Anda di halaman 1dari 6

Paper Analisis Pasal 5 Undang-Undang Dasar 1945 Oleh Kelompok 1: Syahri Banun (100910301013) Anindhita Eka P.

(100910301013) Bandang Tofal H. (100910301013) Devi Safita B. (100910301013) Mardit Eko P. (100910301013) Anita Kurniayawati (100910301013) Lusia Kristiana I. (100910301013) Lorient Novalen M. (100910301013) Fella Eka Febriana. (100910301013) ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU POLITIK DAN ILMU SOSIAL UNIVERSITAS JEMBER 2013 Latar Belakang M. Ady Kurniawan (110910301001) Fani Alviani A.W (110910301002) Septriputra B. T. (110910301003) Nur Laili (110910301004) Riska Yulinda (110910301005) Nurul Ana F. (110910301006) Debby Selvia (110910301007) Farikhatul M. (110910301008)

Undang-undang merupakan peraturan Negara yang diadakan untuk menyelenggarakan pemerintahan dan mengatur kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara. Sebagai sebuah bangsa yang besar yang memiliki wilayah yang sangat luas dan masayarakat majemuk dengan Indonesia sebagai sebuah bebagai suku, dengan demikian Undang-Undang merupakan hasil yang sangat penting bagi pemerintah Indonesia. Dari pengertian di atas mengandung beberapa substansi pengertian yakni (1) peraturan dibentuk atau diadakan oleh Negara dalam penyelenggaraan pemerintahan, mempunyai kewenangan (2) mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (3) untuk bersama menciptakan keteraturan, keamanan dan kedamaian demi mencapai tujuan. Menurut UUD 1945 sebagai undangundang yang memiliki kedudukan tertinggi dalam pemerintahan Indonesia tujuan ini diartikan sebagai membentuk suatu pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memejukan Kesejahteraan Umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia. Mengingat pentingnya Undang-Undang bagi bangsa Indonesia maka secara formal suatu Undang-Undang dibuat oleh badan atau lembaga yang mempunyai kewenangan yang bersifat mengikat. Pembentukan Undang-Undang dalam undang-undang dasar 1945 di atur dalam pasal 5 pasal 20 dan 21. Adapaun mekanisme pembuatan Undang-Undang adalah sebagai berikut : 1) Adanya suatu inisiatif baik dari DPR sebagai legislative maupun dari preisden sebagai eksekutif ; 2) Dari inisiatif tersebut maka dibuatalah suatu Rancangan Undang-Undang (RUU) 3) Kemudian RUU diajukan kepada DPR untuk mendapatkan tanggapan / pembahasan melalui sidang-sidang di DPR dan yang terkakhir dalam sidang paripurna;

4) Sejalan dalam proses persidangan di DPR bahkan jauh sebelumnya diperlukan masukan dari berbagai kalangan publik (akademisi, profesi, masyarakat maupun kalangan lainnya) 5) Apabila RUU dalam sidang DPR tidak mendapatkan tanggapan tidak setuju maka menurut ketentuannya RUU ersut tidak boleh diajukan lagi pada siding DPR yang sama ; 6) Apabila RUU mendapatkan tanggapan persetujuan DPR melalui sidang paripurna maka perlu mendapatkan persetujuan atau pengesahan presiden; 7) Pengesahan presiden atas RUU sebagai syarat mutlak berlakunya UndangUndang dan setelah mendapatkan pengesahan presiden dimasukkan dalam lembaran Negara untuk diundangkan dan diberlakukan mengikat semua warga Negara; Sehubungan dengan pembuatan perundang-undangan tersebut dapat

disimpulkan bahwa kedudukan DPR dan Presiden adalah sama kuat atau penting. Pembahasan Pembentukan UUD 1945 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 , atau disingkat UUD 1945 atau UUD '45, adalah hukum dasar tertulis (basic law), konstitusi pemerintahan negaraRepublik Indonesia saat ini. UUD 1945 disahkan sebagai undang-undang dasar negara oleh PPKI pada tanggal 18 Agustus 1945. Sejak tanggal 27 Desember 1949, di Indonesia berlaku Konstitusi RIS, dan sejak tanggal 17 Agustus 1950 di Indonesia berlaku UUDS 1950. Dekrit Presiden 5 Juli 1959 kembali memberlakukan UUD 1945, dengan dikukuhkan secara aklamasi oleh DPR pada tanggal22 Juli 1959. Pada kurun waktu tahun 1999-2002, UUD 1945 mengalami 4 kali perubahan (amandemen), yang mengubah susunan lembaga-lembaga dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.

