Anda di halaman 1dari 16

MINERAL ALTERASI DAERAH PENELITIAN

Kehadiran mineral alterasi yang teramati di daerah penelitian, merupakan petunjuk untuk memperoleh gambaran tingkat alterasi yang ada. Seperti kehadiran mineral epidot, khlorit, illit, smektit, karbonat, anhidrit, kuarsa dan pirit sebagai petunjuk alterasi propilitik, kemudian kehadiran mineral kaolinit, smektit, pirit dan gipsum sebagai petunjuk alterasi argilik. Sedangkan kehadiran kuarsa > 30% volume sudah menunjukkan alterasi silisifikasi. Berikut ini beberapa jenis mineral yang teramati secara megaskopis di lapangan serta hasil pengamatan mikroskopis di laboratorium yang memberikan gambaran jenis alterasi yang ada.

1. Kuarsa Kuarsa (SiO2) merupakan salah satu mineral penciri alterasi propilitik, pilik dan silisifikasi. Pada alterasi propilitik, mineral kuarsa sering terlihat dalam bentuk kristal tunggal, berkelompok membentuk comb structure atau sugary structure. Selain itupun dibeberapa lokasi dijumpai juga kuarsa dalam bentuk vein dengan bentuk dan ketebalan yang bervariasi, tetapi tidak lebih dari 15 cm. Di lokasi LP 13-1, kuarsa hadir dalam bentuk veinlet dengan ukuran antara 2 x 5 cm sampai dengan 3 x 3 cm, tersebar secara acak pada batuan breksi, mengisi masa dasar pada ruang antar fragmen. Sering terlihat dibagian atas dari kuarsa tertutup oleh mineral smektit yang berwarna kehijauan hingga kekuningan. Veinlet kuarsa ini juga memiliki bentuk comb structure, dimana pada ruang pelepasan gas sering terisi oleh jarum-jarum kuarsa yang berukuran halus dan transparan. Selain berbentuk serabut jarum, di LP 13-1 kuarsapun dapat membentuk sugary texture, dengan bentuk kristal yang relatif kasar. Sering terlihat juga beberapa kristal kuarsa hadir saling bersentuhan dengan mineral agate.

Foto : Bentuk dari veinlet kuarsa di LP 13-1 dengan arah umum N 1250E/700

2 cm

Foto : Kristalin kuarsa dengan tekstur sugary, tertutupi dibagian atasnya oleh mineral smektit yang berwarna hijau gelap dan agate yang berwarna putih.

Berdasarkan hasil pengamatan, beberapa lokasi yang terlihat mengandung kuarsa baik berbentuk veinlet maupun berbentuk jarum-jarum halus adalah di LP X 2-6, LP 13-1, LP X 2-8, LP 10-6, LP 10-6, LP 6-4, LP 8-4 dan LP 8-2.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis kuarsa di LP 13-1 memperlihatkan bentuk kuarsa menjarum halus, dengan warna transparan. 2. Kalsit Kalsit (CaCO3) merupakan mineral karbonat yang dapat ditemui pada batuan tuf lapili atau masa dasar dari batuan breksi. Keberadannya tidak terlalu banyak, bahkan hanya muncul setempat-setempat saja. Di lokasi X 2-7, pada tuf lapili terdapat sebaran kalsit pada dimensi sekitar 2 x 4 m, pola sebaran mengacak dalam ukuran antara 2 cm sampai 20 cm dengan bentuk tidak beraturan.

Foto : Kalsit pada batuan tuf lapili teralterasi propilitik, bentuknya tidak beraturan dengan sebaran yang mengacak pada dimensi sekitar 2 x 4 m.

Kalsit dilokasi ini dicirikan berwarna putih keruh kekuningan, bereaksi dengan HCl 0,1 N, pada pengamatan lebih detail dengan loupe menunjukkan kalsit hadir mengisi ruang antar butir bersama smektit, khlorit, kuarsa dan pirit pada masa dasar gelas.

2 cm

Foto : Penyebaran kalsit diantara smektit yang berwarna hijau dan pirit halus yang tersebar secara acak. Difoto pada lokasi LP X 2-7.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis bentuk kristal kalsit pada rongga vesikuler dari batuan tuf lapili, difoto pada lokasi X 2-7. Di lokasi LP 7-4 pada singkapan kontak antara batuan beku lava dengan breksi banyak dijumpai pengisian kalsit. Kalsit mengisi bidang rekahan setting joint di batuan beku, sehingga memberikan bentuk yang tipis melebar.

