Sumber Daya Alam Provinsi Papua Barat

Kehutanan merupakan sektor non migas yang memberikan kontribusi ekonomi terbesar di Papua Barat. Luas hutan dan perairannya adalah 9.769.686,91 ha. Di sektor kehutanan, alokasi fungsi hutan terbagi atas hutan lindung seluas 1.819.267 ha, hutan suaka alam dan pelestarian alam seluas 1.885.323 ha hutan produksi terap seluas 1.435.640 hal hutan produksi terbatas seluas 1.046.529 ha, hutan yang dapat dikonversi seluas 2.500.432 ha dan hutan lainnya seluas 327.909 ha. Sedangkan lahan non sawah di antaranya ladang/tegalan seluas 340.275 ha, perkebunan seluas 125.135 ha, permukiman seluas 121.403 ha, usaha lain seluas 332.688 ha, danau/telaga seluas 4.531 ha, dan ranah tandus/ranah rusak alias tidak diusahakan seluas 82.197 ha. Pada 2005, di provinsi ini beroperasi 25 perusahaan pemegang IUPHHK/HPH yang berlokasi di delapan kabupaten (Fakfak, Kaimana, Manokwari, Raja Ampat, Sorong, Sorong Selatan, Teluk Bintuni, danTeluk Wondama) dengan dominasi lokasi operasi di Kabupaten Kaimana dan Teluk Bintuni. Total areal pengusahaan hutan (HPH) di provinsi ini pada 2005 seluas 3.545.400 ha. Di bidang Industri primer hasil hutan, di provinsi ini bergerak di perusahaan, Dari jumlah itu, tiga perusahaan beroperasi dengan skala di atas 6.000 m³/tahun dan dengan skala di bawah 6.000 m³/tahun sebanyak 15 perusahaan. Produk kayu olahan yang dihasilkan adalah chip wood, plywood, block board, dan sawmill. Pada sektor pertanian, tahun 2006 tercatat luas areal panen 9.663 ha, jumlah produksi gabah kering giling 34.157 ton, produksi beras giling 32.497 ton, dengan demikian rata-rata produktivitasnya 3.368 ton/ha. Untuk komoditas jagung tahun 2006 tercatat luas areal panen 4.046 ha dengan jumlah produksi 5.052 ton dan rata-rata produksi 139 ton, Sedangkan untuk komoditas kedelai, pada 2006 tercatat luas areal panen 9.884 ha dengan jumlah produksi 11.811 ton dan rata-rata produksi 12 ton. Di sektor perikanan dan kelautan, sejak 2005 tengah dibangun pangkalan pendaratan ikan (PPI) di Kabupaten Sorong,Teluk Wondama, dan Kabupaten Raja Ampat. Juga tengah dikembangkan perikanan budidaya seperti budidaya teripang di Kabupaten Teluk Wondama dan Fakfak; budidaya ikan terapu di Kabupaten Sorong; budidaya rimput laut di Kabupaten Raja Ampat; budidaya kepiting di Kabupaten Kaimana dan pengelolaan Terumbu Karang (Coremap II). Produksi perikanan di provinsi ini berorientasiekspor, mencakup udang, tuna/cakalang, pelagis, demersal, ikan campur dan hasil olahan. Daerah produksi perikanan laut di provinsi ini adalah Kota Sorong, Kabupaten Manokwari, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, Kabupaten Fakfak, dan Kabupaten Raja Ampat. Nilai ekspor produksi perikanan tahun 2005 sebesar Rp 116.708.593.523,-.

511 ekor/tahun dengan jumlah produksi telur sebanyak 23.211 peternak serta rata-rata kepemilikan per peternak 80 ekor/kk.765 ekor/tahun dengan jumlah produksi telor sebanyak 33.977 ekor dengan jumlah produksi 571. ayam ras pedaging sebanyak 465. kopi. pembinaan usaha pertambangan umum.144 ekor dan jumlah populasi 100. komoditas unggulannya antara lain kelapa sawit. Sementara itu untuk sektor perkebunan. http://www. kelistrikan dan pemanfaatan energi serta bidang lingkungan hidup.96 ton/tahun. jumlah pemotongan per tahun 30. geologi dan sumber daya mineral. serta prasarana kelistrikan dan kegiatan pengembangan dan pemanfaatan energi. 18 Oct. Lalu unggas meliputi ayam buras dengan jumlah populasi 534.587 ton/tahun dan jumlah peternak 55. pada 2006 tercatat populasi sapi potong berjumlah 29.845 ekor. ayam petelur sebanyak 367.67 ton/tahun dan jumlah peternak 35. Ternak kecil berupa kambing dengan jumlah produksi 18.000 peternak serta rata-rata kepemilikan per peternak 10 ekor/kk. pala.98 ton/tahun dan babi sebanyak 35. 13. produksi daging sapi 657 ton/tahun dan rata-rata kepemilikan 4 ekor.167 ekor.33 butir/tahun serta rata-rata kepemilikan per peternak 4 ekor/kk. kakao.126 ekor.Di sektor peternakan.id/in/pemerintah-daerah/provinsi-papua-barat/sumberdaya-alam jum’at. jambu mete dan pinang.indonesia. itik sebanyak 94.251 ton/tahun dan jumlah peternak 409. Selain potensi yang telah disebutkan di atas arah pemerintah Provinsi Papua Barat telah mencoba mengembangkan potensi pertambangannya melalui kebijakan umum bidang pertambangan dan energi dengan titik berat pada bidang minyak dan gas bumi. cengkeh.go. 14:30 . dilaksanakan beberapa kegiatan di bidang geologi dan air bawah tanah. kelapa dalam.243 ekor/tahun dengan jumlah produksi telur sebanyak 289. Dalam tahun anggaran 2005.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful