Anda di halaman 1dari 100

ASAL SEGALA KEBUN TANJUNG UNGGAT DI BIKIN OLEH YAHYA Untok diketahui oleh seluroh anak cucu Dikisah

oleh ANDAK UMAR BIN SABAN BIN AWANG BIN YAHYA

Pembuka
Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw

merupakan sebuah aturan yang lengkap dan sempurna, yang mengatur segala aspek kehidupan untuk keselamatan dunia dan akhirat. Salah satu syariat yang diatur dalam ajaran Islam adalah tentang hukum waris, yakni pemindahan harta warisan kepada ahli waris yang berhak menerimanya.

Hukum

waris yaitu

segala

jenis harta

benda atau

kepemilikan yang ditinggalkan pewaris, baik berupa uang, tanah dan sebagainya. Hukum waris menurut Kompilasi Hukum Islam pada Pasal 171 (a) adalah hukum yang mengatur tentang pemindahan hak

Page |1

kepemilikan harta peninggalan (tirkah) pewaris, menentukan siapa yang berhak menjadi ahli waris dan berapa bagiannya masing-masing. Tata cara pembagian harta warisan dalam Islam telah diatur dengan sebaik-baiknya. Alquran menjelaskan dan merinci secara detail hukum-hukum yang berkaitan dengan hak

kewarisan tanpa mengabaikan hak seorang pun. Pembagian masing-masing ahli waris baik itu laki-laki maupun perempuan telah ada ketentuannya dalam Alquran.

( 7 : )
Artinya: Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bagian yang telah ditetapkan. (An-Nisa: 7)

Firman Allah swt:

Page |2

Dalam syariat Islam telah ditetapkan bahwa bagian ahli waris laki-laki lebih banyak dari pada bagian perempuan, yakni ahli waris laki-laki dua kali bagian ahli waris perempuan.

( 11 )...
Artinya: Allah mensyariatkan bagi mu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu, yaitu bahagian seorang anak lelaki sama dengan dua orang anak perempuan(An- Nisa: 11)

Firman Allah swt:

Allah swt menjanjikan surga bagi orang-orang yang beriman yang mentaati ketentuan-Nya dalam pembagian harta warisan dan ancaman siksa bagi mereka yang mengingkari-Nya.

. )14-13 : ).
Artinya:

Firman Allah swt:

Page |3

(Hukum-hukum) itu adalah ketentuan-ketentuan dari Allah, barang siapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya niscaya Allah memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di dalamnya, sungai-sungai sedang mereka kekal di dalamnya, dan itulah kemenangan yang besar. Dan barang siapa yang menudurhakai Allah dan Rasul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan-Nya niscaya Allah memasukannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan. ( AnNisa: 13-14).

Ayat di atas dengan jelas menunjukkan perintah dari Allah swt, agar umat Islam dalam melaksanakan pembagian harta warisan berdasarkan hukum yang ada dalam Alquran. Rasulullah saw. mempertegas lagi dengan sabdanya:

: : ) ).
Artinya: Dari Ibnu Abbas berkata: bersabda Rasulullah saw. Bagilah harta warisan di antara ahli waris sesuai dengan ketentuan kitabullah. (HR. Muslim).

Page |4

Bagi berkenaan

umat

Islam hukum

melaksanakan kewarisan

ketentuan

yang suatu

dengan

merupakan

kewajiban yang harus dijalankan, karena itu merupakan bentuk manifestasi keimanan dan ketakwaan kepada Allah dan RasulNya. Pembagian harta warisan dapat juga dilakukan dengan cara bagi rata, artinya masing-masing ahli waris mendapat bagian yang sama dari harta warisan tanpa memandang apakah ahli warisnya itu laki-laki atau perempuan dengan jalan berdamai berdasarkan kesepakatan bersama antara ahli waris sebagaimana disebutkan pada ketentuan Pasal 183 Kompilasi Hukum Islam yang menyatakan bahwa para ahli waris dapat bersepakat melakukan perdamaian dalam pembagian harta warisan setelah masing-masing menyadari bagiannya.

-----------------------------------------------------------------Hal ini dikisahkan sebagai perekat silaturrahmi menjauhkan sesame sanak saudara dari rasa iri dengki, melepaskan semua hasrat yang tidak munasabah. Membuang fiil yang tidak amanah serte mengingatkan yang lupe
Page |5

Memberitahu kepade yang tiade tahu. Inilah kisah sebenar-benar kisah yang diwariskan dari pada perhubungan darah.

SALASILAH TANJUNG UNGGAT Yahya Memiliki 2 orang anak


1. Hitam, Hitam tidak mempunyai anak. 2. Awang Yahya ada anak 4 Awang yahya memiliki anak 4 (empat) orang anak 1. Merah binti awang 2. Samsu Bin Awang 3. Saban bin awang 4. Seman bin awang

Page |6

4 anak sudah diceritakan 80 tahun yang lampau


(Diperkirakan tulisan ini ditulis oleh Andak Umar bin Saban sekitar tahun 1970-an) Anak yang bernama merah Yang perempuan tidak dapat dibagi tempat tanah karena suaminya banyak punya tanah, sebab itu jelas ia tidak punya tanah kampong bulang, tanjung unggat atau senggarang besar. Tanah kampong bulang jadi milik samsu bin awang Tanah tanjung unggat jadi milik saban bin awang. Tanah senggarang Besar jadi milik seman bin awang. Kiranya 80 Tahun Silam Merah Binti Awang menikah dengan Sidek keturunan Deli-Serdang yang merupakan keturunan Asli Melayu Bentan yang memiliki tanah di Kampong Melayu (Kampong cempedak dahulu) dan Kota Piring serte Sungai Timun, Merah diberikan Kota Piring/Pulau

Page |7

Biram Dewa Oleh Sidek, mereka mempunyai 6 (enam ) orang anak 1 orang lelaki Kadijah Zahama Halimah Pakwe

Page |8

Anak yang mempunyai Pusaka Tanjung Unggat


Nama Saban bin Awang Yahya, ia menikah dengan Mak Darat/Mak Itam , mempunyai anak :
1.

Ali Bin Saban , tidak menikah dan ia


meninggal disaat masih Bujang

2.

Sanah Binti Saban Menikah dengan Sabtu Sidek bin Sidek (dari pernikahan Sidek dengan Tengku Aisyah binti Tengku Anjang Wok (abdurrahman ) Ibni Tengku tengah muhamad Yusof Ibni Sultan Machmud Muzzafar Syah). mempunyai anak:
1. Amat meninggal saat baru lahir 2. Mariamah binti Sabtu Sidek menikah dengan Daeng Thaib bin Daeng Hamzah bin Daeng Putih dari Pulau Terkulai, mempunyai anak;

Page |9

( Daeng ) Muhamad Toni menikah dengan Ani dari Sungai Timun, mempunyai anak; 1. (Daeng) Bathin Eka Putra menikah dengan Mutia dari suku Padang, mempunyai anak; (Daeng) Rizki. (Generasi Ketujuh Pertama) 2. (Daeng) Iwan Krisna menikah dengan Lia dari Tanjung Batu, memiliki anak .

3. Nia Anggreini menikah dengan Yogi bin Sayono bin Sudarsono dari suku jawa, mempunyai anak; Kanaya

4. (Daeng) Angga Chairani menikah dengan Rusdin bin Umar dari Kampung Tambak, mempunyai anak;

P a g e | 10

1. Khairuddin Syahbana menikah dengan Nurmala Sari, mempunyai anak; Neisya Jarifah Salsabila Muhamad Fatih

2. Ade Chandra menikah dengan dari suku jawa. 3. Nike Wahyuni Putri 4. Deva Erlis menikah dengan Rizal dari Singapura, mempunyai anak; 1. Rika 2. Riki 3. Riko Yulistia Wati menikah dengan Panca Putra bin Sudarsono, mempunyai anak; 1. Ananda Okta Pratama 2. Panji Dwi Septia 3. Widia Devega

P a g e | 11

( Daeng ) Rasmit menikah dengan Tri binti Sudarsono dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Gebi Permata 2. Maysarah 3. (Daeng) Briyan 4. Gabriella

( Daeng ) Raimi menikah dengan Atik dari suku Padang, mempunyai anak; 1. Indah 2. (Daeng) Nobi

( Daeng ) Muhamad Firdis menikah dengan Sartiah dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. (Daeng) Riski 2. Cantika 3. Tamara

P a g e | 12

3. Gafar bin Sabtu Sidek menikah dengan Zulfa, mempunyai anak; Andre Meizan Shiddiq menikah dengan Cahaya Riantini Retna M.K dari Jakarta, mempunyai anak; 1. Alhan Gahara Zunazar Shiddiq Novry Bintana Shiddiq menikah dengan Emri Situmorang dari suku Batak, mempunyai anak; 1. M. Zakky Rivilio Bintana 2. M. Arif Irfan Bintana Ria Yulia Shiddiq menikah dengan Lalan Suherlan dari suku Sunda, mempunyai anak; 1. M. Bintang Riantana Suherlan 2. Syahraya Al-Ghifari Riantana Suherlan Intan Mareta Kenanga Siddik menikah dengan Ryan Asyari Nur, mempunyai anak; 1. Kafie El Azam Nur

P a g e | 13

4. Rosneng binti Sabtu Sidek Menikah dengan Taher bin Usuh dari Pulau Penyangat, mempunyai anak; Zulkifli menikah dengan Erma wati Lubis dari Medan, mempunyai anak; 1. Rika 2. Lisa 3. Putra Farida menikah dengan joko satrio dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Olga 2. Dendi 3. Ridi Izaah menikah dengan Nazri dari Singapura, mempunyai anak; 1. Norazika 2. Noratika

P a g e | 14

Sopia menikah dengan Khairul dari Aceh, mempunyai anak; 1. Ikbal 2. Farhan 3. Memey

Pina menikah dengan ulil Amri dari pulau pangkil, mempunyai anak; 1. Zia 2. Vieri 3. Emir

Neni julita menikah dengan Kopral. Buang Kusuma Jaya dari Lampung, mempunyai anak; 1. Rafi aria Putra 2.

