Anda di halaman 1dari 12

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN ( SP ) MATA AJAR PRAKTIK KEPERAWATAN 1 KOMUNIKASI DAN PROMOSI KEPERAWATAN INDIVIDU DENGAN

DIARE OLEH : NGOLU KASIHAN SIREGAR 1206322865

FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN UNIVERSITAS INDONESIA TAHUN 2012

STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN PADA INDIVIDU ( SP 1 ) A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien Keluarga dengan ayah (Tn. A), ibu ( Ny.B) dan 1 orang anak dan anaknya sedang di rawat di RS persahabatan. 2. Diagnosa Keperawatan Defisit pengetahuan keluarga Tn. A tentang perawatan anak diare. 3. Tujuan umum Keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan diare. Tujuan khusus Terbinanya hubungan saling percaya dengan keluarga Tn. A. Teridentifikasi status kesehatan keluarga Tn.B.

4. Tindakan Keperawatan. Membina hubungan saling percaya. Melakukan pengkajian

B. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI 1. Salam Terapeutik Selamat pagi ibu ( sambil mengulurkan tangan dan berjabat tangan ), perkenalkan nama saya ngolu siregar dan saya biasa dipanggil ngolu,nama ibu siapa dan senang di panggil siapa? 2. Evaluasi /validasi. Bagaimana keadaan anaknya saat ini? Apakah bisa tidur? 3. Kontrak,topic,waktu Ibu saya akan berbincang bincang seputar data keluarga ibu dan kondisi anak ibu serta keluarga agar kita bisa mengetauhui kondisi terkini kesehatan anak ibu dan keluarga, waktunya 15 menit dan tempatnya di ruangan ini saja ya ibu, apakah ibu bersedia ?

FASE KERJA ( langkah langkah pengkajian ) Baiklah ibu kita akan mulai bincang bincang kita,tempat tinggal ibu dimana ?berapa orang tinggal dalam satu rumah? Suami ibu bekerja dimana? Ibu punya anak berapa ? anak yang sekarang sedang dirawat anak keberapa?kegiatan ibu sehari hari apa? Kalau boleh saya tahu ibu dan bapak lulusan sekolah apa,dalam keluarga ibu adakah saudara lain yang tinggal dengan ibu? Bagaimana hubungan ibu dengan suami dan keluarga? Siapa yang mengambil keputusan apabila ada masalah dalam keluarga,apa keluhan anak ibu pertama kali,tindakan apa yang ibu lakukan untuk mengatasinya ? apakah berhasil? Siapa yang menyarankan agar ibu membawa anak berobat ke rumah sakit, apakah ibu tahu penyebab dari diare? Apakah ibu tahu cara pencegahan dari diare ? dan tindakan apa yang dilakukan untuk mengatasi diare? Apakah ibu tahu tanda tanda kurang cairan? Baiklah ibu saya akan menimbang berat badan anak ibu, FASE TERMINASI. 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. Evaluasi subyektif Bagaimana perasaan ibu setelah kita berbincang bincang mengenai kondisi anak ibu ? Evaluasi obyektif. Ibu terlihat bersemangat berbicara dengan perawat ( mengobservasi respon non verbal) 2. Tindak lanjut klien (apa yang perlu di latih klien sesuai dengan tindakan yang telah lakukan ) Baiklah ibu, saya ingatkan lagi pemberian cairan yang cukup pada anak yang diare adalah tindakan utama yang harus dilakukan, ibu boleh mengganti cairan yang keluar dengan pemberian cairan oralit. 3. Kontrak yang akan datang (topik, waktu, dan tempat). Baiklah ibu, waktu kita berbincang sudah 15 menit ,sekarang kita sudahi pertemuan kita sampai disini satu jam lagi tepat jam 10.00 wib saya akan kesini lagi untuk memberikan pendidikan kesehatan cara penanggulangan pertama untuk mencegah anak kekurangan cairan dan bagaimana cara pembuatan cairan oralit.

STRATEGI PELAKSANAAN KOMUNIKASI KEPERAWATAN PADA INDIVIDU ( SP 2 ) A. Proses Keperawatan 1. Kondisi Klien. Tn. A dengan istrinya (Ny.B) mempunyai satu orang anak laki laki umur 2 tahun dirawat di RS dengan diagnose gastroenteritis akut dengan dehidrasi sedang masuk . dari data pengkajian masuk ke ramah sakit dengan keluhan buang air besar ( BAB ) lebih dari 5 kali sehari dengan konsistensi cair, berbau dan tidak ada ampas.Ny. b mengatakan tidak mengetahui kenapa anaknya bisa terkena diare,dan tidak mengetahui bagaimana perto longan pertama pada pasien diare. Diare anaknya tidak berhenti akhirnya Tn. A dan Ny B memutuskan membawa anaknya berobat ke arumah Sakit. Pemeriksaan fisik yang dilakukan anak Ny.B BB : 8 kg, turgor kulit tidak elastis, mukosa bibir kering 2. Diagnosa Keperawatan. Defisit pengetahuan keluarga Tn. A tentang perawatan anak diare. 3. Tujuan umum Keluarga mengerti dan memahami tentang diare Tujuan khusus Keluarga mampu merawat anak dengan diare. B. Strategi Komunikasi dalam Pelaksanaan Tindakan Keperawatan ORIENTASI 1. 2. Salam Terapeutik Selamat pagi ibu B. Evaluasi /validasi. Bagaimana kondisi anaknya? Apakah masih ada diare? Sudah berapa kali buang air besarnya? 3. Kontrak Kontrak,topic,waktu Ibu B sesuai dengan janji kita sejam yang lalu kita akan berbincang mengenai apa pengertian diare, pencegahannya dan cara pembuatan cairan oralit yang benar. Waktu

