Anda di halaman 1dari 30

Makalah Sporozoa

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dan protista mirip jamur (jamur lendir/slame mold). Bentuk tubuh organisme golongan protista amatlah beragam. Protozoa yang bergerak secara amoeboid dikelompokkan dalam Sarcodina,yang bergerak dengan flagella dimasukkan kedalam Mastigophora,yang bergerak dengan silia dikelompokkan kedalam pCiliophora,dan yang tidak dapat bergerak serta merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan kedalam Sporozoa. Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit. Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk). Para Sporozoa adalah kelas yang sangat besar dan beragam dengan setidaknya empat subclass dan ribuan spesies. Mereka menyebabkan penyakit pada berbagai macam binatang dari cacing tanah dan tikus untuk ulat sutra (penyakit disebut pebrine) dan ikan.

B.

Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Sporozoa? 2. Bagaimana ciri-ciri morfologi dari Sporozoa? 3. Bagaimana ciri-ciri anatomi dari Sporozoa? 4. Apa saja klasifikasi dari Sporozoa?

C. Tujuan 1. Agar pembaca dapat memahami tentang Sporozoa.

2. Agar pembaca dapat mengetahui ciriciri morfologi Sporozoa. 3. Agar pembaca dapat mengetahui anatomi Sporozoa. 4. Agar mahasiswa memahami klasifikasi Sporozoa.

D. Manfaat Manfaat dari penulisan makalah ini adalah sebagai sumber informasi dalam mata kuliah protista.

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Sporozoa (Apicomplexa) Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok protista uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora. Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia. Siklus hidup sporozoa agak kompleks karena melibatkan lebih dari satu inang. Dalam siklus hidupnya, sporozoa membentuk spora dalam tubuh inang. Selain itu, pada siklus hidup juga terjadi sporulasi, yaitu pembelahan setiap inti sel secara berulang ulang sehingga dihasilkan banyak inti yang masing masing dikelilingi oleh sitoplasma dan terbentuklah individu baru. Pergerakannya dilakukan dengan cara mengubah kedudukan tubuhnya. Tubuh berbentuk bulat panjang atau lonjong. Pada umumnya bersifat farasit dan dapat menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Respirasi dan ekskresi dilakukan dengan cara difusi. Makanan diperoleh dengan cara menyerap zat makanan dari hospesnya. Reproduksi dapat secara vegetative dan generative. Beberapa contoh spesies dari Sporozoa yaitu Plasmodium falcifarum, Plasmodium vivax, Plasmodium ovale dan Toxoplasma gondii. Vektor dari Plasmodium penyebab penyakit malaria adalah nyamuk Anopheles betina. Plasmodium hidup sebagai parasit pada sel-sel darah merah manusia atau vertebrata lainnya. selama hidupnya, Palsmodium tersebut mengalami dua fase, yakni fase sporogoni dan fase

skizogoni. Fase sporogoni terjadi didalam tubuh nyamuk Anopheles betina, sedangkan fase skizogoni berlangsung didalam tubuh manusia.

B.

Morfologi Sporozoa

1. Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus, sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubahubah kedudukan tubuhnya. 2. Mempunyai spora berbentuk lonjong 3. Ukuran spora : 8 11 mikron pada dinding kitin 4. Mempunyai 2 kapsul polar pada anterior, berpasangan bentuk labu, berukuran sama, terletak pada sudut sumbu longitudinal dengan ujung posterior 5. Dari depan ujung anterior sama dengan lebar posterior 6. Dinding katub tidak jelas

C. Struktur Anatomi Tubuh Tubuhnya berbentuk bulat panjang, ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tetapi didalam usus manusia atau hewan yang dapat mencapai 10 mm. Tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior kadang kadang terdapat kait pengikat atau filament sederhana untuk melekatkan diri pada inang.

D. Sistem Pencernaan Sporozoa mendapatkan makanan dengan cara menyerap zat makanan dari tubuh hopesnya.

E.

Sistem Respirasi Dan Ekskresi Respirasi dan ekskresi sporozoa dilakukan dengan cara difusi.

F.

Sistem Reproduksi Sporozoa melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Pergiliran reproduksi aseksual dan seksualnya komplek, dengan beberapa perubahan bentuk serta membutuhkan dua atau lebih inang. Reproduksi aseksual dilakuka denganpembelahan biner. Reprodusi seksual dilakukan dengan pembentukan gamet dan dilanjutkan dengan penyatuan gamet jantan dan betina.

1. Reproduksi Aseksual Sporozoit yang terdapat dalam kelenjar ludah nyamuk masuk ke dalam darah manusia pada saat nyamuk menghisap darah, yang selanjutnya masuk dalam system retikuloendotelial. Setelah beberapa hari berada dalam system retikuloendotelial, barulah sporozoit ini menyerang eritrosit dan berubah menjadi trofozoit yang mempunyai bentuk seperti cincin. Selanjutnya, trofozoit berubah menjadi schizont, yang kemudian membelah diri berulang-ulang menjadi 6-36 merozoit yang akan tumbuh menjadi sporozoit-sporozoit baru,pembentukan merozoit-merozoit ini disebut sporulasi. Sporozoit yang terbentuk akan menyerang eritrosit baru sehingga terulanglah pembiakan vegetatif ini. Di antara sporozoit yang terdapat dalam eritrosit ada yang membentuk gametosit. Gametosit jantan disebut mikrogamet, sedang gametosit betina disebut makrogamet. 2. Reproduksi Seksual Gametosit yang terisap ketika nyamuk mengisap darah penderita malaria, akan berubah menjadi mikrogamet dan makrogamet. Perkawinan antara mikrogamet dan makrogamet menghasilkan zigot. Selanjutnya zigot akan berubah menjadi ookinet di dalam dinding usus nyamuk. Inti ookinet membelah berulang-ulang, kemudian masing-masing inti baru membungkus diri dengan sedikit protoplasma dan berubah menjadi sporozoit-sporozoit baru. Selanjutnya sporozoit menyebar di dalam alat pencernaan nyamuk, sebagian ada yang sampai di kelenjar ludah dan siap untuk dikeluarkan.

G. Klasifikasi Sporozoa Kelas Sporozoa memiliki 3 (tiga) sifat yang berbeda antara genus yang satu dengan genus yang lain, perbedaan itu berupa : 1. Genus sporozoa yang hidup didalam sel darah merah dan memerlukan vektor biologis, sifat ini terdapat pada Genus Plasmodium. 2. Genus sporozoa yang hidup di dalam intestinal dan tidak memerlukan vektor biologis, sifat ini terdapat pada Genus Isospora dan Genus Eimerie. 3. Parasit yang hidup di dalam sel endotel, leukosit mononukleus, cairan tubuh, sel jaringan tuan rumah dan belum diketahui vektor biologisnya, sifat ini yang terdapat pada genus toxoplasma.