Citra Yulianti Menikah dengan Ilham bin Madong dari Bugis-Galang, mempunyai anak; 1. Oi

P a g e | 15

2. Fazel

5. Normah binti Sabtu Sidek menikah dengan Yahya Sani dari Pulau Karas batam, mempunyai anak; Beni Syahrial menikah dengan dari Pontianak, mempunyai anak; 1. .. 2. .. Riawati menikah dengan mempunyai anak; 1. .. Ninik menikah dengan mempunyai anak; 1. ... 2. ... Ranti Komala Sari menikah dengan , mempunyai anak; 1. ... , ,

P a g e | 16

2. ...

6. Nuriah binti Sabtu Sidek menikah dengan sajoeri bin sulaiman dari Kampung Melayu/Arab Kec. Keraksaan- Probilinggo jawa timur (ia anak Angkat dari Ibrahim bin Saban bin Awang Yahya), mempunyai anak; Nuri Agustiningsih menikah dengan Iwan Setiawan bin Marwan Bin Ibrahim bin Saban bin Awang Yahya bin Yahya, mempunyai anak; 1. Naila Sabita Nurizal Matrawi menikah dengan Nafiturahmah dari Tulung Agung Jawa Timur, mempunyai anak; 1. Ferdi 2. Aulia Nurwulan Handoko menikah dengan Deby Anggreyni binti Kamarudin, mempunyai anak;

P a g e | 17

1. Nazwa 2. Nuril Nuri Cahyono menikah dengan Encik Nurhalifah Binti Encik Zainal dari Daek Lingga, mempunyai anak; 1. Megat Iskandarsyah Al-Shiddiq

7. Muhamad Harris menikah dengan Aminah dari KT Bentan, mempunyai anak; Elfis menikah dengan Yanti binti Sapril Panjang dari suku Padang, mempunyai anak; 1. Aria 2. Nana 3. Elsa 4. Nurul Sakinah

P a g e | 18

Eli menikah dengan Hanafi bin Kasbun dari Singapura, mempunyai anak; 1. Mas Kalfiah 2. Mas Basar 3. Mas Hidayah

Wira menikah dengan Raimah dari Daek Lingga, mempunyai anak; 1. Delsi Rahmawati 2. Engelia Wiranti

Andrizal menikah dengan Yana dari Suku Jawa, mempunyai anak; 1. Fika 2. Tasya

Edi Saprizal menikah dengan Ita dari Dabo Singkep, mempunyai anak; 1. Aida

Ides

P a g e | 19

8. Muhammad Hafiz , meninggal saat baru lahir 9. Eli Dahlia menikah dengan Catam dari Jawa Tengah, mempunyai anak; Yuni Menikah dengan Adi dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Yoga 2. ..... 3. ... Memi menikah dengan Nispu dari Singapura, mempunyai anak; 1. ..... 2. ..... Susi menikah dengan Herman orang Teonghua, mempunyai anak; 1. Natali 2. Raka

P a g e | 20

Agus Kamulian menikah dengan Diana binti Jamal (keturunan Keling) dari Telok Keriting, mempunyai anak; 1. Morgan

Sabtu Sidek Memiliki Seorang Anak Angkat yang bernama : Aminah Binti Anif bin Simang menikah dengan Muhamad Syafii dari Letung Pulau 7, memiliki anak : Murni, meninggal dunia saat gadis Mardhani menikah dengan May dari Pulau Parit Tg,balai karimun, memiliki anak 1. Ramadhani 2. . Marzita Muhamad Yazid Marzuki M.Maliki M.Shalihin

P a g e | 21

3. Leman Bin Saban menikah dengan Zainab, mempunyai anak;


1. Yahya menikah dengan Ida dari Pulau Penyengat, mempunyai anak; Rai menikah dengan mempunyai anak; 1. .. 2. ... Edi menikah dengan mempunyai anak; 1. ... Duwar menikah dengan Intan dari Kampong Datok Penyengat Yana menikah dengan Dino Armansyah dari Tanjung Batu, mempunyai anak; 1. ... Emi menikah dengan , ,

P a g e | 22

Bahri Kandar

2. Yusuf Kadir menikah dengan Marwati binti Ibrahim bin Saban, mempunyai anak; Sefka menikah dengan Riki dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Zaki 2. Nabil Dwi menikah dengan Dedi dari suku Padang, mempunyai anak; 1. M. Rafli Al-Zikri Tri

3. Heri menikah dengan Ani orang Teonghua, mempunyai anak; Haryani Hamdani

4. Ramli menikah dengan Jasmi dari Kampong Bulang, mempunyai anak;


P a g e | 23

Anjas Darmawan Roslan

5. Zubaidah menikah dengan Kamarudin dari Pulau Pangkil, mempunyai anak; Agus Khalifah Zufri Deby Anggreyni menikah dengan Nurwulan Handoko, mempunyai anak; 1. Nazwa 2. Nuril Rina menikah dengan Toni dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Pais 6. Jahar menikah dengan Nah dari Tanjung Ume Batam, mempunyai anak; Yara Yana Riki

P a g e | 24

4. Sakdijah Binti Saban menikah dengan


1. Rosnah menikah dengan Majid dari Sulawesi, mempunyai anak; Rahman menikah dengan Batam, mempunyai anak; 1. .... 2. ..... 3. ..... Irma menikah dengan mempunyai anak; 1. Febri 2. ... Razak menikah dengan mempunyai anak; 1. .... Kandar menikah dengan Belitong, mempunyai anak; dari , , dari

P a g e | 25

1. .... 2. .... Muhamad Arip menikah dengan dari suku Sunda, mempunyai anak; 1. .. Acip menikah dengan mempunyai anak; 1. ... Mira menikah dengan Alm.Faisal dari Dabo Singkep, mempunyai anak; 1...... ,

2. Rosni menikah dengan Abu Bakar dari Sungai Timun, mempunyai anak;

5. Ibrahim bin Saban menikah dengan Maimunah binti Anip bin Simang
P a g e | 26

dari Kampong Bulang, mempunyai anak;


1. Sajoeri (Anak Angkat) menikah dengan Nuriah binti Sabtu Sidek 2. Marwan Bin Ibrahim menikah dengan Sakmah binti Amat dari Bawean, mempunyai anak; Iwan Setiawan Menikah dengan Nuri Agustiningsih binti Sajoeri, mempunyai anak; 1. Naila Sabita Maryani menikah dengan Doni Eko Lesmono dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Muhamad Rafi Khairul Nizam 2. Muhamad Haikal Nurul Zaki 3. Kanza Safanabila Yahya menikah dengan Rina dari Dabo Singkep, mempunyai anak; 1. Sifa

P a g e | 27

2. Kasih Rini menikah dengan Budi , mempunyai anak; 1. Zidan 2. Rizki Ijal menikah dengan Sri dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Kaisa Lia menikah dengan Aan dari Daek Lingga

3. Mariah binti Ibrahim menikah dengan Nahar dari Pulau Pangkil, mempunyai anak; Yanto menikah dengan Ana dari Jawa, mempunyai anak; 1. Pasya 2. Dita 3. Parel

P a g e | 28

Mariana Misnandar menikah dengan Istiana dari suku Bugis, mempunyai anak; 1. Muhamad Akmal Prayogi 2. ..

Hendrianto menikah dengan Tuti dari medan, mempunyai anak; 1. Fadilah Hendrianto 2.

4. Marlina binti Ibrahim menikah dengan Katno dari suku Jawa, mempunyai anak; David menikah dengan Irin dari Suku sunda, mempunyai anak; 1. Muhamad Fahri Al Fanisi 2. Syahra Santi

P a g e | 29

Edo

5. Zaitun menikah dengan Saini dari Singapura 6. Marwati menikah dengan Yusuf Kadir bin Leman bin Saban, mempunyai anak; Eka Dwi Tri

7. Marzulami menikah dengan Bambang dari suku Jawa, mempunyai anak; Melisa Puji Rahayu

8. Maruzi menikah dengan Zaini dari suku Jawa, mempunyai anak; Tia Pratiwi Prima

9. Martini menikah dengan Herman dari Pekanbaru, mempunyai anak; Ilham

P a g e | 30

Sasa Ramadi

6. Djantan bin Saban menikah dengan Mahanun binti Naim bin Mali, mempunyai anak;
1. Zaimun menikah dengan Subari Bagong dari Jawa, mempunyai anak; Dewi Menikah dengan Abas dari suku Padang, mempunyai anak; 1. Ade 2. Andri 3. Cika menikah dengan Angga, mempunyai anak; Farhat

Iwan menikah dengan Dewi dari Belitong, mempunyai anak; 1. .... 2. .....

