Anda di halaman 1dari 21

KODE : KKN-PPM UGM-16

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN


(Individu) KULIAH KERJA NYATA PEMBELAJARAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA TAHUN : 2012
SUBUNIT UNIT KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI : : : : : DUKUH VII BOJONG (5) PANJATAN KULON PROGO D.I.YOGYAKARTA

Disusun oleh : Nama Mahasiswa Nomor Mahasiswa : Anis Rostika Sari : 09/284537/TK/35364

BIDANG PENGELOLAAN KKN-PPM, PENGEMBANGAN UMKM DAN PELAYANAN MASYARAKAT LEMBAGA PENELITIAN DANPENGABDIANKEPADAMASYARAKAT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA

Kode : KKN-PPM UGM - 04

REKAPITULASI PROGRAM KKN-PPM MAHASISWA

R1

NAMA MAHASISWA FAKULTAS KLUSTER


No. Sektor

: ANIS ROSTIKA SARI : TEKNIK : SAINSTEK

SUBUNIT : DUKUH VII UNIT :5 KABUPATEN :KULONPROGO


Jumlah Program Volume Waktu (jam) 15 orang 20 orang 10 siswa 1 unit 25 orang 1 unit 16 siswa 15 siswa 15 siswa 25 soswa 82,50 47,50 24 30 29 22 16,50 39,50 29 50,50 370,50 461,25 181,50 24 37 69 22 32 39 18 422 1305,75 10 10 464 72 42 53,50 363.90 JOK Swadaya Pemda/ Mitra 392 68 4 75 5 63 53,40 LPPM Mhs Lainlain 392 68 4 75 5 63 53,40 72 42 63,50 837,90 Jumlah

No

Kluster

Nama Program Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Jerami Fermentasi Sosialisasi Gula Darah Bimbingan Belajar Pengadaan Air Minum Kemasan Sosialisasi dan Pemeriksaan Payudara Sendiri Sosialisasi dan Praktek Pemilahan Sampah Permainan dan Pelatihan Edukasi bagi AnakAnak Tingkat SD Pembelajaran dan Penanaman Tanaman Monokotil Dikotil Pelatihan Ketrampilan Seni Lukis SD Sosialisasi Nilai Gizi dan Praktek Pembuatan Bakso Lele RT 27 TOTAL

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

2.4.01 4.2.01 3.4.01 1.1.07 4.2.01 1.5.22 3.4.09 2.2.11 3.4.02 2.5.06

A-T KK SH ST KK ST SH A-T SH A-T

2 1 6 1 1 1 1 1 1 1 16

I.

LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN


Rencana program pokok yang dibuat dalam rencana kegiatan berdasarkan hasil obsevasi meliputi: 1. Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Jerami Fermentasi 2. Penanaman Tanaman sebagai Media Pembelajaran Pengetahuan Alam 3. Permainan dan Pelatihan Edukasi bagi Anak-Anak Tingkat SD 4. Pratktek Ketrampilan Seni Lukis pada Alat Tabung Tradisional 5. Sosialisasi Gula Darah 6. Penyuluhan dan Peningkatan Posyandu Lansia 7. Bimbingan Belajar Setelah beberapa program dijalankan, ternyata dirasa perlu untuk penambahan beberapa program pokok sebagai pendukung program-program yang telah direncanakan dan tercantum dalam Laporan Rencana Kegiatan (LRK) dan beberapa program yang diganti atau ditiadakan karena pertimbangan beberapa hal. Pertimbangan tersebut antara lain waktu pelaksanaan yang kurang tepat dan permintaan masyarakat terkait program. Program Penyuluhan dan Peningkatan Posyandu Lansia diganti menjadi program Sosialisasi dan Praktek Payudara Sendiri dengan pertimbangan materi yang lebih tepat dimasyarakat. Sementara 3 program tambahan dijalankan sebagai pendukung 7 program awal. Dalam pelaksanaannya, 10 program yang berhasil dijalankan adalah: 1. Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Jerami Fermentasi 2. Penanaman Tanaman sebagai Media Pembelajaran Pengetahuan Alam 3. Permainan dan Pelatihan Edukasi bagi Anak-Anak Tingkat SD 4. Praktek Ketrampilan Seni Lukis pada Alat Tabung Tradisional 5. Sosialisasi Gula Darah 6. Bimbingan Belajar 7. Pengadaan Air Minum Kemasan 8. Sosialisasi dan Praktek Pemilahan Sampah 9. Sosialisasi dan Praktek Pemeriksaan Payudara Sendiri 10. Sosialisasi Nilai Gizi dan Praktek Pembuatan Bakso Lele RT 27

A. REKAPITULASI KEGIATAN

Seluruh program baik program pokok awal, program pokok tambahan, maupun program yang diganti dapat terlaksana dengan baik dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Dusun VII, Bojong, Panjatan, Kulon Progo.

