Anda di halaman 1dari 42

KBG - minggu XV

Sumber : Pusat Penelitian dan Pengembangan Permukiman, BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PU Assoc. Prof. Dradjat Hoedajanto Dokumentasi pribadi Bahan publikasi

Kejadian Gempa Bumi yang Merusak (2009)


NO. PROPINSI 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Papua Barat Sulawesi Utara Sulawesi Tengah Sumatera Barat Jawa Barat Sumatera Barat Jambi Banten NTB NAMA GEMPA Manokwari Talaud Palu Kepulauan Mentawai Jawa Barat Selatan Padang Kerinci Ujung Kulon Bima TGL KEJADIAN 4/1/2009 06:43:54 WIB 12/2/2009 00:34:50 WIB 2/3/2009 07:30:00 WIB 16/8/2009 02:38:25 WIB 2/9/2009 14:55:00 WIB 30/9/2009 17:16:10 WIB 1/10/2009 08:52:30 WIB 16/10/2009 16:52:53 WIB 9/11/2009 02:41:46 WIB PUSAT KDLM MAG GEMPA (KM) 132,783 BT 35 7,6 Mw 0,51 LS 126,4 BT 20 7,2 Mw 3,902 LU 119,85 BT 30 5,7 SR 1,11 LS 99,473 BT 44,8 6,7 Mw 1,397 LS 107,32 BT 30 7,3 SR 8,24 LS 99,961 BT 80 7,9 Mw 0,789 LS 101,546 BT 15 6,6 Mw 2,589 LS 105,182 BT 50,6 6,1 Mw 6,613 LS 118,65 BT 25 6,7 SR 8,24 LS MMI VII VII V VI VII VIII VII VI VI M 4 0 0 0 82 1,117 2 0 2 KORBAN & KERUSAKAN L KB 66 173 bangunan rusak berat, 945 rusak ringan. 64 597 bangunan rusak berat, 326 rusak sedang, 297 RR 1 2 bangunan rusak ringan 4 1,252 > 700 57 1 178 Beberapa bangunan rusak 21 orang hilang, 64.413 rumah rusak berat, 490 sekolah roboh 135.488 rumah rusak berat, longsoran, kebakaran 500 rumah rusak 263 rumah rusak 2.678 rumah, 5 sekolah, 3 kantor rusak.

Bangunan dengan struktur yang memperhatikan kaidah ketahanan gempa, masih bertahan dan tidak memperlihatkan kerusakan yang berarti

Bangunan tanpa sistem struktur dan kondisi bahan bangunan yang digunakan telah menimbulkan korban bagi penghuninya, bangunan langsung runtuh

Sistem Bangunan Umum

(rumah, gedung)

Unconfined Unreinforced Masonry : Hanya terdiri atas susunan dinding bata/ batu, tanpa elemen pengikat yang kuat dan kaku sistem ini hanya bergantung pada sistem dinding dalam menahan beban gempa Confined Masonry : Sistem bangunan yang terdiri atas dinding bata yang diberi elemen pengikat berupa elemen rangka di keempat sisi dinding Pada sistem ini, kedua komponen struktural, yaitu dinding bata dan elemen rangka, bekerja bersama-sama dalam menahan pembebanan gempa Sistem Rangka Portal dengan Dinding Pengisi : Terdiri atas rangkaian elemen portal yang kaku sebagai elemen struktural dan dinding bata pengisi sebagai elemen non-strukt. Sistem ini hanya bergantung pada rangkaian elemen portal untuk menahan pembebanan gempa

Mekanik Respon Bangunan thd Gempa


Respon bangunan kiri bangunan kanan Soft Soil 5. SRA 1 5. SRA 2

Rocks

4. Amplification 2. Wafe propagation


3. PGA 1

3. PGA 2

1. Earthquake source
Apa yang perlu diketahui ? Magnitude dari gempa; Jarak lokasi dari sumber gempa; Potensi tingkat kerusakan di lokasi akibat gempa; PGA (Peak Ground Acceleration) dan SRA (Spectral Response Acc) dari lokasi bangunan yang ditinjau? Apakah Code yang paling sesuai untuk perencanaan bangunan tahan gempa ? Apakah arti definisi Code tentang Bangunan Tahan Gempa ?
8

struktur
Gelombang permukaan

tanah
Gelombang badan PATAHAN
EQ

Strata geologi

Penjalaran getaran gempa pada bangunan

Energi yang lepas dari sumber gempa dirambatkan ke permukaan tanah setelah melalui beberapa lapisan yang yang dapat menimbulkan berbagai respons, bisa diperkuat (amplifikasi), diperlemah (deamplifikasi) Getaran gempa di suatu lokasi akan berperilaku acak sesuai karakteristik tanah Parameter getaran gempa berisi informasi tentang amplitudo puncak, lamanya getaran, frekuensi

Y X

Bangunan tiga dimensi

Pengaruh gaya inersia di dasar bangunan

Getaran gempa menjalar secara acak dalam arah tiga dimensi Pada saat awal meski dasar bangunan bergerak, tetapi cenderung bertahap pada posisinya. Kemudian atap akan ikut tertarik akibat ikatan dengan dinding dan kolom Gaya gempa arah vertikal menimbulkan penambahan gaya gravitasi yang dipikul. Ketahanan bangunan akibat gaya gempa vertikal dipikul struktur sesuai dengan faktor keamanan

