demikian, tidak semua kalangan yang benar-benar merasakan apa itu pendidikan. Pembangunan infrastruktur yang pesat juga harus diimbangi oleh terpenuhinya kualitas sumber daya manusia yang ada. Sumber daya manusia yang dimaksud dapat meliputi komponen-komponen pendidikan yaitu guru, kepala sekolah, tenaga administrasi, peserta didik, dan lainnya. Peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kenyataan yang harus dilakukan secara terencana, terarah, intensif, efektif dan efisien dalam proses pembangunan, kalau tidak ingin bangsa ini kalah bersaing dalam menjalani era globalisasi. Disisi lain masih banyak yang tidak peduli terhadap pentingnya pendidikan, berbagai opini bermunculan, namun itu semua tidak mengurangi urgensi pendidikan. Regulasi mengenai pendidikan pun harus diperjelas agar sikap kedisiplinan bagi semua pelaku pendidikan dapat terjaga dengan baik. Baik buruknya pendidikan suatu negeri dapat diperhatikan dari beberapa faktor tergantung dari perspektif mana dilihatnya. Salah satu faktor yang menentukan adalah SDA (Sumber Daya Alam) dan SDM (Sumber Daya Manusia) sebagaimana yang diungkapkan sebelumnya. Berbicara mengenai kualitas sumber daya manusia, pendidikan memegang peran yang sangat penting dalam proses peningkatan kualitas sumber daya manusia. Untuk itu perlu peran serta seluruh masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan sumber daya manusia itu sendiri. Selain itu, perbaikan mutu pendidikan harus segera dilakukan secara terus menerus dengan cara memperbaiki manajemen mutu pendidikannya. Organisasiorganisasi pendidikan memegang peranan awal dalam proses peningkatan mutu

Total Quality Management of Education

Page 2

pendidikan. Karena itu, cara yang tepat untuk bisa memperbaiki mutu pendidikan adalah dengan memperbaiki manajemen mutu pendidikan. B. Manajemen Mutu Pendidikan Manajemen mutu pendidikan dapat diartikan sebagai seni dan ilmu dalam mengelola jasa untuk memberikan kepuasan pada pelanggan melalui jaminan mutu supaya tidak terjadi keluhan-keluhan. Bagi peserta didik, sekolah adalah sarana untuk balajar dan di dalamnya terdapat sistem yang terdiri dari input -> proses -> output. Oleh sebab itu, sekolah memiliki peran yang penting untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran yang baik supaya siswa dapat dengan aktif mengembangkan segala potensi yang ada pada dirinya.

Pendidikan di lembaga formal seperti sekolah dikonsepsikan mengemban tiga fungsi esensial yaitu: fungsi reproduksi, fungsi penyadaran, dan fungsi mediasi secara simultan untuk mewujudkan peoses pendidikan dan pembelajaran yang sejati. Fungsi penyadaran pendidikan mengandung maksud bahwa sekolah

bertanggung jawab untuk mempertahankan nilai-nilai budaya masyarakat dan membentuk kesejatian diri sebagai manusia. Hal ini mengandung pemahaman bahwa sekolah berfungsi membangun kesadaran manusia agar tetap berada pada tataran sopan santun, beradab dan bermoral. Fungsi progresif mengandung makna bahwa sekolah sebagai pembaru atau pengubah kondisi masyarakat kekinian ke sosok yang lebih maju. Selain itu sekolah berperan sebagai wahana pengembangan, reproduksi, dan desiminasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai pelengkap dari dua fungsi sekolah tersebut berikutnya adalah bahwa sekolah berfungsi sebagai mediasi. Maksudnya bahwa sekolah sebagai institusi pendidikan harus menjadi wahana sosialisasi, pembawa bendera moralitas, wahana
Total Quality Management of Education Page 3

