Anda di halaman 1dari 36

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS DI RW I DESA LEYANGAN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG A.

Data Demografi
B S U T

1. Batas Wilayah RW 1 Desa Leyangan Utara : Kelurahan susukan, kecamatan Ungaran timur Barat Timur Selatan : Kecamatan Ungaran barat : Desa kalongan, kecamatan timur : Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang

Pembagian wilayah RW 1 Desa Leyangan? RT I : Batas utara : jalan raya bagian utara Batas timur : rumah ibu hariati Batas selatan: pemandian umum Batas barat : rumah bapak Muhamad

RT II

: Batas utara

: bengkel mobil keteng

Batas timur : masjid Al-fallah Batas selatan : jalan raya Batas barat : jalan raya

RT III

: Batas utara

: mushola

Batas timur : rumah Batas selatan : jalan raya


1

Batas barat

: tempat gergajian

RT IV

: Batas utara

: jalan raya

Batas timur : rumah pak RW II Batas selatan : jalan raya Batas barat : rumah pak RT I

2. Jumlah Penduduk Wilayah RW I terdiri dari empat RT dengan jumlah penduduk menurut kepala keluarga di RT 1 ada 49 KK, RT 2 ada 65 KK, RT 3 ada 60 KK, dan RT 4 ada 45 KK. Jumlah keseluruhan KK ada 219 KK dengan jumlah keseluruhan penduduk 714 jiwa. 3. Berdasarkan Pendidikan Wilayah RW 1 memiliki status pendidikan rata-rata tamat SDSLTP sebanyak 145 orang, tidak tamat SD 29 orang, tamat SLTA 35 orang, tamat perguruan tinggi 10 orang. 4. Berdasarkan Pekerjaan Jenis pekerjaan yang ditekuni sebagian besar warga di RW I adalah pegawai swasta yaitu sebanyak 356 orang. Sebagian lagi adalah buruh sebanyak 78 orang, petani 40 orang, tidak bekerja 15 orang, PNS 2 orang, TNI/POLRI 2 orang, dan pensiunan 2 orang. 5. Agama Mayoritas masyarakat di RW I beragama Islam dan yang beragama Kristen hanya 2 jiwa saja. 6. Kelompok Umur Berdasarkan pengkajian yang dilakukan telah ditemukan data kelompok umur sebagai berikut : 01 tahun (bayi) : 10 Jiwa 15 5 6 7 15 tahun (balita) tahun (batita) : : 56 20 101 Jiwa Jiwa Jiwa

tahun (usia sekolah) :

16 21 22 59

tahun (remaja) tahun (produktif) :

: : 50

50 427 Jiwa

Jiwa Jiwa

>60 tahun (usia lanjut) 7. Pasangan Usia Subur dan KB

Berdasarkan pengkajian yang dilakukan di temukan data PUS dan KB yaitu : PUS RT 1 PUS RT 2 PUS RT 3 PUS RT 4 Jumlah PUS : 25 pasangan : 46 pasangan : 38 pasangan : 28 pasangan : 137 pasangan

Metode kontrasepsi yang di pakai ( KB): IUD MOW MOP Kondom Implant Suntik Pil :4 :5 :0 :2 : 18 : 72 : 11

8. Penghasilan Terdapat 2 klasifikasi pendapatan penghasilan pada masyarakt RW I yaitu berdasar UMK yaitu sebesar Rp. 880.000,- mengingat sebagian besar penduduknya adalah pegawai swasta di pabrik. B. Sub Sistem Komunitas 1. Perumahan Seluruh perumahan yang ada di RW I Desa Leyangan sebagian besar adalah permanen. Di wilayah RT 1 terdapat 2 rumah semi permanen, RT 2 terdapat 2 rumah semi permanen, di wilayah RT 3 terdapat 1 rumah non permanen. Wilayah RW I termasuk pemukiman yang cukup padat dengan jarak perumahan yang satu dengan yang lain rata rata berdekatan

meskipun ada beberapa yang berjauhan. Semua bangunan rumah warga rata rata dalam kondisi baik dan hanya beberapa rumah yang memerlukan renovasi. Lingkungan RW 1 termasuk cukup bersih karena setiap warga dapat mengolah sampah sendiri dengan cara di bakar, di timbun, maupun di jadikan pupuk. Biasanya warga membakar sampah lalu sampah dibasahi dan dijadikan pupuk tanaman yang ada di pekarangan warga. Sanitasi di RW 1 juga sudah cukup bagus dengan adanya penampungan air yang disalurkan ke rumah-rumah warga. Pembuangan limbah di RW 1 sudah cukup bagus ditandai dengan adanya selokanselokan untuk aliran limbah rumah tangga. Meskipun lingkungan di kategorikan cukup bersih dan teratur namun debu banyak beterbangan dikarenakan aktivitas pertambangan batu yang ada di belakang RT 1. Sekolah SD N Leyangan yang ada di RW 1 pun sangat kotor dengan kamar mandi yang tidak terawat, sampah berserakan kemana-mana, tempat sampah organik dan non organik tak terpakai, serta tidak tersedianya makanan sehat yang ada di kantin. Terdapat 5 buah pertokoan yang cukup besar dan lengkap di RW 1 Desa Leyangan. Sedangkan untuk warung-warung kelontong dan makanan sangat banyak dan mudah untuk ditemukan. Di Desa Leyangan tidak terdapat pasar, pasar terdekat dengan Desa Leyangan adalah pasar Babadan yang dapat di tempuh dengan jarak 3 km. Terdapat sebuah masjid besar di RW 1 dengan sebuah mushola di setiap RT.

2. Pendidikan Berdasarkan hasil pengkajian dan wawancara diperoleh data terdapat sebuah sekolah dasar SD Negeri 1 Leyangan dengan tenaga pengajar sebanyak 10 orang dengan jabatan dan tingkat pendidikan sebagai berikut, yaitu 1 orang kepala sekolah dan 9 orang pengajar dengan lulusan S1 sebanyak 7 orang, lulusa SMA 3 orang. Terdapat 1 buah taman kanak-kanak TK Harapan dengan 1 orang kepala sekolah dan 2 orang pengajar, lulusan S1 sebanyak 1 orang dan lulus SMA 2 orang. Terdapat sebuah taman pendidikan alquran Al-Falah dengan 1 orang kepala sekolah dan 4 orang pengajar, lulusan S1 sebanyak 1 orang, sedang menempuh kuliah S1 sebanyak 2 orang , lulus SMK sebanyak 1 orang dan lulus SMA sebanyak 1 orang. 3. Keamanan dan transportasi
4

Di wilayah RW 1 Desa Leyangan sangat jarang terjadi tindak kriminal. Di Desa Leyangan pernah mendapatkan penyuluhan oleh kepolisian mengenai Kamtibmas dengan dihadiri oleh ketua RT, ketua RW, perangkat Desa dan beberapa perwakilan dari warga sendiri. Di Desa Leyangan terdapat beberapa pos ronda namun dari hasil wawancara dengan bapak ketua RT 4 dan beberapa warga bahwa kegiatan ronda sudah tidak berjalan dengan efektif. Transportasi warga banyak yang menggunakan motor dan angkot. Beberapa warga ada yang sudah memiliki mobil pribadi. 4. Politik dan kebijakan pemerintah Wilayah RW 1 Desa Leyangan adalah wilayah yang sangat strategis karena dekat dengan layanan kesehatan berupa puskesmas Leyangan yang hanya berjarak 700 meter dari RW 1, RW1 juga dekat dengan pusat pemerintahan desa yaitu Kelurahan Leyangan. Di wilayah RW 1 juga terdapat sebuah SD, dua buah TK, dan sebuah TPA. Organisasi yang termasuk dalam lingkup pemerintahan RW I adalah PKK, posyandu balita dan lansia, pokjakes, karang taruna. 5. Pelayanan kesehatan Pelayanan kesehatan yang tersedia di RW 1 Desa Leyangan adalah terdapatnya puskesmas Leyangan yang memiliki 1 pos pembantu, 1 puskesmas keliling, dan beberapa bidan praktik swasta. Tenaga kesehatan yang ada di puskesmas Leyangan yaitu dokter umum 2, dokter gigi 1, perawat 3, perawat gigi 2, bidan 7, asisten apoteker 1, gizi 1, kesehatan masyarakat 2, sanitasi 1. Posyandu balita dan lansia yang diselenggarakan satu bulan sekali setiap tanggal 5. Masyarakat memiliki kesadaran yang sangat tinggi untuk memeriksakan kesehatannya ke puskesmas di lihat dari jumlah kunjungan per tahun yang melebihi target yaitu sebanyak lebih dari 100% per tahun. Selain itu karena kader kesehatan yang rajin dalam mendorong warga untuk pergi ke puskesmas telah menunjukkan bahwa pengkaderan telah berjalan dengan baik. Biaya yang dibebankan kepada warga pun telah ditanggung dengan 100% askeskin. 6. Sistem komunikasi Sistem komunikasi yang ada di wilayah RW 1 terbilang cukup baik karena hampir semua rumah terdapat televisi, radio, handphone, koran sehingga sangat mudah untuk meningkatkan pengetahuan terkait masalah kesehatan. Bahasa sehari hari yang digunkan oleh warga adalah bahasa daerah (bahasa jawa). 7. Ekonomi

