Anda di halaman 1dari 21

STATUS PSIKIATRI

I. IDENTIFIKASI PASIEN
Nama Jenis kelamin Umur Tempat/Tgl lahir Agama Bangsa/suku Status Pernikahan Pendidikan terakhir Pekerjaan Alamat Tanggal masuk RSJSH Riwayat Perawatan : Tn. RU : Laki-laki : 52 tahun : Surabaya, 7 Febuari 1956 : Islam : Indonesia /Sunda : Pernah Menikah : FE tingkat II UnPad (tidak tamat) : Pernah bekerja : Tomang, Jakarta Barat : 27 September 2007 :`

1. Tahun 1983 (27 tahun) dirawat inap di RS Dharmawangsa selama 3 bulan karena tidak mau makan dan hanya berdiam diri di kamar. Pulang atas izin dokter. 2. Tahun 1984 (28 tahun) dimasukkan ke dalam pesantren di Jawa Barat selama 3 tahun agar pasien tenang. Disana pasien shalat lima waktu dan beribadah. Pulang atas permintaan keluarga. 3. Tahun 1987 (31 tahun) dirawat inap di RSJSH karena membentur-benturkan kepala ke tembok dan tidak mau makan tanpa alasan yang jelas. Pulang atas izin dokter, 4. 22 Agustus 1994 - 31 Oktober 1994 (38 tahun) dirawat inap di RSJSH karena memecahkan piring dan mengamuk tanpa alasan yang jelas. Pulang atas izin dokter. 5. 29 Desember 1995-2 Januari 1996 (39 tahun) dirawat inap di RSJSH selama 7 bulan pulang atas izin dokter. 6. 15 Januari 1997-17 Febuari 1997 (40 tahun) dirawat di RSJSH. Pasien melarikan diri dari rumah sakit. 7. Tahun 2000 (44 tahun) pasien dibawa dari rumah oleh petugas dan dirawat di RSJSH. Pulang atas izin dokter.

8. 12 Oktober 2001-13 Juni 2002 (45 tahun) pasien dibawa dari rumah oleh petugas dan dirawat di RSJSH. Pulang atas izin dokter. 9. 27 September 2007 (51 tahun)-sekarang dirawat di RSJSH

II. RIWAYAT PSIKIATRI


Autoanamnesis : 9,11,13 Februari 2008 Alloanamnesis : 12 Februari 2008 (Ibu pasien Ny. U)

A.Keluhan Utama/Alasan Berobat/Alasan Perawatan


Pasien marah-marah karena keinginannya tidak dituruti yang lama kelamaan menganggu kenyamanan dalam rumah dan menyusahkan ibu pasien sehingga tidak bisa dipertahankan lagi di rumah

B.Riwayat Gangguan Sekarang


Pasien dijemput oleh petugas RSJSH pada tanggal 29 September 2007 karena pasien suka marah-marah kalau keinginannya tidak dituruti. Menurut ibu pasien, pasien terus mendesaknya untuk mengambil uang 20 juta dari Bank Lippo milik pasien untuk dipergunakan untuk membeli baju safari, yang lama kelamaan menganggu kenyamanan dalam rumah dan menyusahkan ibu pasien Menurut pasien, pertama kali pasien di bawa ke RSJSH karena ayah pasien melarang pasien menikah dengan temannya yang beragama kristen. Selanjutnya pasien di bawa ke RSJSH karena ibu pasien memiliki banyak uang. Pasien mengatakan bahwa ia adalah orang terkaya di dunia. Pasien mengaku bahwa ia pemilik 10 bank antara lain Lippo, BNI 1946, BCA, BRI, Bank Niaga, BUKOPIN, BTN, Eksekutif, Mandiri, dan Bank Buana Indonesia dengan penghasilan pertahun 5 miliyar rupiah. 3 buah universitas swasta antara lain Universitas Jayabaya, Tarumanegara dan Trisakti. serta puluhan hotel yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurut pasien kekayaan ini bermulai dari hasil ekspor beras dimana pasien mendapat modal ketika ia meminjam uang sebanyak 10 juta US dollar dari Bank Chase-Manhattan melalui Helen, Susan, Meina dan Meiker yang menurut pasien adalah direktur dari PT. Bhineka Tunggal Ika. Dengan jaminan ayah pasien Bpk.R seorang Pimpinan Organisasi Sarjana seluruh Departemen dan Korps. Pegawai RI juga mengatakan memiliki tanah kosong di

