P. 1
PKP PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN

PKP PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN

|Views: 364|Likes:
Dipublikasikan oleh maksumspd
PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN
PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN

More info:

Categories:Book Excerpts
Published by: maksumspd on Oct 20, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $1.00 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

05/22/2015

$1.00

USD

pdf

text

original

LAPORAN

PEMANTAPAN KEMAMPUAN PROFESIONAL (P K P) TENTANG PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS V SEMESTER II DI SDN 3 RUKTI BASUKIKECAMATAN RUMBIA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2009/ 2010 DAN PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN IPS KELAS V SEMESTER II DI SDN 3 RUKTI BASUKIKECAMATAN RUMBIA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2009/ 2010

OLEH

HERU WIDODO NIM. 817149133

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ-UT BANDAR LAMPUNG TAHUN 2010

LEMBAR PENGESAHAN Nama Mahasiswa NIM Program Setudi Tempat Mengajar : HERU WIDODO : 817149133 : S.1 PGSD : SDN 3 Rukti Basuki

Jumlah Pembelajaran : 2 Pembelajaran /siklus Tempat Pelaksanaan : SDN 3 Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Waktu Pelaksanaan : Tanggal 10 s/d 24 Mei 2010

Masalah yang menjadi fokus perbaikan: Upaya meningkatkan hasil belajar siswa Pada Mata pelajaran IPA kelas V

Semester II dan IPS kelas V Semester II di SDN 3 Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah tahun pelajaran 2009 / 2010

Seputih Surabaya,……… Juni 2010

Pembimbing I

Pembimbing II

WIDIYO,S.E NIP.19680425200801101

I WAYAN RENTES, S.Pd NIP. 196612311990101007

Mengetahui Kepala UPBJJ-UT

Drs. SULTAN DJASMI. M.Pd NIP. 195205041979031002

Mei 2010 . Laporan ini penulis buat untuk memenuhi akhir dari mata kuliah pemantapan kemampuan profesional. Pada kesempatan ini penulis juga mengucapka terima kasih kepada : 1 Kepala Sekolah ……. Adapun isinya adlah serangkaian perencanaan dan Penelitian Tindakan Kelas yang penulis lakukan di kelas V dan V SDN 3 Rukti Basuki dengan mata pelajaran IPA dan IPS Kepada pembaca yang budiman. jika sekiranya ada yang baik dalam laporan ini untuk kemajuan pendidikan.. Rumbia.Pd Sebagai pembimbing dan penguju Tak lupa kepada semua pihak yang telah membantu penulis dalam melaksanakan Penelitian Tindakan kelas dan menyusun laporan ini.KATA PENGANTAR Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan nikmat kesehatan dan kesempatan.S. sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas menyusun laporan ini tepat pada waktunya. marilah kita gunakan dengan penuh tanggung jawab .SE dan Bapak IWAYA RENTES. penulis ucapkan terima kasih. Bapak Ibu Gur SDN …… Bpk WIDIYO. Namun jika ada kekurangan . kritik dan sran yang membangun sangat penulis harapkan.

Hasil Penelitian Dan Pembahasan ………………………… Kesimpulan dan saran ……………………………………. Kajian Pustaka ……………………………………………… Pelaksanaan Perbaikan …………………………………….. Judul Exakta I II III IV V VI Pendahuluan ………………... Kajian Pustaka ……………………………………………… Perencanaan Perbaikan Pelaksanaan Perbaikan …………………………………….Penulis DAFTAR ISI HALAMANSAMPUL…………………………………..……………………………….……………. Halaman i ii iii iv 1 2 3 5 9 11 Judul Exakta I II III IV V Pendahuluan ………………..... DAFTAR ISI…………………………………………….………………………………………..…………….………………………………. Lampiran .. KATA PENGANTAR……………………………………………….... 12 14 15 19 20 21 Daftar Pustaka ………………………………………………………..... Hasil Penelitian Dan Pembahasan ………………………… Kesimpulan dan saran ……………………………………. HALAMAN PENGESHAN ..