P a g e | 31

3. ...... 4. ...... Ayu menikah dengan Raja Muji dari Tanjung Balai Karimun, mempunyai anak; 1. Raja Tian 2. Raja Angga 3. Raja Lili Sri Depri Yanto Among Prasetyo menikah dengan May dari suku Padang, mempunyai anak; 1. Wiro 2. Depo Yanti menikah dengan Syadan dari Batam, mempunyai anak; 1. Andi Muri Handogo

P a g e | 32

2. Rahimah menikah dengan Ramli dari Sumbawe, mempunyai anak; Hairani menikah dengan Buton, mempunyai anak; 1. Tery Fery menikah dengan Pakneng, mempunyai anak; 1. ... 2. Ina menikah dengan Herman, mempunyai anak; 1. ... 2. ... 3. ... 4. ... Asni menikah dengan Hasan dari suku Padang, mempunyai anak; 1. ... dari dari

P a g e | 33

2. .. 3. ... Risman menikah dengan Dewi dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. .... Yanti menikah dengan mempunyai anak; 1. .... 2. .... ,

3. Nahar Jantan menikah dengan Ngasiati dari suku jawa, dan Pit dari bentan. Dari Ngasiati mempunyai anak; Bambang menikah dengan Suri binti Sulaiman dari Bukit Batu Bentan, mempunyai anak; 1. Dedy 2. Basri Hartati menikah dengan Fery bin M. Ali bin Ise, mempunyai anak;

P a g e | 34

1. Fera 2. Farhan 3. Risda Surya menikah dengan Sima dari Pulau Tujuh, mempunyai anak; 1. Lely 2. Aidil Wahyu Hidayat menikah dengan dari suku jawa, memiliki anak 1. .. Adi Susanto

4. Zahratul Fuad menikah dengan Karwo dari suku Jawa, mempunyai anak; Herdianto menikah Erna Wati menikah dengan Dian Hermanto menikah dengan Dewi Erlina menikah dengan Adi pak dukun dari Pulau Buru

P a g e | 35

Erni menikah dengan

5. Murzaham menikah dengan Zaitun dari Kampung Bulang, mempunyai anak; Desy menikah dengan Yono dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. .... 2. .... Epi menikah dengan Rosman bin Awang dari Kampong Bulang, mempunyai anak; 1. Fandi 2. ..... 6. Suryati menikah dengan Mat Tahar dari KT bentan, mempunyai anak; Salmiati menikah dengan Yono dari Siantan Bentan, mempunyai anak; 1. ... 2. .... 3. .... Nurhayati

P a g e | 36

Hanapi

7. Johan menikah dengan Emah dari suku Jawa, mempunyai anak; Rio menikah dengan Puput menikah dengan Nita Fika

8. Mustari menikah dengan Masnyum dari dabo Singkep, mempunyai anak; Pandi menikah dengan Dion Tia

9. Ani menikah dengan Yusuf dari Kampong Bulang, mempunyai anak; Firman

10. Suryaningsih menikah dengan Gani bin Husen dari Mapor, mempunyai anak;

P a g e | 37

Yati menikah dengan Iwan dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Raisya

Pipit Jeni Anto Melda

11. Sukmawati menikah dengan Roslan dari Tanjung Unggat, mempunyai anak; Rian menikah dengan Ateng cucu Bah Jali , mempunyai anak; 1. Putra 2. ... Lisa menikah dengan Apit , mempunyai anak; 1. Fikri 12. Sudirman menikah dengan Maridinah dari Sulawesi, mempunyai anak;
P a g e | 38

Dian

..... .... .... .... ...... ......

13. Sukirman menikah dengan Umsiah dari Jawa Barat, mempunyai anak; Adelia Septika Destiana Saily Rohib Yuda Ardiansyah

7. Umar bin Saban menikah dengan Zainah dari Pulau Penyengat, mempunyai anak;
1. Zaimah menikah dengan Sabri dari suku Padang, mempunyai anak;

P a g e | 39

Tuti Muliani menikah dengan Riau Darmansyah dari Batam, mempunyai anak; 1. Muhamad Ikhsan 2. Rahmaini Safitri

Abdul Azis Heri Erizan menikah dengan Isna Dayuwati dari Kelaten jawa tengah

2. Zainun menikah dengan Mahidin dari Tembeling bentan, mempunyai anak; Azman, meninggal usia kecil Hamdan menikah dengan Yuli dari suku Jawa, mempunyai anak; 1. Hardi 2. .....

P a g e | 40

Rozita menikah dengan Zulkifli dari suku Padang, mempunyai anak; 1. Yola 2. Yogi

Zamri Syamsidar menikah dengan Sudirman dari Tarempa, mempunyai anak; 1. Nopi 2. Ifan

Yanto diangkat anak oleh orang dari jakarta Zusmaini menikah dengan Amin dari Pulau Pangkel, mempunyai anak; 1. Izi

P a g e | 41

3. Zaharah menikah dengan Idris dari Selat Panjang pekanbaru, mempunyai anak; Zuraida Rosdiana menikah dengan Rudi Salam dari Dumai, mempunyai anak; 1. ....... 4. Jauhari, belum menikah meningal di usia muda 5. Nazar 6. Normah menikah dengan Raja Lyas dari Pulau Penyengat, mempunyai anak; Raja Aida Raja Nuar Raja Jum Raja ...

7. Asri Efendi

P a g e | 42

8. Esah bin saban menikah dengan Bujang dari Madong, mempunyai anak;
1. Nortiah menikah dengan Sidin dari Pulau Pangkel, mempunyai anak; Edi Supratno menikah dengan Dewa Gultom dari medan, mempunyai anak; 1. Adit 2. Fatur 3. Noval Junaidi menikah dengan dari suku jawa Wati, belum menikah meninggal diusia muda Dedek menikah dengan dari suku jawa Dodi menikah dengan Noni dari Manado, mempunyai anak; 1. Fahri

P a g e | 43

2........ Dien Febrianti Putri

2. Zaniar menikah dengan Abu Bakar bin Isa, mempunyai anak; Maya menikah dengan Ifan dari Pakneng, mempunyai anak; 1. Pio 2. Haikal Linda menikah dengan Dendi dari suku Padang, mempunyai anak; 1. Habib Andriansyah menikah dengan suku Padang, mempunyai anak; 1. Adi Yuni menikah dengan Yusiamdi dari suku Padang, mempunyai anak; 1. Lidya dari

P a g e | 44

3. Mariana menikah dengan Pai bin Husen dari Mapor, mempunyai anak; Pety Imelda Anggi Fira

4. Mariani menikah dengan Oyok dari Belakang Padang Batam, mempunyai anak; Rani menikah dengan Budi dari suku jawa, mempunyai anak; 1. Natasya 2. Dwi Selfi Apin

5. Nenen menikah dengan Am bin Syukur dari Kampong Bulang, mempunyai anak; Lila Zira

P a g e | 45

6. May menikah dengan Pani dari suku Jawa, mempunyai anak; 7. Ita 8. Jhoni menikah dengan Yani dari suku Jawa, mempunyai anak; Jenika Manda Putri Bibi

Anak yang mempunyai pusaka Kampong Bulang


P a g e | 46

Nama Samsu Sasa bin Awang : 1. Djainab binti Samsu menikah dengan Mail ( tidak memiliki anak) 2. Maslinah binti Samsu Menikah dengan Daeng Hamzah, memiliki anak; 3. Enyah binti Samsu Menikah dengan Semin bin Seman bin Awang Yahya, mempunyai anak; 4. Endan binti Samsu menikah dengan Bacok 5. Ramlah binti Samsu menikah dengan Orang Singapura Daeng Hafis menikah dengan Sewa dari Pulau Penyengat Daeng Muhamad Thaib menikah dengan Mariamah binti Sabtu Sidek Po Ko En

P a g e | 47

Faat menikah dengan Zaitun dari Singapura 1. Odi 2. Roji 3. Reni 4. nana

Ipen menikah dengan Lin binti Daeng Hafis 1. ... 2. ....

..... ...... .......

6. Salinah binti Samsu 7. Emah binti Samsu menikah dengan Usman (polisi) ...... ......

P a g e | 48

.....

Anak yang mempunyai tanah pusaka di Senggarang Besar


Nama Seman Bin Awang : mempunyai anak; 1. Semin bin Seman menikah dengan Enjah binti Samsu mempunyai anak; Rahimah menikah dengan Nasir dari Wajo Sulawesi mempunyai anak; 1. Dedi Supriadi menikah dengan Tina dari suku jawa, mempunyai anak;

P a g e | 49

Zizi 2. Winda menikah dengan Jamal mempunyai anak; Gilang Zarah menikah dengan Daud bin Anip dari Kampong Bulang, mempunyai anak; 1. Firdaus menikah dengan suku jawa, mempunyai anak; 2. Firni 3. Firzan Zaharah menikah dengan Aji Kadir keturunan Keling (india), mempunyai anak; 1. Muhamad Rafiq 2. Muhamad Gadafi menikah dengan Nani Suryana dari suku Bangka, mempunyai anak; Iklas ... dari

P a g e | 50

Khaila ...... Kadar (Dai) Jasmi (Anak Angkat)

2. Ani binti Seman Menikah dengan Ise bin Jumat dari Pulau Penyengat, mempunyai anak; Muhamad Ali menikah dengan mempunyai anak; 1. Fery Menikah dengan Hartati binti Nahar Jantan bin Jantan 2. Rudy menikah dengan 3. Iip menikah dengan 4. Jefri Zaitun menikah dengan Ayun Pangabean dari medan, mempunyai anak; 1. Riawati Pangabean ,

P a g e | 51

2. Irawati Pangaben menikah dengan Mahsun dari Lombok, mempunyai anak; Balqis M. Mahadhan menikah dengan Isyah binti Marek dari Concong luar(suku laut), dan Zainab dari Pulau Penyengat, mempunyai anak; 1. Faizal menikah dengan Zarina dari Karas, memiliki anak Tiri 2 Orang .... .....

