Anda di halaman 1dari 9

Nomor : 007/DPPSHR/KEPRI/VII/2012 Lampiran : Perihal : Tembusan Terapkan UU No 11 Tahun 2010

Kepada Yth : Kepala DINAS KEBUDAYAAN Prov.Kepri Di,Tempat

Nomor Lampiran Perihal

: 007/DPPSHR/KEPRI/VII/2012 :: Permohonan Penelitian Ulang Terhadap Makam Daeng Macelak Celak. Segera Sosialisasikan UU No 11 tahun 2010

Kepada Yang Amat Berhormat, Wali Kota Tanjungpinang Cq. Kadisbudpar Kota Tanjungpinang. Di, Tempat. Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu, Dengan Hormat, Semoga Ibu Wali Kota Tanjungpinang beserta jajaran selalu dalam Lindungan Allah.Swt, Amin. LSM Dewan Peduli Peninggalan Sejarah Hulu Riau (DPPSHR) adalah LSM yang Fokus dalam penyelamatan Peninggalan Sejarah di Kwasan Hulu Riau, dan tetap EXSIS hingga hari ini memberikan masukan-masukan kepada Pemerintah guna penyelamatan dan pengembangan Peninggalan Sejarah Melayu di Kepulauan Riau. Salah satunya yang hari ini dapat diselamatkan adalah KOTE REBAH , dalam perjalannya perjuangan Penyelamatan Kote Rebah banyak meninggalkan kenangan Baik dan Buruk serta menguji Eksistensi Kami dan Pemerintah dalam Hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang yang kala itu di Pegang Oleh Bapak Abdul Kadir Ibrahim (Akib). Sehubungan dengan perkembangan hasil penelitian kami selama beberapa tahun terakhir kami dari Dewan Peduli Peninggalan Sejarah Hulu Riau (DPPSHR) pada Tanggal 28 Februari 2012 berkesempatan berangkat ke Malaysia, untuk menemui beberapa saksi dan bahkan orang yang dianggap cukup berperan dalam menentukan Lokasi Makam Daeng Macelak Celak ketika itu Tahun 1979. Sebelumnya dari hasil penelitian kami selama ini telah kami simpulkan bahwa makam Daeng Macelak berada sekitar 20 Meter dibawah Makam yang saat ini dikatakan Makam Daeng Macelak, keterangan Gambar terlampir;

1. Makam yang telah kami teliiti, sebagai makam Daeng Macelak Celak

2. Makam yang kini di Katakan dan ditetapkan oleh pemerintah Sebagai makam Daeng Macelak Celak

Dalam upaya pelurusan ini, kami telah juga bertemu dengan ahli Keluarga dari orang yang terlibat langsung yang suatu ketika dahulu tuturut dalam Penetapan dan Pengesahan Makam Daeng Macelak saat ini, yaitu saudara Zulkifli yang

saat ini bertempat tinggal di Johor-Malaysia, ia menerangkan kepada kami Hal Ehwal penetapan makam Daeng Macelak ini pada Tahun 1979, dengan jelas yang bersangkutan Mengakui Bahwa Makam Daeng Macelak bukanlah yang ada saat ini, melainkan yang kami terakan gambar diatas (Nomor 1).

Dalam beberapa sumber yang kami Rujuk (Kesemuanya dari Malaysia) dan salah satunya adalah (dari sumber Aswandi syahri) Catatan Tumenggong Johor dikatakan Tumenggong Dalam Lawatannya Ke-Lingga bertemu Sultan dan Yam Dipertuan Muda di Pulau Penyengat, ia menyempatkan diri untuk berziarah dimakam Daeng Kemboja di HULU RIAU dan Makam Daeng Macelak BETAPA INDAHNYA NISAN MAKAM DAENG CELAK BERTATAHKAN INTAN , dari sepenggal sumber ini dan cerita-cerita Orang-orang Tua yang dapat dipercaya dan merupakan Ahli Agama Islam, sumber yang sama juga kami dapatkan, merujuk dari Sumber bahwa NISAN MAKAM DAENG MACELAK BERHIASKAN INTAN kami merujuk kepada Kalangan Tua yang warak yang dapat dipercaya kami melakukan pencarian Nisan yang Berhiaskan Intan, dari Sumber Alm. Sabtu Sidek, Alm. Andak Umar, Alm. Sarip serta Asri bin Andak Umar, diperolehi keterangan Bahwa makam yang NISANnya berhiaskan intan adalah Makam yg tertera diatas (Nomor 1). Dalam perjalanan masa pada tahun1960 70 an marak pencarian harta karun di kawasan Hulu Riau karena letaknya yang jauh kedalam Hulu Sungai sehingga pengawasan tidak mungkin dilakukan kala itu, satu buah Nisan makam tersebut yang bertatahkan Intan telah dibawa oleh Orang-orang yang tak bertanggung jawab.

Maka guna meminimalisir banyaknya Kesesatan Sejarah yang terus-terusan kita pegang hingga hari ini, maka kami tak jemu-jemu dan tak akan jera untuk terus menghimbau, mengingatkan dan bahkan menegur dengan keras pihak-pihak yang terkait dalam Hal ini Pemerintah Kota Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, dalam Hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang dan juga agar dapat diteruskan Kepada Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau. Untuk semakin menguatkan barisan untuk menjaga

dan melestarikan selanjutnya mengembangkan kawasan-kawasan Warisan Sejarah ini. Karena dari hulu inilah segalanya yang disebut RIAU bermula. Tidak ada satupun kronik atau catatan kuno yang menolak akan kenyataan tersebut.

