Anda di halaman 1dari 21

Epiglotitis Akut

Pembimbing : dr. Heru A. Santoso, Sp. THT-KL Lovi Krissadi Rizki Okto Kurniawan

Nama Lain
Nama lain
Supraglotitis Laringitis supraglotik

Definisi

inflamasi akut pada daerah supraglotis dari orofaring, yang meliputi inflamasi pada epiglotis, valekula, aritenoid, dan lipatan ariepiglotika.1

Croup

Suatu penyakit infeksi laring yang berkembang cepat, menimbulkan stridor dan obstruksi jalan nafas

Croup terutama menyeran anak < 6th

Permukaan laringeal dari epiglotis dan daerah tepat di bawah korda vokalis pada laring mengandung jaringan areolar longgar yang cenderung membengkak bila meradang

Supraglotitis (epiglotitis) akut

Laringitis subglotis akut

Etiologi
infeksi bakteri
Haemophilus influenzae tipe b, Streptococcus pneumonia, Haemophilus parainfluenzae, Streptococcus hemolyticus grup A dan grup C, Staphylococcus aureus, Klebsiella pneumoniae, Neisseria meningitidis, Pasteurella multocida, Pseudomonas aeruginosa, Bacteroides melanogenicus. Candida albicans

Infeksi Virus
virus herpes simpleks, virus parainfluenza, dan virus Epstein-Barr.

non-infeksi
termal (makanan atau minuman yang panas, penggunaan obatobatan terlarang ( rokok kokain dan rokok mariyuana), benda asing yang tertelan. reaksi dari kemoterapi pada daerah kepala dan leher. 1,2,4,7

Epidemiologi
pria-wanita sekitar 3:1 dekade kelima dengan usia rata-rata sekitar 45 tahun.1

sering terjadi pada anak-anak usia 2 4 (3-6) tahun.1,4

Menurun sejak pemberian vaksin untuk Haemophilus influenzae tipe b (Hib)

Anatomi-Fisiologi

Fungsi : Sebagai penghalang masuknya benda asing tertelan ke aditus laring

Anatomi

Anak-anaK Lebih anterior dan superior Berada di sudut terbesar trakea Lebih terkulai dan berbentuk Omega shaped

Dewasa Lebih kaku berbentuk U shaped

patofisiologi

Infeksi inflamasi akut

Tulang rawan tipis yang dibungkus oleh lapisan epitel pipih berlapis yang longgar sehingga menciptakan ruang potensial terjadinya infeksi

Edema jaringan

Obstruksi jalan nafas


stridor

Manifestasi Klinis
Dewasa S Nyeri tenggorok Nyeri/sulit menelan Suara menggumam (hot potato voice) demam Batuk O Stridor inspiratoar Saliva menggenang RR> 20x/mt Dyspneu Ret dinding dada Posisi tubuh yg tegak Nyeri palpasi ringan leher S Demam Sulit bernafas Iritabilitas Terlihat toksik Tanda2 ISPA Nyeri tenggorokan Disfagi Menggumam Anak2 O Pernafasan dangkal Stridor inpiratoar (sal nafas hampir tertutup) Retraksi Saliva menggenang Posisi Tripod ( duduk dg menyengkeram pinggir kasur, lidah menjulur, kepala lurus ke depan) Laringospasme Respiratory arrest Radiogram lateral memperlihatkan edema supraglotis Et : H. influenzae (tersering)

pemeriksaan
orofaring Laringoskopi direct Radiologis Laboratorium
Epiglotis tampak eritematosa ( merah ceri), edema Jarang dilakukan memperparah obstruksi

Gold standard

(kontroversi) Foto Lateral Leher thumb sign(bayangan dari epiglotis globuler yang membengkak, terlihat penebalan lip ariepiglotika dan distensi hipofaring)

Unspesifik Lekosit meningkat (>15.000-45.000) Kultur darah positif pada 25% kasus

Diagnosis

Riw. Perjalanan penyakit

Temuan klinis

diagnosis

terapi
Tujuan :
Mengurangi obstruksi saluran nafas Menjaga agar tetap terbuka Mengeradikasi agen penyebab

Penatalaksanaan
Cairan iv
Untuk mencegah dehidrasi dan pengeringan sekret Udara dingin dan lembab perlu diberikan sebaiknya dengan uap air partikel terkecil. Tx antibiotik thdp H. influenza dan Staphylococcus dimulai sambil menunggu hasil biakan Dosis tinggi untuk mengurangi inflamasi

Uap air
Antibiotik Steroid

Pertimbangan

Trakeostomi/ intubasi

monitoring
monitoring Denyut nadi

RR
Derajat kegelisahan/ kecemasan Penggunaan otot accessorius pada pernafasan Derajat sianosis

Derajat retraksi
Kemunduran pasien secara menyeluruh

komplikasi
infeksi Pneumonia Abses epiglotis uvulitis Infeksi konkomitan dengan Haemophilus influenzae yang lain termasuk meningitis, adenitis servikal, perikarditis, dan otitis media Non infeksi hipoksis

prognosis
Mortalitas menurun semenjak diberikan vaksin H. influenzae.

terimakasih