Foto : Bentuk kalsit yang memipih dan melebar akibat pengisian pada bidang setting joint di batuan beku lava terpropilitisasikan. Di foto di lokasi LP 7-4.

3. Smektit Smektit dapat dijumpai pada alterasi propilitik, pilik dan argilik, berwarna hijau kekuningan hingga hijau kebiruan, mengisi ruang antar butir, hadir sebagai masa dasar dan sering dijumpai bersama dengan khlorit. Smektit dapat dijumpai pada batuan beku ataupun batuan tuf lapili. Hampir semua smektit di daerah penyelidikan terlihat berbentuk amorf, mengisi ruang antar butir.

Foto : Kehadiran smektit cukup berlimpah pada batuan tuf lapili teralterasi propilitik, memberikan warna kehijauan pada batuan. Foto di LP X 3-3

Pada batuan tuf lapili terkadang kehadiran mineral smektit yang berlimpah menyebabkan batuan ini berwarna hijau, apalagi jika khlorit yang sering hadir bersama smektit hadir dalam jumlah yang berlimpah pula, seperti yang terlihat pada lokasi pengamatan LP 9-3 dan LP X 3-3 Secara teoritis mineral smektit terbentuk akibat debu vulkanik bercampur dengan air, baik air laut ataupun air meteorik, selanjutnya akan timbul rekasi kimiawi dan menghasilkan smektit, oleh karena itu smektit selalu berbentuk halus dan sering mengisi ruang antar butir.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis dari sebaran smektit yang berwarna hijau, pada lokasi pengamatan LP X 3-3 4. Khlorit Khlorit merupakan mineral petunjuk alterasi khas pada alterasi propilitik dan potasik. Khlorit merupakan suatu grup mineral dengan rumus kimia (Fe, Mg, Al)6 (Si, Al)4 O10 (OH)8, berwarna kehijauan, terkadang membentuk kristalin halus berwarna transparan. Mineral khlorit dapat dijumpai pada batuan beku atau tuf lapili teralterasi propilitik atau transisi argilik-propilitik. Kehadiran khlorit bersama pirit merupakan kunci untuk menentukan jenis alterasi propilitik. Di daerah penyelidikan, sering khlorit hadir bersama-sama dengan mineral lainnya seperti kuarsa, kalsit dan smektit. Kenampakkan tersebut dapat terlihat pada foto detail megaskopis di LP X 2-4 berikut ini.

0.5 cm

0.2 cm

Foto : Detail megaskopis dari batuan tuf lapili teralterasi propilitik. Foto kanan : tampak khlorit berwarna hijau kebiruan bersama-sama kristal kuarsa pada masa dasar gelas yang berwarna kecoklatan. Di foto di LP X 2-4. Foto kiri khlorit berwarna hijau muda dijumpai di LP X 7-1 Bentuk lain dari khlorit yang dapat ditemui di lapangan adalah bentuk menjarum dan berwarna transparan, seperti terlihat di lokasi LP 8-1 sungai Citeureup, di lokasi ini khlorit tersebar diantara fragmen pembentuk tuf lapili, berukuran sangat halus, hanya dapat teramati dengan bantuan loupe, berwarna transparan memiliki bentuk kristal seperti serabut halus / menjarum.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis batuan tuf lapili di LP 8-1, tampak kristalin halus dari khlorit, berwarna transparan diantara butiran pembentuk batuan lainnya.

5. Epidot Merupakan group mineral dan dapat menjadi petunjuk untuk alterasi propilitik. Dicirikan berwarna hijau gelap, hijau kekuningan hingga gelap, kilap kaca dengan rumus kimia Ca2Fe3+2.25Al0.75(SiO4)3(OH). Di lapangan kehadirannya tidak terlalu banyak, salah satu contoh adalah di lokasi LP X 2-2. Epidot dijumpai pada lapukan dari batuan propilitik, hadir bersama-sama pirit yang bertukuran halus dan tertanam pada masa dasar gelas.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis dari sampel 2-2, tampak epidot berwarna hijau hingga hijau kekuningan, tertanam masa dasar gelas bersama pirit bertekstur halus.

