Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PENGAMATAN ajskfkajdajfalsjfal

Disusun oleh :
Nama No Kelas : Egy Adhitama : 14 : XI IPA 1

SMA NEGERI 1 KEBUMEN Tahun Ajaran 2012 / 2013

I.

Judul Praktikum Judul Tanggal Praktikum

: Mengamati struktur jaringan pada tumbuhan dikotil dan monokotil : 12 September 2012

II.

Tujuan Praktikum 1) Mempelajari struktur batang monokotil melalui pengamatan pada preparat melintang batang Zea mays 2) Mengamati struktur batang Cucurbita dan mempelajari tipe ikatan pembuluh bikolateral pada batang Cucurbita 3) Mengamati pola pertumbuhan sekunder anomali yang terjadi pada tumbuhan Amaranthus Teori Dasar Batang I (Monokotil Dan Dikotil) Perbandingan batang dikotil dan monokotil dengan keberadaan berkas pembuluh. Berkas pembuluh monokotil tersebar diseluruh jaringan penyokong sehingga tidak ada perbedaan antara korteks dan empulur. Sedangkan berkas pembuluh dikotil tersusun dalam lingkaran yang membagi jaringan dasar menjadi daerah-daerah yang berbeda. Batang jagung merupakan salah satu contoh yang representatif untuk menggambarkan struktur batang monokotil. Bagian luar batang jagung ditutupi oleh epidermis yang memiliki stomata. Di bawah epidermis terdapat seludang sklerenkim yang berfungsi untuk mengokohkan batang. Ikatan pembuluh letaknya tersebar dan tidak teratur. Pada bagian tepi batang, korteks dan silinder pusat (stele) tidak dapat dibedakan. Ikatan pembuluh bertipe kolateral. Floem terdiri dari pembuluh tapis dan sel pengantar, sedangkan xilem terdiri dari trakhea, traheih, dan parenkim xilem. Di dalam jaringan xilem terdapat rongga reksigen. Setiap ikatan pembuluh dikelilingi oleh seludang sklerenkim. Jaringan dasar merupakan bagian terbesar yang mengisi batang. Batang monokotil biasanya tidak mengalami pertumbuhan sekunder, penebalan batang biasanya dilakukan oleh meristem penebalan primer. Pada beberapa monokotil, petumbuhan sekunder dapat terjadi, seperti pada Dracaena dan Cordyline. Pertumbuhan ini terjadi sebagai aktifitas meristem pada bagian batang yang letaknya jauh di belakang meristem apeks. Meristem ini disebut sebagai kambium pembuluh, tetapi sifatnya sangat berbeda dengan pembuluh pada dikotil.kambium ini menghasilkan ikatan pembuluh sekunder yang terpisah satu sama lain oleh jaringan parenkim. Ikantan pembuluh yang dibentuk biasanya bertipe amfiversal.letak ikatan pembuluh sekunder lebih teratur dibandingkan ikatan pembuluh primer. Pertumbuhan sekunder terjadi pada tumbuhan dikotil sebagai aktifitas kambium fasikuler dan kambium intrafasikuler. Aktifitas kambium ini pada umumnya bersifat bidereksional, ke arah luar menghasilkan floem sekunder dan ke arah dalam menghailkan xilem sekunder. Di dalam floem maupun xilem sekunder terdapat berkas-berkas parenkim ke arah radial. Parenkim ini disebut parenkim jari-jari empulur. Pada beberapa tumbuhan, reaksi jaringan sebelumnya terdapat pembentukan jaringan sekunder yang menyebabkan pertambahan diameter batang tampak jelas. Pada Tilia reaksi terhadap pertumbuhan sekunder terjadi di daerah floem. Pada daerah ini parenkim jari-jari empulur trampak melebar. Pelebaran jari-jari empulur seperti ini disebut dilatasi jari-jari empulur. Batang II Secara anatomi, jaringan pada batang dapat dibagi menjadi jaringan dermal, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Epidermis biasanya terdiri dari satu lapisan sel dan sering kali memiliki stomata dan trikoma. Sel-sel epidermis ini mampu melebar ke arah tangensial dan mampu bermitosis. Sifat epidermis seperti ini amat penting untuk merespon apabila terjadi tekanan sebagai akibat pertumbuhan sekunder, stomata dapat hilang dan digantikan oleh lentisel. Lentisel merupakan pori yang menghubungkan ruang antar sel dalam tumbuhan dengan dunia luar setelah epidermis digantikan oleh periderm. Biasanya lentisel dibentuk di bawah stomata. Felogen pada