penulis perlu melakukan perbaikan pembelajaran dengan menggunakan sistem Penelitian Tindakan Kelas. Dari data yang ada hanya 10 orang.I. Proses Penulisan Laporan Laporan ini dibuat berdasarkan konsep yang disusun dalam merancang kegiatan perbaikan pembelajaran. selama pelaksanaan. observasi dan diskusi pelaksanaan perbaikan pembelajaran yang dilakukan dalam 2 siklus . dari 37 siswa di kelas V yang diprediksi hasil belajarnya mencapai 70 % ke atas. Tujuan Dalam peningkatan hasil belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam kelas V. 3. Dari hal tersebut di atas penulis perlu melakukan Penelitian Tindakan Kelas dengan tujuan ingin peningkatan penguasaan hasil belajar 2. Latar Belakang Pembelajaran yang berhasil dicerminkan oleh siswa dalam bentuk nilai hasil belajar setiap mata pelajaran. Disamping untuk memperbaiki pembelajaran penulis juga untuk memenuhi tugas dalam Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PDGK 4501)) pada Program Studi S-1 PGSD. PENDAHULUAN 1. Pada semester ke I (satu) Tahun Pelajaran 2009/2010 hasil ulangan mata pelajaran IPA kelas V dari 3 kali ulangan harian menunjukan menurunnya hasil belajar siswa terhadap setiap mata pelajaran. Peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari nilai hasil belajar.

saran dan tindakan .Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dalam meningkatkan penguasaan materi pelajaran IPA memuat kelas V pada SDN 3 Rukti Basuki perencanaan dan Kecamatan Rumbia data laporan ini Kabupaten Lampung Tengah. dengan dasar tersebut pendahuluan. pelaksanaan perbaikan pembelajaran dari hasil temuan yang diperoleh serta kesimpulan.

.

penalaran. siswa pasif. jangka dan lain-lain). guru menjelaskan matematika melalui metode ceramah ( Chalk – and talk ). .untuk dapat menggantikan pembelajaranmatematika yang konvensional yang terlalu berkonsentrasi pada latihan menyelesaikan soal saja. Pertanyaan dari siswa jarang muncul.II. menggunakan teorema atau menurunkan rumus. memberi contoh soal dan memberikan soal – soal latihan. Pembelajaran menggunakan metode eksperimen dilakukan dengan cara guru memperagakan atau menunjukan suatu proses kepada seluruh siswa.Menurut Arimanto ( 2002 ) tradisi mengajar seperti ini merupakan karakteristik umum bagaimana guru melaksanakan pembelajaran IPA Pembelajaran IPA konvensional bercirikan : berpusat pada guru. Metode ini dipilih terutama bila siswa beljar menggunakan alat (penggaris .sedangkan kegiatan siswa berfokus pada melihat apa yang dilanjutkan guru . Termasuk dalam hal ini adalah untuk menanamkan konsep luas segitiga. KAJIAN PUSTAKA Dalam kegiatan pembelajaran guru biasanya menjelaskan konsep secara normatif. Kegiatan pembelajaran seperti ini tidak mengakomodasi pengembangan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah. koneksi dan komunikasi matematis.busur derajat. Metode eksperimen adalah salah satu alternatif. berorientasi pada satu jawaban yang benar dan aktifitas kelas yang sering di lakukan hanya mencatat atau menyalin.

e. PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN 1. Atas dasar tersebut di atas penulis meminta bantuan teman sejawat dan supervisor untuk mengidentifikasi kekurangan dari pembelajaran yang dilaksanakan. b. Ada anak yang tidak dapat menyelesaikan tugas. Pelaksanaan pembelajaran tidak menarik bagi siswa. 2. Rencana Perbaikan Dari identifikasi dan rumusan masalah yang didapat kemudian merencanakan perbaikan pembelajaran dengan langkah-langkah sebagai berikut : .III. Identifikasi Masalah Dalam 2 kali tes formatif yang dilaksanakan. Pemberian tugas jarang dilakukan 3. hanya 11 orang dari 37 siswa di kelas V yang nilai hasil belajarnya mencapai 70 % ke atas pada mata pelajaran IPA selama proses pembelajaran berlangsung jarang siswa yang mengajukan pertanyaan atau memberikan tanggapan terhadap penjelasan guru. Menurunya perhatian siswa d. c. Dari hasil diskusi dengan teman sejawat dan supervisor terungkap beberapa masalah yang terjadi dalam pembelajaran antara lain : a. d. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar. Penyampaian materi pelajaran kurang rinci e. Beberapa anak lamban menyelesaikan tugas. Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan guru. Metode yang digunakan kurang tepat c. Penyampaian materi pelajaran tidak menarik bagi siswa b. Analisis dan Perumusan Masalah Melalui dengan teman sejawat dan supervisor diketahui bahwa faktor penyebab menurunya penguasaan materi pelajaran yang diajarkan adalah : a.

Menganalisis data hasil pembelajaran .Menentukan strategi perbaikan pembelajaran .Menentukan metode pembembelajaran . Meminta bantuan teman sejawat guru SDN 3 Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah untuk mengamati proses pembelajaran dalam melaksanakan perbaikan pembelajaran 3. Menentukan tahapan-tahapan pelaksanaan perbaikan Siklus I Memperesiapkan rencana perbaikan memilih sumber dan bahan Menentukan metode pembelajaran yang tepat dengan materi pembelajaran Membuat lembar observasi kegiatan siswa Menetapkan waktu pelaksanaan dan menganalisa hasil pembelajaran II Siklus .Menetapkan hal-hal yang akan diperbaiki .Menyusun rencana perbaikan pembelajaran . Membuat Rencana Perbaikan Pembelajaran dengan menyusun Rencana Pembelajaran 1 (RP 1) mata pelajaran IPA 2.1.

Rumbia SDN 3 Rukti Lampung Basuki Tengah Kec. mulai tanggal 10 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2010. PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN A. Rencana Kegiatan perencanaan meliputi: 1. Deskripsi Per Siklus Siklus 1 a. Jadwal sebagai berikut : SIKLUS TANGGAL 1 2 12 – 05 – 2010 19 – 05 – 2010 RP/MATA PELAJARAN IPA Kelas V IPA Kelas V NAMA SD KAB/KOTA KECAMATAN SDN 3 Rukti Lampung Basuki Tengah Kec.penulis meminta temen sejawat sebagai pengamat untuk duduk di bagian belakang siswa. Menyusun Rencana Prbaikan Pembelajaran ( Siklus 1 ) 2. Menyiapkan alat peraga 4. Menyiapkan instrumen pengamatan b. Adapun skenario pembelajaran secara umum seba gai berikut : . Membuat skenario pembelajaran 3. Tempat dan Waktu Pembelajaran Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas V SDN 3 Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Rumbia B. Pelaksanaan Sebelum melalui proses pembelajaran.IV.

1. Refleksi Dari data nilai diatas. Kegiatan Awal Apersepsi dan menyampaikan tuuan pembelajaran 2. Kegiatan Inti Mengagadakan eksperimen terhadap materi yang disajikan Mencatat hasil eksperimen dan mempresantasikan didepan kelas Kegiatan selanjutnya mengerjakan soal latihan. Rencana .35 Jumlah Frekuensi 2 10 16 8 1 37 Keterangan ( KKM : 56 ) Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Belum Tuntas Lembar pengamatan guru mitra Soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa d. Penutup Memberikan Kesimpulan dan Penugasan c. Dengan demikian masih ada permasalahan yang perlu diseleaikan. pembahasan dan evaluasi 3. Siklus 2 a. Pengamatan / Pengumpulan Data / Instrumen Instrumen Data Data yang kami peroleh adalh data kuantitatif berupa hasil belajar siswa sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Rentang Nilai 96 – 100 76 – 95 56 – 75 36 – 55 0 . berarti masih ada 9 anak yang belum dapat ketuntasan belajar. dengan KKM : 56. tindakan ulang yang harus di lakukan pada siklus berikutnya. Penulis memerlukan perencanaa ulang.

