Anda di halaman 1dari 27

TES DNA

PENDAHULUAN

Setiap manusia memiliki 23 ps kromosom terdiri dari: - 22 ps kromosom somatik dan 1 pasang kromosom penentu jenis kelamin. Kromosom XX penentu jenis kelamin wanita XY untuk jns kelamin laki-laki Setiap anak menerima setengah pasang dari ayah dan setengah pasang lainnya dari ibu setiap setiap individu membawa sifat yang diturunkan baik dari ibu maupun ayah DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) : bahan kimia utama yang berfungsi sebagai penyusun gen yang menjadi unit penurunan sifat (hereditas) yang meneruskan informasi biologis dari induk kepada keturunannya. DNA terdapat pada inti sel di dalam struktur kromosom dan pada mitokondria.

DNA berbentuk spt spiral, tdr dari empat basa yaitu A, C, G, dan T, yang merupakan lambang basa kimia adenin, sitosin (cytosine), guanin, dan timin. Senyawa ini mengandung nitrogen ,membentuk ikatan yang eksklusif, di mana adenin akan selalu berpasangan dengan timin dan guanin akan selalu berpasangan dengan sitosin. DNA merupakan materi genetik (asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika)yang bisa kita temukan dalam inti sel mahluk hidup (nukleus). Pada mamalia, rantai DNA berbentuk struktur kelompok yang disebut kromosom. Urutan basa-basa pada molekul DNA-lah yang menentukan informasi genetika yang terdapat di dalamnya.

TES DNA
Tes

DNA adalah sebuah metode identifikasi fragmen dari asam deoksiribonukleat, atau DNA itu sendiri.
Dengan pengecualian orang yang kembar, DNA setiap orang pasti berbeda.

Ketika

seseorang dengan alasan yang sangat beragam dan pribadi ingin tahu akan identitasnya maka salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah identifikasi DNA

Dalam

perkembangannya Tes DNA dilakukan dengan berbagai alasan seperti persoalan pribadi dan hukum antara lain: kasus tertukarnya bayi ,tunjangan anak, perwalian anak, adopsi, imigrasi, warisan dan masalah forensik(pembunuhan ,mutilasi,bom Bali &JW mariott) Para penegak hukum berusaha untuk mengumpulkan bagian tubuh dari para korban atau pengebom untuk proses identifikasi. Sehelai rambut pun sangat penting karena dalam sehelai rambut terdapat informasi genetika yang bisa diidentifikasi.

Jika

ingin mengetahui anak dari ibu siapakah seseorang yang sedang diidentifikasi maka langkah yang paling tepat adalah menggunakan DNA mitikondria yang terdapat dalam organel mitokondria di dalam sel tubuh

Tes DNA yg dipakai : DNA mitokondria dan DNA inti sel. DNA yang paling akurat untuk tes adalah DNA inti sel karena inti sel tidak bisa berubah sedangkan DNA dalam mitokondria dapat berubah karena berasal dari garis keturunan ibu, yang dapat berubah seiring dengan perkawinan keturunannya. Dalam kasus-kasus kriminal, penggunaan kedua tes DNA diatas, bergantung pada barang bukti apa yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Seperti jika ditemukan puntung rokok, maka yang diperiksa adalah DNA inti sel yang terdapat dalam epitel bibir karena ketika rokok dihisap dalam mulut, epitel dalam bibir ada yang tertinggal di puntung rokok. Epitel ini masih menggandung unsur DNA yang dapat dilacak.

Untuk kasus pemerkosaan diperiksa spermanya tetapi yang ( kepala spermatozoa) yang terdapat DNA inti sel didalamnya. Sedangkan jika di TKP ditemukan satu helai rambut maka sampel ini dapat diperiksa asal ada akarnya. Untuk DNA mitokondria tidak harus ada akar, cukup potongan rambut karena diketahui bahwa pada ujung rambut terdapat DNA mitokondria sedangkan akar rambut terdapat DNA inti sel. Bagian-bagian tubuh lainnya yang dapat diperiksa selain epitel bibir, sperma dan rambut adalah darah, daging, tulang dan kuku.

