Anda di halaman 1dari 1

HUKUM LIAR VS KETERATUR Pada dasarnya materi itu bersifat liar (bebas) namun sifat dasar itu tidak

dapat berkembang karena dikendalikan dengan hukum keteraturan. Hal ini dapat dilihat seperti manusia sebagai salah satu contoh benda. Sifat dasar manusia adalah liar ingin A, B, C dan dsb, ingin melakukan hal ini hal itu, berpikir ini dan itu namun bagaimanapun juga dia tidak dapat mengembangkan dan melakukan sifat liar itu sepenuhnya karena ada hal-hal yang harus membatasi sifat dasarnya itu. Apakah itu? Itu tidak lain adalah hukum keteraturan yang lebih besar, kuat dan berkuasa. Hukum keteraturan itu adalah pembatasan-pembatasan yang menghalangi kehendak manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan itu seperti akibatakibat yang tidak ingin dikehendaki manusia. Takut akan karma pala hukum sebab akibat, setiap perbuatan manusia pasti akan membuahkan hasil. Manusia dan benda bersifat ego ingin melakukan hal-hal yang menguntungkan bagi dirinya namun takut menerima dampak sebagai akibat perbuatannya itu. Mau berkarma tetapi tidak mau menerima hasil dari hasil perbuatannya itu jika efek dari hasil perbuatanya itu buruk. Manusia hanya mau menerima hasil karma palanya itu jika baik dan menguntungkan bagi dirinya. Betapa egonya manusia. Benda pun demikian coba lihat awan yang bergerak berarak di angkasa. Jika kita perhatian dengan seksama awan itu bergerak kesana kemari dari hampir setiap bagian sudut awan. Dia tampak liar (bebas), pergerakannya acak seperti gerak Brown pada partikel tinta yang dituangkan didalam air. Namun pergerak-pergerakan yang liar itu tetap dikendalikan oleh hukum yang lebih besar yaitu bergerak ke suatu arah yang ditentukan yaitu ke tempat tekanan udara yang lebih rendah. Gerak Brown pada partikel tinta yang acak tersebut juga harus tunduk dan bergerak ke daerah yang kosong sehingga partikel tinta tersbut menjadi merata. Mengambil ikmah dari gejala alam tersebut dan memperhatikan sifat dan karakter dasar dari manusia kita dapat mengambil pembelajaran bahwa dalam hal-hal tertentu kita masih bisa berbuat liar dalam batasan-batasan tertentu, namun kita menyadari bahwa tetap dibatasi oleh dari hukum alam yang lebih besar. Kita harus tunduk dan patuh terhadap hukum alam itu. Sekelumit tulisan ini terilhami setelah ribut dengan istri dimana istri ingin kebebasan tidak ingin terikat menyama braya, ngayah desa, mesanggah, berkeluarga dan yang lainya. Dia ingin hidup melakukan menurutnya dia bisa menenangkan hatinya. Dia ingin lari dari masalah dan tak mau memecahkan masalah. Setelah merenung, kemanapun kita hidup tidak akan lepas dari masalah. Sebab tanpa kita sadari bahwa masalah itu muncul dari kita sendiri. Sikap yang paling pas yang diambil adalah hadapi masalah dan pecahkan masalah sehingga tidak menyebabkan kita menjadi merana. Semakin terbiasa dan mampu memecahkan masalah akan membuat kita tumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa. Menjadi manusia yang sujana. Jay sairam!