Kegiatan perencanaan meliputi 1. Membuktikan bahwa b. Menyiapka alat peraga 4. Kegiatan awal Apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Mengerjakan soal evluasi 3. Adapun skenario pembelajaran secara umum adalah sebagai berikut : 1. Pengamatan / Pengumpulan data / Instrumen Instrumen Lembar pengamatan guru mitra Soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa Data . Penutup Memberikan kesimpulan dan penegasan c. Membuat skenario Pembelajaran 3. Kegiatan Inti a. Menyiapkan instrumen pengamatan b. Pelaksanaan Sebelum memulai proses pembelajaran penulis meminta teman sejawat untuk duduk di barisan belakang siswa sebagai pengamat. Menyusun rencana perbaikan pembelajaran ( siklus 2 ) 2. Menggunakan c.

diketahui semua siswa sudah dapat mencapai ketuntasan belajar. Refleksi Dari data nilai diatas. .35 Jumlah Frekuensi 5 22 10 37 Keterangan ( KKM : 56 ) Tuntas Tuntas Tuntas - d. No 1 2 3 4 5 Rentang Nilai 96 – 100 76 – 95 56 – 75 36 – 55 0 .Data yang kami peroleh berupa data kuantitatif hasil belajar siswa sebagai berikut. sehingga tidak diperlukan lagi perbaikan pembelajaran siklus 3.

5 % dari jumlah 37 anak.V.4 % 37 100 % 37 100 % 37 100 % Pembahasan Dari hasil evaluasi pembelajaran tentang IPA sebelum PTK.0 % 43.. Nilai siswa Sebelum da sesudah PTK Pra PTK Siklus 1 Siklus 2 Frekuensi Prosentase Frekuensi Prosentase Frekuensi Prosentase 2 5.6% 37 100 % 22 59. diketahui jumlah anak yang mendapat nilai ≥ 56 dalah 15 anak atau 40.2 % 24. Pada evaluasi pembelajaran siklus 1 jumlah anak yang Nilai ≥ 56 < 56 N B.3 % 40. Deskripsi Persiklus Tabel 1.4 % 27.5 % 9 24.5 % 19.2 % 21. 0 % 100 % 10 16 8 1 37 27.4% 5 13.7 % 100 % 22 10 37 59. . 5 % 28 75.6 % 6 9 15 7 37 16.0 % 100 % Nilai 96 100 76 – 95 56 – 75 36 – 55 0 – 35 N Tabel 2 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Pra PTK Siklus 1 Siklus 2 Frekuensi Prosentase Frekuensi Prosentase Frekuensi Prosentase 15 40.7 % 2. TEMUAN HASIL YANG DIPEROLEH A.

SARAN DAN TINDAK LANJUT Kesimpulan .mendapat nilai ≥ 56 adaah 28 anak atau 75. VI.5 %.1 % Pada evaluasi pembelajaran siklus 2 jumlah anak yang mendapat nilai ≥ 56 adalah 37 atau 100 %.4 % dari siklus 1 atau meningkat 59. KESIMPULAN.6 % Ini berarti ada peningkatan 35. Dengan demikian PTK sangat diperlukan untuk mencapai ketuntasan belajar. A. meningkat 24.

Hal ini terbukti dengan : 1.5 % Tercapanya ketuntasan belajar hingga 100 % dari KKM yang ditentukan yaitu 56. kesimpulan hasil penelitian diatas maka penulis menyampaikan saran bahwa : Metode eksperimen adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk menanamkan konsep IPA Untuk selanjutnya metode eksperimen juga dapat digunakan untuk menanamkan konsep IPA dengan lingkungan sekitar kita.Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa menggunakan metode demonstrasi untuk menanamkan konsep Ilmu Pengetahuan Alam dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 3. B. Para guru hendaknya menggunakan metode demonstarsi untuk menyampaikan materi yang berhubungan dengan penggunaan alat. Saran dan Tindak Lanjut Berdasarkan 1. Meningkatkan hasil belajar siswa dari sebelum PTK sampai siklus 2 sebesar 59. 2. 2. dan lingkungan sekitar sekolah .