Parasit yang termasuk dalam kelas sporozoa berkembangbiak secara aseksual (skizogoni) dan seksual (sporogoni) secara bergantian. Kedua cara berkembang biak ini dapat berlangsung dalam satu hospes, seperti yang terjadi pada subkelas Coccidia, sedangkan berlangsung dalam dua hospes yang berbeda terdapat pada sub kelas haemosporidia (plasmodium). 1. Sub class Telesporidia Terbagi dalam 3 ordo a. Ordo Hoemosporidia, misalnya Plasmodium. Hidup di dalam darah, jaringan parenkim pada burung dan mamalia. b. Ordo Gregarinida, misalnya Gregarina. Parasit intra dan ekstra pada inver lain, monocytst spec hidup dalam kencing cacing tanah. c. Ordo Coccidia, misalnya Coccidium. Hidup di sel epitel hewan vertebrate dan beberapa Myriaphoda atau invertebrata. 2. Sub class Acnidosporidia a. Ordo Haplosporidia, misalnya Haplosproridium. misalnya Sarcocystis.

b. Ordo Sarcosporidia, 3. Sub class Cnidosporidia a. Ordo Myxosporidia,

misalnya Sphaeromyxa , misalnya Triactinomyxon , misalnya Nosamabombycis , misalnya Heliosporidium

b. Ordo Actinomyxidia c. Ordo Microsporidia

d. Ordo Helicosporidia

a. Plasmodium Pada tubuh manusia, Plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah digigit, Plasmodium langsung menyebar di dalam darah dan berkembang biak di dalam hati dan akan menginfeksinya sehingga menyebabkan kematian. Ada empat jenis species Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Masing-masing jenis Plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh penderitanya. 1) Plasmodium vivax, merupakan penyebab malaria tersiana yang bersifat tidak ganas, gejalanya adalah suhu badan panas dingin berganti-ganti setiap 2 hari sekali (48 jam).

2) Plasmodium ovale, merupakan penyebab malaria tersiana yang ganas, gejalanya sama dengan pada malaria tersiana. 3) Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana yang bersifat tak ganas, gejalanya suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali (72 jam). 4) Plasmodium falciparum, penyebab malaria kuartana yang bersifat ganas, gejalanya suhu badan panas dingin tak beraturan. Prosesnya hidup Plasmodium dalam tubuh manusia : 1) Bila makan nyamuk anopheles yang mengandung bibit malaria yaitu Plasmodium bentuk sporozoid mengisap darah manusia maka bersama air ludah nyamuk masuklah sporozoid ke dalam peredaran darah manusia yang bersangkutan. 2) Sporozoid tidak langsung menginfektir erythrocyt (sel darah merah), tetapi masuk lebih dahulu ke sel hati,mengadakan pembelahan dan membentuk Cryptozoid. 3) Cepat atau lambat Cryptasoid ini kemudian masuk ke sistim peredaran darah dan barulah menginfektir erythrocyt tersebut. 4) Di dalam erythrocyt ini cryptosoid menjadi Trophozoid, yang mula-mula berbentu cincin dan kemudian berubah bentuk menjadi Amoeboid. 5) 6) Sesudah itu fase Amoeboid tumbuh menjadi Schizont Schizont membelah dan membentuk Merozoid. Bila Erythrocyt yang ditempatinya pecah maka tersebarlah Merozoid (penderita mengalami deman). Selanjutnya Nurosoid ini menginfektir sel darah merah yang baru demikian selanjutnya dan terjadilah siklus yang sama dengan semula. 7) Sesudah proses 1 s/d 5 proses ini disebut Schizogoni berulang kali maka sebagian dari Nurosoid itu stelah masuk ke dalam sel darah merah tidak lagi mengadakan proses Schizagoni. 8) Akan tetapi ada sebagian yang berubah menjadi persiapan sel kelamin yaitu menjadi Macrogametosit dan Microgametosit () 9) Bila macrogamekasit dan Microgentosit yang berada di dalam drythrocyt itu pada suatu saat terpisah kedalam lb nyamuk Anophelus yang I atau yang lain) maka keduanya akan melangsungkan kehidupan nya. 10) Maerogametosit di dalam tubuh nyamuk akan menjadi Macragamet yaitu berupa ovum / telur. Sedangkan microgametosit dalam tubuh nyamuk akan menjadi Microgamet yaitu spermatozoid sesudah mengadakan pembelahan inti diikuti pembelahan Cytoplasma. 11) Spermatosoid membuahi avum dan terjadilah zygot.

12) Zygot berubah bentuk menjadi OOKINETE dan Ookineti ini menerobos dinding perut nyamuk, di sana akan membesar, membulat yang dibungkus oleh dinding perut nyamuk dan menjadilah Oocyst. (berupa benjolan-benjolan pada dinding perut nyamuk). 13) Dalam oocyst ini selnya membelah menjadi sporozoid. Bila oocyst erbelah dua maka akan pecah dan tersebarlah sporaoid keseluruh tubuh nyamuk. 14) Nyamuk yang di dalam kelenjar ludahnya mengandung sporasoid maka sporasoid ini siap untuk menginfektir manusia kembali.

b. Suctoria Suctoria yang sudah dewasa tidak mampunyai tetapi mempunyai tentukel (sungut) dan protoplasma, dengan teratur tetapi atau cytostoma. Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang. Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan siliasilianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa. 1) Bentuk tubuhnya Berbentuk bola panjang. Bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda).

2) a)

Bentuk tentakel Seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak. Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliata-ciliata kecil.

b)

Runcing Fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh.

3) a) b) c) d)

Contoh Podophyra, hidup bebas dalam air yang sejuk Dendrosoma, bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya Sphaerophrya, berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor Trichophrya Micropteri, hidup pada insang ikan laut

e)

Allantosoma, hidup pada usus besar kuda.

c.