B. URAIAN DAN PEMBAHASAN KEGIATAN 1. Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Jerami Fermentasi No Sektor No Kode Sifat : 2.4.01 : ST-T: Monodisipliner

Uraian Kegiatan Untuk meningkatkan nilai gizi jerami padi diperlukan input teknologi yang sampai saat ini terus dikembangkan dan dikenalkan pada peternak. Ada beberapa cara yang lazim digunakan dalam pengolahan limbah pertanian diantaranya melalui perlakuan fisik, kimia, dan biologi. Peningkatan manfaat limbah pertanian dilakukan dengan peningkatan nilai kecernaanya dan salah satu metoda yang dapat dilakukan untuk tujuan tersebut adalah pengolahan secara biologis dengan memanfaatkan mikroorganisme. Fermentasi jerami padi dipilih berdasarkan kesederhanaan alat yang dibutuhkan, kemudian kerja serta telah diuji dengan menggunakan ternak. Bahan utama pembuatan jerami adalah starbio dan urea. Penggunaan starbio pada pakan ternak akan menimbulkan karbohidrat, protein dan lemak yang undigested pada feses akan lebih kecil sehingga lebih banyak energi yang dibebaskan dan dikonversi ke produksi serta sedikit energi yang hilang dalam bentuk gas metan. Urea merupakan sumber NPN (Nitrogen bukan protein) mudah didapat dan relatif murah harganya, namun demikian pemberiannya tidak terlalu banyak karena dapat menimbulkan keracunan. Jadi dalam pemberiannya kurang lebih 4 %. Urea digunakan sebagai pensuplai NH3 (amoniak), dimana NH3 ini digunakan sebagai sumber energi bagi mikroba dalam proses fermentasi tidak sebagai penambah nutrisi pakan. Bisa juga diartikan sebagai katalisator dalam proses fermentasi. Disamping itu urea merupakan senyawa nitrogen yang sangat sederhana dan dapat diubah oleh mikroorganisme rumen, sebagian atau seluruhnya menjadi protein. Dan dapat meningkatkan intake pakan.

Proses pembuatan jerami padi fermentasi dengan jerami padi ditimbang dan ditumpuk berlapis-lapis dengan ketebalan kurang dari 30 cm, starbio ditaburkan diatas tumpukan jerami padi, disiramkan larutan urea (urea + air secukupnya) ke atas tumpukan jerami padi hingga mencapai kelembaban kira-kira 65% selanjutnya dipadatkan dengan terus menginjak-injak dan dilapisi dengan pelindung plastik, dan dibiiarkan selama kurang lebih 21 hari agar proses fermentasi berlangsung. Jerami yang telah difermentasi dikeringkan dan diangin-anginkan sebelum disimpan dan diberikan ke ternak. Pembuatan jerami padi fermentasi melibatkan seluruh masyarakat yang ingin belajar, tidak terbatas pada petani ternak. Masyarakat sepenuhnya berperan aktif dalam pelaksanaan. Proses pembuatan jerami fermentasi ini dilaksanakan dua kali di Rumah Pak Sudiro dan Pak Kiswadi pada tanggal 15 Juli 2012 dan 6 Agustus 2012 yang dihadiri oleh warga sekitar dan anggota kelompok pertanian. Pelaksanaan program ini diharapkan selalu berkelanjutan sehingga diadakan pertemuan warga tekait rencana follow up dan terbentuknya kader-kader agar tercipta transfer ilmu dan keberlanjutan program untuk mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat Dukuh VII dalam mengoptimalkan limbah pertanian khususnya jerami padi. Transfer ilmu dari mahasiswa KKN selepas penarikan dengan pembuatan buku panduan berjudul Bojongs Integrated Farming, dengan salah satu bab membahas tentang jerami fermentasi yang diberikan kepada warga.