Tingkat social ekonomi RW 1 Desa Leyangan secara keseluruhan terbilang cukup, meskipun beberapa yang masih kurang. Namun, itu semua tidak menjadi masalah yang dapat mempengaruhi tingkat kesehatan warga karena bagi seluruh warga Desa Leyangan dapat berobat secara gratis di puskesmas atau layanan kesehatan lain karena 100% warga telah mendapat askeskin. 8. Rekreasi Di wilayah RW 1 tidak terdapat sarana rekreasi. Namun, pada setiap harlah desa selalu diadakan perayaan seperti gelaran wayang kulit semalam suntuk serta berbagai hiburan lain yang dapat menghibur warganya yang nantinya akan diadakan pada 10 November 2012. C. POKJAKES Di Desa Leyangan terdapat POKJAKES yang sudah berdiri sejak tahun 1980an. Kader kesehatan di POKJAKES sudah melaksanakan ugasnya dengan baik dalam memfasilitasi kesehatan lansia. Dalam seminggu sekali diadakan senam jantung sehat di kediaman ibu Haryati RT 1 RW 1. Posyandu lansia pun berjalan dengan baik. Dalam sekali pertemuan posyandu lansia yang hadir bisa mencapai 25 orang. Ada juga lansia yang di bujuk untuk mengikuti posyandu lansia namun selalu menolak dengan berbagai alasan. Sekitar setahun yang lalu diadakan penyuluhan NAPZA oleh dinas kesehatan setempat dengan di hadiri oleh para pemuda yang mengikuti pengajian rutin pemuda. Remaja dan pemuda di RW 1 Desa Leyangan memiliki aktivitas beragam seperti sekolah, kuliah, dan bekerja. Kader kesehatan di POKJAKES terdiri dari 9 orang yang terdiri dari 5 orang kader posyandu balita dan 4 orang kader posyandu lansia. POKJAKES belum dapat memfasilitasi dalam pemberian pelayanan kesehatan remaja dan pemuda di Desa Leyangan karena kelompok khusus yang menangani tentang permasalahan remaja belum terbentuk karena kesulitan dalam mencari kader. POKJAKES yang memantau masalah sanitasi lingkungan belum terbnetuk, biasanya hanya dilakukan oleh PKK, dan dilaksanakan 1 kali dalam 2 bulan pada hari minggu. Tidak ada masalah dengan persediaan air bersih di Desa Leyangan, karena sudah terdapat sumber mata air dan langsung dialirkan ke rumah-rumah warga dengan menggunakan pipa, dan juga sudah ada sumur. Peran kader disini sudah cukup bagus dilihat dari pendataan serta program kerja yang berjalan dan terancang dengan baik. D. MASALAH KESEHATAN DI KOMUNITAS RW I DESA LEYANGAN KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG

1. Bayi dan balita Lingkungan : Berdasarkan observasi yang telah dilakukan didapatkan data jumlah bayi dan balita di RW 1 Desa Leyangan adalah 66 jiwa. Keadaan lingkungan tempat tinggalnya - Ventilasi dan letak dapur Berdasarkan observasi yang kami lakukan terhadap sampel, rata rata memiliki ventilasi yang cukup di tiap pintu dan jendela di atasnya terdapat ventilasi, dapur terletak di belakang rumah, mempunyai jarak yang jauh dengan kamar tidur anak. - Kepadatan hunian Berdasarkan observasi dan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, diketahui bahwa masing masing rumah rata-rata dihuni oleh 2 KK dengan jumlah 8-10 orang. - Kondisi rumah Berdasarkan observasi yang kami lakukan terhadap sampel, rata rata rumah berlantaikan semen, lantainya berdebu dan tempat duduk di ruang tamu pun berdebu, karena akses jalan yang ada di depan rumah tidak beraspal - Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, diketahui bahwa suami dan anak laki laki remaja yang tinggal dalam 1 rumah adalah perokok. - Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, di rumah memasak menggunakan kompor gas dan kayu bakar - Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, didapatkan bahwa warga mempunyai kebiasaan membakar sampah di depan rumah atau dibelakang rumah Perilaku : Berdasarkan wawancara dengan bidan desa bahwa penyakit yang sering diderita oleh bayi dan balita didesa leyangan adalah ISPA Berdasarkan wawancara dengan ibu bidan desa, data puskesmas, dan observasi door to door bahwa bayi dan balita rata rata pernah mengalami ISPA Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, jika anak sakit langsung diperiksakan ke puskesmas, karena jarak puskesmas yang memang dekat dengan tempat tinggal warga, dan juga berobat gratis yang diberikan oleh puskesmas.

Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, didapatkan bahwa ibu tidak mengerti tentang ISPA. Berdasarkan wawancara dan Berdasarkan observasi yang kami lakukan terhadap sampel, tidak ada yang dilakukan untuk mencegah terjadinya ISPA, karena memang kondisi tempat tinggal yang berdebu dan ada sebagian lantai rumah yang masih menggunakan semen kasar. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, ibu hanya mengerti jika imunisasi harus diberikan dengan lengkap agar anaknya tidak sakit, tapi tidak mengerti masing-masing jenis imunisasi memiliki fungsi dan manfaat masing-masing. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, rata-rata bayi dan balita sudah mendapatkan imunisasi lengkap, 5 kali imunisasi (BCG, Hepatitis B, Polio, DPT, Campak) di puskesmas dan saat mengikuti posyandu. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, ibu sudah memberikan ASI selama 6 bulan. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, 6 dari 8 sampel mengatakan setiap ada posyandu ibu selalu membawa anaknya untuk mengikuti posyandu yang diadakan setiap tanggal 5, tetapi jika harinya bertepatan dengan PAUD maka posyandu akan dilakukan antara tanggal 3 atau tanggal 4. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sample, bahwa balita usia kurang dari dua tahun sudah mendapatkan makanan pendamping ASI seperti nasi tim. Dari hasil wawancara dan observasi terhadap 8 sample bahwa bayi dan balita yang sedang sakit ISPA sebanyak 2 orang. Dari hasil wawancara terhadap sampel, diketahui bahwa semua bayi dan balita sudah memiliki KMS yang diberikan dari Puskesmas, tetapi ada beberapa yang memang sudah hilang dan rusak. Dari hasil wawancara terhadap sample diketahui bahwa 3 orang ibu mampu membaca KMS dan 5 orang ibu lainnya tidak mampu membaca KMS. Berdasarkan hasil observasi terhadap sampel, diketahui bahwa 6 dari 8 sampel bayi dan balita belum memenuhi tugas perkembangannya, dan

menurut hasil wawancara dengan ibu balita selama ini ibu mengaku kurang mengetahui tugas tumbuh kembang pada anak yang sesuai dengan usianya. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap sampel, diketahui bahwa ibu kurang mengerti tentang faktor faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang balita. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap sampel diketahui bahwa bayi dan balita sudah bisa melakukan tugas perkembangan personal social, bahasa, maupun motorik kasar dan halus sesuai dengan usianya.

. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap sampel diketahui bahwa bayi dan balita sudah sebagian besar tercukupi nutrisinya, hanya ada 1 balita yang berada di garis kuning pada KMS, balita tersebut juga mempunyai riwayat kelahiran yang lahir dengan premature, dengan berat lahir 1 kg. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap sampel, didapatkan data 4 dari 8 sampel tidak mempunyai alat bermain di dalam rumah yang bisa mendukung proses tumbuh kembang bayi dan balita.

