Anda di halaman 1dari 3

DNA, Deoxyribose Nucleic Acid adalah asam nukleotida, biasanya dalam bentuk heliks ganda yang mengandung instruksi

genetik yang menentukan perkembangan biologis dari seluruh bentuk kehidupan sel. DNA berbentuk polimer panjang nukleotida, mengkode barisan residu asam amino dalam protein dengan menggunakan kode genetik, sebuah kode nukleotida triplet. DNA seringkali dirujuk sebagai molekul hereditas karena ia bertanggung jawab untuk penurunan sifat genetika dari kebanyakan ciri yang diwariskan. Masing-masing untai DNA adalah rantai kimia batu bata penyusun, yakni nukleotida, yang terdiri dari empat tipe: Adenine (A), Cytosine (C), Guanine (G) dan Thymine (T). DNA mengandung informasi genetika yang diwariskan oleh keturunan dari suatu organisme; informasi ini ditentukan oleh barisan pasangan basa. Sebuah untai DNA mengandung gen, sebagai cetak biru organisme. DNA membuat genom organisme (Michel Peyrard, 2004). Plasmid merupakan potongan melingkar DNA yang ukuranya kecil (kurang lebih 2000 sampai 10000 pasangan basa) yang berisi informasi genetik yang penting untuk pertumbuhan bakteri. Di alam, gen informasi ini sering mengkode protein yang akan membuat bakteri resisten terhadap antibiotik. Plasmid mungkin merupakan hasil dari perkembangan heterothrop yang tertutup. Bakteri sering tumbuh pada lingkungan yang sama dengan mold dan fungi dan berkompetisi dengan mereka untuk mendapatkan makanan (bahan organik komplex). Sebagai hasilnya, mold dan fungi menghasilkan toksin untuk membunuh bakteri (dalam dunia kedokteran sering deisebut dengan antibiotik) agar supaya menang dalam memperebutkan makananya. Untuk menanggapi ini bakteri mengahsilkan plasmid untuk mempertahankan hidupnya (Jakubowski. 2008). Transformasi adalah ekspresi materi genetik asing yang masuk melalui dinding sel. Pada dasarnya dinding sel berfungsi melindungi sel dari masuknya benda-benda asing termasuk DNA, tapi dalam kondisi tertentu, dinding sel ini bisa memiliki semacam celah atau lubang yang bisa dimasuki DNA. Sebetulnya ada lebih dari 1% spesies bakteri mampu melakukan transformasi secara alami. Dimana mereka memproduksi protein-protein tertentu yang dapat membawa DNA menyeberangi dinding sel. Sedangkan di laboratorium, kita dapat membuat suatu bakteri menjadi kompeten (istilah untuk bakteri yang siap bertransformasi), misalnya dengan mendinginkannya pada larutan yang mengandung kation divalen seperti Ca2+ untuk membuat dinding sel menjadi permeable dan dapat dilalui oleh DNA plasmid. Dengan melakukan teknik heat-shock mendinginkan, memanaskan dan mendinginkan kembali bakteri, maka DNA dapat masuk ke dalam sel. Teknik ini ditemukan oleh trio peneliti Stanley Cohen, Annie Chang, Leslie Hsu pada tahun 1972.

(Sajidan, 2011).

Umumnya transformasi bertujuan mengekspresikan suatu gen tertentu di dalam sel inang. Agar gen yang berupa fragmen DNA (biasa disebut insert) ini dapat masuk, ia harus dibuat menjadi DNA plasmid dulu dengan menyisipkannya pada suatu DNA vektor (Sajidan, 2011). Dalam dunia rekombinasi, plasmid yang sering digunakan adalah plasmid dari bakteri E. coli, hal dikarenakan plasmid pada bakteri ini adalah plasmid yang mempunyai ukuran yang cukup panjang, sehingga ketika direduksi, maka plasmid ini akan menghasilkan ukuran sekitar 3 bp panjangnya (Lodish, 2000). Isolasi plasmid bisa menggunakan metode minipreparation, dimana metode ini digunakan untuk menekstrak DNA plasmid dari suspensi sel bakteri dan didasarkan pada prosedur alkalin lysis yang telah dikembangkan oleh Birnboim and Doly (dalam penelitianya tentang asam nukleat 7:1513, 1979) (Rachdie. 2008).

Dapus

Jakubowski.

2008.

plasmid.

http://employees.csbsju.edu/

hjakubowski/classes/ch331/dna/oldnalanguage.html&h=554&w=450&sz=29&tbnid= 54iFDIdzPo7aeM:&tbnh=133&tbnw=108&prev=/images%3Fq%3Dplasmid%26um %. (diakses tanggal 20 September 2013) Lodish, H., Arnold B., S. Lawrence Z., Paul M., David B. James D. 2000. MOLECULAR CELL BIOLOGY. Wh Freeman Company Michel Peyrard, Nonlinear Dynamics and Statistical Physics of DNA, 2004 Rachdie. 2008. isolasi plasmid. http://rachdie.blogsome.Com /2006/11/02/teknik-dasaranalisa-biologi-molekuler-2/. (diakses tanggal 19 September 2013) Sajidan. 2011. Transformasi ekspresi gen asing dalam sel bakteri. Tersedia di
http://sajidan.staff.fkip.uns.ac.id/2011/02/28/transformasi-ekspresi-gen-asing-dalam-selbakteri/ (diakses tanggal 20 September 2013)