Anda di halaman 1dari 32

Anak memiliki suatu ciri yang khas yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak konsepsi sampai berakhirnya

masa remaja. Hal ini yang membedakan anak dengan dewasa. Anak bukan dewasa kecil. Anak menunjukkan ciri-ciri pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai dengan usianya. Pertumbuhan adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interselular, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh sebagian atau keseluruhan, sehingga dapat diukur dengan satuan panjang dan berat. Perkembangan adalah bertambahnya struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam kemampuan gerak kasar, gerak halus, bicara dan bahasa serta sosialisasi dan kemandirian.

Pertumbuhan terjadi secara simultan dengan perkembangan. Berbeda dengan pertumbuhan, perkembangan merupakan hasil interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya, misalnya perkembangan sistem neuromuskuler, kemampuan bicara, emosi dan sosialisasi. Semua fungsi tersebut berperan penting dalam kehidupan manusia yang utuh. Ciri-ciri dan Prinsip-prinsip Tumbuh Kembang Anak Proses tumbuh kembang anak mempunyai beberapa ciri-ciri yang saling berkaitan. Ciriciri tersebut adalah sebagai berikut:
1.

Perkembangan menimbulkan perubahan Perkembangan terjadi bersamaan dengan pertumbuhan. Setiap pertumbuhan disertai dengan perubahan fungsi. Misalnya perkembangan intelegensia pada seorang anak akan menyertai pertumbuhan otak dan serabut saraf.

2. Pertumbuhan dan perkembangan pada tahap awal menentukan perkembangan selanjutnya

Setiap anak tidak akan bisa melewati satu tahap perkembangan sebelum ia melewati tahapan sebelumnya. Sebagai contoh, seorang anak tidak akan bisa berjalan sebelum ia bisa berdiri. Seorang anak tidak akan bisa berdiri jika pertumbuhan kaki dan bagian tubuh lain yang terkait dengan fungsi berdiri anak terhambat. Karena itu perkembangan awal ini merupakan masa kritis karena akan menentukan perkembangan selanjutnya. 3. Pertumbuhan dan perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda Sebagaimana pertumbuhan, perkembangan mempunyai kecepatan yang berbeda-beda, baik dalam pertumbuhan fisik maupun perkembangan fungsi organ dan perkembangan pada masing-masing anak. 4. Perkembangan berkorelasi dengan pertumbuhan. Pada saat pertumbuhan berlangsung cepat, perkembangan pun demikian, terjadi peningkatan mental, memori, daya nalar, asosiasi dan lain-lain. Anak sehat, bertambah umur, bertambah berat dan tinggi badannya serta bertambah kepandaiannya. 5. Perkembangan mempunyai pola yang tetap Perkembangan fungsi organ tubuh terjadi menurut dua hukum yang tetap, yaitu:
o o

Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah kepala, kemudian menuju ke arah kaudal/anggota tubuh (polas sefalokaudal). Perkembangan terjadi lebih dahulu di daerah proksimal (gerak kasar) lalu berkembang ke bagian distal seperti jari-jari yang mempunyai kemampuan gerak halus (pola proksimodistal).

6. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan Tahap perkembangan seorang anak mengikuti pola yang teratur dan berurutan. Tahaptahap tersebut tidak bisa terjadi terbalik, misalnya anak terlebih dahulu mampu membuat lingkaran sebelum mampu membuat gambar kotak, anak mampu berdiri sebelum berjalan dan sebagainya. Proses tumbuh kembang anak juga mempunyai prinsip-prinsip yang saling berkaitan. Prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut : Perkembangan merupakan hasil proses kematangan dan belajar Kematangan merupakan proses intrinsik yang terjadi dengan sendirinya, sesuai dengan potensi yang ada pada individu. Belajar merupakan perkembangan yang berasal dari

latihan dan usaha. Melalui belajar, anak memperoleh kemampuan menggunakan sumber yang diwariskan dan potensi yang dimiliki anak. Pola perkembangan dapat diramalkan Terdapat persamaan pola perkembangan bagi semua anak. Dengan demikian perkembangan seorang anak dapat diramalkan. Perkembangan berlangsung dari tahapan umum ke tahapan spesifik, dan terjadi berkesinambungan. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kualitas Tumbuh Kembang Anak Pada umumnya anak memiliki pola pertumbuhan dan perkembangan normal yang merupakan hasil interaksi banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Adapun faktor-faktor tersebut antara lain : v Faktor dalam (internal)
1.

Ras/etnik atau bangsa Anak yang dilahirkan dari ras/bangsa Amerika, maka ia tidak memiliki faktor herediter ras/bangsa Indonesia atau sebaliknya.

2. Keluarga Ada kecenderungan keluarga yang memiliki postur tubuh tinggi, pendek, gemuk atau kurus. 3. Umur Kecepatan pertumbuhan yang pesat adalah pada masa prenatal (dalam kandungan), tahun pertama kehidupan dan masa remaja. 4. Jenis kelamin Fungsi reproduksi pada anak perempuan berkembang lebih cepat daripada laki-laki. Tetapi setelah melewati masa pubertas, pertumbuhan anak laki-laki akan lebih cepat. 5. Genetik Genetik (heredokonstitusional) adalah bawaan anak yaitu potensi anak yang akan menjadi ciri khasnya. Ada beberapa kelainan genetik yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak seperti kerdil.

6. Kelainan kromosom Kelainan kromosom umumnya disertai dengan kegagalan pertumbuhan seperti pada sindroma Down dan sindroma Turner. v Faktor luar (eksternal)

Faktor Prenatal 1. Gizi Nutrisi ibu hamil terutama dalam trimester akhir kehamilan akan mempengaruhi pertumbuhan janin. 2. Mekanis Posisi fetus yang abnormal bisa menyebabkan kelainan kongenital seperti club foot. 3. Toksin/zat kimia Beberapa obat-obatan seperti Aminopterin, Thalidomid dapat menyebabkan kelainan kongenital seperti palatoskisis. 4. Endokrin Diabetes melitus dapat menyebabkan makrosomia, kardiomegali, hiperplasia adrenal. 5. Radiasi Paparan radium dan sinar Rontgen dapat mengakibatkan kelainan pada janin seperti mikrosefali, spina bifida, retardasi mental dan deformitas anggota gerak, kelainan kongential mata, kelainan jantung. 6. Infeksi Infeksi pada trimester pertama dan kedua oleh TORCH (Toksoplasma, Rubella, Sitomegalo virus, Herpes simpleks) dapat menyebabkan kelainan pada janin: katarak, bisu tuli, mikrosefali, retardasi mental dan kelainan jantung kongenital. 7. Kelainan imunologi Eritobaltosis fetalis timbul atas dasar perbedaan golongan darah antara janin dan ibu sehingga ibu membentuk antibodi terhadap sel darah merah

janin, kemudian melalui plasenta masuk dalam peredaran darah janin dan akan menyebabkan hemolisis yang selanjutnya mengakibatkan hiperbilirubinemia dan Kern icterus yang akan menyebabkan kerusakan jaringan otak. 8. Anoksia embrio Anoksia embrio yang disebabkan oleh gangguan fungsi plasenta menyebabkan pertumbuhan terganggu. 9. Psikologi ibu Kehamilan yang tidak diinginkan, perlakuan salah/kekerasan mental pada ibu hamil dan lain-lain.