Pelayanan kesehatan : Berdasarkan wawancara yang dilakukan terhadap sampel, sebagian besar ibu tidak mengetahui tentang Jamkesmas. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, ibu tidak mempunyai Jamkesmas, dia hanya mempunyai ASKESKIN saja dari puskesmas. Untuk ibu yang bekerja dipabrik mengatakan bahwa mereka mendapat Jamsostek dari perusahaan Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap sampel, terdapat Puskesmas yang jaraknya sekitar 500 meter dan tempat praktek bidan desa yang dekat dengan rumah warga. Berdasarkan wawancara yang kami lakukan terhadap sampel, didapatkan data bahwa semua bayi dan balita sudah mempunyai KMS. 2. Ibu Hamil

3. Anak Usia Pre School Aspek jumlah : Dari hasil wawancara dengan bidan puskesmas desa Leyangan diperoleh data bahwa jumlah anak usia pre school (3-5 tahun) di RW 01 sebanyak 66 orang. Dari hasil wawancara dengan ketua taman kanak Harapan terdapat 36 orang siswa, sedangkan di taman pendidikan alquran memiliki siswa sejumlah 115 orang. Total siswa yaitu 151 orang. Aspek perilaku : Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua sampel diketahui bahwa seluruh anak telah mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Dari hasil wawancara dengan orang tua sampel diketahui alasan orang tua memberikan imunisasi kepada anak, 7 orang ibu mengatakan ingin anak mereka sehat dan terhindar dari penyakit, sedangkan 1 orang ibu mengatakan mengimunisasikan anaknya karena diharuskan oleh bidan. Dari hasil wawancara dengan orang tua sampel diketahuai bahwa anakanak tidak pernah mengalami sakit yang parah. Anak-anak biasanya sakit batuk, pilek dan demam. Dari hasil wawancara dengan orang tua anak diketahui bahwa jika anak sakit biasanya mereka membawa anak ke puskesmas untuk mendapatkan pemeriksaan dan obat. Berdasarkan wawancara dengan orang tua dan staf pengajar diketahui bahwa penyakit yang sering diderita anak-anak adalah batuk, pilek dan demam. Biasanya jika sedang sakit anak-anak tidak bisa bersekolah dan istirahat dirumah.Orang tua dan staf pengajar mengatakan kurang mengetahui cara agar anak tidak mudah terjangkit penyakit yang sering dialami anak-anak seperti batuk dan pilek. Berdasarkan hasil wawancara anak-anak telah diarahkan untuk rajin mencuci tangan, menggosok gigi, potong kuku, membersihkan telinga dan mandi, namun anak-anak belum mampu melakukannya Hasil observasi dari 8 orang anak yang menjadi sampel, 5 anak telinganya kotor, rambut serta kuku kurang bersih. Orang tua siswa mengatakan anakanak belum mengetahui cara membersihkan telinga yang benar serta sulit untuk disuruh mandi. Dari hasil wawancara dengan orang tua sampel diketahui bahwa seluruh sampel belum pernah dirawat di rumah sakit. Dari hasil wawancara diketahui bahwa kegiatan anak-anak hampir sama yaitu bersekolah, sepulang sekolah mereka makan dan bermain dengan teman-teman sebaya atau saudara dan tidur siang.
10

Hasil wawancara dengan orang tua sampel mengatakan seluruh sampel anak-anak menyukai minuman atau makanan yang dingin, manis dan berwarna cerah yang menarik. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua sampel diketahui bahwa pola makan anak-anak 3-5 kali dalam sehari. Anak-anak sulit untuk makan dirumah dan lebih menyukai makanan yang dijual pedagang yang lewat di depan rumah seperti sosis goreng dan cilok. Berdasarkan hasil wawancara dengan orang tua sampel diketahui bahwa biasanya anak-anak makan nasi dengan sayur dan daging. Dari 8 orang sampel, 7 anak lebih menyukai mi instan dan makanan yang dijual pedagang yang lewat di depan rumah daripada makan sayuran yang dibuatkan oleh ibunya dirumah. Dari hasil wawancara diketahui bahwa anak-anak jajan di warung atau pedagang yang biasanya lewat di depan rumah seperti bakso cilok, sosis goreng dan manisan. Dari hasil wawancara diketahui bahwa dari 8 sampel hanya 1 sampel yang masih aktif mengikuti kegiatan posyandu.

Aspek lingkungan Dari 8 sampel 5 orang sampel rumah dan lingkungannya cukup bersih dan rapi, tidak ada sampah menumpuk dan bau menyengat. 3 orang sampel rumahnya kurang bersih, got yang ada di dekat rumah kotor dan berbau. Namun keseluruhan rumah masing-masing sampel berdebu. Dari hasil observasi terhadap 8 sampel diketahui semua rumah memiliki ventilasi, 4 orang sampel keadaan ventilasinya baik dan bersih, 4 orang sampel lainnya keadaan ventilasi kurang bersih dan tidak ditutupi dengan kain sehingga nyamuk, debu dan serangga mudah masuk ke dalam rumah. Dari hasil wawancara dan observasi dengan 8 sampel diketahui seluruh sampel memiliki tempat pembuangan sampah di pekarangan rumah berupa lubang ditanah berdiameter 50cm x 50 cm, kedalaman kurang lebih 50cm. Dari hasil wawancara dan observasi terhadap 8 sampel diketahui bahwa sampah dikumpulkan di lubang yang dibuat di pekarangan rumah dan setelah itu dibakar. Dari hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa 5 dari 8 sampel mendapatkan sumber air dari sumur yang tersedia di sebelah selatan desa dan dialirkan ke masing-masing rumah warga, sedangkan 3 sampel lainnya mendapatkan air dari sumur swendiri di pekarangan rumah mereka. Seluruh sampel menggunakan bak dan tower untuk menampung air.
11

Dari hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa limbah keluarga dialirkan melalui pipa berukuran cukup besar ke got atau ke lubang cukup besar yang berfungsi sebagai penampungan dan tertutup. Dari hasil wawancara diketahui 2 dari 8 sampel mengatakan pemeliharaan kebersihan dan kerapian rumah menjadi tanggung jawab bersama seluruh anggota keluarga, namun 3 sampel lainnya mengatakan pemeliharaan kebersihan dan kerapian rumah menjadi tanggung jawab siapa saja yang sempat dan ada dirumah seperti si mbah dan 3 sampel lagi mengatakan pemeliharaan kebersihan dan kerapian rumah menjadi tanggung jawab ibu. Dari hasil wawancara diketahui seluruh sampel mengatakan pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman rumah menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga Dari hasil observasi dan wawancara terhadap sampel diketahui 2 dari 8 sampel rumahnya memiliki pagar dan 6 sampel lainnya tidak memiliki pagar rumah. Pemeliharaan pagar dilakukan oleh anggota keluarga. Dari hasil observasi terhadap 8 smpel diketahui bahwa 7 sampel memiliki anggota keluarga perokok yaitu kepala keluarga dan 1 sampel tidak memiliki anggota keluarga yang merokok. Dari hasil wawancara dengan 8 sampel diketahui bahwa seluruh sampel tidak memiliki anggota keluarga yang menderita penyakit menahun dan menular. Keadaan lingkungan sekolah bersih dari sampah, namun sekolah dan lingkungannya berdebu. Dari hasil observasi diketahui bahwa masingmasing ruang kelas memiliki ventilasi yang cukup sehingga dapat terjadi pertukaran udara dengan mudah. Dari hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa sekolah memiliki tempat pembuangan sampah berupa lubang persegi panjang 1 m x 0,5 m dengan kedalaman kurang lebih 1 m. Lubang ini ditutup dengan beton saat berlangsung jam sekolah dan dibuka saat semua siswa telah pulang sembari sampahnya dibakar, setelah selesai pembakaran sampah maka lubang tersebut ditutup kembali. Dari hasil wawancara dan observasi diketahui ruang kelas cukup bersih dan rapi, kebersihan ruang kelas menjadi tanggung jawab masing-masing wali kelas. Wali kelas merapikan dan membersihkan ruang kelas saat semua siswa telah pulang.

12

Dari hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa halaman sekolah cukup bersih dan rapi. Menurut ibu Tri, pemeliharaan kebersihan halaman sekolah menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga sekolah. Dari hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa terdapat 1 buah koperasi yang menyediakan makanan kecil, snack dan minuman untuk siswa. Siswa bisa membeli jajanan dan minuman dari koperasi yang disediakan. Tidak ada kantin khusus didalam sekolah, siswa mendapatkan nasi untuk makan bersama setiap hari Sabtu setelah berjalan-jalan keliling perumahan warga. Dari hasil observasi dan wawancara diketahui bahwa sekolah telah memiliki pagar yang mengelilingi sekolah dan pemeliharaannya menjadi tanggung jawab bersama warga sekolah. Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa sekolah belum memiliki program untuk melakukan kerja bakti dilingkungan sekolah.

