Anda di halaman 1dari 7

2.6. CACINGAN 2.6.

1 Penyakit Cacingan

Kecacingan merupakan salah satu mikroorgisme penyebab penyakit dari kelompok helminth (cacing), membesar dan hidup dalam usus halus manusia, Cacing ini terutama tumbuh dan berkembang pada penduduk di daerah yang beriklim panas dan lembab dengan sanitasi yang buruk. Nematoda usus. Cacing merupakan salah satu parasit pada manusia dan hewan yang sifatnya merugikan dimana manusia merupakan hospes untuk beberapa jenis cacing yang termasuk Sebagian besar dari Nematoda ini masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Diantara Nematoda usus tedapat sejumlah spesies yang penularannya melalui tanah (Soil Transmitted Helminths) diantaranya yang tersering adalah Ascaris lumbricoides, Necator americanus, Ancylostoma duodenale dan Trichuris trichiura. 2.6.2 Cara Penularan

Penularan kecacingan secara umum melalui dua cara yaitu sebagai berikut 1. Cara pertama a. Anak buang air besar sembarangan b. Tinja yang mengandungi telur cacing mencemari tanah c. Telur menempel di tangan atau kuku ketika mereka sedang bermain ketika makan atau minum, telur cacing masuk ke dalam mulut d. Tertelan e. Kemudian orang akan cacingan dan seterusnya terjadilah infestasi cacing. 2. Cara kedua a. Anak buang air besar sembarangan tinja yang mengandung telur cacing mencemari tanah b. c. Dikerumuni lalat Lalat hinggap di makanan atau minuman

d. Makanan atau minuman yang mengandungi telur cacing masuk melalui mulut e. Tertelan f. g. Selanjutnya orang akan cacingan Terjadilah insfestasi cacing

2.6.3

Gejala Kecacingan

Penyakit cacingan biasanya lebih banyak menyerang pada anak anak. Hal itu dikarenakan aktifitas mereka yang lebih banyak berhubungan dengan tanah. Diantara cacing tersebut yang terpenting adalah cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) dan cacing cambuk / cacing kremi (Trichuris trichiura). Cacing sebagai hewan parasit tidak saja mengambil zat-zat gizi dalam usus anak, tetapi juga merusak dinding usus sehingga mengganggu penyerapan zat-zat gizi tersebut. Secara keseluruhan gejala-gejala kecacingan adalah a. Berbadan kurus dan perrtumbuhan terganggu (kurang gizi) b. Kurang darah (anemia) c. Daya tahan tubuh rendah,sering-sering sakit, lemah dan senang menjadi letih sehinnga sering tidak hadir sekolah dan mengakibatkan nilai pelajaran turun. 2.6.4 Faktor - faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Cacingan

Menurut Peter J. Hotes (2003:17) mengemukakan bahwa factor factor resiko (risk factor) yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit cacingan yang penyebarannya melalui tanah antara lain a. Lingkungan Penyakit cacingan biasanya terjadi di lingkungan yang kumuh terutama di daerah kota atau daerah pinggiran. b. Kepemilikan jamban

Penyebaran penyakit dapat juga bersumber dari tinja manusia. Penyakit yang dapat ditularkan melalui tinja manusia antara lain: tipus, disentri, kolera, bermacam macam cacing (cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang, cacing pita, schistosomiasis, dan sebagainya. c. Ketersediaan Air Bersih Akibat air yang tidak sehat dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti penyakit perut (kolera, diare, disentri, keracunan, dan penyakit perut lainnya) ,penyakit cacingan (misalnya: cacing pita, cacing gelang, cacing kremi, demam keong, kaki gajah) d. Tanah Penyebaran penyakit cacingan dapat melalui terkontaminasinya tanah dengan tinja yang mengandung telur Trichuris Trichuria, telur tumbuh dalam tanah liat yang lembab dan tanah dengan suhu optimal (Depkes RI, 2004). Tanah liat dengan kelembaban tinggi dan suhu yang berkisar anatar 25 0C 300C sangat baik untuk berkembangnya telur Ascaris Lumbricoides sampai menjadi bentuk infektif. Sedangkan untuk pembentukan larva Necator Americans yaitu memerlukan suhu optimum 280C - 320C dan tanah gembur seperti pasir atau humus, dan untuk Ancylostoma duodenale lebih rendah yaitu 230C 250C. e. Perilaku e.1. Kebiasaan memakai alas kaki Tanah yang baik untuk pertumbuhan larva ialah tanah gembur (pasir,humus) dengan suhu optimum untuk Necator americanus 280C 320C sedangkan untuk Anccylostoma duodenale lebih kuat.Untuk menghindari infeksi, antara lain,ialah memakai sandal atau sepatu. e.2. Kebiasaan mencuci tangan Anak- anak paling sering terserang penyakit cacingan karena biasanya jari tangan mereka dimasukkan ke dalam mulut, atau makan nasi tanpa cuci tangan, namun demikian sesekali orang dewasa juga perutnya terdapat cacing.

