Anda di halaman 1dari 4

BAHAYA EMBOLI UDARA PADA INFUS

Disusun oleh : Miftakhul Huda( 0861050072 )

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KRISTEN INDONESIA KEPANITERAAN KLINIK ILMU ANESTESI PERIODE 22 Juli 24 AGUSTUS 2013 JAKARTA 2013

Infusion-related air embolism.


Source
Independent Vascular Access Consultant. LyndaKay123@aol.com

Abstract
Vascular air embolism as a medically induced complication may be associated with numerous treatments and therapies. In infusion therapy, the risk is associated with venous and arterial catheterization as well as various other invasive procedures and much of the equipment used for them. The manner of air entry and the presentation of symptoms may vary greatly. Appropriate treatment options are dependent on air entry routes. Nurses need to be aware of the common and seldom-considered causes of air embolism to be able to guard against this complication, yet adequately support the patient if it occurs. PMID: 23271149 [PubMed - in process] EMBOLI UDARA KARENA INFUS
Emboli yang masuk ke dalam pembuluh darah vena dapat menjadi emboli udara vena. Emboli udara tersebut akan terbawa aliran darah, masuk ke dalam ruang serambi dan bilik kanan jantung. Dari sana, emboli tersebut dapat terbawa terus ke pembuluh darah arteri paru sehingga mengganggu pertukaran gas di sana, menyebabkan gangguan irama jantung, hipertensi pembuluh darah paru, dan bahkan gagal jantung serta henti jantung. Jika emboli yang ada besar, emboli tersebut dapat menyebabkan sumbatan pada serambi serta bilik jantung, sehingga terjadi obstruksi aliran darah sehingga darah yang dipompa jantung pun berkurang. Oleh karena itu, sebaiknya ketika sedang memasang selang infus kepada pasiennya, haruslah berhati-hati, supaya tidak menimbulkan emboli pada selang infus tersebut. Apabila ketika memasang infus terdapat emboli, maka segeralah naikan emboli tersebut dengan cara disentil. Maka dengan cara tersebut, emboli yang terdapat pada selang infusnya akan naik dan perlahan-lahan akan hilang dengan sendirinya.

Adanya gelembung udara yang masuk ke pembuluh darah memang bisa menghambat aliran darah. Maka itu ketika seseorang sedang diinfus atau transfusi biasanya harus segera diganti sebelum cairan benar-benar habis. Hal ini karena jika ada gelembung udara yang masuk bisa berbahaya bagi tubuh bahkan hingga menyebabkan kematian. Jika ada gelembung udara yang masuk ke dalam tubuh dan bersarang di pembuluh darah bisa menyebabkan aliran darah terhambat, kondisi ini dikenal dengan nama emboli. Hal ini bisa berbahaya karena darah digunakan untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Jika emboli terjadi maka pasokan darah ke organ utama tubuh seperti otak, paru-paru atau jantung menjadi terhambat. Jika tidak segera ditangani bisa menyebabkan kegagalan organ bahkan hingga kematian.Di masa lalu emboli udara pada pembuluh darah vena dikaitkan dengan prosedur bedah saraf yang dilakukan dalam posisi duduk. tapi emboli udara vena ini bisa juga dikaitkan dengan proses kateterisasi vena sentral, trauma benda tumpul di dada, ventilasi medis tekanan tinggi, hemodialisis dan beberapa prosedur invasif pembuluh darah. Secara umum sejumlah kecil udara yang masuk tidak menimbulkan gejala.

Tapi pada beberapa kondisi tertentu emboli udara ini bisa menimbulkan masalah seperti dikutip dari emedicine.medscape.com, Kamis (14/4/2011) yaitu:

1. Jika ada lebih dari 5ml/kg udara yang masuk ke pembuluh darah vena bisa menyebabkan cedera yang signifikan seperti shock atau gagal jantung. 2. Suntikan 2-3 ml udara ke dalam sirkulasi otak bisa berakibat fatal 3. Jika gelembung udara masuk dengan cepat dan dalam ukuran besar menyebabkan kejang di ventrikel kanan yang meningkatkan tekanan di arteri paru-paru. 4. Jika volume udara yang masuk besar (lebih dari 30mL/kg/menit) ke dalam sistem peredaran darah vena akan mengganggu proses penyaringan di pembuluh darah paru-paru sehingga mengalami perubahan seluler.

Efek dari emboli udara pada pembuluh darah paru bisa mengakibatkan perubahan inflamasi yang serius serta kerusakan endothelial dan akumulasi trombosit, fibrin, neutrofil dan tetesan lemak. Selain akibat gelembung udara, emboli juga bisa disebabkan oleh faktor lainnya seperti gumpalan darah yang tidak melarut tapi menghambat aliran darah, emboli lemak yang biasa terjadi setelah luka bakar atau komplikasi pembedahan dan emboli akibat kolesterol yang mengendap.Untuk mengatasi emboli ini tergantung dari jenisnya, seberapa besar hambatan tersebut serta dibagian tubuh mana terjadinya emboli. Jika terjadi di daerah paru-paru maka memerlukan penanganan medis. Penanganan yang dilakukan bisa berupa operasi atau menyedot emboli keluar.

DAFTAR PUSTAKA

Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif FKUI. 2001. Penatalaksanaan Pasien Di Intensif Care Unit Jakarta: Sagung Seto Price, et.al. 1995.Patofisiologi : Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit . Edisi 4. Jakarta : EGC

Swearingen, P. et al. 2001 Seri Pedoman Basa Edisi 2. Jakarta: EGC

Praktis: Keseimbangan Cairan, Elektrolit dan Asam