2. Muhamad Fadly 3. Fazlin menikah dengan memiliki anak tiri 1 orang .... dari Medan,

4. Riduwan (dari istri kedua Zainab dari Pulau Penyengat ) 5. Muhamad Rizam (dari istri kedua Zainab dari Pulau Penyengat )

P a g e | 52

Abu Bakar menikah dengan Zaniar, mempunyai anak; 1. Maya menikah dengan Irfan dari Pakneng - Bengkalis, mempunyai anak; Pio Haikal

2. Linda menikah dengan Dendi dari suku Padang, mempunyai anak; Habib Weldan 3. Andriansyah menikah dengan dari suku Padang, mempunyai anak; Adi

4. Yuni menikah dengan Yusiamdi dari suku Padang, mempunyai anak; Lidya

P a g e | 53

Haidir menikah dengan Mia dari Medan, mempunyai anak; 1. Andi 2. Timi 3. Aisyah

3. Saleh bin Seman menikah dengan Sam dari Mapor, tidak mempunyai anak Kandung: Yacob ( Anak Angkat)

Penutop.

P a g e | 54

Make telah Adillah kiranya pembagian pusaka tersebut agar kiranya dikemudian hari Anak cucu Yahya berkembang adanya disetiap kampong didalam tanah Riau ini, berkekalan hingga akhir hayat duduk tentram diatas pembagian pusakanya masing-masing untuk dijagakan sebaik-baiknya, jauh dari persengketaan sesame saudara mara. Amanah ini merupakan sebuah pembagian yang telah mengikut kepada syariat islam dan tiada yang berat sebelah atau saling menyalah. Hendaknye tiadelah diubah-ubah sebagaimana yang telah menjadi amanah. Barang dikemudian hari jangan adalah kiranya perebutan akan hak tanah karena telah diberi seadilnya sebaiknya. Sebagai umat islam hendaklah beracu kepada Al-Quran dan hadist karena itulah penuntun umat nabi muhamad agar selamat Dunia akhirat, barang yang telah diketahui hendaklah dipatuh.

P a g e | 55

PEWARISAN RESAM KEBIASAAN HIDUP ORANG MELAYU TANJUNG UNGGAT

SIRIH PINANG RESAM JANGAN DILUPAKAN

BERZAMAN-ZAMAN

Dalam beberapa dekade yang lalu, zaman kegemilangan kesultanan dan raja-raja Melayu masih begitu akur dan taat kepada adat resam serta budaya yang tidak boleh dipisah. Sirih dan pinang berperanan penting dalam upacara, adat resam dan budaya semasa, masyarakat Melayu ketika itu. Sirih dan pinang merupakan perkakasan penting dan menjadi satu kemestian dalam perkembangan budaya yang telah diwarisi sejak turun-temurun. Dari aspek perkembangan budaya, sirih digunakan secara meluas sejak dahulu lagi, menjadi simbol kebudayaan dan masih lagi menjadi segmen penting dalam adat istiadat budaya Melayu hari ini. Pengunaan sirih dan pinang merangkumi aspek kebudayaan Melayu seperti seperti memakan sirih, perkahwinan, adat resam dan adat istiadat sehinggalah kepada penggunaan dalam perubatan tradisional. Asal-usul
P a g e | 56

Tradisi makan sirih merupakan warisan budaya silam, melebihi 3,000 tahun yang lampau dan diamalkan dengan meluas di rantau Asia Tenggara, hingga ke abad ini. Pengamalnya terdiri dari pelbagai golongan masyarakat termasuk pembesar negara, raja serta kalangan istana dan tidak ketinggalan juga kanakkanak. Tradisi ini tidak dapat dipastikan dari mana asalnya. Kemungkinan besar tradisi ini berasal dari India, berdasarkan cerita-cerita sastera. Jika diambil bukti dari sumber linguistik pula, kemungkinan besar tradisi ini berasal dari kepulauan Indonesia. Pelayar terkenal Marco Polo di abad ketiga belas telah menulis dalam catatannya bahawa terdapat segumpal sentil atau songel tembakau dimulut kaum India. Kenyataan ini dijelaskan juga oleh penjelajah terdahulu daripadanya seperti Ibn Batuta dan Vasco Da Gama yang menyatakan terdapat masyarakat di sebelah Timur memakan sirih. Sementara di Malaysia, tradisi ini dikatakan mungkin bermula tanpa pengaruh luar. Masyarakat India menyatakan bahawa sirih pada mulanya bukan untuk dimakan, tetapi adalah sebagai bahan persembahan sewaktu sembahyang di kuil-kuil sahaja. Beberapa daun sirih akan dihidangkan bersama-sama sebelah kelapa yang telah dibelah dua berserta dua biji pisang emas sebagai persembahan untuk dewa. Kini sirih menjadi popular dikalangan masyarakat Melayu, selain dimakan, sirih juga digunakan sebagai
P a g e | 57

simbol adat resam dan adat istiadat Melayu. Sirih junjung dihias cantik sebagai sebahagian barangan hantaran pengantin dan penyeri kepada pengantin perempuan. Sirih juga didapati digunakan dalam upacara rasmi kebesaran istana dan kerajaan.

Pengunaan Penggunaan sirih dan pinang boleh dilihat dalam pelbagai aspek kehidupan masyarakat. Makanan Selepas penat mengerjakan bendang atau menuai padi, petani kebiasaannya memakan sirih sambil berbual-bual. Para nelayan pula membawa bekal sirih dan pinang semasa turun ke laut untuk menangkap ikan. Di dalam sejarah, para raja di istana memakan sirih sebagai santapan waktu rehat. Adat Istiadat Sirih dan pinang memainkan peranan penting di dalam adat istiadat Melayu terutamanya dalam perkahwinan, bermula dari waktu merisik, pertunangan, menikah, bersanding dan beradu. Simbol dan pengantara
P a g e | 58

Orang Melayu terutama di zaman dahulu sangat tertib dan halus dalam berkomunikasi. Sirih digunakan sebagai:1. Hadiah ibu bapa kepada guru Al-Quran, sebagai tanda menyatakan keikhlasan hati menyerahkan anak-anak mereka mengaji dibimbing oleh guru tersebut. 2. Sirih Perangsang menyemarak semangat dan menenang hati kepada perajurit ketika berperang. 3. Mengundang seseorang ke majlis, tepak sirih dihulur, jika sirih dimakan ia menandakan undangan tersebut diterima. Perubatan dan petua Melayu lama Daun Sirih Sirih dan pinang banyak digunakan dalam perubatan tradisional. Kebanyakannya digunakan secara luaran. Tuk Dukun adalah orang yang berperanan dalam penggunaan sirih pinang dalam konsep perubatan ini berserta jampi dan mentera. Selain untuk perubatan secara tradisional, sirih juga digunakan sebagai petua-petua Melayu. Ari-ari pedih Ambil sirih yang bersifat sirih bertemu urat, sebiji bauh pala yang dibenamkan ke dalam abu panas,

P a g e | 59

sebiji pinang yang telah dibelah tiga bahagian serta disapu dengan kapur. Harus dimakan 3 kali sehari, sebelah pagi, tengahari dan petang. Amalkan selama tiga hari berturut-turut. Asma Ambil 7 helai daun sirih dan ditumbuk lumat bersama satu sudu teh lada putih dan campurkan minyak kayu putih secukupnya agar menjadi pepesan. Sapukan pada dada pesakit serta leher, amalan ini akan menghilangkan penyakit asma. Ambil 7 helai sirih bertemu urat, tujuh helai daun lalang muda dan seulas lengkuas sebesar ibu jari kaki. Rebuskan dengan satu liter air hingga mendidih sepenuhnya. Minum setengah gelas air rebusan dengan mencampurkan sesudu makan madu lebah serta sesudu teh air limau nipis, sebelum tidur. Barah Ambil 3 helai daun sirih bertemu urat dan dihancur lumat berserta kapur sirih sebesar ibu jari kaki dan satu sudu makan madu lebah untuk menjadi pepesan. Sapukan tiga kali sehari dibahagian yang sakit. Batuk lelah Daun sirih dilayur dan dituam ke dada pesakit. Air daun sirih diguna untuk minuman kepada pesakit.

P a g e | 60

Bau badan Sapukan adunan tiga helai daun sirih dan sedikit tawas yang telah diramas sama, ke atas badan dan ketiak semasa mandi. Biarkan beberapa ketika dan bilas dengan air bersih. Bau mayat Untuk menghilangkan bau mayat yang melekat pada tangan atau baju setelah menyelesaikan kerja-kerja mandi mayat, ambil beberapa helai daun sirih, ramaskan dan rendamkan bersama baju beberapa ketika sebelum dibilas dengan air bersih. Bayi selsema Ambil beberapa tangkai daun sirih. Kemudian tekan dengan jari sehingga mengeluarkan lendirnya, sapukan pada batang hidung bayi. Cara ini akan melegakan selsema dan pernafasan menjadi mudah. Berak darah Akar korma, gambir dan jintan putih dimakan dengan sirih pinang. Demam Ambil 7 helai daun sirih, kemenyan sebesar ibu jari dan 3 ulas bawang merah. Giling halus dan tampalkan di dahi. Lakukan 2 kali sehari, cara ini bagi
P a g e | 61

menghilangkan demam dan sakit kepala selepas bersalin. Demam panas Ambil 3 helai daun sirih. Ramas daun sirih tersebu di dalam semangkuk air bersih bersama buah pinang muda yang telah dipecah-pecahkan dan jaramkan pada kepala. Lakukan beberapa kali sehingga panas badan berkurangan. Gatal Vagina Tujuh helai daun sirih direbus dengan dua gelas air, campurkan sedikit asam jawa hingga mendidih. Setelah air menjadi suam bolehlah membasuhnya. Lakukan setiap hari hingga sembuh, terutama untuk ibu-ibu yang baru lepas bersalin. Gegata Layurkan daun sirih di atas bara api dan sapukan pada badan yang ditumbuhi gegata. Rasa miang dan gatal akan hilang dengan segera. Hidung berdarah Daun sirih digulung sebesar jari kelingking serta diramas sedikit dibahagian hujungnya untuk mengeluarkan bau dan dimasukkan kehidung yang berdarah. Baringkan pesakit dengan keadaan kepala meninggi.
P a g e | 62