Faktor Persalinan

Komplikasi persalinan pada bayi seperti trauma kepala, asfiksia (suatu keadaan bayi baru lahir yang gagal bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir) dapat menyebabkan kerusakan jaringan otak.

Faktor Pascasalin

1. Gizi Untuk tumbuh kembang bayi, diperlukan zat makanan yang adekuat. 2. Penyakit kronis/ kelainan kongenital Tuberkulosis, anemia, kelainan jantung bawaan mengakibatkan retardasi pertumbuhan jasmani. 3. Lingkungan fisis dan kimia Lingkungan sering disebut melieu adalah tempat anak tersebut hidup yang berfungsi sebagai penyedia kebutuhan dasar anak (provider). Sanitasi lingkungan yang kurang baik, kurangnya sinar matahari, paparan sinar radioaktif, zat kimia tertentu (Pb, Mercuri, rokok, dll) mempunyai dampak yang negatif terhadap pertumbuhan anak. 4. Psikologis Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan, akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.

5. Endokrin Gangguan hormon, misalnya pada penyakit hipotiroid akan menyebabkan anak mengalami hambatan pertumbuhan. 6. Sosio-ekonomi Kemiskinan selalu berkaitan dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan, akan menghambat pertumbuhan anak. 7. Lingkungan pengasuhan Pada lingkungan pengasuhan, interaksi ibu-anak sangat mempengaruhi tumbuh kembang anak. 8. Stimulasi Perkembangan memerlukan rangsangan/stimulasi khususnya dalam keluarga, misalnya penyediaan alat mainan, sosialisasi anak, keterlibatan ibu dan anggota keluarga lain terhadap kegiatan anak. 9. Obat-obatan Pemakaian kortikosteroid jangka lama akan menghambat pertumbuhan, demikian halnya dengan pemakaian obat perangsang terhadap susunan saraf yang menyebabkan terhambatnya produksi hormon pertumbuhan. Pertumbuhan Anak secara Umum Secara umum pertumbuhan pada anak dapat diperkirakan dalam masa tumbuh kembang sebagai berikut : (Behrman, 1992) v BB (Berat Badan)

v TB (Tinggi Badan)
1. 2. 3.

TB Lahir : 50 cm TB umur 1 tahun : 75 cm TB umur 2-12 tahun : umur (tahun) x 6 + 77

Aspek-aspek Perkembangan yang Dipantau


1.

2.

3.

4.

Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan sikap tubuh yang melibatkan otototot besar seperti duduk, berdiri, dan sebagainya. Gerak halus atau motorik halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis, dan sebagainya. Kemampuan bicara dan bahasa adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan untuk memberikan respons terhadap suara, berbicara, berkomunikasi, mengikuti perintah dan sebagainya. Sosialisasi dan kemandirian adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri anak (makan sendiri, membereskan mainan selesai bermain), berpisah dengan ibu/pengasuh anak, bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya, dan sebagainya.

Periode Tumbuh Kembang Anak Tumbuh-Kembang anak berlangsung secara teratur, saling berkaitan dan berkesinambungan yang dimulai sejak konsepsi sampai dewasa. Tumbuh kembang anak terbagi dalam beberapa periode. Periode tumbuh kembang anak adalah sebagai berikut: v Bayi neonatal (usia 0-28 hari) v Bayi usia 29 hari-12 bulan v Batita (usia 1-3 tahun) v Anak-anak usia 4-9 tahun v Remaja (usia 10-15 tahun) v Bayi (infancy) usia 0 sampai 12 bulan Masa bayi adalah masa dimana kontak erat antara ibu dan anak terjalin, sehingga dalam masa ini, pengaruh ibu dalam mendidik anak sangat besar. Masa ini dibagi menjadi 2 periode, yaitu : 1. Masa neonatal (usia 0-28 hari)

Pada masa ini terjadi adaptasi terhadap lingkungan dan terjadi perubahan sirkulasi darah, serta mulainya berfungsi organ-organ. Masa neonatal dibagi menjadi 2 periode:

Masa neonatal dini, umur 0 - 7 hari Masa neonatal lanjut, umur 8 - 28 hari

Hal yang paling penting agar bayi lahir tumbuh dan berkembang menjadi anak sehat adalah : 1) Bayi lahir ditolong oleh tenaga kesehatan yang terlatih, di sarana kesehatan yang memadai. 2) Untuk mengantisipasi risiko buruk pada bayi saat dilahirkan, jangan terlambat pergi ke sarana kesehatan bila dirasakan sudah saatnya untuk melahirkan. 3) Saat melahirkan sebaiknya didampingi oleh keluarga yang dapat menenangkan perasaan ibu. 4) Sambutlah kelahiran anak dengan perasaan penuh suka cita dan penuh rasa syukur. Lingkungan yang seperti ini sangat membantu jiwa ibu dan bayi yang dilahirkannya. 5) Berikan ASI sesegera mungkin. Perhatikan refleks menghisap diperhatikan oleh karena berhubungan dengan masalah pemberian ASI. Pertumbuhan bayi masa neonatal : - Masa kehidupan yang baru dalam ekstra uteri dan adaptasi semua sistem organ tubuh. - Proses dari organ tersebut dimulai dari aktifitas pernapasan yg disertai pertukaran gas dengan frekuensi

napas 35-50 kali/menit, denyut jantung antara 120-160 kali/menit. - Bayi mulai menangis , memutar-mutar kepala, dan menghisap (rooting refleks) serta menelan. - Bayi sudah mulai bab pertama (mekonium) dalam waktu 24 jam dengan frekuensi bab sekitar 3-5 kali seminggu (sesuai yang dikomsumsi ASI dan PASI) - Ginjal belum berfungsi sempurna, sehingga urine masih mengandung sedikit protein dan berwarna merah muda karena banyak mengandung senyawa urat. - Hati masih imatur dalam memproduksi faktor pembekuan sebab belum terbentuknya flora usus yang akan berperan dalam absobsi vitamin K. - Adanya kekebalan bayi karena ada imunoglobulin. Perkembangan motorik halus dan motorik kasar - Motorik kasar diawali dengan gerakan seimbang pada tubuh, mulai mengangkat kepala. - Motorik halus : mampu mengikuti grs tengah bila kita memberikan respon terhadap gerakan jari atau tangan. Perkembangan bahasa - Kemampuan bersuara (menangis) dan beraksi terhadap suara atau bel. Perkembangan sosial - Ditunjukkan adanya tanda-tanda tersenyum dan mulai menatap muka untuk mengenali sesorang 2. Bayi usia 29 hari-12 bulan

