Anda di halaman 1dari 11

ASUHAN

KEPERAWATAN PADA Sdr. A DENGAN MASALAH UTAMA ISOLASI SOSIAL DI RUANG XII RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG A 1 ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; ; 2 PENGKAJIAN Identitas klien Inisial klien Umur Jenis kelamin Alamat Pendidikan Agama Suku Status perkawinan Tanggal masuk Tanggal pengkajian No. RM Penanggung jawab No yg Alamat` Alasan masuk Klien sering berdiam diri di kamar. Perawatan diri kurang, mandi harus disuruh. Klien sering melamun, hubungan dengan keluarga dan tetangga renggang. : Islam : Jawa : Belum menikah : 28 Agustus 2008 : 31 September 2008 jam 11.00 WIB : 063310 : Tn. S : Sdr. A : 20 tahun : Laki-laki : Bulungan RT 001 RW 05 Mlonggo, Jepara : SD

Hubungan dengan klien : Ayah klien

Faktor predisposisi Keluarga mengatakan kurang lebih satu bulan sebelum masuk RSJ, klien sering bicara sendiri, tertawa sendiri, makan inisiatif sendiri, tidak mau mandi dengan sabun, hubungan dengan keluarga dan tetangga renggang. Waktu luang untuk melamun dan menyendiri, dan sering tidur. Kurang lebih enam bulan yang lalu klien 1x masuk RSJ. Hasil pengobatannya, klien pulang dengan kondisi yang cukup baik akan tetapi tidak pernah kontrol dan tidak minum obat karena tidak mempunyai biaya. Klien mengatakan masih ingat dengan pengalaman yang lalu waktu masih sekolah, klien mempunyai banyak teman. Setelah lulus SD, dia melanjutkan sekolah di pesantren. Tetapi dia tidak sampai tamat SMP akibatnya klien merasa malu karena tidak tamat sekolah. Klien tidak meneruskan sekolah dikarenakan tidak ada biaya dari orang tuanya. Sebenarnya klien bercita-cita untuk menjadi orang yang sukses, seperti dokter dan polisi. Akan tetapi karena dia tidak tamat sekolah maka dia tidak dapat mencapai cita-citanya. Hal ini menjadi beban bagi pikirannya. Klien merasa dia menjadi beban bagi keluarganya. Klien mengatakan dia menyendiri dan selalu diam di kamar karena dia ingin menenangkan diri dari banyak pikiran tersebut. Keluarga mengatakan bahwa dulu riwayat kehidupan pribadi klien adalah orang yang ramah dan suka bergaul dengan orang lain. Dalam keluarga diketahui bahwa tidak ada yang menderita penyakit yang sama dengan klien. Masalah Keperawatan : Isolasi sosial

4 a

Pemeriksaan Fisik Tanda-tanda vital TD : 110/70 mmHg RR : 24 x/menit N : 84 x/menit b c Head to toe Psikososial a Genogram Keluhan fisik : tidak ada

Tn S 55 th (sehat) Sdr A 20 th

Ny R 50 th (sehat)

Keterangan : : perempuan : laki-laki : laki-laki dengan riwyat gangguan jiwa : laki-laki meninggal : perempuan meninggal : klien : tinggal serumah Dalam keluarga tidak ada yang menderita sakit seperti klien. Dalam keluarga klien jarang berkomunikasi dengan anggota keluarga yang lain karena merasa senang menyendiri. Pengambilan keputusan dalam keluarga diambil oleh orang tuanya (bapak). diasuh oleh orang tua sendiri. b 1 Konsep diri Gambaran diri : Klien menganggap tubuhnya biasa saja, tidak ada yang istimewa. Klien menerima tubuhnya apa adanya 2 Identitas diri : Klien sebagai anak kedua dari tiga bersaudara. Klien belum mempunyai pekerjaan, klien hanya lulusan SD dan pernah Dalam pola asuh klien

melanjutkan ke jenjang SMP di pesantren, tapi tidak sampai tamat SMP. 3 Peran diri : Klien sebagai anak laki-laki kedua dalam keluarga tersebut yang kakak tertuanya sudah menikah dan klien disekolahkan oleh orangtuanya. Akan tetapi dia merasa menjadi beban bagi keluarganya yang ekonominya tidak begitu baik, sedangkan dia belum bisa bekerja. Di rumah biasanya klien hanya tidur dan sholat. Klien tidak mau melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu atau mencuci piringnya sendiri. Klien hanya ingin tidur dan menyendiri di kamarnya. 4 Ideal diri :

