Anda di halaman 1dari 13

BAB II LANDASAN TEORI

2.1

Cell Surya

Sebuah sel surya adalah sebuah alat yang mengubah energi sinar matahari langsung menjadi listrik oleh efek fotovoltaik. Kadang-kadang istilah sel surya digunakan untuk perangkat dirancang secara khusus untuk menangkap energi dari sinar matahari, sedangkan istilah sel fotovoltaik digunakan ketika sumber cahaya berada unspecified. Sidang sel digunakan untuk membuat panel surya, modul surya, atau fotovoltaik array. Fotovoltaik adalah bidang teknologi dan penelitian yang berkaitan dengan penerapan sel surya dalam menghasilkan listrik untuk penggunaan praktis. Energi yang dihasilkan dengan cara ini adalah contoh dari energi matahari

Sejarah sel surya Istilah "fotovoltaik" berasal dari bahasa Yunani (phs) yang berarti "cahaya", dan "volta", yang berarti listrik, dari nama fisikawan Italia Volta, setelah yang satu unit elektro-motif dari gaya, volt, diberi nama . Istilah " foto-volta" telah digunakan dalam bahasa Inggris sejak 1849. Efek yang fotovoltaik pertama kali diakui pada tahun 1839 oleh fisikawan Perancis AE Becquerel. Namun, tidak sampai 1883 bahwa sel surya pertama dibangun, oleh Charles Fritts, yang dilapisi selenium semikonduktor dengan lapisan yang sangat tipis emas untuk membentuk persimpangan. Perangkat ini hanya sekitar 1% efisien. Selanjutnya fisikawan Rusia

Aleksandr Stoletov membangun sel surya pertama berdasarkan efek fotolistrik luar (ditemukan oleh Heinrich Hertz pada tahun 1887). Albert Einstein menjelaskan efek fotolistrik pada tahun 1905 di mana ia menerima Hadiah Nobel dalam Fisika pada tahun 1921. Russell Oh! dipatenkan persimpangan modern semikonduktor solar sel pada tahun 1946 ,yang ditemukan ketika bekerja pada serangkaian kemajuan yang akan mengakibatkan transistor. Era modern teknologi tenaga surya tiba pada tahun 1954 ketika Bell Laboratories, bereksperimen dengan semikonduktor, tidak sengaja menemukan bahwa doped silikon dengan pengotor tertentu sangat sensitif terhadap cahaya. Daryl Chapin, dengan Bell Labs rekan Gerald Calvin Fuller dan Pearson, menemukan perangkat praktis yang pertama untuk mengubah sinar matahari menjadi tenaga listrik yang berguna. Hal ini mengakibatkan produksi berguna pertama solar cell dengan efisiensi konversi energi sinar matahari sekitar 6% . baterai matahari pertama kali didemonstrasikan pada tanggal 25 April 1954. Angkasa pertama untuk menggunakan panel surya adalah satelit AS Vanguard 1, diluncurkan Maret 1958 dengan sel surya yang dibuat oleh Hoffman Electronics. Tonggak ini menciptakan minat dalam memproduksi dan meluncurkan satelit komunikasi geostasioner, di mana energi matahari akan memberikan catu daya yang layak. Ini adalah perkembangan penting yang dirangsang dana dari beberapa pemerintah melakukan penelitian untuk meningkatkan sel-sel surya.

Pada tahun 1970 pertama Gaas heterostructure sangat efektif sel surya diciptakan oleh Zhores Alferov dan timnya di Uni Soviet. Metal Organic Chemical Vapor

