Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR REMOTE LABORATORY

Karakteristik V I Semikonduktor
Nama NPM Fakultas Departemen Kode Praktikum Tanggal Praktikum : MAUHIBIYA SHOFA : 1106010515 : TEKNIK : TEKNIK KIMIA : LR03 : 29 OKTOBER 2012

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar (UPP IPD) Universitas Indonesia Depok, 2012

Karakteristik V I Semikonduktor

I.

TUJUAN PRAKTIKUM
Mempelajari hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada suatu semikonduktor.

II.

PERALATAN
Bahan semikonduktor Amperemeter Voltmeter Variable power supply Camcorder Unit PC DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III.

DASAR TEORI
Sebuah bahan material bila dilewati oleh arus listrik akan menimbulkan disipasi panas. Besarnya disipasi panas adalah I2R. Panas yang dihasilkan oleh material ini akan mengakibatkan perubahan hambatan material tersebut. Jika pada material semi konduktor, pertambahan kalor/panas akan mengurangi nilai hambatan material tersebut. Peristiwa dispasi panas dan perubahan resistansi bahan semi konduktor ini saling berkaitan.

Gambar 1. Rangkaian tertutup semikoduktor

IV.

PROSEDUR PERCOBAAN
Eksperimen rLab ini dapat dilakukan dengan meng-klik tombol rLab di bagian bawah halaman ini. 1. 2. 3. Memperhatikan halaman web percobaan karakteristik VI semi konduktor. Memberikan beda potensial dengan member tegangan V1. Mengaktifkan power supply/baterai dengan mengklik radio button di sebelahnya. 4. 5. Mengukur beda potensial dan arus yang terukur pada hambatan. Mengulangi langkah 3 hingga 5 untuk beda potensial V2 hingga V8.

Catatan: data yang diperoleh adalah 5 buah data terakhir jika rangkaian diberi beda potensial tertentu (misal V1) dengan interval 1 detik antara data ke satu dengan data berikutnya.

V.

TUGAS DAN EVALUASI


1. Perhatikan data yang saudara peroleh, apakah terjadi perubahan tegangan dan arus untuk V1, V2, V3, V4 dan V5? Bila terjadi perubahan, jelaskan secara singkat mengapa hal tersebut terjadi (analisa) dan bila tidak terjadi jelaskan pula mengapa demikian! 2. Dapatkan nilai rata-rata beda potensial yang terukur dan arus yang terukur untuk V1, V2, V3 hingga V8. 3. Buatlah grafik yang memperlihatkan hubungan V vs I untuk rata rata V dan I yang terukur (lihat tugas 2)! 4. Bagaimanakah bentuk kurva hubungan V vs I, jelaskan mengapa bentuknya demikian! 5. 6. Berdasarkan berbagai kurva grafik V vs I bolehkah kita menggunakan hukum Ohm dalam peristiwa ini? Berikan kesimpulan terhadap percobaan ini!

VI.

PENGOLAHAN DATA DAN EVALUASI


A. Pengolahan Data

1. Rata-rata Beda Tegangan (V) dan Arus (I) Berikut merupakan data pengamatan yang diperoleh oleh prkatikan beserta penghitungan rata-rata beda tegangan (V) dan arus (I). Penghitungan rata-rata dilakukan secara komputerisasi melalui Ms. Excel. 1. Tabel pada tegangan I (V1)
V (Volt) I (mA) 0.45 3.91 0.45 3.91 0.45 3.91 0.45 3.91 0.45 3.91 0.45 3.91

Rata-rata

2.

Tabel pada tegangan II (V2)


V (Volt) I (mA) 0.92 8.15 0.92 8.47 0.92 8.15 0.92 8.47 0.92 8.47 0.92 8.34

Rata-rata

3.

Tabel pada tegangan III (V3)


V (Volt) I (mA) 1.32 11.73 1.32 11.73 1.32 11.73 1.32 11.73 1.32 11.73 1.32 11.73

Rata-rata

4.

Tabel pada tegangan IV (V4)


V (Volt) I (mA) 1.85 16.62 1.85 16.62 1.85 16.94 1.84 16.94 1.84 16.94 1.85 16.81

Rata-rata

5.

Tabel pada tegangan V (V5)


V (Volt) I (mA) 2.25 20.85 2.25 20.85 2.24 21.51 2.24 21.18 2.24 21.18 2.24 21.11

Rata-rata

6.

Tabel pada tegangan VI (V6)


V (Volt) I (mA) 2.83 28.35 2.83 28.35 2.82 28.67 2.82 29 2.81 29 2.82 28.67

Rata-rata

7.

Tabel pada tegangan VII (V7)


V (Volt) I (mA) 3.13 31.28 3.13 32.26 3.12 32.91 3.11 32.91 3.12 32.26 3.12 32.32

Rata-rata

8.