Proses amandemen Undang-Undang Dasar bersifat singkat dan supel, hal ini berarti singkat karena Undang-Undang Dasar hanya memuat aturan-aturan pokok, hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi, kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggaraan Negara untuk menyelengggarakan kehidupan Negara dan kesejahteraan sosial. Sifat aturan yang tertulis itu mengikat. Oleh karena itu makin suple (elastic) sifatnya aturan itu, makin baik. Pemerintah harus menjaga supaya system Undang-Undang Dasar jangan sampai ketinggalan zaman. Janagan sampai pemerintah membuat Undang-undang yang lekas using (verouderd). Oleh karenanya Tahun 1999 sampai sedang 2002 diadakan proses amandemen UUD 1945. Amandemen pasal 5 Sebelum membahas amandemen pasal 5 kita perlu memahami kedudukan DPR dan Presiden. Presiden ialah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi di bawah majelis. Di bawah MPR, Presiden ialah penyelenggara Pemerintah Negara yang tertinggi. Dalam menjalankan Pemerintahan Negara kekuasaan dan tanggung jawab adalah ditangan Presiden (concentration of power and responsibility upon the president). Presiden tidak benrtanggung jawab kepada DPR di samping Presiden adalah DPR. Presiden harus mendapatkan persetujuan DPR untuk membentuk Undang undang (Gestzgebung) dan untuk menetapkan anggaran pendapatan dan belanja Negara ((staatsbegroting). Oleh karena itu, Presiden harus bekerja bersama sama dengan Dewan, akan tetapi Presiden tidak bertanggung jawab kepada dewan, artinya kedudukan Presiden tidak tergantung dari pada Dewan. Kedudukan DPR adalah kuat. Dewan ini tidak bisa dibubarkan oleh Presiden( berlainan dengan system parlementer ). Kecuali itu anggota anggota DPR semuanya merangkap menjadi anggota MPR. Oleh karena itu DPR dapat senantiasa mengawasi tindakan tindakan Presiden dan jika Dewan menganggap bahwa presiden sungguh melanggar haluan Negara yang telah ditetapkan oleh

UUD atau MPR, maka Majelis itu dapat di undang untuk persidangan istimewa agar supaya bisa minta pertanggungjawaban kepada President Pasal 5 UUD 1945, Sebelum amandemen : President memegang kekuasaan membentuk Undang undang dengan persetujuan DPR. Menjelaskan bahwa presiden memiliki hak penuh untuk membentuk Undang-undang dengan persetujuan DPR sehingga dengan demikian Undangundang yang dibentuk itu pasti bisa di sahkan. Pasal 5 UUD 1945, setelah amandemen : Ayat 1 : Presiden berhak mengajukan rancangan undang-undang kepada DPR Ayat 2 : Presiden menetapkan Peratuaran Pemerintah untuk menjalankan sebagai mestinya Menjelaskan bahwa presiden hanya berhak untuk membuat dan mengajukan Rancangan undang-undang kepada DPR untuk kemudian dibahas dan di sah kan. Kelebihan dari pengubahan ini adalah Rancangan Undang-undang yang sebelum dijadikan Undang-undang bisa dilakukan wacana terlebih dahulu, apakah sesuai kondisi yang ada di masyarakat. Dengan amandemen Pasal 5 dimaksudkan untuk memperjelas dan mempertegas kedudukan dan hak presiden dan DPR dalam membentuk Undang-undang Kesimpulan Dari penjelasan yang kami paparkan di atas kami menyimpulkan bahwa Undang-Undang Dasar 1945 pasal 5 di dalamnya membahas tentang kedudukan dan hak presiden dan DPR dalam membentuk peraturan atau undang-undang dimana sebenarnya kedua belah pihak ini memiliki kedudukan yang sama dalam membentuk suatu peraturan atau undang-undang tetapi yang memiliki kewenangan mengesahkannya adalah pihak DPR.

DAFTAR PUSTAKA UUD 1945 HASIL AMANDEMEN & PROSES AMANDEMEN UUD 1945 SECARA LENGKAP (Pertama 1999 Keempet 2002),2002,Jakarta:Sinar Grafika