Deposition (MOCVD, atau OMCVD) alat produksi tidak dikembangkan sampai awal 1980-an, membatasi kemampuan perusahaan untuk memproduksi Gaas solar cell. Di Amerika Serikat, yang pertama 17% efisien massa udara nol (AM0) Gaas junction tunggal sel surya yang diproduksi dalam jumlah produksi pada tahun 1988 oleh Applied Solar Energy Corporation (ASEC). The "dual persimpangan" Sel itu sengaja diproduksi dalam kuantitas oleh ASEC pada tahun 1989 sebagai akibat dari perubahan dari Gaas Gaas pada substrat untuk Gaas pada Germanium (Ge) substrat. Kebetulan doping dari Ge dengan lapisan penyangga Gaas menciptakan tegangan tinggi rangkaian terbuka, menunjukkan potensi Ge menggunakan substrat sebagai sel lain. Sebagai satu-junction Gaas sel AM0 atasnya 19% efisiensi produksi pada tahun 1993, ASEC mengembangkan sel persimpangan ganda pertama untuk digunakan dalam pesawat antariksa Amerika Serikat, dengan efisiensi awal sekitar 20%. Sel-sel ini tidak memanfaatkan Ge sebagai sel kedua, tetapi digunakan Gaas lain berbasis sel dengan doping yang berbeda. Pada akhirnya sel-sel persimpangan ganda Gaas efisiensi produksi mencapai sekitar 22%. Triple Junction sel surya AM0 dimulai dengan efisiensi sekitar 24% pada tahun 2000, 26% pada tahun 2002, 28% di tahun 2005, dan pada tahun 2007 telah berevolusi selama 30% AM0 efisiensi produksi, saat ini dalam kualifikasi.

2.2

Prinsip kerja Cell Surya Cell surya, sama dengan sebuah dioda, terdiri dari dua lapisan yang dinamakan PN

juction. PN junction itu diperoleh dengan jalan menagnodai sebatang bahan semikonduktor

silikon murni ( valensinya 4 ) dengan impuriti yang bervalensi 3 pada bagian sebelah kiri, dan yang di sebelah kanan di anodai dengan impuriti bervalensi 5. Sehingga pada bagian kiri terbentuk silikon yang tidak murni lagi dan dinamakan silikon jenis P, sedangkan yang sebelah kanan dinamakan silikon jenis N. Di dalam silikon murni terdapat dua macam pembawa muatan listrik yang seimbang. Pembawa muatan listrik yang positif dinamakan hole, sedangkan yang negatif dinamakan elektron. Setelah dilakukan proses penodaan itu, di dalam silikon jenis P terbentuk hole ( pembawa muatan listrik positif ) dalam jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan elektronnya. Oleh karena itu di dalam silikon jenis P hole merupakan pembawa muatan mayoritas, sedangkan elektron merupakan pembawa muatan minoritas. Sebaliknya, di dalam silikon jenis N terbentuk elektron dalam jumlah yang sangat besar sehingga disebut pembawa muatan mayoritas, dan hole disebut pembawa muatan minoritas. Di dalam batang silikon itu terjadi pertemuan antara bagian P dan bagian N. Oleh karena itu dinamakan PN junction. Bila sekarang, bagian P dihubungkan dengan kutub positip dari sebuah batere, sedangkan kutub negatipnya dihubungkan dengan bagian N, maka terjadi hubungan yang dinamakan " forward bias".Dalam keadaan forward bias, di dalam rangkaian itu timbul arus listrik yang disebabkan oleh kedua macam pembawa muatan. Jadi arus listrik yang mengalir di dalam PN junction disebabkan , elektron yang bergerak di dalam bahan konduktor dapat menimbulkan energi listrik. Dan energi listrik inilah yang disebut sebagai arus listrik yang mengalir berlawanan arah dengan gerakan elektron. Tapi, bila bagian P dihubungkan dengan kutup negatip dari batere dan bagian N dihubungkan dengan kutub positipnya, maka sekarang terbentuk hubungan yang

dinamakan "reverse bias". Dengan keadaan seperti ini, maka hole ( pembawa muatan positif) dapat tersambung langsung ke kutub positip, sedangkan elektron juga langsung ke kutub positif. Jadi, jelas di dalam PN junction tidak ada gerakan pembawa muatan mayoritas baik yang hole maupun yang elektron. Sedangkan pembawa muatan minoritas (elektron) di dalam bagian P bergerak berusaha untuk mencapai kutub positip batere. Demikian pula pembawa muatan minoritas ( hole ) di dalam bagian N juga bergerak berusaha mencapai kutub negatip. Karena itu, dalam keadaan reverse bias, di dalam PN junction ada juga arus yang timbul meskipun dalam jumlah yang sangat kecil ( mikro Ampere ). Arus ini sering disebut dengan reverse saturation current atau leakage current ( arus bocor ).