sumatera, kalimantan dan gunung kidul yang rencananya akan dibuat pengiran sawah. Saat ini pasien mengaku sedang membangun 100 rumah di daerah

Cakung Cilincing yang akan dibeikan kepada anaknya. Hal ini disangkal oleh ibu pasien. Pasien mengaku memiliki dua istri yang pertama bernama Ny.L dan dikarunia 2 anak yaitu F dan M yang menurut pengakuan pasien seluruh perusahaan pasien dipegang oleh F. Istri kedua yaitu Ibu Megawati Sukarnoputri yang dinikahinya awal tahun ini. Dan tidak memiliki anak dari Ibu Megawati karena pada saat dinikahi ibu Megawati sudah menopouse. Pasien juga mengatakan bahwa anak keduanya (M) menikahi anak perempuan Susilo Bambang Yudhoyono. Pasien tahu bahwa saat ini ia sedang berada di RSJSH, namun pasien tidak merasa sakit. Pasien mengatakan meskipun ia tidak sakit, namun obat yang diberikan psikiater membuat ia merasa lebih tenang. Pada saat malam hari pasien sering tidak bisa tidur. Pasien tidak pernah mendengar suara-suara yang hanya dapat didengarnya sendiri. Menurut pasien bila hal tersebut tidak mungkin terjadi. Pasien juga tidak pernah melihat sesuatu dimana orang lain tidak bisa melihat. C.Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Gangguan Psikiatrik Pasien pertama kali dirawat di RSJ Dharmawangsa pada tahun 1983 (27 tahun) selama 3 bulan. Pasien dibawa karena pasien tidak mau makan dan hanya berdiam diri di kamar. Menurut ibu pasien, hal ini karena meninggalnya adik pasien (Tn. R) karena penyakit hati yang dideritanya pada tahun 1982 . Hubungan pasien dengan Tn. R cukup dekat. Karena khawatir, maka keluarga membawa pasien dibawa ke rumah sakit dan diperbolehkan pulang atas izin dokter. Menurut ibu pasien proses berduka pasien tidak lama, hanya kurang lebih 2 bulan. Pada tahun 1984 (28 tahun), pasien dimasukkan ke pesantren oleh keluarga dengan harapan kondisi pasien dapat membaik dengan mendekatkan diri kepada Tuhan. Pasien tinggal di