Sakit semasa kencing Sekiranya kencing berasa sakit, daun pepesan, sirih bertemu urat, daun pulasari dan bawang merah sebiji dan digiling lumat serta sapukan pada ari-ari dan bahagian pinggang. Keputihan Mandi dengan air suam rebusan daun sirih selama 7 hari untuk membersihkan vagina, rasa gatal dan keputihan akan hilang. Amalan memakan daun sirih setiap hari juga boleh mengelakkan dari masalah keputihan. Ambil cendana, telur ayam hitam sebiji dan sehelai sirih. Asahkan cendana dengan sirih dan minumkan dengan kuning telur ayam selama 3 pagi. Kutu Babi Petik daun sirih bersama tangkainya. Titiskan getah sirih ke atas kutu babi yang melekat pada kulit tubuh dan akan menjadi senang untuk dicabut. Lompangan (ulcer) Tempelan dari ramuan sirih pinang ditepekkan pada luka untuk menyembuhkan luka dengan cepat pada bibir mulut. Muntah
P a g e | 63

Bawang merah, jintan hitam, makan dengan sirih pinang dan semburkan sepahnya dileher dan dadanya Payu Dara Untuk menegangkan lagi payu dara, layurkan daun sirih yang telah disapukan dengan minyak zaitun di atas api yang sederhana, atau menggunakan lilin. Apabila daun telah terasa suam dan agak layu, lalu tekapkannya ke atas kedua-dua payu dara dan biarkan seketika. Lakukan dua atau tiga kali seminggu. Pedih Perut Ambil lada sulah 7 butir dan bacakan surah Al-Ikhlas 3 kali serta makan dengan sirih pinang serta semburkan sepahnya pada ulu hati. Penyakit Kelamin Sepah sirih dihasilkan samada secara kunyahan atau ditumbuk lumat dan disapukan pada bahagian yang sakit. Giling lumat daun sirih, sedikit gula merah dan sedikit garam rebuskan hingga sebati, minum airnya sebanyak 3 kali sehari hingga sembuh. Ruam Peluh

P a g e | 64

Rebuskan beberapa helai daun sirih dan tapiskan airnya. Sapukan air rebusan ke atas ruam 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Sakit Gigi Kunyah sepiak sirih hingga lumat pada gigi yang sakit. Untuk beberapa ketika sakit gigi akan berkurangan. Sakit Hati Ambil bawang putih sepuluh ulas, garam jantan sebuku, sedikit jemuju dan sehelai daun sirih bertemu urat. Tumbuk lumat ramuan tersebut dan bubuhkan air panas sebelum diminum. Amalkan selama 3 pagi, dan ambil segengam garam serta goreng sangan (goreng tanpa minyak), bungkuskan ke dalam kain bersih serta tuamkan kebahagian hati di atas dada. Sakit Jantung Untuk meredakan sakit jantung, renekkan 3 helai daun sirih bertemu urat berserta lada ekor dan minum airnya ketika masih suam. Lakukan selama 7 hari berturut-turut di waktu pagi. Sakit Kepala Daun sirih diramas ke dalam air sejuk serta dimasukkan seketul garam jantan untuk di buat jaram (disapu atau dititik sehingga membasahi kulit kepala).
P a g e | 65

Sakit Mata Ramaskan beberapa helai daun sirih muda dan masukkan kedalam air serta didihkan seketika, tapiskan dengan kain bersih ke dalam mangkuk dan biarkan hingga pesam-pesam kuku. Rendamkan mata yang sakit serta kelip-kelipkannya. Buat berulang kali sehingga sembuh. Bersama dengan isteri Terung perak, bunga lawang, kulit kayu manis, kulit delima, air bawang merah, halia padi, lada sulah 7 biji, sirih bertemu urat, minyak lenga (minyak bijan) dan digiling lumat-lumat serta disimpan dalam bekas bertutup. Apabila hendak bersama maka sapukan pada alat kelamin lelaki, maka nikmat untuk perempuan. Temu hitam dihiris dan dijemur kering, akar legundi, akar maja digiling halus dijadikan tepung maka makan dengan sirih pinang selama 3 hari berturutturut. Memperbanyakkan air mani dan meningkatkan kenikmatan bersetubuh. Sirih bertemu urat 7 helai, makan 7 pagi. Jangan setubuh dengan perempuan selama memakannya. Menguatkan alat kelamin lelaki ketika bersetubuh. Akar telang putih dan akar jeruju makan dengan sirih pinang. Amalkan untuk beberapa hari. Membesar dan menguatkan alat kelamin lelaki.
P a g e | 66

Akar rembega dimakan dengan sirih pinang, perahkan ludahnya kedalam lubang alat kelamin lelaki. Ia menjadi bertambah kuat dan besar. Kapur Sirih Batuk selsema Sapukan sedikit kapur sirih yang dicampurkan dengan minyak kelapa, ke atas leher bahagian kerongkong dan juga batang hidung semasa selsema. Cara ini akan menambahkan keredaan, terutamanya untuk anak kecil. Bengkak gusi Rebuskan lima helai daun jarak dengan semangkuk air bersih serta masukkan sesudu besar air kapur sirih hingga mendidih. Minum airnya apabila air telah dingin, sehingga hilang bengkak. Bisul Sapukan kapur sirih ke atas bisul yang tumbuh dibahagian tubuh. Amalkan setiap hari sehingga sembuh. Bulu ketiak Sapukan kapur sirih di ketiak yang berbulu dan biarkan sehingga kering. Bulu ketiak akan menjadi mudah untuk dicabut walau dengan menggunakan
P a g e | 67

tangan sahaja dan pertumbuhannya. Buntut kawah

juga

melambatkan

proses

Lumurkan kapur sirih di buntut kawah atau periuk sebelum digunakan untuk memasak, terutama ketika menggunakan kayu api sebagai bahan bakar. Ia akan memudahkan kerja-kerja pembersihan selepas digunakan. Cirit birit Beberapa helai daun jambu batu muda ramas bersama sedikit kapur sirih hingga lumat dan sapukan pada perut. Dakwat Sekiranya baju anda terkena dakwat pen, ambil sedikit kapur sirih, sedikit garam halus serta cuka, lecekkan ke atasnya, beruskan perlahan-lahan dan bilas dengan air bersih, buat beberapa kali hingga kesan dakwat tersebut hilang, ia menjadikan proses pembersihan lebih mudah. Getah pisang Jika tangan anda terkena getah pisang, sapukan kapur sirih ke atasnya dan biarkan beberapa ketika sebelum dibilas dengan air bersih.

P a g e | 68

Gigitan serangga Campurkan sedikit kapur sirih dengan parutan ibu kunyit dan air, buatkan seperti krim. Tepekkan pepesan ditempat yang digigit serangga dan biarkan kering. Kesakitan akan reda dan menghilangkan bengkak. Masalah haid Amalkan minum air teh dengan dicampurkan sedikit kapur sirih. Pusingan haid akan teratur. Hanyir ikan Ambil sedikit kapur sirih dan larutkan ke dalam mangkuk yang berisi air, rendamkan ikan selama 10 atau 15 minit sebelum dibilas bersih. Bau hanyir ikan akan hilang. Ketiak hitam Air kapur sirih dan limau nipis dicampurkan serta gosokkan pada ketiak selepas mandi. Amalkan selama 7 hari, ketiak tidak berbau dan kehitaman akan pudar. Kurap Asah ibu kunyit di buntut pasu dan campurkan sedikit kapur sirih. Sapukan air asahan pada kurap, lakukan beberapa hari hingga sembuh.
P a g e | 69

Kutil Untuk menghilangkan kutil atau ketuat, ambil kapur, sedikit belerang dan air limau nipis buat kerim. Kikis sedikit kutil serta tepekkan ke atas kutil buat beberapa hari. Kutil akan tanggal dengan sendiri. Kedut rambut Satu camca kapur sirih, satu camca kecil air limau nipis dan 20 titik minyak kayu putih atau segelas minyak kelapa hijau serta gaulkan. Sapukan adunan tersebut ke atas perut yang mengalami pecah-pecah selepas bersalin selama 2 minggu berturut-turut. Pancing Cicak Untuk membunuh cicak yang berkeliaran di dinding dan siling rumah. Gentelkan kapur sirih seperti biji guli yang kecil, cacakkan di hujung lidi yang panjang dan agak keras serta hulurkan perlahan-lahan ke arah hadapan cicak. Apabila umpan telah disambar biarkan beberapa ketika, cicak akan jatuh dan mati. Perut Buncit Gilingkan kapur sirih bersama daun jambu batu. Sapukan keperut setiap hari sehingga perut menjadi kempis. Perut Gendut

P a g e | 70

Rendamkan kapur sirih ke dalam air yang telah dimasak dan kacau sehingga sebati. Ambil secawan air mendapan tersebut dan campurkan dengan air perahan sebiji limau nipis, amalkan minum waktu pagi selepas bangun dari tidur selama 2 minggu berturut-turut. Gendut akan menjadi kempis. Perut Lembu Untuk memutihkan perut lembu, rendam dan gaulkannya dengan bancuhan kapur sirih berserta rincikan daun pisang atau daun lalang. Lakukan beberapa ketika sebelum dibilas dengan air bersih. Selsema Sapukan kapur sirih sebesar ibu jari tangan di atas limau nipis yang telah dibelah dua dan titiskan sedikit minyak kayu putih lalu dipanggangkan seketika. Perahkan adunan tersebut dengan menggunakan penyaring sebelum diminum. Sengal Sendi Daun kecubung dan kapur sirih digiling lumat. Pepeskan tempat bahagian anggota yang bengkak atau sendi yang sakit. Tapal Perut Campurkan kapur sirih, air limau nipis dan minyak urat (minyak digunakan untuk mengurut atau khas
P a g e | 71

untuk wanita bersalin). Lumurkan sekeliling perut dan ikatkan bengkung selama 44 hari. Perut akan menjadi kecut. Ulu Hati Ambil limau nipis sebiji dan bacakan surah Al-Kautha 3 atau 7 kali dan belah limau itu serta sapukan kapur sirih pada keratannya. Sapukan adunan itu pada ulu hati di bahagian tengah dada. Bersama isteri Kunyit, kapur sirih, opium sebesar kacang hijau, pati santan kelapa, masukkan ke dalam mangkuk dan gaulkan sebati dan minum tiga pagi. Memperbanyakkan air mani dan menguatkan alat kelamin lelaki. Tiga buku kunyit, dihiris menjadi lima bahagian. Sebuku kunyit yang tidak dihiris dibubuhkan kapur sirih, dimakan selama 3 hari berturut-turut. Selama memakan ubat tersebut jangan bersetubuh dengan lelaki. Menyempitkan alat kelamin wanita dan menjadi lebih nikmat. Nota: Penulis tidak akan bertanggungjawab ke atas sebarang salah dan silap atau kesan dari amalan petua yang tersebut di atas. Penulis sekadar berkongsi artikel dan pembaca dinasihatkan agar meneliti baik buruk petua sebelum mencuba.

