Anda di halaman 1dari 3

Jay B. Barney & William G.

Ouchi

BELAJAR DARI EKONOMI ORGANISASI

Classics of Organization Theory

Teori organisasi bisa mendapatkan pelajaran lebih banyak dari pemikiran-pemikiran tentang organisasi dan fenomena sebuah organisasi daripada dari pengaplikasian yang spesifik dari konsep-konsep atau model-model yang telah ada. Menyatukan bagaimana pemikiran-pemikiran tersebut, sama pentingnya dengan implikasi yang dihasilkan dari penyatuan model dan konsep dari sebuah ekonomi organisasi. Sehingga, dengan pertimbangan tersebut menjadikan terbaginya tiga aspek pemikiran organisasi ekonomi dan implikasinya untuk teori organisasi. 1. Equilibrium Analysis (Analisis Keseimbangan) Analisis ini cukup terkenal diantara teori-teori organisasi yang telah ada. Analisis ini seringkali diasosiasikan dengan abstraksi dari teori harga neoklasik. Teori organisasi mempertanyakan waktu dan energi yang dihabiskan untuk mengkarakterisasi sebuah organisasi, padahal organisasi itu sendiri cenderung dinamis dan berubah-ubah dari masa ke masa untuk dikarakterisasikan. Analisis ini berbeda dengan teori harga neoklasik yang penah ada. Fokus pada analisis ini yaitu untuk melihat bagaimana sebuah proses dapat berjalan di organisasi secara stabil, hingga proses itu nantinya berevolusi dengan sendirinya. Selain itu, kekuatan dari analisis ini yaitu dapat menggarisbawahi (menemukan) alasan-alasan mengapa sebuah organisasi tidak dapat berkembang sebagaimana mestinya. Analisis ini juga dapat membawa kita pada sebuah kesimpulan yang cenderung dinamis. Analisis ini bukan hanya menunjukkan sebuah pola perilaku A yang mempengaruhi pola perilaku B lalu berhenti di titik itu saja. Melainkan, pola perilaku A yang memperngaruhi B dan beserta respon-respon lain yang terkait dengan organisasi-organisasi yang ada. Intinya, analisis keseimbangan ini juga tergantung pada sugesti-sugesti logis mengenai usaha organisasi agar dapat terus stabil atau mencapai titik keseimbangannya. 2. The Transaction as The Unit of Analysis (Transaksi Sebagai Bagian dari Analisis) Transaksi didefinisikan oleh Williamson (1981) sebagai sebuah pertukaran antara entitasentitas tekonologi yang terpisahkan. Definisi tersebut sangat dekat hubungannya dengan teori pertukaran yang dikembangkan dalam sosiologi dan psikologi sosial. Inti dari aspek ini yaitu pernyataan bahwasanya adopsi dari bentuk transaksi yang didefinisikan sebagai satu bagian analisis dalam teori organisasi, memiliki implikasi yang penting dalam penelitian dan pengajaran di lapangan. Transaksi yang dimaksud tersebut banyak sekali variasi wujudnya seperti, kompetisi, koperasi, peraturan-peraturan, kepercayaan, birokratisasi, klan-klan dan lain semacamnya. Namun, dengan banyaknya variasi tersebut, tidak menunjukkan bahwa analisis makro-organisasi dapat digunakan bersamaan dengan menggunakan transaksi sebagai bagian dari analisis. 3. The Concept of Organization (Konsep Organisasi) Ekonomi organisasi pada akhirnya mampu menunjukkan sebuah ambiguitas fundamental dari teori organisasi yang ada. Ambiguitas ini berada pada apa yang dapat dan apa yang tidak dapat mengkonstitusikan sebuah organisasi. Sebuah proses atau sebuah kejadian

merupakan bagian yang diorganisasikan, yang menunjukkan pola-pola dan strukturstruktur. Struktur dari sebuah organisasi dapat diorganisasikan, dan subjek tersebut dapat dianalisis konsep-konsepnya, hal ini merupakan sebuah perluasan konsep dari organisasi. Tanpa adanya perluasan konsep, maka teori organisasi hanyalah menjadi bagian dari kerangka untuk menganalisis transaksi-transaksi ekonomi.

Belajar dari Teori Organisasi Mempelajari ekonomi organisasi dan teori organisasi tidak bisa secara satu arah saja. sebab, teori organisasi telah terus menerus memiliki implikasi yang penting terhadap ekonomi organisasi. Hal ini tentunya akan meningkatkan analisis, penjelasan dan prediksi di masa mendatang atas ekonomi organisasi. Pengaruh Organisasi dalam Pembuatan Keputusan Rasional Kontribusi terpenting sebuah teori organisasi terhadap ekonomi organisasi yaitu berupa pengenalan alasan-alasan yang luar biasa masuk akal/rasional dalam pembuatan keputusan pada ekonomi organisasi. Dalam hal ini, banyak sekali faktor yang mempengaruhi pengarug organisasi terhadap pembuatan keputusan, seperti rasionalitas, ketertarikan pribadi, umur dan jenis kelamin dari yang membuat keputusan, konflik alamiah internal organisasi, jumlah dan tipe organisasi, kemampuan manajer untuk mendorong terjadinya diskusi terbuka, dan faktor lainnya. Inti dari pengaruh organisasi terhadap pembuatan keputusan dalam organisasi yaitu meningkatkan kemampuan memprediksi model ekonomi dalam ekonomi organisasi. Penelitian Empiris Selain pengaruh organisasi dalam pembuatan keputusan, teori organisasi juga mempengaruhi ekonomi organisasi dalam wujud peran dan pengunaan penelitian empirisnya. Teori organisasi dikarakterisasikan dengan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif, hal ini berarti bahwa teori organisasi dalam perkembangannya membantu ekonomi organisasi untuk mengembangkan konsep-konsep dan model-model ekonomi di dalamnya secara induktif.