proses pemanuasiaan dirinya dan kemanusiaan umum, serta pembinaan idealisme sebagai manusia terpelajar. Untuk dapat menciptakan ketiga fungsi sekolah tersebut, pengelolaan sekolah harus melalui proses yang bermutu. Kebermutuan tersebut dapat diidentifikasi dari banyaknya siswa yang memiliki prestasi, baik prestasi akademik maupun prestasi bidang lain, serta lulusannya relevan dengan tujuan. Selain pengertian mutu pendidikan yang diuraikan di atas, mutu pendidikan dapat juga diartikan sebagai seseorang yang telah mencapai tujuan kurikulum (objective of curriculum) yang dirancang untuk pengelolaan pembelajaran siswa (Suryadi, 1993:159). Konsep ini lebih menekankan kepada pengawasan dalam pencapaian tujuan kurikulum pembelajaran, sehingga indikator umumnya adalah semakin tujuan kurikulum tercapai, maka dapat dikategorikan suatu pendidikan yang bermutu.

Ditegaskan lebih jauh bahwa mutu pendidikan adalah kemampuan lembaga pendidikan dalam mendayagunakan sumber-sumber pendidikan untuk meningkatkan kemampuan belajar seoptimal mungkin. Analisis konsep ini lebih menekankan kepada kinerja lembaga, yaitu kecenderungan semakin efektif dalam mendayagunakan sumbersumber pendidikan dan semakin baik hasil yang dicapai, maka dapat dikatakan pendidikan tersebut memiliki mutu yang baik. Agar mutu pendidikan yang baik dapat tercapai, maka mutu tersebut harus didukung oleh sekolah yang bermutu. Sekolah yang bermutu adalah sekolah yang secara keseluruhan dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan (masyarakat). Pendapat ini cukup beralasan, karena terlalu banyak pengelolaan sekolah, yang mengabaikan kepuasan dan kebutuhan pelanggan, sehingga hasilnya pun akhirnya tidak mampu untuk berkompetisi guna meraih peluang dalam berbagai bidang, khususnya
Total Quality Management of Education Page 4

dalam menghadapi kondisi global dimana sekolah diharapkan dapat berperan lebih efektif dalam mengembangkan fungsinya. C. Fungsi Manajemen Mutu Fungsi Perncanaan (Planning) Perencanaan menjadi pegangan setiap pimpinan dan pelaksana untuk dilaksanakan. Dengan demikian, melalui perencanaan dapat dipersatukan kesamaan pandangan, sikap dan tindak dalam pelaksanaan di lapangan. Dapat pula dikatakan bahwa pimpinan harus mengetahui secara pasti tujuan jangka menengah dan di atas perencanaan jangka panjang menengah ini pula, ia harus menentukan perencanaan jangka pendek. Perencanaan jangka pendek ini harus dirinci berdasarkan skala prioritas, mana yang harus dikerjakan terebih dahulu dan secara bertahap serta terencana melaksanakan tahap-tahap berikutnya sampai tujuan jangka pendek itu dapat tercapai sepenuhnya, perlu diadakan evaluasi untuk menyempurnakan langkah selanjutnya. Saat ini, peningkatan mutu berbasis sekolah merupakan alternatif baru dalam pengelolaan pendidikan yang lebih menekankan kepada kemandirian dan kreatifitas sekolah. Konsep ini diperkenalkan oleh teori effective school yang lebih memfokuskan diri pada perbaikan proses pendidikan (Edmond, 1979). Dipertegas oleh Cheng (1996) bahwa sekolah efektif adalah sekolah yang berkemampuan menjalankan fungsinya secara maksimal. Beberapa indikator yang menandai manajemen mutu sekolah adalah sebagai berikut: 1. Lingkungan sekolah yang aman dan tertib 2. Memiliki misi dan target mutu yang ingin dicapai 3. Memiliki kepemimpinan yang kuat 4. Adanya harapan yang tinggi dari personel sekolah (kepala sekolah, guru, dan staf lainnya termasuk siswa) untuk berprestasi 5. Adanya pengembangan staf sekolah yang terus menerus sesuai tuntutan iptek adanya pelaksanaan evaluasi yang terus menerus terhadap berbagai aspek akademik dan administratif, dan pemanfaatan hasilnya untuk perbaikan mutu 6. Adanya komunikasi dan dukungan intensif dari orang tua murid/masyarakat.
Total Quality Management of Education Page 5

Pengembangan manajemen sekolah didesain untuk meningkatkan kemampuan sekolah dan masyarakat dalam mengelola perubahan pendidikan dalam kaitannya dengan tujuan keseluruhan, kebijakan, strategi perencanaan, inisiatif kurikulum yang telah ditentukan oleh pemerintah dan otoritas pendidikan. Disebutkan pula bahwa sekolah efektif adalah sekolah dalam lapangan manajemen sekolah, dengan karakteristik menurut Sallis (1979) yakni: 1. Guru memiliki kepemimpinan yang kuat dan kepala sekolah memberikan perhatian tinggi terhadap perbaikan mutu pengajaran, 2. Guru memiliki kondisi pengharapan yang tinggi untuk mendukung pencapaian prestasi murid, 3. Atmosfer sekolah tidak kaku, sejuk tanpa tekanan, kondusif dalam seluruh proses pengajaran, berlangsung dalam suatu keadaan/iklim yang nyaman, 4. Sekolah memiliki pengertian yang luas tentang fokus pengajaran dan mengusahakan efektif sekolah dengan energi dan sumber daya untuk mencapai tujuan pengajaran secara maksimal, 5. Sekolah efektif dalam menjamin kemajuan murid yang dimonitor secara periodik. Selain itu, ada empat hal yang terkait dengan prinsip-prinsip pengelolaan mutu sekolah, yaitu: 1. Perhatian harus ditekankan kepada proses dengan terus-menerus

menitikberatkan peningkatan mutu 2. Mutu harus ditentukan oleh pengguna jasa sekolah 3. Prestasi harus diperoleh melalui pemahaman visi bukan dengan pemaksaan aturan 4. Sekolah harus menghasilkan siswa yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, sikap arif bijaksana, karakter, dan memiliki kematangan emosional.

Total Quality Management of Education

Page 6

Fungsi Pengorganisasian (Organizing) Fungsi pengorganisasian adalah suatu kegiatan pengaturan pada Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya fisik lain yang dimiliki organisasi pendidikan untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan serta menggapai tujuan pendidikan. Dalam implementasi konsep peningkatan mutu berbasis sekolah, sekolah memiliki tanggung jawab untuk mengelola dirinya berkaitan dengan permasalahan administrasi, keuangan dan fungsi setiap personel sekolah di dalam kerangka arah dan kebijakan yang telah dirumuskan oleh pemerintah. Sekolah bersama-sama dengan orang tua dan masyarakat, harus membuat keputusan, mengatur skala prioritas di samping harus menyediakan lingkungan kerja yang lebih profesional bagi guru, serta meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keyakinan masyarakat tentang pendidikan di sekolah. Kepala sekolah harus tampil sebagai koordinator dari sejumlah orang yang mewakili berbagai kelompok yang berbeda di dalam masyarakat sekolah dan secara profesional harus terlibat dalam setiap proses perubahan di sekolah. Hal itu dilakukan melalui penerapan prinsip-prinsip pengelolaan mutu total dengan menciptakan kompetisi dan penghargaan. Sistem kompetisi tersebut akan mendorong sekolah untuk terus meningkatkan diri, sedangkan penghargaan akan dapat memberikan motivasi dan meningkatkan kepercayaan diri setiap personel sekolah, khususnya siswa. Fungsi Pengarahan (Actuating) Pengarahan merupakan hubungan manusia dalam kepemimpinan yang mengikat para bawahan agar bersedia mengerti dan menyumbangkan tenaganya secara efektif serta efisien dalam pencapaian tujuan suatu organisasi. Di dalam manajemen, pengarahan ini bersifat sangat kompleks karena disamping menyangkut manusia juga menyangkut berbagai tingkah laku dari manusia-manusia itu sendiri. Manusia dengan berbagai tingkah lakunya yang berbeda-beda.
Total Quality Management of Education Page 7