Pada masa post (pasca) neonatal, umur 29 hari sampai 12 bulan ini terjadi pertumbuhan yang pesat dan proses pematangan berlangsung secara terus menerus terutama meningkatnya fungsi sistem saraf. Seorang bayi sangat bergantung pada orang tua dan keluarga sebagai unit pertama yang dikenalnya. Beruntunglah bayi yang mempunyai orang tua yang hidup rukun, bahagia dan memberikan yang terbaik untuk anak. Pada masa ini, kebutuhan akan pemeliharaan kesehatan bayi, mendapat ASI eksklusif selama 6 bulan penuh, diperkenalkan kepada makanan pendamping ASI sesuai umurnya, diberikan imunisasi sesuai jadwal, mendapat pola asuh yang sesuai. Masa post neonatal ini bagi dalam 3 tahap : 1) Umur 1-4 bulan

Pertumbuhan diawali dengan perubahan BB, bila gizi baik maka perkiraaan berat badan akan mencapai 700-800 gr/bulan, sedangkan pertumbahan TB agak stabil. Perkembangan Motorik halus - Mengikuti objek dari sisi ke sisi, mencoba memengang benda ke dalam mulut, memegang benda tapi terlepas, memperhatikan kaki dan tangan, memegang benda dengan kedua tangan, menahan benda ditangan walaupun hanya sebentar. Perkembangan Motorik Kasar - Mengangkat kepala saat tengkurap, mencoba duduk sebentar dengan ditopang, dapat duduk dengan kepala tegak, jatuh terduduk dipangkuan ketika disokong pada posisi berdiri, kontrol kepala sempurna, mengangkat kepala sambil berbaring terlentang, berguling dari terlentang

Perkembangan bahasa - Kemampuan berbahasa dan tersenyum, dapat berbunyi huruf hidup, berceloteh, mulai mengucapkan kata ooh/ahh, tertawa dan berteriak, mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh. Perkembangan sosial - Mulai mengamati tangannya, tersenyum spontan dan membalas senyum bila diajak tersenyum, mengenali ibunya dengan penglihatan, penciuman, pendengaran, dan sentuhan, tersenyum dan senang menatap wajah yang dikenalinya tetapi diam apabila ada orang asing. 2) Umur 4-8 bulan

Pertumbuhan Pertumbuhan BB terjadi 2 kali BB waktu lahir dan rata-rata kenaikan 500-600 gr/bulan, TB stabil sesuai dengan pertambahan umur. Perkembangan motorik kasar - Mengangkat kepala dengan melakukan gerakan menekan kedua tangannya, sudah mampu memalingkan ke kanan dan ke kiri, sudah mampu duduk dengan kepala tegak, mampu membalik badan, bangkit dengan kepala tegak, berayun ke depan dan ke belakang, berguling dari terlentang ke tengkurap dan dapat duduk dengan bantuan selama waktu singkat. Perkembangan motorik halus - Mulai mengamati benda, mulai menggunakan ibu jari dan jari telunjuk untuk memegang benda. - Memindahkan objek dari satu tangan ke tangan yg lain. Perkembangan Bahasa

- Menirukan bunyi dan kata-kata, menoleh ke arah suara atau ke sumber bunyi, tertawa, menjerit, menggunakan vokalisasi semakin banyak, menggunakan kata yang terdiri dari dua suku kata dan dapat membuat dua bunyi vokal yg bersamaan. Perkembangan sosial - Mulai bermain dengan mainan, takut akan kehadiran orang asing, mudah frustasi dan memukul-mukul lengan dan kaki jika sedang kesal. 3) Umur 8-12 bulan

Pertumbuhan BB dapat mencapai 3 kali BB lahir dan pertambahan rata-rata sekitar 350-450 gr/bulan, pertambahan TB sekitar 1,5 kali TB pada saat lahir dan diperkirakan TB akan mencapai 75 cm, peningkatan jaringan subkutan, penutupan pada fontanel anterior, Lingkar Kepala (LK) dan Lingkar Dada (LD) sama besar, pertumbuhan gigi dimulai dari gigi susu. Perkembangan motorik kasar - Duduk tanpa pegangan, berdiri dengan pegangan, bangkit terus berdiri, berdiri 2 detik, dan berdiri sendiri. Perkembangan motorik halus - Mencari atau meraih benda kecil, bila diberi kubus mampu memindahkannya, mampu mengambilnya dan mampu memegang dengan jari dan ibu jari, membenturkan dan mampu menaruh benda atau kubus ke tempatnya. Perkembangan bahasa - Mampu mengatakan papa mama yg belum spesifik, dapat mengucapkan dgn 1 -2 kata. Perkembangan sosial

- Kemampuan untuk bertepuk tangan, menyatakan keinginan, mulai minum dengan cangkir, menirukan kegiatan orang lain, dan bermain dengan bola. v Masa anak usia 1-3 tahun

Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah pada masa balita. Pertumbuhan dasar yang berlangsung pada masa balita akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa balita, kecepatan pertumbuhan mulai menurun dan terdapat kemajuan dalam perkembangan motorik (gerak kasar dan gerak halus) serta fungsi ekskresi. Perkembangan kemampuan bicara dan bahasa, kreativitas, kesadaran sosial, emosional dan intelegensia berjalan sangat cepat dan merupakan landasan perkembangan berikutnya. Perkembangan moral serta dasar-dasar kepribadian anak juga dibentuk pada masa ini, sehingga setiap kelainan/penyimpangan sekecil apapun apabila tidak dideteksi apalagi tidak ditangani dengan baik, akan mengurangi kualitas sumber daya manusia di kemudian hari. Setelah lahir terutama pada 3 tahun pertama kehidupan, pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak masih berlangsung dan terjadi pertumbuhan serabut serabut syaraf dan cabang-cabangnya, sehingga terbentuk jaringan syaraf dan otak yang kompleks. Jumlah dan pengaturan hubungan-hubungan antar sel syaraf ini akan sangat mempengaruhi segala kinerja otak, mulai dari kemampuan belajar berjalan, mengenal huruf, hingga bersosialisasi.

Umur 1-2 tahun

Anak akan mengalami kenaikan BB sekitar 1,5-2,5 kg dan TB 6-10 cm, kemudian kenaikan Lingkar Kepala (LK) hanya 2 cm, pertumbuhan gigi terdapat tambahan 8 buah gigi susu termasuk gigi gerahan pertama, dan gigi taring sehingga seluruhnya berjumlah 14-16 buah. Perkembangan motrorik kasar - Anak mampu melangkah dan berjalan dengan tegak, pada sekitar umur 18 bulan anak mampu menaiki

tangga dengan cara satu tangan dipegang dan pada akhir tahun kedua sudah mampu berlari-lari kecil, menendang bola, dan mulai mencoba melompat. Perkembangan motorik halus - Mencoba menyusun atau membuat menara pada kubus. Perkembangan bahasa - Anak sudah mampu memiliki sepuluh perbendaharaan kata, kemampuan meniru, dan mengenal serta responsif terhadap orang lain sangat tinggi, mampu menunjukkan dua gambar, mampu mengombinasikan kata-kata, mampu menunjukkan lambaian anggota badan. Perkembangan sosial - Mulai membantu kegiatan rumah, menyuapi boneka, mulai menggosok gigi serta mencoba memakai baju.