e.3. Kebiasaan memotong kuku Penularan infeksi cacingan bisa saja melalui kuku jari tangan yang panjang yang kemungkinan terselip telur cacing dan bisa tertelan ketika makan. Kuku yang panjang dan kotor bisa menjadi tempat bersarangnya kuman penyakit dan telur cacing. e.4. Kebiasaan makan Perilaku makan dalam kehidupan sehari hari yang dapat menyebabkan penularan infeksi cacingan misalnya, dengan mengkonsumsi makanan secara mentah atau setengah matang berupa ikan, daging, sayuran. Serta penyajian makanan harus beban dari kontaminasi. f. Iklim Penyebaran Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura yaitu di daerah tropis karena tingkat kelembabannya cukup tinggi. Sedangkan untuk Necator americanus dan Ancylostoma duodenale penyebaran ini paling banyak di daerah panas dan lembab. Lingkungan yang paling cocok sebagai habitat dengan suhu dan kelembapan yang tinggi terutama di daerah perkebunan dan pertambangan. g. Sosial Ekonomi Sosial ekonomi mempengaruhi terjadinya cacingan menurut Tshikuka (1995) dikutip Hotes (2003) yaitu faktor sanitasi yang buruk berhubungan dengan sosial ekonomi yang rendah. 2.6.5 Status Gizi Cacingan dapat mempengaruhi pemasukan (intake), pencernaan (digestif), penyerapan (absorbsi), dan metabolisme makanan. Secara keseluruhan (kumulatif), infeksi cacingan dapat menimbulkan kekurangan zat gizi berupa kalori dan dapat menyebabkan kekurangan protein serta kehilangan darah. Selain dapat menghambat perkembangan fisik,anemia, kecerdasan dan produktifitas kerja, juga berpengaruh besar dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lainnya (Depkes R.I, 2006).

2.6.5. Dampak Penyakit Cacingan Cacingan mempengaruhi pemasukan (intake), pencernaan (digestif), penyerapan (absorbsi) , dan metabolism makanan. Infeksi cacing dapat menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produksi kerja, dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lainnya.kurang bergairah, kurang nafsu makan dan mudah mengantuk. Selain itu Secara kumulatif, infeksi cacing atau cacingan dapat menimbulkan kerugian zat gizi berupa kalori dan protein serta kehilangan darah. Apabila menyerang anak sekolah maka dapat menurunkan prestasi belajar, karena anak yang menderita penyakit cacingan berpeluang untuk menderita anemia. Hal ini dapat mengurangi suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan prestasi belajar.

2.6.6. Pencegahan Penyakit Cacingan Upaya pencegahan cacingan dapat dilakukan melalui upaya kebersihan perorangna ataupun kebersihan lingkungan. Kegiatan tersebut seperti sebagai berikut : 1. Menjaga kebersihan perorangan a. Mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar dengan menggunakan air dan sabun b. Menggunakan air bersih untuk keperluan makan, minum, dan mandi c. Memasak air untuk minum d. Mencuci dan memasak makanan dan minuman sebelum dimakan e. Mandi dan membersihkan badan paling sedikit 2 kali sehari f. Memotong dan membersihkan kuku g. Memakai alas kaki bila berjalan di tanah, dan memakai sarung tangan bila melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan tanah

h. Menutup makanan dengan tutup saji untuk mencegah debu dan lalat mencemari makanan tersebut. 2. Menjaga kebersihan lingkungan a. Membuang tinja di jamban agar tidak mengotori lingkungan b. Jangan membuat tinja , sampah atau kotoran di sungai c. Mengusahakan pengaturan pembuangan air kotor d. Membuang sampah pada tempatnya untuk menghindari lalat dan lipas e. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan

DAFTAR PUSTAKA Andaruni, Adisti, dkk. Gambaran Faktor Faktor Penyebab Infeksi Cacingan PAda Anak di SDN 01 Pasirlangu Cisarua. Bandung : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Padjajaran http://jurnal.unpad.ac.id/ejournal/article/view/597 diakses pada tanggal 18 Juli 2013 Dinas Kesehatan. 2011. Pengamatan Epidemiologi Hasil Pemeriksaan Kecacingan di SD Muh. Kedunggong, SD Dukuh ngestiharjo, SDN 1 Bendungan dan Conegaran Triharjo Kec. Wates 20 Januari 2011.http://dinkes.kulonprogokab.go.id/files/PENGAMATAN_KECACING AN.pdf diakses pada tanggal 18 Juli 2013 Kementrian Kesehatan RI.____. Buku Kesehatan Peserta Didik. http://www.gizikia.depkes.go.id/wpcontent/uploads/downloads/2011/01/Buku-Kesehatan-Peserta-Didik.pdf diakses pada tanggal 18 Juli 2013 Mardhiati, Retno Adiwiryono. ____ .Pesan Kesehatan : Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Anak Usia Dini Dalam Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka www.uhamka.ac.id/?page=download_artikel&id diakses pada tanggal 18 Juli 2013