Klien mempunyai cita-cita yang tinggi seperti menjadi dokter dan orang sukses. Klien juga ingin naik pesawat dan pergi ke India untuk mempelajari agama Hindu apabila dia sudah mempunyai uang 40 juta. 5 Harga diri : Klien merasa dirinya hanya menjadi beban bagi orang lain dan malu karena hanya lulusan SD dan ekonomi keluarganya yang kurang baik, sehingga dia memilih untuk sekolah di pesantren untuk lebih irit dan akhirnya tidak bisa mencapai cita-citanya. Masalah keperawatan : harga diri rendah. c Hubungan sosial Klien mengatakan dekat dengan orangtuanya dan sering berbincangbincang dengan mereka. Namun dia enggan untuk menceritakan setiap permasalahnnya kepada mereka. Klien lumayan aktif mengikuti acara yang diadakan di desanya. Akan tetapi klien lebih sering terlihat melamun, menyendiri dan sering tidur. Klien tampak mengamati sesuatu dan tegang. Saat di rumah sakit, klien juga mengatakan bahwa dia tidak kenal dengan teman-teman sekamarnya. Klien terlihat sering menyendiri jika ada kegiatan nonton TV ataupun santai di luar ruangan. Masalah keperawatan : isolasi sosial.

Spiritual Klien dan keluarganya beragama islam, klien jarang melakukan ibadah sholat.

6 a

Status mental Penampilan Klien berpakaian kotor, berkeringat banyak dan bau, gigi kotor dan mulut bau, mata banyak terdapat sekret, rambutnya kotor Masalah keperawatan : Defisit Perawatan diri b Pembicaraan Suara klien pelan, bicara klien lambat, klien apatis, tidak mampu memulai pembicaraan, lebih suka menggunakan bahasa isyarat daripada berbicara. Masalah keperawatan : Komunikasi, kerusakan c Aktivitas motorik Kontak mata hampir tidak ada, klien menundukkan wajah. Pandangan klien tajam dengan ekspresi muka tegang. Klien terlihat lesu, lemas tidak bertenaga, klien jika merasa gelisah atau sedang tidak nyaman biasa menunjukkan gerakan menurunkan bahu sebelah kanan saat berjalan dan pandangan kosong. d e f Alam perasaan Klien menampakkan ekspresi kekurangnyamanan. Klien tampak lesu. Afek Afek klien tumpul, hanya bereaksi bila ada stimulus yang kuat. Interaksi selama wawancara Klien kurang kooperatif. Respon klien saat diberikan pertanyaan tertutup tidak dijawab dengan sesuai dan klien melihat ke arah lain. Tidak ada kontak mata. Klien sangat jarang berkomunikasi, bicara hanya saat menjawab pertanyaan dari perawat dan jawabanpun seperlunya saja. Klien selalu mencoba memutuskan percakapan saat pertama kali percakapan, biasanya klien minta untuk tidur. Masalah keperawatan : isolasi sosial. g Persepsi

Keluarga mengatakan saat klien di rumah kira-kira sebulan sebelum masuk rumah sakit, klien sering tertawa sendiri dan bicara sendiri. Masalah keperawatan : resiko gangguan sensori-persepsi : halusinasi visual. h Proses pikir Saat berinteraksi dengan perawat pembicaraan realistis, jawaban yang diberikan relevan. i j Isi pikir Tidak ada waham, isi pikir klien tidak mengalami masalah. Tingkat kesadaran Tingkat kesadaran pasien baik, orientasi waktu, tempat dan orang cukup jelas. k Memori Memori jangka panjang dan pendek klien baik. Klien mengingat bahwa dulu dia masuk ke pesantren namun tidak sampai lulus karena tidak ada biaya. Klien pun masih ingat kalau dia sudah 4 hari di rawat di RSJ. Memori segera klien juga baik, klien masih mengingat nama perawat sesaat setelah berkenalan. l. Tingkat konsentrasi dan berhitung Tingkat berhitung klien baik. Klien bisa menghitung umurnya dan umur perawat berdasarkan tahun kelahiran.. m. Kemampuan menilai Klien dapat mengambil keputusan sederhana dengan bantuan, misalkan saat tidur dan disuruh makan, perawat mengajukan 2 pilihan yaitu tetap melanjutkan tidur atau makan bersama dengan teman-teman, klien pun memilih makan bersama dengan teman-teman. n Daya tilik diri Klien menyadari kalau dia membutuhkan perawatan di RSJ untuk dia bisa menenangkan dirinya dan bisa cepat pulang. 7 a KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG Makan

Klien makan 3 kali sehari dengan menu yang disediakan dari rumah sakit. Klien setiap kali makan selalu menghabiskan 1 porsi makanan dan tidak menyisakannya. b BAB / BAK Klien mampu melakukan buang air besar dan buang air kecil sendiri di dalam kamar mandi. Klien pun dapat membersihkan diri setelah buang air besar maupun kecil. c Mandi Klien biasanya dalam sehari mandi 2 kali pagi dan sore. Klien mandi sendiri tanpa bantuan orang lain. Klien mengatakan belum sikat gigi selama 2 hari dan belum mandi dari pagi.