pesantren selama 3 tahun. Menurut pasien, pasien dikirim ke pesantren karena istri pasien menemukan ganja yang disimpan pasien di laci, hal tesebut di sangkal oleh ibu pasien. Setelah pulang dari pesantren, menurut keluarga keadaan pasien tidak membaik karena pasien tetap tidak taat beribadah. Pada tahun 1987 (31 tahun) pasien dibawa ke RSJSH dengan alasan pasien sering membentur-benturkan kepalanya ke tembok dan tidak mau makan dengan alasan yang tidak jelas, pikiran pasien juga mulai aneh menurut ibu pasien. Keluarga pasien lupa mengapa pasien melakukan hal tersebut. Pasien menyangkal melakukan hal tersebut. Pada 22 Agustus 1994 - 31 oktober 1994 (38 tahun) dirawat karena pasien memecahkan piring dan mengamuk dengan alasan yang kurang jelas. Pada tanggal 29 desember 1995-2 januari 1996 (39 tahun), dan 15 Januari 1997-17 febuari 1997 (41 tahun) pasien juga sempat dirawat dengan alasan pasien marah-marah bila keinginannya tidak dipenuhi. Pasien juga merasa orang yang paling kaya di dunia. Pasien melarikan diri dari rumah sakit. Menurut keluarga, pasien kabur dengan menggunakan ojek dan langsung pulang ke rumah. Pasien menyangkal pernah kabur dari RSJ karena menurut pasien itu adalah tindakan kekanak-kanakan. Pada tahun 2000 (44 tahun) pasien dibawa dari rumah oleh petugas dengan alasan pasien tiba-tiba marah-marah, mengamuk, dan memecahkan piring tanpa alasan yang jelas. Menurut ibu pasien, pada saat itu pasien sedang duduk di meja makan sendirian dan tibatiba memecahkan piring yang ada di meja. Lalu dimarahi oleh ayah pasien dan dipukul yang mengakibatkan pasien makin mengamuk. Pasien diperbolehkan pulang setelah dirawat selama sembilan hari. Pada tanggal 12 oktober 2001-13 Juni 2002 (45 tahun) pasien dijemput oleh petugas di rumah karena marah-marah, perilaku kasar dan sering mengancam orang lain. Keluarga tidak pasien tidak ingat

mengapa pasien melakukan hal tersebut. Pasien diperbolehkan pulang atas izin dokter.

2. Gangguan Medik Pasien mengalami 2 kali kecelakaan mobil saat pasien duduk di kelas II SMA. Kepala pasien tidak terbentur. Saat itu kesadaran pasien baik. Pasien tidak dirawat, hanya dijahit lengan kirinya. Pada kedua kecelakaan itu pasien dalam keadaan mabuk. Setelah itu pasien belum pernah mengalami sakit yang serius yang menyebabkan ia harus dirawat. 3. Penggunaan Zat Psikoaktif Sejak SMP kelas III pasien mulai merokok. Saat SMA kelas II pernah minum bir. Pasien mengaku memakai ganja selama 1 tahun tidak sampai kecanduan. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Ibu pasien menyangkal hal tersebut. D. Riwayat Kehidupan Pribadi 1.Riwayat Prenatal Selama kehamilan tidak ada kelainan. Pasien lahir spontan, cukup bulan, berat badan lahir cukup, ditolong dokter, tidak ada trauma lahir dan tidak ada cacat bawaan. Pasien adalah anak yang diinginkan. 2.Masa Kanak Awal (0-3 tahun) Pasien tergolong anak yang sehat dengan proses tumbuh kembang dan tingkah laku normal dengan anak seusianya. Tidak pernah kejang atau trauma. 3.Masa Kanak Pertengahan (3-11 tahun) Masa ini dilalui dengan baik, tumbuh kembang baik dan normal seperti anak seusianya. Pasien senang bergaul dengan teman sebayanya. Pasien pernah menjadi juara di kelasnya.

4. Masa Kanak Akhir (Pubertas Remaja) a.Hubungan Sosial Pasien suka bergaul dan mempunyai banyak teman di lingkungan sekolah, rumah dan pekerjaan baik. b.Riwayat Pendidikan SDN Pejompongan, Jakarta Pusat. Pasien pernah mendapatkan juara. Tamat setelah enam tahun. Pasien lalu melanjutkan sekolah di SMPN 40. Menurut ibu pasien, pasien sering tidur di kelas. Lalu saat SMP kelas II, keluarga pasien pindah ke Palembang sehingga pasien meneruskan sekolah SMP disana. Lulus dalam tiga tahun. Pasien lalu melanjutkan ke SMA di Palembang. Pasien pindah lagi ke Jakarta saat duduk di kelas II SMA. Pasien pindah ke SMA 11 Bulungan. Pasien disana hanya dua minggu karena ada peraturan tidak boleh gondrong. Pasien lalu pindah ke SMA 1 Budi Utomo dan SMA Fransiskus karena pasien tidak naik kelas. Akhirnya Pasien menyelesaikan SMA di PSKD. Menurut pasien ia tidak lulus karena tidak pernah belajar. Ibu pasien mengatakan kalau pasien sering tidur di dalam kelas. Pasien lalu melanjutkan ke Universitas Pajajaran Fakultas Ekonomi namun berhenti pada tingkat II karena pasien harus menikahi pacarnya yang hamil. Setelah itu pasien sempat kuliah di Universitas Jayabaya Ilmu Ekonomi namun belum sampai selesai semester pertama, pasien keluar karena malas. c.Riwayat Psikoseksual menurut pasien, dia disunat saat SMP kelas I dan dikonfirmasi dengan ibu pasien, ia disunat saat usia 13 tahun. Mulai berpacaran

