Anda di halaman 1dari 53

PERBEDAAN KESIAPAN MATERI KIMIA GURU-GURU MATA

PELAJARAN SAINS SMP NEGERI DENGAN SMP SWASTA DI KABUPATEN


SEMARANG DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2004
SKRIPSI
JURUSAN KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2005
Oleh :
HARYANTI (4301401005)
A. ALASAN PEMILIHAN
JUDUL
B. PENEGASAN ISTILAH
C. PERMASALAHAN
D. TUJUAN PENELITIAN
E. MANFAAT PENELITIAN
F. SISTEMATIKA SKRIPSI

Perbaikan Kurikulum Kurikulum 2004
Mendahului sebelum
pengangkatan guru IPA
Kimia SMP
(+ Materi Kimia)
Guru
Fisika & Biologi
SMP Negeri SMP Swasta
Berlatar belakang
Fisika & Biologi
Berlatar belakang
Fisika,Biologi, dll
Belum ada penataran/pelatihan khusus kimia SMP +
Belum ada subsidi alat, bahan, serta buku kimia SMP
Ada SMP Negeri yang pernah mencoba
melaksanakan pembelajaran kimia SMP
SMP Swasta ?
Kenyataan
Materi kurang rapi
GAGAL
ALASAN PEMILIHAN JUDUL
PERBEDAAN KESIAPAN MATERI KIMIA
Penguasaan Materi Kimia SMP
Bagi Guru-guru Sains
Kesiapan Penunjang
1. Alat-alat Kimia
2. Bahan-bahan Kimia
3. Buku Kimia SMP
4. Latar Belakang Pend. Guru
Sains SMP
GURU-GURU MATA PELAJARAN SAINS SMP NEGERI DENGAN SMP
SWASTA
Guru-guru Sains yang khusus
mengajar di SMP Negeri
SMP Negeri
Guru-guru Sains yang khusus
mengajar di SMP Swasta
SMP Swasta
PENEGASAN ISTILAH
DI KABUPATEN SEMARANG DALAM PENERAPAN KURIKULUM
2004
KURIKULUM HASIL PERBAIKAN DARI KURIKULUM 2004
(BERCIRIKAN KBK + MATERI KIMIA)
PENEGASAN ISTILAH
1. Apakah ada perbedaan
penguasaan materi kimia guru-
guru mata pelajaran sains SMP
Negeri dengan SMP Swasta di
Kabupaten Semarang dalam
penerapan kurikulum 2004.
2. Apakah ada perbedaan kesiapan
penunjang yang meliputi alat-alat
praktikum kimia, bahan kimia,
buku IPA Kimia SMP serta latar
belakang pendidikan guru sains
antara SMP Negeri dengan SMP
Swasta di Kabupaten Semarang
dalam penerapan kurikulum
2004.
PERUMUSAN
MASALAH
1. Untuk mengetahui apakah ada
perbedaan penguasaan materi
kimia guru-guru mata
pelajaran sains SMP Negeri
dengan SMP Swasta di
Kabupaten Semarang dalam
penerapan kurikulum 2004.
2. Untuk mengetahui apakah ada
perbedaan kesiapan
penunjang yang meliputi alat-
alat praktikum kimia, bahan
kimia, buku IPA Kimia SMP
serta latar belakang
pendidikan guru sains antara
SMP Negeri dengan SMP
Swasta di Kabupaten
Semarang dalam penerapan
kurikulum 2004.
TUJUAN
PENELITIAN
Ada tidaknya perbedaan kesiapan
materi kimia SMP Negeri dengan
SMP Swasta
Masukkan kepada pemerintah
untuk lebih memperhatikan
sekolah yang masih rendah
kesiapan materi kimianya.
MANFAAT
PENELITIAN
Materi kimia SMP yang telah dikuasai
dan belum dikuasai oleh guru-guru
Sains SMP
Pedoman bagi DEPDIKNAS dalam
mempersiapkan pelatihan /
penataran materi kimia SMP
MANFAAT
PENELITIAN
SMP yang cocok untuk uji coba
kurikulum + peta jumlah lowongan
guru kimia berlatar belakang Pend.
Kimia yang sebenarnya dapat
ditempatkan di SMP
Masukan kepada sekolah dan
DEPDIKNAS propinsi/pusat untuk
menentukan kebijaksanaan
pendidikan yang mengacu pada
kenyataan di lapangan
MANFAAT
PENELITIAN
BAGIAN ISI
BAGIAN
AWAL
BAGIAN
AKHIR
SISTEMATIKA SKRIPSI
A. Judul
B. Pengesahan
C. Moto dan
Persembahan
D. Kata Pengantar
E. Daftar Isi
A. Bab I : Pendahuluan
B. Bab II : Landasan Teori
C. Bab III : Metode Penelitian
D. Bab IV : Hasil Penelitian dan
Pembahasan
E. Bab V : Simpulan dan Saran
A. Daftar Pustaka
B. Lampiran
PENGERTIAN BELAJAR
Belajar Perubahan
Latihan
Pengalaman
Kecakapan Baru
Belajar
Kimiia
Perubahan
Latihan
Pengalaman
Berfikir Secara
Ilmiah
Dipand Guru
PENGERTIAN MENGAJAR
Kegiatan guru membimbing dan mendorong murid
memperoleh pengalaman yang berguna bagi pengembangan
semua potensi yang dimiliki secara maksimal.