Umur 2-3 tahun

Perkembangan motrorik kasar - Anak belajar meloncat, memanjat, dan melompat dengan satu kaki. Perkembangan motorik halus - Mencoret-coret pensil pada kertas dan membuat jembatan dengan 3 kotak Perkembangan bahasa - Anak sudah mampu bicara dengan menggunakan kata-kat asaya, dapat menunjuk satu atau lebih bagian tubuhnya ketika diminta, melihat gambar dan dapat menyebut dengan benar nama dua benda atau lebih. Perkembangan sosial - Membantu memungut mainannya sendiri atau membantu mengangkat piring jika diminta, makan nasi

sendiri tanpa banyak tumpah, dan melepas pakaiannya sendiri.

Umur 3-4 tahun

Perkembangan motrorik kasar - Anak dapat berdiri 1 kaki selama 2 detik, melompat kedua kaki diangkat, dan mengayuh sepeda roda tiga. Perkembangan motorik halus - Menggambar garis lurus, menumpuk 8 buah kubus, dan mengetahui 2-4 warna. Perkembangan bahasa - Anak sudah mampu menyebut nama, umur, dan tempat, mengerti arti kata di atas, di bawah, di depan, dan mendengarkan cerita. Perkembangan sosial - Mencuci dan mengeringkan tangan sendiri, bermain bersama teman, mengikuti aturan permainan, mengenakan sepatu sendiri, dan dapat mengenakan celana panjang, kemeja, dan baju dengan dibantu. v Anak-anak usia 4-9 tahun

Pada masa ini, pertumbuhan berlangsung dengan stabil. Terjadi perkembangan dengan aktivitas jasmani yang bertambah dan meningkatnya ketrampilan dan proses berfikir. Memasuki masa prasekolah, anak mulai menunjukkan keinginannya, seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya.

Pada masa ini, selain lingkungan di dalam rumah maka lingkungan di luar rumah mulai diperkenalkan. Anak mulai senang bermain di luar rumah. Anak mulai berteman, bahkan banyak keluarga yang menghabiskan sebagian besar waktu anak bermain di luar rumah dengan cara membawa anak ke taman-taman bermain, taman-taman kota, atau ke tempat-tempat yang menyediakan fasilitas permainan untuk anak. Sepatutnya lingkungan-lingkungan tersebut menciptakan suasana bermain yang bersahabat untuk anak (child friendly environment). Semakin banyak taman kota atau taman bermain dibangun untuk anak, semakin baik untuk menunjang kebutuhan anak. Pada masa ini anak dipersiapkan untuk sekolah, untuk itu panca indra dan sistim reseptor penerima rangsangan serta proses memori harus sudah siap sehingga anak mampu belajar dengan baik. Perlu diperhatikan bahwa proses belajar pada masa ini adalah dengan cara bermain. Orang tua dan keluarga diharapkan dapat memantau pertumbuhan dan perkembangan anaknya, agar dapat dilakukan intervensi dini bila anak mengalami kelainan atau gangguan.

Umur 4-5 tahun

Pertumbuhan BB mengalami kenaikan rata-rata per tahunnya 2 kg, kelihatan kurus tapi aktivitas motorik tinggi, TB bertambah rata-rata 6,75-7,5 cm/tahun, anak sulit untuk makan, proses eliminasi sudah menunjukkan proses kemandirian, kognitif sudah mulai menunjukkan perkembangan, anak sudah siap diri untuk memasuki sekolah, anak sudah mampu mengidentifikasi identitas dirinya. Perkembangan Motorik kasar: - Sudah mampu berdiri dengan satu kaki selama 1-5 detik, melompat dengan satu kaki, berjalan dengan tumit ke jari kaki, menjelajah, dan membuat posisi merangkak. Perkembangan motorik halus - Mampu menggoyangkan jari-jari kaki, memilih garis lebih panjang, dan menggambar orang terdiri dari kepala, lengan, dan badan, melambaikan tangan, makan sendiri menggunakan sendok dengan bantuan, dan makan dengan tangan. Perkembangan bahasa

- Pandai bicara, minat kepada kata baru dan artinya, menyebutkan hari-hari dalam seminggu, menyebutkan kegunaan benda, menghitung, memahami arti larangan, berespon terhadap panggilan. Perkembangan sosial - Dapat bermain dengan permainan sederhana, menangis jika dimarahi, membuat permintaan sederhana dengan gaya tubuh, menunjukkan peningkatan kecemasan terhadap perpisahan, mengenali anggota keluarga.

Umur 5-9 tahun

Pertumbuhan : BB bertambah 2,5 kg/tahun, TB bertambah 5 cm/tahun, Perkembangan Motorik - Anak lebih mampu menggunakan otot-otot kasar daripada otot yang halus, pada akhir masa sekolah motorik halus lebih berkembang, anak laki-laki lebih aktif daripada anak perempuan. <e

Kehidupan pribadi manusia pada dasarnya adalah libido seksualitas. Pembutukan pribadi seseorang terjadi dari lahir sampai usia 20 tahun. Enam tahap perkembangan fisiologis manusia ( Sigmund Freud ) , yaitu sebagai berikut : a. Tahap Oral ( umur 0 sampai sekitar 1 tahun ) Dalam tahap ini, mulut bayi merupakan daerah utama dari aktivitas yang dinamis pada manusia. b. Tahap Anal ( antara umur 1 sampai 3 tahun ) Dalam tahap ini, dorongan dan aktivitas gerak individu lebih banyak terpusat pada fungsi pembuangan kotoran. c. Tahap Falish ( antara umur 3 sampai 5 tahun ) Dalam tahap ini alat kelamin merupakan daerah perhatian yang penting dalam pendorongan aktivitas. d. Tahap Latent ( antara umur 5 tahun sampai 12 tahun ) Dalam tahap ini, dorongan aktivitas dan pertumbuhan cenderung bertahan dan istirahat dalam arti meningkatkan kecepatan pertumbuhan. e. Tahap Pubertas ( antara umur 12 tahun sampai 20 tahun ) Dalam tahap ini, dorongan aktif kembali, kelenjar endokrin tumbuh pesat dan berfungsi mempercepat pertumbuhan ke arah kematangan. f. Tahap Genital ( setelah umur 20 tahun dan seterusnya ) Dalam tahap ini, pertumbuhan genital merupakan dorongan penting bagi tingkah laku seseorang. Perkembangan fungsi dan kapasitas kejiwaan manusia berlangsung dalam lima tahap (Jean Jacques Rousseau), sebagai berikut : 1. Tahap perkembangan masa bayi ( sejak lahir 2 tahun ) Dalam tahap ini, perkembangan pribadi didominasi oleh perasaan. Perasaan senang ataupun tidak senang menguasai diri bayi, sehingga setiap perkembangan fungsi pribadi dan tingkah laku bayi, sangat dipengaruhi oleh perasaannya. Perasaan ini sendiri tidak tumbuh dengan sendirinya, melainkan berkembang sebagai akibat dari adanya reaksi bayi terhadap stimulasi lingkungannya. 2. Tahap perkembangan masa kanak-kanak ( 2 tahun sampai 12 tahun ) Dalam tahap ini, perkembangan pribadi anak dimulai dengan semakin berkembangnya fungsi indra anak untuk mengadakan pengamatan. Perkembangan fungsi ini memperkuat perkembangan fungsi pengamatan pada anak, bahkan dapat dikatakan bahwa perkembangan setiap aspek kejiwaan anak pada masa ini sangat didominasi oleh pengamatannya.

