Anda di halaman 1dari 2

Ada sajak cinta yang ditulis setiap hari. Sajak yang terbuat dari pupukan cinta yang lama.

Inilah sajakku, sajak cintaku untukmu. Aku mencintaimu melalui indra pendengarku, ketika kumandang azan pertama kali ku dengar lewat suaramu. Tepat ditelingaku. Aku mencintaimu melalui indra perabaku, lewat sentuhan tangan mu untuk menggendongku. Tepat ditanganku. Aku mencintaimu melalui indra penglihatanku, walau aku tahu mataku belum terlalu berfungsi saat itu. Aku

mencintaimu melalui indra penciumanku, aahh sepertinya terlalu berlebihan kalau kutuliskan kalau aku mampu mengenalimu khas aromamu saat itu bukan?. Waktu berlalu, ada masanya terasa lambat dan bahkan tanpa disadari begitu cepat. Aku harus belajar mandiri berpisah denganmu. Masa-masa itu membuat waktu terasa begitu lamaaaa. Bahkan cintaku terus bertambah seiring pelajaranku mendekati Tuhan. Aku tidak akan berhasil tanpa ridho dan cinta darimu, begitu kata Tuhanku. Aku mencintaimu karna Allah. Waktu terus berlalu, ada masanya terlalu lambat dan bahkan tanpa disadari terlalu cepat. Boleh dibilang puluhan tahun aku terus belajar mencintaimu. Kurva cintaku menunjukkan garis puncaknya. Menanjak dan semakin besar. Begitu banyak mimpi-mimpi yang kutulis untukmu. Banyak janji janji yang kulakukan dengan Tuhan dan diriku sendiri yang akan kuraih untukmu. Banyak sekali sajak-sajak cinta yang kubuat untukmu dalam catatancatatanku, termasuk catatan kuliahku (hehe). Wah sepertinya rasa cintaku padamu semakin besar setiap harinya. Sebesar keinginanku untuk mewujudkan satu persatu mimpiku, mimpi kita. Membuatmu bangga padaku. Bukankah rasanya menyenangkan membuat bangga orang yang kita cintai. Hahaha sepertinya aku terlalu berlebihan dengan rasa cintaku ini. Bahkan membuatku berani mengumbar rasa cintaku padamu. Aih biar sajalah, biar sajalah terlalu berlebihan, biar sajalah terlalu norak atau biar sajalah kalau ada yang menilai terlalu dan terlalu(). Toh aku menulis perasaanku sendiri, kalau orang lain boleh menulis cinta mereka pada orang yang tidak jelas, lantas kenapa aku tidak boleh (?). Ini baru sajak pertamaku, akan ada banyak sajak lanjutannya