2. Penanaman Tanaman sebagai Media Pembelajaran Pengetahuan Alam No Sektor No Kode Sifat : 4.2.01 : ST-T: Monodisipliner

Uraian Kegiatan Penanaman tanaman sebagai media pembelajaran pengetahuan alam mencakup jenis tanaman monokotil dan dikotil. Penanaman dilakukan oleh siswa siswi kelas 4 SD Bojong Baru berjumlah 15 siswa pada mata pelajaran Imu Pengetahuan Alam (IPA). Penanaman dilakukan pada polybag dengan media tanah dan pupuk dengan penanaman salah satu benih monokotil atau dikotil. Disamping dengan praktek penanaman dilakukan terlebih dahulu sosialisasi terkait pemahaman para siswa mengenai ciri dan contoh dua jenis tanaman diatas dengan

demo, pemberian leaflet, serta praktek masing-masing siswa. Pemberian kartu kontrol pertumbuhan diberikan kepada para siswa dengan tujuan agar dapat memahami ilmu yang telah disampaikan dengan praktek langsung di lapangan. Pada pengamatan yang dilakukan tiap harinya para siswa aktif mengontrol serta memelihara tanaman tiap pagi menjelang bel masuk sekolah.

3.

Permainan dan Pelatihan Edukasi bagi Anak-Anak Tingkat SD No Sektor No Kode Sifat : 3.4.01 : SH: Interdisipliner

Uraian Kegiatan: Program permainan dan pelatihan edukasi bagi anak-anak tingkat SD dilakukan di luar jam sekolah sebanyak dua kali pada tanggal 11 dan 12 Juli 2012. Pelaksanaan program dapat meningkatkan nilai kreativitas dan pengetahuan dengan pelaksanaan permainan-permainan yang mengandung nilai edukasi. Pelaksanaan program yamg pertama dilakukan di depan pondokan dengan diisi beberapa permainan dan menonton film edukasi, sedangkan untuk permainan dan pelatihan edukasi kedua dilaksanakan di depan halaman Sekolah Dasar Bojong Baru dengan diikuti anak-anak tingkat Sekolah Dasar sekitar 16 anak. Permainan melatih kekompakan, kreativitas, serta semangat kompetisi yang selama ini cukup dangkal dimilki oleh anak-anak. Respon pelaksanaan program ini disambut cukup baik oleh anak-anak karena disamping waktu yang tepat yakni untuk mengisi hari libur sekolah, program ini dapat memberikan suasana yamg berbeda dalam penyampaian nilai-nilai edukasi berupa permainan-permainan yang jarang didapatkan anak-anak di daerah tersebut. Permainan yang ddisajikan sebanyak 3 jenis permainan dilengkapi ice breaking serta pemberian susu prebiotik selepas acara.

4. Praktek Ketrampilan Seni Lukis pada Alat Tabung Tradisional No Sektor No Kode Sifat : 1.1.07 : SH: Monodisipliner

Uraian Kegiatan: Praktek ketrampilan seni lukis dilaksanakan untuk anak kelas 4 SD. Dengan praktek seni lukis pada alat tabung dapat meningkatkan motivasi para siswa untuk rajin menabung. Menabung dapat meningkatkan para siswa untuk hidup lebih hemat. Program ini diadakan pada saat mata pelajaran Seni Budaya Ketrampilan (SBK). Program ini diikuti oleh 15 siswa kelas 4 SD. Para siswa sangat antusias dalam melukis alat tabung tradisional yang terbuat dari tanah liat tersebut. Dengan pembagian kelompok yang telah panitia tentukan para siswa secara berkelompok melukis dan bersamaan menggunakan cat warna. Dari kelima belas siswa dibagi menjadi 3 kelompok dengan satu pemandu mahasiswa, selama 1,5 jam para siswa melukis dilanjutkan materi dan cuci tangan bersama selepas melukis di halaman depan sekolah. Para siswa sangat apresiatif dan semangat dalam menjalani program ini. Para guru pun mendukung kegiatan ini karena dapat mengembangkan kreativitas anak dan mengingatkan kembali akan pentingnya menabung.