III.

daerah lentisel membentuk jaringan pengisi, yaitu jaringan dimana sel-sel tidak berlekatan satu sama lain. Kadang-kadang terdapat jaringan penutup pada jaringan pengisi tersebut. Di epidermis terdapat daerah korteks. Korteks batang biasanya mengandung jaringan parenkim. Sel-sel parenkim ini biasanya mengandung banyak kloroplas. Pada korteks juga dapat ditemukan adanya jaringan kolenkim dan sklerenkim. Kedua jaringan ini biasanya terdapat di bagian luar korteks. Disebelah bawah korteks terdapat jaringan pembuluh. Batas antara korteks dan daerah jaringan pembuluh kurang jelas, karena batang tidak memiliki endodermis sebagaimana pada akar. Pada beberapa tumbuhan, sel-sel parenkim korteks bagian dalam dapat mengandung pati. Sel-sel ini biasanya disebut sebagai seludang pati. Jaringan pembuluh berkembang dari prokambium yang dapat berpisah satu sama lain atau membentuk silinder prokambium. Jaringan prokambium ini berdiferensiasi membentuk floem dan xilem primer, sehingga terbentuklah berkas-berkas ikatan pembuluh atau silinder pembuluh. Xilem terbentuk secara exarch dan floem secara endarch. Pada tumbuhan dikotil dan coniferae, jaringan pembuluhh biasanya berbentuk silinder berongga yang dibatasi oleh korteks di sebelah luar dan empulur di sebelah dalam. Jaringan pembuluh ini dapar dibagi menjadi bagian-bagian yang masing-masing disebut berkas ikatan pembuluh (vascular). Dalam setiap berkas ikatan pembuluh terdapat berkass floem dan berkas xilem. Berdasarkan susunan berkas floem dan berkas xilem dalam ikatan pembuluh, berkas ikatan pembuluh pada batang dapat dibedakan menjadi: Ikatan pembuluh kolateral, apabila floem terdapat di sebelah luar xilem. Tipe ikatan pembuluh seperti ini paling sering ditemukan. Ikatan pembuluh bikolateral, apabila floem terdapat di sebelah dalam (floem internal) maupun di sebelah luar (floem eksternal) xilem. Ditemukan pada famili Silanaccae dan Cucurbitaccae. Ikatan pembuluh konsentris, apabila salah satu berkas pembuluh mengelilingi berkas pembuluh yang lainnya. Dapa dibedakan menjadi ikatan pembuluh amfikribal apabila floem mengelilingi xilem dan ikatan pembuluh amfivasal apabila silem mengelilingi floem. Ditemukan pada paku dan beberapa monokotil, seperti dari famili Lilianaceae. Ikatan pembuluh pada akar tidak mengikuti tipe diatas, tetapi membentuk ikatan pembuluh seperti ini disebut sebagai ikatan pembuluh radial. Oleh karena pada batang terdapat daun, maka berkas pembuluh pada batang bersimnambungan pada batang dengan berkas ikatan pembuluh pada daun. Hubungan ini dapat dilihat pada daerah buku, tempat daun tersebut melekat. IV. Alat dan Bahan Alat Cutter/silet Kaca objek dan penutup kaca objek Mikroskop cahaya dan/atau mikroskop binokuler Pipet tetes Langkah Kerja

Bahan Batang Amaranthus sp (Bayam) Batang Jagung Preparat awetan batang monokotil Preparat awetan batang tumbuhuan dikotil Air

V.