PROSES BELAJAR MENGAJAR
Masukkan
Lingkungan
Penilaian
Tujuan
Tujuan
Belajar
Pencapaian
Masukan
Mentah
Akibat
Belajar
Proses Kegiatan
Belajar
Masukan
Instrumental
Masukan
Pengolahan
Penilaian Sistem
Belajar
Balikan
= Arah proses kegiatan belajar
= Arah penilaian sistem
= Fungsi Balikan
USAHA USAHA PENINGKATAN PROSES BELAJAR
MENGAJAR
KIMIA
Peranan Guru yang Utama
Kemampuan dalam merencanakan,
mengelola dan mengawasi terjadinya
proses belajar yang melibatkan partisipasi
para siswa serta dalam meningkarkan
motivasi siswa secara berkesinambungan
USAHA - USAHA DIKNAS
1. PKG (Pemantapan Kerja
Guru)
2. BPG (Balai PEnataran Guru)
3. MGMP (Musyawarah Guru
Mata Pelajaran)
Wadah sebagai pusat informasi,
peragaan hasil kegiatan guru dan murid,
menyamakan penguasaan materi, serta
latihan dalam penggunaan metode-
metode pembelajran yang tepat, efektif
dan efisien.
USAHA USAHA PENINGKATAN PROSES BELAJAR
MENGAJAR
HUBUNGAN PENGETAHUAN DASAR TENTANG KIMIA
(PENGETAHUAN AWAL ) DENGAN KESIAPAN GURU
FISIKA
SAINS
KIMIA
BIOLOGI
MATERI DAN
PERUBAHANNYA
PERUBAHAN
MATERI
HUBUNGAN PENGETAHUAN DASAR TENTANG KIMIA
(PENGETAHUAN AWAL ) DENGAN KESIAPAN GURU
Pengalaman
Pengetahuan
Dasar
Latar Belakang Pendidikan
Pelatihan / Penataran
Guru Siap MEngajar Kimia
Mengusai dan Memahami Kimia
Materi Kimia SMP
Kelas 1
KESIAPAN MATERI KIMIA
Bahan-bahan kimia disekitar
kita: Plastik, Deterjen, Minyak tanah,
Pembersih lantai, Gas elpiji, Insektisida,
Pewarna makanan, Pemanis,Gula pasir
Unsur senywa dan campuran
Kelas 2
Pemisahan Campuran
Kelas 3
Lambang dan Tata Nama
Unsur
Penunjang Komptensi Kimia
Alat Kimia
KESIAPAN MATERI KIMIA
Bahan Kimia
Buku Kimia
Latar Belakang Pend. Guru
TINJAUAN TENTANG KURIKULUM
Kurikulum 2004 (KBK +
Sains Kimia)
Kurikuklum
2004
Perkembangan informasi,
IPTEK, serta tuntutan
Desertalisasi
Indikator Hasil Belajar
Evaluasi Internal dan
Eksternal
Merespon keadaan dan kebutuhan
setempat
Berhasil
BEBERAPA FAKTOR YANG MEMUNGKINKAN TERJADINYA
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN KESIAPAN MATERI KIMIA GURU-
GURU MATA PELAJARAN SAINS SMP NEGERI DAN SMP SWASTA
FAKTOR
Mutu Pendidikan Kualitas tenaga
Kependidikan
Fasilitas
Sarana dan
Prasarana Di
sekolah
HIPOTESIS
1. Ada perbedaan yang signifikan dalam penguasaan materi kimia guru-guru
mata pelajaran sains SMP Negeri dengan SMP Swasta di Kabupaten
Semarang dalam penerapan kurikulum 2004.
2. Ada perbedaan yang signifikan dalam kesiapan penunjang yang meliputi
alat-alat praktikum kimia, bahan kimia, buku IPA Kimia SMP serta latar
belakang pendidikan guru sains antara SMP Negeri dengan SMP Swasta di
Kabupaten Semarang dalam penerapan kurikulum 2004.

1. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penguasaan materi kimia guru-
guru mata pelajaran sains SMP Negeri dengan SMP Swasta di Kabupaten
Semarang dalam penerapan kurikulum 2004.
2. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kesiapan penunjang yang
meliputi alat-alat praktikum kimia, bahan kimia, buku IPA Kimia SMP serta
latar belakang pendidikan guru sains antara SMP Negeri dengan SMP
Swasta di Kabupaten Semarang dalam penerapan kurikulum 2004.
HIPOTESIS ALTERNATIF (Ha)
HIPOTESIS NIHIL (Ho)
Metode Penelitian Metode Komparatif
Membandingkan Kesiapan
Materi Kimia
SMP Negeri SMP Swasta
METODE PENELITIAN
Waktu Penelitian April s/d Juni 2005
WAKTU DAN TEMPAT
PENELITIAN
Tempat Penelitian
SMP Negeri dan SMP Swasta di Kab.
Semarang
POPULASI DAN SAMPEL
Populasi
Semua Guru Sains SNP N dan SMP
Swasta di Kab. Semarang
Sampel
30 Guru IPA
15 SMP Negeri
di Kab.
Semarang
15 SMP Swasta
di Kab.
Semarang
dari
Teknik
Sampel Kelompok
(Cluster Sample)
Sampel Bertujuan
(Proporsive Sampling)
Sampel Acak
(Random Sampling)
Sampel Quota
(Quota Sample)
NO NAMA GURU
PENDIDIKAN
TERAKHIR
NAMA SEKOLAH
1 Haryati Pend. Fisika S1 SMP NEGERI 1 AMBARAWA
2 S. Indriyani Pend. Fisika S1 SMP NEGERI 1 BAWEN
3 Harsono Pend. Biologi S1 SMP NEGERI 1 BERGAS
4 Murtiningsih Pend. Biologi S1 SMP NEGERI 1 PRINGAPUS
5 Siti Sudarmi IPA D3 SMP NEGERI 1 UNGARAN
6 Usup Pend. Biologi S1 SMP NEGERI 2 AMBARAWA
7 Rista Romadiaty Pend. Biologi S1 SMP NEGERI 2 BAWEN
8 Hernawanta Sigit Prasetya Pend. Fisika S1 SMP NEGERI 2 PRINGAPUS
9 Y. Eko Nugroho Pend. Fisika S1 SMP NEGERI 2 UNGARAN
10 Sugito Pend. Fisika S1 SMP NEGERI 3 BAWEN
11 Sri Yastutik Pend. Fisika S1 SMP NEGERI 3 UNGARAN
12 Budiyono Pend. Fisika S1 SMP NEGERI 4 AMBARAWA
13 Sumiyatun IPA D3 SMP NEGERI 4 UNGARAN
14 Arif Rokhman Fisika D2 SMP NEGERI 5 AMBARAWA
15 Bedhi Arinosarjana Pend. Fisika S1 SMP NEGERI 5 UNGARAN
DAFTAR SAMPEL KELOMPOK NEGERI DAN
NAMA SEKOLAH

