Anda di halaman 1dari 7

PERANAN KEBUDAYAAN MELAYU Tak Lapuk Di Hujan, Tak Lekang Di Panas I.

KEBUDAYAAN

Kita awali dengan mengetengahkan pengertian dari pada budaya dan kebudayaan. Budaya, hanya manusia satu-satunya yang mempunyai budaya yang berbudaya di bandingkan dengan makhluk-makhluk yang lain karena kebudayaan adalah: Suatu sistem yang terintegrasi di masyarakat yang berkaitan dengan nilai kepercayaan, perilaku, adat istiadat dan artefak. Sementara itu kebudayaan yang universal meliputi pandangan hidup, bahasa, kesenian, sastra, upacara adat, busana, bangunan, pegobatan tradisional dan hukum adat melayu. Sedangkan kebudayaan melayu memiliki nilainilai keterbukaan, kemajemukan, persebatian, tenggang rasa, gotong royong, senasib sepenanggungan, malu, bertanggung jawab, adil dan benar, berani dan tabah, arif dan bijaksana, musyawarah mufakat, berpandangan jauh kedepan, amanah dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Potensi budaya melayu adalah merupakan bagian dari pada budaya nasional yang mempunyai peranan penting dalam perjalanan bangsa Indonesia sebagai pemberi identitas, salah satu unsur kebudayaannya yaitu bahasa melayu di jadikan bahasa persatuan (Sumpah Pemuda 1928). Beberapa bukti dari pada kebesaran budaya melayu dapat di lihat; 1. Budi bahasa, yang menunjukkan sopan santun dan perasaan melayu; Biarlah orang bertanam buluh, kita Biarlah orang bertanam musuh, kita bertanam budi juga bertanam padi lebat juga buahnye

Ape tande batang padi, tumbuh di ladang Ape tande orang berbudi, elok di pandang baek bahasenye.

2. Ramah tamah dan terbuka; Politik Raja Melayu yang maritim untuk membesarkan bandar dengan para pedagang. Apebile meraut seladang buloh, Siapkan lidi buang Apebile menjempot orang yang jauh, Siapkan nasi dengan hidangnye. Kalau kurang tapak tangan, Nyiru kami tadahkan. 3. Musyawarah mufakat sendi kehidupan sosial orang melayu; Perkahwinan, kematian, mendirikan rumah, membuka ladang dan lain sebagainya. Kalau ranting tidak bertangkai, jangan Kalau berunding sudah selesai jangan diungkit-ungkit juga. dililit-lilit juga. miangnye.

Putus gading karena di kerat, belom jatuh Putus runding karena mufakat, hukum jatuh benar terletak. Seluk berselok daunnya terap, terap di simpul Elok-eloklah dalam bercakap, cakap sampai maksudnye terang. Kalau sampai ke laut gading, beloklah perahu Kalau bertikai dalam berunding, eloklah balik kepada adat.

sudahlah menjadi mencari

retak. benang. selat.

Berbeda itu menunjukkan keindahan seperti pelangi, misalnya sendok dengan kuali menimbulkan suara enak di dengar. 4. Melawan Jika Terpaksa Kalau sudah dimabuk pinang Dapat kemulut biarlah ke hati Kalau sudah masuk gelanggang Dapat surut biarlah mati Esa hilang kedua belalang Tak kan hanya berbatang jerami Esa hilang dua terbilang Tak kan melayu hilang di bumi 5. Mengutamakan Pendidikan dan Ilmu Bekal ilmu mencelikkan Bekal Iman menyelamatkan Kalau duduk disuruh berguru Kalau tegak suruh bertanya Disingkapkan tabir akalnya Dibukakan pintu ilmunya Dibentangkan alam seluasnya. 6. Mementingkan Budaya Malu

Bercakap tak kasar, berbaju menutupi aurat menjauhkan pantang larangan dan dosa. Biar berputih tulang dari pada berputih mata Harga garam pada asinnya Harga manusia pada malunya Tande perang pada hulunya Tanda orang pada malunya Dari pada hidup menanggung malu Eloklah mati kene palu Kalau aib sudah menimpa Hidup di dunia tiadalah berguna.