A. Kegiatan 1 Pengamatan pada preparat awetan sayatan melintang batang Zea mays (monokotil). 1. Amati preparat melintang batang jagung (preparat awetan) dengan menggunakan mikroskop, mula-mula dengan perbesaran kecil kemudian lanjutkan dengan perbesaran tinggi. 2. Dalam perbesaran kecil, amati penyebaran letak ikatan pembuluh, mulai dari bagian tepi batang hingga ke bagian tengah. Buatlah bagannya dan tunjukkan epidermis, seludang sklerenkim, ikatan pembuluh kolateral, dan jaringan dasar. 3. Amati secara ditail satu sekor radial batang dengan perbesaran tinggi. Gambarkan detail sekor tersebut yang meliputi epidermis, korteks, ikatan pembuluh, rongga reksigen, seludang

sklerenkim dan jaringan dasar. Berikan keterangan lengkap untuk gambar ditail yang anda buat. B. Kegiatan 2 1. Buatlah sayatan melintang batang muda (yang belum mengalami pertumbuhan sekunder) Amaranthus. 2. Amati dengan mikroskop mula-mula pada perbesaran rendah dilanjutkan dengan perbesaran tinggi. Amati penyebaran ikatan pembuluhnya. 3. Buat pula sayatan melintang batang dewasa (yang telah mengalami pertumbuhan sekunder) dan amati dengan mikroskop. 4. Amati penyebaran ikatan pembuluh dan bandingkan penyebaran ikatan pembuluh pada batang muda. 5. Bagan dan gambar detail satu sektor untuk kedua penampang melintang yang anda amati. Tunjukkan pada gambar tersebut epidermis, korteks, xilem primer dan sekunder, floem primer dan sekunder, daerah interfasikuler dan empulur. VI. Hasil Pengamatan A. Kegiatan 1 (Batang Jagung) Hasil pengamatan

Literature 1

Literature 2

o o o o o o o

Nama preparat : Preparat Zea mays (jagung) Nama Latin : Zea mays Nama Indonesia : jagung Nama daerah : jagong Reagen : air Perbesaran 10x4 Tanggal praktikum : 12 September 2012

Klasifikasi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Liliopsida Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Poales Famili: Poaceae Genus: Zea Spesies: Zea mays L.

Penjelasan: Zea mays merupakan salah satu tumbuhan monokotil, yang memiliki ciri khas berkas pembuluhnya yaitu tersebar dan biasanya tidak beraturan atau tersebar. Pada pengamatan terhadap preparat batang Zea mays, yang dapat teramati adalah ikatan pembuluhnya bertipe kolateral tertutup dimana floem dan xilem berdampingan dan tidak dibatasi kambium. Teramati pula bahwa xilem dikelilingi floem membentuk satu ikatan pembuluh dan ikatan pembuluh tersebut tersebar tidak beraturan disetiap bagian dalam batang.

B. Kegiatan 2 Bayam (Amaranthus sp) tua Hasil pengamatan

Literature 1

Literature 2

Sayatan melintang batang bayam (Amaranthus sp) tua o Nama preparat : sayatan melintang batang bayam (Amaranthus sp) tua o Nama Latin : bayam o Nama Indonesia : bayam o Nama daerah : bayam o Reagen : air o Perbesaran: 10x4 o Tanggal praktikum : 12 September 2012 Klasifikasi Kingdom: Plantae Subkingdom: Tracheobionta Super Divisi: Spermatophyta Divisi: Magnoliophyta Kelas: Magnoliopsida Sub Kelas: Hamamelidae Ordo: Caryophyllales Famili: Amaranthaceae Genus: Amaranthus Spesies: Amaranthus sp