Kerusakan kawasan sejarah hulu Riau kini semakin diambang Mata, maraknya penambangan Bouksit tak dapat dibendung oleh pemerintah, seharusnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang diharapkan berdiri diGarda terdepan dalam menegakkan UU No. 11 Tahun 2010 tentang penyelamatan Benda Cagar Budaya, atau Benda yang Berpotensi Menjadi Benda Cagar Budaya. Berikut kami lampirkan juga usulan kami dari yang tahun ketahun kami usulkan tentang benda-benda yang berpotensi menjadi Cagar Budaya yang terus saja diacuhkan oleh Pihak Pemerintah dalam hal ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang.

KOMPLEK PEMAKAMAN SULTAN IBRAHIM SYAH SULTAN JOHOR-RIAU DAN PAHANG Dari Dinasti Malaka.

Makam Sultan Ibrahim Syah Dalam sejarah Kemaharajaan Melayu Melaka-Johor-Pahang-Riau, Sultan Ibrahim Syah merupakan Sultan Johor yang masih dalam keturunan SultanSultan Melaka, ia Sultan yang pertama kali menjadikan Negeri Riau sebagai pusat pemerintahan Kemaharajaan JOHOR, yaitu di Sungai Carang

berhampiran Pasar Raja (KOTE REBAH saat ini) kemudian di sebut KOTE TINGGI RIAU (Rumah Sakit Provinsi Kepri dan Jembatan Besar Sungai Carang sekarang) bersebelahan dengan anak Sungai Carang yaitu Sungai Galang (sekarang sudah ditutup dibangun Akper Hang Tuah, Terminal Sungai Carang, dan Bintan Centre) tempat Galangan Pasukan Lakmana Tun Abdul Jamil ARMADHA RIAU, dan juga Sultan Ibrahim Syah yang berhasil menaklukkan Jambi kedalam Jajahan JOHOR-RIAU bersama Laksmana Paduka Raja Tun Abdul Jamil. Gelaran Paduka Raja diberikannya kepada Tun Abdul Jamil karena Laksmana adalah ayah mertua Sultan Ibrahim Syah, dari pernikahannya dengan Anak Laksmana ia memperolehi anak yaitu Sultan Machmud Syah MARHOM MANGKAT DIJULANG. Setelah kemangkatan Sultan Ibrahim Syah pada 16 Februari 1685, pusat pemerintahan dipindahkan kembali Ke Pahang dan Johor oleh Bendahara Tun Habib.

Sisa KUBU/ BENTENG/KOTE TINGGI RIAU (kini dijadikan kawasan makam Datok Panglima Musa Hitam

KOMPLEK MAKAM BERPARIT

Hingga hari ini tidak ada satupun Bukti tulisan yang dapat kami rujuk guna membuka tabir sejarah Kawasan Makam ini, namunsumber-sumber tempatan masih merupakan catatan-catan kecil dalam penelitian kami.

Makam ini berada sekitar 30 Meter dari Lokasi Makam berparit, sama-sama berada diatas bukit Sungai Galang, Tanah dari makam ini sejak dahulu kala memang lebih tinggi sekitar satu hasta tanpa dikasi perkuatan seperti batu miring atau sejenisnya, berbeda dengan makam Daeng Marewah yang kerika ditemukan berada di bawah sekarang dinaikkan sekitar 4 hasta. Pda zamannya tinggi suatu makam juga menunjukkan ketinggian darjat seseorang tiu semasa hidupnya, selain dari bentuk dan besaran Nisan. Makam ini memperoleh kesemuanya, Ketinggiannya dan Bentuk serta ukuran nisannya yang besar. Ini menunjukkan bahwa yyang dimakamkan di Tempat ini merupakan Pembesar Kerajaan ketika Dahulu. Merujuk dari Sumber keterangan Alm. Pak Sarip dan Mohd Syafii salah seorang yang telah lama memasuki kawasan hulu Riau, ini merupakan makam dari Daeng Perani. Walau sedikit berlawanan dengan Sumber Malaysia yang mengatakan makam daeng Perani berada di Kedah. Mengingat tak seorangpun anak daeng Perani menjadi Pembesar di Kedah, jadi tidak ganjillah jika ketika Daeng Perani Mangkat di Kedah ia dibawa pulang Kembali Ke Riau atas permintaan adik-adiknya Marewah,Macelak, dll. Selain itu di kemudian hari 2 keturunan Daeng Perani menjadi YAM DIPERTUAN MUDA yaitu Daeng Kemboja (putranya), dan Raja Ali Marhom Pulau Bayan ibni Daeng Kemboja.

Nisan ini Asli berwarna Putih, Bukan dicat atau diwarnai.

Demikianlah hal ini kami sampaikan kepada Ibu untuk dapat Ibu pertimbangkan dan maklumi. Atas perhatian dan waktu yang telah dan akan Ibu luangkan kami mengucapkan terimakasih. Akhir kata wabillahitaufik walhidayah Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatu. Hormat Kami, Pengurus DPPSHR Tanjungpinang, 27 Maret 2012 PIMPINAN

NURI C SHIDDIQ

Tembusan : 1. Kepala Dinas Kebudayaan Prov.Kepri.

Sekretariat : Jl. Sultan Machmud No.09 Rt.03 Rw.V Tanjung Unggat Kota Tanjungpinang Telp. 0771- 312230 Kontak : 0812 4462 4989