3.

Tahap perkembangan pada masa preadolesen ( 12 tahun sampai 15 tahun ) Dalam tahap ini, perkembangan fungsi penalaran intelektual pada anak sangat dominan. Dengan adanya pertumbuhan sistem saraf serta fungsi pikirannya, anak mulai kritis dalam menanggapi sesuatu ide atau pengetahuan dari orang lain. Kekuatan intelektualnya kuat. Energi fisiknya kuat, sedangkan kemauannya kurang keras, dengan pikirannya yang berkembang, anak mulai belajar menemukan tujuan serta keinginan yang dianggap sesuai baginya untuk memperoleh kebahagiaan.

4.

Perkembangan pada masa adolesen ( 15 tahun sampai 20 tahun ) Dalam tahap perkembangan ini, kualitas kehidupan manusia diwarnai oleh dorongan seksual yang kuat. Keadaan ini membuat orang mulai tertarik kepada orang lain yang berlainan jenis kelaminnya. Disamping itu, orang mulai mengembangkan pengertian tentang kenyataan hidup serta mulai memikirkan pola tingkah laku yang bernilai moral. Ia juga mulai belajar memikirkan kepentingan sosial serta kepentingan pribadi. Berhubung dengan berkembangnya keinginan dan emosi yang dominan dalam pribadi orang dalam masa ini, maka orang dalam masa ini sering mengalami keguncangan serta ketegangan dalam jiwa.

5.

Masa pematangan diri ( setelah umur 20 tahun ) Dalam tahap ini, perkembangan fungsi kehendak mulai dominan. Orang mulai dapat membedakan adanya tiga macam tujuan hidup pribadi, yaitu pemuasan keinginan pribadi, pemuasan keingina kelompok, dan pemuasan keinginan masyarakat. Semua ini akan direalisasi oleh individu dengan mengandalkan daya kehendaknya. Dengan kemauannya, orang melatih diri untuk memilih keinginan yang akan direalisasikan dalam tindakannya. Realisasi setiap keinginan ini menggunakan fungsi penalaran, sehingga orang dalam masa perkembangan ini mulai mampu melakukan self direction dan self control. Dari beberapa pendapat termasuk yang menguraikan pertumbuhan / perkembangan fisiologis mas prenatal, dapatlah dikemukakan di sini pentahapan perkembangan pribadi secara agak lebih luas yang meliputi tahap : 1. Kematangan Prenatal ( antara umur 2,5 bulan 9 bulan prenatal ), 2. Perkembangan vital ( sejak lahir 2 tahun ), 3. Tahap perkembangan ingatan ( umur 2 3 tahun ), 4. Tahap perkembangan kekuatan dan imajinasi ( mulai umur 3 4 tahun ), 5. Tahap perkembangan pengamatan ( umur 4 6 tahun ),

6. Tahap perkembangan inelektual ( antara umur 6/7 12/13 tahun ), masa perkembangan intelektual ini meliputi masa siap sekolah, dan masa anak bersekolah ( umur 7 12 tahun). Beberapa ciri pribadi anak masa kini antara lain sebagai berikut : a. Kritis dan realistis, b. Banyak ingin tahu dan suka belajar, c. Ada perhatian terhadap hal-hal yang praktis dan konkret dalam kehidupan sehari-hari, d. Mulai timbul minat terhadap bidang-bidang pelajaran tertentu, e. Sampai umur 11 tahun anak suka minta batuan kepada orang dewasa dalam menyelesaikan tugas belajar, f. Mendampakan angka raport yang tinggi tanpa memikirkan tingkat prestasi belajarnya, g. Setelah umur 11 tahun, anak mulai ingin bekerja sendiri dalam menyelesaikan tugas belajarnya, h. Anak suka berkelompok dan memilih teman sebaya dalam bermain dan belajar, i. Masa pueral ( umur 11/12 tahun ). Beberapa ciri pribadi anak masa peural antara lain mempunyai harga diri yang kuat, ingin berkuasa dan menjadi juara, tingkah lakunya sering berorientasi kepada orang lain, suka bersaing, suka bergaya tetapi penakut, dan suka memerankan tokoh besar. 7. Tahap perkembangan praremaja ( umur 13 16 tahun ), perbedaan sifat anak laki-laki dan perempuan adalah sebagai berikut. Sifat negatif anak laki-laki pada masa preadolesen yaitu mudah lelah, malas bergerak/bekerja, suka tidur dan bersantai-santai, mempunyai rasa pesimis dan rendah diri, dan perasaan mulai berubah, senang, sedih, yakin dan gelisah silih berganti. Sifat negatif anak perempuan pada masa preadolesen yaitu mudah gelisah dan bingung, kurang suka bekerja, mudah jengkel dan marah, pemurug, kurang bergembira, membatasi diri dengan pergaulan umum, dan agresif terhadap orang lain. 8. Tahap perkembangan remaja ( antara umur 16 20 tahun ). Dalam tahap ini antara anak laki-laki dan perempuan terdapat perbedaan yang mencolok dan bahkan bertentangan. Beberapa sifat yang berbeda tersebut adalah aktif dan suka memberi, suka memberi perlindungan, aktif meniru pribadi pujaannya, tertarik pada hal-hal yang bersifat abstrak dan intelektual dan berusaha menunjukkan diri mampu dan bergengsi. Sedangkan anak perempuan memiliki sifat pasif dan suka menerima, suka mendapat perlindungan, pasif tetapi mengagumi pribadi pujaannya, tertarik pada hal-hal yang bersifat konkret dan emosional, dan berusaha menuruti dan menyenangkan orang lain.

Hilman Hatadi
N

Perkembangan dan Pertumbuhan Fisik Anak Usia 0Prasekoloah


Perkembangan dan Pertumbuhan Fisik Anak Usia 0-Prasekoloah

A.

Pengertian Perkembangan dan Pertumbuhan

Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan. Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya. Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya (Soetjiningsih, 1998). Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Pada masa ini perkembangan kemampuan berbahasa, kreativitas, kesadaran sosial, kesadaran emosional dan inteligensia berjalan sangat cepat. Perkembangan psiko-sosial sangat dipengaruhi lingkungan dan interaksi antara anak dengan orang tuanya. Perkembangan anak akan optimal bila interaksi sosial diusahakan sesuai dengan kebutuhan anak pada berbagai tahap perkembangan. Perkembangan adalah perubahan psikologis sebagai hasil dari proses pematangan fungsi psikis dan fisik pada diri anak, yang di tunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam peredaran waktu tertentu menuju kedewasaan dari lingkungan yang banyak berpengaruh dalam kehidupan anak menuju dewasa. Perkembangan menandai maturitas dari organ-organ dan sistem-sistem, perolehan ketrampilan, kemampuan yang lebih siap untuk beradaptasi terhadap stress dan kemampuan untuk memikul tanggung jawab maksimal dan memperoleh kebebasan dalam mengekspresikan kreativitas. Pertumbuhan adalah suatu proses perubahan fisiologis yang bersifat progresif dan kontinyu dan berlangsung dalam periode tertentu. Perubahan ini berkisar hanya pada aspek-aspek fisik individu. Pertumbuhan itu meliputi perubahan yang bersifat internal maupun eksternal.

