Anda di halaman 1dari 2

PENGUKURAN POTENSIAL OSMOTIK DAN POTENSIAL AIR JARINGAN TUMBUHAN

Tujuan Dari praktikum ini diharapkan mahasiswa dapat: a. mengetahui nilai PA umbi kentang b. menemukan fakta tentang gejala plasmolisis c. menunjukkan faktor penyebab plasmolisis d. mendeskripsikan peristiwa plasmolisis e. menunjukkan hubungan antara plasmolisis dengan status potensial osmotok antara sel dan larutan di sekitarnya Diskusi: 6. Menurut dugaan anda, apakah sel atau jaringan yang terplasmolisis dalam praktikum ini masih dapat kembali normal bila dikembalikan ke lingkungan air biasa? 7. bagaimanakah perbedaan tingkat perubahan panjang potongan kentang pada konsentrasi larutan gula yang berbeda? 8. Apakah artinya jika potongan kentang bertambah panjang? 9. Bagaimana status potensial air jaringan kentang terhadap larutan perendam jika tidak tejadi perubahan volume? 10. Mengapa umbi kentang dapat berubah ukurannya setelah direndam dalam larutan gula dalam berbagai konsentrasi, padahal sel-sel umbi tersebut memiliki dinding sel?

Jawab: 6. Bisa, apabila sel atau jaringan yang telah terplasmolisis dikembalikan kelingkungan berisi air biasa maka sitoplasma yang mengerut bisa kembali mengembang seperti semula karena sesuai prinsip osmosis yakni perpindahan pelarut melalui membran semipermiabel dari konsentrasi pelarut tinggi (hipotonik) menuju konsentrasi rendah (hipertonik). Oleh sebab itu, konsentrasi lingkungan rendah bisa masuk ke dalam sel yang sudah mengerut bisa kembali normal. 7. Setiap potongan kentang yang dicelupkan dengan larutan gula berbagai konsentrasi mempunyai panjang berbeda-beda. Apabila campuran pada larutan kentang konsentrasinya tinggi maka pemendekan pada kentang akan juga semakin besar sehingga semakin tinggi

konsentrasi larutan maka semakin besar pula pemendekan pada kentang dan sebaliknya, Apabila campuran pada larutan kentang konsentrasinya rendah maka pemendekan pada kentang akan juga semakin sedikit sehingga semakin rendah konsentrasi larutan maka semakin sedikit pula pemendekan pada kentang. 8. Artinya yakni konsentrasi yang ada pada kentang tersebut memiliki konsentrasi yang rendah (hipertonik), sedangkan lingkungannya memiliki konsentrasi yang tinggi (hipotonik), sehingga air bisa masuk ke dalam kentang dan akhirnya kentang tersebut akan memanjang. 9. berarti konsentrasi pada sel dan lingkungannya memiliki konsentrasi yang sama sehingga tidak terjadi osmosis. Penyebabnya yakni karena tidak sesuai denga prinsip osmosis dimana perpindahan pelarut melalui membran semipermiabel dari konsentrasi rendah (hipotonik) menuju konsentrasi rendah (hipertonik). 10. Pada sel yang mempunyai dinding, sisem plasmolisis tidak sembarangan. Sel tersebut mempunyai pori-pori pada dinding sehingga zat yang dapat menembus pada dinding tersebut tidak sembarangan. Dimembran dinding biasanya yang dapat menembus pori tersebut berukuran kecil atau biasa yang dibutuhkan oleh sel, seperti air.