5. Sosialisasi Gula Darah No Sektor No Kode Sifat : 4.2.01 : KK: Monodisipliner

Uraian Kegiatan: Penyakit gula darah atau yang biasa disebut dengan diabetes mellitus merupakan penyakit yang diderita akibat pola makan ataupun pola hidup yang kurang baik. Berdasarkan hasil survei yang telah dilakukan kepada kader-kader kesehatan di Dukuh VII, Dukuh VII, Desa Bojong cukup banyak warga yang menderita diabetes mellitus. Pemeriksaan atau cek gula darah pernah dilakukan di Balai Desa Bojong pada tahun lalu namun demikian dikarenakan terhalangnya transportasi dan waktu, warga

kurang antusias hadir dalam sosialisasi tersebut. Oleh karena itu, pada tahun ini sosialisasi gula darah dilaksanakan antara dua dukuh menjadi satu. Pelaksanaan sosialisasi gula darah bersamaan dengan pemeriksaaan kadar gula darah bertempat di Rumah Kepala Dukuh VII, Bapak Ngadimun dari pukul 09.0012.00 WIB. Pelaksanaan program ini, kami bekerja sama dengan pihak Puskesmas Panjatan II dalam hal pemberian materi maupun pengecekan kadar gula darah. Proses perencanaan kerja sama pelaksanaan acara berlangsug kurang lebih selama satu minggu. Pengisi materi ialah Dokter dari Puskesmas Panjatan dengan pemberian slide presentasi yang menarik dan interaktif sehingga sosialisasi gula darah dapat diterima baik oleh para tamu undangan. Para bapak ibu undangan diberikan materi antara lain mengenai penyebab dan gejala penyakit diabetes mellitus serta pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak penyakit yang lain. Sebagai penutup sosialisasi gula darah para tamu undangan beserta seluruh pihak yang terikat program menyanyi bersama-sama sebagai motivasi dan semangat hidup menskipun telah menderita penyakit diabetes mellitus. Dari pemberian sosialisasi bersamaan pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan oleh pihak lab puskesmas Panjatan II, bagi warga jika kadar gula darahnya telah melebihi dari kadar normalnya kebijakan dari puskesmas ialah dirujuk untuk dilakukan pemeriksaan kembali serta pengobatan gratis bagi pasien tersebut. Kebijakan pasien yang harus dirujuk adalah hak sepenuhnya Ibu Dokter dalam mempetimbangkan kondisi pasien dan perlunya pengobatan berkelanjutan

6. Bimbingan Belajar No Sektor No Kode Sifat : 1.5.22 : SH: Interdisipliner

Uraian Kegiatan:

Kebutuhan pemberian pelajaran tambahan di luar KBM dirasakan perlu bagi siswa-siswi kelas 5 dan 6 SD N Bojong Baru dikarenakan kurangnya pemahaman mereka akan mata pelajaran tertentu sehingga perlunya adanya kelompok belajar bersama di luar

jam sekolah. Hal ini telah disampaikan terlebih dahulu kepada pihak sekolah dan mereka menyambutnya denga baik dan dirasakan perlu program ini untuk mendorong siswa-siswi dalam hal menuntut ilmu dengan suasana yang berbeda. Pelaksanaan program bimbingan belajar di SD N Bojong Baru disesuaikan mata pelajaran tertentu yang memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan mata pelajaran yang lain. Oleh karena itu, kami mahasiswa KKN-PPM mengutaraka maksud serta menanyakan terlebih dahulu mata pelajaran yang perlu diberikan tambahan jam di luar KBM kepada para siswa. Bagi kelas 5 SD, pemberian bimbingan belajar untuk mata pelajaran Matematika, Ilmu Pengetahuan Sosial, serta Bahasa Inggris, sedangkan untuk kelas 6 SD mata pelajaran tambahan yang diberikan antara lain Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Bahasa Indonesia. Pelaksanaan bimbingan belajar berlangsung 6 kali dalam waktu 6 hari dimana pemberian bimbigan belajar Kelas 5 dan 6 dimulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB di ruang kelas masing-masing. Selama rangkaian kegiatan bimbingan belajar di SD N Bojong tampak bahwa sebagian besar siswa-siswi kurang paham dalam unk mata pelajaran di atas selama proses KBM berlangsung. Dengan adanya agenda bimbingan belajar di sekolah selepas pulang dan istirahat, para adik-adik dapat memanfaatkan waktuya dengan lebih baik dengan panduan dari para mahasiswa KKN-PPM. Pemberian materi dilakukan oleh para mahasiwa diseuaikan dengan bab ataupun kurikulim yang sedang dilaksanaakan di sekolah. Diskusi dua arah dirasa lebih menarik sehingga para siswa lebih aktif dan memahami mata pelajaran yang diberikan. Tantangan dalam melaksanakan kegiatan ini adalah mengontrol adik-adik serta penyampaian materi yang perlu dikemas menarik tiap harinya.