Pelayanan kesehatan Berdasarkan hasil wawancara dengan staf pengajar dan ketua di taman pendidikan alquran Al-Falah diperoleh hasil bahwa belum pernah mendapatkan sosialisasi mengenai kesehatan baik dari Puskesmas ataupun dari mahasiswa praktik sebelumnya. Sekitar 2 tahun yang lalu pernah dilakukan pengukuran berat dan tinggi badan siswa oleh bidan desa yaitu ibu Jarmini, namun setelah itu tidak pernah lagi diadakan pengukuran tinggi dan berat badan. Dari hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa jarak pelayanan kesehatan yang ada di Desa Leyangan yaitu puskesmas dengan pemukiman warga lumayan dekat kurang lebih 500 meter sehingga warga mudah dan cepat untuk berobat. Berdasarkan hasil wawancara dengan kader posyandu yaitu ibu Uminatun menyatakan bahwa telah terbentuk kader posyandu dan berjalan dengan baik setiap 1 bulan sekali pada tanggal 5 .

4. Anak SD (UKS) Aspek jumlah Jumlah total siswa SD N 1 Leyangan dari kelas 1 6 adalah 260 siswa.

13

a. Jumlah siswa berdasarkan jenis kelamin Putra 130 Siswa Putri 130 Siswa b. Jumlah siswa berdasarkan tingkatan kelas 1) Kelas 1 = 46 Siswa Putra 21 Siswa Putri 25 Siswa 2) Kelas 2 = 43 Siswa Putra 27 Siswa Putri 16 Siswa 3) Kelas 3 = 45 Siswa Putra 26 Siswa Putri 19 Siswa 4) Kelas 4 =39 Siswa Putra 20 Siswa Putri 19 Siswa 5) Kelas 5 = 43 Siswa Putra 19 Siswa Putri 24 Siswa 6) Kelas 6 = 44 Siswa Putra 17 Siswa Putri 27 Siswa c. Jumlah siswa yang menjadi dokter kecil tahun ini yang akan dilatih sejumlah 17 Siswa dari kelas IV, V dan VI. 1. Struktur Organisasi/kepengurusan UKS Dari hasil wawancara dengan pengelola UKS di SD N 1 leyangan, mengatakan bahwa di sekolah ini terdapat UKS, dengan struktur kepengurusan yaitu TIM Pelaksana UKS SD N 1 Leyangan tahun 2012-2013 sebagai berikut :

14

PEMBINA AKHMADI

KETUA Drs. KOLIS S.Pdi

WAKIL KETUA I KAMSIYAH

WAKIL KETUA II SUYANTO

SEKRETARIS MARTUTI

ANGGOTA SRI LISTIORINI

ANGGOTA HENING

15

2. Sarana dan prasarana/fasilitas UKS Dari hasil observasi, data sekunder dan wawancara dengan Ibu Kamsiyah selaku wakil ketua I UKS di SD N 1 Leyangan mengatakan mempunyai ruang UKS yang gabung dengan perpustakaan dan didalamnya terdapat buku inventaris alat yang berisi beberapa alat UKS seperti : NO. NAMA ALAT 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10 Kasur kecil Dipan kecil Kursi kecil/panjang Meja kecil Lemari Timbangan BB Pengukuran TB Bantal Kotak obat Tempat cuci tangan JUMLAH 1 1 1 1 1 1 1 1 1 4 NO. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. NAMA ALAT Lap, sulak, sapu Papan jadwal kegiatan Kalender Kaca Sisir Jadwal piket Sprei, taplak Sikat gigi, odol Potong kuku Gunting JUMLAH 3 1 1 1 1 1 1, 2 20, 3 6 2

Sarana dan prasarana kesehatan lain sebagai penunjang atau pendukung UKS di SD N 1 Leyangan antara lain : a. Tempat sampah (organik dan anorganik) b. Kran untuk cuci tangan c. 2 Toilet dan 1 kamar mandi (1 toilet rusak) d. Tempat penampungan air e. Sanitasi/selokan (SPAL) f. Tempat pembakaran sampah Dari hasil observasi yang telah dilakukan didapatkan hasil : a. Di dalam kotak obat, obat-obtan sederhana kurang lengkap seperti tidak terdapatnya obat merah/betadin, kasa/hansaplas, obat penurun panas (P3K) Tidak terdapat sabun untuk cuci tangan
16

b.

c. d. e.

Tidak terdapat gambar 7 langkah cara cuci tangan Tidak terdapat tempat penampungan sampah Tidak terdapat buku pemeriksaan kesehatan, Buku daftar pasien, dan Buku pengukuran TB dan penimbangan BB. Dari hasil wawancara dengan wakil Ketua I UKS SD N 1 Leyangan, Ibu Kamsiyah. beliau mengatakan tidak lengkapnya obat2an dalam kotak obat karena sering kadaluarsa. Jika ada siswa yang mengalami sakit agak parah, akan langsung dibawa ke puskesmas karena jaraknya yang sangat dekat. Beliau juga menagatakan kurang lancarnya aliaran air untuk cuci tangan siswa karena musim kemarau ini. Biasanya air tidak akan mengalir pada jam 09.00 WIB lebih karena sumber air di SD N 1Leyangan berasal adari sumur. Ibu Kamsiyah mengatakan jadwal piket siswa (dokter kecil) untuk jaga di Ruang UKS belum berjalan dengan baik. Hasil wawancara dengan beberapa siswa kelas VI, mereka mengatakan tidak memiliki KMS usia anak sekolah.

3. Program Pembinaan Dan Pengembangan UKS Di Sd N 1 Leyangan Hasil Wawancara dengan IbuKamsiyah, selaku wakil ketua I UKS SD N 1 Leyangan mengatakan ,UKS bekerja sama dengan Dinas Kesehatan setempat dan puskesmas dalam pendidikan kesehatan serta kegiatan lain yang berbentuk kesehatan melalui : a. Penyuluhan kesehatan tentang PHBS, KESLING dan Makanan Bergizi b. Pemberian keterampilan Pertolongan Pertama Pada Penyakit (P3P) dan P3K oleh puskesmas dalam pelatihan dokter kecil c. Penyuluhan pencegahan DBD disekolah serta melakukan kerja bakti pemberantasan jentik nyamuk dan fogging. d. Kegiatan Usaha Kegiatan Gigi Sekolah, seperti pemeriksaan gigi siswa e. Pelatihan dokter kecil di puskesmas f. Pengawasan warung sekolah dan lingkungan sehat g. Penjaringan kesehatan siswa h. Immunisasi. Kegiatan UKS yang dilakukan oleh pihak sekolah sendiri adalah : a. b. Kerja bakti setiap hari senin selesai upacara bendera dan hari kamis Pengawasan dalam cuci tangan ketika waktu istirahat dan masuk jam kedua

17

c. d.

Piket jaga UKS Materi ajar siswa (PENJASKES) yang termasuk kurikulum Salah satu kegiatan untuk membina dan mengembangkan UKS adalah dengan mengadakan Lomba Cerdas Tangkas Dokter Kecil. Dokter Kecil adalah siswa yang dipilih guru untuk melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga, dan lingkungan sekolah. Setiap tahun di SD N 1 Leyangan mengadakan pemilihan dokter kecil sebanyak 10 % dari total siswa. Untuk setiap tahunnya kira-kira berjumlah 30 siswa. Pengelola UKS mengatakan untuk jumlah dokter kecil tahun ini yang terpilih sejumlah 17 siswa yang akan dilatih langsung oleh puskesmas. Belaiu mengatakan biasanya pelatihan dokter kecil dilakukan sendiri oleh pihak sekolah dan bekerja sama dengan puskesmas setempat. Pada tanggal 27 september 2012, hari jumat lalu puskesmas telah mengadakan pelatihan dokter kecil kepada seluruh SD di Ungaran. SD N 1 Leyangan terpilih 2 siswa untuk mengikuti pelatihan dokter kecil.

4. Peminatan siswa dengan dokter kecil Dari hasil wawancara dengan pengelola UKS, Ibu Kamsiyah megatakan para siswa sangan antusias dan senang dlihat dari semangat siswa bersedia mengajukan diri ketika ditawari untuk menjadi dokter kecil 5. Kriteria dokter kecil Ibu Kamsiyah mengatakan ada kriteria untuk menjadi dokter kecil. Kriteria peserta meliputi : a. Siswa kelas 4, 5 atau 6 SD atau MI dan belum pernah mendapatkan pelatihan dokter kecil. b. Berprestasi sekolah c. Berbadan sehat. d. Berwatak pemimpin dan bertanggung jawab. e. Berpenampilan bersih dan berperilaku. f. Berbudi pekerti baik dan suka menolong. g. Izin orang tua Aspek Pengetahuan a. Pengetahuan siswa tentang PHBS 1) Dari hasil wawancara dengan siswa, 10 sampel dari 47 jumlah siswa kelas VI di SD N 1 Leyangan 4 tidak mengetahui tentang PHBS dan 6 mengetahui. 2) Siswa putra kelas VI (an. Akbar) mengatakan tidak tahu apa itu PHBS.