dengan Nn. L pada usia 19 tahun dan akhirnya menikah pada usia 22 tahun.

d.Latar belakang agama Pasien beragama Islam namun tidak taat beribadah. 5.Masa Dewasa a.Riwayat Pekerjaan Saat usia 23 tahun pasien pernah bekerja di Pan Brother Textile Atas rekomendasi pamannya yang bekerja di perusahaan tersebut. Pasien lalu berhenti setelah 1 tahun karena menurutnya ilmu yang diambilnya dari sana sudah cukup untuk memulai perusahaannya sendiri. Setelah dikonfirmasi ibu pasien, pasien tidak lama bekerja disana karena malas-malasan. Setelah itu pasien tidak pernah bekerja lagi. Pasien mengaku sebelum bekerja di Pan Brother Textile, pasien pernah bekerja di perusahaan EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) milik ayah pasien sebagai makelar. Ibu pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah bekerja disana b.Aktivitas sosial Pasien memiliki banyak teman di sekolah dan lingkungan rumahnya. Hubungan pasien dengan keluarganya baik. Pasien mulai tidak bergaul sejak adik pasien meninggal dan saat pasien mulai sakit. c.Riwayat Pernikahan Pasien berpacaran satu kali dengan Nn. L lalu langsung menikah karena Nn. L hamil. Pasien menikah usia 22 tahun. Pasien berhenti dari Universitas Pajajaran dan memutuskan untuk bekerja. Tapi pekerjaan pasien hanya betahan sebentar, tidak sampai 1 tahun

karena pasien malas. Setelah itu pasien tidak pernah bekerja lagi. Pasien memiliki anak pada pertama pada tahun 1979 ( 23 tahun) dan anak kedua tahun 1984 (28 tahun). Pasien bercerai dengan istri pasien tahun 1987 (31 tahun) karena menurut ibu pasien, istri pasien tidak tahan melihat pasien yang menganggur dan hanya melamun di rumah. Tidak lama kemudian istri pasien menikah lagi dan memiliki satu orang anak. E.Riwayat Keluarga Pasien adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kakak pasien meninggal ketika berumur 3 bulan karena sakit pernapasan. Adik pasien yang termuda Tn. R meninggal usia 16 tahun karena penyakit hati yang dideritanya. Ayah pasien adalah pegawai di kantor bea cukai dan ibu pasien saat muda membuka usaha jahit dan sekolah menjahit. Keadaan ekonomi keluarga pasien baik. Adik pasien, Ny. R adalah seorang arsitek. Hubungan kedua orang tua pasien cukup baik, meskipun menurut ibu pasien banyak wanita yang menyukai suaminya. Menurut pasien , ayah pasien pernah menikahi wanita lain dan memiliki anak. Hal ini disangkal oleh ibu pasien. Ayah pasien meninggal pada akhir tahun 2006. Kedua orang tua tidak membedakan kasih sayang antara anak-anaknya. Hubugan pasien dengan kedua orang tuanya baik. Pohon Keluarga

