Anda di halaman 1dari 16

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

PROPOSAL KERJA SAMA


SISTEM INFORMASI DRANASE KOTA
Kabupaten Tangerang

Oleh : Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair Direktorat Teknologi Lingkungan Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, Material dan Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi 2001

KATA PENGANTAR

Untuk menata sistem aliran drainase kota guna mengatasi masalah banjir dan genangan di wilayah Tangerang, salah satunya dapat diatasi dengan melakukan evaluasi sistem drainase. Evaluasi yang dimaksud meliputi dua kegiatan pokok yaitu: 1. Evaluasi terhadap kapasitas saluran., 2. Evaluasi melalui pendekatan debit puncak. Evaluasi kapasitas saluran drainase dilakukan dengan pengukuran langsung saluran dan dikombinasikan dengan Metode Manning, sedangkan untuk analisa debit puncak dilakukan dengan menggunakan analisa peta dan survai lapangan dan digunakan alat GIS Arc Info/ILWIS. Dokumen ini merupakan usulan pekerjaan pengelolaan data genangan wilayah Tangerang untuk operasional drainase kota dan limbah.

KONTAK PERSON
Haryoto Indriatmoko
Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan Debuti Bidang Teknologi Informasi, Energei, Material dan Lingkungan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Tel. 3169769, 3169770 Fax. 3169760 Email : air@server.enviro.bppt.go.id Homepage: http://www.enviro.bppt.go.id/~Kel-1

I. PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG DAN DASAR PEMIKIRAN Tangerang merupakan wilayah yang sangat berdekatan dengan Jakarta sebagai Ibukota Republik Indonesia yang juga merupakan Pusat kegiatan pemerintahan, ekonomi, politik, perdagangan dan Lain-lain. Peningkatan jumlah penduduk di Tangerang yang semakin lama semakin besar dalam waktu yang relatif singkat, memerlukan pelayanan yang mencukupi dalam sarana dan prasarana (seperti perumahan, jalan/transportasi dan saluran-saluran). Apabila prasarana/sarana yang disediakan tidak memadai, hal ini akan menimbulkan dampak negatif terhadap Kota Tangerang itu sendiri antara Lain terjadi banjir dan timbulnya genangan. Untuk mengurangi dampak negatif tersebut, diperlukan suatu perencanaan di bidang drainase dengan komputerisasi di mana output yang dihasilkan tersebut dapat menjadi panduan perencanaan sarana prasarana lainya dalam pembangunan Kota Tangerang.

1.2.

MAKSUD DAN TUJUAN

1.2.1. Maksud Maksud dari Kegiatan Ini adalah : Menyusun suatu perencanaan sistem drainase kota berdasar permasalahan di wilayah yang dapat menjadi panduan perencanaan. 1.2.2. Tujuan Agar perencanaan drainase Kota dapat menjadi pedoman untuk menyelesaikan permasalahan di kawasan dengan sistem aliran terpadu. 2

1.3. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1. Mempelajari studi studi terdahulu tentang kondisi dan sistem Tata Air mulai dari saluran sub Makro sampai dengan badan air penerima. 2. Melaksanakan Inventarisasi permasalahan drainase yang berupa daerah genangan banjir. 3. Menyusun permasalahan genangan dan banjir pada ad. 2 dengan melaksanakan survai dan kajian lapangan mulai dari saluran mikro, sub makro memetakannya pada peta dasar komputer. 4. Merencanakan sistem drainase dan permasalahan yan ada serta menyusun prioritas penyelesaian masalah/tahun dalam matrik untuk jangka menengah ( 5 tahun ). 5. Mendatakan ad. 3 dan 4 pada komputer dengan peta skala 1 : 20.000 (digitizer), pada lokasi prioritas dengan format Arc/Info, format Auto Cad dan lainnya. 6. Menyusun suatu usulan rencana perbaikan untuk masing masing sistem drainase dengan perkiraan biaya kasar. 7. Data tersebut untuk ad. 5 diberikan training kepada Aparat Pemda.

1.4.