2.3

Konversi Dalam Bentuk Gambar 1) Semikonduktor jenis p dan n sebelum disambung.

Gambar 2.1 Semikonduktor jenis p dan n sebelum disambung

2) Sesaat setelah dua jenis semikonduktor ini disambung, terjadi perpindahan


elektron-elektron dari semikonduktor n menuju semikonduktor p, dan perpindahan hole dari semikonduktor p menuju semikonduktor n. Perpindahan

elektron maupun hole ini hanya sampai pada jarak tertentu dari batas sambungan awal

Gambar 2.2 sesaat setelah dua jenis semikonduktor disambung.

3) Elektron dari semikonduktor n bersatu dengan hole pada semikonduktor p yang


mengakibatkan jumlah hole pada semikonduktor p akan berkurang.

4) Daerah ini akhirnya berubah menjadi lebih bermuatan positif. Pada saat yang
sama. hole dari semikonduktor p bersatu dengan elektron yang ada pada semikonduktor n yang mengakibatkan jumlah elektron di daerah ini berkurang. Daerah ini akhirnya lebih bermuatan positif.

Gambar 2.3 Depletion region. Daerah negatif dan positif ini disebut dengan daerah deplesi ( depletion region) ditandai dengan huruf W.

5) Baik elektron maupun hole yang ada pada daerah deplesi disebut dengan
pembawa muatan minoritas (minority charge carriers) karena keberadaannya di jenis semikonduktor yang berbeda.

6) Dikarenakan adanya perbedaan muatan positif dan negatif di daerah deplesi,


maka timbul dengan sendirinya medan listrik internal E dari sisi positif ke sisi negatif, yang mencoba menarik kembali hole ke semikonduktor p dan elektron ke semikonduktor n. Medan listrik ini cenderung berlawanan dengan perpindahan hole maupun elektron pada awal terjadinya daerah deplesi (nomor 1 di atas).

Gambar 2.4 Timbul dengan sendirinya medan listrik internal E dari positif ke sisi negatif.

7) Adanya medan listrik mengakibatkan sambungan pn berada pada titik setimbang, yakni saat di mana jumlah hole yang berpindah dari semikonduktor p ke n dikompensasi dengan jumlah hole yang tertarik kembali kearah
semikonduktor p akibat medan listrik E. Begitu pula dengan jumlah elektron yang berpindah dari smikonduktor n ke p, dikompensasi dengan mengalirnya kembali elektron ke semikonduktor n akibat tarikan medan listrik E. Dengan

10

kata lain, medan listrik E mencegah seluruh elektron dan hole berpindah dari semikonduktor yang satu ke semiikonduktor yang lain.

8) Pada sambungan p-n inilah proses konversi cahaya matahari menjadi listrik
terjadi. Untuk keperluan sel surya, semikonduktor n berada pada lapisan atas sambungan p yang menghadap kearah datangnya cahaya matahari, dan dibuat jauh lebih tipis dari semikonduktor p, sehingga cahaya matahari yang jatuh ke permukaan sel surya dapat terus terserap dan masuk ke daerah deplesi dan semikonduktor p.

Gambar 2.5 Proses konversi cahaya matahari menjadi listrik. 9) Ketika sambungan semikonduktor ini terkena cahaya matahari, maka elektron
mendapat energi dari cahaya matahari untuk melepaskan dirinya dari semikonduktor n, daerah deplesi maupun semikonduktor. Terlepasnya elektron

11

ini meninggalkan hole pada daerah yang ditinggalkan oleh elektron yang disebut dengan fotogenerasi elektron-hole (electron-hole photogeneration) yakni, terbentuknya pasangan elektron dan hole akibat cahaya matahari.

Gambar 2.6 terbentuknya pasangan elektron dan hole akibat cahaya matahari.