Keterangan : Pria Wanita

Meninggal Karena Sakit Penderita Cerai

F.Riwayat Sosial Ekonomi Sekarang Sebelum sakit pasien tinggal dengan kedua orang tuanya bersama anakanaknya. Kehidupan pasien saat ini ditanggung oleh ibu pasien. Biaya perawatan ditanggung oleh jaringan pengaman sosial (JPS) sejak ayah pasien meninggal. G.Persepsi Pasien Terhadap Diri dan Kehidupannya Pasien tidak menyadari bahwa dirinya menderita sakit jiwa III. STATUS MENTAL A.Deskripsi Umum 1. Penampilan Pasien seorang laki-laki, 52 tahun, penampilan fisik sesuai dengan usianya, rambut pendek hitam beruban, tinggi sedang, kulit kuning langsat, berperawakan kurus, berpakaian cukup rapi, kebersihan diri cukup. Pasien berkacamata memakai kaos lengan pendek berwarna kuning dan celana panjang warna biru tua. Memakai alas kaki. Ekspresi muka tampak kaku. Kontak mata saat wawancara cukup.

Sikap terhadap pemeriksa juga kooperatif, tenang dan lancar saat menjawab pertanyaan. 2.Kesadaran Kesadaran neurologis : compos mentis Kesadaran psikologis Kesadaran sosial : tampak terganggu : tampak terganggu

3.Perilaku dan aktivitas motorik Sebelum wawancara Selama wawancara Sesudah wawancara 4.Pembicaraan Pasien dengan aktif menceritakan dan menjawab seluruh pertanyaan dengan spontan dan lancar 5. Sikap terhadap pemeriksa : kooperatif B.Alam Perasaan 1.Afek 2.Ekspresi afektif Stabilitas Pengendalian Keserasian Echt/unecht Dalam/dangkal Empati Skala diferensiasi C. Fungsi Intelektual 1.Taraf pendidikan : Fakultas Ekonomi tingkat II : stabil : cukup : tidak serasi : echt : dangkal : tidak dapat diraba-rasakan : menyempit : tumpul : pasien sedang tidur-tiduran di kamar bangsal perkutut. : pasien duduk tenang, kontak mata baik menjawab semua pertanyaan dengan lancar. : pasien kembali ke kamarnya

10

Taraf pengetahuan Taraf kecerdasan 2.Daya konsentrasi

: Sesuai dengan pendidikannya : Cukup : Baik : : Baik Baik

3.Daya ingat jangka panjang Daya ingat jangka pendek Daya ingat sesaat 4.Daya orientasi waktu Daya orientasi tempat Daya orientasi personal 5.Pikiran abstrak 6.Kemampuan menolong diri D.Gangguan Persepsi 1.Halusinasi 2.Ilusi 3.Depersonalisasi 4.Derealisasi E.Proses Pikir 1.Arus pikir Produktivitas Kontinuitas pikiran Hendaya berbahasa 2.Isi pikir Preokupasi Waham F.Pengendalian Impuls G. Daya Nilai 1.Daya nilai sosial 2.Uji daya nilai 3.Daya nilai realita

: Baik : Baik : Baik : Cukup : Cukup : Cukup

: : :

Tidak ada : Tidak ada Tidak ada Tidak ada

: Banyak : Kontinu : Tidak ada

: Ada : Kebesaran : Baik

: Baik : Baik : Terganggu

11

H. Tilikan I I. Taraf dapat dipercaya

: Derajat I : Dapat dipercaya

IV.

STATUS FISIK A. Status Internus Keadaan Umum Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu Pernafasan Kepala Mata : baik : compos mentis : 120/80 mmHg : 98 x/menit : afebris : 20 x/menit : Normocephali : Konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikterik, refleks cahaya langsung dan tidak langsung positif Leher THT Toraks Abdomen Ekstremitas : : : : : KGB tidak teraba membesar, trakea lurus di tengah, tiroid tidak teraba membesar dalam batas normal dalam batas normal dalam batas normal Hangat Tanda vital

B.Status Neurologis Tanda rangsang meningeal : tidak ada Reflek fisiologis : normal