Penjelasan: Amaranthus sp (bayam) merupakan tumbuhan dikotil. Dimana tumbuhan dikotil memiliki berkas pembuluh yang teratur sedangkan pada hasil pengamatan di dapat bahwa berkas pembuluh pada Amaranthus sp. Terlihat tersebar. Ini merupakan bentuk anomali batang pada Amaranthus sp. Tipe dari berkas pembuluh Amaranthus sp. Merupakan tipe kolateral terbuka yaitu antara xilem dan floem terdapat kambium, akan tetapi pada hasil pengamatan tidak begitu jelas adanya kambium VII. Pembahasan Penyebaran ikatan pembuluh di bagian tengah dan tepi batang itu berbeda letak ikatan pembuluh tersebar dan tidak teratur pada bagian tengah batang sedangkan ikatan pembuluh lebih banyak dan lebih rapat pada bagian tepi batang. Sklerenkim ditemukan disekeliling ikatan pembuluh baik xilem maupun floem. Sklerenkim disini berfungsi sebagai pelindung dan memiliki sifat elastis selain itu sklerenkim terdapat dibawah epidermis.Bagian korteks tepi ikatan pembuluhnya banyak dan lebih rapat sehingga antara korteks dan stele tidak dapat dibedakan. Parenkim interfesikuler letaknya berada diantara jaringan / ikatan pembuluh. Ikatan pembuluh tersebar dan tidak teratur pada bagian batang, sklerenkim berada dibawah epidermis dan disetiap keliling ikatan pembuluh. Sklerenkim berfungsi sebagai pelindung pada ikatan pembuluh dan penyokong pada umumnya, korteks dan stele tidak dapat dibedakan karena pada batang bagian tepi ikatan pembuluhnya lebih banyak dan rapat. Ikatan pembuluhnya adalah kolateral tertutup. Berdasarkan hasil pengamatan tampak adanya jaringan-jaringan pada akar, antara lain epidermis yang biasa disebut kulit luar, floem atau pembuluh tapis, xilem atau pembuluh kayu dan epidermis, ini menunjukkan bahwa pada akar, batang, dan daun pada tumbuhan memiliki jaringan didalamnya. Xilem dan floem disebut jaringan pengangkut yang terdapat pada berkas ikatan pembuluh. Berkas pembuluh yang bentuknya khas menghadap ke dalam disebut xilem. Perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil yaitu tumbuhan dikotil berakar tunggang bercabang, berkambium, batang bercabang, kolateral terbuka, pembuluh angkut teratur di dalam lingkaran. Tumbuhan monokotil berakar serabut, tidak berkambium, batang tidak bercabang, pembuluh angkut kolateral tertutup, pada akar pembuluh angkut tersebar. Hal ini sesuai dengan pendapat

yang dikemukakan Kimball (1992). Xilem dan floem disebut jaringan pengangkut yang terdapat pada berkas ikatan pembuluh. Berkas pembuluh yang bentuknya khas menghadap ke dalam disebut xilem. Jika Praktikan melakukan praktikum dengan benar, maka hasil yang diperoleh seharusnya sebagai berikut : Batang jagung (Zea mays) 1. Tipe kolateral tertutup 2. Termasuk monokotil 3. Berkas pengangkut tersebar 4. Penyusun : 1. Epidermis 2. Korteks 3. Floem 4. Xylem Batang Bayam 1. 2. 3. 4. Tipe kolateral terbuka Termasuk dikotil Berkas pengangkut teratur didalam lingkaran Penyusun : 1. Epidermis 2. Korteks 3. Floem 4. Kambium 5. Xylem 6. Empulur