18

3) Siswa putri kelas V (An. Winda) mengatakan tahu apa itu PHBS yang mengajarkan tentang cuci tangan dan gosok gigi b. Pengetahuan tentang UKS 1) Siswa putra kelas VI (an. Akbar) mengatakan tidak tahu apa itu UKS. Anak hanya menjawab UKS adalah Usaha Kesehatan Sekolah 2) Siswa putri kelas V (An. Winda) mengatakan UKS adalah Unit Kesehatan Sekolah 3) Hasil dari wawancara, 7 sampel dari 47 siswa kelas V SD N 1 Leyangan tidak tahu tentang UKS. Mereka hanya menjawab Kepanjangan dari UKS itu sendiri. c. Pengetahuan siswa tentang kebersihan pribadi Dari hasil wawancara dengan siswa, 10 sampel dari 47 jumlah siswa kelas VI di SD N 1 Leyangan semua mengetahui tentang kebersihan pribadi d. Pengetahuan siswa tentang cara mencuci tangan dengan baik dan benar beserta langkah-langkahnya Dari hasil wawancara dengan siswa, 10 sampel dari 47 jumlah siswa kelas VI di SD N 1 Leyangan semua tidak bias menyebutkan dan mempraktekan langkah-langkah mencuci tanang dengan baik baik dan benar. e. Pengetahuan siswa tentang jenis sampah dan cara pengolahannya Dari hasil wawancara dengan siswa, 10 sampel dari 47 jumlah siswa kelas VI di SD N 1 Leyangan semua siswa mengetahui tetapi setelah di observasi tempat sampah yang sudah tersedia dengan pengelompokan jenis-jenis sampah berisi sampah yang sama yaitu tempat sampah organic maupun anorganik semua berisi sampah plastic dan kertas.

Aspek lingkungan a. Pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat 1) Aspek fisik a) Penyediaan dan penampungan air bersih Dari hasil wawancara dan observasi didapatkan hasil bahwa sumber air berasal dari sumur dan ditampung di tempat penampungan. Air tersebut digunakan untuk cuci tangan para

19

siswa yang di lakukan setiap istirahat dan setiap masuk kelas pada jam pelajaran kedua. Air dikamar mandi/WC cukup kotor karena kebersihan sepenuhnya dilakukan oleh tukang kebun sedangkan ruang kelas menjadi tanggung jawab siswa sesuai piket yang telah dibuat oleh guru SDN 1 Leyangan.

b) Pengadaan dan pemeliharaan air limbah Dari hasil wawancara dengan Ibu Komsiyah dan observasi didapatkan hasil bahwa pengadaan dan pemeliharaan air limbah di buang ke selokan. Selokan terlihat kotor karena terdapat sampah c) Pemeliharaan wc atau kamar mandi Dari hasil observasi di dapatkan hasil bahwa di SD N 1 Leyangan terdapat 2 toilet dan 1 kamar mandi, tetapi 1 diantaranya rusak dan belum diperbaiki. Pemeliharaan toilet atau kamar mandi terlihat kurang bersih, lantai kotor, bak mandi kotor dan berbau. Ibu kamsiyah mengatakan Itu dikarenakan kebersihan kamar mandi sepenuhnya dilakukan oleh tukang kebun.

d) Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan ruang kelas dan perpustakaan Dari hasil wawancara dan observasi pemeliharaan kebersihan di dapatkan kebersihan terjaga tidak terdapat sampah berserakan ,bangku dan meja siswa tesusun rapi, jarak antara papan tulis dengan meja siswa 3 m, terdapat tempat penaruhan sepatu dan sandal di depan kelas. perpustakaan terpelihara kebersihan dan rapi. e) Pemeliharaan kebersihan dan keindahan halaman dan kebun sekolah. Dari hasil wawancara dan observasi pemeliharaan kebersihan di dapatkan halaman sekolah sempit, kebersihan terjaga, terdapat pot-pot bunga di depan kelas. f) Pengadaan dan pemeliharaan warung/kantin sekolah

20

Dari hasil wawancara dan observasi di dapatkan bahwa tidak terdapatnya kantin sekolah. Yang ada hanya penjual dari masyarakat sekitar yang berada diluar lingkungan sekolah dan terletak dipinggir jalan raya. Jenis jajanan yang dijual beraneka ragam mulai dari makanan ringan sampai bakso. Dari hasil observasi, kebersihan dari warung tersebut kurang terlihat dari tempat berjualannya di pinggir jalan raya yang dilalui banyak kendaraan dari sepeda motor sampai truk. g) Pengadaan dan pemeliharaan sampah Dari hasil observasi terlihat sudah terdapat sarana pembuangan sampah berdasarkan jenisnya yaitu organic dan anorganik. Di depan sekolah juga sudah terdapat tempat pembakaran sampah. Tetapi got atau selokan masih banyak terdapat sampah yang mengganggu aliran sanitasi dan terlihat kotor. Untuk pembuangan sampah terakhir dilakukan oleh tukang kebun dan dibuang/ditumpuk di belakang sekolah. Tetapi sebagian dari tumpukan sampah tersebut sudah dibakar. (dokumentasi di lampiran) h) Pengadaan dan pemeliharaan pagar sekolah Dari hasil wawancara dan observasi terdapat pagar sekolah di bagian depan dan terpelihara tetapi bagian belakang sekolah tidak terdapat pagar 2) Aspek mental (tercipta suasana dan hubungan kekeluargaan yang erat antar sesama warga sekolah) a) Bakti sosial masyarakat sekolah terhadap lingkungan Dari hasil wawancara di dapatkan bahwa setiap selesai upacara siswa siswi memungut sampah di sekitar sekolah dan setiap pertengahan semester melakukan baktri sosial di wilayah sekolah secara menyeluruh. b) Perkemahan Dari hasil wawancara di dapatkan bahwa perkemahan hanya di lakukan satu tahun sekali dan di ikuti oleh beberapa perwakilan dari siswa kelas IV, V, dan VI yang biasanya para siswa bertemu dengan siswa dari SD lain Sekecamatan. c) Darmawisata

21

Dari hasil wawancara di dapatkan bahwa darmawisata rutin di lakukan setiap akhir tahun oleh siswa kelas VI menjelang semester akhir atau kelulusan. Untuk tempat wisata biasanya SD N 1 Leyangan pergi ke cabdi Borobudur magelang. d) Musik dan olah raga Dari hasil wawancara di dapatkan bahwa terdapat kegiatan musik seperti rebana dan olah raga seperti sepak bola,dan bulu tangkis.terdapat juga alat-alat olah raga. e) Keperamukaan, PMR, kader kesehatan. Dari hasil wawancara di dapatkan bahwa terdapat kegiatan pramuka setiap hari jumat sore, tidak terdapat ekstrakulikuler PMR. Kader kesehatan terdiri dari dokter-dokter kecil f) Lomba kesenian dan olah raga Dari hasil wawancara dan observasi di dapatkan bahwa lomba kesenian dan olah raga di laksanakan satu kali setahun pada saat perayaan hari ulang tahun republic Indonesia pada tanggal 17 Agustus. 3) Pemeriksaan fisik siswa Dari hasil pemerikisaan fisik kebersihan kuku, kerapihan, dan kebersihan gigi yang dilakukan secara inspeksi, 7 sampel dari 47 jumlah siswa kelas VI, 4 bersih (kuku dan gigi,rapi), 2 rapi bersih gigi tetapi kuku kotor dan 1 gigi bersih kuku kotor dan tidak rapi.

Aspek perilaku Dari hasil wawancara dengan beberapa siswa dan observasi, perilaku siswa SD N 1 Leyangan dilingkungan sekolah sebagian besar jajan di warung depan, ada 2 siswa putri yang membawa bekal sendiri dari rumah, membuang sampah tidak pada tempatnya. Wakil Ketua 1, Ibu Kamsiyah mengatakan untuk pelaksanaan cuci tangan masih dalam pengawasan guru supaya anak mau melakukannya. Beliau juga menambahkan dalam pelaksaan anak tidak melakukan 7
22

langkah cara cuci tangan dengan baik dan benar itu dikarenakan mungkin tidak terdapat gambar atau cara mencuci tangan yang di tempel di tempat cuci tangan padahal sudah dilakukan penyuluhan tentang cara cuci tangan oleh puskesmas ataupun KKN dari mahasiswa yang dulu. Perilaku lain siswa berdasarkan hasil wawancara dengan 3 siswa bahwa pulang sekolah cuci tangan dan kaki, menggosok gigi 2 kali sehari, mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan. 2 siswa lain juga mengatakan selalu memeriksakan diri ke puskesmas apabila mengalami masalah kesehatan seperti batuk pilek ataupun panas.