TUJUAN TES DNA


(1) tujuan pribadi ( penentuan perwalian anak atau penentuan orang tua dari anak) (2) tujuan hukum ( masalah forensik seperti identifikasi korban yang telah hancur)

PRINSIP2 TES DNA


Sebab pada saat proses fertilisasi sperma yang membuahi telur tidak memasukkan mitokondrianya ke dalam sel telur. Mitokondria sperma terdapat pada leher sperma bagian leher sperma tidak masuk ke dalam telur. Sedangkan yang masuk ke dalam telur hanyalah DNA inti yang nanti akan bersatu dengan DNA inti telur. DNA mitokondria dalam telur tidak pernah bercampur dengan DNA mitkondria dari sperma. DNA mitokondria seorang anak akan dapat berbeda dengan DNA mitokondria ibunya , jika pada anak ternyata terjadi mutasi DNA biasanya mutasi terjadi hanya sebagian kecil dari DNA mitokondria yang dimilikitetap akan persamaam ciri kromosom ibu dan anak

DNA digunakan dalam tes : 1. DNA mitokondria 2. DNA inti sel. Perbedaan pada lokasi DNA tersebut berada dalam sel, yang satu dalam inti sel ( DNA inti sel ) dan di mitikondria (mitokondria ) Sampel DNA yang paling akurat : DNA inti sel karena inti sel tidak bisa berubah. DNA dalam mitokondria dapat berubah karena berasal dari garis keturunan ibu yang dapat berubah seiring dengan perkawinan keturunannya. Pemeriksaan: - Sperma: kepala spermatozoa karena didalamnya terdapat DNA inti - Rambut : akar rambutnya.

Tes paternitas adalah tes DNA untuk menentukan apakah seorang pria adalah ayah biologis dari seorang anak. ~ Tes ini membandingkan pola DNA anak dengan terduga ayah untuk memeriksa bukti pewarisan DNA yang menunjukkan kepastian adanya hubungan biologis. Tes maternitas adalah tes DNA untuk menentukan apakah seorang wanita adalah ibu biologis dari seorang anak dan untuk menentukan kecocokan DNA anak yang diwariskan dari terduga ibu. ~DNA pada mitokondria yang dikenal dengan nama DNA mitokondria didapat secara keseluruhan dari ibu ~Tes ini dapat mengidentifikasi seseorang apakah memiliki hubungan keluarga dengan keluarga dari pihak ibu atau hubungan keluarga secara maternal

Tes paternitas : menganalisa pola DNA menggunakan marka STR (short tandem repeat) yaitu lokus DNA yang tersusun atas pengulangan 2-6 basa. Dalam genom manusia dapat ditemukan pengulangan basa yang bervariasi jumlah dan jenisnya. Identifikasi DNA dengan penanda STR merupakan salah satu prosedur tes DNA yang sangat sensitif karena penanda STR memiliki tingkat variasi yang tinggi baik antar lokus STR maupun Tes paternitas dapat dilakukan sebelum anak dilahirkan (prenatal). Tes DNA dapat dilakukan dengan sampel dari jaringan janin (Chorionic Villi Sample, CVS) umumnya pada umur kehamilan 10-13 minggu, atau dengan cara amniosentesis pada umur kehamilan 14-24 minggu.

Metode Tes DNA


Konvensional yaitu elektroforesis DNA. Kemampuan partikel emas berukuran nano untuk berikatan dengan DNA. Ilmuwan A S (Huixiang Li dan Lewis Rothberg) Prinsip metode : menggunakan untai pendek DNA (Probe) yang telah diberi zat pendar. Probe ini dirancang spesifik untuk gen sampel ttt dan hanya akan menempel/berhibridisasi dengan DNA sampel tersebut. Partikel emas berukuran nano dalam metode ini berperan dalam mengikat Probe yang tidak terhibridasi. Pendeteksian dilakukan dengan penyinaran pada panjang gelombang tertentu. Keberadaan DNA yang sesuai dengan DNA Probe dapat dilihat dari pendaran sampel tersebut. Jumlah DNA target tersebut kira-kira berbanding lurus terhadap intensitas pendaran sinar yang dihasilkan.