Pertumbuhan internal meliputi perubahan ukuran alat pencernaan makanan, bertambahnya ukuran besar dan berat jantung dan paru-paru, bertambah sempurna sistem kelenjar kelamin, dan berbagai jaringan tubuh. Adapun perubahan eksternal meliputi bertambahnya tinggi badan, bertambahnya lingkar tubuh, perbandingan ukuran panjang dan lebar tubuh, ukuran besarnya organ seks, dan munculnya atau tumbuhnya tanda-tanda kelamin sekunder. Menurut Soetjiningsih secara umum terdapat dua faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak yaitu faktor genetik (instrinsik) dan faktor lingkungan (ekstrinsik). Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir proses tumbuh kembang anak. Faktor ini adalah bawaan yang normal dan patologis, jenis kelamin, suku bangsa / bahasa, gangguan pertumbuhan di negara maju lebih sering diakibatkan oleh faktor ini, sedangkan di negara yang sedang berkembang, gangguan pertumbuhan selain di akibatkan oleh faktor genetik juga faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang anak yang optimal. B. Faktor faktor pendukung perkembangan anak, antara lain :

1) Terpenuhi kebutuhan gizi pada anak tersebut 2) Peran aktif orang tua 3) Lingkungan yang merangsang semua aspek perkembangan anak 4) Peran aktif anak 5) Pendidikan orang tua

C.

Aspek-Aspek yang Mempengaruhi Pertumbuhan Anak Aspek Bahasa

Pada awal masa prasekolah perbendaharaan kata yang dicapai jurang dari 900 kata, mengunjak tahun keempat sudah mencapai 1500 kata atau lebih dan pada tahun kelima sampai keenam mencapai 2100 kata, mengunakan 6 sampai 8 kata, menyebut 4 warna atau lebih, dapat menggambar dengan banyak komentar serta menyebutkan bagiannya, mengetahui waktu seperti hari, minggu dan bulan, anak juga sudah mampu mengikuti 3 perintah sekaligus.

Aspek Sosial

Pada tahun ketiga anak sudah hamper mampu berpakaian dan makan sendiri, rentang perhatian meningkat, mengetahui jenis kelaminnya sendiri, dalam permainan sering mengikuti aturannya sendiri tetapi anak sudah mulai berbagi. Tahun keempat anak sudah cenderung mandiri dank eras kepala atau tidak sabar, agresif secara fisik dan verbal, mendapat kebanggan dalam pencapaian, masih mempunyai banyak rasa takut. Pada akhir usia prasekolah anak sudah jarang memberontak, lebih tenang, mandiri, dapat dipercaya, lebih bertanggungjawab, mencoba untuk hidup berdasarkan outran, bersikap lebih baik, dalam permainan sudah mencoba mengikuti aturan tetapi kadang curang.

Aspek Kognitif

Tahun ketiga berada pada fase pereptual,anak cenderung egosentrik dalam berfikir dan berperilaku,mulai memahami waktu,mengalami perbaikankonsep tentang ruang,dan mulai dapat memandang konsep dari perspektif yang berbeda. Tahun keempat anak berada pada fase inisiatif,memahami waktu lebih baik,menilai sesuatu menurut dimensinya,penilaian muncul berdasarkan persepsi,egosentris mulai berkurang,kesadaran social lebih tinggi,mereka patuh kepada orang tua karena mempunyai batasan bukan karena memahami hal benar atau salah. Pada akhir masa prasekolah anaka sudah mampu memandang perspektif orang lain dan mentoleransinya tetapi belum memahaminya,anak sangat ingin tahu tentang factual dunia.

Aspek Motorik

Dalam aspek motorik, kemampuan beberapa aspek vital anak mengalami peningkatanpeningkatan signifikan dari tahun ketahun : Tahun ketiga Anak mampu berdiri diatas satu kaki untuk beberapa detik,menaiki tangga dengan kaki bergantian,dan turun dengan dua kaki untuk melangkah,melompat panjang.Anak mampu menyusu balok menara 9-10 kotak.membangun jembatan dengan 3 kotak,mampu memasukkan biji-bijian kedalam kotak berleher sempit dengan benar dan dalam menggambar anak dapat meniru lingkaran dana silangan serta menyebutkannya. Tahun keempat Anak sudah dapat melompat dan meloncat dengan satu kaki,menangkap bola dengan tepat,berjalan mnuruni tangga dengan kaki bergantian.anak sudah mampu menggunakan gunting

dengan baik untuk memotong gambar mrngikutio garis,dapat memasang sepatu tetapi belum dapat mengikat talinya . Tahun kelima Pada tahun kelima sampai ke enam anak sudah mampu melompat dan meloncat pada kaki bergantian serta melempar dan menangkap bola dengan baik .Anak sudah mampu menggunakan gunting dan alat sederhana sepreti pensil dengan sangat baik,mampu mengikat tali sepatu,anak juga sidah mampu mencetak beberapa huruf,angka atau kata seperti nama panggilan. D. Tahapan Perkembangan Fisik Anak Usia Dini

Orang tua menantikan tonggak penting seperti belajar bagaimana untuk berguling dan merangkak. Masing-masing merupakan bagian dari proses perkembangan fisik. Proses pematangan terjadi secara teratur, yaitu kemampuan keterampilan tertentu dan umumnya terjadi sebelum mencapai tonggak lainnya. Sebagai contoh, kebanyakan bayi belajar merangkak sebelum mereka belajar berjalan. Namun, juga penting untuk menyadari bahwa tingkat di mana tonggak ini dicapai dapat bervariasi. Beberapa anak belajar berjalan lebih cepat dari teman sebaya mereka yang sama-usia, sementara yang lain mungkin diperlukan waktu sedikit lebih lama Anak usia pra sekolah adalah anak yang berusia antara 3-6 tahun , anak usia prasekolah memiliki karakteristik tersendiri dalam segi pertumbuhan dan perkembangannya. Dalam hal pertumbuhan, Secara fisik anak pada tahun ketiga terjadi penambahan BB 1,8 s/d 2,7 kg dan rata-rata BB 14,6 kg.penambahan TB berkisar antara 7,5 cm dan TB rata-rata 95 cm. Kecepatan pertumbuhan pada tahun keempat hampir sama dengan tahun sebelumnya.BB mencapai 16,7 kg dan TB 103 cm sehingga TB sudah mencapai dua kali lipat dari TB saat lahir.Frekuensi nadi dan pernafasan turun sedikit demi sedikit. Pertumbuhan pada tahun kelima sampai akhir masa pra sekolah BB rata-rata mencapai 18,7 kg dan TB 110 cm,yang mulai ada perubahan adalah pada gigi yaitu kemungkinan munculnya gigi permanent ssudah dapat terjadi. Pengembangan Keterampilan Sebagai seorang anak tumbuh, sistem saraf-nya menjadi lebih matang. Karena ini terjadi, anak menjadi lebih dan lebih mampu melakukan tindakan yang semakin kompleks. Tingkat di mana keterampilan motorik muncul kadang-kadang merupakan kekhawatiran bagi orang tua. Pengasuh sering khawatir tentang apakah anak-anak mereka mengembangkan keterampilan-keterampilan pada tingkat normal. Sebagaimana disebutkan di atas, harga mungkin agak berbeda. Namun, hampir semua anak-anak mulai memperlihatkan keterampilan motorik ini pada tingkat yang cukup konsisten kecuali beberapa jenis kecacatan hadir. Ada dua jenis keterampilan motorik:

Bruto (atau besar) keterampilan motorik melibatkan otot-otot yang lebih besar termasuk lengan dan kaki. Tindakan yang membutuhkan keterampilan motorik kasar meliputi berjalan, berlari, keseimbangan dan koordinasi. Ketika mengevaluasi

keterampilan motorik kasar, faktor-faktor yang termasuk ahli melihat kekuatan, otot, kualitas gerakan dan berbagai gerakan. Fine (atau kecil) keterampilan motorik melibatkan otot kecil di jari, jari kaki, mata dan daerah lainnya. Tindakan yang memerlukan keterampilan motorik halus cenderung lebih rumit, seperti menggambar, menulis, memegang benda, melempar, melambai dan penangkapan.

Pertumbuhan Fisik Penampilan maupun gerak gerik anak usia prasekolah mudah dibedakan dengan anak yang berada dalam tahapan sebelumnya. a) Anak prasekolah umumnya aktif. Mereka telah memiliki penguasaan atau kontrol terhadap tubuhnya dan sangat menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri. b) Setelah anak melakukan berbagai kegiatan, anak membutuhkan istirahat yang cukup, seringkali anak tidak menyadari bahwa mereka harus beristirahat cukup. Jadwal aktivitas yang tenang diperlukan anak. c) Otot-otot besar pada anak prasekolah lebih berkembang dari kontrol terhadap jari dan tangan. Oleh karena itu biasanya anak belum terampil, belum bisa melakukan kegiatan yang rumit, seperti mengikat tali sepatu. d) Anak masih sering mengalami kesulitan apabila harus memfokuskan pandangannya pada obyek-obyek yang kecil ukurannya, itulah sebabnya koordinasi tangan masih kurang sempurna. e) Walaupun tubuh anak lentur, tetapi tengkorak kepala yang melindungi otak masih lunak (soft). f) Pembangunan berjalan dari atas ke bawah, dari kepala ke jari kaki. Inilah sebabnya mengapa bayi belajar untuk menahan kepala mereka sebelum mereka belajar cara merangkak. Perkembangan Motorik Sejak lahir sampai usia 3 tahun anak memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat menyerap pengalaman-pengalaman melalui sensornya,usia satu setengah tahun sampai kira-kira 3 tahun mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya (berbicara,bercakapcakap).(Theo & Martin, 2004). Di usia prasekolah, gerakan tangan anak (handstroke) sudah pada taraf membuat pola (pattern making). Ini tingkat paling sulit karena anak harus membuat bangun/bentuk sendiri. Jadi, betulbetul dituntut hanya mengandalkan imajinasinya. Sedangkan pada keterampilan motorik kasar, anak usia prasekolah sudah mampu menggerakkan seluruh anggota tubuhnya untuk melakukan gerakan-gerakan seperti berlari, memanjat, naik-turun tangga, melempar bola, bahkan melakukan dua gerakan sekaligus seperti melompat sambil melempar bola. Perkembangan Kreativitas

Kreativitas imajiner (orang, benda, atau binatang yang diciptakan anak dalam khayalannya) dan animasi (kecenderungan mengganggap benda mati sebagai benda hidup) yang merupakan kreativitas awal di masa batita sudah mulai ditinggalkan. Sebagai gantinya, anak prasekolah cenderung melakukan dusta putih (white lie) atau membual. Tujuannya bukan untuk menipu orang lain, tapi karena ia merasa yakin hal itu benar. Ia ingin bualannya didengar. Perlu diketahui, pada masa prasekolah, anak sudah mulai menunjukkan ego dan otoritasnya. Misal, ia melihat seekor naga hitam melintas di depan rumah. Anak ini merasa yakin dan ingin orang lain juga turut meyakininya. Kelak, sejalan dengan pertambahan usianya dimana anak mulai membedakan antara khayalan dan kenyataan, kebiasaan membual mulai hilang. Sebaliknya, orang dewasa juga jangan membiarkan anak untuk terus-terusan membual berlebihan. Sebab, bila hal ini dibiarkan, membual dan melebih-lebihkan yang dilakukan dengan tujuan mengesankan orang lain, malah berbuah menjadi kebohongan yang mungkin menjadi kebiasaan. Perkembangan Emosi Salah satu tolak ukur kepribadian yang baik adalah kematangan emosi. Semakin matang emosi seseorang, akan kian stabil pula kepribadiannya. Untuk anak usia prasekolah, kemampuan mengekspresikan diri bisa dimulai dengan mengajari anak mengungkapkan emosinya. Jadi, anak prasekolah dapat diajarkan bersikap asertif, yaitu sikap untuk menjaga hak-haknya tanpa harus merugikan orang lain. Saat mainannya direbut, kondisikan agar anak melakukan pembelaan. Entah dengan ucapan, semisal, Itu mainan saya. Ayo kembalikan!, atau dengan mengambil kembali mainan tersebut tanpa membahayakan siapa pun. Ciri Emosional Pada Anak Prasekolah : a) Anak TK cenderung mengekspreseikan emosinya dengan bebas dan terbuka. Sikap marah sering diperlihatkan oleh anak pada usia tersebut. b) Iri hati pada anak prasekolah sering terjadi, mereka seringkali memperebutkan perhatian guru.(Ananda 2010). Perkembangan Sosial Perkembangan sosial merupakan pencapaian kematangan dalam hubungan sosial, dapat juga diartikan sebagai proses belajar untuk menyesuaikan diri terhadap norma-norma kelompok, moral, dan tradisi. Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial, atau norma- norma kehidupan bermasyarakat. Usia prasekolah memberi kesempatan luas kepada anak untuk mengembangkan keterampilan sosialnya. Di usia inilah ia mulai melihat dunia lain di luar dunia rumah bersama ayah-ibu. Kemampuan bersosialisasi harus terus diasah. Sebab, seberapa jauh anak bisa meniti kesuksesannya, amat ditentukan oleh banyaknya relasi yang sudah dijalin. Banyaknya teman juga membuat anak tidak gampang stres karena ia bisa lebih leluasa memutuskan kepada siapa akan curhat.

