Anda di halaman 1dari 6

KEPUTUSAN

DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT NOMOR DJ.IIj 549/6 TAHUN 2013

ISLAM

'fENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PELAYANAN, BIMBINGAN, DAN PEMBINAAN URUSAN AGAMA ISLAM DAN PEMBINAAN SYARIAH PADA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATENjKOTA

DlREKTun Mcnirrbang

JENDERAL

BIMBINGAN MASY ARAKA T ISLAM,

: Lahwa datarn rangka pemuntapan pelaksauaan tugas dan lungsi pelayanan, bimbmgan, dan pcmbinaan urusan agama Islam dan pem binaan syarian periu disusun pedoman pelaksanaan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan UrUSa11 agama Islam dan pembinaan syariah pada Kantor Wilayah Kernenterian Agama Provinsi dan Kantor Kernenterian Ag8ma Kabupaterr/Kota dengan Keputusan Direktur .Jcnderal Bimbingan Masyarakat Islam. 1. Undar..g-Undang Nomor 39 Tahun 2008 teruang Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor IG6, tambahan Lcmbaran Negara Republik Indonesia Nomor 4916); 2. Peraturan Prcsidcn kepublik Indonesia Nomor 47 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Organisasi Kcmeruerian Negara;

Mcngingat

3. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2010 tenlang Perubahan Atas Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2010 tentang
Tugas. d. 11 F'ulli;si Kcrne ntr-rian Ncgara serta Susunan Organisasi, Tugas, dan Fungsi fi~sclon 1 Kc.uenterian Negara;
Kr-dudukan.

4. Peraturan Menteri Agama Nornor 10 Tail un 2010 ten.ang Organisasi dan Tata Kcrja Kementerian Agama (Bcrita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 592), 5. Peraturan Meuteri Agarna Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vcrtikal Kernenterian Agama (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 851).

MEMUTUSKAN: Menetapkan KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM TENTANG PEDOMAN PELAKSANAAN PELAYANAN, BIMBINGAN, DAN PEMBINAAN URUSAN AGAMA ISLAM DAN PEMBINAAN SYARIAH PADA KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI DAN KANTOR KEMENTERIAN AGAMA KABUPATEN / KOTA. Menctapkan Pedoman Pclaksanaan Pelayanan, Bimbingan, dan Pembinaan Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah pada Kantor Wilayah Kernenterian Agama Provinsi dan Kantor Kcmenterian Agama Kabupateri/Kota sebagaimana dimaksud dalam lampiran Keputusan ini dan mcrupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Keputusan
mi.

PERTAMA

KEDUA

Pedoman Pelaksanaan Pelayanan, Birnbingan, dan Pembinaan Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah pada Kantor Wilayah Kementerian Agarna Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaterr/Kota sebagaimana dimaksud diktum PERTAMA digunakan sebagai acuan bagi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi dan Kantor Kementerian Agama Kabupaterr/Kota dalam menyelenggarakan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan urusan agama Islam dan pembinaan syariah. Keputusan ini mulai berIaku pada tanggal ditetapkan.

KETIGA

2013

Lampiran Nomor Tentang

: Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam : Pedoman Pelaksanaan Pelayanan, Bimbingan, dan Pembinaan Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah pada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi

I. LATAR BELAKANG Dengan diterbitkannya KMA Nomor 13 Tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja Instansi Vertikal Kementerian Agama sebagai pengganti Keputusan Menteri Agama Nomor 373 tahun 2002 tentang Organisasi Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi dan Kantor Departemen Agama Kabupateri/ Kota, maka terjadi perubahan struktur organisasi Kementerian Agama eli tingkat provinsi dan tingkat kabupaterr/kota. Perubahan tersebut memberikan dampak positif terutama pada tata koordinasi antara pusat dan daerah. Akan tetapi, dengan terbitnya KMA ini menimbulkan perbedaan pemahaman tentang tugas dan fungsi yang melekat pada organisasi baik di tingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten/kota. Perbedaan pemahaman ini khususnya terjadi pada bidang urusan agama Islam dan pembinaan syariah yang tipologinya dibedakan menjadi model A,B,C, dan D. sebagaimana terrnaktub dalam lampiran KMANomor 13 Tahun 2012. Berdasarkan hal ini, maka diperlukan pedoman pelaksanaan layanan, bimbingan dan pembinaan urusan agama Islam dan pembinaan syariah yang ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam. II. MAKSUD DAN TUJUAN a. Maksud Pedoman pelaksanaan ini dimaksudkan sebagai pegangan bagi Kepala Kantor wilayah Kementerian Agama Provinsi dalam menetapkan kebijakan pelaksanaan tugas pelayanan, bimbingan, dan pembinaan urusan agama Islam dan pembinaan syariah. b. Tujuan 1. Tersedianya pedoman kerja bagi pembina urusan agama Islam dan pembinaan syariah dalam melaksanakan peningkatan layanan, bimbingan, dan pembinaan urusan agama Islam dan pembinaan syariah. 2. Terlaksananya peningkatan bimbingan dan layanan urusan agama Islam dan pembinaan syariah. 3. Terwujudnya jaringan kerjasama di pusat dan daerah baik di internal instansi Kementerian Agama Republik Indonesia maupun dengan Instansi/Iernbaga lain dalam peningkatan bimbingan dan layanan urusan agama Islam dan pembinaan syariah. III. RUANG LINGKUP Ruang lingkup pedoman pelaksanaan ini meliputi:

a. Penyusunan petunjuk teknis pelayanan, bimbingan, dan pembinaan bidang urusan agama Islam dan pembinaan syariah di provinsi;

di

b. Kegiatan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang urusan agama Islam dan pembinaan syariah, yang dilakukan di setiap provinsi dan kabupaten/kota baik secara sendiri maupun bekerjasama dengan pemangku kepentingan lainnya; c. Pelaporan atas pelaksanaan kegiatan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang urusan agama Islam dan pembinaan syariah kepada pimpinan unit kerja masing-masing. IV. JENIS DAN SASARAN PELAYANAN, BIMBINGAN, DAN PEMBINAAN DI BIDANG URUSAN AGAMA ISLAM DAN PEMBINAAN SYARIAH

a. Bidang Kepenghuluan
Layanan, bimbingan dan pembinaan bidang kepenghuluan meliputi penyiapan perumusan kebijakan di bidang: 1. pembinaan SDM dan peningkatan kualitas kompetensi, pembinaan mentalitas dan penguasaan keterampilan materi subtantif kepenghuluan. 2. penilaian kinerja penghulu meliputi layanan kenaikan pangkat penghulu, penetapan angka kredit, peningkatan kemampuan pengembangan kepenghuluan dan pengembangan profesi. 3. pembinaan ad mini strasi kepenghuluan meliputi administrasi pencatatan nikah, pengelolaan keuangan PNBP, pelaporan data, monitoring dan evaluasi.

b. Bidang Pemberdayaan

KUA

Menyiapkan perumusan kebijakan dan peningkatan kualitas kompetensi meliputi: 1. Bidang pembinaan sumber daya manusia a) Pembinaan SDM KUA; b)Pembinaan KUATeladan; c) Pengelolaan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH); d)Melakukan Monitoring, Pelaporan, dan Evaluasi; e) Melakukan Kerja Sama dengan Lembaga Terkait atau Pemangku Kepen tingan. 2. Bidang Sarana dan Prasarana a) Melakukan Pendataan; b) Pengelolaan Sarana dan Prasarana KUA; 3. Bidang Keluarga Sakinah a) Pembinaan Keluarga Sakinah; b) Pembinaan Keluarga Sakinah Teladan; c) Menyelenggarakan Kursus Pranikah; d) Melakukan Pembinaan Remaja Usia Nikah; e) Melakukan Pelayanan Penasihatan Perkawinan; f) Melakukan Pembinaan Desa Binaan Keluarga Sakinah; g) Melakukan Kerja Sarna dengan Lembaga Penyelenggara Kursus Pranikah; h) Melakukan Pembinaan terhadap BP4.