METODOLOGI Untuk pelaksanaan pekerjaan ini maka dilakukan tahap-tahap penelitian sebagai berikut: 1. Digitasi Peta Lokasi pada Skala 1:20.000. Data hasil digitasi ini dipakai sebagai peta dasar untuk analisa. 2. Penentuan batas/lokasi penelitian. 3. Deliniasi sistem satuan wilayah runoff, dengan batas-batas topografi, termasuk didalamnya arah aliran. 4. Menentukan jenis penggunaan lahan setiap satuan wilayah runoff, termasuk didalamnya mengukur luas setiap penggunaan lahan (misal luas bangunan, luas taman, lahan parkir dll) 5. Analisan koefisien aliran setiap satuan wilayah runoff yang didasarkan atas jenis penggunaan lahan. 3

6. Menentukan dan mengukur kemiringan lereng/slope 7. Analisa intensitas hujan dengan periode ulang 1th, 5 th dan 10 th di lokasi penelitian dengan mengkombinasikan data sekunder. 8. Analisa kontribusi debit puncak untuk setiap satuan wilayah runoff. 9. Melakukan analisa saluran/drainase setiap satuan wilayah runoff. 10. Memetakan koefisien runoff tiap satuan wilayah runoff. 11. Memetakan intensitas hujan. 12. Memetakan debit puncak setiap satuan wilayah runoff. 13. Memetakan skala prioritas penanganan banjir. 14. Analisa tabulasi hasil perhitungan debit puncak dan kapasitas drainase.

Probabilitas Hujan

Deliniasi Satuan Wilayah Runoff

Tabulasi/Rata-rata Koefisien

Peta Intensitas Hujan (SWR)

Peta Satuan Wilayah Runoff (SWR)

Peta Koefisien Aliran (SWR)

Kalkulasi

Peta Debit Puncak Tiap Satuan Wilayah Runoff

Peta Klasifikasi Prioritas Perencanaan

Gambar 1. Diagram Alir Pembuatan GIS Klasifikasi Prioritas Perencanaan Berdasarkan Debit Puncak SWR

Gambar 2. Contoh Peta Satuan Wilayah Runoff Suatu Kecamatan Keterangan : SWR Satuan Wilayah Runoff (Bisa berupa Kavling kantor dengan batas batas pemisah topografi ). Icon yang menunjukkan besarnya debit puncak dengan periode ulang 1th, 5th dan 10th nomor 1, 2 dan 3 atau penjumlahan 1+2+3. Icon yang menunjukkan besarnya kapasitas saluran nomor 1, 2 dan 3 atau penjumlahan 1+2+3. Menunjukkan arah aliran suatu saluran drainase.

1.5. HASIL YANG DIHARAPKAN Hasil akhir yang diharapkan adalah : Tesedianya program perencanaan terpadu dalam bentuk peta digitizer 1 : 20.000 dan cetak peta ukuran A0 untuk permasalahan drainase Untuk jangka panjang dapat digunakan sebagai bahan dalam menyusun matrik prioritas penanganan masalah drainase.

1.6. TENAGA YANG DIBUTUHKAN Tenaga ahli yang di usulkan adalah sebagai berikut : a. Ahli sipil atau ahli Tehnik Lingkungan sebagai Team leader Berpengalaman dalam bidang sistem informasi terutama dan pemantauan dan telah banyak mengerjakan pembangunan sistem informasi terutama

sistem informasi geografis 1 (satu ) orang dengan pengalaman 8 ( delapan tahun. b. Ahli Teknik Lingkungan atau Hidrologi Berpengalaman dalam melakukan analisa untuk perencanaan program bidang sarana dan prasarana kota dan telah banyak mengerjakan pekerjaan perencanaan pembangunan bidang sarana dan prasarana kota, terutama saluran drainase. Dibutuhkan 1 (satu ) orang dengan pengalaman 6 tahun c. Ahli Pemrograman GIS Berpengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sistem drainase dan pekerjaan pembangunan sistem pemrograman GIS (Geographic Information System) untuk drainase Kota. Diutamakan Sarjana lulusan Geografi atau Planologi. Di butuhkan 1 ( satu ) orang pengalaman minimal 3 tahun. d. Ahli Komputer Berpengalaman dalam melaksanakkan pekerjaan pembangunan paketpaket aplikasi informasi khususnya sistem informasi geografi. Diutamakan sarjana lulusan Tehni Informatika. Dibutuhkan 1 (satu) orang, pengalaman 3 tahun. e. Teknisi Komputer Berpengalaman dalam melaksanakan DBMS (Database Management System) dalam membangun sistem informasi database software maupun hardware. Pendidikan minimal adalah lulusan D3 dengan pengalaman minimal 3 tahun dibidangnya.