LP X gelap pada yang

6. Kalsedon dan Agate Secara teoritis mineral kalsedon dan agate (SiO2) adalah merupakan kelompok mineral silika, sering terbentuk akibat pengisian rongga pada saat proses cavity filling. Sehingga sering dijumpai keduanya sebagai pengisi rongga pada batuan tuf lapili atau pada masa dasar dari batuan breksi. Selain sebagai pengisi rongga, kalsedon dapat juga hadir berupa veinlet dan membentuk pola stockwork atau boxwork, mengisi rekahan-rekahan akibat proses struktur geologi. Kalsedon dan agate sering dijumpai pada batuan yang memiliki porositas besar, seperti tuf lapili, atau masa dasar dari breksi. Salah satu contoh dilokasi X 3-3, pada

masa dasar dari batuan breksi dijumpai kalsedon membentuk urat-urat tipis, dengan ketebalan antara 2 - 3 mm, keras, putih (seperti daging kelapa muda).

Foto : Urat kalsedon pada masa dasar tuf lapili, dari batuan breksi terpropilitisasi di LP X 8-1.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis dari kalsedon di lokasi pengamatan LP X 3-3 Lapukan dari kalsedon sering memperlihatkan warna hitam, seperti oksida besi. Keadaan seperti ini dapat dijumpai pada batuan yang juga telah mengalami pelapukan cukup kuat, seperti di lokasi pengamatan LP 9-3 dan X 2-1, pola urat kalsedon meninggalkan jejak kehitaman pada dinding singkapan.

2 cm

Foto : Detail megaskopis dari urat kalsedon yang telah mengalami pelapukan, memberikan kenampakkan seperti oksida besi. Foto diambil dari lokasi X 2-1.

Foto : Urat-urat kalsedon di LP 9-1, dengan orientasi tidak beraturan, membentuk pola stockwork mengisi masa dasar dari alterasi argilik-propilitik yang telah lapuk Ciri yang cukup khas dari agate adalah adanya semacam bidang perlapisan yang mengikuti bentuk rongga, walaupun tidak selalu harus begitu agate dapat juga berbetuk sembarangan sesuai dengan bentuk rongga yang diisinya. Umumnya agate yang dijumpai di lokasi penelitian adalah berwarna putih, dengan tekstur yang halus.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis dari mineral agate yang mengisi ruang bekas rongga, sehingga bentuk dari mineral tergantung bentuk rongga yang diisinya.

7. Anhidrit. Anhidrit merupakan salah satu mineral penciri bagi alterasi propilitik dan pilik Keterdapatan mineral anhidrit ini di lokasi penyelidikan tidak terlalu banyak dan agak sulit untuk dikenali mengingat kenampakkannya yang transparan dengan bentuk mineral umumnya anhedral, sehingga sering diduga sebagai masa dasar gelas yang pecah oleh pukulan palu. Tanpa menggunakan loupe cukup sulit mendeskripsi mineral anhidrit ini di lapangan. Secara teoritis mineral anhidrit (CaSO4) dapat terbentuk oleh beberapa sebab, diantaranya akibat proses dehidrasi mineral gipsum atau sebagai minor gangue mineral pada urat bijih hidrothermal. Di lokasi LP X 3-2 mineral anhidrit dijumpai pada batuan beku lava yang teralterasi propilit, memperlihatkan bentuk anhedral dengan warna transparan keunguan hadir > 5 % volume. Ahhidrit pada singkapan ini hadir bersama khlorit, smektit dan pirit yang berukuran sangat halus, tertanam pada masa dasar gelas yang berwarna gelap agak kemerahan.

A A

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis dari mineral anhidrit (A) pada batuan beku lava, bentuk anhedral, dan berwarna kelabu transparant, tertanam pada masa dasar gelas.

8. Kaolinit Kaolinit (Al2Si2O5(OH)4) merupakan kelompok mineral lempung hidrosilikat, yang kehadirannya banyak dijumpai pada alterasi transisi propilitik-argilik, argilik dan argilik lanjut (advanced argillic). Berwarna putih, kehijauan atau kekuningan, lunak dan mudah diremas, sering dijumpai dalam bentuk granular atau urat-urat tipis. Kaolinit cukup mudah untuk dikenali, selain ciri-ciri tersebut diatas, sering batuan yang banyak mengandung mineral kaolinit memiliki kestabilan yang rendah, sehingga batuan akan mudah mengalami longsor atau amblasan dan jika diinjak cukup licin serta agak lengket. Di daerah penyelidikan keberadaan mineral kaolinit cukup banyak, mengingat alterasi propilitik-argilik, argilik dan argilik lanjut sebarannya cukup luas hampir di sebagain besar wilayah penyelidikan. Terkadang kaolinit dapat dijumpai membentuk semacam urat mengisi rekahan, seperti pada contoh lokasi LP X 3-1. Kaolinit hadir pada batuan yang teralterasi propilitik-argilik, membentuk urat tipis sekitar 1 mm dan bentuk granular yang tersebar secara acak pada masa dasar gelas.

