Anda di halaman 1dari 5

Rangkuman Chapter I Albrecht Overview about Fraud Fraud adalah salah satu cara untuk mendapatkan sesuatu yang

g kita inginkan dengan cara yang ilegal, selain perampokan, dan pemaksaan. Definisi fraud yang paling umum adalah semua segala dapat dirancang dengan kecerdikan manusia, yang terpaksa dilakukan oleh satu individu, untuk mendapatkan keuntungan atas lain dengan memberikan representasi palsu. Tidak ada aturan yang pasti untuk mendefinisikan fraud, paling tidak mencakup mengejutkan, penipuan, licik dan cara yang tidak adil dimana lain ditipu. Fraud adalah penipuan, yang melibatkan pengungkapan kembali, material, kesalahan, dengan sengaja ataupun ceroboh, yang diyakini olehnya atau pihak lain benar, ditindaklanjuti keyakinannya oleh pelaku, dan menyebabkan kerugian kepada pihak lain. Ada dua klasifikasi fraud, fraud yang dilakukan oleh karyawan kepada perusahaan, dan fraud yang dilakukan untuk perusahaan. Menurut ACFE klasifikasi fraud adalah: Occupational Fraud pemanfaatan suatu jabatan untuk kepentingan pribadi melalui penyalahgunaan yang disengaja menggunakan sumber daya atau aset perusahaan. Kunci untuk occupational fraud adalah bahwa kegiatan (1) adalah dilakukan dengan rahasia, (2) melanggar peraturan karyawan yang telah ditetapkan perusahaan, (3) melakukan untuk tujuan manfaat keuangan langsung atau tidak langsung oleh karyawan, dan (4) dan obyeknya adalah aset organisasi, pendapatan, atau cadangan (sumber daya). Tiga kategori utama Occupational Fraud berdasarkan ACFE adalah: (1) penyelewengan aset, yang melibatkan pencurian atau penyalahgunaan aset perusahaan, (2) korupsi, di mana penipu menggunakan pengaruh mereka dalam sebuah transaksi bisnis dalam rangka untuk mendapatkan beberapa manfaat untuk diri sendiri atau orang lain, bertentangan dengan tugas mereka untuk pemberi pekerjaan mereka atau hak orang lain; dan (3) kecurangan laporan keuangan, yang umumnya melibatkan pemalsuan laporan keuangan organisasi. Klasifikasi kecurangan terkait dengan poin ketiga dari kategori di atas : 1. Penipuan di mana sebuah perusahaan atau perusahaan adalah korban. a. Employee Fraud adalah kecurangan yang sering dilakukan karyawan organisasi. Penggelapan dapat berupa langsung atau tidak langsung. Bentuk penipuan langsung terjadi ketika seorang karyawan mencuri uang perusahaan, persediaan, peralatan, perlengkapan, atau aset lainnya. Hal ini juga terjadi ketika karyawan membuat perusahaan rekaan dan membuat perusahaan dimana dia bekerja untuk barang-barang yang sebenarnya tidak dikirimkan. Pada penipuan langsung, aset perusahaan langsung masuk ke kantong pelaku fraud. Penipuan tenaga kerja yang tidak langsung, terjadi ketika karyawan menerima suap atau memberi suap dari dan kepada vendor, pelanggan, atau orang lain di luar perusahaan untuk merendahkan harga namun karyawan menerima selisih dari harga sesungguhnya dengan harga yang telah diturunkan, tidak ada penyerahan barang yang dijual.