NO NAMA GURU PENDIDIKAN TERAKHIR NAMA SEKOLAH
1 Veronika Kunthi Hartati IPA D3 SMP KANISIUS GIRISONTA
2 Ir. Krisna Dwi Haulani Pertanian S1 + Akta IV SMP ISLAM BAWEN
3 M. Tri Utomo Teknik Sipil S1 SMP MUHAMMADIYAH PRINGAPUS
4 Eni kristiyaningsih Pend. Fisika S1 SMP MASEHI PSAK AMBARAWA
5 Nur Wackidah IPA D3 SMP ISLAM SUDIRMAN AMBARAWA
6 Budiyana Pend. Kimia S1 SMP MASEHI PSAK UNGARAN
7 Cahyo Edi Teguh Prasetyo Pend. Biologi S1 SMP MATER ALMA
8 Sapa Indah S Pend. Biologi S1 SMP PGRI UNGARAN
9 Arie Pujilestari Pend. Fisika S1 SMP MARDI RAHAYU
10 Petrus Sumaryono Pend. Biologi S1 SMP PANGUDI LUHUR AMBARAWA
11 Sigit Susetya Pend. Biologi S1 SMP ISLAM UNGARAN
12 Nanik Prihayanti Pend. Kimia S1 SMP PGRI BERGAS
13 Tian Lindu Dalu Kawarti Pend. Fisika S1 SMP TAMAN DEWASA
14 FX. Djumari IPA D3 SMP THERESIANNA AMBARAWA
15 Tri Prasetyono Pend. Biologi S1 SMP ISLAM AL HIDAYAT PRINGAPUS
DAFTAR SAMPEL KELOMPOK SWASTA DAN
NAMA SEKOLAH

TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Metode
Dokumenter
Data Akreditasi
Metode
Angket
Data Fisik Sekolah
Metode
Tes
Penguasaan Materi
Kimia Guru-guru
Sains SMP
2. Melakukan Pengukuran
Kesiapan (Data angket &
Soal tes)
1. Menyusun Instrument
3. Melakukan Analisis Data
4. Membuat Kesimpulan
ANALISIS ITEM
1. SKORING ANGKET
JENIS BUKU SKOR PREDIKAT
0 2 1 Sangat Kurang
3 5 2 Kurang
6 8 3 Cukup
> 8 4 Baik
KESIAPAN BUKU SAINS KIMIA
JENIS ALAT SKOR PREDIKAT
0 3 1 Sangat Kurang
4 7 2 Kurang
8 11 3 Cukup
> 11 4 Baik
KESIAPAN ALAT KIMIA
JENIS
BAHAN
SKOR PREDIKAT
0 4 1 Sangat Kurang
5 9 2 Kurang
10 14 3 Cukup
> 15 4 Baik
KESIAPAN BAHAN KIMIA
PEND.
TERAKHHIR
SKOR PREDIKAT
KIMIA 4 Baik
FIS/BIO/IPA 3 Cukup
MATEMATIKA 2 Kurang
LAINNYA 1 Sangat Kurang
LT. PEND. GURU SAINS
ANALISIS ITEM
2. SKORING TERHADAP TES
BENAR
SALAH
SKOR = 1
SKOR = 0
ANALISIS TERHADAP ITEM TES
1. DATA BEDA SOAL
NO
INTERVAL
DP
KRITERIA
(PREDIKAT)
1 0.00 - 0.20 Sangat Kurang
2 0.21 - 0.40 Kurang
3 0.41 - 0.70 Cukup
4 0.71 - 1.00 Baik
B A
P P
JB
BB
JA
BA
DP = =
2. INDEKS KESUKARAN SOAL
NO
INTERVAL
DP
KRITERIA
(PREDIKAT)
1 0.00 - 0.30 Sukar
2 0.31 - 0.70 Sedang
3 0.71 - 1.00 Mudah
JS
B
P =
Berdasarkan hasil perhitungan daya beda
soal didapatkan 31 soal berdaya beda jelek,
44 soal berdaya beda cukup, 11 soal
berdaya beda baik, dan 4 soal berdaya beda
baik sekali. Soal yang digunakan tes
penguasaan materi kimia SMP adalah yang
berdaya beda cukup, baik dan baik sekali.
Hasil perhitungan daya beda dapat dilihat
pada lampiran 11.
Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal
dapat dilihat pada lampiran 11, didapatkan
25 Soal dengan kategori mudah, 55 soal
dengan kategori sedang dan 10 soal dengan
kategori sukar.
ANALISIS TERHADAP ITEM TES
1. VALIDITAS




