Anda di halaman 1dari 6

3.

Perencanaan
No. DX Tujuan Intervensi Rasional

1.

Tupan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama satu minggu, jalan napas bersih Tupen : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama tiga hari, sumbatan jalan napas berangsurangsur berkurang dengan criteria : Bunyi napas bersih Tidak sesak Tidak sianosis Frekuensi napas normal

1. Observasi frekwensi atau kedalaman 1. Perubahan pernapasan.Auskultasi bunyi napas. Selidiki kegelisahan, dispnea, dan sianosis. 2. Tinggikan kepala 30 - 45 derajat.. 2. Memudahkan

pada

pernapasan,

adanya

ronki,mengi,diduga adanya retensi secret.

drainase pengumpulan

sekret, sekret

kerja oral

pernapasan dan ekspansi paru.. 3. Beritahu pasien untuk menelan bila 3. Mencegah pasien mampu napas dalam. 5. Kolaborasi humidifikasi dalam tambahan, menurunkan resiko aspirasi. napas dan membantu mencegah komplikasi pernapasan. pemberian 5. Fisiologi normal ( hidung) berarti menyaring contoh atau melembabkan udara yang lewat. Tambahan kelembaban menurunkan

4. Ajarkan teknik batuk efektif dan 4. memobilisasi sekret untuk membersihkan jalan

tekanan udara atau oksigen dan peningkatan masukan cairan.

mengerasnya mukosa dan memudahkan batuk

Tupan :

1. Pantau masukan makanan tiap hari

1. Dapat membantu untuk menentukan intervensi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama satu minggu, nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh teratasi Tupen : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama tiga hari, sedikit demi sedikit berat badan klien meningkat, dengan kriteria : - Peningkatan berat badan - Nafsu makan normal - Pola makan teratur - Porsi makan dihabiskan Tupan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 minggu nyeri hilang. Tupen : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 hari, nyeri berangsur-angsur berkurang dengan criteria : - Klien dapat mengerti tentang penyakit yang dideritanya. - Wajah klien tampak tenang - Klien tidak gelisah Tupan :

selanjutnya. 2. Berikan makanan dalam porsi sedikit 2. Memenuhi kebutuhan nutrisi klien tapi sering. 3. Berikan perawatan mulut sebelum 3. Dapat meningkatkan nafsu makan makan 4. Sajikan makanan dalam bentuk yang 4. Makanan yang disajikan dalam bentuk yang menarik menarik dapat menggugah selera makan 5. Kolaborasi dengan ahli gizi dalam 5. Berguna dalam membuat program diet untuk menentukan diet yang tepat buat klien memenuhi kebutuhan nutrisi klien

1. Observasi keadaan, intensitas nyeri 1. Dapat membantu dalam menentukan intervensi dan tanda-tanda vital selanjutnya 2. Ajarkan Klien untuk mengalihkan 2. Metode pengalihan suasana dengan melakukan suasana dengan melakukan metode relaksasi bisa mengurangi nyeri yang diderita relaksasi saat nyeri yang teramat klien. sangat muncul, relaksasi yang seperti menarik nafas panjang. 3. Kolaborasi dengan dokter dalam 3. Analgesik merupakan pereda nyeri yang pemberian analgesic efektif pada pasien untuk mengurangi sensasi nyeri dari dala

1. Observasi tingkat kecemasan klien

1. Dapat membantu dalam menentukan intervensi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama dua hari, status kesehatan klien meningkat Tupen : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama satu hari, ansietas berangsur-angsur berkurang dengan criteria : Klien dapat mengerti tentang penyakit yang dideritanya. Wajah klien tampak tenang Klien tidak gelisah di katakan klien tentang penyakit dan tindakanya. klien

selanjutnya 2. Dengarkan dengan cermat apa yang 2. Mendengar koreksi memungkinkan deteksi dan dan mengenai kesalahpahaman klien

kesalahan informasi. pengetahuan tentang penyakit yang dideritanya

3. Berikan penyuluhan tentang penyakit 3. Menambah

4. Implementasi dan Evaluasi

No.
1

Hari/ Tgl
2

No. Dx
3

Jam
4

Implementasi
5

Paraf
6

Hari/ Tgl
7

Evaluasi
8

1. Mengobservasi frekwensi atau kedalaman pernapasan. Auskultasi bunyi napas. Selidiki kegelisahan, dispnea, dan sianosis. Hasil : Tidak ada sianosis, frekuensi pernapasan 28x/ menit 2. Meninggikan kepala 30-45 derajat. 3. Memberitahu pasien untuk menelan bila pasien mampu Hasil : Klien mengerti 4. Mengajarkan teknik batuk efektif dan napas dalam. Hasil : Klien mengerti dan mampu mempraktekan 5. Berkolaborasi dalam pemberian humidifikasi tambahan, contoh tekanan udara atau oksigen dan peningkatan masukan cairan..

S: Klien batuk. O: Pernapasan 28x/menit Masih terdapat sekret di mengatakan masih

saluran napas Masih terdengar bunyi napas tambahan A: P: Lanjutkan semua intervensi Masalah belum teratasi

1. Memantau masukan makanan tiap hari Hasil : asupan makanan sedikit 2. Memberikan makanan dalam porsi sedikit tapi sering. Hasil : Klien mau makan sedikit demi sedikit 3. Memberikan perawatan mulut sebelum makan 4. Menyajikan makanan dalam bentuk yang menarik 5. Berkolaborasi dengan ahli gizi dalam menentukan diet yang tepat buat klien

S: O: A: P: Masalah belum teratasi Frekuensi makan meningkat Klien mau makan sedikit demi sedikit Klien mengatakan masih tidak enak makan

1. Mengobservasi keadaan, intensitas nyeri dan tandatanda vital Hasil : skala nyeri 4 (0-5) 2. Mengajarkan Klien untuk mengalihkan suasana dengan melakukan metode relaksasi saat nyeri yang teramat sangat muncul, relaksasi yang seperti menarik nafas panjang. Hasil : Klien mengerti 3. Berkolaborasi dengan dokter dalam pemberian analgesic Hasil : codein, ASA, dan Darvon 1. Mengobservasi tingkat kecemasan klien

- Lanjutkan intervensi S: - Klien mengatakan sudah mengerti tentang penyakit yang dideritanya O: - Tidak gelisah - Ekspresi wajah tenang A: - Masalah teratasi P: - Hentikan intervensi S:

Hasil : cemas sedang 2. Mendengarkan dengan cermat apa yang di katakan klien tentang penyakit dan tindakanya. 3. Memberikan penyuluhan tentang penyakit klien Hasil : klien mengerti

O: A: P: -

Klien

mengerti

dengan

keadaanya Klien masih takut dengan penyakitnya Masih tampak gelisah Ekspresi wajah tegang Masalah belum teratasi Lanjutkan intervensi