P a g e | 72

Adat Resam Melayu


Pentingnya adat masyarakat Melayu jelas terlihat dalam peribahasa yang berbunyi Biar mati anak, jangan mati adat. Tata perlakuan dalam adat resam masyarakat Melayu banyak dipengaruhi oleh adat yang diwarisi dari budaya Hindu yang disesuaikan mengikut unsur-unsur Islam. Adat ini dapat dilihat pada tiga aspek kehidupan iaitu:1. Adat resam kelahiran 2. Adat resam perkahwinan 3. Adat resam kematian Adat resam Kelahiran Pengenalan
P a g e | 73

Anak atau zuriat adalah suatu kurniaan Tuhan yang tidak ternilai bagi setiap pasangan suami isteri. Bagi masyarakat Melayu yang rata-ratanya beragama Islam, adalah dipercayai setiap anak yang dilahirkan mempunyai rezekinya masing-masing, justeru itu setiap kelahiran itu perlu disyukuri. Dalam aspek kelahiran ini, masyarakat Melayu banyak mengamalkan adat-adat tertentu yang diwarisi sejak turun temurun. Ia merangkumi peringkat sewaktu mengandung, bersalin dan selepas lahir. Sewaktu mengandung Melenggang Perut

Adat ini juga dipanggil Kirim Perut oleh masyarakat Melayu di bahagian utara Semenanjung Malaysia dan di sesetengah tempat dikenali sebagai Mandi Tian. Upacara ini dilakukan kepada wanita yang mengandung anak sulung ketika kandungan berusia dalam lingkungan tujuh atau lapan bulan.

P a g e | 74

Ia dijalankan oleh seorang bidan untuk membuang geruh atau kecelakaan yang mungkin menimpa wanita hamil yang bakal bersalin dan bagi membetulkan kedudukan bayi di dalam perut. Peralatan untuk upacara ini termasuk:1. Tujuh helai kain dengan tujuh warna berlainan 2. Segantang beras 3. Sebiji kelapa 4. Beberapa urat benang mentah 5. Damar 6. Minyak kelapa atau minyak urut 7. Lilin 8. Tepak sirih yang lengkap isinya 9. Pengeras sebanyak Rp. ,.. Pada permulaannya bidan akan membacakan jampi mentera dan mengandam wanita hamil tadi. Tepung tawar dicalit ke mukanya dan beras kunyit ditabur. Seterusnya adat mandi sintuk limau dan air buyung dilakukan. Sebiji telur diselitkan di kain basahan iaitu di bahagian perutnya dan sebuah cermin kecil dibawa bersama. Wanita itu didudukkan di atas kerusi di mana pada kaki kerusi itu ditambat seekor ayam. Kemudian air buyung dijiruskan ke badannya
P a g e | 75

manakala telur tadi dilepaskan atau dijatuhkan dengan kepercayaan ia akan memudahkan wanita tadi bersalin. Setelah membersihkan badan, wanita itu bercermin muka dengan harapan anak yang bakal lahir nanti mempunyai rupa paras yang cantik. Setelah acara itu selesai bidan akan membentangkan ketujuh-tujuh helai kain berbentuk melintang sehelai di atas sehelai yang lain. Ibu yang hamil dibaringkan di atas lapisan kain-kain tersebut. Bidan akan mengurut ibu yang yang hamil dengan menggunakan minyak kelapa atau minyak urut. Bidan mengambil buah kelapa yang telah dibersihkan lalu menggulingkannya perlahanlahan di atas perut terus ke hujung kakinya sebanyak tujuh kali. Adalah dipercayai sekiranya kelapa berhenti bergolek dengan matanya ke atas, anak yang dikandungnya adalah lelaki dan perempuan jika sebaliknya. Akhirnya bidan akan melenggangkan setiap helai kain tersebut pada perut wanita hamil itu. Mengikut adatnya, kain yang di bawah sekali diberikan kepada bidan beserta dengan peralatan upacara tadi. Lazimnya pada hari tersebut, kenduri doa selamat akan diadakan dan ibu yang menjalani upacara ini dipakaikan dengan pakaian baru. Adalah dipercayai adat ini mengandungi unsur-unsur budaya Hindu. Bersalin

P a g e | 76

Apabila hampir tiba waktu bersalin, persediaan akan diuruskan oleh keluarga berkenaan. Mengikut kebiasaannya kandungan ketika itu sudah cukup sembilan bulan sepuluh hari. Tetapi adakalanya tempoh kehamilan boleh mencapai sehingga sepuluh hingga dua belas bulan yang dipanggil bunting kerbau. Mengikut kepercayaan, daun mengkuang berduri akan digantung di bawah rumah dan kapur akan dipangkah pada tempat-tempat tertentu di dalam rumah wanita yang hendak bersalin tadi bagi mengelakkan gangguan makhluk halus. Di samping itu juga, terdapat beberapa adat yang perlu dijalankan semasa menyambut kelahiran ini. Potong tali pusat Sejurus selepas bayi lahir, bidan akan menyambutnya dengan jampi dan serapah lalu disemburkan dengan daun sirih. Selepas bayi dibersihkan, tali pusatnya akan dipotong dengan menggunakan sembilu buluh dan dialas di atas sekeping wang perak satu ringgit. Di sesetengah tempat tali pusat dipotong menggunakan cincin emas. Baki tali pusat di perut bayi akan dibubuh kunyit dan kapur lalu dibungkus dengan daun sirih yang telah dilayukan di atas bara api sehinggalah tali pusat itu tanggal sendiri.

Azan/Qamat
P a g e | 77

Kelazimannya bayi lelaki akan diazankan di keduadua belah telinganya manakala bayi perempuan akan diqamatkan. Biasanya, bapa atau datuk bayi tersebut akan melakukan upacara ini. Ia bukanlah satu adat, sebaliknya lebih merupakan amalan berunsur keagamaan. Membelah mulut Adat ini mempunyai pengaruh budaya Hindu, namun demikian ia juga terdapat dalam agama Islam yang menghukumkan sunat untuk berbuat demikian. Upacara bermula dengan membacakan surah AlFatihah dan surah Al-Ikhlas. Ia diikuti dengan langkah mencecap atau merasakan sedikit air madu atau kurma dan ada juga yang menggunakan emas yang dicelupkan ke dalam air pinang pada mulut bayi yang baru lahir tersebut. Sewaktu menjalankan upacara ini, jampi mentera dibacakan. Namun demikian, adat ini

P a g e | 78

sudah tidak diamalkan lagi oleh masyarakat Melayu hari ini.

Berpantang

Dalam masyarakat Melayu, wanita yang telah bersalin mesti menjalani masa berpantang yang bermaksud larangan. Sekiranya wanita tersebut melanggar pantang, mereka akan mengalami bentan atau sakit sampingan. Tempoh berpantang lazimnya berlangsung selama empat puluh empat hari dikira dari hari mula bersalin dan ada juga yang berpantang selama seratus hari.

P a g e | 79

Dalam tempoh ini wanita tersebut dilarang dari makan sebarang makanan mengikut kehendaknya atau berbuat apa-apa kerja yang memerlukan banyak pergerakan. Antara makanan yang dilarang keras ialah yang boleh mengakibatkan kegatalan diseluruh anggota badan seperti udang, kerang, ketam dan ikan pari serta memakan ikan yang mempunyai sengat seperti ikan keli, sembilang dan baung kerana ia boleh menyebabkan bisa-bisa pada badan. Sebaliknya mereka digalakkan memakan nasi dengan ikan haruan yang dibakar atau direbus dan dibenarkan minum air suam atau susu. Selama berpantang mereka diberi makan ubat-ubat tradisi dan bertungku. Bertungku dipercayai dapat membantu perut wanita bersalin kembali normal. Biasanya tungku diperbuat dari batu yang dipanaskan di atas bara. Kemudian tungku itu dibalut dengan kain yang dilapik dengan beberapa helai daun yang tebal seperti daun lengkuas yang dipercayai dapat mengimbangi kepanasan tungku di samping berfungsi sebagai ubat. Tungku akan dituam pada bahagian perut dan bahagian lain bertujuan untuk mengatasi

P a g e | 80

masalah kesakitan selepas bersalin. Selesai bertungku, si ibu akan menyapu perutnya dengan air limau yang dicampur dengan kapur sebelum memakai bengkung. Amalan berbengkung ini bertujuan untuk mengatasi perut buncit atau pinggul yang turun selepas bersalin di samping memberi keselesaan kepada wanita selepas bersalin. Selepas lahir Selepas kelahiran terdapat beberapa adat tertentu yang dijalankan. Tanggal Pusat/Cuci Lantai Lazimnya bayi yang baru lahir akan tanggal pusatnya dalam tempoh seminggu. Pada ketika itu, adat cuci lantai akan diadakan. Di sesetengah tempat, ia juga dipanggil adat naik buai kerana selagi bayi itu belum tanggal pusatnya, dia tidak boleh dibuaikan dan akan tidur disamping ibunya. Adat ini seelok-eloknya dilakukan pada hari Isnin atau Khamis. Bahan-bahan yang digunakan untuk adat cuci lantai.