1.7.

SISTEM LAPORAN

1. Laporan Kemajuan Pekerjaan Laporan ini berupa pekerjaan persiapan yang terdiri dari : a. b. c. d. Persiapan pelaksanaan, penyediaan tenaga dll. Pengumpulan data informasi dan peta ( Data Sekunder ) Penyusunan rencana kerja detail. Penyusunan DBMS untuk inputing data hasil survey dan pendataan saluran drainase di Wilayah diserahkan 1 (satu ) bulan setelah SPK e. Laporan dibuat sebanyak 5 ( lima ) set.

2. Draft Final Report Darft Final Report terdiri dari dokomentasi lengkap dari pelaksanaan pemetaan digital permasalahan lapangan dan usul perbaikannya di buat rangkap 10 (sepuluh) set laporan diserahkan selambat lambatnya 2 (dua) bulan setelah terbitnya SPK dan atau Surat Perjanjian/Kontrak. 3. Final Report 1. Setelah darft Final Repot diterima dengan baik maka harus segera diikuti Final Report yang telah di sempurnakan, laporan dibuat sebanyak 10 (sepuluh ) set termasuk disket program dan filenya, seta peta hasil plotting dimaksud, laporan di serahkan paling lambat 3 (tiga ) bulan setelah terbitnya SPK. 2. Disket program agar disertakan juga source programnya dengan trainning untuk penggunaannya sehingga di kemudian hari bila terjadi perubahan mudah untuk diperbaiki. 3. Data digital disimpan dalam bentuk DXF/Tab file yang dapat di akses software aplikasi AutoCad/Map-Info.

1.8.

BAR DIAGRAM Bulan Ke

No 1 2
a. b. c. d. e. f.

Uraian Kegiatan Penyusunan Rencana Laporan Kemajuan


Penyusunan Rencana Detail Penyusunan DBMS untuk inputing Uji Coba DBMS dan evaluasi Inputing data survai Cetak DBMS dan koreksi Pembuatan Laporan Kemajuan

3
a. b. c. d. e. f. g.

Draft Final Report


Digitasi Peta Dasar Digitasi Daerah Banjir, Arah Aliran dan Deliniasi Batas DAS (SWR) Perhitungan Luas SWR, Koefisien Aliran, Intensitas Hujan Rata-rata Inputing data perhitungan Pemetaan hasil perhitungan Pembuatan dokumentasi file DBMS, layer digitasi, Cetak Peta Akhir. Pembuatan Laporan

4
a. b.

Final Report
Pemetaan Hasil perhitungan dan klasifikasi prioritas perencanaan jangka menengah 5 th Pembuatan usulan rencana perbaikan untuk masing-masing sistem drainase dan perkiraan biaya Training inputing data, analisa data dan pemetaan serta cara pemakaiannya. Pembuatan Laporan

c. d.

1.9.

PENUTUP

A. BATASAN YANG HARUS DI PERHATIAKAN ANTARA LAIN : 1. Peraturan/ketentuan yang dipakai dalam melaksanakan pekerjaan, konsultan harus mengikuti semua peratuaran/ketentuan yang berlaku, baik berasal dari pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah 2. KEPPRES Nomor 16 Tahun 1996 tentang, pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 8

3. Surat keputusan Bersama Menteri Keuangan RI dan Menteri Negara Perencanaan Nasional/Ketua Badan Perencan Pembangunan nasional Nomor Kep-27/nk-3/8/1994 dan Kep-166/Ket/8/1994 tanggal 4 agustus 1994 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan KEPPRES Nomor 16/1994 tentang Pelaksanaan APBN. 4. Pelaksanaan diharapkan selesai dalam waktu 3 (tiga ) bulan.

