Anda di halaman 1dari 1

Laboratorium Konstruksi Acuan dan Perancah

Bab V Kesimpulan

Jumlah alat dan bahan yang dibutuhkan Kebutuhan balok 4/6 cm : 657 balok Kebutuhan balok 5/10 cm : 186 balok Kebutuhan multiplex : 300 lembar Kebutuhan scaffolding : 190 buah Rapid Klam : 414 pasang Paku : 56,5 kg

Jumlah pekerja dan waktu Jumlah pekerja adalah 25 untuk bekisting, 20 untuk tulangan, dan 10 untuk pengecoran. Untuk pekerjaan bekisting direncanakan selesai dalam waktu 1 hari termasuk dengan penulangan. Namun yang terjadi pekerjaan bekisting selesai dalam waktu 2 hari. Salah satu yang menjadi faktor utama dalam terjadinya keterlambatan adalah tidak adanya briefing sebelum pekerjaan dimulai. Hal ini membuat para pekerja kebingungan akan jobnya masing masing.

Kebutuhan bahan dan penggunaan dalam lapangan Jumlah kerusakan yang direncanakan hanya sekitar 7%, dan 3 kali pemakaian. Namun yang terjadi di lapangan adalah jumlah kerusakan mencapai 30% , khususnya dalam multiplex dan hanya mampu 2 kali pemakaian. Salah satu faktor terjadinya kerusakan adalah para pekerja yang tidak memiliki teknik akan pemasangan dan pembongkaran acuan dan perancah. Dan yang menjadi faktor akan berkurangnya masa pakai adalah penyimpanan acuan dan perancah yang tidak baik.

Pelaksanaan acuan dan perancah di lapangan Dalam pekerjaan acuan dan perancah, proyek Hotel de Java memiliki scaffolding lebih 50 % dari kebutuhan. Hal ini dimaksudkan ketika beton sudah cukup keras (2 minggu) acuan perancah dapat mulai dilepas dan dapat beralih ke zona yang lainnya. Namun, beton belum cukup kuat. Disinilah scaffolding lebih digunakan. Untuk menopang beton hingga berumur tua

71