Foto : Kaolinit yang berwarna putih membentuk urat tipis pada batuan tuf lapili yang teralterasi propilitik-argilik. Di foto di lokasi LP X 3-1.

P K G K A A K Kh K 0 0.5 cm S P

Foto : Pada foto kiri di lokasi LP X 3-1, detail megaskopis dari batuan tuf alpili teralterasi propilitik-argilik Tampak kaolinit (K) hadir bersama albit (A), khlorit (Kh), pirit (P) tertanam pada masa dasar gelas (G). Pada foto kanan di lokasi LP X 4-3, detail megaskopis dari alterasi argilik, tampak kaolinit (K) hadir bersama dengan smektit (S) dan pirit (P).

9. Piropilit Piropilit merupakan mineral alterasi yang khas dijumpai pada tingkat alterasi argilik lanjut (advanced argillic). Piropilit (Al2 Si4 O10 (OH)2), umumnya berwarna putih, lunak dan memiliki gores seperti sabun. Di lapangan mineral ini sering dijumpai bersama dengan mineral kaolinit, perlu ketelitian yang seksama untuk membedakan kedua mineral tersebut, sebab sering bersatu dalam satu singkapan. Lokasi pengamatan yang mengandung mineral piropilit diantaranya adalah di LP X 3-0 dan LP 2.1, keduanya bersumber dari batuan tuf, memberikan kenampakkan seperti batuan lapuk, berwarna putih dan kecoklatan.

Foto : Singkapan alterasi argilik lanjut di LP 2.1, tampak piropilit dan kaolinit (warna putih) sebagai mineral utama pembentuk alterasi.

Pada pengamatan detail megaskopis di lokasi pengamatan LP X 3-0, kenampakkan dari mineral piropilit menunjukkan warna putih agak transparan hingga agak kecokltatan. Sifat fisik yang khas adalah saat di gores memberikan jejak seperti menggores sabun yaitu licin dan mengkilap. Mineral ini cukup lunak sehingga mudah untuk dihancurkan. Perbedaan dengan mineral kaolinit secara kasat mata adalah selain sifat fisik tersebut, juga pada mineral kaolinit bentuk mineralnya dapat granular, sedang pada piropilit bentuk butirannya tidak terlihat, cenderung masive.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis dari mineral piropilit pada lokasi pengamatan LP X 3-0.

10. Pirit Mineral pirit (FeS2) merupakan mineral sulfida yang penyebarannya cukup luas, dicirikan oleh bentuk kristal kubik dan kekerasan sekitar 6-6,5 skala mosh. Secara umum mineral pirit dapat hadir diberbagai jenis batuan alterasi, seperti propilitik, pilik, argilik-propilitik, argilik dan argilik lanjut bahkan ke silisifikasi. Tetapi di batuan argilik bersama dengan mineral kaolinit, kedua mineral tersebut merupakan mineral kunci untuk penentuan jenis alterasinya. Pada batuan propilitik, umumnya pirit hadir disekitar bidang rekahan, lebih kearah dalam atau menjauh dari bidang rekahan kehadiran pirit semakin berkurang, bahkan menghilang. Pada batuan dengan alterasi propilitik-argilik hingga argilik, kehadiran mineral pirit lebih tersebar ke berbagai tempat, dengan ukuran dan bentuk yang bervariasi. Pada batuan dengan porositas yang lebih besar biasanya bentuk pirit lebih sempurna dengan ukuran sedang hingga agak kasar, tetapi pada batuan dengan porositas kecil bentuk pirit bisa berbentuk pipih hingga granular dan bertekstur halus.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis dari batuan propilitk di lokasi LP X 3-4, tampak pirit berwarna kuning pucat, dengan bentuk yang memipih, hadir menutupi mineral pembentuk batuan lainnya.

0.5 cm

Foto : Detail megaskopis pada batuan propilitik di lokasi LP X 3-1, mineral pirit memperlihatkan bentuk kristalin dan tersebar secara acak.