Anda di halaman 1dari 10

BAHAN AJAR

Nama sekolah : SMP N


Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/ Semester : VII/ satu
Waktu : 2 X 45 menit
Pertemuan : 5 dari 5 pertemuan
Materi : Transformasi

A. KOMPETENSI DASAR
3.9 Memahami konsep tranformasi (translasi,refleksi,rotasi dan dilatasi)
menggunakan obyek-obyek geometri.
4.6 Menerapkan prinsip-prinsip transformasi(translasi,refleksi,rotasi dan dilatasi)
dalam memecahkan permasalahan nyata.

B. TUJUAN PEMBELAJARAN
A. Peserta didik dapat menjelaskan apa itu Transformasi ( transilasi,refleksi,rotasi
dan dilatasi)
B. Peserta didik dapat menyelesaikan tugas yang bersangkutan materi rotasi

C. URAIAN MATERI
a. URAIAN MATERI + ILUSTRASI

Transformasi adalah suatu operasi yang memetakan setiap titik pada bidang cartesius
ke titik lainnya di bidang tersebut.
a. Jenis jenis transformasi :
Ada empat jenis transformasi titik pada bidang, yaitu :
Translasi
Refleksi
Rotasi
Dilatasi








a. Translasi
Adalah merupakan suatu transformasi yang memindahkan setiap titik pada bidang
dengan jarak dan arah yang tetap. Dalam bentuk persamaa, suatu translasi dapat
dituliskan sebagai berikut :
x'= x + a
y' = y + b
persamaan diatas mengilustrasikan
bahwa setiap absis bergeser sejauh a
satuan sejajar sumbu X dan setiap
ordinat bergeser sejauh b satuan
sejajar umbu Y

Persamaan translasi diatas dapat
ditulis kedalam bentuk persamaan
matriks:
(

) =(

) +(

)
(

) = (


)

Bayangan titik P (x,y) oleh translasi T = (

) adalah titik P' (x',y') yang ditentukan


oleh persamaan vektor translasi (

) = (

) + (

)
b. Refleksi
Adalah transformasi linier, sehingga setiap titik yang dicerminkan terhadap suatu garis
lurus. Garis lurus tersubut dapat dianggap sebagai cermin yang disebut sumbu cermin
1. Pencerminan terhadap sumbu x ( garis y = 0)
Untuk mnetukan matrika transformasi pencerminan terhadap sumbu x, gambar titik
(1,0) dan (0,1) yang merupakan komponen
Matriks identitas I = (


) pada bidang kartesius . dari pencerminan tersebut,
diperoleh (1,0) (1,0) dan (0,1) (0,-1) sehingga diperoleh matriks
transformasi.
M
y=0
= (


)



2. Pencerminan terhadap sumbu Y ( garis X=0)
Pencerminan terhadap sumbu Y, titik (1,0) berpindah menjadi (-1,0) dan titik (0,1)
tidak berpindah sebagai mana gambar (5.14) sehingga diperoleh matriks.
M
x=0
=(


)


3. Pencerminan terhadap sumbu X=Y
Pencerminan terhadap garis y=x, diperoleh.
(1,0) (0,1)
(0,1) (1,0)
Seperti terlihat pada gambar 5.15 sehingga diperoleh matriks transformasi
M
y=x
= (


)












4. Pencerminan terhadap y=-x
Pencerminan terhadap garis y=-x diperoleh.
(1,0) (0,-1)
(0,1) (-1,0)
Seperti terlihat pada gambar 5.16 sehingga diperoleh matriks
M
y=-x
= (


)



c. Rotasi
Rotasi adalah suatu transformasi yang memetakan setiap titik pada bidang ke titik
lainnya dengan cara memutar dengan pusat titik tertentu.
Rotasi dengan arah berlawanan arah jarum jam disebut rotasi positif dan searah
perputaran jarum jam disebut rotasi negatif. Jadi, dalam transformasi rotasi perlu
diperhatikan hal-hal berikut :
1. Titik pusat rotasi
2. Besarnya sudut rotasi, dan
3. Arah rotasi.
Dinyatakan dalam persamaan matriks, diperoleh:
(

) = (


) (

)
= R

(

)

dengan R

= (


) menyatakan matriks transformasi rotasi dengan susut
rotasi sebesar .