Aspek kesehatan Pendidikan kesehatan a. Kebersihan pribadi Dari hasil wawancara dengan pengelola UKS dan observasi yang dilakukan di SDN 1 Leyangan, didapatkan hasil bahwa telah dilakukan kegiatan penjaringan kesehatan yang bekerjasama dengan puskesmas dalam pengadaan dokter kecil untuk perawatan dan kebersihan gigi dan mulut 2 kali dalam setahun. Siswa-siswi SDN 1 Leyangan mampu melakukan dan mampu mengaplikasikan perilaku hidup bersih dan sehat dari cuci tangan sebelum dan sesudah masuk kelas. Untuk pemeriksaan dan kebersihan kuku telah dilakukan setiap seminggu sekali oleh guru penjaskes. Pendidikan kesehatan tentang kebersihan diri yang sudah terlaksana yaitu cara mencuci tangan, meskipun masih dalam pengawasan, menggosok gigi serta membuang sampah pada tempatnya. b. Makanan bergizi Dari hasil wawancara yang dilakukan di SDN 1 LEYANGAN,didapatkan hasil bahwa sudah pernah dilakukan pendidikan kesehatan tentang makanan sehat di SDN 1 Leyangan oleh puskesmas dalam penyuluhan kesehatan.

23

Masalah kesehatan yang sering muncul pada Siswa SD N 1 Leyangan Ibu komsiyah mengatakan untuk masalah kesehatan di SD N 1 Leyangan paling banyak adalah tentang saluran pernapasan karena lingkungan yang berdebu. Terdapat kasus diare tetapi tidak sebanyak ISPA yaitu kira-kira 4 atau 5 anak dari seluruh siswa pada bulan Agustus 2012. Untuk kasus DBD biasanay tergantung musim, yaitu musim hujan.

Aspek pelayanan kesehatan a. Promotif : penyuluhan kesehatan Ibu komsiyah mengatakan sudah pernah dilakukan penyuluhan kesehatan di SDN 1 Leyangan tentang PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) seperti cara menggosok gigi dan kebersihan diri, KESLING (kesehatan lingkungan) serta makanan sehat tetapi untuk pelakasaannya masih perlu pengawasan dari guru seperti cuci tanagnketika istirahat dan masuk jam sekolah setelah istirahat. b. Preventif : 1) Imunisasi 1.1 Difteri Diberikan pada anak kelas 1 dan dilakukan 2 kali dalam 1 tahun yaitu imunisasi campak pada bulan September dan imunisasi DT pada bulan november, serta imunisasi tetanus untuk kelas 2 dan 3. 1.2 Campak Dari hasil wawancara dengan guru penjaskes selaku coordinator uks didapatkan hasil bahwa campak dilakukan hanya pada siswa yang duduk dikelas 1 SD dengan tujuan untuk menjaga kekebalan tubuh terhadap penyakit

2) Pemberantasan sarang nyamuk Dari hasil wawancara dengan Ibu Kamsiyah beliau mengatakan bahwa PSN tidak pernah di lakukan oleh pihak sekolah, tetapi pernah ada penyuluhan tentang PSN yang dilakukan oleh pihak puskesmas ketika musim hujan. 3) Pengobatan sederhana oleh dokter kecil Dokter kecil mampu melakukan tindakan pengobatan sederhana misalnya memberikan minyak angin kepada siswa yang

24

pingsan ketika upacara bendera hari senin tetapi dengan pengawasan guru pengelola UKS, perawatan luka dengan memberikan obat merah/betadin ketik ada teman yang terluka karena jatuh.

4) Kegiatan penjaringan kesehatan Kegiatan penjaringan kesehatan bekerjasama dengan puskesmas dalam program pemeliharaan kesehatan dan pemeriksaan dan perawatan gigi yang di lakukan setiap 6 bulan sekali.

c. Kuratif dan rehabilitatif 1) Pengobatan ringan untuk mengurangi sakit dan pertolongan pertama disekolah dari hasil wawancara dengan wakil ketua UKS dan siswa Kelas 6 SD N 1 Leyangan, didapatkan hasil bahwa jika terdapat siswa siswi yang sakit dokter kecil mampu melakukan tindakan sederhana sebagai contoh penggunaan minyak angin, Betadine/P3K. 2) Rujukan medik ke puskesmas dari hasil wawancara dari pengelola UKS bahwa siswa yang perlu dilakukan rawat inap/opname langsung di rujuk ke puskesmas oleh pihak seolah.

5. Remaja Aspek jumlah Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua RT 01 diperoleh, jumlah keseluruhan remaja di RT 01 secara keseluruhan adalah 22 orang, dengan jumlah remaja laki-laki13orang dan perempuan berjumlah 9 orang. Sedangkan untuk jumlah remaja di RT 02, informasi diperoleh dari ibu RT. Remaja berjumlah 14 orang.dengan jumlah laki-laki 6 orang dan perempuan 8 orang. Karena jumlah remajanya tidak terlalau banyak setiap ada kegiatan, remaja di RT 01 dan RT 02 digabung.

25

Sementara untuk jumlah remaja di RT 03, berdasarkan hasil wawancara dengan ketua RT 03 jumlah remaja secara keseluruhan berjumlah 35 orang, dengan jumlah remaja laki-laki 17 orang dan perempuan 18 orang. Sedangkan untuk remaja di RT 04, informasi mengenai jumlah remaja diperoleh dari seorang remaja di RT 04 berjumlah 23 orang. Laki-laki berjumlah 15 dan perempuan 8 orang.

Aspek organisasi Berdasarkan hasil wawancara dengan ketua RT 01, jenis organisasi yang terdapat dan diikuti oleh remaja di RT 01 berupa organisasi remaja, dengan nama organisasi remaja RT 01 RW 01. Kegiatan yang masih dilakukan oleh remaja di RT 01 berupa kegiatan yasinan yang diadakan setiap seminggu sekali yang bertempat di salah satu rumah dari anggota organisasi remaja di RT 01 secara bergantian. Untuk ketua dari organisasi remaja di RT 01 dipimpin oleh isrofianto. Sedangkan informasi tentang organisasi remaja berdasarkan sumber informasi yang diperoleh dari ibu RT, organisasi remajanya semenjak 1 tahun lalu sudah tidak aktif lagi karena sudah banyak yang menikah. Organisasi yang masih ada sekarang anggotanya rata-rata masih SMP dan terkadang mengadakan kegiatan berupa yasinan dan anggotanya digabung dengan remaja di RT 01. Dari hasil wawancara dengan ketua RT 03, organisasi remaja di RT 03 sampai saat ini masih aktif. Jenis kegiatan yang diadakan oleh remaja berupa yasinan yang diadakan setiap malam jumat yang dimulai jam 09.00 WIB. Nama dari organisasi di RT 03 sendiri bernama GIMA. Ketua dari organisasi remaja di RT 03 yaitu mas Sulkan. Sementara untuk organisasi remaja di RT 04 informasi yang didapat dari salah satu warga, organisasi remaja yang terdapat di RT 04 sudah tidak aktif lagi dan jarang ada kegiatan remaja di RT tersebut.

Aspek kesehatan Menurut informasi dari beberapa remaja di RW 1, pernah di lakukan sosialisasi mengenai kesehatan remaja yaitu tentang NAPZA sekitar 1 tahun yang lalu oleh dinas kesehatan yang bertempat dibalai desa.
26

Menurut ketua organisasi remaja di RT 03, masalah kesehatan remaja berupa sakit kepala, batuk dan pilek.

Aspek pengetahuan Dari hasil wawancara dengan remaja di RT 01 mengenai reproduksi, pengetahuan PMS dan mengetahui cara pencegahanya, diambil 15 sample dari total 22 remaja didapatkan data, 5 remaja mengetahui reproduksi ,PMS dan tahu cara pencegahannya, 4 remaja mengetahui tentang reproduksi, PMS namun tidak mengetahui cara pencegahannya, dan 6 orang tidak mengetahui reproduksi dan PMS serta pencegahannya. Dari hasil wawancara yang dilakukan dengan remaja di RT 02, diambil sample 10 dari total 14 remaja, 4 remaja mengetahui tentang reproduksi dan PMS namun tidak tahu cara pencegahannya, sedangkan 6remaja tidak mengetahui reproduksi dan PMS serta pencegahannya. Dari hasil kuesioner remaja di RT 03 di ambil sample 15 orang remaja dari total 35 orang di dapatkan hasil. 4 remaja mengetahui reproduksi ,PMS dan tahu cara pencegahannya, 5 remaja mengetahui tentang reproduksi, PMS namun tidak mengetahui cara pencegahannya, dan 6 orang tidak mengetahui reproduksi dan PMS serta pencegahannya Dari hasil kuesioner dengan remaja di RT 04 diambil sample 15 orang dari total 23 orang remaja, didapatkan hasil 3 remaja mengetahui reproduksi ,PMS dan tahu cara pencegahannya, 5 remaja mengetahui tentang reproduksi, PMS namun tidak mengetahui cara pencegahannya, dan 7 orang tidak mengetahui reproduksi dan PMS serta pencegahannya Dari hasil wawancara dengan 10 remaja yang merokok di RW 01, 4 orang mengetahui dampak yang bisa diakibatkan oleh rokok, dan 6 orang tidak mengetahui dampak yang diakibatkan oleh rokok.