Untuk meningkatkan mutu sekolah diperlukan dukungan kepemimpinan kepala sekolah dan manajemen sekolah yang efektif untuk mendukung kegiatan utama sekolah, yaitu proses belajar mengajar di kelas. Kepala sekolah yang efektif ialah kepala sekolah yang menjalankan kepemimpinan secara efektif. Oleh karena itu efektivitas kepemimpinan kepala sekolah adalah mereka yang membuka diri untuk adanya pengaruh guru dan pegawai terhadap persoalan penting sehingga produktivitas dan mutu kinerja sekolah akan bertambah baik jika semua unsur personil bekerja di bawah payung seorang pemimpin yang memenuhi harapan mereka. Sebaliknya, kepemimpinan kepala sekolah yang tidak efektif adalah kepemimpinan yang cenderung negatif, penuh kepalsuan dan kepura-puraan di kalangan guru dan pegawai, yang cenderung lain kata lain tindakan, tidak saling percaya dang mengelak dari tanggung jawab, serta tidak melibatkan guru, bawahan dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian kinerja guru dan pegawai merupakan dampak dari perilaku kepemimpinan kepala sekolah. Guru yang efektif adalah guru yang berkinerja tinggi, terutama kinerja mengajarnya, yang bisa menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif bagi peserta didik untuk belajar dengan baik dan hasil, dan terampil dalam mengajar dengan berbagai metode, tampil dalam memberikan penguatan dan terampil pula dalam mengakhiri pelajaran, serta guru menjadi teladan atau model dalam pandangan peserta didik dalam mencapai tujuan pendidikan.

Fungsi Pengawasan (Controlling) Controlling atau pengawasan, sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian, bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dan tujuan yang telah digariskan semula. Meningkatkan mutu sekolah menuntut adanya perubahan sikap dan tingkah laku seluruh komponen sekolah, yaitu kepala sekolah, guru dan tenaga/staf administrasi termasuk orang tua dan masyarakat, dalam memandang, memahami, membantu sekaligus sebagai pemantau yang melaksanakan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan sekolah, yang didukung oleh pengelolaan sistem informasi yang
Total Quality Management of Education Page 8

representatif dan valid. Akhir dari semua itu ditujukan kepada keberhasilan sekolah untuk menyediakan pendidikan yang bermutu bagi masyarakat. D. Studi Kasus 1. Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Sekolah: Manajemen Kepala Sekolah Di SD Muhammadiyah Wonorejo Polokarto. Mutu sekolah sangat ditentukan oleh bagaimana guru melaksanakan pembelajaran, bagaimana kepala sekolah menjalankan tugas dan fungsinya serta didukung oleh sarana prasarana yang memadai dan komitmen komite sekolah. Dalam rangka pengendalian mutu sekolah Kepala sekolah sebagai top manajer harus mampu mengorganisasi seluruh komponen sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengumpulan data diperoleh dari informasi, tempat dan aktivitas kegiatan kepemimpinan kepala sekolah, serta dokumen. Teknik pengambilan data berupa wawancara mendalam, observasi langsung, angket dan mencatat dokumen. Hasil penelitian berupa pokok-pokok temuan yaitu: 1) Peningkatan mutu pembelajaran di SD Muhamadiyah Wonorejo ditentukan bagaimana kepala sekolah dapat mengelola manajemen sekolah serta kemampuan dalam menetapkan Visi, Misi, Tujuan Pendidikan SD Muhammadiyah Wonorejo , Strategi, dan Sasaran tepat sesuai dengan situasi dan kondisi sekolah. 2) Peningkatan mutu kompetensi kepemimpinan kepala sekolah dalam menjalankan tugas dan fungsinya sangat ditentukan motivasi diri kepala sekolah serta bagaimana bisa mengelola Input Pembelajaran, menyelenggarakan Proses Pembelajaran, menghasilkan Output Pembelajaran. 3) Secara keseluruhan kondisi Kepala sekolah SD Muhamadiyah Wonorejo dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai Educator (Pendidik), sebagai Manajer, sebagai Administrator, sebagai Supervisor, sebagai Leader (Pemimpin), sebagai Inovator, sebagai Motivator sangat baik sehingga kepala sekolah bisa menjadi contoh dalam menjalankan tugasnya.