Latar Belakang . PENDAHULUAN A.PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN GAMBAR DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI HASIL BELAJAR PERJUANGAN DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN KELAS V SEMESTER II DI SDN 3 RUKTI BASUKI KECAMATAN RUMBIA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2010 I.

Identifikasi Masalah C. Rumusan Masalah . Kegiatan penulis awali dengan apersepsi. Karena cakupan materi yang berbeda. sejarah. namun sebenarnya materi IPS SD sudah mencakup geografi. Selanjutnya dengan panduan buku kami melakukan tanya jawab tentang pembagian daerah waktu di Indonesia. ternyata siswa yang dapat mencapai ketuntasan belajar kurang dari 50 %. D. maka tentu berbeda pula skenario pembelajaran yang harus kita laksanakan. Namuntidak demikian dengan geografi.Meskipun tidak dinyatakan secara khusus. Proses pembelajaran yang penulis laksanakan tidak berhasil Siswa yang mencapai ketuntasan belajar kurang dari 50 % Analisis Masalah Penulis kurang maksimal dalam mengorganisasikan kelas Peulis tidak menggunakan media atau alat peraga dalam pembelajaran Diperlukan alat peraga yang tepat untuk memudahkan pemahaman anak tentang pembagian daerah waktu di Indonesia. Diakhir pembelajaran setelah dilakukan evaluasi. dari 37 anak hanya 13 anak yang dapat menyelesaikan menjawab soal dengan baik. B. Hal ini penulis alami di kelas V dengan materi pembagian daerah waktu di indonesia. Materi sejarah dan ekonomi mungkin banyak disampaikan dengan ceramah dan diskusi. dan ekonomi.

Bagaimana menggunakan globedan peta untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas V SD terhadap materi Perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. KAJIAN PUSTAKA . Tujuan Perbaikan 1. Memudahkan guu dalam proses penyampaian informasi dalam pembelajaran Siswa lebih tertarik untuk belajar dan berkesempatan untuk berperan aktif daam pembelajaran Siswa lebih mudah menerima informasi atau materi pelajaran yang diberikan oleh guru II. E. 2. Manfaat Perbaikan 1. agar proses pembelajaran lebih menyenangkan dan meningkatkan peran serta siswa untuk dapat terlibat langsung dalam proses pembelajaran 2. 3. Meningkatkan pemahaman siswa tentang Perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan. Membantu guru untuk mengembangkan kemampuan dirinya dalam mengelola proses pembelajaran. 4. F.

( Gagne : 1993 ) menyatakan ada sembilan peristiwa belajar yang dapat mendukung setiap fase belajar. Karenanya Bruner percaya bahwa hampir semua anak mempunyai masa – masa pertumbuhan akan “ Keinginan unt5uk Belajar “ Alat peraga pengajaran adalah alat – alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk membantu memperjelas materi pembelajaran yang disampaikanya kepada siswa dan mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa sehingga peran guru sebagai mediator dan fasilitator dapat dilaksanakan. khususnya selama proses pembelajaran yang dapat membantu mendorong kemauan belajar siswa. Motivasi adalah kondisi khusus yang dapat mempengaruhi individu untuk belajar. Diantaranya adalah membangkitkan perhatian siswa dengan berbagai rangsangan sesuai dengan kondisi yang ada misalnya perubahan gerak badan. dan yang lebih penting diharapkan hasil pembelajaran menetap dan tidak mudah dilupakan oleh anak. Termasuk dalam hal ini adalah menggunakan globe dan peta untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pembagian daerah waktu di Indonesia. Pengajaran akan efektif dan menarik bagi siswa apabila pelaksanaanya menggunakan media atau alat peraga. III. PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN . perubahan suara dan menggunaan berbagai media belajar yang dapat menarik perhatian siswa dan dapat memotivasi siswa untuk belajar. Motivasi merupakan variabel penting.