Nasi kunyit dan lauk-lauk Seekor ayam hidup Paku, buah keras, asam, garam dan sirih pinang Hadiah untuk bidan sepersalinan pakaian

P a g e | 81

Kenduri doa selamat akan diadakan pada permulaan adat ini. Selepas itu bidan akan memulakan jampi serapahnya sambil memegang ayam dengan cara mengais-ngaiskan kaki ayam ke atas lantai tempat wanita itu bersalin. Seterusnya lantai itu akan dibersihkan. Mak bidan akan menjalankan keseluruhan upacara ini. Sebelum itu, si ibu dan si bayi akan dimandikan, diurut dan dibedak. Selesai upacara tersebut, bahan yang digunakan tadi beserta sedikit wang akan dihadiahkan kepada bidan tersebut. Memberi Nama

P a g e | 82

Mengikut ajaran Islam, adalah sunat memberi nama yang mempunyai maksud yang baik kepada bayi. Kebiasaannya jika bayi itu lelaki, nama akan diberi mengikut nama para nabi manakala untuk bayi perempuan, nama isteri-isteri atau anak-anak nabi akan dipilih. Cukur Rambut/ Potong Jambul Adat ini dilakukan pada hari ketujuh selepas dilahirkan. Ia turut dipanggil adat potong jambul. Kenduri nasi kunyit dan doa selamat diadakan pada hari tersebut. Untuk menjalankan upacara kelengkapan disediakan. tersebut beberapa

1. Sebuah dulang berisi tiga mangkuk atau piring yang berisi air tepung tawar, beras kunyit dan bertih. 2. Sebiji kelapa muda dipotong bahagian kepalanya dengan potongan berkelok-kelok siku seluang untuk dijadikan penutup. Airnya dibuang dan diganti dengan sedikit air sejuk. Kemudian kelapa itu diletakkan di dalam sebiji batil. Biasanya kelapa itu dihias, umpamanya dengan melilitkan rantai emas atau perak di kelillingnya.

P a g e | 83

Pada hari itu, bayi dipakaikan dengan pakaian cantik dan diletakkan di atas talam yang dialas dengan tilam kecil atau didukung oleh bapa atau datuknya. Si bayi seterusnya dibawa ke tengah majlis dan disambut oleh hadirin lelaki sambil berselawat. Si bayi akan ditepung tawar serta ditabur beras kunyit dan bertih. Para hadirin secara bergilir-gilir akan menggunting sedikit rambut bayi tersebut dan dimasukkan ke dalam kelapa tadi. Bilangan orang yang menggunting rambut bayi tersebut hendaklah dalam bilangan yang ganjil, iaitu tiga, lima, tujuh dan seterusnya. Setelah selesai pihak lelaki menjalankan acara menggunting, pihak perempuan pula mengambil alih. Setelah selesai kedua-dua pihak menjalankan adat bercukur barulah kepala bayi tersebut dicukur sepenuhnya oleh bidan atau sesiapa sahaja yang boleh melakukannya. Kesemua rambut yang dicukur akan dimasukkan ke dalam kelapa. Akhirnya kelapa
P a g e | 84

tersebut di tanam di sekitar halaman rumah bersama sepohon anak kelapa atau seumpamanya sebagai memperingati masa anak itu dilahirkan.

Lazimnya, semasa adat ini dijalankan akikah turut diadakan. Dari segi syarak, akikah membawa pengertian menyembelih ternakan pada hari ke tujuh selepas anak dilahirkan. Orang Islam yang berkemampuan disunatkan menyembelih ternakan seperti kambing, lembu atau kerbau sebagai akikah anak yang baru lahir. Seorang anak disunatkan berakikah sekali sahaja seumur hidup. Terdapat syarat-syarat tertentu dalam memilih haiwan untuk akikah dan jumlah ternakan untuk akikah juga berbeza mengikut jantina bayi. Bagi bayi lelaki akikahnya ialah dua ekor kambing dan seekor kambing bagi bayi perempuan. Antara hikmah akikah

P a g e | 85

adalah sebagai permulaan kebajikan dan kebaikan bagi pihak bayi tersebut. Akikah sunat dilakukan pada hari ke tujuh kelahiran iaitu boleh dijalankan serentak dengan adat mencukur rambut dan adat memberi nama. Namun ia juga boleh dilakukan pada hari yang lain. Naik Buai

Adat ini merupakan satu-satunya majlis yang masih diamalkan dan mendapat sambutan di kalangan masyarakat Melayu hari ini. Upacara ini dilangsungkan dalam suasana penuh meriah terutama sekali jika sesebuah keluarga itu baru mendapat anak atau cucu sulung.

P a g e | 86

Semasa upacara ini dijalankan bayi tersebut akan diletakkan di dalam buaian yang menggunakan kain songket atau batik dan dihias indah dengan bungabungaan. Selendang akan diikat di kiri kanan buaian dan ditarik perlahan-lahan semasa upacara berlangsung. Ketika itu juga, nazam atau marhaban akan dialunkan oleh sekumpulan lelaki atau wanita. Seterusnya bunga telur dan bunga rampai akan dihadiahkan kepada kumpulan ini. Pada hari ini, masyarakat Melayu menjalankan adat ini serentak dengan adat memberi nama dan adat cukur rambut.

P a g e | 87

Jejak Tanah/Turun Tanah

Di sesetengah tempat, adat ini juga dipanggil adat memijak tanah. Ia sebagai meraikan anak yang baru pandai berjalan. Turun tanah bermakna seorang anak kecil dilepaskan untuk memijak tanah sebagai lambang meneruskan kehidupannya. Adat ini dijalankan secara berbeza-beza dari satu tempat dengan tempat yang lain baik dari segi cara mahupun barangan yang digunakan. Lazimnya kenduri doa selamat diadakan untuk mengiringi upacara ini. Selepas kenduri selesai, tikar dibentang di hadapan tangga sebagai alas kanakkanak berkenaan berjalan. Di atas tikar disediakan beberapa dulang yang berisi pelbagai jenis barang, termasuk makanan dan minuman. Antara barangan yang diletakkan di dalam dulang itu ialah cermin, sikat, jam tangan, gelang, cincin, rantai, bedak, kain, kasut, gunting, bubur, air sejuk dan wang. Lazimnya jumlah barangan yang diletakkan adalah ganjil. Kanak-kanak tersebut akan dibiarkan bergerak memilih barang tersebut dan dihadkan mengambil tiga barangan sahaja.

P a g e | 88

Menurut kepercayaan orang Melayu juga, adat ini dilakukan untuk meramal masa depan kanak-kanak itu berdasarkan barangan yang diambil. Umpamanya jika kanak-kanak itu mengambil gunting, kelak dia kuat bekerja atau pandai membuat kerja tangan. Adat ini juga boleh dilakukan secara sederhana iaitu dengan memijakkan kaki kanak-kanak itu ke piringpiring kecil yang berisi dengan padi, beras, tanah dan beberapa jenis daun yang telah dijampi oleh mak bidan. Seterusnya bayi itu dijejakkan ke tanah dan doa dibaca.

P a g e | 89

Bersunat / Berkhatan

Adat bersunat bagi bayi perempuan lazimnya dilakukan ketika bayi itu masih kecil iaitu beberapa hari selepas dilahirkan. Namun demikian, kebanyakan kanak-kanak perempuan akan menjalani upacara ini sekurang-kurangnya ketika berumur setahun atau lebih. Adat ini akan dijalankan oleh bidan. Bagi kanakkanak lelaki, mereka akan menjalani adat bersunat atau juga dipanggil berkhatan ketika umur mereka dalam lingkungan 8 hingga 12 tahun. Adat berkhatan akan dijalankan oleh Tok Mudim. Di dalam ajaran Islam, bersunat atau berkhatan adalah wajib kerana Islam menitikberatkan kesucian lahir dan batin. Di samping itu juga,ia baik dari segi kesihatan. Majlis bersunat kanak-kanak perempuan tidak semeriah majlis berkhatan kanak-kanak lelaki dan ada juga

P a g e | 90

yang menjalankannya perkahwinan.

serentak

dengan

majlis

Upacara adat tepuk tepung tawar atau berinai


Upacara adat tepuk tepung tawar atau berinai lebai adalah permohonan doa yang disampaikan oleh tokoh-tokoh adat, alim ulama, pemuka masyarakat kehadirat Allah SWT, agar kedua mempelai dalam mengarungi bahtera hidup berumah tangga yang baru saja dibina bakal berkepanjangan, rukun dan damai hingga keakhir hayat. Tepuk tepung tawar ini dilakukan dalam jumlah yang ganjil oleh kaum Bapak, sementara kepada kaum Ibu tidak diperkenankan. Cara melaksanakan tepuk tepung tawar : Pertama : Meletakkan (menyapu) air bedak ketangan mempelai dalam keadaan tertelungkup. Kedua : Menaburkan beras kunyit, beras basuh, bertih, bunga rampai ketangan mempelai, tangan mempelai dalam keadaan tertelungkup. Ketiga : Meletakkan inai ditelapak tangan penganten. (tangan mempelai dalam keadaan tertelungkup)

