Anda di halaman 1dari 2

Judul : Emulsion Surface Facilities and Transportation By Leksono Mucharam

Secara umum proses produksi minyak dilapangan, minyak mentah yang diproduksi dari sumur akan dipisahkan melalui separator menjadi gas, minyak, air, dan pasir. Masing-masing dari hasil pemisahan tersebut kemudian dilakukan treatmen lebih lanjut. Untuk pemisahan emulsi air dan minyak digunakan Parallel Plate Interceptor (PPI). Alat ini digunakan untuk meningkatkan kinerja dari pemisahan. Emulsi yang dihasilkan dari sumur dikarenakan fasa air yang ikut terproduksi bersama minyak. Salah satu parameter yang penting dari emulsi dalam produksi minyak adalah BS & W. BS & W menyatakan kandungan air dan padatan dalam minyak. Padatan yang terproduksi dapat berupa: pasir, silt, lumpur, scale, dan endapan padatan lain yang tidak dapat larut pada kondisi tersebut. BS & W memilikai batasan-batasan nilai tertentu tergantung dengan kondisi lokal, kerja, dan persetujuan kontrak. Pembatasan ini bertujuan untuk: menghindari biaya transport yang tinggi, menurunkan biaya treatment dan pembuangan, mengurangi kerusakan peralatan, dan kandungan panas. Selain BS & W, persyaratan yang lain adalah salt content dalam minyak. Salt Content dapat diturunkan dengan menghilangkan air dari minyak. Emulsi yang dihasilkan harus ditangani agar dapat memenuhi spesifikasi yang ditentukan. Berdasarkan pengertiannya emulsi adalah suatu sistem yang heterogen terdiri dari dua cairan yang immiscible dengan salah satunya tersebar dalam bentuk droplet yang terapung dalam fluida/cairan kedua. Tipe emulsi yang dihasilkan dapat berupa o/w (Inverse atau reverse emulsion), w/o (regular), o/w/o, w/o/w, dan lain sebagainya, akan tetapi emulsi yang banyak ditemukan dalam dunia perminyakan adalah w/o. Emusi ini dapat dimudahkan dengan penambahan emulsifier untuk mencegah terjadinya koelesensi. Selain itu pembentukan emulsi dapat dilakukan juga dengan agitasi. Emulsifier dapat menebabkan polar molekul sehingga terjadinya muatan listrik sejenis yang dapat mengakibatkan tolakan antar droplet. Selain itu emulsifier juga menstabilkan emulsi dengan cara pembentukan lapisan film antarmuka pada droplet sehingga mencegah terjadinya koelesensi. Koelesensi terjadi jika droplet-droplet air saling bersentuhan dan bergabung menjadi butiran ang lebih besar. Jika sudah mencapai ukuran tertentu maka droplet akan mengendap. Kestabilan emulsi dipengaruhi oleh nilai API dari minyak, API ynag rendah emulsinya akan lebih stabil, menggunakan Asphaltic based oil sebagai emulsifier, dan viskositas yang tinggi agan mambentuk emulsi yang lebih stabil. Oleh karena itu viskositas emulsi lebih besar dari pada viskositas minyak murninya. Pada proses pemecahan emulsi, kecepatan dari settling droplet dapat dihitung melalui persamaan stokes. Contoh demulsifier adalah paraffin, resin, asam organik, garam, tanah liat, dan lumpur pengeboran. Dalam dunia perminyakan agitasi minyak dan air terjadi pada: pompa didasar sumur, aliran dalam tubing, pompa permukaan, dan aliran melalui choke dan valve. Jika agitasi yang diberikan semakin besar maka droplet yang dihasilkan semakin kecil. Jumlah volume emulsi air dalam minyak sekitar 1-60 %. Untuk oil dengan API > 20 maka volume emulsi sekitar 5-20 % sedangkan minyak dengan API <20 maka volume emulsi sekitar 10-35 %. Dalam industri pemisahan emulsi dilakukan menggunakan separator Bucket and Wier Design dan Vertical Three-Phase Separator. Metode yang digunakan untuk menangani emulsi dapat berupa: menggunakan bahan kimia, pemanasan, gravity settling, sentrifugasi, dan pembantukan koelesensi. Untuk hal emulsi yang tidak diinginkan maka pencegahan emulsi dapat dilakukan dengan cara: mengeluarkan air dari produksi,

menerapkan desain dan teknis produksi dengan baik, mencegah kebocoran semen pada formasi, mencegah aliran turbulen, dan menambahkan demulsifier pada fluida.