Eimeria Eimeria merupakan parasit pada hewan. Hidup di dalam jaringan epitel usus, saluran empedu, ginjal, testes, pembuluh darah, dan coelom. Beberapa spesies dari Eimeria banyak merugikan usaha pe ternakan karena menimbulkan penyakit. Misalnya :

1) E. stiedae dan E. perforans hidup dalam jaringan epitel usus kelinci. 2) E. clupearum hidup dalam hti ikan haring. 3) E. sardinae hidup dalam hati ikan sardin.

d. Isospora Parasit ini hidup dalam jaringan epitel usus manusia, dan menimbulkan isosporiasis. Contoh : I. belli dan I. hominis.Habitat sporozoa adalah pada tanah yang lembab. Ada juga yang hidup di tubuh manusia atau makhluk hidup melalui perantara nyamuk Anopheles betina, yaitu Plasmodium. 1) Respirasi dan ekskresi sporozoa dilakukan dengan cara difusi. 2) Sebagian besar sporozo adalah parasit karena merugikan. 3) Sporozoa mendapatkan makanan dengan cara menyerap zat makanan dari tubuh hopesnya.

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan 1. Sporozoa adalah kelompok protista uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora. 2. Ciri-ciri morfologi Sporozoa adalah tidak memiliki alat gerak khusus mempunyai spora berbentuk lonjong yang berukuran 8 11 mikron pada dinding kitin, mempunyai 2 kapsul polar pada anterior, berpasangan bentuk labu, berukuran sama, terletak pada sudut sumbu longitudinal dengan ujung posterior, dari depan ujung anterior sama dengan lebar posterior, dinding katub tidak jelas. 3. Tubuhnya berbentuk bulat panjang, ukuran tubuhnya hanya beberapa micron, tubuh dari kumpulan tropozoid berbentuk memanjang dan dibagian anterior. 4. Klasifikasi Sporozoa diantaranya adalah genus Plasmodium, genus Isospora, genus Eimerie, dan genus toxoplasma

B. Saran Diharapkan bagi para pembaca agar mencari referensi lain untuk menambah pengetahuan tentang Sporozoa.

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Ciliata atau Infusoria merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Ciliata memiliki Silia yang berfungsi untuk bergerak, menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Ukuran silia lebih pendek dari flagel.Ciliata memiliki 2 inti sel (nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) yang mengendalikan fungsi hidup sehari-hari dengan cara mensisntesis RNA, juga penting untuk reproduksi aseksual, dan mikronukleus (inti kecil) yang dipertukarkan pada saat konjugasi untuk proses reproduksi seksual. Pada ciliata juga ditemukan vakuola kontraktil yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya. Di samping itu terdapat vakuola makanan untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut untuk mengeluarkan sisa makanan. Banyak ditemukan hidup di laut maupun di air tawar. Mempunyai bentuk tubuh yang tetap, dan oval. . Cilliata ada yang hidup bebas dan adapula yang parasit. Contoh yang hidup bebas adalah Paramecium caudatum dan yang parasit adalah Nyctoterus ovalis yang hidup di dalam usus kecoa serta Balantidium coli parasit pada babi dan dapat menyebabkan penyakit balantidiosis (disentri balantidium).

1.2 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui bentuk tubuh Superklas Ciliata atau Infusoria 2. Untuk mengetahui struktur tubuh Superklas Ciliata atau Infusoria 3. Untuk mengetahui struktur morfologi dan fisiologi Paramecium caudatum 1.3 Manfaat Penulisan Adapun manfaat yang ingin dicapai dari penulisan makalah ini adalah : 1. Mengetahui bentuk tubuh Superklas Ciliata atau Infusoria 2. Mengetahui struktur tubuh Superklas Ciliata atau Infusoria 3. Mengetahui struktur morfologi dan fisiologi Paramecium caudatum

BAB II PEMBAHASAN

2.1. SUPERKLAS INFUSORIA Superklas infusoria terbagi menjadi 2 klas yaitu kelas ciliata dan klas suctoria. 1. KLAS CILIATA Sebagian besar Ciliata berukuran mikroskopis, tetapi sepesies yang terbesar berukuran 3 mm sehingga dapat dilihat dengan mata telanjang. Anggota Ciliata ditandai dengan adanya organ silia (bulu getar) pada suatu tahap dalam hidupnya. Silia digunakan untuk bergerak dan mencari makan. Struktur Tubuh Ciliata 1. Kebanyakan ciliata berbentuk asimetris kecuali ciliata primitif, simetrinya radial. 2. Tubuhnya diperkuat oleh pelikel, yaitu lapisan luar yang tersusun dari sitoplasma padat. 3. Tubuhnya diselimuti oleh silia. Silia yang menyelubungi seluruh permukaan tubuh utama disebut silia somatic. 4. Ciliata mempunyai dua tipe inti (Nukleus), yaitu makronukleus (inti besar) diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan, dan mikronukleus (inti kecil) merupakana bahan inti yang dipertukarkan selam konjungsi. 5. Ciliata mempunyai organel yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan air dalam tubuhnya, yaitu vakuola kontraktil. Klas Ciliata dibagi menjadi 4 Ordo yaitu : 1. Ordo Holotrichida, Contoh : Paramecium caudatum, Coleps hirtus, Lacrymaria olor, Dileptus anser, Opalina. 2. Ordo Heterotrichida, Contoh : Balantidium coli, Nyctotherus 3. Ordo Hypotrichida, Contoh : Stylonychia mytilus, Aspidisco costata 4. Ordo Peritrichida, Contoh : Vorticella Campanula

2. KLAS SUCTORIA (ACINETARIA) Ciri ciri klas suctoria adalah sebagai berikut : 1. Suctoria yang masih muda dalam kehidupannya mempunyai persamaan dengan Ciliata, dan juga mempunyai silia, hidup bebas berenang.

2. Suctoria muda ini berenang-renang beberapa waktu untuk kemudian melepaskan siliasilianya dan selanjutnya berubah ke tingkat dewasa. 3. Hampir semua jenis suctoria ini tertambat pada suatu tempat 4. Bentuk tubuhnya berbentuk bola panjang, bercabang-cabang dan diantaranya mempunyai tangkai atau kaki untuk melekat pada suatu obyek dan ditutup oleh pelick (pada species yang berbeda). 5. Tidak mempunyai cytosome, dan mangsa ditangkap dengan tentakel. 6. Bentuk tentakel seperti mantel yang berbulu dan dikelilingi oleh sinyal yang dapat bergerak. Fungsinya untuk menangkap dan membawa makanan yang berupa ciliataciliata kecil. 7. Tentakel Runcing fungsinya untuk menusuk mangsanya dan membawanya ketempat yang baik. Dengan bantuan orus dan melalui tentakel ini maka mangsa tersebut sampai ke dalam sel-sel tubuh. 8. Larva mempunyai silia. 9. Hidupnya bebas yaitu pada tempat yang sejuk misal Podophyra, pada tempat payau (pertemuan antara sungai dan laut), pada air asin, pada tumbuhan. Hidupnya parasit pada binatang air yang kecil. 10. Perkembang biakan dengan pembelahan (fission) atau pembiakan (budding). Contoh hewan Klas Suctoria : 1. 2. 3. 4. 5. Podophyra colzoni hidup bebas dalam air yang sejuk. Dendrosoma bercabang-cabang sampai 2,5 mm panjangnya. Sphaerophrya berbentuk bola, parasit pada Paramaeuom dan Stentor. Trichophrya micropteri hidup pada insang ikan laut. Allantosoma hidup pada usus besar kuda.