Bangunan tahan Gempa


Pada dasarnya tidak ada bangunan yang dikatakan tahan seluruhnya thd gempa bumi. (tahan gempa tidak sama dg kebal gempa)

Bangunan tahan gempa diartikan sebagai suatu bangunan yang dikerjakan dengan memperhatikan kaidah-kaidah struktur dan konstruksi yang benar dalam perencanaan dan pelaksanaanya. Bangunan tahan gempa diartikan bangunan yang memberikan risiko yang rendah terhadap penghuni jika terjadi gempa.

Kaidah Bangunan tahan Gempa


Bila terjadi gempa ringan, bangunan tidak mengalami kerusakan sama sekali Bila terjadi gempa sedang, bangunan boleh mengalami kerusakan pada elemen non struktural, tetapi tidak boleh rusak pada elemen-elemen struktural Bila terjadi gempa besar, bangunan boleh mengalami kerusakan pada elemen non struktural dan elemen struktural, akan tetapi tidak boleh runtuh, baik sebagian maupun keseluruhan, dan kerusakan yang terjadi dapat diperbaiki. Tidak runtuhnya bangunan disebabkan bangunan bersifat daktail.

Bangunan tahan Gempa


Structural damages: ~ 50%, Has to be demolished, Between Life Safety and Collapse Prevention.

Indonesia merupakan daerah rawan gempa, sehingga sudah selayaknya dalam membangun mempertimbangkan kaidah-kaidah bangunan tahan gempa

Persyaratan Bangunan tahan Gempa


Apa yang harus kami lakukan

1. Pemilihan bentuk/konfigurasi bangunan dan denah 2. Struktur dan konstruksi 3. Bahan bangunan 4. Proses pembangunan/ pelaksanaan

15

Konfigurasi Bangunan

(b) Terlalu panjang BAIK

(a) Terlalu tinggi

(c) Terlalu luas

BANGUNAN DENGAN UKURAN TERLALU BERLEBIHAN AKAN MEMILIKI KINERJA BURUK TERHADAP KETAHANAN GEMPA

BURUK
PEMISAHAN (DILATASI) BANGUNAN

KONFIGURASI BANGUNAN: BERATURAN, SIMETRIS, SEDERHANA

Pondasi
Jenis Pondasi :
1. Pondasi Menerus 2. Pondasi Setempat
Kayu reng dipasang setiap 30 cm
30 cm 30 cm

Papan bekisting Besi beton 2/20 menerus dari sloof untuk panjang penyaluran ke arah pertumbuhan

Pondasi Batu Kali Setempat Sloof Angker

Pasir urug dipadatkan bekisting 2/20 Papan bekisting 2/20

Ketentuan-ketentuan Dasar :
1. Pondasi harus ditempatkan pada tanah yang mantap 2. Pondasi harus diikat secara kaku dengan Sloof dengan angker

Pondasi Batu Kali Menerus 17

Ketentuan Teknis :
1. Pondasi harus ditempatkan pada tanah yang mantap, yaitu ditempatkan pada tanah keras, dasar pondasi diletakkan lebih dalam dari 45 cm dibawah permukaan tanah. 2. Seluruh badan pondasi harus tertanam dalam tanah 3. Pondasi harus dihubungkan dengan balok pondasi atau sloof, baik pada pondasi setempat maupun pondasi menerus 4. Balok pondasi harus diangkerkan pada pondasinya, dengan jarak angker setiap 1,50 meter dengan baja tulangan diameter 12 cm 5. Pondasi tidak boleh diletakkan terlalu dekat dengan dinding tebing, untuk mencegah longsor, tebing diberi dinding penahan yang terbuat dari pasangan atau turap bambu maupun kayu
18

Akibat pondasi yang tidak stabil dapat mengakibatkan kehancuran total pada bangunan

Contoh penempatan pondasi yang diletakkan pada tanah labil, dapat mengakibatkan bangunan roboh
19

Dinding
Ring Balok

Kuda-kuda

Dinding Kolom Sloof

20

Ketentuan Teknis :
1. Dinding bangunan pada saat terjadi gempa akan menerima beban permukaan pada tegak arah lurus dinding dan beban geser pada arah sejajar 2. Kekuatan dinding menahan beban dipengaruhi oleh adanya angker pada sisi dinding atau karena adanya perkuatan (kolom praktis) pada dinding sendiri 3. Dinding ampig kerena terletak pada bagian tinggi, bila terkena beban gempa akan mengalami defleksi yang besar, oleh karena itu perlu perkuatan rangka dinding 4. Dinding harus diangker 1,50 meter kali panjang batu bata atau batako. Dipasang setiap sepuluh lapis bata merah atau tiga lapis batako, 5. Jika luas dinding lebih dari 8 meter persegi, maka dinding harus diberi kolom praktis dan balok pengikat
Angker Kusen