b. Vendor fraud adalah kecurangan yang berkaitan dengan vendor perusahaan. Terdiri dari dua kategori (1) penipuan yang dilakukan oleh vendor bertindak sendirian, dan (2) penipuan yang dilakukan melalui kolusi antara pembeli dan vendor. c. Customer fraud adalah kecurangan yang berkaitan dengan pelanggan perusahaan. 2. Management Fraud-korban adalah pemegang saham atau utang pemegang organisasi. Kecurangan yang dilakukan oleh manajemen, biasanya dilakukan dengan cara, memodifikasi laporan keuangan, untuk menunjukkan laba yang spektakuler, atau menunjukkan kinerja perusahaan yang baik, meskipun mungkin bukan sebenarnya. 3. Investment Fraud dan penipuan-konsumen lainnya korbannya adalah individu yang tidak waspada Penipuan berkedok investasi, yang tidak nyata, investasi bodong. 4. Penipuan lainnya tergantung situasi dan kondisi. a. Penyuapan b. Korupsi c. Hacking, pencurian data (Computer fraud) d. Penghindaran pajak Mempersiapkan diri menjadi Fraud Fighting Professional 1. Memiliki skill menganalisa yang baik 2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik 3. Mengetahui teknologi dengan baik 4. Memahami akuntansi dan bisnis 5. Mengerti mengenai hukum, hal yang berkaitan dengan criminal, dan hal yang berkaitan dengan kecurangan lainnya 6. Kemampuan untuk berbicara dan berkomunikasi secara tertulis dalam bahasa asing 7. Memahami kebiasaan manusia, bagaimana orang merasionalisasi kebohongan, bagaimana mereka bereaksi ketika tertangkap, bagaimana cara mencegah fraud.

Chapter II Albrecht Why People Commit Fraud Siapapun dapat menjadi pelaku kecurangan. Kecurangan dapat dilakukan ketika terjadi ketika unsur ini: 1. Adanya tekanan Tekanan yang dimaksud sebagian besar karena adanya tekanan keuangan, keinginan untuk memenuhi segala kebutuhan hidup tanpa didukung dengan materi yang cukup. 2. Adanya kesempatan Kesempatan terjadi karena : 1. Kurangnya kontrol yang mencegah dan / atau mendeteksi pola kecurangan 2. Ketidakmampuan untuk menilai kualitas kinerja 3. Kegagalan untuk mendisiplinkan pelaku kecurangan 4. Kurangnya akses terhadap informasi 5. Ketidaktahuan, apatis, dan ketidakmampuan 6. Kurangnya audit 3. Adanya rasionalisasi pelaku Rasionalisasi pelaku adalah, bagaimana pelaku memberikan alasan agar dirinya melakukan hal yang salah, contohnya ketika ingin mengambil uang perusahaan, mungkin dia akan memiliki pemikiran, saya sangat butuh untuk kebutuhan hidup saya, uang ini tidak seberapa untuk perusahaan, pemikiran-pemikiran dari pelaku yang menghalalkan perbuatannya.

Rangkuman Report to Nation ACFE 2012 Tiga kategori utama Occupational Fraud berdasarkan ACFE adalah: (1)penyelewengan aset, yang melibatkan pencurian atau penyalahgunaan aset perusahaan, (2) korupsi, di mana penipu menggunakan pengaruh mereka dalam sebuah transaksi bisnis dalam rangka untuk mendapatkan beberapa manfaat untuk diri sendiri atau orang lain, bertentangan dengan tugas mereka untuk pemberi pekerjaan mereka atau hak orang lain; dan (3) kecurangan laporan keuangan, yang umumnya melibatkan pemalsuan laporan keuangan organisasi. Yang termasuk penyelewengan aset, adalah: 1. Skimming Penggelapan Pencurian uang sebelum dicatat oleh perusahaan, contohnya adalah karyawan menerima pembayaran tetapi tidak mencatat penjualan, tetapi mengantongi uang untuk kepentingan pribadi. 2. Cash Larceny Pencurian uang kas Pencurian uang setelah dicatat oleh perusahaan, contohnya adalah karyawan mencuri uang kas dan bukti pembayarannya sebelum disetorkan ke bank. 3. Billing Perusahaan membayar dan mengirimkan faktur untuk barang/jasa fiktif yang dibuat oleh pelaku, dan uangnya digunakan untuk kepentingan pribadi. 4. Expense Reimbursement Pelaku meminta penebusan biaya untuk pribadi dibebankan kepada biaya-biaya perusahaan. 5. Check Tempering Pelaku melakukan rekayasa terhadap cek, dan menarik uang dari perusahaan untuk kepentingan pribadi. 6. Payroll Pelaku melakukan rekayasa pembebanan biaya gaji atas dirinya, yang tidak sebenarnya dilakukan, contohnya pelaku membebankan uang lembur, padahal sebenarnya pelaku tidak melakukan lembur. 7. Cash register disbursements Pelaku memalsukan transaksi pada kas untuk penggenapan dan menutupi kecurangan yang mengakibatkan kas berkurang. 8. Misappropriation of Cash on Hand Pencurian uang yang ada di perusahaan, contoh pencurian langsung pada brangkas perusahaan, atau kasir. 9. Non Cash Misappropriation Pencurian barang/sumber daya yang ada di perusahaan, contoh pencurian langsung pada persediaan. Deteksi awal skema kecurangan adalah saat yang paling penting dalam proses pemeriksaan penipuan. Keputusan harus dibuat dengan cepat untuk mengamankan bukti, mengurangi kerugian dan melaksanakan strategi penyelidikan terbaik.