B. LAIN LAIN Tanggapan terhadap kerangka acuan ini diharapkan dapat

memberikan arah pelaksanaan pekerjaan sesuai batasan batasan ruang lingkup output yang diminta dalam tahapan proyek yang dimaksud.

II. PELAKSANAAN KEGIATAN 2.1. PENDAHULUAN Untuk pelaksanaan penelitian maka diperlukan beberapa tahap yang dibagi menjadi: a. Pengambilan Data dan Cara Perolehan: Ini meliputi orientasi terhadap ketersediaan data dan penelitian sebelumnya, teknik dan cara pengambilan data, mekanisme pengambilan data, survai lapangan, pengukuran dan pengolahan data. b. Tenaga Ahli Yang Diperlukan: Untuk pelaksanaan kegiatan ini diperlukan tenaga ahli berupa Tenaga Ahli Sipil/Atau ahli lingkungan, Ahli Hidrologi/GIS, Tenaga Ahli Komputer dan Pemrograman serta tenaga lapangan. Tenaga ahli Sipil/Lingkungan bertanggung jawab terhadap masalah-masalah yang berkaitan dengan Teknik sipil atau lingkungan, Tenaga ahli hidrologi bertanggung jawab terhadap analisa hidrologi, banjir dan yang berkaitan dengan GIS. Tenaga Ahli Komputer bertanggung jawab terhadap pembuatan program Data Base dan perhitungan data/komputasi data. Sedangkan tenaga ahli 9

lapangan bertanggung jawab dalam pengukuran langsung dilapangan dan pengenalan akan situasi lapangan. Tenaga ahli lapangan dan survai ini didukung oleh tenaga dari Dinas Pekerjaan Umum di tingkat kecamatan. c. Alat Yang Digunakan : Alat yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari dua macam yaitu perangkat pengumpulan data (alat ukur, transportasi, peta dasar dan dokumentasi) dan software analisa data (Alat digitasi, ArcInfo, MapInfo dan AutoCad, Komputer, Alat printer). Untuk mengumpulkan data lapangan maka dilakukan survai lapangan dengan kegiatan terdiri dari pengamatan(observasi), pengukuran, dan pencatatan/pemetaan. Selanjutnya data yang diperoleh dari lapangan dimasukkan kedalam DBMS bersama-sama dengan data yang diperoleh dari analisa peta untuk keperluan analisa data. d. Hasil Akhir : Hasil akhir dari kegiatan ini berupa suatu konsep usulan perencanaan sistem drainase dan permasalahan yang ada serta prioritas penyelesaian masalah dalam matrik dan menyusun rencana perbaikan sistem drainase dengan perkiraan biaya kasar yang disusun dalam Laporan Akhir. Laporan akhir tersebut dilengkapi dengan lampiran peta, data digitasi peta berbagai lapisan baik yang sudah siap cetak maupun yang dalam bentuk file (source data) dalam format AutoCad/MapInfo.

2.2. SURVAI LAPANGAN Observasi lapangan dilakukan dalam dua tahap yaitu 1. Observasi Pendahuluan dan 2. Survai Lapangan Detail. Observasi pendahuluan dilakukan untuk pengenalan awal terhadap lokasi penelitian, antara lain lokasi genangan, kondisi topografi, arah aliran, pengamatan sistem saluran, kapasitas saluran, dan penggunaan lahan. Gambaran yang diperoleh dari hasil survai lapangan digunakan untuk Survai Lapangan Detail. Pelaksanaan pekerjaan survai lapangan ini dilaksanakan oleh unsur DPU, SDPU dan PU kecamatan. 10

Bahan acuan yang digunakan untuk survai lapangan detail dapat dilihat pada Tabel 2.1. TABEL 2.1. SURVEI PENYUSUNAN DAN PENATAAN TEKNIS SISTEM ALIRAN BANGUNAN DRAINASE KOTA
Isilah kuesioner ini untuk 1 (satu) lokasi genangan banjir. Jika di setiap Kelurahan terdapat lebih dari 1 (satu) daerah genangan banjir, maka gunakan lembar kuesioner lain. KODE GENANGAN KELURAHAN KECAMATAN WILAYAH 1. 2. 3. 4. : : : : Kelurahan : Kecamatan : m2 m2