Dari beberapa anggota Cilliata, anggota Ciliata yang terkenal adalah Paramaecium. Disini kelompok 3 akan menjelaskan tentang struktur morfologi dan fisiologi dari Paramecium caudatum. Adapun klasifikasi dari Paramecium caudatum adalah : Klasifikasi - Kingdom : Animalia - Filum - Class - Ordo - Family - Genus - Spesies : Protozoa : Infosoria : Holotrichida : Holotrichidae : Paramecium : Paramecium caudatum

2.2. MORFOLOGI Paramecium caudatum Paramecium ini berukuran sekitar 50-350m. yang telah memiliki selubung inti (Eukariot). Protista ini memiliki dua inti dalam satu sel, yaitu inti kecil (Mikronukleus) yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar (Makronukleus) yang berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. Sistem reproduksi pada protista yaitu secara aseksual (membelah diri dengan cara transversal), dan seksual (dengan konjugasi). Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air. Cara menangkap makanannya adalah dengan cara menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya. memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan. Bagian tubuh yang terlebar adalah bagian tengah dengan suatu lekukan mulut. Bagian anterior tumpul, sedangkan bagian posterior runcing. Kulitnya tipis dan elastis. Adapun yang menutupi kulit adalah rambut-rambut kecil yang jumlahnya banyak, yang disebut silia. Lubang bagian belakang disebut pori anal. Pada bagian luar paramecium ditemukan vakuola kontraktil dan kanal. Dan bagian dalam paramecium terdapat sitoplasma, trichocysts, kerongkongan, vakuola makanan, macronucleus dan mikronukleus itu sendiri. Paramecium sering disebut sepatu animalcules karena bentuknya seperti sepatu atau sandal. Paramecium bergerak maju sambil mengadakan gerak rotasi yang arah perputarannya bila dilihat dari belakang berlawanan dengan arah jarum jam. Pergerakanya tersebut terjadi karena perpaduan antara gerak silia tubuh seperti sistem dayung dan gerak silia pada oral groove yang sangat kuat.

Paramecium memakan mikroorganisme seperti bakteri, alga, dan ragi. paramecium menggunakan silia untuk menyapu makanan bersama dengan air ke dalam mulut sel setelah jatuh ke dalam alur lisan. Makanan berjalan melalui mulut ke dalam tenggorokan dalam sel. Jika ada cukup makanan di dalamnya sehingga telah mencapai ukuran tertentu, melepaskan diri dan membentuk vakuola makanan. Vakuola makanan berjalan menuju sel. Lalu bergerak sepanjang enzim dari sitoplasma masuk vakuola dan mencernanya. Makanan dicerna kemudian masuk ke dalam sitoplasma dan vakuola semakin kecil dan lebih kecil. Ketika vakuola mencapai pori anal limbah sisa belum dicernakan akan dihapus. Paramecium dapat mengeluarkan trichocyts ketika mereka mendeteksi makanan, dalam rangka untuk lebih menangkap mangsanya. Trichocyts ini diisi dengan protiens. Trichocysts juga dapat digunakan sebagai metode pertahanan diri. Paramecium adalah heterotrophs. bentuk umum mereka dari mangsanya adalah bakteri. Hewan ini banyak hidup di air tawar, mudah ditemukan pada sisa tumbuhan yang membusuk Selain itu Paramecium juga memiliki beberapa sel dari Paramecium caudatum yang memiliki fungsi masing masing disini akan disebutkan fungsi tersebut : Pelikel/Pelliculus meliputi membran yang melindungi paramecium seperti kulit. Cilia pelengkap seperti rambut yang membantu bergerak dan makanan paramecium. Rongga Mulut mengumpulkan dan mengarahkan makanan ke dalam mulut sel. Mulut sel/Cytosome untuk makanan. Cytopharynix tekak sel. Pori Anal untuk mengeluarkan limbah Vakuola Kontraktil (Vakuola berdenyut) untuk mengeluarkan sisa makanan cair dengan berkontraksi/berdenyut. 8. Vakuola Makanan untuk mencerna makanan sambil mengedarkan ke seluruh sel. 9. Sitoplasma cairan antar sel yang dibutuhkan untuk komponen sel penting 10. Trichocyst digunakan untuk pertahanan 11. Tenggorokan jalan makanan menuju vakuola makanan 12. Macronucleus yang berfungsi untuk mengawasi kegiatan metabolisme, pertumbuhan, dan regenerasi. 13. Mikronukleus yang berfungsi untuk mengendalikan kegiatan reproduksi, dan inti besar. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.

2.3. 1.

FISIOLOGI Paramecium caudatum Sistem Reproduksi

Paramecium caudataum memperbanyak diri atau bereproduksi dengan cara aseksual dan seksual. Secara aseksual dengan pembelahan biner yaitu membelah menjadi dua secara mitosis, kemudian dilanjutkan oleh makronukleis secara amitosis. Tampak satu sel membelah menjadi 2, kemudian menjadi 4, 8, dan seterusnya. Pembelahan ini diawali dengan mikronukleus yang membelah dan diikuti oleh pembelahan makronukleus. Kemudian akan terbentuk 2 sel anak setelah terjadi penggentingan membran plasma. Perlu Anda ketahui masing-masing sel anak tersebut identik dan alat sel lainnya mempunyai dua nukleus sitoplasma.

Selain itu dapat pula berkembang biak secara konjugasi (Jasin, 2007). Konjugasi pada Paramecium sebagai berikut: 1. Paramaecium berdekatan dan saling menempelkan bagian mulutnya 2. Mikronukleus membelah berturut-turut menjadi empat mikronukleus, makronukleusnya lenyap/menghilang 3. Tiga mikronukleus lenyap, satu mikronukleus membelah lagi menjadi dua mikronukleus yang berbeda ukurannya (besar dan kecil), kemudian mikronukleus yang kecil dipertukarkan antar dua Paramaecium yang berlekatan tadi sehingga menghasilkan zigot nukleus. Setelah itu Paramaecium memisah. 4. Selanjutnya zigot nukleus membelah tiga kali berturutturut menghasilkan delapan inti baru 5. Kemudian tiga inti lenyap, empat inti bergabung menjadi makronukleus dan satu inti menjadi mikronukleus. 6. Pada akhirnya Paramaecium akan membelah dua kali berturut-turut yang menghasilkan empat Paramaecium baru.