Prosedur Tes DNA


Pelacakan DNA : ~ekstraksi sampel DNA dari cairan / lapisan tubuh seperti rambut, darah, saliva,buccal swab darah, rambut beserta akarnya ~ Cara pengambilan sampel: Sampel darah diambil sebanyak 2 ml ,menggunakan tabung EDTA kemudian diberi label yang jelas, dan tanggal pengambilan sampel. Sampel disimpan pada suhu 4C. disegmentasikan menggunakan enzim, dan disusun menggunakan proses yang disebut elektroforesis ditandai dengan film X-Ray sampel DNA yang sedang diuji akan menunjukkan pola garis-garis hitam

Tahapan Metode Tes DNA


A . Cara elektroforesis :
1. Preparasi sampel : pengambilan sampel DNA (isolasi) dan

pemurnian DNA. (tehnik sentrifugasi dan metode filtrasi vakum ) Dalam tahap ini diperlukan kesterilan alat-alat yang digunakan. Elektroforesis mengandalkan pemisahan molekul DNA dalam medan listrik Ex: sampel darah, isolasinya dapat digunakan bahan kimia phenolchloroform , untuk sampel rambut dapat digunakan bahan kimia Chilex. 2. Pemurnian DNA dari kotoran2 seperti protein, sel debris, dan lain lain,menggunakan produk butir magnet dari Promega Corporation yang memanfaatkan silica-coated paramagnetic resin yang memungkinkan metode pemisahan DNA yang lebih sederhana dan cepat.

3. Tahapan Amplifikasi : Memasukan sampel DNA yang telah dimurnikan kedalam mesin PCR (polymerase chain reaction) Hasil akhir adalah berupa kopi urutan DNA lengkap dari DNA sampel. 4. Menilai karakteristik kopi urutan DNA ini dengan elektroforesis untuk melihat pola pitanya. Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga berbeda. Pola pita inilah yang disebut DNA sidik jari (DNA finger print) yang akan dianalisa pola STR nya. 5. Tahapan typing : memperoleh tipe DNA. Mesin PCR akan membaca data-data DNA dan menampilkannya dalam bentuk angka-angka dan gambar-gambar identfikasi DNA. 6. Finishing dari tes DNA ini adalah mencocokan tipe-tipe DNA.

B. Analisa Forensik

adalah suatu metode analisis kejahatan di forensik yakni DNA fingerprint.


Keakuratan hasil yang hampir mencapai 100% menjadikan metode DNA fingerprint selangkah lebih maju dibandingkan proses biometri (identifikasi menggunakan sidik jari, retina mata, susunan gigi, bentuk tengkorak kepala serta bagian tubuh lainnya) yang telah lama digunakan kepolisian untuk identifikasi Hasil aplikasi tehnik PCR(Polymerase Chain Reaction ) ini disebut dengan DNA fingerprint yang merupakan gambaran pola potongan DNA dari setiap individu. Karena setiap individu mempunyai DNA fingerprint yang berbeda maka dalam kasus forensik, informasi ini bisa digunakan sebagai bukti kuat kejahatan di pengadilan.

