Anda di halaman 1dari 6

Nama : Luh Dina Rossita NPM : 08700051 Kelompok : A

TUGAS ILMU PENYAKIT ANAK INISIASI MENYUSU DINI (IMD) Definisi kelahiran. Tujuan : 1. Merangsang kontraksi uterus dan mengurangi perdarahan 2. Merangsang pengaliran ASI dari payudara 3. Menurunkan resiko hipotermi pada bayi Cara IMD : a. Anjurkan suami atau keluarga mendampingi saat melahirkan b. Hindari penggunaan obat kimiawi dalam proses persalinan c. Segera keringkan bayi tanpa menghilangkan lapisan lemak putih (vernik) d. Dalam keadaan ibu dan bayi tidak memakai baju, tengkurapkan bayi di dada atau di perut ibu agar terjadi sentuhan kulit ibu dan bayi, kemudian selimuti keduanya agar tidak kedinginan. e. Anjurkan ibu memberikan sentuhan kepada bayi untuk mendekati puting f. Biarkan bayi bergerak sendiri mencari puting susu ibu g. Biarkan kulit bayi bersentuhan langsung dengan kulit ibu selama minimal 1 jam walaupun proses menyusu telah terjadi. Bila belum terjadi proses menyusu selama 1 jam, biarkan bayi berada di dada ibu sampai proses menyusu pertama selesai. h. Tunda tindakan lain, sepeerti menimbang, mengukur, dan memberikan injeksi vit K1 sampai proses menyusu pertama selesai. i. Beri ASI saja tanpa minum atau cairan lain, kecuali ada indikasi medis yang jelas j. Setelah proses menyusu pertama selesai, bayi lalu ditimbang, diukur, diberi prosedur invasif (ijnj vit K dan tetes mata) : IMD adalahproses pemberian ASI sedini mungkin setelah

k. Segera lakukan Rawat Gabung.

AIR SUSU IBU (ASI) ASI adalah makanan alamiah, praktis, ekonomis, hygienis khusus untuk bayi. Pemberian ASI eksklusif akan menurunkan resiko yang timbul seperti penyakit, gangguan pertumbuhan, maupun faktor ekonomi yang diakibatkan oleh penggunaan susu buatan pada bulan-bulan pertama kehidupan bayi. Manfaat ASI bagi Bayi : 1. ASI adalah makanan yang terbaik untuk bayi 2. ASI mengandung semua zat gizi yang seimbang sesuai kebutuhan bayi 3. ASI memberikan perlinfungan kepada bayi terhadap penyakit infeksi 4. Perkembangan rahang bayi lebih baik 5. Kemungkinan bayi tersendak ASI lebih kecil. Manfaat menyusui bagi Ibu : 1. baik untuk kesehatan ibu dan organ reproduksi 2. mencegah resiko kanker ovarium 3. mencegah perdarahan pasca persalinan 4. membantu mengambalikan rahim kembali ke kondisi sebelum hamil 5. mengurangi kemungkinan terjadinya kekurangan darag karena kekurangan zat besi 6. membentuk ikatan yang kuat antara ibu dan bayi 7. menumbuhkan rasa percaya diri dan rasa dibutuhkan bagi ibu dan bayi 8. memberikan kemudahan bagi ibu dan bayi 9. Murah dan hemat. Cara pemberian ASI : a. Cuci tangan dengan air bersih mengalir b. Perah sedikit ASI dan oleskan ke puting dan areola sekitarnya untuk desinfektan dan menjaga kelembaban puting susu c. Ibu dalam posisi santai, kaki tidak boleh menggantung d. Posisi bayi yang benar :

Bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala bayi diletakkan dekat lengkungan siku ibu, bokong bayi ditahan dengan telapak tangan ibu Perut bayi menempel ke tubuh ibu Mulut bayi berada di depan puting ibu Lengan yang di bawah merangkul tubuh ibu, jangan berada diantara tubuh ibu dan bayi. Tangan yang diatas boleh dipegang ibu atau di letakkan di atas dada ibu. Telinga dan lengan yang di atas berada dalam satu garis lurus.

e. Bibir bayi dirangsang dengan puting ibu dan akan membuka lebar, kemudian dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan puting serta areola dimasukkan ke dalam mulut bayi. f. Cek apakah perlekatan sudah benar Dagu menempel ke payudara ibu Mulut terbuka lebar Sebagian besar areola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi Bibir bawah bayi terlipat keluar Pipi bayi tidak boleh kempot (karena tidak menghisap tapi memerah ASI) Tidak boleh terdengar bunyi decak, hanya boleh terdengar bunyi menelan Ibu tidak kesakitan Bayi tenang