Deskripsi Per Siklus Siklus 1 a. Rencana Kegiatan perencanaan meliputi 1. Dapun skenario pembelajaran secara umum sebagai berikut : 1. Menyusun rencana perbaikan pembelajaran 2. Membuat skenario pembelajaran 3. Menyiapkan alat peraga /Medi Pembelajaran 4. penulis meminta teman sejawat sebagai pengamat untuk duduk di belakang barisan siswa.B. Menyiapkan instrumen pengamatan b. Kegiatan awal Apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran 2. mulai tanggal 10 Mei sampai dengan tanggal 24 Mei 2010. Rumbia SDN 3 Rukti Lampung Basuki Tengah Kec. Tempat dan Waktu Pembelajaran Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas V SDN 3 Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Pelaksanaan Sebelum melalui proses pembelajaran. Rumbia B. Kegiatan Inti . Jadwal sebagai berikut : SIKLUS TANGGAL 1 2 11 – 05 – 2010 18 – 05 – 2010 RP/MATA PELAJARAN IPS Kelas V IPS Kelas V NAMA SD KAB/KOTA KECAMATAN SDN 3 Rukti Lampung Basuki Tengah Kec.

- Menjelaskan Perjuangan dalam empertahankan kemerdekaan menggunakan gambar Tanya jawab. dengan KKM : 60 berarti masih ada 11 anak yang belum dapat mencapai ketuntasan belajar. yang harus dilakukan pada siklus berikutnya. Refleksi Dari data diatas. Penutup Menyampaikan kesimpulan dan penugasan c. Pengamatan / Pengumpulan Data / Instrumen Instrumrn Data Data yang kami peroleh adalah data kuantitatif berupa hasil belajar siswa sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nilai 100 80 60 40 20 Jumlah Frekuensi 5 8 13 11 31 Keterangan (KKM : 6 ) Tuntas Tuntas Tuntas Belum Tuntas Lembar pengamatan guru mitra Soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa d. anak diminta untuk menyebutkan nama – nama pahlawan kemerdekaan 3. tentang Perjuangan dalam empertahankan kemerdekaan Menggunakan Gambar. tindakan ulang. . Dengan demikian masih ada permasalahan yang perlu diselesaikan. Penulis memerlukan perencanaan ulang.

Adapun skenario pembelajaran secara umum adalah sebagai berikut : 1. Menyusun rencana perbaikan pembelajaran ( siklus 2 ) 2. siswa diminta untuk menunjukkan dan menyebutkan nama pahlawan kemerdekaan Mengejakan evaluasi soal 3. Membuat skenario pembelajaran 3. Penutup Menyampaikan kesimpulan dan penugasan c.Sikus 2 a. Kegiatan Inti Menggunakan gambar untuk menjelaskan pembagian wilayah waktu Internasional. Menyiapkan instrumen pengamatan b. Menyiapkan alat peraga 4. Kegiatan awal Apersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran 2. Pelaksanaan Sebelum memulai proses pembelajaran penulis meminta teman sejawat untuk duduk dibarisan belakang siswa sebagai pengamat. Dengan menggunakan gambar pahlawan kemerdekaan dan tanya jawab guru menjelaskan Perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaa Indonesia Secara bergantian. Rencana Kegiatan perencanaan meliputi : 1. Pengamatan / Pengumpulan data / Instrumen Lembar pengamatan guru mitra Soal tes untuk mengukur hasil belajar siswa .

diketahui semua siswa sudah dapat mencapai ketuntasan belajar.Deskripsi Per Siklus Tabel 1.Data Data yang kami peroleh berupa data kuantitatif hasil belajar siswa sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Nilai 100 80 60 40 20 Jumlah Frekuensi 9 16 12 37 Keterangan (KKM : 6 ) Tuntas Tuntas Tuntas - d. Refleksi Dari data nilai ditas . sehingga tidak diperlukan lagi perbaikan pembelajaran siklus ke 3 IV. HASIL PENELITIAN dan PEMBAHASAN A. Nilai siswa Sebelum da sesudah PTK Nilai Pra PTK Siklus 1 Siklus 2 .