Catatan:
Rotasi khusus
1. R
90
= (


)
2. R
180
= (


)
3. R
270
= (


)
4. R
-90
= (


)
Bayangan titik P (x,y) oleh rotasi berpusat di titik asal O (0,0) dan sudut rotasi sebesar
adalah titik P (x',y') yang ditentukan oleh persamaan matriks.
(

) =(


) (

)

d. Dilatasi

2.1 Definisi dilatasi
Sebelum kita membahas definisi dilatasi ada baiknya kita melihat definisi
transformasi terlebih dahulu. Transformasi adalah aturan secara geometris yang dapat
menunjukkan bagaimana suatu titik atau bangun dapat berubah kedudukan dan
ukurannya berdasarkan rumus tertentu. Dilatasi pada umumnya merupakan
transformasi yang dapat mengubah ukuran suatu bangun.
Secara lengkapnya dilatasi adalah suatu transformasi yang mengubah ukuran
(memperbesar atau memperkecil) suatu bangun tetapi tidak mengubah bentuk
bangunnya. Pada dilatasi juga dikenal faktor skala dan titik pusat yang akan di bahas
secara lebih rinci pada pembahasan di bawah ini.

2.2 Contoh dilatasi dalam kehidupan sehari hari
Penerapan dilatasi banyak dijumpai dalam kehidupan sehari hari . dalam
makalah ini kami menyajikan beberapa contoh penerapan dilatasi dalam kehidupan
sehari hari yaitu :
- Penerapan pertama adalah pada mikroskop atau alat pembesar. Gambar di bawah
menunjukkan alat pembesar yang merupakan alat penting di laboratorium foto.
Alat ini digunakan untuk memperbesar foto dari negatifnya (klisenya). Dengan
menggerakkan film di depan lensa, memungkinkan untuk mengubah ukuran foto
yang dihasilkan.

- Penerapan kedua, Skala pada peta. Pada umumnya skala peta bertuliskan 1 :
1000000 cm yang artinya jika skala pada peta 1 cm maka pada kenyataannya
berjarak 1000000 cm

2.3 Tafsiran geometri dari dilatasi
1. Dilatasi terhadap titik pusat O(0,0)
Bayangan akibat dilatasi ditentukan oleh titik pusat dan faktor skala (faktor
perkalian). Dilatasi dengan pusat O(0,0) dan faktor skala k (k 0) , dirumuskan
dengan [O,k].
Jika titik P(x,y) didilatasi terhadap pusat O(0,0) dan faktor skala k didapat
bayangan P(x,y) maka
x = kx dan
y = ky.
2. Matriks yang bersesuaian dengan terhadap titik pusat O(0,0)
Dilatasi pada umumnya berhubungan dengan matriks, ada matriks yang bisa
digunakan untuk menyelesaikan masalah masalah dalam dilatasi. Kali ini akan
dibahas matriks yang bersesuaian dengan dilatasi pada titik pusat O(0,0).
Dilatasi pada titik pusat O(0,0) dan faktor skala k mempunyai hitungan
maktriks sebagai berikut :
*

+ *


+ *

+ atau[

] *

+
Dilatasi terhadap titik pusat P(a,b)
Jika P(x,y) didilatasikan terhadap titik pusat A(a,b) dengan faktor skala k, maka
bayangannya adalah P`(x`,y`) dengan

( )

( )
dengan persamaan matriks, hubungan di atas dapat ditulis:
(

) (


) (


) (

)

D. CONTOH SOAL
1. Tentukan hasil Translasi jika diketahui
|
|
.
|

\
|
=
q
p
T
1
memetakan titik
A(1,2) ke titik A'(4,6) adalah
Jawab :
( ) ( ) ( ) 6 , 4 2 , 1 2 , 1
1 '
1
A q p A A
q
p
T
= + +
|
|
.
|

\
|

Diperoleh 1+p = 4 sehingga p = 3
2+q = 6 sehingga q = 4
Jadi translasi tersebut adalah
|
|
.
|

\
|
=
4
3
1
T


2. Tentukan bayangan garis x + 2y = 4 jika dirotasikan dengan pusat o (0,0) dan
sudut rotasi -90 .
Jawab:
Matriks transformasi R
-90
=(


) dengan demikian diperoleh persamaan :
(

) = R
-90
(

) = (


) (

)
(

) = (

)
x' = y y = x'
y'=-x x = -y'
substitusikan nilai tersebut ke persamaan garis x + 2y=4 diperoleh
-y'+2x= 4
2x'-y' =4
Jadi bayangan garis x + 2y = 4 oleh rotasi tersebut adalah 2x-y=4