=
] ) ( ][ ) ( [
) )( (
2 2 2 2
Y Y N X X N
Y X XY N
r
xy
Selanjutnya nilai r
xy
yang diperoleh masing-masing soal
dikonsultasikan dengan nilai tabel r product moment.
Untuk taraf signifikan 5 % dengan jumlah sampel n.
Jika harga r
xy
r tabel maka item soal valid
Soal dikatakan valid apabila harga r
xy
> 0,497. Dari 90 soal yang
diujicobakan, ada 29 soal yang tidak valid dan tidak dipakai
sebagai tes penguasaan materi. Sedangkan soal-soal yang valid
sebanyak 61 soal. Hasil perhitungan validitas soal secara
lengkap dapat dilihat pada lampiran 11.
HASIL
PENELITIAN
ANALISIS TERHADAP ITEM TES
2. RELIABILITAS
Selanjutnya nilai r dikonsultasikan dengan tabel nilai r product
moment. Untuk taraf signifikan 5 % dengan jumlah sampel n.
Apabila r
hitung
r
Tabel
maka instrumen dikatakan reliabel.
r
hitung
sebesar 0,99675. Kemudian harga r dikonsultasikan
kepada tabel harga kritik r product moment (lampiran 19) untuk
N = 16 dan taraf signifikan 5 %, yang didapatkan harga r
tabel
=
0,497. Dengan demikian r
hitung
lebih besar dari r
tabel
, sehingga
dapat disimpulkan soal tes penguasaan materi telah reliabel.
HASIL
PENELITIAN
(

|
.
|

\
|

=
t
KV
M K M
K
K
r
) (
1
1
r = Reliabilitas
K = Jumlah butir soal
M = Skor rata-rata
Vt = Varians skor total
METODE ANALISIS DATA
TAHAP AWAL
1. UJI KENORMALAN
O
i
= hasil pengamatan
E
i
= hasil yang diharapkan
_
2
= chi kuadrat
2
( )


=
i
i i
E
E O
2
2
_
Perhitungan dengan menggunakan rumus Chi-Kuadrat memperoleh harga _
2
= 6,58.
Hasil perhitungan tersebut dikonsultasikan terhadap harga _
2
tabel dengan db = 5 dan
taraf kebebasan 1%. Harga _
20.99
= 15,1. Jadi _
2
lebih kecil dari _2 tabel, berarti data
hasil penelitian berdistribusi normal. Perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada
lampiran 17
HASIL
PENELITIAN
Uji kenormalan dilakukan terhadap data penelitian (tes penguasaan materi) untuk
mengetahui data berdistribusi normal atau tidak.
Kriteria pengujian adalah tolak H jika _
2
>_
2
(i-n)(k-1)
dengan o= taraf nyata untuk
pengujian. Dalam hal lain H diterima.
METODE ANALISIS DATA
TAHAP AWAL
2. UJI KESAMAAN DUA VARIANS
Hasil perhitungan uji tersebut adalah F
Hitung

Kesiapan Penunjang
= 1,422; F
Hitung Penguasaan Materi
=
1,614. Harga F yang diperoleh dikonsultasikan terhadap F tabel dengan derajat kebebasan
masing-masing (n-1) dan taraf signifikan 1%, yang besarnya F
0,05 (14, 14)
= 2,48. Ternyata
F
Hitung
lebih kecil dari pada F
tabel
, dapat disimpulkan bahwa kedua populasi dari dua
kelompok sampel yang mempunyai varians yang sama (o
1
= o
2
). Jadi rumus statistik yang
digunakan adalah rumus t
tes
uji dua pihak dengan syarat o
1
= o
2
= o, o tidak diketahui
(rumus dapat dilihat pada lampiran 18).
HASIL
PENELITIAN
dengan o = taraf nyata untuk pengujian. Dalam hal lainnya H
o
ditolak
terkecil Varians
terbesar Varians
F =
1) 1,n )(n
2
1
( 1) 1,n )(n
2
1
(1
2 1 2 1
F F