7. Pengadaan Air Minum Kemasan No Sektor No Kode Sifat : 3.4.09 : ST: Monodisipliner

Uraian Kegiatan: Pengadaan air minum kemasan merupakan program tambahan yang dirasakan perlu pengadaannya dikarenakan kondisi air di Desa Bojong kurang layak dikonsumsi. Warga melakukan proses panjang untuk mendapatkan air minum yakni penyaringan atau filtrasi beberapa kali dilanjutkan proses pemasakan sebanyak dua kali. Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum sesuai salah satunya adalah konsumsi air tidak memenuhi standar kesehatan, nilai COD di wilayah tersebut telah lebih diambang batas dan mengandung senyawa pirit. Meskipun demuikian air tanah tersebut tetap dikonsumsi warga. Meskipun penyaringan telah dilakukan namun demikian, tidak secara signifikan menghilangkan warna serta bau dari kondisi air. Air tersebut dikonsumsi warga untuk keperluan makan, minum, mandi, sera mencuci. Warna air yang kekuning-kuningan salah satu faktor indikasi pencemaran air di Desa Bojong. Pengadaan air minum kemasan dilakukan pada saat Bulan Ramadhan dan Syawal karena banyak agenda yang membutuhkan air minum. Kondisi ini sangat tepat karena PDAM Kulon Progo sedang mempromosikan air minum kemasan daerah yang dapat digunakan untuk para pamong desa dalam menyelenggarakan kegiatan desa. Proses perencanaan dalam pengadaan air minum kemasan diawali dengan diskusi kepada kepala dukuh VII mengenai kebutuhan air minum kemasan. Dilanjutkan pengajuan bantuan. Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menyambut baik dengan tujuan dari program ini. PDAM menjelaskan bahwa dikarenakan belum dapat tersalurnya air PDAM ke Desa Bojong dan faktor debit air yang belum dissesuiakan hal ini menjadi kendala belum tersedianya air bersih di Desa Bojong. Dari hasil diskusi baik dari mahasiswa KKN maupun pihak PDAM, PDAM bersedia menyediakan 10 dus air minum kemasan Tersedianya bantuan air minum kemasan ini akan digunakan warga dalam acara Syawalan Desa Bojong pada tanggal 4 Syawal 1433 H.

8. Sosialisasi dan Praktek Pemilahan Sampah No Sektor No Kode Sifat : 2.2.11 : ST: Interdisipliner

Uraian Kegiatan: Sosialisasi dan praktek pemilihan sampah merupakan salah satu program dalam rangkaian acara di SD N Bojong Baru. Program ini ditujukan kepada seluruh siswa siswi SD N Bojong Baru pada kegiatan Jumat Bersih yang rutin diadakan tiap pagi pada hari Jumat. Acara pertama yakni sosialisasi, dijelaskan mengenai klasifikasi sampah yang cukup dapat diketahui oleh anak-anak tingkat sekolah dasar. Pembagian sampah terdiri dari 2 kriteria yakni samph organik dan sampah anorganik. Sebelum dilakukan sosialisasi terlebih dahulu mencari beberapa sampel sampah yang sering diketemui di lingkungan sekitar terutama di lingkungan sekolah. Antusias para siswa cukup baik dalam hal memahami pengkelompokan ini. Acara sosialisasi dilanjutkan praktek pemilahan sampah dengan memberikan kesempatan seluruh siswa untuk mencarai samapah dan memasukkannya ke dalam tempat sampah yang sudah disediakan dan telah diberi label menurut klasifikasi yang ditentukan yakni sampah organik dan sampah anorganik. Tujuan dari kegiatan ini adalah menanamkan sejak dini kepada anak-anak agar peduli pada lingkungannya dengan menjaga serta todak membuang sampah sembarangan. Selanjutnua dijelaskan beberapa akibat dengan adanya pembuangan sampah sembarangan dengan gambar yang menarik sehongga dapat dipahami para peserta.