Batang jagung (Zea mays) Pada pengamatan sayatan tipis batang jagung (Zea mays) dengan perbesaran 10 x 10, dapat terlihat epidermis, korteks, floem, dan xylem. Batang jagung (Zea mays) ini termasuk batang monokotil dan mempunyai berkas pembuluh tipe kolateral tertutup dan berkas pengangkutnya terletak tersebar. Kekhususan yang utama pada kolateral tertutup ialah diantara pembuluh kayu dan pembuluh tapis tidak tedapat kambium. Dalam hal ini parenkim berfungsi sebagai penghubung diantara keduanya. Tiada jarang pula berkas pengangkut ini terletak dikelilingi oleh jaringan sklerenkim oleh karenanya disebut seludang sklerenkim (Sutrian, 1992). Tipe kolateral yaitu letak xylem dan floem berdampingan, umumnya floem di sebelah luar xylem. Sedangkan bila antara xylem dan floem berdampingan langsung tanpa adanya kambium disebut koleteral terbuka (Hidayat, 1995). Pada tipe ini, floem dan xylem berdampingan. Ada dua tipe, yaitu kolateral tertutup yang biasa terdapat pada ikatan pembuluh batang monokotil dan kolateral terbuka yang biasa terdapat pada ikatan pembuluh batang dikotil Batang Bayam Pada pengamatan batang bayam ini menggunakan dengan perbesaran 10 x 4, dapat terlihat epidermis, korteks, floem, kambium, xylem dan empulur. Batang Bayamini termasuk batang dikotil. Epidermis pada batang adalah sel hidup yang mampu bermitosis, hal ini penting dalam upaya memperluas permukaan apabila terjadi tekanan dari dalam akibat pertumbuhan sekunder. Korteks adalah kawasan diantara epidermis dan sel silinder pembuluh paling luar, korteks btang terdiri dari parenkim yang berisi kloroplas. Di tepi luar sering terdapat kolenkim dan sklerenkim. Batas antara korteks dan daerah pembuluh atau pengangkut tidak jelas karena sering tidak ditemukan endodermis apalagi pada batang yang masih muda (Hidayat, 1995). Batang bayam ini termasuk dikotil karena salah satunya Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus VIII. Kesimpulan

1. Batang Dikotil Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam : a. Epidermis Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel. Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya. Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus. b. Korteks Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim. c. Endodermis Endodermis batang disebut juga kulit dalam, tersusun atas selapis sel, merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan stele. Endodermis tumbuhan Anguiospermae mengandung zat tepung, tetapi tidak terdapat pada endodermis tumbuhan Gymnospermae. d. Stele/ Silinder Pusat Merupakan lapisan terdalam dari batang. Lapis terluar dari stele disebut perisikel atau perikambium. lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem. Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar. Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler. Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang. Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun, pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus, tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnya pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun, lapis-lapis lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun. 2. Batang Monokotil Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas. Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium. Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder. 3. Anatomi Akar Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam. a. b. c. d. Epidermis Korteks Endodermis Silinder Pusat/Stele a. Epidermis Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati

air. Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar. b. Korteks Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim. c. Endodermis Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titiktitik, dinamakan titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap. d. Silinder Pusat/Stele Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar. Terdiri dari berbagai macam jaringan : - Persikel/Perikambium Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar. - Berkas Pembuluh Angkut/Vasis Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium. - Empulur Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.. IX. Daftar Pustaka Hidayat, Estiti B. 1995. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Bandung: Penerbit ITB. Tim Dosen. 2010. Buku Petunjuk Praktikum Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan. Biologi Fak. Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD Bandung. Tri Wahyu Agustina. 2010. Materi Pokok Ajar Anatomi Tumbuhan. Bandung: Pendidikan Biologi Fak. Tarbiyah Dan Keguruan UIN SGD Bandung. http://tedbio.multiply.com/journal/item/14/Struktur_Tumbuhan_ http://e-learning.um.ac.id/course/view.php?id=98 www.google.com

Kebumen, 18 September 2012 Praktikan,

Egy Adhitama (XI IPA 1/ 14)