< < F
TERIMA Ho Jika
2.48 0.40322581 Terima Ho
F Tabel (dk = 1%) 10
1.440 F Hitung 9
1.19 0.99 Simpangan Baku 8
15.00 15.00 Jumlah Sampel 7
Gunakan Uji
Rata-Rata 2
Pihak
0.90 1.33 Rata - rata
UJI KESAMAAN DUA
VARIANS
PENGUASAAN MATERI
6
2.48 0.40322581 Terima Ho
F Tabel (dk = 1%) 5
1.422 F Hitung 4
0.19 0.16 Simpangan Baku 3
15.00 15.00 Jumlah Sampel 2
Gunakan Uji
Rata-Rata 2
Pihak
2.48 2.75 Rata - rata
UJI KESAMAAN DUA
VARIANS KESIAPAN
PENUNJANG
1
KET
SMP
SWASTA
SMP NEGERI UJI KESAMAAN DUA VARIANS NO
1) n 1, )(n
2
1
(1
2 1
F

1) n 1, )(n
2
1
(
2 1
F

1) n 1, )(n
2
1
(1
2 1
F

1) n 1, )(n
2
1
(
2 1
F

TABEL HASIL ANALISIS
KESAMAAN DUA VARIANS
METODE ANALISIS DATA
TAHAP AKHIR
1. ANALISIS KESIPAN PENUNJANG
4
L H A B
Kp
+ + +
=
NO
SKOR KESIAPAN
PENUNJANG
KRITERIA
(PREDIKAT)
1 1,00 1,99 Sangat Kurang
2 2,00 - 2,99 Kurang
3 3,00 3,49 Cukup
4 3,50 4,00 Baik
2. ANALISIS PENGUASAAN
MATERI
NO
RENTANG
(%)
BOBOT
KRITERIA
(PREDIKAT)
1 86 100 4,00 Baik Sekali
2 81 85 3,50 Lebih Dari Baik
3 71 80 3,00 Baik
4 66 70 2,50 Lebih Dari Cukup
5 61 - 65 2,00 Cukup
6 56 60 1,50 Kurang Dari Cukup
7 50 55 1,00 Kurang
8 0 - 49 0,00 Tidak Lulus
100% x
N
n
Pm=
NO RESPONDEN
ANALISIS KESIAPAN PENUNJANG
ANALISIS
PENGUASAAN
MATERI
BUKU ALAT BAHAN
LATAR
BELAKANG
1
SMP NEGERI 1.07 3.73 3.20 3.00 1.33
Keterangan Sangat Kurang Baik Cukup Cukup Kurang
2
SMP SWASTA 1.27 3.13 2.67 2.87 0.90
Keterangan Sangat Kurang Cukup Kurang Kurang Kurang

Rata-rata 1.17 3.43 2.93 2.93 1.12
Keterangan Sangat Kurang Cukup Kurang Kurang Kurang
ANALISIS KESIPAN PENUNJANG
Grafik Penguasaan Materi SMP Swasta
0
10
20
30
40
50
60
70
80
RES. S 1 RES. S 2 RES. S 3 RES. S 4 RES. S 5 RES. S 6 RES. S 7 RES. S 8 RES. S 9 RES. S 10 RES. S 11 RES. S 12 RES. S 13 RES. S 14 RES. S 15
SMP Swasta
P
E
R
S
E
N
T
A
S
E
N
i
l
a
i

&
B
o
b
o
t
Nilai Peng. Materi
Bobot
Grafik Penguasaan Materi SMP Negeri
0
10
20
30
40
50
60
70
80
RES.
N 1
RES.
N 2
RES.
N 3
RES.
N 4
RES.
N 5
RES.
N 6
RES.
N 7
RES.
N 8
RES.
N 9
RES.
N 10
RES.
N 11
RES.
N 12
RES.
N 13
RES.
N 14
RES.
N 15
SMP Negeri
P
e
r
s
e
n
t
a
s
e
N
i
l
a
i

&

B
o
b
o
t
Nilai Peng. Materi
Bobot
GRAFIK HASIL ANALISIS PENGUASAAN MATERI
ANALISIS DATA TAHAP AKHIR
UJI RATA-RATA DUA PIHAK
2 1
2 1
1 1
n n
s
x x
t
+