Tahapan pomeriksaan metode ini hampir sama dengan metode konvensional . Perbedaannya: ~Memasukkan DNA kedalam mesin PCR. Langkah dasar penyusunan DNA fingerprint dengan PCR yaitu dengan amplifikasi (pembesaran) sebuah set potongan DNA yang urutannya belum diketahui. Prosedur dimulai dengan mencampur sebuah primer amplifikasi dengan sampel genomik DNA. Satu nanogram DNA sudah cukup untuk membuat plate reaksi. Jumlah sebesar itu dapat diperoleh dari isolasi satu tetes darah kering, dari sel-sel yang melekat pada pangkal rambut atau dari sampel jaringan apa saja yang ditemukan di TKP. Kemudian primer amplifikasi tersebut digunakan untuk penjiplakan pada sampel DNA yang mempunyai urutan basa yang cocok. Hasil akhirnya berupa kopi urutan DNA lengkap hasil amplifikasi dari DNA Sampel.

Selanjutnya kopi urutan DNA akan dikarakterisasi dengan elektroforesis untuk melihat pola pitanya. Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga berbeda. Pola pita inilah yang dimaksud DNA fingerprint. Adanya kesalahan bahwa kemiripan pola pita bisa terjadi secara random (kebetulan) sangat kecil kemungkinannya, mungkin satu diantara satu juta. Finishing dari metode ini adalah mencocokkan tipe-tipe DNA fingerprint dengan pemilik sampel jaringan (tersangka pelaku kejahatan).

HASIL INTERPRETASI
Intreprestasi

hasIl : analisa pola DNA menggunakan marka STR (short tandem repeats). STR ( lokus DNA yang tersusun atas pengulangan 2-6 basa) Dalam genom manusia dapat ditemukan pengulangan basa yang bervariasi jumlah dan jenisnya. Dengan menganalisa STR ini, maka DNA tersebut dapat diprofilkan dan dibandingkan dengan sampel DNA terduga lainnya.

Misalnya,

hasil pemeriksaan seorang anak ditemukan bahwa pada kromosom nomor 3 memiliki urutan AGACT dengan pengulangan 2 kali Seseorang dapat dikatakan memiliki hubungan darah jika memiliki 16 STR yang sama dengan kelurga kandungnya Bila ayah atau ibu yang mengaku orang tua kandungnya juga memiliki pengulangan sama pada nomor kromosom yang sama, maka dapat disimpulkan antara 2 orang itu memiliki hubungan keluarga.

Akurasi Tes DNA?

100 akurat jika dilakukan dengan Standard Of Procedur dan Quality Control yang baik. Tergantung: ~ sampel yang diambil hanya berupa segmen DNA, bukan DNA lengkap, kemungkinan jejak DNA yang dihasilkan tidak unik. ~ standar pengujian dan pengendalian kualitas yang sama. ~ human error factor : mendukung terjadinya kesalahan pengujian, berujung pada hasil yang salah.

Jika jejak DNA yang dihasilkan dari 2 orang bersamaan, maka kemungkinan sampel ini berasal dari orang yang sama.

PENUTUP

Hasil tes ini hanya dapat digunakan sebagai referensi pribadi, kecuali jika sampel yang diperiksa diambil melalui prosedur hukum (surat dan polisi atau jaksa), maka sampel tersebut memiliki kekuatan hukum. Persyaratan yang diperlukan dalam melakukan identifikasi DNA Pengguna jasa harus menyerahkan fotokopi kartu identitas diri (KTP/ paspor), akte atau surat keterangan lahir anak dan foto-foto dari individu yang diperiksa. Pengguna jasa juga harus menandatangani surat pernyataan persetujuan tes DNA di atas materai.

Tes DNA memerlukan waktu sampai 12 hari kerja atau hampir dua minggu. Ryan yang terpaksa "menjerit" karena mayat keluarga mereka tidak dapat dikuburkan secara cepat dan terpaksa berdiam di kamar mayat selama lebih dari 1 minggu, dikarenakan harus menunggu tes DNA terlebih dahulu. Amerika Serikat: hasil tes DNA sudah dapat diketahui dalam waktu 3-5 hari kerja. Indonesia, mungkin masalah waktu ini masih dapat dimaklumi karena sangat terbatasnya instansi yang dapat melayani tes DNA.

TERIMA KASIH