Tabel pada tegangan VIII (V8)


V (Volt) I (mA) 3.56 38.77 3.56 39.1 3.55 39.75 3.54 40.4 3.53 41.06 3.55 39.82

Rata-rata

2. Grafik Hubungan Antara V vs I Untuk membuat grafik hubungan antara V vs I, data yang digunakan merupakan data rata-rata dari beda tegangan (V) dan arus (I) yang telah diketahui pada perhitungan sebelumnya. No 1 2 3 4 5 6 7 8 Tegangan ratarata ( ), x 0.45 0.92 1.32 1.85 2.24 2.82 3.12 3.55 16.27 Arus ratarata ( ), y 3.91 8.34 11.73 16.81 21.11 28.67 32.32 39.82 162.71 xy 1.7595 7.6728 15.4836 31.0985 47.2864 80.8494 100.8384 141.361 426.35 x2 0.2025 0.8464 1.7424 3.4225 5.0176 7.9524 9.7344 y2 15.2881 69.5556 137.5929 282.5761 445.6321 821.9689 1044.582

12.6025 1585.632 41.52 4402.83

Dari data di atas didapatlah grafik hubungan antara V vs I, dimana V merupakan komponen sumbu x dan I merupakan komponen sumbu y. menggunakan metode least-square serta dengan menggunakan bantuan Ms. Excel didapatlah sebuah grafik berikut.

Grafik Hubungan V vs I
45 40 35 30 25 20 15 10 5 0 0 0.5 1 1.5 2 Tegangan (V) y = 11.319x - 2.6815 R = 0.9879

Arus (I)

2.5

3.5

Persamaan garis linier yang terbentuk adalah y = 11.319x - 2.6815. Dengan nilai kesalahan gradien sebesar,

Kemudian kesalahan nilai m (gradient) adalah

Kesalahan relatif dari percobaan ini adalah | | | |

Berdasarkan bentuk kurva yang terbentuk dari grafik di atas, terlihat bahwa garis yang terbentuk merupakan garis dengan gradien positif (11.319) dengan kesalahan nilai m sebesar 0.511482. Gradien positif suatu kurva menunjukkan bahwa komponen sumbu x berbanding lurus dengan komponen sumbu y. Jadi, berdasarkan komponen penyusun sumbu grafik maka semakin besar nilai tegangan maka semakin besar pula arus yang dihasilkan. Hal ini sesuai dan dapat dibuktikan dengan hukum Ohm, dimana V (tegangan) berbanding lurus dengan I (arus) dan R (hambatan). (gradien garis positif) Berdasarkan grafik yang diperoleh, praktikan dapat menggunakan hukum Ohm untuk mencari nilai hambatan rangkaian. Sehingga hambatan rangkaian dari percobaan ini dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut,

No 1 2 3 4 5 6 7 8 Rata-rata

Tegangan rata-rata ( ), Volt Arus rata-rata ( ), A 0.45 0.92 1.32 1.85 2.24 2.82 3.12 3.55 2.03 3.91 x 10-3 8.34 x 10-3 11.73 x 10-3 16.81 x 10-3 21.11 x 10-3 28.67 x 10-3 32.32 x 10-3 39.82 x 10-3 20.34 x 10-3

Jadi nilai hambatan dari rangkaian di atas adalah

VII.

ANALISIS DATA a. Analisis Percobaan dan Hasil Berdasarkan tujuan dari praktikum ini (Karakteristik V I Semikonduktor), praktikan dituntut untuk bisa mempelajari hubungan antara beda potensial (V) dan arus listrik (I) pada suatu semikonduktor. Untuk memenuhi tujuan ini praktikan telah disediakan sebuah bahan semikonduktor, Amperemeter, Voltmeter, Variabel Power Supply, Camcorder, Unit PC, DAQ dan perangkat pengendali otomatis. Perlu diketahui bahwa arus yang terbaca pada Voltmeter dan Amperemeter pada saat praktikum berlangsung berturut-turut adalah 1.78 Volt dan 1.14 A. Untuk menjalankan eksperimen ini, yang dibuhkan oleh praktikan untuk mendapatkan data-data eksperimen adalah dengan mengikuti prosedur percobaan dan rlab akan memberikan data yang praktikan butuhkan. Pertamatama praktikan memberi tegangan pada rangkaian sebesar V1. Kemudian praktikan mengaktifkan power supply dengan mengklik radio button di sebelah tulisan power supply dan setelah itu praktikan mengklik tombol ukur.

Prosedur tersebut diulang untuk V2 sampai V8. Setelah itu praktikan memperoleh data yang terdiri dari 5 besaran beda tegangan dalam volt dan 5 arus dalam mA untuk tiap-tiap Vi (V1, V2, V3, V4, V5, V6, V7, dan V8). Pembedaan nilai V ini bertujuan untuk mendapatkan variasi data sehingga perolehan data akan semakin akurat dan detail. Berdasarkan perolehan data tersebut, praktikan ditugaskan untuk mendapatkan rata-rata dari masing-masing beda tegangan dan arus untuk tiap-tiap Vi. Dari perolehan rata-rata ini, praktikan dapat membuat grafik hubungan antara V (tegangan) dan I (arus). Penjelasan lebih lanjut akan dijelaskan dalam analisis grafik. Dari grafik tersebut praktikan dapat menentukan nilai hambatan rangkaian dengan menggunakan hukum Ohm. Dimana Sehingga nilai hambatan dapat dicari dengan rumus, Berdasarkan hasil pengolahan data sebelumnya didapatlah nilai hambatan rangkaian sebesar 100 . Hal ini membuktikan teori yang telah disebutkan