12

Reflek patologis

: tidak ada

V. IKTHISAR PENEMUAN BERMAKNA Pasien seorang laki-laki berusia 52 tahun, pernah menikah, pendidikan fakultas ekonomi tingkat II, penampilan fisik sesuai dengan usia, berbadan kurus, rambut hitam beruban pendek, kulit kuning langsat, berkacamata, memakai alas kaki, berakaian cukup rapi, kebersihan diri cukup. Saat wawancara pasien memakai kaos kuning dan celana panjang warna biru tua, dan menggunakan alas kaki. Ekspresi yang cukup disertai kontak mata saat wawancara dengan pemeriksa. Sikap terhadap pemeriksa juga kooperatif. Pasien dijemput oleh petugas RSJH pada tanggal 29 September 2007 karena pasien suka marah-marah kalau keinginannya tidak dituruti. Menurut ibu pasien, pasien terus mendesaknya untuk mengambil uang 20 juta dari Bank Lippo milik pasien untuk dipergunakan untuk membeli baju safari yang lama kelamaan menganggu kenyamanan dalam rumah dan menyusahkan ibu pasien. Menurut pasien, pertama kali pasien di bawa ke RSJSH karena ayah pasien melarang pasien menikah dengan temannya yang beragama kristen. Selanjutnya pasien di bawa ke RSJSH karena ibu pasien memiliki banyak uang. Pasien mengatakan bahwa ia adalah orang terkaya di dunia. Pasien mengaku bahwa ia pemilik 10 bank dengan penghasilan pertahun 5 miliyar rupiah, 3 buah universitas swasta dan puluhan hotel yang tersebar di seluruh Indonesia. kekayaan ini bermulai dari hasil ekspor beras dimana pasien mendapat modal ketika ia meminjam uang sebanyak 10 juta US dollar dari Bank Chase-Manhattan melalui Helen, Susan, Meina dan Meiker yang menurut pasien adalah direktur dari PT. Bhineka Tunggal Ika. Dengan jaminan ayah pasien Bpk.R seorang Pimpinan Organisasi Sarjana seluruh Departemen dan Korps. Pegawai RI juga memiliki tanah kosong di sumatera, kalimantan dan gunung kidul yang rencananya akan dibuat pengairan sawah. Saat ini pasien mengaku sedang membangun 100 rumah di daerah Cakung Cilincing yang akan diberikan kepada anaknya. Hal ini disangkal oleh ibu pasien. Pasien juga mengaku telah menikahi Ibu Megawati Sukarnoputri sebagai istri kedua pada awal tahun ini. 13

Pasien tahu bahwa saat ini ia sedang berada di RSJSH, namun pasien tidak merasa sakit. Pasien mengatakan meskipun ia tidak sakit, namun obat yang diberikan psikiater membuat ia merasa lebih tenang. Pada malam hari pasien sering tidak dapat tidur. Pasien tidak pernah mendengar suara-suara yang hanya dapat didengarnya sendiri. Pasien juga tidak pernah melihat sesuatu dimana orang lain tidak bisa melihatnya.

Pada pemeriksaan fisik ditemukan : - Kesadaran neurologis - Kesadaran psikologis - Kesadaran sosial - Afek - Ekspresi Afektif : compos mentis : terganggu : terganggu kooperatif : tumpul : stabil, pengendalian baik, tidak serasi, echt, empati tidak dapat dirabarasakan, skala diferensiasi menyempit. - Gangguan Perseptif - Isi pikir - Tilikan - Taraf dapat dipercaya : tidak ada : Preokupasi pada waham kebesaran : derajat I : dapat dipercaya

- Sikap terhadap pemeriksa :

VI.FORMULASI DIAGNOSTIK Aksis I : Berdasarkan ikhtisar penemuan bermakna, maka kasus ini dapat digolongkan ke dalam : 1. Gangguan psikotik, karena adanya hendaya berat dalam menilai realita, dibuktikan dengan adanya : - Waham - Perilaku terdisorganisasi : kebesaran : membenturkan kepala ke tembok, marah marah,mengamuk & melempar barang barang (riwayat) 2. Psikosis fungsional karena :