P a g e | 91

Keempat : merenjis air pecung kearah pengantin Kelima : mengangkat sembah Pengantin Melayu, apabila mempelai baru pertama kali menikah maka pelaksanaan tepuk tepung tawar tidak dilakukan secara serentak antara pengantin laki-laki dan pengantin perempuan. Kapal berlayar bermuatan syarat Hendak menuju ketanjung jati Tepung tawar memberi berkat Puji dan syukur kehadirat ilahi Upacara tepuk tepung tawar diiringi gendang Nafiri mengawali tepuk tepung tawar terhadap mempelai laki-laki dipersilahkan. Bunga mawar melati Bunga harum semerbak mewangi Sial dibuang untung dicari Itulah harapan yang kita nanti Kalau tidak Karena Tuah Tak akan Jebat mendurhaka Tepuk tepung tawar meminta berkah Doa dipohonkan kapada yang kuasa Hari ini kutanam selasih Selasih ditanam diujung halaman Hari ini ku tanam kasih Semoga kasih berkepanjangan

P a g e | 92

Kalau Tuan pergi ke Jeddah Jangan lupa belikan jubah Ijab kabul kuucapkan sudah Semoga kasih Mu takkan berubah Sampan kota muatan kajang Daun selasih bercabang dua Tidur tak enak makan tak kenyang Kasih bertumpah padamu jua Pergi berlayar ke Tanjung Tuan Hendak berdagang gula dan getah Pesan orang tua jangan di tinggalkan Rumah tangga mendapat berkah Anak raja duduk berjuntai Menatap bulan dimalam hari Rumah tangga rukun dan damai Itulah hajat terkandung dihati Bapak-bapak, Ibu-ibu Tuan-tuan dan Puan-puan Jemputan yang kami muliakan Selesailah pula tepuk tepung tawar terhadap mempelai laki-laki. Kepada gaing-gading dan mempelai laki-laki dipersilahkan menuju keruang istirahat yang telah disiapkan. Selanjutnya kepada Mak Andam dipersilahkan kepada Mempelai Perempuan menuju pentas petrakna guna melaksanakan acara tepuk tepung
P a g e | 93

tawar. Acara tepuk tepung tawar masih tetap diberlakukan oleh kaum Bapak dalam jumlah yang ganjil. Selesai tepuk tepung tawar upaca diakhiri dengan pembacaan Doa selamat dan makan malam bersama.

KENALI ADAT
Adat adalah tata cara yang mengatur tingkah laku manusia dalam segala aspek kehidupannya. Dengan demikian, dalam masyarakat yang menjunjung tinggi adat segala kegiatan kehidupannya diatur oleh adat. Jika ditinjau dari sumbernya, orang melayu dalam arti luas mengenal kepada dua macam adat. Kedua macam adat itu ialah: 1. Adat temenggungan 2. Adat perpatih Adat temenggungan adalah warisan Datuk Temenggung. Adat temenggungan mengandung sistem patrilineal yaitu garis keturunan berdasarkan keturunan bapak. Orang Melayu Kepulauan Riau

P a g e | 94

menggunakan adat temenggungan ini. Sedangkan adat Perpatih merupakan warisan Datuk Perpatih Nan Sebatang. Adat Perpatih mengembangkan sistem matrilineal yaitu garis keturunan berdasarkan pada keturunan ibu. Adat perpatih berlaku dalam sebagian masyarakat melayu Riau Daratan. Jika ditinjau dari sudut hirarkinya, adat melayu dapat dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu: 1. Adat sebenar adat 2. Adat yang diadatkan 3. Adat yang teradat Adat sebenar adat ialah prinsip-prinsip yang bersumber dari agama Islam. Aturan adat ini tiadalah dapat diubah-ubah. Adat yang pertama ini tersimpul dengan ungkapan Berdiri adat karena syarak. Adat yang diadatkan ialah prinsip-prinsip adat yang disusun oleh penguasa Melayu (Raja, Pemuka adat, dll). Adat sejenis ini dapat pula berubah sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan pandangan pihak penguasa sesuai dengan ungkapan Sekali air bah, sekali tepian berubah. Adat yang teradat ialah sikap, tindakan, dan putusan bersama atas dasar musyawarah yang dirasakan

P a g e | 95

cukup baik oleh masyarakat. Inilah yang kemudian menjadi kebiasaan turun-temurun. Adat jenis ketiga ini pun dapat berubah sesuai dengan kehendak zaman. Dalam masyarakat Melayu Kepulauan Riau, ketiga jenis adat di atas berlaku dalam mengatur kehidupan keseharian. Di kampung-kampung, aturan adat tersebut masih banyak yang diperhatikan dan di indahkan, tetapi di daerah perkotaan mengalami kecendrungan agak melonggar. KEBUDAYAAN Kebudayaan ialah akal-budi manusia yang dijelmakan ataupun digambarkan dalam wujud gagasan, nilai, norma, peraturan dan sebagainya perilaku, dan hasil karya Maka kebudayaan itu terdiri daripada tujuh unsur yang universal (Koentjaraningrat, 1983 : 2). Ketujuh unsur ialah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Sistem religi dan upacara keagamaan dan adat. Sistem dan organisasi kemasyarakatan. Sistem pengetahuan Bahasa Kesenian Sistem mata pencaharian Sistem teknologi

P a g e | 96

Maka dengan demikian kebudayaan itu dapatlah dikelompokkan atas dua kelompok besar (utama). 1. Pertama, disebut kebudayaan warisan. 2. Kedua, kebudayaan yang hidup. Kebudayaan warisan semua berwujud artifact. Artifact kebudayaan warisan itu: (1) yang terdapat ex situ di museum (2) yang terdapat in situ, di situs arkeologi, yang meliputi peninggalan dari zaman prasejarah, zaman pengaruh India, zaman pengaruh Islam, dan zaman pengaruh Barat. Kebudayaan tradisional Kebudayaan terdapat di meliputi: yang dibedakan atas(1) kebudayaan dan (2) kebudayaan kontemporer. tradisional ada yang berupa artifact yang museum, tetapi ada yang berupa act

1. 2. 3. 4. 5. 6.

Adat-istiadat dan kebiasaan tradisional; Sistem/organisasi kemasyarakatan tradisional; Sistem pengetahuan tradisional: Kesenian tradisional; Bahasa klasik; Permainan dan olahraga tradisional;

P a g e | 97

7. Makanan dan Minuman tradisional; 8. Kerajinan tradisonal; 9. Pakaian tradisional; 10. Seni bina (arsitektur) tradisional; 11. Sistem tegnologi. Kebudayaan kontemporer ada yang berupa artifact yang terdapat dalam museum modern dan di tengah masyarakat. Ada pula yang berupa act yang meliputi unsur-unsur sebagai berikut ini: 1. cara hidup modern; 2. sistem / organisasi kemasyarakatan modern; 3. sistem pengetahuan modern; 4. kesenian kontemporer; 5. bahasa modern; 6. permainan dan atau olahraga modern; 7. makanan dan minuman modern; 8. kerajinan kontemporer; 9. pakaian modern; 10. arsitektur modern; 11. sistem mata pencaharian; 12. sistem teknologi dan peralatan modern. Kesemua unsur kebudayaan yang diperkatakan diatas, baik kebudayaan warisan maupun kebudayan yang hidup; yang tradisional maupun yang modern, merupakan kekuatan kebudayaan yang menjadi

P a g e | 98

modal penting bagi suatu daerah dan masyarakatnya. Konon di dalam kitab ini penyusunannya tiadalah mengikut kepada cara dari kalangan orang-orang pandai dan cendikia (akademis), melainkan kepada cara yang mudah bagi orang kampung. Jika menghitung, mengikuti kepada angka yang terendah dahulu. Dan begitulah seterusnya. Syahdan, dalam kehidupan masyarakat orang Melayu dikenal kepada beberapa upacara yang sebahagiannya masih diperturut kepada adat resamnya. Tersebutlah kepada aturan cara pada upacara yang dilakukan oleh orang Melayu kepada ketiga tuntunan utama, yaitu kelahiran, perkawinan dan kematian. Ketiga upacara utama inilah amatlah pentingnya dalam kehidupan orang Melayu, karena manusia hidup melalui kepada tiga masa yang paling penting, yaitu ketika manusia dilahirkan ke dunia, memasuki jenjang perkawinan dan saat manusia meninggalkan dunia yang fana. Akan tetapi memandangkan kepada kehidupan itu sendiri tidaklah hanya melaui pada ketiga masa penting itu saja, melainkan juga ketika memasuki masa kanak dengan segala kelangkapannya, masa remaja atau akhil balig kemudian barulah memasuki masa perkawinan. Kemudian pula mengalami

P a g e | 99

berbagai kegiatan kehidupan bermasyarakat yang syarat oleh aturan ataupun tata cara sekaliannya, sehinggalah memasuki usia tua, akhirnya kembali Kepada Sang Pencipta Allah azza wajallah. Maka dipertanyakan orang, manakah yang terlebih dahulu ada, apakah telur atau anak ayam. Dan setiap kali pertanyaan yang demikian muncul mendatangkan suatu keragu-raguan kepada kita untuk menjawabnya. Samalah dengan masalah budaya dan manusia. Oleh sebab itu, menurut hemat kami hal yang demikian itu tiadalah perlu diperpanjang-panjangkan sehingga mendatangkan kepada fiil yang kurang berpatutan. Maka kita akan memulai langkah dengan memilih pelangkah yang baik dan berurut-urutan supaya lebih mudah untuk menyimak dan menyelusurinya dalam rentang perjalanan kehidupan anak Melayu itu sendiri.

P a g e | 100