Berpakaian Klien mampu mengenakan pakaian sendiri secara tepat dan sesuai dengan pasangannya. Setiap klien mandi di pagi dan sore hari klien mengganti bajunya.

Istirahat tidur Klien di rumah sakit tidur sekitar jam 21.00 sampai jam 5.30 dan saat siang klien tidur jam 10.00 sampai jam 11.30. Klien sering menyendiri di kamar dan merebahkan diri di tempat tidur meskipun tidak tidur. Masalah keperawatan : isolasi sosial.

Pengunaan obat Selama klien dirawat di rumah sakit, klien mendapat obat oral Clozaril sebagai antipsikomatik 2x25 mg, halopheridol 2x5 mg. Klien mampu minum obat tersebut secara mandiri dan klien dapat meminumnya tetap dalam bentuk tablet.

Pemeliharaan kesehatan Sebelum klien dirawat di rumah sakit, klien pernah dikucilkan oleh tetangga dan dibiarkan saja oleh keluarganya karena klien suka menyendiri.

Kegiatan di dalam rumah

Klien mengatakan setelah pulang dari rumah sakit, klien ingin rajin sholat. i 8 Kegiatan di luar rumah Klien mengatakan bahwa dia ingin berteman lagi dengan tetangganya.. MEKANISME KOPING Klien mengatakan bahwa setiap klien mempunyai masalah, klien lebih sering diam, menyendiri di kamar dan mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri. Masalah keperawatan : isolasi sosial. 9 MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN Menurut keluarga semenjak klien masuk rumah sakit jiwa, lingkungan tidak mau menerima klien dan hal ini membuat klien menjadi lebih menarik diri. 10 PENGETAHUAN Klien mengatakan belum mengetahui pentingnya berbicara dengan orang lain karena lebih tenang hidup sendiri. Masalah keperawatan : isolasi sosial. 11 a b ASPEK MEDIS Diagnosa medik : Skizofrenia Paranoid Terapi medik THP 2x2 mg : Clozaril 2x25 mg Halopheridol 2x5 mg

ANALISA DATA Data fokus S: ; Klien mengatakan belum mengetahui pentingnya berbicara dengan orang lain karena lebih tenang hidup sendiri ; Klien mengatakan bahwa setiap klien mempunyai masalah, klien lebih sering diam, menyendiri di kamar dan mencoba menyelesaikan masalahnya sendiri. ; Klien juga mengatakan bahwa dia tidak kenal dengan teman-teman sekamarnya O: ; Klien terlihat sering menyendiri jika ada kegiatan nonton TV ataupun santai di luar ruangan. ; Suara klien pelan, bicara klien lambat, klien apatis, tidak mampu memulai pembicaraan, lebih suka menggunakan Masalah Isolasi sosial

Tgl/jam 31-0809 11.00

bahasa isyarat daripada berbicara ; Klien sangat jarang berkomunikasi, bicara hanya saat menjawab pertanyaan dari perawat dan jawabanpun seperlunya saja. ; Afek tumpul ; Tatapan mata klien kosong. ; Tidak ada kontak mata ; Klien kurang kooperatif ; Klien mencoba memutus percakapan, biasanya klien minta untuk tidur. 31-0809 S: ; Keluarga mengatakan klien di rumah tidak mau mandi dengan sabun ; Klien mengatakan belum sikat gigi selama 2 hari dan belum mandi dari pagi O: ; Klien berpakaian kotor, berkeringat banyak dan bau ; Gigi klien kotor dan bau ; Rambut klien kotor 31-0809 11.00 ; Mata banyak terdapat sekret S: klien sering terlihat tertawa sendiri dan bicara sendiri O: ; Klien tampak mengamati sesuatu dan tampak tegang. ; Klien tampak sering melamun. ; Klien lebih banyak berada di kamar Resiko gangguan sensoriDefisit perawatan diri

; Keluarga mengatakan bahwa di rumah, persepsi : halusinasi visual.

10

sendirian 01-0908 12.00 S: tamatan SD dan ekonomi keluarganya kurang O: ; Suara klien pelan. ; Tidak ada kontak mata, klien melihat arah lain. ; Klien sering menunduk Masalah Keperawatan 1 2 3 4 C Isolasi sosial. Defisit perawatan diri Gangguan konsep diri : Harga diri rendah Resiko gangguan sensori-persepsi : halusinasi visual POHON MASALAH Resiko gangguan sensori-persepsi : halusinasi visual Defisit perawatan diri baik sehingga dia masuk pesantren dan tidak sampai lulus. Gangguan konsep diri : ; Klien mengatakan malu karena hanya Harga diri rendah

Isolasi sosia Core Problem

Gangguan konsep diri : Harga diri rendah D DIAGNOSA KEPERAWATAN Isolasi sosial.

11