Gambar. Konjugasi pada Paramecium caudatum 2. Sistem Pernapasan

Melakukan pertukaran oksigen dengan jalan difusi (Jasin, 1992). 3. Sistem Pencernaan

Untuk mengetahui bagaimana proses pencernaan makanan dalam paramecium, biasanya dilakukan suatu praktikum sederhana yang diawali dengan pembuatan sediaan makanan

paramecium yang berupa ragi (yeast). Selanjutnya, pada sediaan makanan ditambahkan Congo Red. Congo Red merupakan indikator Ph yang dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan Ph pada saat terjadi proses pencernaan makanan dalam vakuola makanan paramecium berdasarkan pada perubahan warna yang ditimbulkan. Congo red memiliki sifat asam dengan Ph antara 3 5,2. Pada Ph 5, Congo Red akan berwarna ungu dan akan berwarna biru pada Ph dibawah 3 (www.ruf.rice.edu). Pada paramecium, pencernaan makanan terjadi dalam vakuola makanan. Vakuola makanan merupakan organel yang berfungsi untuk menerima makanan, mencerna makanan, dan mengedarannya ke seluruh bagian sel dengan cara mengelilingi sel. Awalnya makana masuk ke dalam sel melalui rongga mulut (oral groove), lalu masuk ke dalam sitostoma. Kemudian makanan akan didorong masuk ke dalam sitofaring dengan bantuan gerakan silia dan dorongan air yang masuk. Ketika makanan mencapai bagian dasar sitofaring, vakuola makanan akan dibentuk. Pencernaan makanan di dalam vakuola makanan terjadi pada saat vakuola makanan bergerak di dalam sitoplasma, yang disebut dengan gerak siklosis. Enzim pencernaan yang terlibat adalah protease, karbohidrase, dan esterase yang disekresikan oleh lisosom ke dalam vakuola makanan. Vakuola makanan yang bergerak secara siklosis akan mengecil ukurannya secara bertahap karena proses digesti dan absorpsi. Dalam praktikum dengan menggunakan Congo Red akan terjadi perubahan warna pada vakuola makanan Paramecium yang menandakan adanya proses pencernaan makanan. Adanya perubahan warna pada vakuola makanan paramecium menunjukkan terjadinya perubahan pH. Perubahan pH pada vakuola makanan paramecium selama proses pencernaan makanan disebabkan karena adanya enzim-enzim yang diekskresikan oleh lisosom. Untuk mencerna makanan, lisosom akan berfusi dengan vakuola makanan (Soewolo, 2000 : 158). Enzim-enzim pada lisosom akan bekerja optimal pada pH sekitar 5 (Istanti, 1999). Jadi ketika sediaan makanan berupa ragi dan Congo Red masuk ke dalam vakuola makanan, keadaan vakuola makanan yang pada awalnya bersifat basa akan berubah menjadi bersifat asam untuk mengoptimalkan kerja enzim-enzim yang dihasilkan oleh lisosom. Setelah proses pencernaan makanan selesai, maka vakuola makanan dan lisosom yang awalnya berfusi akan berpisah kembali. Lisosom terpisah dari vakuola makanan dengan membawa enzim-enzim yang tadi dibawanya. Hal ini menyebabkan suasana pada vakuola makanan kembali menjadi basa. Setelah makanan dicerna, ada bagian dari substansi makanan yang diabsorpsi masuk kedalam darah untuk diangkut menuju ke sel jaringan, namun ada juga bagian dari substansi makanan yang tidak dapat dicerna (dalam bentuk zat buangan). Zat buangan ini disimpan untuk sementara utuk kemudian dibuang keluar melalui sitopage. Proses pembuangan ini disebut defekasi ( Wulangi, 1993 ; 97). BAB III PENUTUP

3.1

Simpulan

Berdasarkan uraian tersebut di atas secara singkat dapat dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai berikut : Paramecium caudatum merupakan Protozoa yang mempunyai alat gerak berupa rambut getar (silia), bentuk tubuh ciliata adalah oval, tidak berubah-ubah, memiliki 2 inti sel yaitu makronukleus dan mikronukleus, bentuk selnya seperti sandal, mereka biasa hidup di rawa, sawah, dan tempat-tempat berair yang banyak mengandung bahan organik, Paramaecium caudatum dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri menjadi dua anak sel (pembelahan biner) dan secara seksual dengan konjugasi. DAFTAR PUSTAKA Rusyana, Adun. 2011. Zoologi Invertebrata (Teori dan Praktik). Bandung : ALFABETA educorolla3.blogspot.com/2009/04/protista-yang-menyerupai-hewan.html gurungeblog.wordpress.com/2008/11/18/mengenal-protozoa/ http://911medical.blogspot.com/2009/06/biologi-kelas-sporozoa.html http://www.elbirtus.info/2012/05/ciliophora-ciliata-protista-mirip-hewan.html#ixzz28985t0RE http://leafygreenworld.blogspot.com/2010/06/pencernaan-pada-paramecium.html http://akhmad-hasanuddin.blogspot.com/2011/09/protozoa.html DAFTAR PUSTAKA

http://analisbanjarmasin.blogspot.com/2010/10/klasifikasi-sporozoa.html http://id.wikipedia.org/Sporozoa http://isharmanto.blogspot.com/2010/03/sporozoa.html http://pinkzchocolate.blogspot.com/2011/04/protozoa-protista-mirip-hewan.html

MAKALAH PROTISTA PROTOZOA


MAKALAH PROTISTA PROTOZOA BAB I

PENDAHULUAN A. Latar belakang Protozoa berasal dari kata protos, yang artinya pertama danzoon yang berarti hewan, jadi protozoa adalah hewan yang pertama kali dikenali. Protozoa adalah organisme yang tersusun atas satu sel sehingga bersifat mikroskopik. Untuk lebih mempermudah mempelajarinya, para ahli biologi mengelompokan protozoa menjadi 4 kelas berdasarkan alat geraknya. Ukuran protozoa beranekaragam, yaitu mulai kurang dari 10 mikron sampai ada yang mencapai 6 mm, meskipun jarang. Diperairan, protozoa adalah penyusun zooplankton. Makanan protozoa meliputi bakteri, jenis protista lain, atau detritus (materi organic dari organisme mati). Protozoa hidup soliter atau berkoloni. Jika keadaan lingkungan kurang menguntungkan, protozoa membungkus diri membentuk kista untuk mempertahankan diri. Bila mendapat lingkungan yang sesuai hewan ini akan aktif lagi. Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan ada yang hidup bebas (soliter). B. Rumusan Masalah
1. 2. 3. 4. Apa yang di maksud dengan Sporozoa ? Apa saja Ciri-ciri Sporozoa ? Bagaimana Daur hidup sporozoa ? Bagaimana hubungan Sporozoa bagi kehidupan manusia ?