Definisi Jatidiri Melayu Menurut J.M Gullick Menurut J.M Gullick dalam Malay Society In The Late 19th Century, The Beginning Of Change,terbitan Oxford University Press.Singapore 1989, hal 277. Pada orang Melayu ada beberapa nilai (norma) yang menonjol yaitu: a.Adanya konsep status,yaitu senang mengejar status yang lebih tinggi. b.Bertindak patut menurut adat dan pendapat orang banyak c.Jika menerima malu dapat berbuat amok atau sindiran d.Tidak suka berbicara keras-keras dengan tekanan terhadap setiap kata atau kalimat. e.Cenderung bersifat konservatif f. Berpijak pada yang esa g.Sangat mementingkan penegakan hokum untuk keamanan, ketertiban dan kemakmuran masyarakat.Hal ini banyak dituangkan dalam bentuk adat. h.Mementingkan sekali budi dan bahasa yang menunjukkan sopan dan santun dan tingginya peradaban Melayu. i. Mengutamakan pendidikan dan ilmu. j. Mementing budaya Melayu

k.Musyawarah dan mufakat merupakan sendi kehidupan sosial orang Melayu l. Ramah tamah dan terbuka kepada tamu m.Melawan hanya pada saat terdesak Menurut pengakuan Vallentijn (1712 M) seorang peneliti Belanda, bahasa Melayu tidak hanya dituturkan di seluruh Nusantara dan juga negeri-negeri Timur, sebagai suatu bahasa yang dikenal dan dimengerti semua orang, ia juga diketahui dan digunakan di Persia, bahkan melampaui negeri dan sampai ke Filipina. Penterjemah beliau bahkan telah mendengar Bahasa Melayu digunakan di jalanan kota Kanton. Dari uraian di atas dapat di tarik kesimpulan bahwa orang Melayu itu adalah: Melayu adatnya Melayu bahasanya Islam agamanya Pandangan ini di sempurnakan lagi oleh Ismail Hamid dari Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia yang mengatakan bahwa Melayu itu adalah seseorang yang menganut agama Islam, lazimnya berbahasa Melayu, mengikuti adat-istiadat Melayu. Pandangan ini melahirkan sebutan bahwa orang bukan Islam lalu masuk Islam disebut Masuk Melayu. Sebaliknya orang Melayu yang keluar dari agama Islam tidak lagi diakui sebagai orang Melayu, tetapi disebut Orang Lain atau Budak Asing. Adat bersendikan sara, sara bersendikan kitabullah, karena pandangan hidup budaya melayu memiliki kepercayaan dan keyakinan, adanya kekuasaan di luar kekuasaan kemanusiaan, ialah kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT. Berbicara berkaitan dengan kesenian melayu tidak hanya mengekpresikan keindahan tetapi sebagai penyampaian pesan budaya. Ide-ide estetika dan pesan budaya terwujud dalam seni tari, seni musik, seni tenun, seni ukir, seni lukis, seni beladiri, seni theater dan permainan rakyat. Sementara sastra melayu yang terdiri dari sastra lisan, antara lain pantun, dan sastra tulisan antara lain Gurindam 12, puisi , hikayat dan sebagainya. Di dalam buku Raja Ali Haji, dalam mukadimah kitab Bustan Al Khatibin menyebutkan segala pekerjaan pedang itu boleh di buat dengan kalam, adapun pekerjaan kalam itu tiada boleh dibuat dengan pedang. Dan beberapa ribu dan laksa pedang yang sudah terhunus dengan segores kalam jadi tersarung. Ada syair persia yang di kutip Raja Ali Haji, yang menyatakan kata pena akulah raja di dunia siapa yang mengambil aku dengan tangannya akan kusampaikan kerjanya.

II. KEPEMIMPINAN MELAYU DALAM LINTAS SEJARAH. Kita mengenal, pertama sebelum kemaharajaan melaka, kedua kemaharajaan melaka abad 14-16 M, kemaharajaan johor abad 16-18 M, kesultanan riau lingga abad 1819M. Keberhasilan pemimpin melayu pada saat itu adalah dengan mengetengahkan melaksanakan sistem kemasyarakatan yang menganut azas gotong royong dan kekeluargaan yang tertuang di dalam tulisan-tulisan atau nasehat-nasehat berat sama di pikul ringan sama di jinjing, kelurah sama menurun kebukit sama di daki, Tuah sakti hamba negeri, esa hilang dua terbilang,patah tumbuh hilang berganti, tak kan hilang melayu dibumi. Tali Tiga Sepilin atau Tari Berpilin Tiga (peranan tiga komponen pemimpin yaitu Ulama, Umara, dan Pemangku Adat), hubungan antara pemimpin dengan umatnya di ibaratkan alur dengan tebing, kuku dengan isi, mata putih dengan mata hitam, lebih lengkapnya dalam melayu pemimpin itu ialah: yang diberikan kepercayaan (yang di berikan kekuasaan, yang diberikan beban berat, yang di berikan tanggung jawab, yang disimpai petuah amanah, tenas effendi). Keberhasilan kepemimpinan melayu waktu itu tidak terlepas dari pada beberapa pendapat dari pada orang asing terhadap jati diri orang melayu: antara lain; 1. Seorang Belanda yang bernama Vallentijn 1712 menyebutkan bahwa orang melayu sangat cerdik, pintar dan manusia yang paling sopan di seluruh asia. Dalam hal etika, orang melayu sangat baik, sopan santun, lebih pembersih dalam cara hidupnya, dan pada umumnya begitu rupawan sehingga tidak ada manusia lain yang bisa di bandingkan dengan mereka. 2. C. Lecker Kerker 1916, menyebutkan jati diri orang melayu lebih dari segala sukusuku di nusantara. 3. Profesor. J. C. Van E erd, 1919 yang menyatakan bahwa orang melayu sangat energik dan penuh keinginan kuat untuk maju. III. MELAYU CEMERLANG KEBUDAYAAN MELAYU. DENGAN MEMPERKUKUH PERAN

