Anda di halaman 1dari 2

NAMA NIM/BP

: ELDANANDA FERIADITA : 1101650/ 2011

TELAAH KURIKULUM DAN BUKU TEKS

Pengembangan Kurikulum Zais, (1976: 6) mengatakan bahwa kurikulum berasal dari bahasa Latin yang berarti jalu pacu, dan secara tradisional kurikulum sekolah disajikan arti itu ibarat jalanbagi kebanyakan orang. Beberapa pengertian kurikulum menurut Zais yaitu sebagai berikut: As program of studies As course content As planned learning experiences As experiences had under the auspices of the school As structured series of intended learning outcomes As a written plan for action

Kurikulum sebagai program belajar. Kurikulum sebagai pelajaran. Kurikulum sebagai pengalaman belajar yang direncanakan. Kurikulum sebagai pengalaman di bawah tanggung jawab sekolah. Kurikulum sebagai suatu rencana (tertulis) untuk dilaksanakan. Kurikulum sebagai tujuan.

Kurikulum 2013 terintegrasi dari kurikulum 2006 yang mana lebih menekankan pada kreativitas. Menurut Zais, (1976:149), dalam pengembangan kurikulum ini ada empat prinsip yang perlu di perhatikan, yakni: 1. Kurikulum akan bertambah baik hanya kalau kompetensi profesional guru bertambah baik.

2. Kompetensi guru akan menjadi bertambah baik hanya kalau guruguru menjadi personil-personil yang dilibatkan dalam masalah-masalah perbaikan (revisi) kurikulum. 3. Jika para guru bersama menanggung bentuk-bentuk yang menjadi tujuan yang dicapai, dalam memilih, mendefinisikan, dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, serta dalam memutuskan dan menilai hasil, keterlibatan mereka akan dapat lebih terjamin, dan 4. Sebagai orang yang bertemu dalam kelompok-kelompok tatap muka, mereka akan mampu mengerti satu dengan yang lain dengan lebih baik dan membantu adanya konsensus dalam prinsip-prinsip dasar, tujuan-tujuan dan perencanaan. Kurikulum terdiri dari 4 (empat) komponen dasar seperti yang di kemukan oleh Zais, (1976:295) (1) aims, golas, and objective (tujuan), (2) content (konten/ isi), (3) learning activities (kegiatan belajar), dan (4) evaluations (evaluasi). Tujuan sebagai sebuah komponen kurikulum merupakan kekuatankekuatan fundamental yang pekasekali, karena hasil kurikuler yang diinginkan tidak hanya sangat mempengaruhi bentuk kurikulum, tetapi memberikan arah dan fokus untuk seluruh program pendidikan (Zais,1976:297). Jadi dapat disimpulkan, bahwa sebenarnya munculnya kurikulum 2013 ini dikarenakan adannya keinginan untuk menyempurnakan dan mengefektifkan kurikulum yang sebelumnya sudah ada, dimana pada kurikulum 2013 ini lebih menitik beratkan kepada keaktifan siswa dalam belajar dan lebih mengutamakan sikap dari pada kognitif, hal ini berbeda dengan kurikulum sebelumnya yaitu KTSP dan KBK dimana pada kurikulum tersebut hal yang pertama dilihat adalah kognitif siswanya dan tidak terlaulu mementingkan sikap siswanya.