Berapa luas Kelurahan/Kecamatan yang sedang disurvei ? Berapa jumlah lokasi genangan/banjir di kelurahan yang saat ini sedang disurvei ? Plot lokasi genangan tersebut pada peta. Catat keterangan penting untuk masing-masing lokasi genangan meliputi : a) Tinggi banjir (batas-batas tertinggi) dan luasnya. b) Plot arah Aliran tertinggi. c) Tinggi Peil. d) Ukur dimensi kali/PHB/saluran drainase ? Jumlah Kali = buah Jumlah PHB = buah Jumlah Saluran = buah e) Jenis bangunan drainase ? (berikan tanda X) f) Apakah kali/PHB/saluran tersebut ada aliran air sepanjang tahun ? g) Catat topografi area banjir tersebut terhadap lokasi sekitarnya. h) Plot kali/PHB/saluran tersebut pada Peta. i) Menurut Anda faktor utama apa penyebab banjir tersebut ? (Jawaban dapat lebih dari satu dan disusun sesuai prioritas). Contoh: 1 dataran rendah, 2 pembelokan tajam aliran, 3 penyempitan

m2

Kali (cm) Lebar : Dalam: Slope :  1.Beton  2.Batu Kali  3.Alami  1.Ya  2.Tidak

PHB (cm) Lebar : Dalam: Slope :  1.Beton  2.Batu Kali  3.Alami  1.Ya  2.Tidak

Saluran (cm) Lebar : Dalam: Slope :  1.Beton  2.Batu Kali  3.Alami  1.Ya  2.Tidak

 Banjir Alam/kiriman  Permukaan meluap  Penyempitan  Pembelokkan tajam aliran  Pendangkalan  Aliran kurang lancar  Dataran rendah  Longsor  Lainnya, sebutkan :

5.

Gambarkan penampang melintang (sketsa) Kali/PHB/Saluran. Uraikan usulan pemecahan masalah tersebut menurut Anda.

j)

11

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada waktu pelaksanaan survai lapangan antara lain: 1. Memberikan kode genangan pada kolom isian terdiri dari Kode Pos dan Nomor Genangan. 2. Kode Kelurahan disamakan dengan Kode Pos 3. Kode Kecamatan ditulis nama kecamatan 4. Kode Wilayah ditulis nama wilayah 5. Luas Wilayah Kecamatan atau Kelurahan dalam Ha 6. Jumlah Lokasi Genangan/Banjir adalah jumlah lokasi genangan yang ada di kelurahan jika lokasi genangan meliputi dua kelurahan maka dihitung satu. 7. Plot Lokasi Genangan tersebut pada peta yaitu dengan mengeplotkan hasil lapangan kedalam peta. 8. Keterangan penting yang meliputi tinggi banjir (Banjir tertinggi yang pernah ada dan kapan tahun kejadiannya), plot arah aliran, ukur dimensi saluran meliputi lebar saluran kedalaman saluran, kemiringan dasar saluran(slope), gambar penampang melintang saliran tersebut, isi jenis bangunan, sifat alirannya dan catat topografi area banjir, plot sistem saluran tersebut pada peta mulai dari saluran mikro, PHB dan kali, petakan juga arah alirannya, isi faktor utama penyebab banjir. 9. Uraikan menurut surveyor usulan pemecahan masalah. 10. Semua kolom data harus diisi dengan komplit agar memudahkan dalam menganalisa. Juga yang perlu diperhatikan adalah semua sistem saluran dan arah aliran diplot kedalam peta.