C. Tujuan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui:


1. 2. 3. 4. Mahasiswa dapat menjelaskan apa yang di maksud dengan Sporozoa ? Mahasiswa dapat menyebutkan Ciri-ciri Sporozoa ? Mahasiswa dapat menjelaskan Daur hidup sporozooa ? Mahasiswa dapat menjelaskan Peranan Sporozoa bagi kehidupan?

D. Manfaat Agar mahasiswa lebih mengetahui tentang sporozoa dan peranannya bagi kehidupan.

BAB II PEMBASAHAN A. Definisi Sporozoa Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok protistha uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora dan dapat menginfeksi inangnya. Sporozoa hidup sebagai parasit pada tubuh hewan dan manusia. Siklus hidup sporozoa agak kompleks karena melibatkan lebih dari satu inang. Dalam siklus hidupnya, sporozoa membentuk spora dalam tubuh inang. Selain itu, pada siklus hidup juga terjadi sporulasi, yaitu pembelahan setiap inti sel secara berulang ulang sehingga dihasilkan banyak inti yang masing masing dikelilingi oleh sitoplasma dan terbentuklah individu baru.Sporozoa merupakan satu-satunya anggota Protozoa yang tidak memiliki alat gerak dan bergerak dengan cara meluncurkan tubuhnya dalam medium tempat hidupnya. Sesuai dengan namanya, dia mempunyai ciri khas, yaitu membentuk spora. Sporozoa hidup sebagai parasit. Cara mendapatkan makanannya dengan menyerap nutrisi inangnya, misalnya Plasmodium yang merupakan anggota Sporozoa paling terkenal. Pada tubuh manusia, Plasmodium menyebabkan

penyakit malaria. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah digigit, Plasmodium langsung menyebar di dalam darah dan berkembang biak di dalam hati dan akan menginfeksinya sehingga menyebabkan kematian.

B.

Ciri-ciri sporozoa
1. 1. Semua bersifat parasit 2. Bentuk tubuh biasanya : bulat

- bulat panjang
1. Tidak memiliki : alat gerak

- vakuola kontraktil
1. Makanan langsung diserap secara osomosis dari tubuh Hast nya. 2. Respirasi dan ekstresi berlangsung secara diffusi 3. Cara perkembang biakannya :

Pembelahan diri disebut Schiztyoni Pembelahan spora / disebut Sporagani

Pada spesies tertentu ada yang hidup :

Dalam sel tubuh inangnya

Misalnya : * Saluran pencernakan makanan * Pada otot * Pada ginjal * Pada alat kelamin / genetalia

Pada cairan tubuh inangnya

Misalnya : * Dalam darah C. Daur Hidup Sporozoa

reproduksi

Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni pembelahan diri yang berlangsung didalam tubuh inang tetap, dan secara seksual dengan sporogoni yaitu pembentukan spora yang berlangsung pada inang perantara (hospesintermediet)

siklus hidup sporozoa adalah sebagai berikut :

1. Bila makan nyamuk anopheles yang mengandung bibit malaria yaitu Plasmodium bentuk sporozoid mengisap darah manusia maka bersama air ludah nyamuk masuklah sporozoid ke dalam peredaran darah manusia yang bersangkutan. 2. Sporozoid tidak langsung menginfektir erythrocyt (sel darah merah), tetapi masuk lebih dahulu ke sel hati,mengadakan pembelahan dan membentuk Cryptozoid. 3. Cepat atau lambat Cryptasoid ini kemudian masuk ke sistim peredaran darah dan barulah menginfektir erythrocyt tersebut. Di dalam erythrocyt Trophozoid, yang mula-mula berbentu cincin dan kemudianini cryptosoid berubah bentuk menjadi Amoeboid. 4. Sesudah itu fase Amoeboid tumbuh menjadi Schizont 5. Schizont membelah dan membentuk Merozoid. Bila Erythrocyt yang ditempatinya pecah maka tersebarlah Merozoid (penderita mengalami deman). Selanjutnya Nurosoid ini menginfektir sel darah merah yang baru demikian selanjutnya dan terjadilah siklus yang sama dengan semula. 6. Sesudah proses 1 s/d 5 proses ini disebut Schizogoni berulang kali maka sebagian dari Nurosoid itu stelah masuk ke dalam sel darah merah tidak lagi mengadakan proses Schizagoni. Akan tetapi ada sebagian yang berubah menjadi persiapan sel kelamin yaitu menjadi Macrogametosit dan Microgametosit (). 7. Bila macrogamekasit dan Microgentosit yang berada di dalam drythrocyt itu pada suatu saat terpisah kedalam lb nyamuk Anophelus yang I atau yang lain) maka keduanya akan melangsungkan kehidupan nya. 8. Maerogametosit di dalam tubuh nyamuk akan menjadi Macragamet yaitu berupa ovum / telur. Sedangkan microgametosit dalam tubuh nyamuk akan menjadi Microgamet yaitu spermatozoid sesudah mengadakan pembelahan inti diikuti pembelahan Cytoplasma. 9. Spermatosoid membuahi avum dan terjadilah zygot. 10. Zygot berubah bentuk menjadi OOKINETE dan Ookineti ini menerobos dinding perut nyamuk, di sana akan membesar, membulat yang dibungkus oleh dinding perut nyamuk dan menjadilah Oocyst. (berupa benjolan-benjolan pada dinding perut nyamuk). 11. Dalam oocyst ini selnya membelah menjadi sporozoid. Bila oocyst erbelah dua maka akan pecah dan tersebarlah sporaoid keseluruh tubuh nyamuk. 12. Nyamuk yang di dalam kelenjar ludahnya mengandung sporasoid maka sporasoid ini siap untuk menginfektir manusia kembali. 1.

