Anda di halaman 1dari 4

ANALISIS HUBUNGAN AFEKSI DAN KOGNISI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN

oleh Wahyuadi Yudha Prawira 210110110309 Perilaku Konsumen D

Afeksi
Menurut wilikie, efektif atau afeksi menunjukkan penggunaan emosi dan perasaan pada saat konsumen akan melakukan keputusan pembelian (1990). Menurut peter dan Olson (1996), tanggapan-tanggapan efektif beragam dalam penilaian positif atau negatif, menyenangkan atau tidak menyenangkan dan dalam intensitas atau tingkat pergerakan badan. Misalnya efeksi yang melibatkan emosi yang relatif gencar seperti cinta atau marah, status perasaan yang tidak begitu kuat seperti kepuasana atau frustasi, suasana hati yang melarut seperti relaksasi atau kebosanan, dan evaluasi meyeluruh seperti suka atau tidak suka. (Nugroho, 2010)

Kognisi
Kognitif atau kognisi adalah penggunaan pemikiran logis yang terjadi pada saat konsumen akan melakukan pembelian (wilkie,1990, p.222). Kognisi mengacu pada proses mental dan struktur pengetahuan yang melibatkan dalam tanggapan seseorang terhadap lingkungannya. Yang termasuk di dalamnya adalah pengetahuan yang didapat orang dari pengalamannya dan yang tertanam dalam ingatan mereka. Termasuk juga di dalamnya proses psikologis yang terkait dengan pemberian perhatian dan pemahaman terhadap aspek-aspek lingkungan, mengingat kejadian masa lalu, pembentukan evaluasi, dan pembuatan keputusan pembelian. Aspek-aspek kognisi ini sendiri adalah proses berpikir, di mana proses kognisi lainnya dilakukan secara tak sadar dan otomatis. (Nugroho, 2010)

Pengambilan Keputusan
Keputusan merupakan hasil berpikir, hasil usaha intelektual Keputusan selalu melibatkan pilihan dari berbagai alternatif Keputusan selalu melibatkan tindakan nyata, walaupun pelaksanaannya tidak boleh ditangguhkan atau dilupakan

(Rakhmat, 2012)

Pengaruh Kognisi dan Afeksi dalam Pengambilan Keputusan


Dalam pengambilan keputusan, pada umumnya kita menggunakan pemikiran logis(kognisi) dari sensasi dan pengalaman yang kita terima, lalu menggunakan afeksi untuk memutuskan apakah kita menyukai atau tidak menyukai sensasi yang sebelumnya kita rasakan, dan pada akhirnya barulah kita memutuskan apa yang akan kita perbuat. Namun kognisi dan afeksi juga dapat mempengaruhi keputusan kita dengan cara yang lain. Perasaan kita dan suasana hati memiliki pengaruh yang kuat terhadap beberapa aspek kognisi, dan kognisi juga berperan kuat pada perasaan dan suasana hati kita. Suasana hati saat ini dapat secara kuat mempengaruhi reaksi kita terhadap rangsang yang baru pertama kali kita temui. Contoh: ketika kita sedang bergembira dan berkenalan dengan orang baru, penilaian kita terhadap orang tersebut pastinya lebih baik dibanding saat kita berkenalan dengannya ketika kita bersedih.

Perasaan hati (moods) kita dapat mempengaruhi apa yang kita ingat melalui dua mekanisme: Ingatan yang bergantung pada suasana hati (mood-dependent memory) yaitu apa yang kita ingat saat berada dalam suasana hati tertentu, sebagian besar ditentukan oleh apa yang kita pelajari sebelumnya ketika kita berada dalam suasana hati tersebut. Efek kesesuaian suasana hati (mood-congruence effects) yaitu kecenderungan untuk menyimpan atau mengingat informasi positif ketika berada dalam suasana hati positif dan informasi negattif ketika berada dalam suasana hati yang negatif.

(nickhamasaher, 2011)

Daftar Pustaka
nickhamasaher. (2011, 03 11). nickhamasaher.wordpress.com. Retrieved 09 23, 2013, from afeksidan-kognisi/: http://nickhamasaher.wordpress.com/2011/05/13/afeksi-dan-kognisi/ Nugroho, I. (2010, 12 27). afeksi-dan-kognisi-produk_445.html. Retrieved 09 22, 2013, from ilhamnugrohosp.blogspot.com: http://ilhamnugrohosp.blogspot.com/2010/12/afeksi-dan-kognisiproduk_445.html Rakhmat, J. (2012). Psikologi Komunikasi. Bandung: Rosdakarya.