Anda di halaman 1dari 1

Laporan Praktikum Titrasi Asam Basa

Tujuan: Mengetahui kemolaran larutan HCl dengan menggunakan metode titrasi asam basa. Cara Kerja :

1. Masukkan 20 mL larutan HCl dan 3 tetes indikator fenolftalein ke dalam sebuah erlenmeyer. 2. Isi buret dengan larutan NaOH 0,2 M hingga garis 0 mL. 3. Tetesi larutan HCl dengan larutan NaOH. Penetesan harus dilakukan secara hati-hati dan erlenmeyer terus menerus diguncangkan. Penetesan dihentikan saat terjadi perubahan warna yang tetap, yaitu merah muda. 4. Ulangi prosedur di atas hingga diperoleh tiga data yang hampir sama. Hasil Pengamatan: No 1 2 3 Volume HCl 20 mL 20 mL 20 mL Volume NaOH 25,8 mL 24,6 mL 26,8 mL

Analisis Data/Pertanyaan: 1. Tentukan volume rerata larutan NaOH yang digunakan. 2. Tentukan jumlah mol NaOH yang digunakan. 3. Tentukan jumlah mol HCl berdasarkan perbandingan koefisien reaksi. NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l) 4. Tentukan kemolaran larutan HCl tersebut. Jawab: 1. Volume rerata = (25,8 + 24,6 + 26,8) : 3 = 25,73 ml 2. Jumlah mol NaOH = 25,73 x 0,2 = 5,146 mol 3. Jumlah mol HCl = 1/1 x 5,146 = 5,146 mol 4. M = 5,146 : 20 = 0,2573 M Kesimpulan: Kadar atau konsentrasi HCl (asam) dapat ditentukan melalui proses titrasi, yaitu dengan mereaksikan HCl (titrat) yang ditambahkan 2 tetes indicator PP dengan NaOH (titran). Titrasi harus dihentikan bila larutan HCl yang dicampurkan dengan 2 tetes indikator berubah warna dari bening hingga menjadi merah muda. Volume NaOH yang digunakan akan mempengaruhi hasil konsentrasi dari HCl tersebut, sehingga harus sangat berhati-hati melakukan praktikum ini. Setelah volume NaOH (basa) diketahui, barulah Konsentrasi HCl (asam) bisa dihitung. Konsentrasi HCl yang digunakan untuk titrasi adalah 0,2573 M. Volume rata-rata NaOH untuk melakukan titrasi adalah 25,73 ml.
:

Anggota Kelompok

Adhie Prayogo Angger Pandu Waskito Fairuza Ahnaf Ganda Irza Harun Bustomi Muhammad Zakki Fuad Zaky Zulkifli

(X IPA 8 / 01) (X IPA 8 / 03) (X IPA 8 / 10) (X IPA 8 / 13) (X IPA 8 / 17) (X IPA 8 / 27)