3. Tentukan bayangan titik A(3,-4) , jika dicerminkan terhadap sumbu x
Jawab:
Matriks transformasi pencerminan terhadap sumbu X adalah
M
y=0
= (


) bayangan titik A (3,-4) dapat ditentukan oleh
(

) = (


) (

)
(

) = (

)
Jadi, A ( 3,-4) A' (3,4)




4. Tentukan bayangan titik A (2,-4) oleh dilatasi dengan pusat o (0,0) dan faktor
skala K = 3.
Jawab :
Matriks transformasi yang bersesuaian dengan dilatasi tersebut adalah
D
3
=(


). Bayangan titik A (2,-4) dapat ditentukan sebagai berikut.
(

) = D
3
(

)
=(


) (

)
=(

)
Jadi, bayangan titik A (2,-4) oleh dilatasi tersebut adalah A' (6,-12)
E. LATIHAN SOAL
A. Translasi
1. Karena translasi T =(

) bayangan titik A (-3,4) adalah A' (1,-2),


tentukan translasi T tersebut.
2. Tentukan bayangan segitiga ABC dengan titik A (0,6)B(-1,1)dan
C(3,2) oleh translasi T=(

) dan sketsakansegitiga asala dan segitiga


bayangan
3. Tentukan persamaan kurva y = x
2
oleh translasi T=(

)
B. Rotasi
1. Tentukan bayangan titik A (2,-5) oleh rotasi terhadap titik o (0,0)
sebesar 90
0

2. Tentukan bayangan titik A ( 2,-2) oleh rotasi terhadap titik asal o (0,0)
sebesar 45
0

3. Tentukan bayangan garis x + 4y = 8 jika dirotasikan dengan pusat o
(0,0)
dengan sudut rotasi -90
c. Refleksi
1. Tentukan bayangan titik A(3,-4) jika dicerminkan terhadap sumbu Y
2. Tentukan bayangan titik A (2,-4) jika dicerminkan terhadap garis x=3
3. Tentukan persamaan bayangan kurva y =x
2
, jika dicerminkan terhadap
sumbu x






d. Dilatasi
1. Tentukan bayangan titik A (3,-5) oleh dilatasi dengan pusat o (0,0) dan
faktor skala K=3
2. tentukan bayangan titik A(-2,5) oleh dilatasi dengan pusat P (1,-1) dan
faktor skala K = 2
3. tentukan persamaan kurva y=x
2
oleh dilatsi dengan pusat o (0,0) dengan
faktor skala K=-2

F. UMPAN BALIK

G. KUNCI JAWABAN + SKOR


A. Translasi
1. Jadi translasi tersebut T = (

) Skor 5
2. Jadi titik A(0,6) A' (5,4), B (-1,1) B'(4,-1),
C(3,2) c'(8,0) . Skor 5
3. jadi translasi kurva y =x oleh translasi T =(

) adalah kurva y= x-6x+11.


Skor 10

B. Rotasi
Jawaban:
1. Jadi oleh rotasi tersebut bayangan titik A (2,-5) adalah A'=(5,2) skor 5
2. Jadioleh rotasi tersebut bayangan titik A (2,-2) adalah A' (2,0)
skor 10
3. Jadi bayangan garis x + 4y = 8 oleh rotasi tersebut adalah 4x-y=8
skor 15

C. Refleksi
Jawaban :
1. Jadi A(3,-4) A' (-3,-4). Skor 5
2. Jadi bayangan titik A (2,-4) adalah A'(4,-4) skor 5
3. Jadi x'=y' atau y = . Skor 10

D. Dilatasi
Jawaban :
1. Jadi, bayangan titik A (3,-5) oleh dilatasi tersebut adalah A' (9,-15) skor 5
2. Jadi bayangan titik A(-2,5) adalah A(-5,11) skor 10
3. jadi bayangan kurva y=x
2
oleh dilatasi tersebut berubah menjadi y' = -


x
2

Skor 10




H. TINGKAT KEBERHASILAN =


X 100

soal Nilai
1.Translasi :
A 5
B 5
C 10
2. rotasi :
A 5
B 10
C 15
3. Releksi
A 5
B 5
C 10
4. Dilatasi
A 5
B 10
C 10





I. DAFTAR PUSTAKA
Johanes,kastolan,sulasim, kompetensi MATEMATIKA 3A. jakarta yudhistira