D. Hubungan Sporozoa Bagi Kehidupan Manusia Sporozoa hidup sebagai parasit bila terdapat didalam tubuh inang. Cara mendapatkan makanannya dengan menyerap nutrisi inangnya, misalnya Plasmodium yang merupakan anggota Sporozoa paling terkenal. Pada tubuh manusia, Plasmodium menyebabkan penyakit malaria. Penularannya terjadi melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Setelah digigit, Plasmodium

langsung menyebar di dalam darah dan berkembang biak di dalam hati dan akan menginfeksinya sehingga menyebabkan kematian. Ada empat jenis species Plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria. Masingmasing jenis Plasmodium menimbulkan gejala-gejala tersendiri pada tubuh penderitanya. (a) Plasmodium vivax, merupakan penyebab malaria tersiana yang bersifat tidak ganas, gejalanya adalah suhu badan panas dingin berganti-ganti setiap 2 hari sekali. Jenis malaria ini tersebar hampir diseluruh kepulauan diIndonesia dan merupakan jenis malaria terbanyak yang dijumpai didaerah yang sering diserang penyakit malaria. Masa inkubasi malaria tersiana berkisar antaran 12-17 hari, yang diawalai dengan gejala nyeri kapala, nyeri pinggang, mual, muntah, dan badan terasa lesu. Pada awalnya timbul demam yang tidak teratur disusul dengan demam teratur setiap 48 sekali diwaktu siang atau sore hari. Suhu badan dapat mencapai 41 derajar selsius. Keadaan ini dapat diikuti dengan pembengkakakan limfa dan timbul cacar herpes pada bibir, using, dan rasa ngantuk. Kondisi tersebut terjadi karena adanya gangguan diotak. (b) Plasmodium ovale, merupakan penyebab malaria tersiana yang ganas, gejalanya sama dengan pada malaria tersiana. Malaria yang disebabkan parasit jenis ini relatif jarang kambuh dan dapat sembuh sendiri tanpa pengobatan. (c) Plasmodium malariae, penyebab malaria kuartana yang bersifat tak ganas, gejalanya suhu badan panas dingin setiap 3 hari sekali. Jenis malaria ini dapat tumbuh subur didaerah tropik, baik didataran rendah mauun dataran tinggi. Masa inkubasi plasmodium ini antara 18-40 hari. Gejala serangannya menyerpai plasmodium vivax. Namun, demam dirasakan pada sore hari dengan frekuensi yang teratur. Plasmodium malariae dapat menyebabkan gangguan pada ginjal yang bersifat menahun. (d) Plasmodium falciparum, penyebab malaria kuartana yang bersifat ganas, gejalanya suhu badan panas dingin tak beraturan. Penyakit malaria jenis ini termasuk malaria ganas dengan masa inkubasi 9-14 hari. Serangan dari plasmodium jenis ini diawali dengan rasa nyeri kepala,pegal linu, dan nyeri pinggang yang dilanjutkan dengan rasa mual serta mutah dan diare. Suhu badan tidak terlalu tinggi seperti serangan plasmodium yang lain sehingga penderita tidak terasa seperti sakit malaria. Bila keadaan ini tidak segera diobati, intensitas serangan semakin berat, bahkan dapat menyerang limfa dan hati. Apabila hai sudah terkena, akan timbul gejala tambahan yang menyerupai penyakit kuning. Selain itu, penderita merasa gelisah dan kadangkdang mengigau diikuti dengan keluarnya keringat dingin dan disertai dengan peningkatan frekuensi denyut nadi serta paernapasan. Penyakit ini dapat menyerang ginjal yang ditandai warna air kencing menjadi keruh dan menghitam. Gejala selanjutnya, mata membengkak dan menderita tidak akan mengeluatkan air kencing dengan baik. Akibat paling buruk akan terjadi bila plasmodium tersebut sudah menyerang otak sehingga menyebabkan gumpalan darah pada pembuluh darah. Akibat lebih lanjut dapat mnyebabkan proses kelumpuhan, menurunnya kesadaran, dan akhirnya penderita tersebut meninggal. Serangan dari plasmodium jenis ini memberikan gejala yang paling berat sehingga proses pengobatan perlu dilakukandengan takaran

yang tinggi. Selain itu, perlu dibarikan tambahan obat-obatan yang lain untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan Dari pembahasan diatas dapat kita simpulan bahwa :


1. Sporozoa (Yunani, spore = biji, zoa = hewan) adalah kelompok protistha uniseluler atau bersel satu yang pada salah satu tahapan dalam siklus hidupnya dapat membentuk sejenis spora dan dapat menginfeksi inangnya, Sporozoa merupakan satu-satunya anggota Protozoa yang tidak memiliki alat gerak. 2. Semua Sporozoa memiliki ciri-ciri bertubuh bulat atau bulat memanjang, tidak memiliki alat gerak dan vakuola konterktil, bersifat parasit bila berada didalam tubuh hewan maupun manusia. 3. Sporozoa melakukan dua tahap perkembangbiakan dalam daur hidupnya yaitu Reproduksi secara aseksual dengan skizogoni pembelahan diri yang berlangsung didalam tubuh inang tetap (manusia), dan secara seksual dengan sporogoni yaitu pembentukan spora yang berlangsung pada inang perantara (hospesintermediet). 4. Sporozoa hidup sebagai parasit bila terdapat didalam tubuh inang (manusia) dan menyebabkan penyakit malaria.

B. Saran Diharapkan masyarakat dapat menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitarnya agar terhidar dari segala sumber penyakit, karena lebih baik mencaegah dari pada mengobati.

DAFTAR PUSTAKA
1. 1. www.edu2000.org/portal/index.php?option=com_content 2. 2. 911medical.blogspot.com/2009/06/biologi-kelas-sporozoa.html 3. 3. id.wikipedia.org/wiki/Protista

4. 4. isharmanto.blogspot.com/2010/03/sporozoa.html

Ciliophora (Ciliata) - Protista Mirip Hewan - Pengertian, Klasifikasi, Contoh


03:39 Artikel, Biologi No comments Anggota Filum Ciliophora merupakan organisme uniseluler soliter yang umumnya hidup di air tawar. Ciliata memiliki banyak organel yang terspesialisasi, termasuk cilia (tunggal cilium), struktur mirip rambut pendek di luar tubuhnya. Cilia mungkin menutupi seluruh bagian tubuh Ciliata atau terlokalisasi. Pada genus Paramaecium , cilia menutupi seluruh bagian permukaan tubuh. Koordinasi yang baik pada cilia menyebabkan mereka dapat bergerak dengan cepat, sekitar satu milimeter per detiknya. Walaupun merupakan sel tunggal, Paramaecium dapat merespons lingkungan sekitarnya dengan baik. Jika bertemu dengan bahan kimia berbahaya atau penghalang, sel secara cepat akan mundur dengan gerakan cilia menuju arah yang berbeda.

