Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PENDAHULUAN A. KONSEP DASAR 1.

Definisi Penyakit batu empedu adalah terdapatnya batu di dalam kantong empedu atau dalam saluran empedu (UPF. Ilmu Penyakit Dalam, 1994). 2. Etiologi Terjadinya batu kolesterol adalah akibat gangguan hati yang mengekskrersikan kolesterol berlebihan hingga kadarnya diatas nilai kritis ke larutan kolesterol dalam empedu. Beberapa faktor resiko terjadinya batu empedu antara lain jenis kelamin, umur, hormon wanita, infeksi (kolesistitis) kegemukan, paritas, serta faktor genetik. 3. Gejala Klinis Kelainan ini frekuensinya meningkat sesuai bertambahnya umur. Mungkin tanpa gejala 4. Komplikasi 5. Patofisiologi
Hormon Nutrisi & obat-obatan Kehamilan Adipositas

Estrogen

Progesteron meningkat

Diet tinggi kalori

Multipara

Timbunan lemak yang berlebihan

Asam empedu dan fosfolipid

Kolesterol di dalam cairan empedu tidak dapat melarut Lemas / ansietas Batu empedu

Kurang pengetahuan

Kerusakan jaringan sekitar


Penyumbatan saluran empedu utama

Keradangan pada empedu Merangsang SSP (mediator nyeri) Menggigil Kerusakan jaringan Nyeri Demam Epigastrium kanan

Diduktus hepatikus atau koledokus Ikterus

Gangguan rasa nyaman

1. Penatalaksanaan Batu empedu : kolesistektomi Disertai batu saluran empedu : kolesistektomi + koledokolitomi + antibiotika profilaksis : Ampisilin Ig I.V + Aminoglikosida 60 mg I.V (IX) atau sefalosporin generasi III Ig IV (IX), kombinasi dengan metro nidazol 0,5 gr IV (drip dalam 30 menit). Disertai keradangan (kolesistitis / Kalongitis) + antibiotika terapi : kombinasi tripel antibiotika Ampisilin 3 x 1 g / hari IV Aminoglikosida 3 x 60 g /hari IV Metronidazol 3 x 0,5 g IV (drip dalam 30 menit) atau antibiotika ganda. Sekalospocin gen III 3x1 gm/hari IV + metronidazol 3 x 1 g/hari IV.

6. Pemeriksaan Penunjang 1) Laboratorium Pada ikterus obstruksi menjadi Adanya peningkatan kadar dalam darah dari bahan-bahan : a. Bilirubin di rek dan total b. Kolesterol c. Alkali fosfatase d. Gama glukuronil transferase Blirubinuria Tinja alkalis 2) Uktrasanografi 3) Kolesistografi oral 4) Pemeriksaan khusus pada ikterus obstruksi : Kolangrografi perkutan transhepatik (PTC) Endoscopic retrograde cholangio pancreatography (ERCP)

Computerized tomography scanning (CT Scan) B. Asuhan Keperawatan Asuhan keperawatan merupakan metode yang digunakan untuk memecahkan masalah dalam upaya memperbaiki atau memelihara pasien sampai ketahap optimal melalui suatu pendekatan yang sistematis untuk mengenal pasien untuk memenuhi kebutuhannya. Langkah-langkah proses keperawatan sebagai berikut : I. Pengumpulan Data a. Pengkajian Nama, jenis kelamin, pendidikan, agama, pekerjaan, tanggal MRS, alamat, suku bangsa, nomor register, diagnosa medis. b. Keluhan utama Nyeri pada daerah epigastrium dan menjalar kebahu kanan, demam dan kadang-kadang ikterus. c. Riwayat penyakit sekarang Pada klien dengan batu empedu dapat diseabkan karena peningkatan hormon dan timbunan lemak yang berlebihan dan dapat mengakibatkan klien mengeluh nyeri pada daerah epigastrium menjalar kebahu kanan. d. Riwayat penyakit dahulu Pada klien batu empedu pernah mengalami penyakit yang sama atau tidak sebelumnya atau penyakit yang lain seperti gastritis, tukak, peptik, prankreatis. e. Riwayat penyakit keluarga Pada keluarga klien ada yang pernah menderita penyakit yang sama atau tidak dan ada atau tidak penyakit keturunan seperti gastritis, tukak peptik, pankreatis. f. Pola-pola fungsi kesehatan Pola aktivitas Pada pasien batu empedu biasanya saat melakukan aktivitas akan mengalami nyeri pada daerah epigastrium kanan sehingga kebutuhannya dibantu oleh keluarga. Pola istirahat dan tidur Kebiasaan pola tidur dan istirahat mengalami gangguan yang disebabkan nyeri. Pola persepsi diri

Pada klien batu empedu umumnya mengalami gangguan gambaran diri, klien merasa gelisah dan takut. Pola sensori dan kognitif Klien akan merasakan nyeri pada daerah epigastrium dan menjalar pada bahu kanan dan daya penciuman, raba, rasa serta daya penglihatan baik atau tidak. Pola hubungan dan peran Pada klien batu empedu adanya perubahan kondisi kesehatan yang berpengaruh terhadap hubungan interpersonal dan peran, klien engalami hambatan perannya dalam menjalankan perannya dalam kehidupan sehari-hari. Pola penanggulangan stress Kebiasaan yang dilakukan klien dalam mengatasi masalah yang terjadi.