9. Sosialisasi dan Praktek Pemeriksaan Payudara Sendiri No Sektor No Kode Sifat : 3.4.02 : KK: Monodisiplinet

Uraian Kegiatan: Sosialisasi dan praktek pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) merupakan program penyuluhan yang diberikan kepada ibu-ibu arisan Dukuh VII yang diadakan pada hari minggu pada saat arisan berlangsung. Pertimbangan pemilihan waktu ialah, pedukuhan tujuh rutin mengadakan arisan ibu-ibu tiap hari minggu jam 12 siang, namun demikian acara arisan tersebut hanya diisi dengan pembayaran uang arisan dan pengocokan tanpa adanya sesi untuk diisi materi yang bermanfaat bagi ibu-ibu di Dukuh VII. Salah satu hal yang menjadikan acara arisan ibu-ibu demikian singkat adalah waktu yang terbatas dikarenakan ibu-ibu selain memilki kesibukan sebagai ibu rumah tangga mereka juga bekerja di sawah.Oleh karena itu, diadakannya penyuluhan disamping sembari menunggu waktu pengocokan undian arisan juga dapat menambah pemahaman ibu-ibu akan pentingnya kesehatan. Kanker payudara merupakan penyakit mematikan nomor 2 di dunia bagi seorang wanita, oleh karena itu perlu perhatian khusus bagi kaum wanita dalam hal pencegahan ataupun mengatasinya. Program ini dihadiri oleh ibu-ibu dari bebereapa RT di dukuh VII bertempat di Rumah Ibu Sarno. Dalam pelaksanaanya, ibu-ibu sangat antusias dalam memperhatikan materi yang diberikan. Penyuluhan mengenai SADARI ini merupakan penyuluhan yang pertama mereka. Ibu-ibu pun dapat mempraktekkan secara langsung pada saat pelaksanaan program. Disamping sesi presentasi, diskusi dua arah pun dapat berjalan dengan baik karena para peserta cukup mamahami akan pentingnya mengetahui adanya gejala kanker payudara sejak dini.

10. Sosialisasi Nilai Gizi dan Praktek Pembuatan Bakso Lele RT 27 No Sektor No Kode Sifat : 2.5.06 : A-T : Interdisipliner

Uraian Kegiatan: Sebagian besar penduduk dukuh VII adalah beternak ikan lele. Kualitas lele di pedukuhan VII cukup baik dan hasil panen cukup banyak tiap musimnya. Selama ini bagi masyarakat, belu m memilki nilai jual yang baik di pasaran. Masyarakat hanya memanfaatkan lele dengan dijual ke tengkulak tidak dioptimalkan menjadi produk yang memiliki nilai jual yang tinngi sehingga bisa menambah pendapatan bagi masyarakat. Bakso lele dipilih karena warga belum mengetahui pemanfaatan lele menjadi bakso. Pembuatan bakso lele berlangsung di saat arisan ibu-ibu tiap tannggal 25 Agustus di rumah Bapak Dukuh, Sumardani dengan metode demo masak di hadapan ibu-ibu arisan sembari menunggu kocokan arisan. Dalam perencanaannya terlebih dahulu dilakakukan latihan pembuatan bakso sendiri di pondokan. Latihan ini bertujuan agar dapat mempersiapkan dengan matang dan baik untulk didemokan ke ibu-bu arisan. Pembuatan bakso lele memilki nilai gizi yang cukup tinggi karena kadar protein pada ikan lele cukup tinggi. Pada saat pembuatan di Rumah Bapak Dukuh, warga cukup antusias dan tertarik untuk mencoba di rumah karena pembuatan bakso lele tidaklah berbeda seperti pembuatan bakso-bakso lainnya dalam hal bumbu dan tepung yang digunakan serta tahap-tahap yang dilakukan. Menanggapi antusias ibu-ibu mengenai inovasi dalam pemanfaatan lele, maka dipersiapkan leaflet dan buku panduan berkaitan kuliner yang memanfaatkan hasil pertanian dan perikanan di Desa Bojong. Pemberian buku panduan ini diharapkan dapat mempermudah dalam hal praktek bagi warga selepas penarikan KKN.