21

PAS. DINDING BATAKO RAKYAT ANGKER D. 12 mm

DETAIL - A
SEKALA 1 : 50

ANGKER D. 12 mm PAS. DINDING BATAKO RAKYAT

PAS. DINDING BATAKO RAKYAT

22

Pasangan Bata :

Pasangan 1 batu

Pasangan batu Pasangan 1 batu

Pasangan batu
23

Rangka

24

Ketentuan Teknis :

D.12mm-15cm Sengkang D.8mm- 15cm

1. Bangunan harus menggunakan kolom sebagai rangka pemikul, terbuat dari beton bertulang
D.12mm- 20cm

2. Kolom harus diangker pada balok pondasi atau ikatannya diteruskan pada pondasinya 3. Pada bagian akhir atau setiap kolom harus diikat dan disatukan dengan balok keliling/ring balok beton bertulang 4. Rangka bangunan (kolom, ring balok, dan sloof) harus memiliki hubungan yang kuat dan kokoh
25

Sengkang D.8mm- 20cm

DETAILHUB. KOLOMBETONTENGAH DENGANRINGBALOK


SEKALA 1: 20

Akibat fatal bangunan tanpa rangka

Bangunan tanpa menggunakan rangka struktural (kolom, ring balok, dan sloof) hancur

Bangunan dengan rangka namun tidak diberikan ikatan/angker pada kolom untuk mengikat pasangan dinding
26

Rangka beton bertulang belum memenuhi ketentuan teknis bangunan tahan gempa
27

Detail penulangan !!!

28

Atap
PAPAN GAPIT 2x 2/10 GORDING 5/10 KUDA-KUDA 5/10 PAPAN GAPIT 2x 2/10 5/10 5/10 PAPAN GAPIT 2x 2/10 PAPAN GAPIT 2x 2/10

5/10

KUDA - KUDA KAYU 5/10


SEKALA 1 : 50

1. Rangka kuda-kuda harus kuat menahan beban atap 2. Rangka kuda-kuda harus diikat/ diangker pada kedudukannya (pada kolom atau ring balok). 3. Pada arah memanjang atap harus diperkuat dengan menambah ikatan angin diantara rangka kuda-kuda.

29

Atap terlalu berat mengakibat efek ayunan/bandul, sehingga beban gempa menjadi lebih besar

Kelalaian pada ikatan genting/ penutup atap pada reng Konstruksi kuda-kuda yang tidak diikatkan pada ring balok atau kolom mudah bergeser dan tidak kuat menahan beban gempa

30

Aspek Bahan Bangunan


Mutu bahan bangunan yang digunakan sebaiknya memenuhi ketentuan, antara lain : 1. Pasir tidak diperbolehkan mengandung lumpur lebih dari 5%, bila dilemparkan ke bahan pakaian tidak merekat, bila digenggam tidak menggumpal dan memiliki butiran halus, sedang, dan kasar 2. Semen portland yang digunakan harus memenuhi ketentuan; tidak menggumpal, membatu atau mengeras, tidak terasa tajam bila digosok dengan jari. 3. ....

31

1. Memiliki rumah tembok, tembok karena rumah kayu identik dengan orang miskin, bahkan bila menggunakan bahan bambu dianggap sangat miskin 2. Lebih memerlukan ruang, ruang sehingga bila ada dana mereka akan mendahulukan pemenuhan kebutuhan ruang dibandingkan dengan struktur yang tidak tampak 3. Pemahaman akan struktur yang benar di masyarakat sangat terbatas, sehingga membangun rumah dengan melibatkan tukang bangunan berpengalaman dianggap mahal. 4. Jumlah tukang bangunan yang profesional terbatas 5. Ada kecenderungan membangun rumah dilakukan oleh masyarakat tanpa melibatkan ahli, ahli dilakukan oleh penghuni beserta kerabat atau tetangga. 6. Rumah masih dianggap mahal bagi sebagian besar masyarakat, sehingga kecenderungan masyarakat menggunakan bahan bangunan murah tanpa mempertimbangkan kualitas bahan.
32

Rumah Tahan Gempa Setelah Gempa Aceh 2004

Sistem Beton Pracetak RISHA

Dinding pasangan dengan rangka beton bertulang

Rumah rangka baja

Rumah Plastik

Rumah kayu

Rumah kayu

Rumah Konvensional Tahan Gempa

Rumah kayu T.36

Rumah setengah tembok T.36

Rumah tembok rangka beton bertulang T.36

37

Puskim Balitbang

Dep. PU

38

t a m p a k

s a m p I n g

p e r s p e k t I f 39

Rumah Rangka Kayu Laminated Veneer Lumber (LVL)- Panel Bambu Plaster Tahan Gempa

Tugas 1 :
1) Secara umum, karakteristik (kelemahan) material beton adalah : Beton tidak kuat dalam menahan tarik (tidak ada beton yang tak retak) Beton kuat dalam menahan tekan, namun keruntuhannya bersifat getas/brittle (regangan maksimum 0,003) Bagaimana solusi untuk mengatasi kelemahan beton tersebut ? 2) Jelaskan persyaratan konstruksi rumah confined masonry sehingga dapat menghindari keruntuhan jika terjadi gempa !