Deteksi awal dari kecurangan yang dilakukan karyawan 1. Tip memberikan bonus kepada whistleblower 2. Manajemen review dari review yang dilakukan oleh manajemen akan terlihat jika ada kecurangan 3. Internal audit sudah menjadi tugas internal audit untuk menemukan kecurangan, memperbaiki system agar kecurangan tidak terjadi lagi. 4. By Accident tertangkap basah ketika melakukan kecurangan 5. Account reconciliation dengan rekonsiliasi akan terlihat akun yang tidak terekonsiliasi dan dapat menjadi rambu dapat terjadi kecurangan 6. Document examination dengan memeriksa dokumen akan terlihat, jika ada dokumen yang hilang, atau dipalsukan. 7. Notified by police dapat melalui laporan pihak luar, sehingga polisi mengetahui ada kecurangan 8. Monitoring pengamatan secara berkala pada sumber daya manusia dan sumber daya lainnya di perusahaan dapat mendeteksi kecurangan, jika ada sumber daya perusahaan yang tidak sesuai dengan jumlah yang tercatat ketika dimonitoring, maka kemungkinan ada kecurangan 9. Pengakuan 10. IT control Kecurangan dapat mengakibatkan kerugian yang besar pada perusahaan jika terdeteksinya oleh kepolisian (notified by police) karena dengan cara deteksi seperti itu, perusahaan perlu membayar biaya untuk pengadilan, pengacara, dan segala yang terkait dengan hukum. Sedangkan kerugian paling minimal ketika mendeteksi kecurangan, adalah jika kecurangan terdeteksi oleh perangkat perusahaan itu sendiri, yaitu internal audit. Internal audit memang dibentuk untuk mendeteksi kecurangan, serta melakukan pencegahan untuk kecurangan selanjutnya, dapat melalui perbaikan system, ataupun perbaikan peraturan-peraturan, dan memperketat kontrol. Metode pendeteksian berdasarkan skema kecurangan, kasus korupsi paling sering terdeteksi melalui tip, yaitu pemberian pengampunan untuk whistleblower, ataupun pemberian reward untuk whistleblower. Kasus penyelewengan aset lebih sering ditemukan ketika diadakan manajemen review, karena manajemen dapat mendeteksi langsung ketika review dilakukan. Sedangkan kecurangan laporan keuangan sering terdeteksi oleh pemberitahuan kepolisian, atau pihak berwenang lainnya. Kontrol yang baik dapat mengurangi kecurangan, menurut survey, cara yang paling efektif untuk mengurangi kecurangan adalah dengan melakukan rotasi pekerjaan, pemberian reward untuk whistleblower, dan audit dadakan. Menurut survey ACFE, bagian diperusahaan yang paling rawan terjadi kecurangan, adalah akuntansi, operasi, penjualan, dan manajemen puncak. Menurut survey ACFE rasionalisasi yang paling sering dari para pelaku adalah gaya hidup yang melebihi pendapatan, kesulitan keuangan, kedekatan dengan vendor dan pelanggan.