Anda di halaman 1dari 2

OSTEOMYELITIS

- Definisi :
Proses inflamasi yang akut/ kronis dari tulang dan strukturnya yang disertai secara sekunder oleh infeksi organisme pyogenik - Patofisiologi : Infeksi yg berkaitan dgn osteomyelitis bisa lokal/ menyebar menembus periosteum, kortex, sumsum tulang di jaringan cancellous. Bakteri patogen bervariasi berdasarkan umur penderita & mekanisme infeksi Osteomyelitis Akuta : - Osteomyelitis akut dibagi dalam 2 kategori : Hematogen osteomyelitis (umumnya anak2, jika postf pd dws berarti ada imunocompromised/ DM) Direct trauma atau contagious inoculation osteomyelitis (tu ok trauma/ bedah) - Causa : 1. Stapylococ. aureus (gr +) 2. Streptoc. pyogenes (gr +) 3. S. pneumonia (gr +) 4. Hemophilus influenza (gr -) 5. E. colli (gr -) 6. Pseudomonas aeroginosa (gr -) 7. Proteus mirabilis (gr -) 8. Salmonella - Lokasi : Metafisis (pd anak) Epifisis (bayi, ok msh ada hub vaskuler antara metafisis & epifisis) - Proses patologis : 1. Inflamasi Congesti eksudasi infiltrat PMN menekan intraosseus obstruksi vaskuler nyeri 2. Supurasi (hr 2- 3) Terbentuk PUS ditulang masuk kanal Volksman subperiosteum abses menyebar ke corpus tulang & persendian (pd dewasa menyebar lewat intramedulla ke vertebrata yg berdekatan) 3. Nekrosis Terjadi ok suplai darah menurun, toksin bakteri, enzim lekosit Manifestasi : Avaskuler nekrosis epifisis gangguan pertumbuhan tak dpt dikoreksi Sequestra (kumpulan sel2 mati) 4. Pembentukan tulang baru (akhir minggu ke-2) Asal dr bwh periosteum yang rusak Membentuk Involukrom Ada perforasi di involukrom untuk keluarlah pus melalui Cloacae dari sinus ke kulit = osteomyelitis kronis 5. Resolusi Sclerosis Penebalan tulang (+ jika tekanan intraosseus diturunkan sehingga proses 1 4 : berhenti) - Mortality : angkanya rendah, jika tidak disertai sepsis/ underlying disease - Sex : laki : wanita = 2 : 1 - Klinis : 1. Nyeri hebat 2. Malaise 3. Demam 4. Tidak mau menggerakkan anggota badan yg terkena Cari gambaran infeksi : tumor, kalor, dolor, rubor, functiolaesa, pembesaran LNN tanyakan Antibiotika yg telah dipakai

- Lab : Sel darah putih meningkat tetapi sering normal Shift to the left umumnya dgn peningkatan PMN C- reactive protein meningkat & tidak spesifik Sedimentasi eritrosit meningkat & tidak spesifik - Gambaran radiologik : Tak khas, jika minggu ke-2 : new bone formation Oedema jar lunak diatasnya 3 5 hari setelah terinfeksi Paling peka menggunakan MRI & CT- Scan - Diagnosa membutuhkan 2 dari 4 kriteria berikut : 1. Ada material purulent pd aspirasi tulang yg terinfeksi 2. Hasil yg (+) dari kultur darah/ jaringan tulang 3. Penemuan ciri- ciri klasik di lokasi infeksi dari tulang yaitu : melunak disertai edema/ erytema pd jar lunak diatasnya 4. Gambaran radiology yang (+) - Differensial Diagnosa : 1. Selulitis 2. Acuta Suppurative Arthritis 3. Acuta Rheumatism -Terapi : 1. MRS (tirah baring& hidrasi) 2. Splint Untuk mencegah kontraktur Pasang skin traksi 3. Antibiotika intravenous Anak besar & dewasa : Flucloxa + As fusidat iv 3-4 hr, oral 3 6 mgg Anak < 4 thn : Cefuroxime or Amox + as Clavulanat 4. Drain (Opened, general anestesi) Jika ada gejala pus yg dalam : Swelling, edema, fluktuasi, pyrexia, toxemia,nyeri, yg tak bagus dgn AB 3 hr - Setelah tanda infeksi menurun : mulai rehab jalan dgn krek, full weightbearing setelah : 3 4 mgg. - Komplikasi : 1. Infeksi menyebar 2. Arthritis supuratif 3. Bone growth (arrested) 4. Osteomyelitis kronis Post Traumatic Osteomyelitis : - RPD : Open Fraktur - Causa : 1. Stapyloc.aureus 3. Proteus 2. E. colli 4. Pseudomonas - Gejala : Demam, nyeri, bengkak, inflamasi luka Discharge seropurulent - Lab ~ ost akuta - Prevensi : Profilaksis AB sebelum debridement AB: Flucloxa + B- penisilin 4 dd 1 4 hr Jika jelas kontaminasi + metronidazol (aerob&anaerob) 5 hr Rawat luka terbuka Terapi sebagai Ost. Kronis jika gagal Osteomyelitis Kronis - RPD : Osteomyelitis akut Open fraktur Operasi tulang - Causa : ~ - Patologis : Sequester Involukrum - Gejala : 1. Demam,nyeri, dan ~ 2. Discharge

20

3. Jaringan menebal - Terapi : 1. AB : As fusidat/ Clindamycin/ Cephalosporin 2. Local : pasta colostomy untuk stop ekskoriasi 3. Incisi abses 4. Operasi *Eksisi sequester *Eksisi soft tissue yg terinfeksi

tamat

21