II. KESIMPULAN
Pelaksanaan KKN-PPM UGM yang berawal dari kegiatan observasi di lokasi hingga pelaksanaan seluruh program di Dukuh VII, Desa Bojong, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY telah terlaksana dengan baik selama lima minggu. Dalam pelaksanaan program di lapangan kadang dijumpai beberapa kendala baik teknis maupun non-teknis. Kendala-kendala tersebut dapat diselesaikan dengan baik berkat koordinasi dan komitmen antar anggota serta dukungan positif dari masyarakat. Seluruh program yang dilakukan tim KKN-PPM UGM unit 5 Sub-unit Dukuh VII disambut positif oleh warga dan dapat bermanfaat bagi masyarakat Dukuh VII karena dapat menyentuh dan mengikut-sertakan seluruh elemen masyarakat, mulai dari anak-anak pra-TK, anak-anak yang sedang mengenyam pendidikan tingkat SD, remaja, pemuda, ibuibu, bapak-bapak terutama petani dan peternak yang merupakan matapencaharian mayoritas penduduk Dukuh VII, sampai lansia serta takmir masjid dan mushola dan anakanak TPA. Selain bermanfaat bagi masyarakat Dukuh VII, kegiatan KKN-PPM ini juga sangat bermanfaat bagi mahasiswa pelaksana program KKN-PPM UGM. Pembelajaran norma-norma kesusilaan, kesopanan, etika dan moral dalam masyarakat terutama masyarakat Jawa sangat terasa dan bermanfaat positif bagi kehidupan mahasiswa selanjutnya. Selain itu, berbagai tradisi dan budaya yang sudah sangat jarang dijumpai di kota-kota besar seperti rebanaan, jathilan, kenduri, dan safari menjadi kegiatan sosialisasi bagi mahasiswa pelaksana program KKN-PPM UGM yang sekaligus menjadi sarana efektif bagi mahasiswa dalam berbaur dengan masyarakat. Selama lima minggu, seluruh program dapat dijalankan dengan hambatan yang pada umumnya sama adalah dikarenakan kondisi masyarakat Dukuh VII sebagian besar bertani maka waktu pelaksanaan program perlu disesuaikan oleh masyarakat disamping itu pelaksanaan KKN yang bertepatan pada Bulan Ramadhan maka perlu adanya koordinasi terkait program-program agar dapat berjalan denga baik. Namun demikian, hal demikian dapat diatasi dengan baik.

III. SARAN
Terkait dengan kurangnya pendampingan pihak-pihak terkait seperti LPPM dalam observasi dan konsolidasi dengan masyarakat untuk kegiatan-kegiatan tertentu, semoga dalam pelaksanaan KKN-PPM UGM periode selanjutnya pihak-pihak terkait seperti LPPM dapat melakukan pendampingan dengan efektif sehingga program-program yang akan dijalankan dapat dikomunikasikan dengan baik sehingga program dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala yang berarti. Di samping hal di atas, waktu KKN-PPM UGM yang begitu singkat dengan berkas-berkas mahasiswa serta tugas-tugas yang harus segera dikumpulkan pasca penarikan KKN, dirasakan cukup menjadi perhatian dikarenakan pelaksanaan program tiap mahasiswa yang cukup banyak karena harus memenuhi JKEM yang diberikan. Serta publikasi ataupun informasi sebelum KKN dilaksanakan yang terasa cukup mendadak dan penjelasan yang kurang efektif, sebaiknya perlu ditingkatkan kembali untuk bisa menjadikan narasumber ataupun informan pelaksanaan KKN ang lebih baik dan se-efektif serta se-efisein mungkin.

IV. LAMPIRAN
1. Sosialisasi dan Praktek Pembuatan Jerami Fermentasi

2. Penanaman Tanaman sebagai Media Pembelajaran Pengetahuan Alam

3. Permainan dan Pelatihan Edukasi bagi Anak-Anak Tingkat SD

4. Praktek Ketrampilan Seni Lukis pada Alat Tabung Tradisional

5. Sosialisasi Gula Darah

6. Bimbingan Belajar

7. Pengadaan Air Minum Kemasan

8. Sosialisasi dan Praktek Pemilahan Sampah

9. Sosialisasi dan Praktek Pemeriksaan Payudara Sendiri

10. Sosialisasi Nilai Gizi dan Praktek Pembuatan Bakso Lele RT 27