sebelumnya bahwa sebuah bahan material bila dilewati oleh arus listrik akan menimbulkan disipasi panas dimana besarnya disipasi panas adalah I2R. Panas yang dihasilkan oleh material ini akan mengakibatkan perubahan hambatan material tersebut. Jika pada material semi konduktor, pertambahan kalor/panas akan mengurangi nilai hambatan material tersebut. Sehingga peristiwa dispasi panas dan perubahan resistansi bahan semi konduktor akan saling berkaitan satu sama lain. b. Analisis Grafik Dalam eksperimen kali ini, praktikan ditugaskan untuk membuat sebuah grafik hubungan antara tegangan (V) dengan arus (I). Untuk membuat grafik ini, praktikan menggunakan tegangan sebagai sumbu x dan arus sebagai sumbu y. Tegangan dan arus yang digunakan merupakan rata-rata dari rata-rata yang diperoleh untuk V1 sampai V8. Kemudian didapatlah sebuah grafik yang memiliki gradient positif. Berdasarkan bentuk kurva yang terbentuk dari grafik di atas, terlihat bahwa garis yang terbentuk merupakan garis dengan gradien positif.

Gradien positif suatu kurva menunjukkan bahwa komponen sumbu x berbanding lurus dengan komponen sumbu y. Jadi, berdasarkan komponen penyusun sumbu grafik maka semakin besar nilai tegangan maka semakin besar pula arus yang dihasilkan. Hal ini sesuai dengan hukum Ohm yang menyatakan bahwa beda tegangan suatu rangkaian berbanding lurus dengan arus yang mengalir dalam rangkaian tersebut dan berbanding lurus dengan hambatan rangkaian. Jadi semakin besar nilai tegangan suatu rangkaian, maka arus dan hambatan dalam rangkaian tersebut juga akan semakin besar. c. Analisis Kesalahan Pada dasarnya percobaan telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang diperintahkan. Akan tetapi selama dalam proses pengamatan tidak menutup kemungkinan kesalahan-kesalhan yang berakibat fatal terhadap hasil yang diperoleh. Dalam percobaan ini, banyak terjadi kesalahan dalam mengolah data dan informasi. Hal ini dapat dilihat dari besarnya kesalahan relatif yang didapat yaitu 4.518%. Walaupun kesalahan relatif yang didapat tidak terlalu besar, akan tetapi dengan adanya kesalahan relatif menunjukkan adanya kesalahankesalahan selama percobaan. Pembulatan bilangan ketika dalam mengolah data menyebabkan hasil yang didapat menyimpang dari hasil yang sebenarnya, sehingga mempengaruhi proses pembuatan grafik dan pencarian nilai hambatan rangkaian. Kesalahan literature tidak dapat dicari karena tidak adanya informasi mengenai material bahan semi konduktor yang digunakan. Jika informasi tersebut tersedia, maka nilai literature dapat dicari di berbagai sumber yang terpecaya sehingga kesalahan literature dapat diketahui. Kesalahan-kesalahan fatal yang lainnya dapat terjadi meskipun praktikum dilakukan secara komputerisasi. Hal ini terjadi karena semua sistem dan peralatan telah diatur sedemikian rupa sesuai dengan kondisi realnya. Namun, apabila dibandingkan dengan hasil yang diperoleh jika praktikum dilakukan secara manual, kesalahannya pasti lebih besar lagi karena banyak faktor yang berpotensi menyebabkan terjadinya kesalahan apabila praktikum dilakukan secara manual. Pada praktikum rlab ini kesalahan-kesalahan yang bersifat human

error yang mungkin terjadi akan dapat diminimalisasi karena semua proses praktikum dilakukan secara komputerisasi. VIII. KESIMPULAN Beda potensial (tegangan) suatu rangkaian berbanding lurus dengan arus listrik yang mengalir dalam rangkaian tersebut (Hukum Ohm). Hambatan listrik suatu rangkaian bergantung kepada besarnya tegangan dan arus pada rangkaian tersebut. Pada suatu material semi konduktor, pertambahan kalor/panas akan mengurangi nilai hambatan material tersebut. Gradien garis pada grafik hubungan antara tegangan (V) terhadap arus (I) adalah 11,319 (positif) dengan kesalahan nilai m sebesar 0,511482. Nilai hambatan total pada rangkaian eksperimen ini adalah sebesar 100 Kesalahan relative pada praktikum ini adalah 4.518%. .

IX.

REFERENSI Buku Panduan Praktikum Fisika Dasar (rLab). Giancoli, D.C.; Physics for Scientists & Engeeners, Third Edition, Prentice Hall, NJ, 2000. Halliday, Resnick, Walker; Fundamentals of Physics, 7th Edition, Extended Edition, John Wiley & Sons, Inc., NJ, 2005.