10) Cahaya matahari dengan panjang gelombang (dilambangkan dengan simbol


lambda sbgn di gambar atas ) yang berbeda, membuat fotogenerasi pada sambungan pn berada pada bagian sambungan pn yang berbeda pula. Spektrum merah dari cahaya matahari yang memiliki panjang gelombang lebih panjang, mampu menembus daerah deplesi hingga terserap di semikonduktor p yang akhirnya menghasilkan proses fotogenerasi di sana. Spektrum biru dengan panjang gelombang yang jauh lebih pendek hanya terserap di daerah semikonduktor n. Selanjutnya, dikarenakan pada sambungan pn terdapat medan

12

listrik E, elektron hasil fotogenerasi tertarik ke arah semikonduktor n, begitu pula dengan hole yang tertarik ke arah semikonduktor p. 11) Apabila rangkaian kabel dihubungkan ke dua bagian semikonduktor, maka elektron akan mengalir melalui kabel. Jika sebuah lampu kecil dihubungkan ke kabel, lampu tersebut menyala dikarenakan mendapat arus listrik, dimana arus listrik ini timbul akibat pergerakan elektron.

Gambar 2.7 Arus listrik yang timbul akibat pergerakan elektron. 12) Pada umumnya, untuk memperkenalkan cara kerja sel surya secara umum, ilustrasi di bawah ini menjelaskan segalanya tentang proses konversi cahaya matahari menjadi energi listrik.

Gambar 2.8 Ilustrasi menjelaskan proses konversi cahaya matahari menjadi energi listrtik.

13

2.4

Pembahasan Perhitungan Daya dan Evisiensi Sebelum mengetahui daya sesaat yang dihasilkan untuk kebutuhan,kita harus

mengetahui energi yang diterima, dimana energi tersebut adalah perkalian intensitas radiasi yang diterima dengan luasan dengan persamaan :

E = Ir x A dimana : Ir = Intensitas radiasi matahari ( W/m2) A = Luas permukaan (m2)

Sedangkan untuk besarnya daya sesaat yaitu perkalian tegangan dan arus yang dihasilkan oleh sel fotoVoltaik dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : P=VxI

dimana : P = Daya (Watt), I = Arus (Ampere) V = Beda potensial (Volt) Radiasi surya yang mengenai sel fotoVoltaik dengan menggunakan alat pyranometer adalah dalam satuan mV sehingga harus dikonversikan menjadi W/m 2 ,persamaan yang digunakan adalah : Ir (mV) Ir = _______ x 1000 21,13 (W/m2)

14

Efisiensi yang terjadi pada sel surya adalah merupakan perbandingan daya yang dapat dibangkitkan oleh sel surya dengan energi input yang diperoleh dari

sinar matahari. Efisiensi yang digunakan adalah efisiensi sesaat pada pengambilan data. Output = _______ x 100 % Input

Sehingga efisiensi yang dihasilkan : P sesaat = _______ x 100 % Ir x A dimana: = Efisiensi (%) Ir = Intensitas radiasi matahari (Watt/m2) P = Daya listrik (Watt) A = Luasan sel surya (m2)

Apabila pengguna menginginkan tegangan maupun arus yang lebih besar, maka panel Solar cell dapat dirangkai secara seri atau paralel maupun kombinasi keduanya. Bila panel dirangkai seri maka tegangan yang naik tetapi bila dirangkai paralel maka arus yang naik. 2.5 Penyimpanan Arus Listrik. Setelah mendapatkan output dari Solar cell yang berupa arus listrik dapat langsung digunakan untuk beban yang dimanfaatkan. Tetapi juga arus listrik tersebut dapat digunakan sebagai pengisian dengan cara disimpan ke dalam baterai agar dapat

15

dipergunakan pada saat yang diperlukan khususnya pada malam hari karena tidak adanya sinar matahari. Apabila Solar cell tersebut digunakan untuk penyimpanan ke baterai, maka besarnya tegangan yang dihasilkan harus diatas spesifikasi baterai tersebut. Misalnya baterai yang digunakan adalah 12 Volt, maka tegangan yang dihasilkan Solar cell harus diatas 12 Volt untuk dapat melakukan pengisian. Sebaiknya sebelum melaksanakan pengisian sebaiknya baterai dalam keadaan kosong karena arus yang masuk akan dapat terisi dengan maksimal. Satuan kapasitas suatu baterai adalah Ampere jam ( Ah ) dan biasanya karakteristik ini terdapat pada label suatu baterai. Misalnya suatu baterai dengan kapasitas 10 Ah akan terisi penuh selama 10 jam dengan arus output Solar cell sebesar 1 Ampere.

16