Aspek Perilaku Dari hasil wawancara dengan semua ketua RT di RW 01, tidak pernah terjadi tauran antar remaja. Hanya pernah terjadi perkelahian antar
27

remaja individu di RT 03 dan permasalahanya dapat di selesaikan secara kekeluargaan dengan bantuan ketua RT setempat. Dari hasil kuesioner remaja yang di sebarkan dengan jumlah 22 sample di RW 01 di dapatkan hasil untuk anak laki-laki yang berjumlah 13 orang, 8 orang pernah mengkonsumsi alkohol namun tidak pernah menggunakan narkoba dan tidak pernah melakukan seks bebas, 5 orang tidak pernah mengkonsumsi alkohol, dannarkoba, serta tidak pernah melakukan hubungan seks bebas. Dari hasil kuesioner yang disebarkan dengan jumlah 94 sample di RW 01 didapatkan hasil untuk remaja laki-laki yang berjumlah 51 orang, 32 orang merokok dan 19 orang tidak merokok. Dari hasil kuesioner yang di sebarkan di RW 01 sebanyak 94 sample, di ketahui 32 orang sudah berkerja, 62 orang masih berstatus pelajar. PelajarSMP berjumlah 29 orang dan pelajar SMA33 orang. Dari kuesioner ,29 total remaja yang berstatus pelajar SMP, 14 orang diantaranya sudah merokok. Dari kuesioner , 33 total remaja yang berstatus pelajar SMA, 24 orang diantaranya sudah merokok. Dari hasil wawancara, remaja yang merokok berstatus pelajar SMP mengatakan,seharimenghabiskan rata-rata 3 batang per hari. Dari hasil wawancara, remaja yang merokok berstatus SMA/STM mengatakan, sehari bisa menghabiskan 1 bungkus rokok. Dari hasil wawancara dengan remaja yang merokok, mengatakan pernah mengeluh batuk karena merokok. Dari wawancara dengan seorang tokoh masyarakat yang mengurus perijinan nikah di KUA menyatakan bahwa sering terjadi kasus menikah muda karena hamil di luar nikah, karena pengawasan yang kurang dari orang tua. Berdasarkan data perijinan nikah di RW 01, jumlah remaja yang hamil diluar nikah tahun 2012 di RW I,umur 17 tahun : 1 orang, umur 18 tahun : 2 orang, umur 19 tahun : 1 orang, umur 20 tahun : 2 orang Dari hasil kuesioner yang disebarkan sebanyak 62sample di RW 01 mengenai aktivitas apa yang dilakukan setelah pulang sekolah, 46

28

orang mengatakan beristirahat, 16 orang mengatakan bermain atau berkumpul dengan teman. Dari hasil wawancara dengan 32 orang yang sudah bekerja, hasil yang didapatkan yaitu 25 orang mengatakan istirahat, dan 7 orang mengatakan berkumpul dengan teman-teman. Dari hasil wawancara dengan ketua RT 01, sebagian remaja laki-laki RT 01 berkumpul pada malam hari di rumah bubur disamping rumah pak warman. Sementara untuk remaja di RT 02,03 dan 04 jarang berkumpul dengan teman sebaya kecuali pada saat ada yasinan. Dari hasil wawancara dengan ketua RT di RW 01, beberapa remaja bekerja di mebel dan pabrik sementara dari hasil wawancara dengan beberapa remaja,mereka mengatakan bekerja di rumah makan dan painting art.

Aspek lingkungan Dari hasil wawancara dengan 15 remaja yang merokok di RW 01,11 remaja mengatakan orang tuanya adalah seorang perokok. Dari hasil wawancara dengan 15 remaja yang merokok di RW 01, 9 orang mengatakan teman sebayanya juga seorang perokok.

Pelayanan kesehatan Dari hasil wawancara dengan 20 remaja di RW 01, 20 remaja mengatakan mau memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan. Dari hasil wawancara dengan 20 remaja, 14 orang mengatakan memeriksakan kesehatannya di rumah sakit, 6 orang mengatakan memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan di desa Leyangan.

6. Kesehatan Kerja Aspek jumlah Pekerja mengatakan Jumlah pekerja tambang dari dusun leyangan 25 jiwa. (wawancara pekerja)

29

Pekerja mengatakan Tidak ada petugas kesehatan yang bertugas di tambang (wawancara pekerja) Pekerja mengatakan Tidak tersedia layanan kesehatan di lingkungan penambangan, serta secara observasi tidak ditemukan tempat layanan kesehatan di penambangan. (wawancara pekerja & observasi)

Aspek lingkungan Lokasi penambangan terasa panas dan berdebu banyak dikarenakan aktivitas truck yang lewat, dan juga para pekerja tidak dilengkapi dengan masker. (obsevasi tempat kerja) Kondisi tempat penambangan keseluruhan berupa tanah padas (obsevasi tempat kerja) Para pekerja mengatakan terdapat polusi seperti debu, juga sampah yang ada di sekitar lingkungan kerja (wawancara pekerja & observasi) Para pekerja mengatakan tidak tersedia sarana P3K di tambang selama ini (wawancara pekerja) Para pekerja mengatakan tidak ada kejelasan tentang siapa yang bertanggung jawab tentang masalah kesehatan (wawancara pekerja)

Aspek perilaku Sebagian para pekerja mengatakan untuk mengatasi masalah kesehatan mereka pergi berobat ke puskesmas atau beli obat di warung seperti jamu (wawancara pekerja) Para pekerja mengatakan pergi ke tempat layanan kesehatan bila pekerja merasa kurang enak badan atau sakit dan terbiasa dengan debu yang ada di pertambangan. (wawancara pekerja) Sebagian besar para pekerja tambang mengatakan mengkonsumsi suplement, serta dari sampah dekat warung ditemukan macam-macam bungkus suplement (wawancara pekerja & observasi) Para pekerja mengatakan tidak pernah memakai masker dan jarang merasakan sesak nafas atau dianggap biasa oleh para pekerja. (wawancara pekerja)
30

Para pekerja mengatakan tidak ada yang memakai alat keselamatan diri, seperti masker, helm dll.

Aspek pelayanan kesehatan Pekerja tambang mengatakan jarak tempat layanan kesehatan dan tempat kerja kurang lebih sekitar 500 meter dari tempat penambangan yaitu berupa puskesmas dan bidan desa(wawancara dan observasi) Pekerja tambang mengatakan terdapat pelayanan kesehatan di sekitar tempat kerja, berupa puskesmas dan bidan desa (wawancara pekerja) Dari hasil observasi dan wawancara pekerja mengatakan tidak terdapat poliklinik di tempat kerja (wawancara pekerja)

Aspek pengetahuan Para pekerja tambang mengatakan tidak mengetahui pengertian juga apapun tentang kesehatan lingkungan kerja (wawancara pekerja ) Pekerja tambang mengatakan tidak mengetahui tentang hak-hak pekerja dalam bidang kesehatan dan bagaimana cara memperolehnya(wawancara pekerja) Para pekerja mengatakan tidak mengatahui siapa yang bertanggung jawab tentang kesehatan lingkungan kerja di lingkungan penambangan (wawancara pekerja)

7. Lansia Aspek jumlah Berdasarkan data yang diperoleh dari kader kesehatan bahwa jumlah lansia ada 130 orang Dari data lansia yang mengikuti posyandu ada 5 orang lansia yang masih bekerja Lansia yang aktif ikut posyandu lansia hanya 25 orang

Aspek Kesehatan Kesehatan lansia cukup bagus dilihat dari rata-rata usia lansia yang mencapai usia 70 tahun

31

Menurut kader posyandu lansia dan salah satu tokoh masyarakat mengatakan masalah kesehatan yang sering terjadi adalah penyakit hipertensi, stroke dan jantung. Dari sampel 10 orang lansia 9 diantaranya adalah penderita hipertensi dengan rata-rata tekanan darah 150/90 mmhg. Dari 9 lansia yang menderita hipertensi 1 diantaranya pernah dirawat karena stroke. Sebagian besar lansia di RW 1 hanya berada dirumah saja untuk menjaga cucu dan menunggui rumah ketika anak-anak mereka pergi bekerja

Aspek Organisasi Di Desa Leyangan terbentuk posyandu lansia yang di adakan setiap sebulan sekali pada tanggal 5 sebagai upaya untuk memfasilitasi kesehatan lansia Ada 4 kader untuk posyandu lansia Posyandu lansia sudah berjalan dengan baik. Dalam setiap kegiatan posyandu sekitar 25 orang lansia mengikuti program tersebut Setiap kegiatan posyandu lansia selalu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia. Setiap seminggu sekali diadakan senam sehat Indonesia di RW 1 Beberapa lansia yang tidak mengikuti posyandu lansia di karenakan tidak ada yang mengantar. Kader posyandu lansia yang sering mengajak para lansia untuk mengikuti posyandu lansia mengatakan bahwa para lansia enggan pergi ke posyandu lansia karena belum mengetahui manfaat kesehatan yang akan di dapat.