14

- Tidak ada penurunan kesadaran neurologis - Tidak ada faktor organik spesifik yang dinilai memiliki hubungan etiologi terhadap gangguan tersebut. Berdasarkan DSM IV kasus ini dapat digolongkan ke dalam : 1. Skizofrenia, karena : a. Terdapat gejala karakteristik yang bermakna 2 atau lebih selama 1 bulan, berupa : Waham (kebesaran)

-Perilaku terdisorganisasi (mengamuk, melempar barang-barang, membenturkan kepala ke tembok) -Gejala negative (avolition, anhedonia, afek tumpul) b. Terdapat disfungsi sosial dan pekerjaan : Pasien bekerja satu kali dan berhenti dan sulit bersosialisasi dengan orang lain. c. d. e. Penyakit sudah berlangsung lebih dari 6 bulan Tidak termasuk gangguan skizoafektif dan gangguan mood Tidak termasuk gangguan akibat penyalahgunaan zat dan akibat suatu kondisi medis umum f. 2. Tidak terdapat adanya gangguan perkembangan pervasive

Termasuk Skizofrenia tipe paranoid karena : a. Preokupasi dengan salah satu atau lebih waham atau halusinasi dengar yang menonjol, dalam hal ini waham kebesaran. b. Tidak ada dari berikut ini yang menonjol : bicara terdisorganisasi, perilaku terdisorganisasi atau katatonik atau afek yang datar atau yang sesuai. Aksis II : Gangguan Kepribadian dan Retardasi Mental Tidak terdapat gangguan kepribadian dan retardasi mental Aksis III : Kondisi Medis Umum 15

Tidak terdapat gamgguan pada kondisi medis umum Aksis IV : malas bekerja. Aksis V : Penilaian Fungsi Secara Global Global sedang VII.EVALUASI MULTIAKSIAL Aksis I Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : Skizofrenia tipe Paranoid : Tidak ada diagnosis : Tidak ada diagnosis : Terdapat hendaya dalam fungsi sosial dan pekerjaan : Global assesment of functioning (GAF) Scale 51-60. VIII.DAFTAR PROBLEM A.Organobiologik B.Psikologik C.Sosiobudaya IX.PROGNOSIS Dubia ad bonam Faktor yang mempengaruhi : A. Faktor yang memperingan : - Onset pada usia dewasa (27 tahun) - Adanya dukungan keluarga - Terdapat faktor pencetus - Pernah bekerja - Riwayat social pra morbid baik : : : Tidak ada diagnosis Waham kebesaran Hendaya dalam fungsi sosial dan pekerjaan Assesment of Functioning Problem Psikososial dan Lingkungan Pasien sulit bersosialisasi dan tidak memiliki teman. Pasien

(GAF) scale 51-60 gejala sedang (moderate), disabilitas

16

B. Faktor yang memperberat : - Onset perlahan-lahan - Bercerai - Riwayat pengobatan tidak teratur - Terdapat banyak kekambuhan X.PENATALAKSANAAN 1. Psikofarmaka - Haloperidol - Trihexyphenidyl - Chlorpromazine 3 x 5 mg 3 x 2 mg 1 x 100 mg

2. Psikoterapi - Psikoterapi suportif dengan dukungan keluarga - Memotivasi pasien utnuk meinum obat secara teratur dan memberikan dukungan kepada pasien bahwa ia dapat kembali seperti sebelum sakit. - Memotivasi keluarga untuk dapat berperan dalam pengawasan pasien - Menberikan pengertian bahwa dukungan keluarga terhadap pasien akan membantu kesembuhan pasien 3. Sosioterapi : - Melibatkan pasien dalam kegiatan di RSJSH seperti kegiatan terapi kelompok - Memberikan pengertian kepada keluarga pasien agar dapat memahami keadaan pasien sekarang ini dengan memberi dukungan - Memberikan aktifitas sesuai dengan kemampuan pasien di RSJSH - Memotivasi pasien agar rajin beribadah.