Tidak bisa dipungkiri pengaruh budaya asing kedalam masyarakat melayu, di satu sisi mungkin dapat memperkaya khazanah budaya melayu, namun sisi lain bertentangan dengan jati diri budaya melayu seperti agama yang dianut, oleh karena itu kita harus kembali merenungkan apa yang sudah dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita dalam mempertahankan dan melaksanakan budaya melayu di dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara, sehingga kita tidak kuatir kebudayaan kita akan tergerus oleh hal-hal yang negatif tersebut. Tepatnya kita tidak perlu kuatir bila pendukung budaya senantiasa berbuat dan memelihara nilai-nilai yang ada sebaikbaiknya. Dengan suatu istilah; jika sesat di ujung jalan, kembalilah ke pangkal jalan, Ingat akan tunjuk dengan ajal, ingat akan amanah dengan petuah, Pandai menurut

langkah yang lalu, pandai membaca jejak yang lampau, Pandai mencontoh pada yang sudah, bijak membaca pada yang belum tiba. Peliharalah persebatian Kekutu batang ketakal Kedua keladi semoyang Sesuku kite seasal Senenek kite semoyang

IV. PERAN PROVINSI KEPULAUAN RIAU Bagaimana dimaklumi Visi Provinsi Kepulauan Riau menempatkan budaya melayu pada sisi yang sangat strategis dengan statement Menjadikan salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional dibawah payung budaya melayu yang memiliki masyarakat yang cerdas dan berakhlak mulia artinya bahwa semua pembangunan yang dilakukan tetap di payungi dilandasi dengan budaya melayu terutama menjaga nilai-nilai keterbukaan, kemajemukan, persebatian, tenggang rasa, bertanggung jawab, adil dan benar, arif dan bijaksana, musyawarah mufakat, berpandangan jauh ke depan, amanah dan yang terpenting adalah taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Artinya juga bahwa, kebudayaan bukan sebagai sub ordinat pembangunan tetapi adalah sebagai ordinat pembangunan. Perwujudannya antara lain adalah: 1. Meningkatkan kualitas Iman dan Taqwa sesuai dengan jati diri orang melayu, bahwa kebudayaan dan peradabannya bersendikan islam, Adat bersendikan Hukum Syara, Syara Bersendikan Khitabullah. 2. Melalui dunia pendidikan diharapkan mengangkat dan mengaplikasikan kebudayaan itu dalam proses pembelajaran dengan tetap menganut prinsip menghargai kemajemukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan, penerapannya adalah Dimana bumi di pijak di situ langit di junjung. 3. Lebih banyak melakukan mengaplikasikan kegiatan-kegiatan budaya baik secara kuantitas maupun secara kualitas, sehingga masyarakat dapat melihat, menyaksikan, menyerap dan mungkin memberikan saran untuk perbaikan-perbaikan. 4. Menginventarisir peninggalan-peninggalan sejarah, apakah tulisan ataupun sastra dan lain sebagainya dengan demikian akan lebih banyak mengetahui betapa eksistensinya kebudayaan melayu pada masa-masa dahulu. Dan Penghidupan Kembali

Lembaga Adat Melayu dengan menghidupkan Kemaharajaan Riau-Lingga secara adat. 5. Sudah masanya kota tanjungpinang yang sudah berumur lebih dari 200 tahun dimana kebudayaan melayu sudah sangat berakar, maka pembangunan kebudayaankebudayaannya harus lebih ditingkatkan sehingga icon tanjungpinang adalah sebagai kota budaya.
--------------------TAK AKAN HILANG MELAYU DIBUMI KEPRI--------------------