c. Bidang Kemasjidan
Menyiapkan perumusan, penyusunan dan pelaksanaan, norma prosedur, dan kriteria kebijakan di bidang kemasjidan yang meliputi:

1. Bidang Pembinaan Manajemen Masjid bimbingan teknis dan evaluasi manajemen masjid yang mencakup idaroh, imaroh dan riayah; 2. Bidang Pembinaan Kemakmuran dan Standardisasi Masjid a) bimbingan teknis dan evaluasi kemakmuran masjid; b) standardisasi jenis dan tipologi masjid. 3. Bidang Pembinaan Pemberdayaan Masjid a) Bimbingan Teknis Pemberdayaan Masjid; b) Pendataan Masjid dan Mushalla; c) Monitoring dan Evaluasi Bantuan Masjid dan Mushalla; d) Melakukan Kerjasama dengan Lembaga Terkait atau Pemangku Kepentingan.

d. Bidang Produk Halal Melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, kriteria, dan bimbingan teknis serta evaluasi di bidang produk halal meliputi: 1. Bidang Registrasi dan Sertifikasi a) Pembahasan Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal; b) Sosialisasi Undang-Undang Jaminan Produk Halal; c) Bantuan Sertifikat Halal; d) Bimbingan Teknis dan Pengawasan Produk Halal di Tempat Produksi 2. Bidang Penyuluhan Produk Halal dan Pengawasan a) Pemasyarakatan Gerakan Masyarakat Sadar Halal (GEMAR Halal); b) Penyuluhan dan Pengawasan Produk Halal an tara lain: 1. Pengawasan dan Penyembelihan Hewan secara Halal. 11. Penyuluhan dan Pengawasan Rumah MakanJRestoran dan Hotel Bersertifikat di Tempat Wisata. c) Pembinaan Produk Halal i. Peningkatan KompetensiTenaga Penyembelih; ii. Halal Road to School. d) Halal Expo e) Buku Panduan Produk Halal 3. Bidang Pembinaan Auditor dan Laboratorium a)Layanan Laboratorium Halal; b)Peningkatan KompetensiTenaga Analis Laboratorium Halal; c)Peningkatan KompetensiAuditor Halal Internal UMKM; d)Layanan dan Informasi Produk Halal. e. Bidang Pembinaan Syariah dan Hisab Rukyat Menyiapkan perumusan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan, norma prosedur dan kriteria di bidang pembinaan syariah dan hisab rukyat meliputi: 1. penyuluhan dan pengembangan syariah a) layanan konsultasi dan bimbingan syariah. b) pengkajian isu-isu aktual dalam bidang syariah. c) pembinaan sumpah keagamaan. 2. bidang pembinaan paham keagamaan meliputi: a) pembinaan paham keagamaan. b) koordinasi lintas sektoral dalam kegiatan keagamaan. c) penanganan paham keagamaan, pendataan aliran paham keagamaan. 3. bidang hisab rukyat meliputi:

a) b) c) d)

pembinaan hisab rukyat. pelaksanaan kegiatan hisab rukyat. koordinasi dengan tim hisab rukyat. pendataan, monitoring, evaluasi dan pelaporan bidang penyuluhan dan pengembangan syariah. e) paham keagamaan dan hisab rukyat.

V. PENUTUP

Pedoman pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang urusan agama Islam dan pembinaan syariah di tingkat provinsi ini menjadi pedoman pelaksanaan bagi seluruh unit tcknis di lingkungan Kcmcnterian Agama clalam penyelenggaraan program urusan agama Islam dan pembinaan syariab sesuai dengan tugas, fungsi, dan kewenangan masing-rnasing.