=
2 n n
s ) 1 n ( s ) 1 n (
s
2 1
2
2 2
2
1 1
2
+
+
=
Terima Ho Jika
o o
2
1
1
2
1
1


s s t t t
hitung
NO UJI RATA-RATA DUA PIHAK SMP NEGERI
SMP
SWASTA
KET
1
ANALISIS KESIAPAN
PENUNJANG
Rata - rata 2.75 2.48
Ada
Perbedaan
yang
Signifikan
antara 2
pihak
2 Jumlah Sampel 15 15
3 Simpangan Baku 0.16 0.19
4 s 0.031282596
5 t Hitung Tabel
Tolak Ho 23.3451448 2.05
6
ANALISIS PENGUASAAN
MATERI
Rata - rata 1.33 0.90
Tidak Ada
Perbedaan
yang
Signifikan
Antara 2
Pihak
7 Jumlah Sampel 15 15
8 Simpangan Baku 0.99 1.19
9 s 1.191125283
10 t Hitung Tabel
Terima Ho 0.99631183 2.05
TABEL HASIL UJI RATA-RATA DUA PIHAK
1. Untuk penguasaan materi
Ditinjau dari penguasaan materi, diterimanya hipotesis nihil dan
ditolaknya hipotesis alternatif. Berarti tidak ada perbedaan
yang signifikan antara penguasaan materi kimia guru-guru
mata pelajaran sains SMP Negeri dengan SMP Swasta di
Kabupaten Semarang dalam penerapan kurikulum 2004.
2. Untuk kesiapan penunjang
Ditinjau dari kesiapan penunjang, diterimanya hipotesis
alternatif dan ditolaknya hipotesis nihil. Berarti ada
perbedaan yang signifikan antara kesiapan penunjang yang
dimiliki SMP Negeri dengan SMP Swasta di Kabupaten
Semarang dalam penerapan kurikulum 2004.
KESIMPULAN
1. Kepada anggota masyarakat pada umumnya, hendaknya
dapat menghilangkan pendapat-pendapat yang bersifat
apriori atau tanpa dasar terhadap prestasi/kualitas suatu
sekolah.
2. Dengan adanya kurikulum 2004 diharapkan para lulusan
Jurusan Pendidikan Kimia yang sebelumnya hanya dapat
terserap di SMA saja nantinya akan dapat terserap pula di
SMP, yang akhirnya dapat mengurangi pengangguran
lulusan Pendidikan Kimia yang sekarang ini sudah mulai
terasa karena lapangan kerja Pendidikan Kimia yang
sempit.
SARAN
Alasan pemilihan judul ini adalah dengan semakin besarnya tuntutan layanan
pendidikan yang dilaksanakan oleh sekolah negeri dan swasta, penulis
terdorong untuk mengungkap perbandingan kesiapan materi kimia guru-guru
sains SMP Negeri dengan SMP Swasta.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada
perbedaan penguasaan materi kimia guru-guru mata pelajaran Sains
SMP Negeri dengan SMP Swasta di Kabupaten Semarang dalam
penerapan kurikulum 2004, dan apakah ada perbedaan kesiapan
penunjang yang meliputi alat-alat praktikum kimia, bahan kimia, buku
IPA Kimia SMP serta latar belakang pendidikan guru sains antara SMP
Negeri dengan SMP Swasta di Kabupaten Semarang.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada perbedaan yang
signifikan untuk kesiapan penunjang (alat-alat kimia, bahan kimia,
buku IPA Kimia SMP dan latar belakang pendidikan guru sains)
antara SMP Negeri dengan SMP Swasta, sedangkan untuk analisis
penguasaan materi, tidak ada perbedaan yang signifikan dalam arti
kemampuan materi kimia antara guru-guru sains SMP Negeri sama
dengan kemampuan materi kimia guru-guru sains SMP swasta.

SKRIPSI
Perbedaan Kesiapan Materi Kimia Guru-guru Mata Pelajaran Sains SMP Negeri
Dengan SMP Swasta Di Kabupaten Semarang Dalam Penerapan Kurikulum 2004

Oleh;
Haryanti (4301401005)
Pendidikan Kimia

Diajukan dalam rangka
untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVESITAS NEGERI SEMARANG
2005