Pola tata nilai dan kepercayaan Kebiasaan beribadah klien, kepercayaan terhadap agama dan kegiatan keagamaan yang diikutinya. g. Pemeriksaan fisik Sistem abdomen Akan terjadi penyumbatan duktus sirtikus atau kolesistitis dijumpai nyeri tekan hipokandrium kanan terutama pada waktu penderita menarik napas panjang. II. Analisa data Data yang telah terkumpul harus dianalisa untuk menentukan masalah klien, analisa merupakan proses intelektual yang meliputi kegiatan menyeleksi, mengelompokkan, mengkaitkan dan membuat kesimpulan. Hasil analisa data adalah persyaratan masalah keperawatan (Lismidar, dkk : 1990). III. Diagnosa Keperawatan Pada klien dengan batu empedu dapat diterima masalah sebagai berikut sesuai dengan prioritas masalah : 1) Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan.

2) Resiko tinggi terhadap volume cairan 3) Kerusakan integritas kulit atau jaringan berhubungan dengan invasi pada tubuh (selang T) drain insisi. 4) Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kondisi proknosis dan pengobatannya. IV. Perencanaan Perencanaan merupakan tahap awal dalam menyusun rencana keperawatan yang dilaksanakan setelah pengumpulan data, menganalisa data dan menetapkan diagnosa keperawatan dan selanjutnya menyusun rencana keperawatan dan melakukan pendekatan yang digunakan untuk memecahkan masalah klien (H. Lismidar, 1990). 1. Diagnosa pertama Nyeri berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan. Tujuan : Nyeri berkurang / hilang setelah dilakukan keperawatan selama 1 x 24 jam. Kriteria hasil : Pasien mengatakan nyeri berkurang Ekspresi wajah tidak menyeringai Skala nyeri normal Tanda-tanda vital dalam batas normal Rencana tindakan : Lakukan pendekatan pada klien dan keluarga dengan komunikasi terapeutik. Kaji lokasi, intensitas dan penyebaran nyeri Ajarkan pada klien teknik relaksasi dan distrasi. Berikan penjelasan pada klien tentang penyebab dari nyeri Berikan kompres hangat pada daerah nyeri Observasi TTV Kolaborasi dengan tim dokter dalam pemberian analgetik Rasional Dengan melakukan pendekatan terapeutik pada klien dan keluarga diharapkan klien dan keluarga dapat kooperatif dalam setiap melakukan keperawatan. Untuk mengetahui sejauh mana ras nyeri yang dirasakan pasien. tindakan

Dapat mengurangi nyeri akibat efek peningkatan ambang nyeri dengan memberikan penjelasan diharapkan klien tidak merasa cemas dan dapat melakukan sesuatu untuk mengurangi nyeri. Kompres hangat untuk mengurangi ketegangan otot. Monitoring keadaan utama pasien. Kolaborasi dengan pemberian obat-obatan analgetik untuk

mengurangi nyeri. 2. Diagnosa kedua Resiko tinggi terhadap volume cairan Tujuan : Kekurangan volume cairan teratasi setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1 x 24 jam. Kriteria hasil : Menunjukkan keseimbangan cairan adekuat dibuktikan dengan tanda-tanda vital stabil, membran mukosa lembab, turgor kulit / pengisian kapiler baik dan haluaran urine individu adekuat. Rencana tindakan : Awasi masukan dan haluran, termasuk drainasi dari Nb dan selang T dan luka. Awasi tanda vital, kaji membran mukosa, turgor kulit, nadi dan pengisian kapiler. Observasi tanda perdarahan Berikan cairan IV, produk darah sesuai indikasi elektrolit dan vitamin K. Awasi pemeriksaan contoh HB / HT, elektrolit, kadar protrombion / waktu pembekuan. Rasional Memberikan keadekuatan volume sirkulasi / perkusi. Protombiun menurun dan waktu koagulasi memanjang bila aliran empedu terhambat, peningkatan resiko perdarahan / hemorogi mempertahankan volume sirkulasi adekuat dan membantu dalam penggantian faktor pembekuan. Memberikan informasi tentang volume sirkulasi, keseimbangan elektrolit dan keadekuatan faktor pembekuan.

V.

Implementasi Pada tahap ini ada pengolahan dan perwujudan dari rencana perawatan yang telah disusun pada tahap perawatan yang telah ditentukan dengan tujuan untuk memenuhi secara optimal.

VI. Evaluasi Evaluasi adalah perbandingan yang sistematik dari terencana tentang kesehatan pasien dengan tujuan yang telah ditetapkan dan dilakukan dengan cara berkesinambungan dengan melibatkan pasien dan rencana kesehatan lain.

DAFTAR PUSTAKA LAB / UPF Ilmu Bedah, 1994., Pedoman Diagnosis dan Terapi, RSUD Dokter Soetomo Surabaya. Marlin E. Dongoes, 2000., Rencana Asuhan Keperawatan Edisi 3, Jakarta. EGC.