Perkembangan Moral Kemampuan sosialisasi yang berkembang membawa anak usia prasekolah masuk ke dalam berbagai kelompok baru di luar rumah, yaitu sekolah dan lingkungan sekitarnya. Sebagai bagian dari kelompok, anak prasekolah belajar mematuhi aturan kelompok dan menyadari konsekuensinya bila tidak mengikuti aturan tersebut. Anak usia prasekolah belajar perilaku moral lewat peniruan. Itulah sebabnya, orang-orang dewasa harus menghindari melakukan hal-hal yang buruk, semisal bicara kasar, memukul, mencela, dan lain-lainnya di depan anak. Sosialisasi juga membawa anak pada risiko konflik, terutama dengan teman sebaya. Oleh karenanya, kemampuan memecahkan konflik merupakan modal yang harus dimiliki anak. Semakin baik kemampuannya dalam hal ini, maka kepribadiannya akan semakin stabil. Anak yang pandai mengatasi konflik umumnya akan mudah pula mengatasi masalah dalam hidupnya, entah di sekolah, di rumah, ataupun kelak di tempat bekerja.

Perkembangan Kognitif Hasilhasil studi dibidang neurologi mengetengahkan antara lain bahwa perkembangan kognitif anak telah mencapai 50% ketika anak berusia 4 tahun, 80% ketika anak berusia 8 tahun, dan genap 100% ketika anak berusia 18 tahun.(Osborn, White, dan Bloom). Ciri Kognitif Anak Prasekolah atau TK : a) Anak prasekolah umumnya terampil dalam berbahasa. Sebagian dari mereka senang berbicara, khususnya dalam kelompoknya, sebaiknya anak diberi kesempatan untuk berbicara, sebagian dari mereka dilatih untuk menjadi pendengar yang baik. b) Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi, minat, kesempatan, mengagumi dan kasih sayang. Ainsworth dan Wittig (1972) serta Shite dan Wittig (1973) menjelaskan cara mengembangkan agar anak dapat berkembang menjadi kompeten dengan cara sebagai berikut: a) b) Lakukan interaksi sesering mungkin dan bervariasi dengan anak. Tunjukkan minat terhadap apa yang dilakukan dan dikatakan anak.

c) Berikan kesempatan kepada anak untuk meneliti dan mendapatkan kesempatan dalam banyak hal. d) Berikan kesempatan dan dorongan maka untuk melakukan berbagai kegiatan secara mandiri. e) Doronglah anak agar mau mencoba mendapatkan ketrampilan dalam berbagai tingkah laku.

f) g)

Tentukan batas-batas tingkah laku yang diperbolehkan oleh lingkungannya. Kagumilah apa yang dilakukan anak.

h) Sebaiknya apabila berkomunikasi dengan anak, lakukan dengan hangat dan dengan ketulusan hati. Keterampilan Gender Anak prasekolah sudah mampu membedakan pria dan wanita yang dilihat dari penampilan yang berbeda, pakaian yang berbeda dan rambut yang berbeda. Beberapa anak juga mulai memahami organ-organ tubuh yang berbeda pada pria dan wanita karena orang tua mereka mulai memperkenalkannya, entah lewat pengamatan langsung atau lewat buku-buku. Tetapi tidak semua anak di usia ini punya keterampilan membedakan melalui anatomi fisik/organ intim karena beberapa orang tua masih enggan membicarakan soal peran seks pada anak mereka di usia prasekolah. (Santi Hartono, 2010) Stimulasi Perkembangan Anak Usia 4-5 Tahun Kemampuan dan tumbuh kembang anak perlu dirangsang oleh orang tua agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal dan sesuai umurnya. Stimulasi adalah perangsangan (penglihatan, bicara, pendengaran, perabaan) yang datang dari lingkungan anak. Anak yang mendapat stimulasi yang terarah akan lebih cepat berkembang dibandingkan anak yang kurang bahkan tidak mendapat stimulasi (Kania 2010).

Stimulasi yang diperlukan anak usia 4-5 tahun adalah : 1. Gerakan kasar, dilakukan dengan member kesempatan anak melakukan permainan yang melakukan ketangkasan dan kelincahan. 2. Gerakan halus, dirangsang misalnya dengan membantu anak belajar menggambar. 3. Bicara bahasa dan kecerdasan, misalnya dengan membantu anak mengerti satu separuh dengan cara membagikan kue. 4. Bergaul dan mandiri dengan melatih anak untuk mandiri, misalnya bermain ke tetangga. (Suherman, 2000).

6. 18-24 bulan naik turun tangga Menyusun 6 kotak Menunjuk mata dan hidungnya Menyusun dua kata Belajar makan sendiri Menggambar garis di kertas atau pasir Mulai belajar mengontrol buang air besar dan buang air kecil. Menaruh minat pada apa yang dikerjakan oleh orang-orang yang lebih besar Memperlihatkan minat kepada anak lain dan bermain-main dengan mereka

7. 2-3 tahun Belajar meloncat, memanjat, melompat dengan 1 kaki. Membuat jembatan dengan 3 kotak Mampu menyusun kalimat Mempergunakan kata-kata saya, bertanya, mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya Menggambar lingkaran Bermain bersama dengan anak lain dan menyadari adanya lingkungan lain di luar keluarganya 8. 3-4 tahun Berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga, berjalan pada jari kaki, belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri Menggambar garis silang Menggambar orang hanya kepala dan badan Mengenal 2 atau 3 warna Bicara dengan baik Menyebut namanya, jenis kelamin dan umurnya Banyak bertanya Bertanya bagaimana anak dilahirkan

Mengenal sisi atas, sisi bawah, sisi muka, sisi belakang Mendengarkan cerita-cerita Bermain dengan anak lain Menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya Dapat melakukan tugas-tugas sederhana

9. 4-5 tahun Melompat dan menari Menggambar orang terdiri dari kepala, lengan, badan Menggambar segi empat dan segi tiga Pandai bicara Dapat menghitung jari-jarinya Dapat menyebut hari-hari dalam seminggu Mendengar dan mengulang hal-hal penting dari cerita Minat kepada kata baru dan artinya Memprotes bila dilarang apa yang diingininya Mengenal 4 warna Memperkirakan bentuk dan besarnya benda, membedakan besar dan kecil. Menaruh minat kepada aktivitas orang dewasa.

Pendidikan/stimulasi yang perlu diberikan : akademik sederhana, pengenalan ruang, bentuk, warna, persiapan berhitung pendidikan alam sekitar, sosialisasi, mengenal lingkungan masyarakat bermain bebas untuk mengembangkan fantasi dan memperkaya pengalaman menyanyi, menggambar bahasa, bercakap-cakap, membaca gambar, bercerita, mengucapkan syair sederhana melatih daya ingat antara lain dengan bermain jualan, menyampaikan berita menggambar membuat permainan dari kertas bermain musik mengenal tugas, larangan-larangan

aktivitas sehari-hari (makan sendiri, minum sendiri, kontrol buang air besar, kontrol buang air kecil).

Daftar Pustaka
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2002. Tumbuh Kembang Anak dan Remaja Edisi 1 tahun 2002 Buku Ajar 1. Jakarta : Sagung Seto 2. Nelson 3. Suciningsih, Gde Ranuh, IG.N. 1995. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta : EGC 4. Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran. 2005. Pedoman Diagnosis dan Terapi