6% 9 24.2 % 21. 5 % 22 59.1 % Pada evaluasi pembelajaran siklus 2 jumlah anak yang mendapat nilai ≥ 56 adalah 37 atau 100 %. Pada evaluasi pembelajaran siklus 1 jumlah anak yang mendapat nilai ≥ 56 adaah 28 anak atau 75.. diketahui jumlah anak yang mendapat nilai ≥ 56 dalah 15 anak atau 40. Hal ini terbukti dengan : .5 % 19. SARAN DAN TINDAK LANJUT A.4 % dari siklus 1 atau meningkat 59.4 % 27. 5 % dari jumlah 37 anak. KESIMPULAN.0 % 43.7 % 100 % 5 22 10 37 13.Frekuensi Prosentase Frekuensi Prosentase Frekuensi Prosentase 96 . meningkat 24.100 76 – 95 56 – 75 36 – 55 0 – 35 N 6 9 15 7 37 16.4% 27.6 % Ini berarti ada peningkatan 35.0 % 100 % Tabel 2 Peningkatan Hasil Belajar Siswa Nilai ≥ 56 < 56 N Pra PTK Frekuensi Prosentase 15 40.4 % 37 100 % Siklus 2 Frekuensi Prosentase 37 100 % 37 100 % B.3 % 40.2 % 24.5 %. Dengan demikian PTK sangat diperlukan untuk mencapai ketuntasan belajar V. Pembahasan Dari hasil evaluasi pembelajaran tentang IPS sebelum PTK.7 % 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa menggunakan alat peraga yang tepat pada materi perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dapat meningkatkan pemahaman siswa dan peningkatan hasil belajar siswa .6 % 59.5 % 37 100 % Siklus 1 Frekuensi Prosentase 28 75. 0 % 100 % 2 10 16 8 1 37 5.

M (2003). Meningkatnya siklus 2 sebesar 58. H. Statistika Dasar. M. Menggunakan alat peraga dapat anak sehingga diharapkan hasil belajarnya juga meningkat 2. .1%.A. maka penulis menyampaikan saran bahwa : meningkatkan motivasi belajar 1.1. Akib Hamid. M. Jakarta Pusat Penerbit Universitas Terbuka. Tercapainya hasil belajar siswa dari sebelum PTK sampai ketuntasan belajar hingga 100% dari KKM yang ditentukan. 2.A. Nandang Budiman (2003) Profesi Keguruan 2. Jakarta Pusat Penerbit Universitas Terbuka. Adi Suryanto (2003) Evaluasi Pengajaran. Jakarta Pusat Penerbit Universitas Terbuka. Noehi Nasution. Saran dan Tindak Lanjut Berdasarkan kesimpulan penelitian di atas. Dr dkk (2003) Belajar dan Pembelajaran 2. Nar Heryanto. Kepada para guru hendaknya dapat menggunakan alat peraga yang tepat. B. DAFTAR PUSTAKA Abim Syamsudin. Suciati. untuk meningkatkan pemahaman anak agar tercapai ketuntasan belajar.

Jakarta Pusat Penerbit Universitas Terbuka.K (2000). Pemantapan Kemampuan Mengajar. Wardani I.G. Peman PENGGUNAAN METODE EKSPERIMEN DAPAT MENINGKATKAN PRESTASI HASIL BELAJAR PESAWAT SEDERHANA KELAS V SEMESTER II DI SDN 3 RUKTI BASUKI KECAMATAN RUMBIA KABUPATEN LAMPUNG TENGAH TAHUN 2010 .G.K (2003). Wardani I. Jakarta Pusat Penerbit Universitas Terbuka.A.A.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->