2.3. PENELITIAN DAN PENGOLAHAN DATA Untuk proses penelitian dan pengolahan data diperlukan Untuk pelaksanaan pekerjaan ini maka dilakukan tahap-tahap penelitian sebagai berikut: 1. Pembuatan DBMS dengan menggunakan software Microsoft Acces dengan mendefinisikan kedalam 6 (enam) tabel sesuai dengan rencana survai. Hasil dari pekerjaan ini adalah sebuah database

12

dengan output berupa database hasil survai lapangan dan perhitungan kapasitas Kali/PHB/Saluran. 2. Pembuatan DBMS dengan menggunakan software Microsoft Acces untuk analisa debit puncak diwilayah banjir pada periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan 20 tahun. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Analisa kapasitan sungai dan debit puncak pada periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun dan 20 tahun. Aplikasi GIS untuk menentukan prioritas penanganan masalah banjir dengan perangkat lunak ILWIS. Data hasil digitasi ini dipakai sebagai peta dasar untuk analisa. Penentuan batas/lokasi penelitian: Untuk pelaksanaan kegiatan ini. Deliniasi sistem satuan wilayah runoff, dengan batas-batas topografi, termasuk didalamnya arah aliran. Menentukan jenis penggunaan lahan setiap satuan wilayah runoff, termasuk didalamnya mengukur luas setiap penggunaan lahan (misal luas bangunan, luas taman, lahan parkir dll) 9. Analisan koefisien aliran setiap satuan wilayah runoff yang didasarkan atas jenis penggunaan lahan. 10. Menentukan dan mengukur kemiringan lereng/slope 11. Analisa intensitas hujan dengan periode ulang 1th, 5 th dan 10 th di lokasi penelitian dengan mengkombinasikan data sekunder. 12. Analisa kontribusi debit puncak untuk setiap satuan wilayah runoff. 13. Melakukan analisa saluran/drainase setiap satuan wilayah runoff. 14. Memetakan koefisien runoff tiap satuan wilayah runoff. 15. Memetakan intensitas hujan. 16. Memetakan debit puncak setiap satuan wilayah runoff. 17. Memetakan skala prioritas penanganan banjir. 18. Analisa tabulasi hasil perhitungan debit puncak dan kapasitas drainase.

13

III. ORGANISASI PELAKSANAAN DAN TENAGA AHLI 3.1. HUBUNGAN ANTAR KELEMBAGAAN Untuk kegiatan ini penelitian dan pemrosesan data Dinas Pekerjaan Umum bekerja sama dengan Badan pengkajian dan Penerapan Teknologi Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan. Pengambilan data khususnya dalam pengukuran lebar, kedalaman, kemiringan dasar (slope), lokasi genangan, perubahan penggunaan lahan dan arah aliran semua sistem sungai dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Tingkat Kecamatan

BADAN PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI

DINAS PEKERJAAN UMUM UNTUK KEGIATAN PASAL 2.3.2.10011

SPK NO:

TIM PENELITIAN DAN PEMROSESAN DATA BPPT

TIM SURVEYOR DPU TINGKAT KECAMATAN

Gambar 3.1. DIAGRAM ALIR KERJASAMA 3.2. TIM PENELITIAN DAN PEMROSESAN DATA Untuk pekerjaan penelitian dan pemrosesan data Pusat Pengkajian dan Penerapan Teknologi Lingkungan sebagai Tim pelaksana pekerjaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi membentuk stuktur organisasi pelaksana pekerjaan. Tim ini diketuai oleh koordinator penelitian Ahli

14

Lingkungan, dibantu oleh Ahli Hidrologi, Ahli Komputer, Ahli GIS, Tehnisi Komputer.

DIREKTUR PUSAT PENGKAJIAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI LINGKUNGAN BPPT DR. Ir. Tusy A. Adibroto, M.Si

KOORDINATOR PENELITIAN DAN PEMROSESAN DATA Ahli Lingkungan DR. Ir. Arie Herlambang, MS

Ahli Hidrologi /GIS Drs. R. Haryoto I

Ahli Komputer Drs. Yudi S, M.Eng Heru D.W. M.Kom

Ahli Lingkungan Ir. Nusa I, M.Eng

Tehnisi Komputer

Gambar 3.2. STRUKTUR ORGANISASI TIM PENELITIAN DAN PEMROSESAN DATA IV. PEMBIAYAN No 1 2 3 4 5 6 Uraian Pembelian Data Digital Dasar, Analisa Foto Udara Survai dan Kompilasi Data Pembuatan Sistem Informasi Drainase Kota Analisa dan Prosesing Data Pelatihan Pelaporan dan Dokumentasi Biaya (Rp) 40.000.000 100.000.000 50.000.000 100.000.000 50.000.000 10.000.000 350.000.000

15