yang akan kita sepakati 15 menit dan tempatnya disini saja ya ibu,apakah ibu sudah siap? FASE KERJA : ( langkkah langkah tindakan keperawatan atau pendidikan kesehatan). Baiklah ibu b kita mulai sekarang ya,saya akan menjelaskan tentang diare,apakah ibu tau apa arti diare? Ya ibu betul ,tapi saya akan memperjelas lagi Diare adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Ibu B biasanya diare disebabkan oleh apa? Ibu betul diare disebabkan oleh adanya kuman yang masuk kedalam saluran pencernaan yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Tanda tanda dari bayi yang terkena diare adalah Mula-mula cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan tidak ada kemudian diare. Menurut ibu akibat dari diare apa saj? Ya ibu betul sekali, akibat dari diare adalah Haus,Kencing sedikit ,Mulut kering dan dehidrasi . Sedang, dengan tanda :Ubun-ubun besar dan cekung, Mata cowong, Tegangan kulit menurun Menurut bagaimana pengobatan diare supaya tidak dehidrasi? Pengobatan diare supaya tidak dehidrasi adalah Minum yang banyak cairan oralit dan Jika tidak ada oralit, beri minum larutan gula dan garam. Apakah ibu tahu cara pembuatan cairan oralit. Baiklah sekarang kita akan mempraktekkan cara pembuatan cairan oralit, pertama yang kita harus siapkan adalah gula 2 sendok makan,garam 1 sendok, air yang sudah di masak dan matang, serta gelas yang bersih yang dicuci dengan sabun. Pertama tuangkan air putih kedalam gelas kemudian garam dan gula,kemudian aduk perlahan lahan setelah itu cairan oralit ini sudah siap diberikan kepada anak ibu yang sedang diare untuk mengganti cairan yang keluar. Ibu boleh memberikannya sesuai kebutuhan, seberapa banyak cairan yang di keluarkan maka larutan garam yang ibu berikan harus sesuai dengan yang keluar.apakah ibu cukup paham dengan penjelasan saya? Menurut ibu bagaimana cara pencegahan diare? Cara pencegahan diare adalah . Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting: Sebelum makan, Setelah buang air besar, Sebelum memegang bayi, Setelah menceboki anak dan Sebelum menyiapkan makanan, Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain)

Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septic. Baiklah ibu saya rasa sudah cukup pertemuan kita kali ini, bila ada yang tidak di mengerti atau yang mau di tanyakan,silahkan ibu tanyakan. FASE TERMINASI. 1. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan. Evaluasi subyektif Bagaimana perasaan ibu setelah saya jelaskan tentang diare dan bagaimana cara penanganannya serta cara membuat cairan larutan garam? Evaluasi obyektif. Coba ibu sebutkan kembali pengertian diare. Coba ibu sebutkan kembali bagaimana cara mengatasi diare. Apakah ibu bisa mempraktekkan kembali cara pembuatan cairan oralit. Bagus sekali ibu, ternyata ibu benar benar memperhatikan apa yang tadi kita diskusikan. 2. Tindak lanjut klien (apa yang perlu di latih klien sesuai dengan tindakan yang telah lakukan ). Ibu B sudah tahu tentang diare,penyebabnya dan cara mengatasinya, jadi saya harap ibu bisa menerapkannya dan melakukan pencegahan supaya tidak terjadi lagi diare pada anak ibu. 3. Kontrak yang akan datang. Baiklah ibu sesuai dengan kontrak waktu yang telah kita sepakati, kita sudahi pertemuan sampai disini ibu, bila ada waktu kita akan berdiskusi lagi tentang topic yang sama, selamat pagi ibu.

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP) Pokok Bahasan Sasaran Tempat Hari / Tanggal Waktu A. TUJUAN 1. Tujuan Intruksional Umum (TIU) Setelah dilakukan pendidikan kesehatan klien dapat memahami dan mengerti tentang diare 2 Tujuan Intruksional Khusus (TIK) Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan menit diharapkan Ny. A (klien) dapat : a. Menjelaskan tentang pengertian b. Menyebutkan penyebab diare c. Menjelaskan cara pencegahan diare d. Mempraktekkan cara pembuatan cairan larutan garam. B. MATERI PENYULUHAN Materi tentang diare ( terlampir ) 1) 2) 3) 4) 5) 6) C. 1. 2. Pengertian diare. Penyebab diare Akibat dari diare. Tanda dan gejala diare. Cara penanggulangan diare Cara pembuatan larutan gula garam pengganti cairan oralit : Pendidikan kesehatan Diare pada anak : Ny. B ( Ibu An.C ) : Ruang perawatan An. C : Selasa, 11 Desember 2012 : 1 x 15 menit

Sub Pokok Bahasan : Diare dan pencegahannya.