Aspek pengetahuan Para lansia mengatakan bahwa darah tinggi adalah penyakit yang menyebabkan pusing-pusing. Dan setelah diukur dengan tensi ternyata tensinya tinggi Lansia mengetahui penyakit hipertensi ketika periksa ke puskesmas. Jika mereka mengeluh sakit mereka pergi ke puskesmas Lansia tidak mengetahui tentang diit hipertensi. Mereka hanya tahu bahwa yang membuat penyakit hipertensi adalah makan sate kambing

32

Kendala utama peningkatan kesehatan lansia adalah ketika lansia tidak mau untuk pergi ke posyandu lansia sehingga kesehatannya tidak terpantau. Para lansia langsung pergi ke puskesmas jika dirasakan sakit. Sehingga mereka tidak mau memanfaatkan posyandu lansia dan tidak mengetahui manfaat mengikuti posyandu dalam memantau kesehatannya. Pernah diadakan penyuluhan tentang posyandu lansia yang diadakan beberapa tahun yang lalu. Penyuluhan tersebut dihadiri oleh perwakilan lansia

Aspek kemandirian dan support system Sebagian besar lansia masih tinggal dengan keluarganya Sebagian besar lansia masih memiliki kemandirian yang bagus. Bahkan untuk lansia yang pernah dirawat karena stroke masih dapat mandiri bahkan memasak meski berjalannya harus berpegangan dengan tembok. Lansia tidak dikenakan biaya apapun ketika mengikuti posyandu lansia dan berobat ke puskesmas karena memiliki askeskin

Aspek perilaku Jika lansia sakit mereka membeli obat di warung, melakukan pijat dan kerik. Jika penyakitnya tidak kunjung sembuh baru mereka pergi ke puskesmas. Dari sampel yang kami dapatkan bahwa sebagian besar lansia laki-laki yang merokok, penurunan tingkat intelektual hanya dialami oleh lansia dengan usia lebih dari 70 tahun

Aspek pelayanan kesehatan Lansia mengobati penyakitnya ke Puskesmas terdekat, yaitu Puskesmas Leyangan Jarak pelayanan kesehatan dengan pemukiman warga hanya sekitar 500 meter Pelayanan kesehatan yang ada antara lain adalah puskesmas, bidan praktek swasta, dan posyandu lansia setiap sebulan sekali pada tanggal 5

8. Kelompok Khusus Hipertensi Aspek jumlah

33

Dari hasil pemeriksaan dan wawancara pada warga penderita hipertensi di dapatkan hasil seperti berikut Dari 163 jumlah warga di RT 01 di ambil 10 sampel dan 9 orang di antaranya mengalami hipertensi dan satu orang di antaranya mengalami stroke Dari 208 jumlah warga di RT 02 di ambil 10 sampel dan dari 10 orang tersebut 8 mengalami hipertensi Dari 197 jumlah penduduk di RT 03 di ambil 10 sampel dan 8 orang di antaranya mengalami hipertensi Dari 146 jumlah penduduk di RT 04 di ambil 10 sampel dan dari 9 orang tersebut semuanya mengalami hipertensi.

Aspek lingkungan Dari hasil wawancara dengan warga penderita hipertensi di dapatkan hasil bahwa penderita hipertensi lingkungannya adalah perokok,mereka menjadi perokok aktif maupun pasif. Dari hasil wawancara dengan penderita hipertensi di dapatkan data bahwa penderita hipertensi mengeluh selalu merasa capek sehabis bekerja. Dari hasil wawancara dengan penderita hipertensi di dapatkan data bahwa penderita hipertensi tidak memiliki stressor dari lingkungan.

Aspek perilaku Dari hasil wawancara dengan warga penderita hipertensi di dapatkan hasil bahwa warga jarang melakukan pengukuran tekanan darah. Dari hasil wawancara di dapatkan hasil bahwa warga memeriksakan kesehatan di puskesmas. Dari hasil wawancara di dapatkan hasil bahwa warga suka makanan yang asin Dari hasil wawancara di dapatkan hasil bahwa waraga belum bisa melakukan diet penderita hipertensi.
34

Dari hasil wawancara di dapatkan hasil bahwa penderita hipertensi jarang melakukan olahraga Dari hasil wawancara di dapatkan hasil bahwa penderita hipertensi bukan peminum alcohol. Dari hasil wawancara di dapatkan hasil bahwa penderita hipertensi sebagian mempunyai kebiasaan minum kopi.

Aspek pelayanan kesehatan Dari hasil wawancara dan observasi di dapatkan data bahwa jarak puskesmas dengan rumah warga #500 m. Dari hasil wawancara di dapatkan hasil bahwa obat yang biasa diberikan yaitu katrofil Dari hasil wawan cara di dapatkan data bahwa warga penderita hipertensi hanya minum obat ketika mengeluh pusing saja.dan obat tidak di habiskan

Aspek perilaku Dari hasil wawancara dengan warga penderita hipertensi di dapatkan hasil bahwa warga penderita hipertensi kurang mengetahui tentang hipertensi Dari hasil wawancara dengan warga penderita hipertensi di dapatkan hasil bahwa warga penderita hipertensi kurang mengetahui tanda dan gejala hipertensi. Dari hasil wawancara dengan warga penderita hipertensi di dapatkan hasil bahwa warga penderita hipertensi tidak mengetahui penanganan bila kepala terasa nyeri.

E. Hasil Wawancara Hasil wawancara beberapa tokoh masyarakat pada tanggal 18 September 2012 sampai 20 September 2012 dengan berdasarkan pedoman wawancara adalah sebagai berikut : 1. Kepala Dusun Menurut bapak Kadus Zainal mengatakan bahwa warga RW 1 Desa Leyangan sangat aktif dalam memperbarui informasi terutama mengenai kesehatan. 2. Ketua RW 1

35

Ketua RW 1 mengatakan bahwa sebagian besar warga Desa Leyangan adalah pekerja pabrik. 3. Ketua RT 4 Bapak RT 4 (bapak) Mugisan ketika di tanya tentang kesehatan warga terkait adanya debu beterbangan diakibatkan oleh lalu lalang truk pengangkut batu mengatakan bahwa itu tidak menjadi masalah karena dengan adanya kegiatan itu adalah sebagai omset desa. Pada data yang didapatkan bahwa penderita ISPA di Desa Leyangan sangat tinggi presentasenya dibandingkan penyakit lainseperti hipertensi, diabetes, dll. 4. Bidan Desa Bidan Desa Ibu Jarmini mengatakan bahwa data bayi da balita yang di pegang oleh bidan Desa masih kurang karena ada beberapa bayi dan balita yang lahir di luar tempat praktek bidan Jarmini. 5. Kader Posyandu Balita dan Lansia Ibu Uminatun sebagai kader Posyandu Balita dan Lansia mengatakan bahwa sulit untuk mengumpulkan para lansia karena mereka cenderung enggan untuk pergi ke posyandu karena merasa tidak mendapat manfaat, padahal dari posyandu lansia dapat diketahui apa penyakit yang mereka derita dan dapat memperpanjang harapan hidup mereka. Jika kader menanyakan kepada lansia maka mereka selalu mengelak dengan berbagai alasan. 6. Tokoh Tani Dari beberapa warga mengatakan bahwa hasil pertanian berupa padi yang di panen setiap 2 kali setahun. Hasil panen selain untuk di jual juga sebagai konsumsi sendiri oleh warga. 7. Tokoh Masyarakat Tokoh masyarakat mbah Warman mengatakan bahwa banyak lansia yang menderita darah tinggi dan stroke

36