[caption id="" align="aligncenter" width="743" caption="(a) Paramaecium dengan trikosista dan (b) struktur tubuh dari Paramaecium"]

[/caption] Ciliata adalah predator yang ulung. Beberapa Ciliata, termasuk Paramaecium dan Didinium, membuat mangsa mereka tidak dapat bergerak dengan melepaskan jarum-jarum yang disebut trikosista yang menempel pada tubuh mereka. Mangsa kemudian dibawa ke dalam struktur mirip mulut dan dicerna pada vakuola yang sewaktu-waktu berfungsi seperti perut. Sisa makanan tersebut kemudian dikeluarkan melalui eksositosis. Air yang berlebihan diakumulasikan di dalam

vakuola yang secara periodik berkontraksi untuk mengosongkan cairan melalui lubang yang disebut pori anal.

Read more: http://www.artidefinisi.com/2012/05/ciliophora-ciliata-protista-miriphewan.html#ixzz2BRGxUrS2 Ciliata ( Latin, cilia = rambut kecil ) atau Ciliophora ( Yunani, Phora = gerakan ) bergerak dengan menggunakan silia ( rambut getar ). Ciliata disebut juga infusoria ( Latin, infuse = menuang ) karena hewan ini ditemukan juga pada air buangan atau air cucuran. Silia terdapat pada seluruh permukaan sel atau hanya pada bagian tertentu. Selain berfungsi untuk bergerak, silia juga merupakan alat bantu untuk makan. Silia membantu pergerakan makanan ke sitosoma. Makanan yang terkumpul di sitospma akan dilanjutkan ke dalam sitofaring ( kerongkongan sel ). Apabila telah penuh, makanan akan masuk sitoplasma dengan membentuk vakuola makanan.

Sel Ciliata memiliki ciri khusus lain, yaitu memiliki dua inti, makronukleus dan mikronukleus. Makronukleus berukuran lebih besar dibandingkan mikronukleus. Makronukleus memiliki fungsi vegetatif, yaitu untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan.

Mikronukleus memiliki fungsi reproduktif, yaitu pada konjugasi. Ciliata juga memiliki trikokis yang fungsinya untuk pertahanan diri dari musuh.

Dilihat dari bentuknya, Ciliata berbentuk seperti sandal sehingga dikenal sebagai hewan sandal. Ukuran tubuhnya sekitar 250 milimikron. Seluruh permukaan tubuhnya ditumbuhi beribu-ribu silia dan pangkalnya menancap pada polikel. Silia berfungsi sebagai alat gerak maju dan mundur atau berbelok dengan cara menggetarkan silianya. Lekukan pada permukaan sel seperti yang terlihat pada gambar disamping adalah mulut Paramecium yang disebut sitostoma . Mulut ini berfungsi sebagai jalan makanan masuk dalam kerongkongan sel ( sitofaring ) dan ujung sitostoma membentuk vakuola makanan sehingga makanan dapat dicerna kemudian diedarkan ke seluruh sel, sari makanannya masuk ke dalam sitoplasma. Sisa makanannya berbentuk padat dan cair, yang padat dikeluarkan melalui membran sel, sedangkan sisa makanan yang berbentuk cair dikeluarkan melalui vakuola berdenyut yang berjumlah dua buah dan letaknya di ujung sel.

Ciliata hidup bebas di lingkungan berair, baik air tawar maupun laut. Ciliata juga hidup di dalam tubuh hewan lain secara simbiosis maupun parasit. Ciliata yang hidup bebas di alam contohnya adalah Stentor yang memiliki bentuk seperti terompet, Paramecium caudatum, Didinium sebagai pemangsa Paramecium, Stylonychia, Stentor, Balantidium, dan Vorticella berbentuk lonceng bertangkai panjang. Jenis lainnya bersimbiosis dalam perut hewan pemakan rumput dan berfungsi membantu hewan tersebut mencerna selulosa yang terdapat dalam rumput. Hanya sedikit jenis Ciliata yang hidup sebagai parasit. Salah satunya adalah Balantidium coli. Ciliata ini hidup pada usus besar ternak / manusia dan dapat menyebabkan diare ( balantidiosis )

Ciliata melakukan reproduksi secara aseksual dan seksual. Reproduksi aseksual, yaitu dengan pembelahan biner membujur ( transversal ). Reproduksi seksual dilakukan dengan konjugasi.

ASEKSUAL

Paramecium berkembang biak dengan pembelahan biner. Tampak satu sel membelah menjadi 2, kemudian menjadi 4, 8, dan seterusnya. Pembelahan ini diawali dengan mikronukleus yang membelah dan diikuti oleh pembelahan makronukleus. Kemudian akan terbentuk 2 sel anak setelah terjadi penggentingan membran plasma. Perlu Anda ketahui masingmasing sel anak tersebut identik dan alat sel lainnya mempunyai dua nukleus, sitoplasma.

SEKSUAL

Dua Paramecium saling berdekatan lalu saling menempel. Kemudian terjadi dua sel saling menempel pada bagian mulut sel. Membran sel pada sel yang saling menempel tersebut melebar dan terbentuk suatu saluran. Pada bagian masing-masing sel terdapat mikronukleus diploid (2n) yang membelah secara meiosis menjadi 4 mikronukleus haploid (n), sedangkan makronukleusnya tidak mengalami perubahan. Selanjutnya, masing-masing 4 mikronukleus haploid (n), di setiap sel membelah secara mitosis menjadi 8 mikronukleus (n). 8 mikronukleus (n) yang terbentuk, 7 mikronukleus hancur, sehingga setiap sel hanya memiliki 1 mikronukleus dan 1 makronukleus.

Mikronukleus membelah secara mitosis menjadi 2 mikronukleus, sedangkan makronukleus lenyap, sehingga pada masing-masing sel hanya mengandung mikronukleus. Terjadi saling tukar-menukar mikronukleus, yaitu mikronukleus pindah ke sel lain dan sebaliknya. Mikronukleus yang saling tukar-menukar tersebut melebur dengan mikronukleus yang tidak pindah. Jadi, setelah hasil peleburan itu, setiap sel memiliki mikronukleus diploid. Setiap sel yang telah memiliki mikronukleus diploid (2n), selnya pisah dan konjugasi berakhir. Kemudian 1 mikronukleus membelah secara mitosis menghasilkan 2 mikronukleus. Salah satu dari 2 mikronukleus itu tumbuh menjadi makronukleus, sehingga setiap sel memiliki 1 mikronukleus dan 1 makronukleus.

CONTOH CILIATA