Total Quality Management of Education

Page 9

E. Kesimpulan Manajemen mutu merupakan sebuah budaya organisasi yang menekankan kepada upaya menciptakan mutu yang konstan melalui setiap aspek dalam kegiatan organisasi. Manajemen mutu membutuhkan pemahaman mengenai sifat mutu dan sifat sistem mutu serta komitmen manajemen untuk bekerja dalam berbagai cara. Manajemen mutu sangat memerlukan figure pemimpin yang mampu memotivasi agar seluruh anggota dalam organisai dapat memberikan konstribusi semaksimal mungkin kepada organisasi. Hal tersebut dapat dibangkitkan melalui pemahaman dan penjiwaan secara sadar bahwa mutu suatu produk atau jasa tidak hanya menjadi tanggung jawab pimpinan, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh anggota dalam organisasi.

Walaupun perkembangan manajemen mutu berasal dari dunia bisnis, namun konsep ini juga dapat diimplementasikan ke dalam dunia pendidikan atau biasa disebut TQE (Total Quality Education). Berbagai upaya perbaikan dalam manajemen sekolah menjadi titik awal dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. TQE di indonesia diterjemahkan dengan mengadopsi model manajemen berbasis sekolah. Mutu pendidikan memang hal yang sangat krusial dalam pembangunan sebuah negara disamping kesehatan dan ekonomi masyarakatnya. Karena dengan pendidikan
Total Quality Management of Education Page 10

dapat menciptakan sumber daya sumber daya yang dapat diandalkan dalam pembangunan. Untuk memajukan pendidikan peranan sekolah haruslah memenuhi standar mutu yang diharapkan bagi masyarakat. Peningkatan mutu pendidikan secara khusus berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia . Kualitas sumber daya akan dipengaruhi oleh input, proses dan output pendidikan. Sehingga perlu adanya kesinergian antara ketiga hal tersebut. Mutu Pendidikan akan dapat baik jika baik organisasi pendidikan maupun pemerintah telah mampu menerapkan manajemen yang tepat dalam pelaksanaannya. Sehingga tidak ada kelemahan baik itu dalam hal kurikulum, sarana prasarana, proses pembelajaran, dan kualitas sumber daya manusianya. Mutu Pendidikan dalam pelaksanaannya perlu mendapat pengawasan yang intensif dari para penyelenggara pendidikan.

F. Daftar Pustaka repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/3849/1/08E00517.pdf file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR...PENDIDIKAN/.../MMT_di_SMU.pdf http://pengertianmanagement.blogspot.com/2012/10/pengertian-manajemen-mutuquality.html http://mbegedut.blogspot.com/2012/06/pengertian-manajemen-mutu-menurutpara.html http://pasca.uns.ac.id/?p=318 http://guruidaman.blogspot.com/2012/08/manajemen-mutu-pendidikan.html http://www.psychologymania.com/2013/01/pengertian-manajemen-mutupendidikan.html http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/05/manajemen-mutupendidikan.html#.Ub0OzedSjPo http://jodenmot.wordpress.com/2012/12/26/konsep-mutu-pendidikan/ http://ciptaank.blogspot.com/2012/07/definisi-mutu.html http://drutama.wordpress.com/2012/11/18/faktor-penentu-kualitas-pendidikan-dandefinisi-kualitas-pendidikan-yang-baik-pendidikan-berkualitas-menuju-indonesiasejahtera/

Total Quality Management of Education

Page 11