Hal hal yang harus diperhatikan : 1. Pemberian ASI jangan dijadwal 2. Mengosongkan payudara Pada hari-hari pertama menyusu dari satu payudara antara 5-10 menit dan boleh dari kedua payudara karena produksi ASI belum banyak. Setelah ASI banyak bayi perlu mengosongkan salah satu payudara baru menyusu pada payudara lain. Untuk penyusuan berikutnya dimulai pada payudara yang belum kosong. 3. Tidak memberikan minuman lain selain ASI Bayi sehat cukup bulan mempunyai cadangan cairan dan energi yang dapat mempertahakan metabolisme selama 72 jam.

Pemberian minuman lain sebelum ASI keluar akan mengurangi keinginan untuk menghisap, akibatnya pengeluaran ASI tertunda Kontraindikasi pemberian ASI : 1. Bayi galaktosemia 2. Ibu dengan HIV/AIDS 3. Ibu dengan penyakit jantung yang bila menyusui dapat terjadi gagal jantung 4. Ibu yang memerlukan terapi dengan obat-obat tertentu, mis : kemoterapi 5. Ibu yang memerlukan pemeriksaan dengan obat-obat radioaktif perlu menghentikan pemberian ASI kepada bayinya selama 5x waktu paruh obat, setelah itu bayi boleh menetek lagi. Sementara itu ASI tetap diperah dan dibuang agar tidak mengurangi produksi.

PERAWATAN METODE KANGGURU (PMK) Definisi : Cara merawat bayi dalam keadaan telanjang (hanya memakai popok dan topi). Diletakkan secara tengkurap dan tegak pada dada ibunya yang telanjang dada kemudian diselimuti. Tujuan : 1. Untuk stabilisasi suhu BBL terutama BBLR 2. Menggantikan incubator untuk bayi prematur 3. Memudahkan dan memperlancar ASI Kriteria dan Persyaratan : 1. Kriteria bayi (BBLR) untuk PMK di RS BB 1500-2500 gram Grafik berat badan cenderung naik Kondisi umum baik Suhu stabil (36,5-37,5) Mempunyai cukup kemampuan untuk menghisap dan menelan Ibu bersedia untuk PMK

Bayi sudah tidak memerlukan infus

2. Persyaratan dan persiapan ibu Bersedia dan mau menerima PMK Mempunyai kemampuan fisik dan mental Siapkan pakaian (baju dengan kancing depan) Kain panjang untuk menahan bayi Kuku harus bersih dan tidak diperkenankan menggunakan cat kuku

Persiapan alat : 1. Baju ibu berkancing depan (bila ada baju kangguru) 2. Selendang 3. Popok dan topi bayi Cara pelaksanaan PMK : 1. KIE ibu dan keluarga mengapa bayi perlu di PMK 2. Ibu membersikan dada, perut dengan cara mandi sabun 2-3 kali sehari 3. Ibu memotong kuku dan mencuci tangan 4. Bayi jangan dimandikan, cukup dibersihkan dengan kain bersih dan hangat 5. Memasang topi dan popok bayi, bila popok basah segera ganti 6. Bayi diletakkan dalam posisi vertikal, letaknya dapat ditengah payudara atau sedikit ke samping kanan/kiri sesuai kenyamanan bayi serta ibu. Saat ibu duduk/ tidur, posisi bayi tetap tegak mendekap ibu 7. Setelah bayi dimasukkan ke dalam baju, ikat kain selendang mengelilingi ibu dan bayi 8. Mengajari ibu memperhatikan hal-hal sbb : Perhatikan nafas bayi, terlalu pelan atau kurang teratur Perhatikan tanda-tanda bahaya Imunisasi ASI eksklusif

Keterangan : 1. Tanda-tanda bahaya :

Kesulitan bernafas : dada tertarik ke dalam, merintih Bernafas dengan cepat atau lambat Serangan apneu sering dan lama Bayi dingin Sulit minum Kejang Diare BAK jarang (<6x) Kulit menjadi kuning

2. Hal yang perlu disampaikan kepada ibu : Bila bayi berhenti bernafas > 20 dtk atau bayi menjadi biru (wajah dan bibir), berikan rangsangan taktil dengan menggosok punggung secara lembut dan kepala bayi atau menyentil telapak kaki sampai ernafas kembali. Bila tetap tidak bernafas panggil petugas. Bila bayi terasa dingin, hangatkan bayi dengan selimut dan pastikan ibu berada di tempat hangat.