METODE Ceramah Diskusi dan Tanya jawab

D. E.

MEDIA Leaflet KEGIATAN PENYULUHAN No. 1. Uraian Kegiatan Pendahuluan: Memperkenalkan menjelaskan tujuan 2. Penjelasan Materi: 1) Pengertian diare. 2) Penyebab diare 3) Akibat dari diare. 4) Tanda dan gejala diare. 5) Carapenanggulangan diare 6) Cara pembuatan larutan gula sebagai pengganti cairan oralit Ceramah 15 menit Leaflet diri dan Metode Ceramah Waktu 5 menit Media -

3.

Evaluasi: 1) klien mampu menjelaskan tentang Pengertian diare. 2) Penyebab diare 3) Akibat dari diare. 4) Cara pembuatan larutan gula sebagai pengganti cairan oralit

Tanya Jawab

5 menit

4.

Penutup:

Ceramah

5 menit

Leaflet

E. Materi

Menyimpulkan Memberi salam

materi

bersama dengan sasaran

Terlampir. F. EVALUASI Evaluasi dengan menggunakan evaluasi lisan dengan menanyakan kembali bagaimana cara mengatasi diare dan evaluasi psikomotor tentang pembuatan larutan garam gula.

MATERI PENYULUHAN DIARE

Pengertian Diare atau Gastro Enteritis Akuta adalah buang air besar dalam bentuk cairan lebih dari tiga kali dalam satu hari dan biasanya berlangsung selama dua hari atau lebih. Penyebab diare : 1.Faktor infeksi, yaitu infeksi bakteri, infeksi virus. 2.Faktor malabsorbsi, misalnya dalam mengabsorbsi karbohidrat, lemak,protein. 3.Faktor psikologis, misalnya rasa takut dan rasa cemas. Gejala-gejalanya : Mula-mula cengeng, Gelisah, Suhu tubuh meningkat, Nafsu makan tidak ada kemudian diare.

Akibat dari diare adalah dehidrasi / kekurangan cairan yang dapat bersifat : 1. Ringan, dengan tanda :

Haus Kencing sedikit Mulut kering Ubun-ubun besar dan cekung Mata cowong Tegangan kulit menurun Nafas cepat Kesadaran menurun Tidak sadar

2. Sedang, dengan tanda :


3. Berat, dengan tanda :


Pencegahan Diare Diare mudah dicegah antara lain dengan cara: 1. Mencuci tangan pakai sabun dengan benar pada lima waktu penting: a). Sebelum makan, b). Setelah buang air besar, c). Sebelum memegang bayi, d). Setelah menceboki anak dan e). Sebelum menyiapkan makanan; 2. 3. 4. Meminum air minum sehat, atau air yang telah diolah, antara lain dengan cara merebus, pemanasan dengan sinar matahari atau proses klorinasi; Pengelolaan sampah yang baik supaya makanan tidak tercemar serangga (lalat, kecoa, kutu, lipas, dan lain-lain); Membuang air besar dan air kecil pada tempatnya, sebaiknya menggunakan jamban dengan tangki septik. Yang paling pokok adalah mengganti cairan yang hilang dengan cara : 1. 2. 3. Minum yang banyak cairan oralit. Jika tidak ada oralit, beri minum larutan gula dan garam. Segera bawa ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat.

Cara Membuat Larutan Gula Garam Disini akan menerangkan tahapan-tahapan dalam pembuatan larutan gula garam. Bahan dan alat yang diperlukan : 1. 2. 3. 4. Pertama kita harus menyediakan gula pasir sebanyak satu sendok teh ,tidak lebih tidak kurang agar larutan yang akan dibuat bisa maksimal. Kedua yaitu garam dapur kalau bisa yang halus agar dapat larut dengan mudah ,takaran yang diperlukan sebanyak seperempat sendok teh. Ketiga adalah air masak atau air teh yang masih hangat namun tidak selagi mendidih.Takarannya sebanyak satu gelas atau sekitar 200 ml. Yang terakhir adalah gelas kaca yang berukuran normal dan sendok teh.

Cara membuat larutan gula garam : 1. 2. 3. 4. 5. Pertama-tama sebelum kita membuat,cucilah tangan sampai bersih agar tidak ada kuman penyakit yang menyebar. Kedua tuangkan air masak atau air teh tersebut ke dalam gelas sebanyak satu gelas penuh Ketiga masukkanlah gula pasir serta garam dapur itu sesuai dengan takaran yang telah ditentukan kedalam gelas tersebut. Keempat yaitu gelas tersebut kita aduk sampai gula dan garamnya benar-benar larut dalm air. Setelah selesai kita bisa langsung meminumnya