17

CUPLIKAN WAWANCARA D : Dokter Muda Rika P D P D P D P D P D : Tn. RU

: Selamat siang Pak R, kenalkan saya dokter muda Rika, boleh ngobrolngobrol sebentar? : Boleh, dok. : Pak R tahu sekarang ada dimana? : Di rumah sakit. Rumah Sakit Jiwa. : Yang membawa pak R kesini siapa? : Ibu saya : Alasannya dibawa ke sini ? : Karena ibu saya banyak uang, kalau dulu ayah saya yang bawa karena saya tidak boleh menikah dengan teman saya yang beragama kristen. : Sebelum dibawa kesini, pak R kerja apa ?

18

: Saya kan, orang terkaya di dunia. Saya pemilik 10 bank, 3 universitas dan puluhan hotel di Indonesia. Saat ini semua perusahaan saya dipegang anak perempuan saya, F. Jadi saya tinggal menerima laporan dari dia saja.

D P D P

: Selama bp.R disini, bapak pernah merasa takut ga perusahan bapak bangkrut atau ada yang mengkorupsikan uang bapak? : Ngga mungkin dok, orang direkturnya F anak saya. Dokter nanti telfon F, bilang saya kasih dokter masing-masing 10 juta yaa, jangan lupa dok. : Iya pa, makasih. : Sekarang saya lagi membangun 100 rumah di cakung cilincing untuk anak saya dan istrinya dok, karena belum jadi isti anak saya tinggal di hotel milik saya dok.

D : Bapak sudah menikah? P : Sudah, dok. Istri saya yang pertama bernama L dan istri kedua saya Megawati Sukarnoputri. D : Bapak tersinggung ngga kalo ada yang ngga percaya bapak orang terkaya? P : Ngga peduli dok orang mau bilang apa, yang penting semua bukti-bukti ada di F. Tinggal telfon saja. Saya juga punya tanah kosong di sumatera, kalimantan dan gunung kidul. D P D P D P D P : Rencana bapak apa dengan tanah kosong itu? : Masih lama dok, kalau F pensiun mau saya suruh Buat pengairan sawah : Kalau lagi sendiri, pak R pernah dengar suara-suara atau lihat yang orang lain ga lihat? : Ngga pernah, ngga mungkin kita bisa dengar atau lihat kalau lagi sendiri : Pak R kalau diperbolehkan pulang, bapak mau ngapain? : Mengontrol perusahaan-perusahaan saya lewat telfon. : Ok deh, Nanti ngobrolnya dilanjutkan lagi ya pak.... : Iya, dok...

19

TULISAN TANGAN PASIEN


LIPPO BNI 1946 BCA BRI NIAGA BUKOPIN BTN EKSEKUTIF MANDIRI BANK BUANA INDONESIA UNIVERSITAS JAYABAYA UNIVERSITAS TARUMANEGARA UNIVERSITAS TRISAKTI HOTEL BOROBUDUR HOTEL ARYADUTA HOTEL MENTENG

20

HOTEL MARGOPOLO HOTEL INDONESIA HOTEL SARI PASIFIC HOTEL SAHID JAYA HOTEL HILTON HOTEL KARTIKA CANDRA HOTEL SHANGRILA HOTEL IBIS HOTEL MANDARIN GAJAMADA PLAZA HAYAM WURUK PLAZA GEDUNG PERTOKOAN METRO TOSERBA SARINAH RATU PLAZA BLOK M PLAZA MATAHARI DEPT STORE HERO TOKO SWALAYAN PABRIK ASSEMBLING MERCEDEZ MITSUBISHI TOYOTA 19 PERUSAHAAN PENYALUR MOBIL

21